• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kepemudaan dan Olahraga

Dalam dokumen BAB II GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH (Halaman 69-73)

Trend Kenaikan UMP [Rp.]

2.2.3.14 Kepemudaan dan Olahraga

Pembangunan kepemudaan dilaksanakan dalam bentukpelayanan kepemudaan, yang berfungsi melaksanakanpenyadaran, pemberdayaan, dan pengembangan potensikepemimpinan, kewirausahaan, serta kepeloporan pemudadalam segala aspek kehidupan bermasyarakat, berbangsa,dan bernegara. Pelayanan kepemudaan diarahkan untukpertama menumbuhkan patriotisme, dinamika, budayaprestasi, dan semangat profesionalitas; dan keduameningkatkan partisipasi dan peran aktif pemuda dalammembangun dirinya, masyarakat, bangsa, dan negara.

Sementara itu, tujuan pembangunankeolahragaansesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2005tentang Sistem Keolahragaan Nasional adalah memeliharadan meningkatkan kesehatan dan kebugaran, prestasi,kualitas manusia, menanamkan nilai moral dan akhlak mulia,sportivitas, disiplin, mempererat dan membina persatuan dankesatuan bangsa, memperkukuh ketahanan nasional, sertamengangkat harkat, martabat, dan kehormatan bangsa.

Pembangunan dalam bidang Kepemudaan dan olahraga terus dilakukan dengan mendorong agar masyarakat gemar berolahraga, kreatif dan inovatif melalui penataan dan

menyempurnakan sistem pembinaan dan pengembangan pemberdayaan olahraga, membangun keserasian dan keharmonisasian program, mekanisme dan hasil pembangunan keolahragaan kabupaten/kota, serta memfasilitasi dan mengembangkan jaringan serta akses kemitraan disektor olahraga tingkat provinsi sampai kabupaten/kota.

Peningkatan prestasi siswa dibidang akademik dan non akademik terus di dilakukan oleh pemerintah Provinsi Gorontalo. Strategi peningkatan prestasi dilakukan secara bertahap dan berjenjang serta memperhatikan bakat dan minat siswa terhadap jenis dan lomba tersebut.

Pembinaan Pemuda dan Olahraga dilakukan melalui pembinaan dan pemasyarakatan Olahraga, pembinaan Prestasi Olahraga, dan olahraga tradisional dengan memfasilitasi para siswa dalam mengikuti berbagai kejuaraan baik ditingkat Regional, Nasional maupun Internasional. Sebanyak 906 orang Pemuda dan Olahraga yang dibina, dengan perolehan Medali Olahraga Pelajar yang diperoleh baik ditingkat Regional, Nasional maupun Internasional sebanyak 28 medali tertimbang dari berbagai cabang olahraga yang diikutsertakan, yaitu dari cabang atletik, pencak silat, sepak takraw, taekwondo, Anggar dan lain sebagainya. Perolehan medali tahun 2019 meningkat dibanding tahun sebelumnya yaitu sebanyak 26 medali.

Berbagai prestasi tersebut cukup menggembirakan, hingga kedepan akan terus dilakukan peningkatan kesadaran berolahraga di kalangan masyarakat luas, pembibitan olahraga dan peningkatan jumlah ruang publik untuk olahraga yang bisa dimanfaatkan oleh lembaga pendidikan dan masyarakat luas. Diharapkan dengan peningkatan ruang publik untuk olahraga, pembibitan olahraga dan pemasyarakatan olahraga akan memudahkan pencarian dan penemuan bibit unggul daerah di bidang olahraga dan bisa membudayakan olahraga di masyarakat.

2.2.3.15 Statistik

Pembangunan di bidang statistik diarahkan agar mampu mengakomodasi berbagai tantangan yang berkembang, seperti reformasi yang mendukung keterbukaan informasi, otonomi daerah yang mengandung tantangan keanekaragaman data informasi statistik pada tingkatan wilayah kecil, perkembangan teknologi informasi yang mengarah kepada peningkatan kemudahan akses masyarakat akan data dan informasi serta mempersiapkan SDM penyelenggaraan statistik.Informasi data statistik yang akurat secara series dan berkesinambungan sangat diperlukan dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan. Data statistik menjadi paramenter bagi pemerintah dalam evaluasi dan perencanaan pelaksanaan pemerintahan dan pembangunan.

Pelaksanaan program dan kegiatan dalam Urusan Statistik sangat terkait dengan program/kegiatan pada urusan Perencanaan Pembangunan yaitu dalam penyediaan data dan informasi, sehingga program dan kegiatan dalam urusan statistik hanya kegiatan penyediaan dan pengembangan data dan informasi.

Dalam menyelenggarakan urusan statistik, Dinas Komunikasi dan Informatika merancang aplikasi satu data dengan system data statistik e-data bekerja sama dengan Badan

Perencanaan penelitian dan Pengembangan Daerah. Aplikasi e-data dibuat dalam rangka menjaga konsistensi dan terintegrasinya data dari berbagai sumber data khususnya data sektor. Namun demikian, persentase penyajian dan keterisian data pada aplikasi e-data dinilai belum maksimal, hanya sebesar 67%.

Dalam pengelolaannya, telah dibentuk Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) dimasing-masing OPD sebagai penanggungjawab dan penyedia informasi data sektor masing OPD. Hal ini dimaksudkan untuk optimalisasi keterisian data sektor dimasing-masing OPD.

Dukungan statistik lainnya adalah melalui penyusunan Buku Provinsi Gorontalo Dalam Angka yang bekerja sama dengan Badan Pusat Statistik Provinsi Gorontalo, yang diterbitkan setiap tahun. Selain Gorontalo Dalam Angka, melalui Badan Pusat Statistik Provinsi Gorontalo menyusun buku PDRB Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Provinsi Gorontalo yang juga diterbitkan setiap tahun.

2.2.3.16 Persandian

Perlindungan informasi merupakan peran dan tanggung jawab persandian. Diera keterbukaan informasi, setiap warga negara Indonesia memiliki kebebasan untuk mengakses informasi seperti yang tertuang dalam undang-undang keterbukaan informasi public. Namun bukan berarti kebebasan itu tanpa batas, akan tetapi informasi itu haruslah diamankan untuk menjaga stabilitas negara. Pemanfaatan ilmu dan teknologi persandian dapat digunakan untuk menjamin keamanan informasi, karena itu perlu adanya payung hukum yang mengamankan informasi berklasifikasi. Sebagaimana tugas fungsi Dinas Kominfo dan Statistik Provinsi Gorontalo yaitu dalam rangka peningkatan aplikasi, muatan layanan publik, pemanfaatan jaringan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) serta menjamin keamanan informasi dalam rangka peningkatan pelayanan publik.

Dalam rangka pelaksanaan urusan persandian untuk menjamin keamanan informasi daerah, maka Dinas Kominfo dan Statistik membangun infrastruktur persandian daerah, serta melaksanakan persandian untuk pengamanan informasi daerah. Tahun 2019 persentase layanan informasi yang diamankan melalui mekanisme persandian di Provinsi Gorontalo sebesar 40%.

2.2.3.17 Kebudayaan

Pembangunan bidang kebudayaan di Provinsi Gorontalo di prioritaskan pada program pengembangan nilai budaya yaitu pembinaan, pelestarian, penggalian nilai-nilai budaya yang bermanfaat bagi peningkatan kualitas hidup dan potensi budaya baik kesenian, adat istiadat, tradisi budaya dan nilai-nilai baru yang berguna bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.

Kebijakan Program Urusan Wajib Kebudayaan dititikberatkan pada peningkatan kesadaran dan pemahaman masyarakat akan perlindungan, pengembangan,dan pemanfaatan budaya, melalui Program Pembinaan Kebudayaan.

Guna menyelaraskan kebijakan pengembangan dibidang kebudayaan, pada tahun 2019 kegiatan yang dilaksanakan antara lain : Penyusunan Dokumen Karya Seni Budaya, Sertifikasi ahli Cagar Budaya, Pelestarian Peninggalan Sejarah Purbakala, Museum dan Peninggalan Bawah Air, Pendokumentasian adat tradisi dan nilai budaya Gorontalo, Apresiasi seni dan Budaya, Penyediaan alat kesenian komunitas kebudayaan serta penyelenggaraan Museum.

Dari pelaksanaan program kegiatan tersebut, Tahun 2019 capaian pembangunan bidang kebudayaan teridentifikasi sebagai berikut :

Tabel 2.41

Indikator Pembangunan Bidang kebudayaan Tahun 2019

No Indikator Kinerja Capaian Tahun 2019 Capaian Tahun 2018 Target Realisasi Target Realisasi 1 Jumlah pengakuan nasional terhadap

karya seni budaya Gorontalo 2 Jenis 7 Jenis 2 Jenis 8 Jenis 2 Jenis Benda Bersejarah tersimpan di Museum 6 Jenis 455 Jenis 6 Jenis 403 jenis 3 Dokumen Budaya Daerah Gorontalo 2 Jenis 5 Jenis 2 Jenis 5 Jenis Sumber : Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga

2.2.3.18 Perpustakaan

Berdasarkan UU No. 43 tahun 2007 disebutkan bahwa Perpustakaan adalah institusi pengelola koleksi karyatulis, karya cetak, dan/atau karya rekam secara profesional dengan sistem yang baku guna memenuhi kebutuhan pendidikan, penelitian, pelestarian, informasi, dan rekreasi para pemustaka. Sedangkan fungsi perpustakaan sebagaimana diamanatkan dalam undang-undang dinyatakan bahwa perpustakaan mempunyai fungsi yang strategis sebagai wahana pendidikan, penelitian, pelestarian, informasi, dan rekreasi untuk meningkatkan kecerdasan dan keberdayaan bangsa. Konsekuensi dari fungsi –fungsi tersebut, berbagai program dan kegiatan telah dilaksanakan dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada masyarakat baik melalui program peningkatan sarana dan prasarana maupun peningkatan kapasitas SDM pengelola perpustakaan baik tingkat desa, sekolah maupun pengelola perputakaan daerah.

Kebijakan pembangunan bidang Perpustakaan dalam rangka meningkatkan minat baca masyarakat dan menyediakan akses informasi yang bermutu. Hal ini dilakukan melalui program Pengembangan Perpustakaan dan Minat Baca, dengan kegiatan yang dilaksanakan yaitu Kegiatan Kemah Bakti Literasi, Kegiatan Bimbingan Teknis Pengelola Perpustakaan Sekolah dan Pustakawan, kegiatan Pelayanan Perpustakaan Keliling, serta Pelestarian Karya Cetak dan Penelusuran Bibliografi/Katalog Induk (BID/KID) sebanyak 1.000 eksemplar / 300 judul.

Semakin mudahnya akses informasi melalui media internet, semakin tergerusnya budaya baca dikalangan masyarakat. Oleh karenanya Dalam rangka meningkatkan minat baca di Provinsi Gorontalo, Dinas perpustakaan dan Kearsipan tahun 2019 terus mengembangkan pelayanan kepada masyarakat melalui pengembangan layanan jasa perpustakaan dan informasi, pengembangan budaya baca dan pembinaan perpustakaan yang dilakukan antara lain dengan Gerakan Gorontalo Gemar Membaca dan pengembangan kapasitas perpustakaan.

Berbagai langkah pemerintah Provinsi dalam rangka menunjang layanan perpustakaan di Provinsi Gorontalo, seperti peningkatan jumlah buku, untuk tahun 2019 sebanyak 21.135 judul dan 60.723 eksemplar. Dari upaya tersebut, menunjukkan jumlah pemustaka yang mengunjungi perpustakaan tahun 2019 sebanyak 81.124 pengunjung, mengalami peningkatan dibanding tahun 2018 sebanyak 20.000 pengunjung.

2.2.3.19 Kearsipan

Arsip merupakan bagian yang terpenting dalam suatu organisasi pemerintah daerah. Menurut pasal 1 ayat Undang-undang Nomor 43 tahun 2009 tentang Kearsipan, Arsip adalah rekaman kegiatan atau peristiwa dalam berbagai bentuk dan media sesuai dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang dibuat dan diterima oleh lembaga negara, pemerintahan daerah, lembaga pendidikan, perusahaan, organisasi politik, organisasi kemasyarakatan, dan perseorangan dalam pelaksanaan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Dalam rangka mendukung kegiatan e-government dalam reformasi birokrasi, maka pengelolaan arsip harus dilakukan secara baik dan benar sesuai dengan tata cara dan kaidah yang berlaku. Sedangkan kearsipan adalah suatu proses mulai dari penciptaan, penerimaan, pengumpulan, pengaturan, pengendalian, pemeliharaan dan perawatan serta penyimpanan warkat menurut sistem tertentu. Kearsipan memegang peranan penting bagi kelancaran jalannya organisasi pemerintah daerah, yaitu sebagai sumber informasi dan sebagai pusat ingatan bagi organisasi.

Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah merupakan lembaga pemerintah daerah dalam pengelolaan dan pelayanan arsip kepada pengguna arsip di lingkungannya berdasarkan pada norma, standar, prosedur, dan kriteria (NSPK). Untuk memenuhi prinsip pelayanan publik yang cepat, mudah, murah, transparan dan akuntabel, maka layanan kearsipan tahun 2019 daerah didesain sedemikian hingga rancangan sistem layanan kearsipan tersebut mampu memenuhi harapan masyarakat dan memiliki daya guna serta hasil guna.

Kebijakan pemerintah Provinsi Gorontalo dalam pengelolaan kearsipan sebagai upaya untuk untuk meningkatkan kualitas pelayanan kearsipan melalui efektifitas dan efisiensi penelusuran, penyelamatan, penduplikasian, dan penataan arsip. Hal ini dilakukan melalui program penyelenggaraan kearsipan, dengan kegiatan meliputi penelusuran, penyelamatan dan penduplikasian dokumen arsip sebanyak 200 dokumen, penyusunan jadwal retensi arsip (JRA) dan akuisisi arsip kepada 18 OPD, penyusunan Perda tentang Penyelenggaraan Kearsipan sebanyak 1 Peraturan Daerah, serta bimtek pengelolaan kearsipan daerah berbasis teknologi informasi komunikasi (TIK) sebanyak 78 peserta.

2.2.4 ASPEK PELAYANAN UMUM FOKUS URUSAN PILIHAN

Dalam dokumen BAB II GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH (Halaman 69-73)

Dokumen terkait