2012 2013 2014 2015 2016 1 Sarana sosial seperti pant
13. Kepemudaan dan Olahraga
Kinerja makro urusan Pemuda dan Olahraga di KabupatenBatang antara lain bisa dilihat dari indikator Jumlah Organisasi Pemuda, Jumlah Organisasi Olahraga, Jumlah Kegiatan Kepemudaan, Jumlah Kegiatan Olahraga, dan Jumlah Kegiatan Olahraga.
Tabel 2.49
Capaian Indikator Urusan Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Batang Tahun 2012-2016
No Indikator Satuan Capaian Kinerja Tahun
2012 2013 2014 2015 2016
1 Jumlah Organisasi Pemuda Buah 10 10 11 14 14
2 Jumlah Organisasi Olahraga buah 25 27 27 28 28
3 Jumlah Kegiatan
Kepemudaan
kali 2 3 4 5 5
4 Jumlah Kegiatan Olahraga kali 2 7 5 5 5
5 Jumlah Lapangan Olahraga Buah 3 6 15 15 16
Sumber: Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olah Raga Kabupatren Batang, 2017
Berdasarkan tabel di atas terlihat bahwa rata-rata per tahun kinerja makro urusan Kepemudaan dan Olahraga selama tahun 2012 sampai dengan 2016 menunjukkan bahwa Jumlah Organisasi Pemuda mempunyai rata-rata peningkatan jumlah organisasi per tahun. Demikian juga halnya Jumlah Organisasi Olahraga mengalami penambahan jumlah organisasi per tahun. Jumlah Kegiatan Kepemudaan mempunyai rata-rata sebanyak 3,8 kali per tahun. Jumlah Kegiatan Olahraga mempunyai rata-rata sebanyak 4,8 kali per tahun dan Jumlah lapangan Olahraga mengalami kenaikan per tahun.
14. Statistik
Kinerja pembangunan pada pelayanan urusan statistik digambarkan dengan keberadaan/terbitnya dokumen-dokumen Buku Kabupaten Batang Dalam Angka dan Buku PDRB Kabupaten Batang setiap tahunnya. Namun demikian, diperlukan tambahan kelengkapan data dan informasi terutama untuk data-data yang bersifat khusus dan olahan.
Tabel 2.50
Capaian Indikator Urusan Statistik Kabupaten Batang Tahun 2012-2016
No Indikator Satuan Capaian Kinerja Tahun
2012 2013 2014 2015 2016
1 Buku ”kabupaten dalam
angka” Ada Ada Ada Ada Ada Ada
2 Buku ”PDRB kabupaten” Ada Ada Ada Ada Ada Ada
Sumber: BPS Kabupaten Batang, 2017
15. Persandian
Gambaran umum Persandian adalah kegiatan di bidang pengamanan data/informasi yang dilaksanakan dengan menerapkan konsep, teori, seni dan ilmu kripto beserta ilmu
pendukung lainnya secara sistematis, metodologis dan konsistensi serta terkait pada etika profesi sandi. Kewenangan pemerintah Kabupaten Batang pada Urusan persandian diselenggarakan berdasakan Undang-Undang No 23 tahun 2014 Tentang Pemerintah Daerah.
Berdasarkan Peraturan Kepala Lembaga Sandi Negara No. 7 Tahun 2017 tentang Pedoman Penyelenggaraan Persandian Untuk Pengamanan Informasi di Lingkungan Pemerintahan Daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota meliputi: a) penyediaan analisis kebutuhan penyelenggaraan persandian untuk pengamanan informasi; b) penyediaan kebijakan penyelenggaraan persandian untuk pengamanan informasi; c) pengelolaan dan perlindungan informasi; d) pengelolaan sumber daya persandian meliputi sumber daya manusia, materiil sandi dan jaringan komunikasi sandi anggaran; e) penyelenggaraan operasional dukungan persandian untuk pengamanan informasi; f) pengawasan dan evaluasi penyelenggaraan pengamanan informasi melalui persandian di seluruh perangkat daerah; dan g) koordinasi dan konsultasi penyelenggaraan persandian untuk pengamanan informasi.
16. Kebudayaan
Gambaran umum penyelenggaraan urusan kebudayaan di Kabupaten Batang terlihat dari jumlah grup kesenian, ketersediaan sarana prasarana penyelenggaraan seni dan budaya serta intensitas kegiatannya, dan keberadaan situs serta kawasan cagar budaya yang dilestarikan.Cagar budaya merupakan warisan budaya bersifat kebendaan yang berupa Benda Cagar Budaya, Bangunan Cagar Budaya, Struktur Cagar Budaya, Situs Cagar Budaya, dan Kawasan Cagar Budaya di darat dan/atau di air yang perlu dilestarikan keberadaannya karena memiliki nilai penting bagi sejarah, ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, dan/atau kebudayaan melalui proses penetapan. Cagar Budaya berupa benda, bangunan, struktur, situs, dan kawasan perlu dikelola oleh pemerintah dan pemerintah daerah dengan meningkatkan peran masyarakat untuk melestarikan, mengembangkan, melindungi dan memanfaatkannya.
Sebagai bagian dari kekayaan budaya bangsa, cagar budaya pada hakikatnya adalah wujud pemikiran dan perilaku kehidupan manusia yang penting artinya bagi pemahaman dan pengembangan sejarah, ilmu pengetahuan, dan kebudayaan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara sehingga perlu dilestarikan dan dikelola secara tepat melalui upaya pelindungan, pengembangan, dan pemanfaatan dalam rangka memajukan kebudayaan nasional untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Dengan demikian, cagar budaya perlu dikelola, dikembangkan melalui penelitian,
revitalisasi, diadaptasi dan dimanfaatkan secara berkelanjutan dengan mengedepankan prinsip pelestarian dan nilai budaya masyarakat
Tabel 2.51
Capaian Indikator Urusan Kebudayaan Kabupaten Batang Tahun 2012-2016
No Indikator Satuan Capaian Kinerja Tahun
2012 2013 2014 2015 2016
1 Jumlah Grup Kesenian Per
10.000
450 500 520 540 550
2 Penyelenggaraan Festival
Seni dan Budaya
Kali 12 12 12 12 12
3 Sarana Penyelenggaraan
Seni dan Budaya
Unit 1 1 1 1 1
4 Jumlah Benda, Situs dan
Kawasan Cagar Budaya yang dilestarikan
Buah 309 312 320 320 317
Sumber: Disdikbud Kabupaten Batang, 2017
Berdasarkan tabel di atas jumlah grup kesenian per 10.000 penduduk terjadi peningkatan sejak tahun 2012 hingga 2016 sebesar 450 di tahun 2012 hingga 2016 sebesar 550 grup kesenian. Sedangkan penyelenggaraan festival seni dan budaya tidak terjadi penurunan maupun kenaikan sebesar 12 kali dari tahun 2012 hingga tahun 2016. Hal serupa terjadi pada sarana penyelenggara seni budaya dari tahun 2012 hingga tahun 2016 hanya memiliki 1 unit.Kemudian jumlah Benda, Situs dan Kawasan Cagar Budaya yang dilestarikan mengalami fluktuasi. Dari tahun 2012 hingga tahun 2015 mengalami kenaikan jumlah Benda, Situs dan Kawasan Cagar Budaya yang dilestarikan sebesar 309 menjadi 320. Tetapi ditahun 2016 mengalami penurunan sebesar 317 Benda, Situs dan Kawasan Cagar Budaya yang dilestarikan. Dengan demikian perlu adanya peningkatan dalam pelestarian jumlah Benda, Situs dan Kawasan Cagar Budaya.
17. Perpustakaan
Perpustakaan umum Kabupaten Batang melaksanakan pelayanan peminjaman buku/bahan pustaka baik di perpustakaan umum atau perpustakaan keliling. Gambaran kinerja urusan Perpustakaan Kabupaten Batang selama kurun waktu tahun 2012-2016 dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 2.52
Capaian Indikator Urusan Perpustakaan Kabupaten Batang Tahun 2012-2016
No Indikator Satuan Capaian Kinerja Tahun
2012 2013 2014 2015 2016
1 Jumlah perpustakaan Unit 1 1 1 1 1
2 Jumlah pengunjung
perpustakaan per tahun
Orang 114.578 205.302 233.679 198.781 154.171
3 Koleksi buku yang tersedia
di perpustakaan daerah
Buku 45.375 47.713 49.688 43.821 50.954
Berdasarkan tabel diatas jumlah pengunjung perpustakaan mengalami fluktuasi. Dari tahun 2012 hingga tahun 2014 terjadi peningkatan sebesar 114.578 menjadi 233.679 orang. Tetapi jumlah kunjungan ke perpustakaan menurun dari tahun 2015 hingga 2016 yaitu sebesar 198.781 menjadi 154.171. Penurunan jumlah pengunjung perpustakaan dikarenakan banyak pengunjung terutama remaja mencari informasi tidak di perpustakaan tetapi mencari informasi melalui internet. Jumlah koleksi buku yang tersedia di perpustakaan daerah juga mengalami fluktuasi. Tahun 2012 sebesar 45.375 menjadi 49.688 buah di tahun 2014. Kemudian tahun 2015 terjadi penurunan yaitu 43.821 buah. Lalu terjadi peningkatan yang cukup signifikan di tahun 2016 sebesar 50.954 buah.
18. Kearsipan
Gambaran kinerja urusan Kearsipan Kabupaten Batang selama kurun waktu tahun 2012-2016 dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 2.53
Capaian Indikator Urusan Kearsipan Kabupaten Batang 2012-2016
No Indikator Satuan Capaian Kinerja Tahun
2012 2013 2014 2015 2016
1 Pengelolaan arsip secara
baku
% 55 59.3 70 75 75
2 Peningkatan SDM
pengelola kearsipan
% 3 3 3 2 2
Sumber: Dispurasip Kabupaten Batang, 2017
Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa kondisi kearsipan Kabupaten Batang dilihat dari pengelolaan arsip secara baku dari tahun 2012 sebesar 55% menjadi sebesar 75% di tahun 2016, tetapi masih kurang optimal yaitu terdapat nilai yang sama antara tahun 2015 dan tahun 2016 sehingga perlu adanya peningkatan pengelolaan arsip secara baku di tahun 2016, Berbeda dengan kondisi tersebut, tingkat SDM pengelola kearsipan mengalami penurunan dari tahun 2012 sebesar 3% menjadi 2% di tahun 2016. Hal ini berarti perlu adanya peningkatan kualitas SDM pengelola kearsipan di Kabupaten Batang.
2.3.3. Urusan Pilihan