• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana

Dalam dokumen BAB II RPJMD BATANG 2017-2022_REV (Halaman 65-69)

2012 2013 2014 2015 2016 1 Sarana sosial seperti pant

8. Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana

Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana merupakan upaya untuk mengatur kelahiran anak, jarak dan usia idela melahirkan, mengatur kehamilan, melalui promosi, perlindungan, dan bantuan sesuai dengan hak reproduksi untuk mewujudkan keluarga yang berkualitas. Pemerintah Daerah dalam hal ini melalui proses, cara dan tindakannya untuk dapat menyelenggarakan Program Keluarga Berencana sesuai kewenangannya meliputi a) Pelaksanaan advokasi, komunikasi, informasi dan edukasi (KIE) pengendalian penduduk dan KB sesuai kearifan budaya lokal;b) Pendayagunaan tenaga penyuluh KB/petugas lapangan KB (PKB/PLKB); c) Pengendalian dan pendistribusian kebutuhan alat dan obat kontrasepsi sertapelaksanaan pelayanan KB di Daerah kabupaten/kota; d) Pemberdayaan dan peningkatan peran serta organisasi kemasyarakatan tingkatDaerah kabupaten/kota dalam pelaksanaan pelayanan dan pembinaan.

Gambaran kinerja urusan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Batang selama kurun waktu tahun 2012-2016 dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 2.44

Capaian Indikator Urusan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Batang Tahun 2012-2016

No Indikator Satuan Capaian Kinerja Tahun

2012 2013 2014 2015 2016

1 Rata-rata jumlah

anak per keluarga

keluarga 2,5 2,5 1,4 1,4 1,4 2 Rasio akseptor KB % 83,49 80,07 79,10 79,53 79,94 3 Cakupan peserta KB aktif Orang 133.942 131.296 129.060 135.010 136,865 4 Keluarga Pra Sejahtera dan Keluarga Sejahtera I KK 127.848 127.178 130.298 130.298 130.298 5 Rata-rata jumlah

jiwa per kepala keluarga

Jiwa 3,49 3,48 3,45 3,38 3,38

6 Cakupan sasaran

Pasangan Usia Subur menjadi Peserta KB aktif

% 83,80 80,10 79,10 79,53 80,00

7 Cakupan PUS yang

ingin ber-KB tidak terpenuhi (unmet need)

% 8,50 13,11 20,90 20,77 11,00

8 Cakupan anggota

Bina Keluarga Balita (BKB) ber-KB

% 78,90 80,30 81,99 82,74 80,00

9 Cakupan PUS peserta

KB anggota Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera (UPPKS) yang ber-KB % 82,79 86,28 88,09 88,05 70,00 10 Ratio Penyuluh KB/Petugas Lapangan KB 1 PKB/PLKB untuk setiap 2 desa/kelurahan % 0,31 0,35 63,71 65,32 73,39 11 Ratio petugas Pembantu Pembina KB Desa (PPKBD) setiap desa/kelurahan 1 PPKBD % 102 102 102 102 102 12 Cakupan penyediaan

Informasi Data Mikro Keluarga di setiap desa

% 100 100 100 100 100

Sumber: DP3AP2KB Kabupaten Batang, 2017

Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa kondisi Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana dapat dilihat dari Rata-rata jumlah anak per keluarga yang mengalami penurunan dari 2,5 tiap keluarga di tahun 2012 menjadi 1,4 tiap keluarga di tahun 2014-2016. Kemudian Rasio akseptor KB yang merupakan jumlah akseptor KB

dalam periode 1 (satu) tahun per 1000 pasangan usia subur, mengalami peningkatan sebesar 79,94% di tahun 2016 dari tahun sebelumnya sebesar 79,53% pada tahun 2015. Kemudian jumlah Keluarga Pra Sejahtera yaitu keluarga yang belum dapat memenuhi kebutuhan dasar minimumnya dan Keluarga Sejahtera I yaitu keluarga yang sudah dapat memenuhi kebutuhan dasar minimumnya mengalami peningkatan sebesar 130.298 KK di tahun 2016.

Capaian Cakupan sasaran Pasangan Usia Subur menjadi Peserta KB aktif mengalami fluktuasi dengan capaian di tahun 2012 sebesar 83,80%, kemudian mengalami penurunan di tahun 2014 sebesar 79,10% dan mengalami peningkatan sebesar 80,00% pada tahun 2016. Kemudian Cakupan PUS yang ingin ber-KB tidak terpenuhi (unmet need) mengalami penurunan dari 20,77% di tahun 2015 menjadi 11,00% di tahun 2016. Ratio Penyuluh KB/Petugas Lapangan KB 1 PKB/PLKB untuk setiap 2 desa/kelurahan mengalami peningkatan dengan capaian pada tahun 2016 sebesar 73,39%. Kemudian pada Ratio petugas Pembantu Pembina KB Desa (PPKBD) setiap desa/kelurahan 1 PPKBD, capaian pada tahun 2016 sebesar 102% dan capaian Cakupan penyediaan Informasi Data Mikro Keluarga di setiap desa sebesar 100% pada tahun 2016.

9. Perhubungan

Kabupaten Batang merupakan Kabupaten termuda di antara kabupaten-kabupaten yang ada di Provinsi Jawa Tengah. Kondisi wilayah yang merupakan kombinasi antara daerah pantai, dataran rendah dan pegunungan di Kabupaten Batang merupakan tantangan tersendiri di sektor transportasi merupakan bagian integral dari kegiatan dan distribusi, dengan demikian mempunyai peranan yang sangat penting dalam Pembangunan Nasional, baik sebagai penunjang maupun perangsang pertumbuhan ekonomi dan berbagai sektor pembangunan lainnya. Kinerja makro urusan Perhubungan antara lain bisa dilihat dari indikator jumlah arus penumpang angkutan umum, rasio ijin trayek, jumlah uji kir angkutan umum, pelabuhan laut, pelabuhan lokal, terminal type B, terminal type C, angkutan darat, kepemilikan KIR angkutan umum, lama pengujian kelayakan angkutan umum (KIR), dan biaya pengujian kelayakan angkutan umum.

Tabel 2.45

Capaian Indikator Urusan Perhubungan Kabupaten Batang Tahun 2012-2016 No. Urusan/Indikator Satuan Realisasi Capaian Kinerja Tahun

2012 2013 2014 2015 2016

1 Rasio panjang jalan

per jumlah kendaraan Km/Unit 0,0052 0,0046 0,0036 0,0029 0,0029 2 Jumlah arus penumpang angkutan umum Orang 10.362.869 10.132.251 10.022.000 10.022.000 9.827.325

No. Urusan/Indikator Satuan Realisasi Capaian Kinerja Tahun

2012 2013 2014 2015 2016

3 Jumlah orang

melalui terminal per tahun

Orang 664.677 679.534 689.850 650.000 648.338

4 Rasio ijin trayek Persentase 62 60 66 65 60

5 Jumlah uji kir

angkutan umum Unit/kali 612 614 535 535 539 Jumlah Pelabuhan Laut/Udara/Terminal Bis 1. Pelabuhan

6 A. Pelabuhan Laut Unit 1 1 1 1 1

B. Pelabuhan Lokal Unit 6 6 6 6 6

2. Terminal

7 A. Type B Unit 1 1 1 1 1

8 B. Type C Unit 9 9 10 10 10

9 Angkutan darat Persentase 72 70 62 60 60

10 Kepemilikan KIR angkutan umum Unit 622 622 535 535 539 11 Lama pengujian kelayakan angkutan umum (KIR) Menit 65 65 65 65 65 12 Biaya pengujian kelayakan angkutan umum Rupiah 26.000 26.000 26.000 26.000 26.000

Sumber: Dinas Perhubungan Kabupaten Batang, 2017

Berdasarkan tabel di atas terlihat bahwa selama tahun 2012 sampai dengan 2016 telah terjadi penurunan rasio panjang jalan per jumlah kendaraan sebesar 0,0023 persen yaitu dari 0,0052 pada tahun 2012 menjadi 0,0029 pada tahun 2016. Rasio ijin trayek telah mencapai 62% pada tahun 2012 dan mengalami penurunan menjadi 60% pada tahun 2016. Jumlah uji kir angkutan umum selama tahun 2012 telah dilaksanakan sebanyak 612kali dan mengalami sedikit peningkatan menjadi 614 kali di tahun 2013 dan menurun drastis di tahun 2016 menjadi 539 kali. Di Kabupaten Batang terdapat 1 pelabuhan laut, 6 pelabuhan lokal, 1 terminal type B dan 9 terminal type C. Persentase angkutan darat sebanyak 72 pada tahun 2012 dan turun menjadi 60 pada tahun 2015 - 2016. Sedangkan biaya pengujian kelayakan angkutan umum sebesar Rp 26.000 dari tahun 2012 sampai tahun 2016.

Dalam rangka mendukung kelancaran transportasi di Kabupaten Batang telah diadakan sarana dan prasarana, antara lain 1) Jalan, berupa jalan nasional dan jalan provinsi/kabupaten dengan kelas jalan yaitu kelas II dan III; 2) Fasilitas Lalu Lintas, berupa pemasangan sarana perlengkapan jalan di jalan-jalan yang ada di Kabupaten Batang (Jalan Kabupaten, Jalan Provinsi, jalan Negara). Sarana perlengkapan jalan yang dimiliki berupa Rambu Lalu Lintas, Gazon, RPPJ, Marka Jalan, Deliniator, Traffic Light,

Lampu Kedip, Peralatan PDPS, Palang Pintu PDPS palang perlintasan, Portal Perlintasan Sebidang, Rambu Kaca, Guard Rail, Papan Nama Jalan, Periferial Interface, Countdown Timer, Led Display Traffic Cone, Pipa Corne, dan Papan tambahan peringatan dan petunjuk untuk keamanan; 3) Fasilitas Transportasi, berupa sarana fisik (terminal angkutan penumpang pedesaaan, pangkalan truk dan pos jaga polisi), angkutan (angkutan dalam trayek (24 jalur) dan angkutan tidak dalam trayek (5 jalur)); 4) Fasilitas Pengamanan/SAR berupa penunjang pengamanan pantai / SAR wisata pantai, berupa Gedung Pos Pengamatan Angkatan Laut dan Perahu Karet/Mesin; dan 5) Fasilitas Pelayanan di Bidang Pengujian Kendaraan Bermotor yang berfungsi untuk mengetahui kelaikan jalan kendaraan yang bersangkutan guna menunjang keselamatan lalu lintas di jalan.

Dalam dokumen BAB II RPJMD BATANG 2017-2022_REV (Halaman 65-69)

Dokumen terkait