• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kepentingan Nonpengendali

Dalam dokumen IKHTISAR KINERJADAFTAR (Halaman 154-159)

Untuk Tahun 2018 Jakpro berencana akan membangun RPTRA dibeberapa tempat lain, sebagai salah satu cara untuk memanfaatkan lahan yang sudah tidak produktif tetapi di zona lahan hijau

21.986.840.051 21.623.977.676 Jasa Konstruksi

29. Kepentingan Nonpengendali

2017 2016

Rp Rp

PT Jakarta Infrastruktur Propertindo 421.455.737.800 384.244.613.527

PT Pulo Mas Jaya 163.751.579.001 9.213.026.620

PT Jakarta Utilitas Propertindo 109.142.046 48.350.760

PT Jakarta Energi Utama (115.434.050) (97.264.651)

Jumlah 585.201.024.797 393.408.726.256

30. Ekuitas

a. Modal Saham

Susunan pemegang saham Perusahaan pada 31 Desember 2017 dan 2016 adalah sebagai berikut:

Jumlah Presentase Nilai

Saham Kepemilikan Rp

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta 4.746.380.231 99,99% 4.746.380.231.000

PD Pasar Jaya 350.000 0,01% 350.000.000

Jumlah 4.746.730.231 100% 4.746.730.231.000

2017

Jumlah Presentase Nilai

Saham Kepemilikan Rp

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta 3.746.380.231 99,99% 3.746.380.231.000

PD Pasar Jaya 350.000 0,01% 350.000.000

Jumlah 3.746.730.231 100% 3.746.730.231.000

2016

Pada tanggal 31 Desember 2004 di atas, modal dasar Perusahaan berjumlah Rp515.000.000.000 yang terbagi dalam 515.000.000 saham dengan nilai nominal Rp1.000 per saham. Dari jumlah tersebut telah ditempatkan dan disetor penuh sebanyak 132.224.623 saham.

Dalam rapat umum pemegang saham yang risalahnya dituangkan dalam Akta Notaris Sutjipto, S.H. No. 293 tanggal 31 Desember 2005, para pemegang saham menyetujui peningkatan modal dasar Perusahaan menjadi Rp750.000.000.000 dan penambahan modal disetor dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang dilakukan sesuai dengan peraturan daerah No. 12 tahun 2004 sebesar Rp104.078.030.000. Penambahan setoran modal tersebut dilakukan dalam bentuk:

PT JAKARTA PROPERTINDO DAN ENTITAS ANAK

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)

Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2017 dan 2016 (Disajikan dalam Rupiah Penuh, Kecuali Dinyatakan Lain)

1. Lahan tanah senilai Rp61.378.030.000

Tanah-tanah tersebut terdiri dari lima bidang tanah yang terletak di Teluk Gong, Jembatan 3, Pluit Timur, Pluit Karang Ayu yang seluruhnya telah dinilai dengan mengacu pada nilai jual obyek pajak tahun 2004 sebesar Rp61.378.030.000. Jumlah ini dicatat sebagai penambahan pada aset real estat.

2. Penyertaan di PT Jakarta Realty senilai Rp20.000.000.000

Penyertaan di PT Jakarta Realty sebanyak 20.000 lembar saham dengan nominal Rp1.000.000 per saham. Jumlah ini dicatat sebagai penyertaan jangka panjang.

3. Hak Tagih di PT Jakarta Realty senilai Rp22.700.000.000

Jatuh tempo pelunasan hak tagih ini belum ditetapkan secara definitif. Sesuai akta No. 110 tanggal 19 Februari 2004 yang dibuat di hadapan Notaris Edison Jingga, S.H., PT Jakarta Realty berkomitmen untuk melunasi hak tagih kepada Perusahaan bilamana PT Jakarta Realty telah melunasi seluruh kewajibannya kepada para pemegang saham yang lain. Jumlah hak tagih ini dicatat sebagai piutang lain-lain. Jumlah ini dilunasi tahun 2007 sebesar Rp8.000.000.000 dan sisanya pada 2008.

Pada tahun 2005, tambahan modal disetor tahun 2004 di atas sebesar Rp104.078.030.000 telah disahkan menjadi modal disetor, sehingga modal disetor Perusahaan per 31 Desember 2005 adalah sebesar Rp236.302.653.000.

Pada tahun 2006, tambahan modal disetor tahun 2005 sebesar Rp43.693.104.000, telah disahkan menjadi modal disetor. Dalam rapat umum pemegang saham yang risalahnya dituangkan dalam Akta Notaris Sutjipto S.H., No. 286 tanggal 21 Desember 2006 telah disetujui peningkatan modal dasar Perusahaan menjadi Rp750.000.000.000 dan penambahan modal disetor dari Pemerintah Daerah Provinsi DKI Jakarta yang dilakukan sesuai Peraturan Daerah No. 12 tahun 2004 yaitu berjumlah Rp150.000.000.000 secara tunai.

Dengan adanya pengesahan tambahan modal disetor sebesar Rp43.693.104.000 dan penambahan sebesar Rp150.000.000.000, maka modal disetor Perusahaan per 31 Desember 2006 berjumlah Rp429.995.757.000.

Sesuai dengan Akta Notaris Nomor 111 tanggal 15 Desember 2009 oleh Sutjipto, S.H.,M.Kn. mengenai berita acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa Perusahaan disetujui untuk: a. Meningkatkan modal dasar Perusahaan dari Rp750.000.000.000 menjadi Rp1.500.000.000.000. b. Menyetujui pertukaran aset Perusahaan berupa lahan seluas 24.886m2 di Jalan Muara Baru. c. Menyetujui pelepasan hak atas tanah di jalan Pluit Karang Ayu seluas 1,2 hektar dan di jalan

Muara Baru seluas 93m2.

d. Mengubah struktur permodalan PT Jakarta Komunikasi, berupa peningkatan modal dasar menjadi Rp32.000.000.000.

e. Persetujuan menerima pinjaman dari Grup Jaya sebesar Rp200.000.000.000 untuk pembebasan lahan akses tol Tanjung Priok.

Sesuai dengan Akta Notaris No.4 tanggal 7 Desember 2011 oleh Aryanti Artisari, S.H.,M.Kn. mengenai Pernyataan Keputusan Rapat Perubahan Anggaran Dasar Perusahaan disetujui untuk dilakukannya peningkatan modal ditempatkan dan disetor Perusahaan senilai Rp100.000.000.000, yang seluruhnya dilakukan oleh Pemerintah DKI Jakarta. Dengan adanya penambahan modal disetor tersebut maka total modal disetor Perusahaan per 31 Desember 2006 berjumlah Rp529.995.757.000. Berdasarkan Keputusan Gubernur Provinsi DKI Jakarta No.796/2012 tanggal 21 Mei 2012 tentang Pencairan Penyertaaan Modal Daerah pada Perusahaan Tahun Anggaran 2012 dan Akta Notaris No.13 tanggal 8 Mei 2013 mengenai Pernyataan Keputusan Rapat Perubahan Anggaran Dasar Perusahaan disetujui untuk dilakukannya peningkatan modal ditempatkan dan disetor Perusahaan senilai Rp50.000.000.000, dan menyetujui peningkatan modal dasar dari semula Rp1.500.000.000.000 menjadi sebesar Rp2.000.000.000.000 yang seluruhnya dilakukan oleh Pemerintah DKI Jakarta. Peningkatan modal ditempatkan dan disetor tersebut telah mendapat persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No.AHU-39199.AH.01.02 tanggal 18 Juli 2013.

PT JAKARTA PROPERTINDO DAN ENTITAS ANAK

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)

Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2017 dan 2016 (Disajikan dalam Rupiah Penuh, Kecuali Dinyatakan Lain)

Dalam rapat umum pemegang saham yang risalahnya dituangkan dalam Akta Notaris Aryanti Artisari, S.H., M.Kn., No. 68 tanggal 12 Desember 2013 mengenai Pernyataan Keputusan Rapat Perubahan Anggaran Dasar PT Jakarta Propertindo disetujui untuk dilakukannya peningkatan modal ditempatkan dan disetor Perusahaan senilai Rp750.000.000.000, yang seluruhnya dilakukan oleh Pemerintah DKI Jakarta. Peningkatan modal ditempatkan dan disetor tersebut telah mendapat persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No. AHU-AH.01.10-08157 tanggal 4 Maret 2014.

Berdasarkan Keputusan Gubernur Provinsi DKI Jakarta No. 1036 tahun 2014 tanggal 18 Juni 2014 tentang Pencairan Penyertaaan Modal Daerah pada Perusahaan Tahun Anggaran 2014, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyetorkan Penyertaan Modal Pemerintah (PMP) sebesar Rp500.000.000.000.

Berdasarkan Keputusan Gubernur Provinsi DKI Jakarta No. 2084 tahun 2014 tanggal 2 Desember 2014 tentang Pencairan Penyertaaan Modal Daerah pada Perusahaan Tahun Anggaran 2014, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyetorkan Penyertaan Modal Pemerintah (PMP) sebesar Rp310.000.000.000.

Berdasarkan Keputusan Gubernur Provinsi DKI Jakarta No. 2085 tahun 2014 tanggal 2 Desember 2014 tentang Pencairan Penyertaaan Modal Daerah pada Perusahaan Tahun Anggaran 2014, Pemerintah DKI Jakarta menyetorkan Penyertaan Modal Pemerintah (PMP) sebesar Rp100.000.000.000.

Mengacu kepada Peraturan Daerah (Perda) pasal 14 No. 12 tahun 2004 tentang penyertaan modal pemerintah Pemprov DKI pada Perusahaan, jika terdapat aset yang masih dikerjasamakan dengan pihak lain dan belum dimasukkan sebagai tambahan Penyertaan Modal Daerah pada Perusahaan, maka setelah proses konstruksi hukum bersifat final atau kerjasama berakhir atau status hukumnya pasti, aset tersebut akan dimasukkan menjadi tambahan modal Penyertaan Modal Daerah ke dalam Perusahaan.

Berdasarkan Perda tersebut, maka aset HPL - No.2/Pluit seluas 752.000m2 merupakan aset yang termasuk dalam daftar yang belum dimasukan sebagai tambahan Penyertaan Modal Daerah dalam Perusahaan.

Di atas HPL No.2/Pluit tersebut, sebagian HGB yaitu HGB Nomor 9890 atas nama PT Taman Harapan Indah telah habis masa berlakunya dan perlu rekomendasi dari Pemprov cq. PT Jakarta Propertindo.

Dalam rapat umum pemegang saham yang risalahnya dituangkan dalam Akta Notaris Aryanti Artisari, S.H., M.Kn., No 28 tanggal 20 Januari 2015 mengenai Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa PT Jakarta Propertindo, dimana Pemegang Saham menyetujui peningkatan modal dasar dari semula Rp2.000.000.000.000 menjadi Rp 8.000.000.000.000 dan peningkatan modal ditempatkan dan disetor Perusahaan senilai Rp916.734.474.000, yang seluruhnya dilakukan oleh Pemerintahan Provinsi DKI Jakarta. Perubahan ini telah mendapatkan pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No AHU.0002436.AJ.0102.Tahun 2015 tanggal 16 Februari 2015.

Dalam rapat umum pemegang saham yang risalahnya dituangkan dalam Akta Notaris Lumassia, S.H. No 05 tanggal 20 Juni 2016 mengenai Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa PT Jakarta Propertindo, dimana Pemegang Saham menyetujui:

1. Peningkatan modal dasar dari semula Rp8.000.000.000.000 menjadi Rp10.000.000.000.000 yang terbagi atas 10.000.000.000 saham masing-masing saham bernilai Rp1.000 dengan membagi dua klasifikasi saham yaitu

a. saham seri A Monumen Nasional sebanyak 1 saham dengan nilai nominal Rp1.000 b. saham seri B sebanyak 9.999.999.999 dengan nilai nominal Rp9.999.999.999.000;

PT JAKARTA PROPERTINDO DAN ENTITAS ANAK

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)

Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2017 dan 2016 (Disajikan dalam Rupiah Penuh, Kecuali Dinyatakan Lain)

a. Memiliki hak suara dan hak bicara dalam Rapat Umum Pemegang Saham b. Menerima dividen

c. Menerima sisa kekayaan hasil likuidasi

Pemegang saham seri A Monumen Nasional mempunyai hak istimewa untuk

a. Keabsahan Rapat Umum Pemegang Saham jika dihadiri oleh pemegang saham seri A Monumen Nasional

b. Menentukan calon dan/atau menyetujui pemberhentian anggota Direksi dan/atau Dewan Komisaris Perseroan

c. Mengusulkan besarnya jumlah penghasilan bagi Direksi dan Dewan Komisaris d. Menyetujui keputusan perubahan Anggaran Dasar termasuk perubahan modal

e. Keabsahan Rapat Umum Pemegang Saham yang menyetujui penggabungan, peleburan, pengambilalihan dan pemisahan Perseroan dan pengajuan permohonan agar Perseroan dinyatakan pailit

f. Menerima sisa kekayaan hasil likuidasi didahulukan dari pemegang saham seri B

3. Peningkatan modal disetor sebesar Rp1.500.000.000.000 sebagai penyertaan modal Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam Perseroan sebagaimana Surat Keputusan Gubernur nomor 2698 Tahun 2015 tentang Pencairan Penyertaan Modal Daerah pada PT Jakarta Propertindo Tahun Anggaran 2015 tanggal 8 Desember 2015, yaitu sebesar Rp1.000 untuk setoran saham seri A Monumen Nasional dan sebesar Rp1.499.999.999.000 untuk setoran saham seri B.

Perubahan ini telah mendapatkan pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. AHU.0012572.AH.01.02.Tahun 2016 tanggal 30 Juni 2016.

Berdasarkan Akta Notaris Erni Rohaini, SH, MBA Nomor 3 tanggal 8 Mei 2017 mengenai Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa PT Jakarta Propertindo, dimana Pemegang Saham menyetujui penerbitan 1.000.000.000 lembar saham seri B baru, yang masing-masing dengan nilai nominal Rp1.000 atau seluruhnya sebesar Rp1.000.000.000.000 yang diambil bagian seluruhnya oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebagai Penyertaan Modal Daerah sesuai Keputusan Gubernur Nomor 2732 Tahun 2016 tanggal 20 Desember 2016. Perusahaan ini telah mendapat pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. AHU-AH.01.03-0184053 Tahun 2017 tanggal 25 Oktober 2017.

b. Uang Muka Setoran Modal

Pada tahun 2017, Perusahaan menerima tambahan setoran modal dari Pemprov DKI Jakarta sebesar Rp1.200.000.000.000, yang tertuang dalam Keputusan Gubernur Provinsi DKI Jakarta No. 849 Tahun 2017 dan sebesar Rp3.462.000.000.000 yang tertuang dalam Keputusan Gubernur Provinsi DKI Jakarta No. 2313 Tahun 2017. Penambahan setoran modal ini masih diakui oleh Perusahaan sebagai Uang Muka Setoran Modal dikarenakan sampai dengan 31 Desember 2017 belum adanya keputusan dari pemegang saham yang tertuang dalam Rapat Umum Pemegang Saham dan Akta Notaris atas penambahan modal tersebut masih dalam proses.

c. Dividen dan Cadangan

Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) tanggal 19 Juni 2017 sebagaimana tercantum dalam Akta No. 17 tertanggal 19 Juni 2017 dari Notaris Erni Rohaini, S.H., pemegang saham menyetujui penetapan dividen tunai sebesar Rp49.172.454.430 dan pembentukan cadangan laba ditahan sebesar Rp73.758.681.645.

Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) tanggal 20 Juni 2016 sebagaimana tercantum dalam Akta No. 03 tertanggal 20 Juni 2016 dari Notaris Lumassia, S.H., pemegang saham menyetujui penetapan dividen tunai sebesar Rp7.353.327.636 dan pembentukan cadangan laba ditahan sebesar Rp11.029.991.455.

PT JAKARTA PROPERTINDO DAN ENTITAS ANAK

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)

Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2017 dan 2016 (Disajikan dalam Rupiah Penuh, Kecuali Dinyatakan Lain)

d. Pengampunan Pajak

Perusahaan berpartisipasi dalam pengampunan pajak sehubungan dengan diberlakukannya Peraturan Menteri Keuangan No.118/PMK.03/2016 tentang Pelaksanaan Undang-undang No. 11 Tahun 2016 tentang Pengampunan Pajak sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Keuangan No. 141/PMK.03/2016 dan Peraturan Direktorat Jenderal Pajak No. PER- 18/PJ/2016 tentang Pengembalian Kelebihan Pembayaran Uang Tebusan Dalam Rangka Pengampunan Pajak. Pada tahun 2016, JUP menyerahkan Surat Pernyataan Harta untuk Pengampunan Pajak (SPHPP) kepada Kantor Pajak untuk mendeklarasikan aset tak bergerak lainnya ditangan dengan total Rp328.500.000 JUP telah membayar biaya denda dengan total Rp16.425.000. JUP telah menerima Surat Keterangan Pengampunan Pajak (SKPP) No. S-05005431/PPWBIDR/WPJ.21/KP.0703/2017 pada tanggal 30 Maret 2017.

31. Pendapatan

2017 2016

Rp Rp

Sewa Lahan yang Dikerjasamakan

PT Indo Galery Square 3.475.935.829 3.475.935.829

PT Dwimitra Mugi Sentosa (Superindo) 1.692.255.108 499.952.471

PT Duta Tama Manunggal (Mega Mall Pluit II) 1.501.966.665 1.501.966.668

PT Bumi Mandiri Wijaya 1.333.747.440 1.333.747.440

PT Duta Wisata Loka (Mega Mall Pluit) 890.736.252 810.109.077

Koperasi Karyawan Pulo Mas (SPBU Kayu Putih) 652.031.255 811.381.438

PT Korea World Center Indonesia 651.237.667 651.237.667

Yayasan Pulomas 648.516.594 375.504.609

PT Mega Sentral Mandiri 571.993.036 879.989.287

PT Pondok Permata Indah Permai (Blok Z8) 307.744.350 308.778.310

PT Kencana Megah Diana Abadi (Pluit Sakti) 185.165.484 185.165.484

Pendapatan Ex SBU Pluit 117.092.027 120.902.917

PT Paramitha Bangun Cipta Sarana 97.273.740 8.955.255.384

PT Wahana Agung Indonesia (Lahan Wisma Industri) 87.510.036

--Subjumlah 12.213.205.483 19.909.926.581

Pendapatan Sewa

Tanah dan Bangunan 20.442.237.118 16.658.301.215

Mall 20.694.450.246 20.549.796.335

Menara Telekomunikasi 7.221.859.178 7.242.392.420

Subjumlah 48.358.546.542 44.450.489.970

Jasa Pembangunan Menara Telekomunikasi 677.972.957.064 798.966.195.811

Pendapatan Jasa Lainnya 645.864.406.306 92.347.836.798

Pendapatan Pengelolaan SPBU, SPBE,SPBG 110.690.094.860 90.326.248.068

Pendapatan Hotel 44.323.238.821 44.844.918.349

Penjualan Tanah 29.446.063.072

--Pendapatan Manajemen Properti / Real Estat 4.370.433.833 4.066.274.832

Subjumlah 1.512.667.193.956 1.030.551.473.858

PT JAKARTA PROPERTINDO DAN ENTITAS ANAK

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)

Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2017 dan 2016 (Disajikan dalam Rupiah Penuh, Kecuali Dinyatakan Lain)

Pendapatan jasa lainnya dengan rincian sebagai berikut:

1. Pendapatan atas pengakhiran kerjasama antara PMJ dengan PT Indomarina Square yang tertuang dalam Akta nomor 14 tahun 2017 pada tanggal 15 Desember 2017 tentang perjanjian pengakhiran kerjasama antara PMJ dengan PT Indomarina Square tentang pembangunan dan pengelolaan proyek Pulomas Park Center. Atas pengakhiran kerjasama tersebut PMJ mengakui pendapatan dengan rincian sebagai berikut:

a. Pendapatan penjualan lahan sebesar Rp29.446.063.072 ;

b. Pendapatan penjualan lahan merupakan pendapatan atas pelepasan lahan seluas 21.023M2 dengan harga per meter lahan sebesar Rp2.352.000 sehingga nilai pelepasan lahan keseluruhan adalah sebesar Rp49.446.096.000 namun PMJ telah mengakui pendapatan atas pelepasan lahan ditahun 2006 dan 2005 masing-masing sebesar Rp10.000.000.000;

c. Pendapatan bagi hasil atas penjualan unit bangunan sebesar Rp43.629.909.017; d. Pendapatan bagi hasi atas sisa unit bangunan sebesar Rp24.777.510.239.

2. Berdasarkan Berita Acara Serah Terima No. 002/UT2000/102/XII/2017 tanggal 7 Desember 2017, Perusahaan memperoleh pendapatan dari PT Asahimas Flat Glass Tbk sebesar Rp526.586.524.555 yang didapat atas:

a. Jasa pengurusan perubahan peruntukan tanah dari industry menjadi peruntukan komersial; b. Jasa pengurusan peningkatan Koefisien Luas Bangunan (KLB) minimum rasion KLB rata-rata

3,5;

c. Jasa pengurusan untuk mendapatkan surat perpanjangan Hak Guna Bangunan dari Badan Pelaksana Proyek (BPP) Ancol dan/atau instansi pemerintah lainnya;

d. Jasa pemasaran dan penjualan tanah seluas 424.610m2 di Jl. Ancol IX/5, Ancol Barat dan sekitarnya, Kelurahan Ancol, Kecamatan Pademangan Kotamadya Jakarta Utara milik PT Asahimas Flat Glass Tbk sesuai dengan Berita Acara Serah Terima No:002/UT2000/102/XII/2017 tanggal 7 Desember 2017.

Dalam dokumen IKHTISAR KINERJADAFTAR (Halaman 154-159)

Dokumen terkait