• Tidak ada hasil yang ditemukan

V. GAMBARAN UMUM

7.1. Keragaan Penguasaan Lahan Rumah Tangga Petan

Lahan merupakan salah satu faktor produksi yang penting dalam usahatani. Bahkan beberapa peneliti menyatakan bahwa hubungan antara lahan dengan petani tidak sebatas hubungan ekonomi saja, akan tetapi jauh lebih dari hal itu, ada hubungan budaya dan kepercayaan yang melekat di dalamnya. Bagi petani, lahan merupakan modal utama dan prasyarat utama dalam berusaha. Lahan yang diusahakan oleh petani dapat berasal dari lahan hak milik atau dari penguasaan lahan lainnya seperti sewa, sakap, gadai dan pinjam. Lahan yang dikuasai tersebut dapat sepenuhnya diusahakan bisa juga tidak. Dengan lahan tersebut, petani melakukan aktifitas budidaya seperti bercocok tanam, beternak ikan dan ternak. Tabel 31 menyajikan data tentang penguasaan dan pengusahaan lahan rumah tangga petani.

Berdasarkan tabel tersebut terlihat total rata-rata lahan yang dikuasai per rumah tangga petani di lokasi penelitian, yaitu sebesar 0,36 ha. Kelompok yang paling tinggi rata rata penguasaan lahannya adalah kelompok petani pemilik dan penggarap yaitu sebesar 0,50 ha, sedangkan kelompok yang paling rendah dalam menguasai lahan adalah kelompok petani penggarap, yaitu rata rata seluas 0,27 ha. Tidak semua lahan yang dikuasi oleh petani kemudian diusahakan. Dari tabel terlihat bahwa total rata-rata lahan yang diusahakan per rumah tangga petani di lokasi penelitian, yaitu sebesar 0,33 ha atau sebesar 91,67 persen dari lahan yang

94

dikuasai. Dengan demikan rata rata sebesar 0,03 ha lahan yang dikuasai tidak diusahakan. Kelompok yang paling luas mengusahakan lahannya adalah kelompok petani pemilik dan penggarap sebesar 0,45 ha. Sedangkan kelompok yang paling rendah dalam mnegusahakan lahan adalah kelompok petani pemilik dan penggarap yaitu rata rata seluas 0,27 ha. Dari data penguasaan lahan dan pengusahaan lahan diperoleh fakta bahwa:

1. Kelompok petani pemilik tidak mengusahakan lahan rata rata sebanyak 0,04 ha (11,11 %) dari lahan yang dikuasainya.

2. Kelompok petani pemilik dan penggarap tidak mengusahakan lahan rata rata sebanyak 0,05 ha (8,74%) dari lahan yang dikuasainya.

3. Kelompok petani penggarap mengusahakan seluruh lahan yang

dikuasainya.

4. Jika dilihat berdasarkan persentase pengusahaannya, maka kelompok yang

relatif efektif dalam mengusahakan lahannya adalah kelompok petani penggarap.

Tabel 31. Keragaan Penguasaan dan Pengusahaan Rumah Tangga Petani di Kelompok Tani Harum IV, Kec Lembursitu, Kota Sukabumi Tahun 2011

Kriteria Pemilik Pemilik dan Penggarap Penggarap Total

A. Lahan yang dikuasai (n) 8 9 15 32

Total Lahan yang Dikuasai (Ha) 2.90 4.46 4.09 11.45 Rata rata Lahan yang Dikuasai Per Rumah Tangga

Petani (Ha) 0.36 0.50 0.27 0.36

B. Lahan yang diusahakan (n) 8 9 15 32

Total Lahan yang Diusahakan (Ha) 2.58 4.07 4.05 10.7 Rata rata Lahan yang Diusahakan Per Rumah

Tangga Petani (Ha) 0.32 0.45 0.27 0.33

C. Lahan Milik yang Dikuasai (n) 8 9 11 28 Total Lahan Milik yang Dikuasai (Ha) 2.60 2.14 1.54 6.28 Rata rata Lahan Milik yang Dikuasai Per Rumah

Tangga Petani (Ha) 0.33 0.24 0.14 0.22

D. Lahan Milik yang Diusahakan (n) 8 9 11 28 Total Lahan Milik yang Diusahakan (Ha) 2.58 1.85 1.54 5.97 Rata rata Lahan Milik yang Diusahakan Per Rumah

95

Pembahasan berikut ini akan mengkaji pengusahaan dari lahan dengan status hak milik. Dari tabel sebelumnya, diketahui bahwa rata rata lahan hak milik yang dikuasai adalah 0,22 ha. Membandingkan data sebelumnya mengenai rata rata luas lahan yang dikuasai sebanyak 0,36 ha, maka rata rata sebanyak 0,14 ha atau sekitar 38,88 persen lahan yang dikuasai petani berasal dari selain lahan hak milik, yaitu dengan cara sewa, akad, dan pinjam. Lahan hak milik yang dikuasai juga tidak semuanya diusahakan, berdasarkan data, rata rata sebanyak 0,01 ha (4,55%) lahan hak milik tidak diusahakan, berikut ini dijelaskan fakta yang bisa dilihat dari pengusahaan lahan hak milik:

1. Kelompok petani pemilik tidak mengusahakan lahan milik rata rata sebanyak 0,01 ha (3,03%) dari lahan milik yang dikuasainya.

2. Kelompok petani pemilik dan penggarap tidak mengusahakan lahan

miliknya rata rata sebanyak 0,03 ha (13,55%) dari lahan milik yang dikuasainya.

3. Kelompok petani penggarap mengusahakan keseluruhan lahannya, namun

bukan untuk padi

Beberapa faktor yang menyebabkan lahan yang dikuasai petani tidak semuanya diusahakan adalah: (1) lokasi yang jauh, sehingga untuk mengusahakannya diperlukan perhatian dan tenaga kerja ekstra; (2) keterbatasan dalam mengusahakan lahan disebabkan faktor usia; (3) kebutuhan biaya, sehingga lahan yang dimilikinya digadaikan; (4) keterbatasan modal usahatani, sehingga lahan dibiarkan begitu saja; (5) bertani bukan merupakan mata pencaharian utama. Contoh kasus yang menggambarkan tidak seluruh lahan yang dikuasai juga diusahakan oleh responden adalah kasus yang terjadi pada Bapak Eman Sulaeman, dimana ia mengakadkan lahan yang dimilikinya kepada orang lain untuk biaya pengobatan sang istri. Selain itu, kasus yang terjadi pada Bapak Wiwih, dimana ia menyewakan lahan yang dimilikinya kepada orang lain karena pekerjaan utamanya bukan sebagai petani, sehingga tidak memiliki banyak waktu untuk terjun langsung mengelola sawah.

Berdasarkan pengusahaannya saat ini, lahan yang dikuasai petani digunakan untuk berbagai macam kegiatan budidaya komoditi seperti padi, palawija, buah buahan, kayu dan bambu, serta sayuran, seperti terlihat pada Tabel

96

32. Seluruh lahan yang diusahakan untuk berbagai jenis komoditi tersebut di lokasi penelitian adalah sebesar 12,81 ha. Dari total lahan tersebut, luas total lahan yang diusahakan untuk komoditi padi adalah sebesar 83,55 persen; palawija sebesar 6,64 persen; buah-buahan sebesar 2,97 persen; kayu dan bambu sebesar 4,80 persen, serta sayuran sebesar 2,03 persen. Dengan demikian jenis komoditi yang paling banyak diusahakan di lokasi penelitian adalah tanaman padi.

Tabel 32. Luas Total Pengusahaan Lahan di Kelompok Tani Harum IV, Kec. Lembursitu, Kota Sukabumi Tahun 2011

Kriteria

Luas Total Persil Lahan Yang Diusahakan Untuk Berbagai Jenis Komiditi

Padi Palawija Buah- Buahan

Kayu &

Bambu Sayuran Total A. Pemilik (Ha) 2.58 - 0.30 0.33 0.16 3.37

Pemilik (%) (20.14) (2.34) (2.54) (1.25) (26.27)

B. Pemilik dan Penggarap (Ha) 4.07 0.09 - 0.18 0.10 4.44 Pemilik dan Penggarap (%) (31.80) (0.70) (1.41) (0.78) (34.68) 1. Pemilik & Penggarap (sewa) (Ha) 3.89 0.09 - 0.18 0.10 4.26 Pemilik & Penggarap (sewa) (%) (30.37) (0.70) (1.41) (0.78) (33.26)

2. Pemilik & Penggarap (akad) (Ha) 0.18 - - - - 0.18

Pemilik & Penggarap (akad) (%) (1.43) (0.00) (1.43)

C. Penggarap (Ha) 4.05 0.76 0.08 0.11 - 5.00

Penggarap (%) (31.62) (5.93) (0.62) (0.86) (39.03)

1. Penggarap (sewa) (Ha) 2.77 0.23 0.08 0.11 - 3.19

Penggarap (sewa) (%) (21.62) (1.80) (0.62) (0.86) (24.90)

2. Penggarap (pinjam) (Ha) 0.49 - - - - 0.49

Penggarap (pinjam) (%) (3.83) (3.83)

3. Penggarap (sewa dan pinjam) (Ha) 0.79 0.53 - - - 1.32

Penggarap (sewa dan pinjam) (%) (6.17) (4.14) (10.30)

Total (Ha) 10.70 0.85 0.38 0.62 0.26 12.81

Total (%) (83.55) (6.64) (2.97) (4.80) (2.03) (99.98)

Untuk pengusahaan budidaya tanaman padi, kelompok petani pemilik dan penggarap serta kelompok petani penggarap, merupakan kelompok petani yang memiliki pengusahaannya paling luas dibandingkan dengan kelompok petani pemilik, yaitu masing masing sekitar 31,80 persen dan 31, 62 persen dari total luas lahan yang diusahakan. Sedangkan untuk tanaman palawija paling banyak dibudidayakan oleh kelompok petani penggarap, yaitu sebesar 5,93 persen dari total luas lahan yang diusahakan. Untuk budidaya buah-buahan, kayu dan bambu, serta sayur sayuran paling banyak dilakukan oleh kelompok petani pemilik yaitu masing masing sebesar 2,34 persen; 2,54 persen; dan 1,25 persen dari total luas lahan yang diusahakan.

97

Berdasarkan jenis komoditi yang diusahakan, maka terlihat adanya tiga model pengusahaan tanaman di lokasi penelitian, yaitu:

a. Model pengusahaan kelompok petani pemilik yaitu padi, buah-buahan, kayu dan bambu, serta sayur sayuran.

b. Model pengusahaan kelompok petani pemilik dan penggarap yaitu padi, kayu dan bambu, serta sayuran.

c. Model pengusahaan kelompok petani penggarap yaitu padi dan palawija.

7.2. Keragaan Pengusahaan Lahan Rumah Tangga Petani untuk