RIWAYAT HIDUP
DAFTAR ISTILAH
1.6 Kerangka Pemikiran
Dengan permasalahan sebagaimana yang telah dikemukakan sebelumnya, maka diperlukan suatu pemikiran teoritis dalam upaya memecahkan masalah tersebut. Kerangka pemikiran dimaksudkan untuk memberi solusi optimal terhadap permasalahan yang dihadapi dalam pengembangan perikanan tangkap dalam rangka pemanfaatan sumberdaya perikanan laut secara optimal di Kabupaten Nias.
Dengan demikian pengembangan perikanan tangkap tangkap di Kabupaten Nias harus berbasis sumberdaya ikan, dalam arti pemilihan jenis sumberdaya ikan (komoditas) ditentukan oleh tujuan pengelolaan perikanan demi keberlanjutan sumberdaya perikanan, usaha, maupun pendapatan yang diterima oleh nelayan. Pada umumnya pengelolaan sumberdaya perikanan tersebut dilakukan tidak langsung ditujukan pada ikannya, tetapi lebih cenderung pada usaha pengaturan aktivitas penangkapan dan perbaikan kondisi lingkungan (Suseno 2007). Selanjutnya Syafril (1993) dalam Yuliansyah (2002) menyatakan bahwa pembangunan perikanan berkaitan erat dengan proses pemanfaatan sumberdaya alam, sumberdaya manusia dan sumberdaya dana yang tersedia. Berdasarkan sifat sumberdaya alamnya, pengembangan usaha perikanan tangkap sangat tergantung pada ketersediaan sumberdaya perikanan di suatu perairan.
Untuk mengetahui sejauh mana pemanfaatan disuatu perairan diperlukan informasi tentang potensi sumberdaya ikan yang ada. Dengan analisis trend maka diketahui nilai potensi dan tingkat pemanfaatan sumberdaya yang ada di perairan Kabupaten Nias. Berdasarkan hal tersebut maka dalam wilayah perairan Kabupaten Nias, usaha perikanan tangkap dapat dilakukan pengembangannya sesuai dengan tujuan pembangunan perikanan tangkap itu sendiri di Kabupaten Nias.
Alkadri et al. (2001) dalam Daryanto (2003), menjelaskan bahwa ada beberapa kriteria yang digunakan untuk menentukan apakah suatu komoditas tergolong unggul atau tidak bagi suatu wilayah. Kriteria-kriteria tersebut, adalah (1) harus mampu menjadi penggerak utama (prime mover) pembangunan perekonomian, (2) mempunyai keterkaitan ke depan dan ke belakang kuat baik sesama komoditas unggulan maupun komoditas lainnya, (3) mampu bersaing
dengan produk/komoditas sejenis dari wilayah lain di pasar nasional maupun internasional baik dalam hal harga produk, biaya produksi, maupun kualitas pelayanan, (4) memiliki keterkaitan dengan wilayah lain baik dalam hal pasar maupun pasokan bahan baku, (5) memiliki status teknologi yang terus meningkat, (6) mampu menyerap tenaga kerja berkualitas secara optimal sesuai dengan skala produksinya, (7) dapat bertahan dalam jangka panjang tertentu, (8) tidak rentan terhadap gejolak eksternal dan internal, (9) pengembangannya harus mendapatkan berbagai bentuk dukungan (keamanan, sosial, budaya, informasi dan peluang pasar, kelembagaan, fasilitas insentif/disinsentif, dan lainnya), dan (10) pengembangannya berorientasi pada kelestarian sumberdaya dan lingkungan. Namun diantara kriteria-kriteria tersebut faktor yang paling penting dalam hal menentukan komoditas unggulan perikanan adalah sumber daya ikan (jenis dan stok sumber daya ikan) dan peluang pasar.
Jenis alat tangkap yang digunakan untuk pemanfaatan sumberdaya ikan unggulan tersebut harus diketahui dan dideskripsikan secara jelas dengan tujuan untuk mengurangi dampak sosial ekonomi yang mungkin terjadi dengan persyaratan sesuai dengan kondisi perairan, tujuan ikan tangkapan, tidak menimbulkan dampak sosial, dapat dijangkau, mudah didapatkan, serta mempunyai efesiensi teknis maupun ekonomis yang tinggi atau boleh dikatakan deskripsi dari alat tangkap ini menyangkut tentang aspek biologi, teknik, ekonomi dan sosial.
Dengan deskripsi alat tangkap yang digunakan tersebut, tentunya harus jelas seberapa besar kemampuan jenis alat tangkap yang digunakan dalam pemanfaatkan sumberdaya unggulan yang ada dan tidak menghabiskan ketersediaan potensi sumberdaya perikanan yang tersedia di perairan sehingga diharapkan tetap lestari.
Dalam rangka menentukan ukuran yang menyeluruh baik secara finansial maupun ekonomi tentang biaya investasi dan kelayakan investasi yang ditanamkan pada usaha perikanan tangkap dan fasilitas lainnya yang dikembangkan di perairan Kabupaten Nias, maka diperlukan penilaian investasi yakni dengan cara membandingkan semua penerimaan yang diperoleh dari investasi dengan pengeluaran yang harus dikorbankan selama proses investasi dilaksanakan. Kemudiaan penerimaan dan pengeluaran dinyatakan dalam bentuk uang agar dapat dibandingkan dan harus diperhitungkan ke dalam waktu yang sama, yakni dengan
mengembalikannya ke dalam nilai sekarang. Penilaian kelayakan ekonomi kriteria investasi itu penting, tentunya dimaksudkan agar supaya alat tangkap yang dikembangkan tersebut dapat diserap oleh masyarakat nelayan. Sementara itu analisis pendapatan usaha (keuntungan =π) perlu dilakukan guna untuk mengukur apakah kegiatan yang dilakukan pada saat ini berhasil atau tidak.
Kusumastanto (1984) menyatakan bahwa baik pengeluaran maupun penerimaan yang berjalan bertahap, maka terjadi arus pengeluaran maupun penerimaan yang berjalan bertahap, maka terjadi arus pengeluaran dan penerimaan yang dinyatakan dalam bentuk arus tunai. Metode penilaian dengan menggunakan nilai sekarang terhadap arus tunai dikenal sebagai Discounted Cash Flow Methods. Kemudian dalam menilai investasi tersebut digunakan berbagai kriteria, diantara beberapa kriteria yang sering digunakan adalah dengan analisis biaya manfaat (cost benefit analysis) yang meliputi kriteria-kriteria : net persent value (NPV), internal rate of return (IRR), benefit – cost ratio (BC-Ratio). Dalam suatu proyek tertentu apabila persyaratan kriteria-kriteria tersebut dipenuhi, yakni NPV≥0 : IRR≥interest ratedan BC ratio≥1 maka dapat disimpulkan bahwa investasi pada pengembangan usaha perikanan tangkap di perairan Kabupaten Nias layak untuk dilaksanakan dan sebaliknya.
Kombinasi dari alat tangkap yang digunakan perlu diidentifikasi variabel – variabel yang berperan dalam mengoptimalisasi perikanan tangkap di Kabupaten Nias. Optimalisasi ini dilakukan dan dianalisis dengan menggunakan linear goal programming (LGP) kemudian dilakukan penyusunan strategi demi keberlanjutan kegiatan perikanan tangkap di Kabupaten Nias sehingga tujuan dari pembangunan perikanan tangkap di Kabupaten Nias tercapai.
Dengan demikian pengembangan dan pemanfaatan terhadap komoditas unggulan perikanan dan strategi yang digunakan dalam pengembangan perikanan tangkap di Kabupaten Nias akan memberikan pengaruh terhadap peningkatan produksi perikanan di Kabupaten Nias sehingga diharapkan dapat meningkatkan pendapatan nelayan, penyerapan tenaga kerja, peningkatan pendapatan asli daerah (PAD), dan usaha penangkapan ikan yang berkelanjutan.
Gambar 1 Kerangka pemikiran kajian pengembangan perikanan tangkap di Kabupaten Nias.
Pengembangan perikanan tangkap berbasis sumberdaya ikan untuk
tujuan pengelolaan Masalah Aspek Biologi Potensi dan jenis komoditas unggulan belum jelas Aspek Teknis Kapasitas dan deskripsi unit penangkapan komoditas unggulan belum jelas Aspek ekonomi Kelayakan investasi dan pendapatan usaha belum jelas AspekSosial Kelembagaan perikanan tangkap unggulan yang belum jelas
Rendahnya produksi hasil tangkapan dan gagalnya usaha pengembangan perikanan tangkap di Kabupaten Nias
Dampak
- Analisis potensi sumberdaya ikan - Analisis komoditas unggulan
- Deskripsi unit penangkapan komoditas unggulan - Analisis tujuan pembangunan perikanan tangkap - Optimalisasi alat penangkapan ikan
- Strategi pengembangan perikanan tangkap
Pendekatan/ analisis
1. Peningkatan ekonomi 2. Penyerapan tenaga kerja 3. Peningkatan PAD
4. Usaha Penangkapan berkelanjutan
Hasil yang diharapkan