Kerangka Pemikiran
Berbagai hasil penelitian menunjukkan tekanan darah dipengaruhi oleh berat badan, aktivitas fisik/olah raga/merokok, usia dan jenis kelamin. Memelihara berat badan pada IMT 18,5 – 24,9 kg/m2 dapat menurunkan tekanan darah sistolik (SBP) 5-20 mmHg, dan melakukan aktivitas fisik (30 menit per hari) dapat menurunkan SBP 4-9 mmHg (USDHHS, 2004).
Penyebab kegemukan adalah ketidak seimbangan antara pengeluaran energi dan konsumsi makanan. Pengeluaran energi dipengaruhi oleh kegiatan dan fasilitas yang tersedia, aktivitas di kantor dan di rumah serta olahraga. Konsumsi makanan dapat secara langsung mempengaruhi tekanan darah. Penelitian menunjukkan menggunakan diet DASH dapat menurunkan SBP 8-14 mmHg, dan mengurangi konsumsi garam (tidak lebih dari 6 gram per hari) dapat menurunkan SBP 2-8 mmHg (USDHHS, 2004). Pemberian diet DASH atau konseling akan berpengaruh terhadap konsumsi, aktifitas fisik/olah raga atau merokok. Aktivitas fisik dan konsumsi makanan akan mempengaruhi berat badan yang selanjutnya akan berpengaruh terhadap tekanan darah.
Berbagai vitamin dan mineral dapat menurunkan tekanan darah.
-carotene mencegah oksidasi LDL dan membran sel lipid yang mencegah atau memperlambat perkembangan aterosklerosis. Plasma vitamin C yang tinggi berhubungan dengan tekanan darah yang rendah dan dengan HDL yang tinggi. Vitamin C juga mencegah peroksidasi lipid pada LDL (Groff and Gropper, 1998). Vitamin E mempunyai kemampuannya sebagai antioksidan, terutama untuk menangkap radikal bebas. Selenium berperan dalam reduksi peroksidasi lemak oleh suatu enzim yang mengandung Se. Selain sebagai antioksidan, Se berperan dalam metabolisme energi. Penelitian yang dilakukan oleh Galley et al. (1997) yang memberikan kombinasi antioksidan yang terdiri dari zinc sulfat, vitamin C,
-tocopherol, dan-caroten pada orang dengan tekanan darah normal dan tekanan darah tinggi selama 8 minggu menunjukkan pemberian antioksidan menurunkan tekanan darah. Sehingga pemberian multi gizi mikro yang kaya akan antioksidan dapat menurunkan tekanan darah dan berat badan.
Faktor karakteristik subjek diupayakan homogen melalui jenis pekerjaan yang sama yaitu pegawai negeri sipil dengan golongan II keatas. Secara skematis kerangka pemikiran disajikan dalam Gambar 8.
Keterangan:
: Variabel yang diteliti : Variabel yang tidak diteliti
Gambar 8 Kerangka pikir penelitian
Berat badan - Aktivitas fisik - Olah raga - Merokok Stress Genetik TEKANAN DARAH Konsumsi Makan Intervensi DASHI, Konseling, MGM Sosial Ekonomi Pe n g et ah u an G iz i Pe n d id ik an D ay a b el i Usia Jenis kelamin Motivasi Kepatuhan
Definisi Operasional
Prahipertensi adalah tekanan darah sistolik > 120 - ≤ 140 mm/Hg dan diastolik > 80– ≤90 mmHg.
Kegemukan adalah keadaan dimana BB seseorang melebihi BB normal, dengan kriteria IMT > 25 kg/m2
Diet DASHI adalah perencanaan makanan untuk menurunkan tekanan darah dan kegemukan untuk orang Indonesia yang terdiri dari 1) makan siang, 2) makan malam, dan 3) selingan sore. Subjek diberikan diet 5 hari dalam seminggu selama 8 minggu.
Konseling gizi dan kesehatan adalah penyampaian pengetahuan tentang gizi dan kesehatan untuk menurunkan berat badan dan tekanan darah.
Kapsul multi gizi mikro (MGM) adalah kapsul perlakuan yang mengandung 1389 IU vitamin A, 150 mg vitamin C, 13.4 mg vitamin E, 50 mcg Se, dan 15 mg zink yang diberikan 5 hari dalam seminggu selama 8 minggu.
Konsumsi energi adalah banyaknya energi yang diukur dari makanan dan minuman subjek dalam berat bersih berdasarkan kandungan energi yang dihitung dengan menggunakansoftware Nutrisoft.
Tingkat konsumsi energi adalah perbandingan antara konsumsi energi dengan angka kecukupan energi dengan mempertimbangkan faktor tinggi badan, aktivitas fisik, dan berat badan dikali 100%.
Konsumsi protein, lemak, karbohidrat, kolesterol, serat, Vitamin A, E, C, Kalium, Natrium atau Zn adalah banyaknya protein, lemak, karbohidrat, kolesterol, serat, Vitamin A, E, C, Kalium, Natrium atau Zn yang diukur dari makanan dan minuman subjek dalam berat bersih yang dihitung dengan menggunakansoftware Nutrisoft.
Tingkat konsumsi protein adalah perbandingan antara konsumsi protein dengan kecukupan protein yaitu 60 mg untuk laki-laki dan 50 mg untuk perempuan dikali 100%.
Tingkat konsumsi lemak adalah perbandingan antara konsumsi lemak dengan kecukupan lemak yaitu 25 % dari konsumsi energi dikali 100%.
Tingkat konsumsi karbohidrat adalah perbandingan antara konsumsi karbohidrat dengan kecukupan karbohidrat yaitu 60% dari total konsumsi energi dikali 100%.
Tingkat konsumsi kolesterol adalah perbandingan antara konsumsi kolesterol dengan kecukupan kolesterol yaitu 300 mg dikali 100%.
Tingkat konsumsi serat adalah perbandingan antara konsumsi serat dengan kecukupan serat yaitu 25 gram/2000 kalori dikali 100%.
Tingkat konsumsi vitamin A adalah perbandingan antara konsumsi vitamin A dengan kecukupan vitamin A yaitu 600 IU untuk laki-laki dan 500 IU untuk perempuan dikali 100%.
Tingkat konsumsi vitamin E adalah perbandingan antara konsumsi vitamin E dengan kecukupan vitamin E yaitu 15 mg dikali 100%.
Tingkat konsumsi vitamin C adalah perbandingan antara konsumsi vitamin C dengan kecukupan vitamin C yaitu 90 mg untuk laki-laki dan 60 mg untuk perempuan dikali 100%.
Tingkat konsumsi kalium adalah perbandingan antara konsumsi kalium dengan kecukupan kalium yaitu 4700 mg dikali 100%.
Tingkat konsumsi natrium adalah perbandingan antara konsumsi natrium dengan kecukupan natrium yaitu 1500 mg dikali 100%.
Tingkat konsumsi Zn adalah perbandingan antara konsumsi Zn dengan kecukupan Zn yaitu 0,144 mg/kg BB untuk laki-laki dan 0,119 mg/kg BB untuk perempuan dikali 100%.
Kolesterol total adalah kadar serum kolesterol total, yang dikategorikan atas 1) Normal < 200 mg/dL atau 2) Tinggi ≥ 200 mg/dL.
HDL adalah kadar serum HDL yang dikategorikan atas 1) normal > 35 mg/dL atau 2) tinggi ≤ 35 mg/dL.
LDL adalah kadar serum LDL yang dikategorikan atas 1) normal < 130 mg/dL atau tinggi ≥ 130 mg/dL.
Trigliserid adalah kadar serum trigliserid yang dikategorikan atas 1) normal < 150 mg/dL atau 2) tinggi ≥ 150 g/dL.
Pengetahuan gizi dan kesehatan adalah sesuatu yang diketahui oleh subjek tentang kegemukan dan hipertensi yang diukur berdasarkan hasil jawaban dari kuesioner yang diberikan.
Aktivitas fisik adalah kegiatan fisik yang dilakukan subjek saat melakukan pekerjaan di kantor, berolahraga dan kegiatan diwaktu luang yang dikategorikan atas 1) aktivitas fisik tidak berat ≤ 7,5 atau 2) aktivitas fisik berat > 7,5 (Baecke, JAHet al. 1982).
Kebiasaan olahraga adalah kegiatan olahraga yang dilakukan oleh subjek secara rutin yang dikategorikan atas 1) berolahraga atau 2) tidak berolahraga.
Kebiasaan merokok adalah kebiasaan subjek untuk menghisap rokok yang dilakukan secara teratur hampir setiap hari yang dikategorikan atas 1) merokok atau 2) tidak merokok.
Selisih bulan pertama (I) adalah perbedaan nilai peubah pada bulan pertama dibandingkan dengan awal penelitian.
Selisih bulan kedua (II) adalah perbedaan nilai peubah pada bulan kedua dibandingkan dengan awal penelitian.