• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kerangka Pemikiran

Dalam dokumen Kepuasan Kerja a (Halaman 40-46)

1. Pengaruh Gaya Kepemimpinan Transformasional, Lingkungan Kerja, Kompensasi, dan Stres kerja terhadap Kepuasan Kerja Karyawan

Dasar teori yang mendasari penelitian ini adalah Two Factor Theory, yang menyatakan bahwa kepuasan dan ketidakpuasan kerja adalah dua hal yang berbeda. Teori ini pertama kali diperkenalkan oleh Herzberg pada tahun 1959. Menurut teori ini, faktor yang mempengaruhi kepuasan kerja termasuk kepemimpinan transformasional, lingkungan kerja, kompensasi, dan stres kerja. Kepemimpinan transformasional adalah gaya kepemimpinan yang menginspirasi para pengikutnya untuk menyampingkan kepentingan pribadi demi kebaikan organisasi dan mampu memiliki pengaruh yang besar pada para pengikutnya, menurut Robbins (2017:261). Menurut Nitisemito dalam Hasibuan & Afrizal(2019) lingkungan kerja merupakan segala sesuatu yang terdapat di sekitar karyawan dan dapat mempengaruhi bagaimana mereka melakukan pekerjaan yang diberikan kepada mereka. Contohnya, dengan adanya sistem pendingin ruangan (AC), cahaya yang memadai, dan fasilitas lain yang memungkinkan para karyawan dapat bekerja dengan nyaman dan efektif.

Kompensasi adalah bentuk timbal balik perusahaan kepada karyawan atas pekerjaan yang mereka lakukan. Stres kerja adalah gejala yang dapat dialami oleh karyawan dikarenakan tuntutan lingkungan dan pekerjaan serta tekanan yang dapat mengganggu kondisi psikologis dan fisik seseorang.

Berdasarkan pengertian tersebut bisa disimpulkan bahwa kepemimpinan yang berbeda. Teori ini pepeertrtrtamama a a kak li diperkenalkan oleh Herzberg p tahun 1959. MeMeenurut teori ini, faktor yang mmmememempepp ngaruhi kepuasan k termmasasa ukukuk kkepemimmpipipinan n n trtrttananansfsfororrmamamam sisiionono al, , lillngggkuuungngn anann kkkereja, kompens da

da

d n sttrerer s kekekerjjja.aa.a KKKepeppememe immmpipiinanaan n n transfsfsforororrmamam sisisionoo al aaadadad lah g kepepepemimimmimpmpmpinnananan yyyanana g gg meeengnn inspirasi papapararaa pppenee gigkutnyayay un me

me

menynynyyamamampipiingngngkakakan kepenta ntntinininingagagan nn nprprprp ibibibbadadada i i ideded mi kebaiiikakak n n orgggananisnisisasaa i dan mamamam me

me

memimlililikikikik pppenenengaruh h hh yayayangngngng bbbesararr ppadadadda a a papapararara pengikuuutntnyayaya, mmmenenurut RRRoboo b (2

(201010 7:::26262661)1)1 .. MeMeenununurururut t NiNiNitititisesesemimimiitototo dddalalalamamam HaHaasisbuuuanan & &&& AfAAA rizal(l(202 li

li l

lingngngkukk ngnggganann kkkerjajaja mmmerererupupupakakakananan sssegegeggalalalaa aaa sesesesususuataau yayay ngngg tererrdadad papapat diii sssek karyawann ddddananaa dapatat mmmemmmpepepengn arararuhuhuhi i bagaaaimimanannna mereka mmmelaku pekeerjrjraaaa n yayangnggddddibibiberererikikikan kepadda merekaaa. CoContntohoo nyyya,,dddenenenggagg n adddananya sis pe

peendingin rururuanananngagagan nnn (AC), caahahah yayay yang mememamamam dadd i,i ddddan fasililitittasaa lain y memumuungn kinkan parara a kakakaryryryawawwannn dddapapapataa bbbekekekkerrrjajj dengan nynyyamaaa an dan efek Kompennsasasisiiaadadadd lalal h hhbentuk tttimimimbababal balik pepeerururusasasahahah anannkkepeppada karyawan

transformasional, kompensasi, lingkungan kerja, dan stres kerja memiliki pengaruh simultan terhadap kepuasan kerja karyawan dikarenakan apa bila karyawan memiliki seorang pemimpin yang baik, memiliki lingkungan kerja yang nyaman, mendapatkan kompensasi sesuai yang diharapkan, dan tidak merasakan stres saat bekerja maka karyawan akan merasakan kepuasan dalam pekerjaan yang mereka lakukan. Berdasarkan hal tersebut dihasilkan 5 hipotesis sebagai berikut

H1: Kepemimpinan transformasional, lingkungan kerja, kompensasi, dan stres kerja berpengaruh secara simultan dan signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan PT Sumber Baru Aneka Motor Area Purwokerto dan Cilacap

2. Pengaruh Kepemimpinan Transformasional Terhadap Kepuasan Kerja karyawan

Teori yang mendasari kepemimpinan transformasional adalah teori atribusi yang merupakan teori yang mempelajari bagaimana seseorang menginterpretasikan suatu peristiwa, alasan, atau sebab perilakunya. Teori ini menjelaskan tentang cara seseorang memahami reaksi terhadap peristiwa yang terjadi di sekitarnya dengan mengetahui alasan-alasan yang mendasari kejadian tersebut. Dalam konteks kepemimpinan transformasional, teori atribusi dapat digunakan untuk menjelaskan bagaimana cara atasan memperlakukan bawahannya dan bagaimana hal ini dapat mempengaruhi sikap dan kepuasan individu terhadap pekerjaan mereka. Gaya kepemimpinan transformasional yang diberikan pemimpin kepada kepuasan dalam pekerjaan yyananang gg mereka lakukan. Berdasarkan hal terse dihasilkan 5 hhipipipototoesesisisis sebagai berikut

H1: Kepememmimii pinaaannnn trananansfsfsforo mamamasissononono alalal, ,, lingkungnggan kerja, kompens da

dan stres kekekerjr aaabebeberpppenene gaggag ruh secacacara simululuutatatan n n dadaddan signififikikkanaa terha kepuasasasananan kererrjajaja kkkararyayay wan PTPP Sumbebeer r BaBB ruuu AAAneneneka MMMMotototoroo A Purwrwwokoo ererrtototoddanana Cilacacccapapap

2. PePePengngaruhuhuh KKKeepe emmmimimimpipipinananan nn TrTrTrananansfsfsfororormamm sisisisonononalalal Terhhhadadadapaa KeKeKepupp asannn K ka

k ka karyryyawwwanana

Te Te

T ororo i ii yayy ng mmmmenenendadadad sasasarir kepppememmimimimpipipinananan n transfffororormamm siiionooo al adalalal h h t at

atriririibubbb si yyyananang g g memm rupaaakakakan n n teteteororori ri i yayayangngng mmempelalaajajariri bagaiiimamamm nanaa ssseseor mengngngininntett rprereretatasisisiikakakak n n suss atu periristsiwa, alaasasas n,n aatataau sebaab b bb ppepp rilakukunynn a. T in

i

i i menjelelelasasaskakakan ntentang cara sssesese eoeoorarang memahhamamami i rerereakakaksi terhaaadadaap perist yaangngng terjadi di seses kikik ttat rnrnnyayayaddddenenene gagagan nnmememengngngeteeahaha uiuiu aalasan-alassananyyyang menda kejadidianan tterererseses bubb t. Dalam konnnteteks kepemimpipnananan nn trranannsformasional, t atribusi dapat digunanakakan untuk mememenjjjelaskan bagaimana cara ata

bawahannya sangat berdampak pada karyawan, karena pemimpin yang dapat memotivasi dan memberikan pengaruh baik kepada karyawan akan membuat karyawan merasa puas dengan pekerjaanya. Kepemimpinan transformasional yang positif akan meningkatkan kepuasan kerja karyawan.

Hal ini sejalan dengan penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh oleh Lukas Djonata & Hannes Wijaya (2019), Daniel,dkk (2018) dan Hamsinah,dkk (2017) hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel kepemimpinan transformasional berpengaruh positif signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan.

H2 : kepemimpinan transformasional berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan pada PT Sumber Baru Aneka Motor Area Purwokerto dan Cilacap

3. Pengaruh Lingkungan Kerja Terhadap Kepuasan Kerja karyawan

Banyak sedikitnya lingkungan kerja akan mempengaruhi kondisi fisik ataupun psikologis karyawan. Oleh karena itu, penting bagi manajemen untuk menciptakan lingkungan kerja yang dapat membuat karyawannya bekerja secara optimal. Menurut Odger dalam Setiawan & Khurosani (2018) mendefinisikan lingkungan kerja yang ergonomik, sebagai ilmu terapan yang mempelajari hal-hal yang berhubungan dengan tingkat kenyamanan, efisiensi dan keamanan dalam mendesain tempat kerja demi memuaskan kebutuhan fisik dan psikologi karyawan di perusahaan.

Lingkungan kerja yang diperhatikan oleh perusahaan membuat karyawan merasa nyaman melaksanakan aktivitas kerja (Agbozo eta., 2017). Menurut Lukas Djonata & Hannesss WWijaya (2019), Daniel,dkk (2018) Hamsinah,dkkkk (2(201011777) ) hasil peneliititianananan mmenennunjukkan bahwa varia kepemimpmpininnana transnssnsfoff rmmmasasasioioionaaal l bebeberprprpenenengaruh poosisstif signifikan terha k

k

kepe uasan kekekerjrjrja kakakaryrr awwwanann...

H2 : kekekepepep mimimpmpmpinininann ttrt ansfsfsformasionnalalal bbbere pengngngarara uhuuu poooosisiitittf signgng ifififikiikanann teteerhrhrhadadap kkkkepepepuauaasasas n n nkekekerjrjrrja a akakkk ryawwanana papp daa PTPTTT Sumbbbererere BB An

An

Anekka MoMoMotototor ArArreaeaeaPuPuPurwrwrwokokokererertototodddanana CCCilililacacacap

3. PePPePengngn ararauhuhuh LiLLLngngngkukuk ngngananananKKKererrrjajajaja TeTeTerhrhhadadapapap KeKeK pupuasasasan KeKeKerja kakakaryryryawannn

Ba

Baaanynynyakakk seddikikikitititnynynya a alililingngngkukukungngngananannkkkerererejajajaaaakakaan memeempmppengagagarurur hihh konndididsiss f ataupun pspsikikikkololooogoggis kararryayayawawawan.n.n. OOOleleleh h h kakak rena iiitutut ,, pepp nting bagi mmmanajem untuuk kk mencn ipipi tat kakakk n n n lililingn kungan kerja yyyanang g dadaapat membmbmbbuat kakaryaryawan be

beekerja secacacararara oooptppttimal. Meenun ruruut t Odger dadadad lalalam mm SSSeteeeiawan n & && Khuro (201010 8)8) mendefininiiisiskaaan nn lililngngngkuuungnggananan kkkerererjajajaa yang ergonoomimimmk,kk sebagai i terapan yayangngng mmmememmpelajari hhhalalal-hah l yangngg bbbererhuhuh bubub ngggan dengan ting

Nitesemite(EA Hasibuan & Afrizal, 2019),lingkungan kerja yang baik pekerja dapat mendukung melakukan aktivitas Optimal, sehat, aman dan nyaman. Adanya lingkungan kerja yang meningkat dan baik akan berpengaruh positif terhadap kepuasan kerja karyawan. Hal ini seseuai dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Wahyuningsih & Niko Sudibjo (2018), ),Ronna,dkk(2017), Irma dan Muhammad (2020) yang menunjukkan bahwa Lingkungan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kepuasan kerja karyawan.

H3: Lingkungan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan pada PT Sumber Baru Aneka Motor Area Purwokerto dan Cilacap.

4. Pengaruh Kompensasi terhadap Kepuasan Kerja Karyawan

Berdasarkanpendapat Lockyer yang dikutip oleh Sari (2009) yang menyatakan, “Sistem kompensasi merupakan bagian internal dalam hubungan industrial dan mempengaruhi efektivitas hubungan antara organisasi dan pekerja”. Kompensasi yang sesuai dan tepat dapat memberikan pemenuhan kebutuhan dasar karyawan untuk membeli makanan, minuman, perumahan yang didapat melalui gaji yang diterima.

Dengan diberikannya kompensasi yang sesuai dan tepat waktu akan meningkatkan kepuasan kerja karyawan Menurut Handoko dalam Prayekti dan Pangestu (2022) Kompensasi adalah apa yang diberikan oleh pihak perusahaan pada karyawannya sebagai balas jasa karena telah memberikan kinerja bagi perusahaan. Karyawan yang menerima kompensasi sesuai (2018), ),Ronna,dkk(2017)),, Irma dan Muhammad (2020) y menunjukkan n bababahwhwaa aLingkungan kerjajaj bebeb rprppenenngagg ruh positif dan signifi terhadappp KeKeepup asannkkkkereejaaa kakakaryryr awwwannn.

H

H33:Lingkukukungnn ananankkkerrrjajaj berpengagag rurr h pososossitttififif dadaddannn signiififikakakan terha kepuaaasasasan nnkek rjrjrjjaaakakakaryyawawa an paaada PT SuSuumbmbmberee BBBBarararu u uAAnAA eka MoMoMoM tott r A Purwrwwokoo ererrtototoddanana Cilacacccapapap..

4. PePePengngaruhuhuhKKKomomo pensnsn asasasi iiteeerhrhrhadadadapapapKKKepepepuauu sasass n n nKeKK rja KaKaKaryryyawanana

Be Be

Beerdrdrdasa arakakakannn pepep ndndndapapapatatat LLLLocococckykykyererer yyyanana g g g didikukuk tip p p ololeh SSaraai (2009)9) y me

m me

menynynyattakakaa anana , “SSisisistetetem m m kokokompmpmpenenensasasasisissi mmmmerererupupu akaa ann bbagaa ian nn ininntett rnalll da hubunganu n iiiindndndn usustrial dadadan nn mememempmpenenengagagarruhi eeefefef ktktivivivvitas hubunnngagg n an orgaanininisass si dddanan pppekekekereeja”. Kompensasiii yayangngg sesuaaai i dadd n tetet papp t da me

me

m mberikannn ppppemememmenee uhan kkebebbutututuhu an dasssarara kkkaryayaawwaw n ununtutuuk mem makakak nann n, minumanana , pepeperururumamaahahah n n n yayayay ngngngdddidididapapapat melalui gggajajaai iiyang diteri Dengan ddibibbererikikiikanana nynn a kompmppenenensasasi yang g sesesuesuaiaia dddan tepat waktu a

dengan beban kerja dan kebijakan yang ada pada perusahaan membuat karyawan akan meningkatkan kepuasan kerja karyawan. Ini sesuai dengan hasil penelitian Citha & Arif (2018), Fauzi (2017), Rahayu & Pramularso (2019) yang menunjukkan bahwa kompensasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan.

H₄ : Kompensasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan pada PT Sumber Baru Aneka Motor Area Purwokerto dan Cilacap.

5. Pengaruh Stres kerja terhadap Kepuasan Kerja Karyawan

Teori stress kerja adalah Behavior-Constraint Theory atau teori hambatan perilaku. Teori ini dikemukakan oleh Bem bahwa orang merasa kehilangan kontrol terhadap situasi yang berkembang saat itu. Menurut Northcraft (1990) dalam Piscesta, dkk (2022) ada dua bentuk sumber stres kerja yaitu perasaan frustasi karena tidak mampu mengontrol situasi yang sedang berlangsung,tidak menentu, dan tidak bisa diprediksi. Kepuasan kerja yang dirasa oleh para karyawan tidak terlepas dari suatu keadaan yang mengikuti seorang individu, salah satunya yaitu stres. Handoko (2014:200) menyebutkan Stres adalah kondisi ketegangan yang mempengaruhi emosi,proses berpikir dan kondisi seseorang.Kondisi karyawan yang mengalami stres saat bekerja akan menurunkan hasil pekerjaannya sehingga mereka tidak merasa puas, sedangkan karyawan yang tidak mengalami stres kerja akan meningkatkan kualitas kerjanya dan merasa puas dengan hasil pekerjaanya. Hal ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Fardah H₄ : Kompensasi berpennngagag ruh positif dan signifikan terha kepuasan kerjrjrja a kakarryr awan pada PT SSSumumuu bebeb r r BaB ru Aneka Motor Ar Purwokerrtototoo dan CCCiliillacapapap...

5. PePengaruh StStSrerr sskekekerjrja tetet rhrhhhadap Kepepepuauu san KeKeKeerjrjrja a aKaKaKKaryryryawan Te

Te

Teoro i ststtrereressssss kkererejaja adaaalalal h Behaviviororo --CoCC nstrtrtraiaiaintntnt Theory yyy ataaatau t hambmbmbatataann ppperererililakaka u. Teoeoooririr iininiiddikikkemememmukukukakakakkan oleh hh BeBeem babahwhwwa aaaorang gg memem r ke

ke

kehihiilal ngngngananan kkkontrololo ttterererhahahadadadap pp sisisitututuasasasi i i yayayangngng bbberkembmbmbananang sasas atatat itu. MeMeM nu No

N No

Nortrtrhchchhcraraaftftft(((1999909090) ) dadadalalalaam m mPiPiPiiscscscesesese tatat , ,dkdkd k k k(2(2(2202020 2)2)aaadadd ddduauauabbennntututuk k ksumbbberer s ke

ke

k rjrjja ayayayaitittu uupepp rasaaananana ffffruruustststasasa i karenananattidididakakak mmmampu mmmenenengoontnttnrol situasasi iy seeedadadadang bbberererlalalangnggsus ng,tididi akdakak mmmenenenennenentututu,,, dadadan tidak bibisasasa dipredididdksksi.i.i KeKK pua kerjjja a ayayayangdddiriri asasa a aaololoehehh para karryay wan tidaaak k teterlrlepeppas darriiiisusuuatu keeadaddaan y me

m

m ngikutututi iseseseororo ang individu, sasasalalah h hsasatut nya yaititu u u ststtrereresss. Handokkko o (2014:2 meeenynynyebutkan StStStrerer s adadadalallahahaha kkkononondididsisii ketete egegeganangan yangng mempengar emosi,i,,prprp ososeseses bbberpikir dan kokok ndisi seseoranng.g.gKoKKoK ndndisissi karyawan y mengalami stres saatttbbekekeerjja akan meeenun runkan hasil pekerjaannya sehin

& Ayuningtia (2020), Andika & Irmayanti (2021), Yusnani & Sary (2019) menyatakan bahwa stress kerja berpengaruh negatif signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan.

H : Stres kerja berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan pada PT Sumber Baru Aneka Motor Area Purwokerto dan Cilacap.

Maka kerangka pemikiran penelitian ini dapat digambarkan pada bagian berikut:

H1 H2(+)

H3(+)

H4(+)

H5(-)

Gambar 2.1 Kerangka Pemikiran Keterangan :

Hubungan secara parsial Hubungan secara simultan Kepemimpinan

Transformasional (X1)



Kepuasan Kerja karyawan (Y)

 Lingkungan Kerja

(X2)

Kompensasi (X3)

Stres Kerja (X4)

Purwokerto dan Cilacapp.

Maka kerangka pemikikikiraran npepp nelitian ini dapat ddddigigamambabaarkan pada bagian beriku

H1 H1 H H2(+)

H3 H3 H3 H3(+(+(+)))

H4 H4

H4(((++++)))

H5((---)))

Ga Ga

Gambmbm ar 2.1 Kerangngngkakkaa Pemikiraaann Ke

Ke

Kepepp mimpmpmpiiinann nn Tr

Transforo mamamasisionononalal (X

(X (X1)1)1)

Kepuuasa a karyryryawa LingngngkukukungngnganannnKKKerererjaja

(XXX222)))

Ko Ko

Kompmpmpennnsasaasisisi (X(( 3)

Stres sKeKK rja a (X(X(( 444))

Dalam dokumen Kepuasan Kerja a (Halaman 40-46)

Dokumen terkait