III KERANGKA PEMIKIRAN 3.1 Kerangka Pemikiran Teoritis
3.4. Kerangka Pemikiran Konseptual
Unit Usaha Peternakan Pesantren Pertanian Darul Fallah merupakan salah satu produsen susu kambing di Kabupaten Bogor yang melakukan pemasaran di kota Bogor. Dalam menjalankan usaha susu kambing unit usaha peternakan mengalami kendala yaitu semakin banyak bermunculan produk susu kambing yang menyebabkan ketatnya persaingan susu kambing di Kota Bogor. Strategi
yang telah dilakukan oleh unit usaha pesantren pertanian ini meliputi STP (Segmentation, Targeting, dan Positioning) dan 4P (Product, Price, Place, dan Promotion) lalu disesuaikan dengan sumberdaya yang dimiliki oleh unit usaha tersebut, Akan tetapi strategi yang telah diterapkan dalam melakukan pemasaran di Kota Bogor masih belum optimal.
Untuk melakukan rancangan strategi sangat perlu diketahui faktor-faktor apa saja yang dipertimbangkan oleh unit usaha tersebut, ini dilakukan agar unit usaha tersebut mengetahui sejauh mana faktor tersebut berperan dalam penyusunan strategi pemasaran. dalam menentukan strategi pemasaran yang dikaitkan pada sumberdaya yang dimiliki oleh unit usaha tersebut, dilakukan penentuan prioritas dalam pelaksanaan strategi pemasaran.
Sebelum dilakukan penentuan prioritas strategi pemasaran terlebih dahulu ditentukan tujuan apa yang diinginkan oleh perusahaan terkait dengan permasalahan yang ada dalam pemasaran produk susu kambing di Kota Bogor. Tujuan dari perusahaan adalah bagaimana meningkatkan penjualan dengan persaingan yang semakin meningkat dan masih sedikitnya masyarakat yang mengetahui menfaat dari susu kambing di Kota Bogor. Untuk merealisasikan tujuan dari unit usaha tersebut ditentukan faktor-faktor stretagi pemasaran yaitu meliputi STP yaitu segmentasi meliputi pendapatan dan pendidikan, target pasar meliputi konsentrasi pasar, spesialisasi, posisi pasar meliputi keunggulan produk harga yang murah dan kemudahan mendapatkan. Bauran pemasaran terdiri dari produk meliputi bagaimana mutu, kemasan dan label dari produk susu kambing, harga meliputi pemberian harga diskon dan harga produk pesaing, distribusi meliputi agen penjualan, lokasi penjualan dan transportasi, promosi meliputi bagaimana periklanan, promosi penjualan susu kambing dan pemasaran langsung. Hasil dari identifikasi STP dan bauran pemasaran kemudian ditampilkan dalam sebuah struktur hirarki dan akan dianalisis menggunakan AHP, pembobotan akan dilakukan oleh pihak PP Darul Fallah yaitu kepala unit peternakan dan kepala unit pengolahan susu sehingga hasil yang direkomendasikan dapat mewakili dari pihak PP Darul Fallah untuk dijadikan strategi atau kebijakan perusahaan dalam memasarkan susu kambing di Kota Bogor. Hasil dari pembobotan akan diolah dengan menggunakan Expert Choice 2000 dan Microsoft Excel 2007 sehingga
dapat menghasilkan prioritas strategi pemasaranyang akan direkomendasikan kepada pihak unit usaha PP Darul Fallah.. Untuk kerangka pemikiran konseptual dapat dilihat pada Gambar 2.
Gambar 2. Kerangka Pemikiran Konseptual.
Permasalahan:
Semakin banyak bermunculan produsen susu kambing yang menyebabkan ketatnya
persaingan susu kambing di Kota Bogor
Analisis strategi pemasaran
Unit Peternakan Pesantren Pertanian Darul Fallah
Rekomendasi Prioritas Strategi Pemasaran Bagi Unit Peternakan Pesantren Pertanian Darul Fallah Alternatif Strategi Pemasaran Bagi Unit Peternakan
Pesantren Pertanian Darul Fallah
Promosi Distribusi
Harga Produk
IV METODE PENELITIAN
4.1 Lokasi dan Waktu PenelitianPenelitian ini akan dilakukan di Unit Usaha Peternakan Pesantren Pertanian Darul Fallah yang berlokasi di Jalan Raya Bogor Ciampea Km 12, Desa Benteng Kecamatan Ciampea. Pemilihan tempat dilakukan secara sengaja (purposive) dengan mempertimbangkan pesantren yang berbasiskan pertanian ini sudah lama memproduksi susu kambing yaitu sejak Tahun 2000 dan susu kambing merupakan salah satu komoditi unggulan dari PP Darul Fallah. Pengambilan data dilakukan pada bulan Februari sampai dengan April 2011. 4.2 Jenis dan Sumber Data
Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh melalui pengamatan langsung dilapangan, wawancara terstruktur yaitu melalui pertanyaan terbuka dan tertutup mengenai pemasaran, pertanyaan dan pengisian kuisioner oleh kepala unit Peternakan PP Darul Fallah. Kegiatan wawancara dilakukan untuk mengetahui kegiatan pemasaran dan faktor-faktor yang mempengaruhi pemasaran yang dilakukan oleh unit pengolahan PP Darul Fallah.
Data sekunder diperoleh dari literatur-literatur yang berkaitan dengan penelitian yaitu laporan pemasaran PP Darul Fallah, perpustakaan, serta data dari instansi tarkait seperti Badan Pusat Statistik (BPS), dan Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bogor
4.3 Desain Penelitian
Desain penelitian ini menggunakan studi kasus atau case study yaitu prosedur dan teknik penelitian tentang subjek yang diteliti berupa lembaga yang bertujuan memperoleh gambaran terperinci tentang latar belakang, sifat-sifat, serta karakter yang khas dari kasus, penggunaan studi kasus dikarenakan strategi yang dikeluarkan tidak dapat diaplikasikan oleh unit usaha peternakan lain disebabkan oleh permasalahan internal dan faktor-faktor pemasaran yang berbeda.
4.4 Metode Pengumpulan Data
Metode pengumpulan data yang akan digunakan adalah teknik wawancara, yaitu dengan melakukan wawancara dengan responden yaitu kepala unit peternakan dan kepala unit serta pengolahan susu. Menggunaan dua jenis pertanyaan, pertanyaan berstruktur dan pertanyaan terbuka. Pertanyaan berstruktur yaitu membatasi respoden dalam memberikan jawaban kepada beberapa alternatif saja ataupun kepada satu jawaban saja, pertanyaan berstruktur digunakan untuk mengetahui hirarki yang akan dipakai dalam melakukan penelitian. Pertanyaan terbuka yaitu pertanyaan yang dibuat dengan memberikan kebebasan kepada responden dalam menjawab pertanyaan, atau tidak terikat dengan beberapa alternatif jawaban, pertanyaan terbuka digunakan untuk mengetahui gambaran umum perusahaan dan bagaimana pemasaran yang telah dilakukan oleh PP Darul Fallah.
4.5 Metode Pengolahan dan Analisis Data
Sebelum dilakukannya penelitian, terlebih dahulu dilakukan pengambilan data untuk mendapatkan faktor-faktor yang mempengaruhi penjualan yang akan di masukkan dalam gambaran struktur hirarki. Pengolahan data dalam penelitian ini menggunakan dua metode analisis antara lain, analisis deskriptif dan proses hierarki analitik. Data yang diperoleh lalu diolah secara deskriptif untuk mengetahui gambaran mengenai pemasaran susu kambing dan PHA untuk merumuskan alternatif-alternatif strategi pemasaran dan prioritas strategi pemasaran susu kambing PP Darul Fallah.
4.5.1 Analisis Deskriptif
Analisis deskriptif adalah suatu metode dalam meneliti status sekelompok manusia, suatu objek, suatu set kondisi, suatu sistem pemikiran, ataupun suatu kelas peristiwa pada masa sekarang (Nazir 2005).
Metode pengambilan dan analisis data yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan konsep-konsep manajemen strategis, sehingga mampu memberikan gambaran dan penjelasan mengenai masalah yang terjadi. Selanjutnya, data yang terkumpul diolah dan dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif.
4.5.2 Proses Hierarki Analitik (PHA)
Dalam penentuan alternatif strategi ini dilakukan dengan metode proses hierarki analitik (PHA). Proses hierarki analitik ini memungkinkan para pengambil keputusan menggambarkan interaksi serentak dari banyak faktor dalam situasi yang kompleks dan tidak terstruktur. Proses ini membantu mengidentifikasi dan menetapkan prioritas atas dasar sasaran sarta pengalaman dan pengetahuan mereka tentang setiap masalah. Data yang diperoleh dari hasil kuesioner perbandingan berpasangan diolah dengan bantuan program Expert Choice 2000 dan Microsoft Excel 2007.
Tahapan yang dilakukan dalam proses hierarki analitik adalah:
1. Mendefinisikan persoalan dan merinci pemecahan persoalan yang diinginkan Hal yang menjadi perhatian utama adalah pemilihan tujuan, kriteria, dan aktifitas yang membentuk suatu sistem hirarki, komponen-komponen sistem dapat diidentifikasikan berdasarkan kemampuan pada analisis untuk menentukan unsur- unsur yang dapat dilibatkan dalam suatu sistem. Tidak terdapat prosedur yang pasti untuk mendefinisikan sistem-sistem hirarki. Komponen-komponen sestem dapat diidentifikasi berdasarkan kemampuan analisis untuk menemukan unsur- unsur yang dapat dilibatkan dalan suatu sistem. Identifikasi sistem dapat dilakukan dengan mempelajari literatur dan berdiskusi dengan para pakar untuk memperkaya ide dan konsep yang relevan dengan masalah yang terjadi.
2. Membuat struktur hirarki dari sudut pandang manajemen secara menyeluruh. Hirarki tersusun dari sasaran utama, sub-sub tujuan, pelaku yang memberi dorongan, dan alternatif strategi atau skenario. Dalam pembuatan struktur hirarki tidak ada aturan khusus, juga tidak ada batasan mengenai jumlah tingkatan struktur keputusan yang terstratifikasi, dan unsur didalam setiap tingkat keputusan. Struktur hirarki yang digunakan dalam proses pengambilan keputusan pada penelitian ini dapat dilihat pada Lampiran 2.
3. Menyusun matriks banding berpasangan
Matriks banding berpasangan dimulai dari hierarki teratas yaitu fokus, yang merupakan dasar penentuan dan melakukan perbandingan antar unsur yang terkait dibawahnya. Perbandingan berpasangan yang pertama dilakukan pada
unsur tingkat kedua yaitu tujuan. Dilanjutkan perbandingan berpasangan kedua yaitu pada strategi, dan selanjutnya strategi operasional.
4. Mengumpulkan semua pertimbangan yang diperlukan dari hasil melakukan perbandingan berpasangan antar unsur pada langkah tiga.
Untuk mengisi matriks banding berpasangan, digunakan skala banding pada Tabel 5. Angka-angka yang terdapat pada skala itu mendefinisikan dan menjelaskan nilai 1 sampai dengan 9 yang ditetapkan bagi pertimbangan dalam membandingkan pasangan elemen yang sejenis di setiap tingkat hirarki terhadap suatu kriteria yang berada setingkat diatasnya. Angka-angka tersebut menggambarkan kepentingan relatif suatu unsur dengan unsur lainnya sehubungan dengan sifat atau kriteria tertentu.
Tabel 5. Skala Banding Secara Berpasangan Intensitas
pentingnya Definisi Penjelasan
1 Kedua elemen sama
pentingnya
Dua elemen menyumbangnya sama besar pada sifat itu
3
Elemen yang satu sedikit lebih penting keimbang yang lainnya
Pengelaman dan petimbangan sedikit menyokong satu elemen atas yang lainnya
5
Elemen yang satu lebih esensial atau sangat penting ketimbang elemen yang lainnya.
Pegalaman dan pertimbangan dengan kuat menyokong satu elemen atas elemen yang lainnya
7
Satu elemen jelas lebih penting dari elemen yang lainnya
Satu elemne dengan kekuatan disokong, dan dominanya telah terlihat dalam praktek
9
Satu elemen mutlak lebih penting ketimbang elemen yang lainnya
Bukti yang menyokong elemen yang satu atas yang lain memiliki tingkat penegasan tertinggi yang mungkin menguatkan
2,4,6,8
Nilai-nilai di antara dua
pertimbangan yang
berdekatan
Kompromi diperlukan antara dua pertimbangan
Kebalikannya
Jika untuk aktivitas i mendapat satu angka bila dibandingkan denga aktivitas j maka j mempunyai nilai
kebalikannya bila
dibandingkan dengan i Sumber: Saaty (1991)
5. Mengevaluasi inkonsistensi untuk seluruh hirarki
Ratio inkonsistensi hirarki harus bernilai kurang dari atau sama dengan 10 persen. Inkonsistensi diperoleh setelah matriks diolah dengan menggunakan Expert Choice 2000. Jika ratio inkonsistensi mempunyai nilai lebih dari 10 persen, maka informasi harus ditinjau kembali dan diperbaiki, antara lain dengan cara memperbaiki lembar pertanyaan atau mengarahkan responden dalam pengisian lembar pertanyaan.
Langkah 1, 2, dan 3 dilakukan melalui pengamatan dan hasil wawancara dengan pihak perusahaan. Langkah 4 didapatkandari hasil pengisisan lembar pertanyaan oleh masing masing responden yang dalam penelitian ini yaitu kepala unit peternakan dan kepala unit pengolahan susu. Langkah 5 di dapat dari hasil pengolahan menggunakan program Expert Choice 2000.
V GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN
5.1. Sejarah Singkat Pondok Pesantren Pertanian Darul FallahPondok Pesantren Pertanian Darul Fallah merupakan sebuah yayasan yang terletak di Jalan Raya Bogor – Ciampea Km 12, Desa Benteng, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor, atau berjarak sekitar 2 km dari kampus IPB Dramaga. Yayasan Pesantren Pertanian (YPP) Darul Fallah ini berdiri berdasarkan Akta Notaris J.L.L. Wenas dengan nomor 12 di Bogor, pada tanggal 9 April 1960 oleh KH. Sholeh Iskandar (Alm) dan KH. Ghaffar Ismail (Alm). Perkampungan pesantren ini merupakan tanah wakaf dari R.H.O Djunaedi yang dibangun mulai bulan Juni 1960, dengan luas areal 26,6 Ha, memanjang dari tepi jalan raya, Kampung Kebun Eurih hingga Kampung Gunung Leutik.
Nama Darul Fallah secara harfiah dapat diartikan sebagai “Rumah Petani” atau “Kampung Pertanian”, sehingga Pesantren Pertanian Darul Fallah ini menjadi lembaga Islam yang ditujukan untuk semua lapisan masyarakat agar dapat menambah pengetahuan dan keterampilan dalam bidang pertanian dan kewirausahaan.
Saat ini Pesantren Darul Fallah menjalankan jenjang pendidikan dari Raudhatul Athfal (TK), Madrasah Diniyah (SD atau MI), Madrasah Tsanawiyah (SMP), hingga Madrasah Aliyah (SMA). Pendidikan formal pesantren dimulai pada tahun 1963, dipimpin oleh Ir. M. Saleh Widodo (Alm). Pada tahun 1968 ditetapkan pula Dr. Muhammad Natsir (Alm) sebagai Ketua Badan Penasehat Pengurus YPP Darul Fallah, yang selanjutnya tahun 1993-1999 digantikan KH. Hasan Basri (Alm). Tokoh yang pernah menjadi pengurus, yaitu KH. Ghaffar Ismail, Dr. M. Natsir, KH. Hasan Basri, Dr. KH. Didin Hafidhuddin MS, Dr. Anwar Haryono, Prof. Dr. AM. Saefuddin, Prof. Dr. Zuhal A. Qodir, dan Taufiq Ismail.
Ketua yayasan yang pertama adalah KH. Sholeh Iskandar (1960-1992), Dr. Ir. H. A. Aziz Darwis, M.Sc (1992-2003) dan dari tahun 2003 sampai sekarang adalah Dr. Ir. H. Meika Syahbana Rusli, M.Sc. untuk menyesuaikan Anggaran Dasar YPP. Darul Fallah dengan UU No. 16 Tahun 2001, sebagai Ketua Pembina adalah Dr. Ir. H. Abdul Aziz Darwis, M.Sc. Saat ini Pimpinan
Pesantren adalah KH. Abdul Hanan Abbas, Lc. Ketua Badan Penasehat adalah Prof. Dr. Ir. H. Zuhal Abdul Qodir, M.Sc. sedangkan untuk Ketua Badan Pengawas saat ini adalah Prof. Dr. Ir. H. Bunasor Sanim, M.Sc.
5.2. Kondisi Lahan dan Wilayah Pesantren
Lahan dari Pondok Pesantren Pertanian Darul Fallah sebagian besar adalah berbukit, yakni dengan perbandingan 90 persen miring dan 10 persen datar. Sebagian besar dari lahan pesantren tersebut merupakan lahan kering, hanya sebagian kecil yakni sekitar 5 persen yang merupakan lahan sawah. Tanah lahan kering termasuk jenis latosol, dengan pH antara 5 - 7. Curah hujan rata-rata per tahun > 3.000 mm, 9 - 12 bulan basah serta 0 - 1 bulan kering.
Lahan Pesantren Darul Fallah terdiri dari dua blok, yaitu blok Lemah Duhur seluas ± 10 Ha dan blok Bukit Darul Fallah seluas ± 16,5 Ha. Sebagian besar dari lahan pesantren dibatasi secara alami oleh dua sungai besar (Cinangneng dan Ciampea) dan juga selokan-selokan.
Areal pendidikan yang terdiri dari gedung sekolah, asrama, masjid, koperasi, pemukiman guru, serta sarana pendidikan lainnya terletak di blok Lemah Duhur. Sedangkan blok Bukit Darul Fallah meliputi areal praktik dan usaha produktif seperti PT. Dafa Tekno Agro Mandiri (perbanyakan bibit tanaman atau kultur jaringan), kebun induk, peternakan terpadu yang terdiri dari kandang- kandang ternak sapi dan kambing perah, Unit Pengolahan Susu (Pateurisasi, yoghurt, dan es susu), dan pengolahan pupuk organik, serta terdapat unit perikanan (air tawar).
5.3. Koperasi Pondok Pesantren (Koppontren) Darul Fallah
Koperasi Pondok Pesantren (Koppontren) Darul Fallah berdiri sejak satu periode tahun ajaran setelah yayasan berdiri atau pada tahun ke tiga setelah yayasan berdiri (1963). Awal pendirian koperasi ini merupakan hasil ide dari para santri saat itu. Pada awal pendiriannya, koperasi hanya sebagai sarana dalam memenuhi kebutuhan para santri, yang kemudian berkembang lebih besar untuk memenuhi kebutuhan warga pesantren dan masyarakat sekitar. Pada awal terbentuknya koperasi ini, kepengurusan sepenuhnya dipegang oleh para santri. Namun mulai akhir tahun 1980-an, Ustadz atau staf pengajar Pondok Pesantren mulai terlibat dalam kepengurusan Koppontren.
Eksistensi Koppontren Darul Fallah selama ini memiliki peran antara lain sebagai berikut:
1) Menjadi duta PP. Darul Fallah dalam forum regional maupun nasional, baik dalam kaitan bidang perkoperasian maupun pengembangan masyarakat, sehingga nama besar PP. Darul Fallah dikenal masyarakat luas.
2) Membuka kontak dengan pihak lain dalam konteks pengembangan usaha. 3) Peningkatan SDM serta kerjasama lain yang bersinergis.
4) Membantu dan memfasilitasi pemberdayaan ekonomi dan warga dan masyarakat lingkar pesantren, melalui unit simpan pinjam (USP) syari’ah. 5) Sebagai media pendidikan bagi santri PP. Darul Fallah, khususnya tingkat
Madrasah Aliyah, dalam bidang peternakan, warung, dan USP syari’ah. 5.3.1. Visi dan Misi Koppontren Darul Fallah
Visi dari Koppontren Darul Fallah adalah “Menjadi Koperasi Pondok Pesantren (Koppontren) unggulan yang dapat dibanggakan di tingkat regional dan nasional serta terbukti mampu mendukung penyelenggaraan pendidikan di Pesantren Pertanian Darul Fallah dan meningkatkan kesejahteraan anggotanya”.
Sedangkan misi yang dilakukan oleh Koppontren Darul Fallah dalam rangka mencapai visi tersebut adalah sebagai berikut:
1) Melakukan usaha-usaha ekonomi (termasuk jasa) yang bernilai tambah tinggi. 2) Memproduktifkan aset Yayasan PP Darul Fallah.
3) Mengutamakan kebutuhan anggota dan masyarakat.
4) Mengoptimalkan jaringan usaha koperasi dan pesantren (LM3). 5.3.2. Struktur Organisasi Koppontren Darul Fallah
Koppontren Darul Fallah secara struktural, berada di bawah Yayasan PP. Darul Fallah, namun memiliki struktur kepengurusan sendiri yang berbeda dengan kepengurusan Yayasan. Struktur organisasi terdiri dari pembina, pengawas, yang membawahi tiga manajer unit yaitu manajer unit waserda, manajer unit USP syariah, dan manajer unit peternakan. . Adapun Struktur organisasi Koppontren Darul Fallah dapat dilihat pada Gambar 3.
Gambar 3. Struktur Organisasi Koppontren Darul Fallah
Berdasarkan Surat Penetapan Pengurus Koppontren Darul Fallah No. 09/A/Koppontren-DF/IV/2007, dalam Rapat Formatur pada tanggal 28 April 2007, kepengurusan Koppontren terdiri atas Pembina, 4 orang Pengawas, 3 orang Pengurus, dan 3 orang Manajer Unit. Secara lengkap nama pengurus Darul Fallah saat ini adalah sebagai berikut:
1)Pembina
Kepala Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bogor.
2)Pengawas
a) Dr.Ir.H. Meika Syahbana Rusli, M.Sc b)KH. Abdul Hanan Abbas, Lc
c) Bunzamin Wibisono
d)Maman Suparman, S.Ag, M.Pdl 3)Pengurus
a) Ketua : Emir Farisi, S.Kom
b)Sekretaris : Muslih Hardiansyah, S.Pdl c) Bendahara : Robinson Al-Hadad, S.Pdl 4) Manajer Unit
a) Unit Warung Serba Ada : Ny. Dida Djamilah
b) USP Syariah : Chalid, SS
c) Unit Peternakan : Rudi Yana, S.Pt
Pembina
Pengawas
Pengurus
Manajer Unit Waserda Manajer Unit
Peternakan
Manajer Unit USP Syariah
Jumlah karyawan pada kantor pengurus adalah 3 orang, pada Unit Waserda berjumlah 4 orang, USP Syariah berjumlah 4 orang, dan Unit Peternakan berjumlah 11 orang (5 tenaga kerja borongan). Sedangkan untuk anggota inti Koppontren Darul Fallah sesuai dengan AD/ART adalah terdiri dari:
1) Staf dan karyawan Pesantren Pertanian Darul Fallah. 2) Pengurus Yayasan Pesantren Pertanian Darul Fallah. 3) Para santri yang masih aktif belajar di Darul Fallah.
4) Alumni santri PP Darul Fallah yang mengajukan keanggotaan kembali kepada pengurus Koppontren.
5) Keluarga besar dan simpatisan PP Darul Fallah yang telah dan akan berdedikasi memajukan Koppontren Darul Fallah serta mengajukan diri menjadi anggota Koppontren Darul Fallah kepada pengurus Koppontren. Saat ini, jumlah anggota Koppontren Darul Fallah hampir mencapai 400 orang, dengan jumlah santri sekitar 50 persen, warga dalam komplek pondok pesantren (staf, karyawan, dan guru) sekitar 40 persen, dan dari luar sekitar 10 persen.
5.4. Unit-unit Usaha Koppontren Darul Fallah
Unit-unit usaha yang saat ini aktif dan produktif di bawah pengawasan Koppontren adalah Unit Warung Serba Ada (Waserda), Unit Simpan Pinjam (USP) Syariah, dan Unit Peternakan (Dafa Farm). Pengurus Koppontren tidak mengangkat manajer umum, sehingga kegiatan unit-unit usaha tersebut langsung berada di bawah pengawasan pengurus secara kolektif. Hal ini dilakukan karena sulitnya mencari tenaga manajer umum yang profesional dan menguasai tiga bidang tersebut sekaligus. Selain itu, tingkat kemampuan pengurus maupun unit- unit usaha belum memiliki dana yang memadai untuk menggaji seorang manajer umum. Oleh karena itu, guna mengatasi hal tersebut, selain tugas direktif, pengurus juga berperan melaksanakan tugas manajerial umum bagi ketiga unit usaha yang ada.
Adanya unit-unit usaha tersebut dimaksudkan untuk membantu perekonomian Yayasan PP Darul Fallah dalam mendukung kegiatan pendidikan di Pondok Pesantren. Namun, tidak semua hasil pendapatan yang diperoleh masing-masing unit usaha tersebut diserahkan kepada Yayasan. Hasil dari
pendapatan tersebut sebagian besar digunakan untuk kelangsungan usaha masing- masing. Jika ada unit usaha yang mendapatkan profit tidak berkewajiban untuk memberikan subsidi. Profit unit usaha yang berlebih digunakan untuk meningkatkan kinerja SDM, misalnya memberikan tambahan insentif kepada tenaga kerja.
5.5. Unit Peternakan (Dafa Farm) Koppontren Darul Fallah
Pelaksanaan kegiatan usaha peternakan sudah dimulai sejak pertama kali kegiatan pendidikan dilaksanakan, yakni pada tahun 1963. Pada awalnya usaha peternakan yang dilakukan adalah budidaya kambing perah, sapi perah, dan ayam potong. Unit Peternakan merupakan salah satu unit usaha mandiri yang dilakukan oleh yayasan yang berada di bawah Koppontren untuk peningkatan kemandirian pondok pesantren. Unit Peternakan Pesantren Pertanian Darul Fallah dikenal dengan sebutan Dafa Farm. Saat ini, manajer dari Unit Peternakan adalah Rudy Yana, S.Pt. Berikut di bawah ini dalam Gambar 4 disajikan mengenai struktur unit bisnis dalam Unit Peternakan Koppontren Darul Fallah.
Gambar 4. Struktur Dalam Unit Usaha Peternakan Koppontren Darul Fallah Berdasarkan Gambar 4 di atas dapat diketahui bahwa Unit Usaha Peternakan Koppontren Darul Fallah terdiri dari tiga unit bisnis, diantaranya adalah unit budidaya peternakan sapi perah, unit budidaya peternakan kambing perah, dan pembuatan pakan, Unit Pengolahan Susu (UPS).
Program atau kegiatan yang dilakukan antara lain pengembangan jumlah dan kuantitas ternak, diversifikasi usaha, pengelolaan produksi spesifik dari hulu sampai hilir dan mendirikan pusat pelatihan bisnis peternakan. Pengelolaan produksi spesifik diwujudkan dengan adanya Unit Pengelolaan produksi spesifik
Unit Peternakan Koppontren Darul Fallah Unit Budidaya Sapi Perah Unit Budidaya Kambing Perah Unit Pengolahan Susu
diwujudkan dengan adanya Unit Pengolahan Susu, yakni unit yang memproduksi yoghurt dan susu pasteurisasi.
5.5.1. Visi dan Misi Unit Peternakan
Latar belakang dari unit-unit usaha di bawah Unit Peternakan tersebut adalah untuk menopang keberlangsungan proses pendidikan di Darul Fallah serta untuk membentuk pribadi yang mampu berwirausaha. Visi dari Unit Peternakan sebagaimana yang dipaparkan oleh Manajer Unit Peternakan adalah “Menjadi unit usaha yang mampu berperan sebagai sumber pembiayaan Pondok Pesantren Pertanian Darul Fallah dan menjadi usaha yang berkembang agar dapat menjadi