DAFTAR LAMPIRAN
2.9. Kerangka Pemikiran Operasional
Pertumbuhan ekspor berkaitan erat dengan nilai tukar karena barang – barang ekspor ditentukan oleh satuan mata uang asing. Nilai tukar yang tidak stabil mengakibatkan pertumbuhan ekspor pun menjadi terhambat. Hal ini mengakibatkan harga barang ekspor tidak dapat diprediksikan.
Penelitian mengenai pengaruh fluktuasi nilai tukar terhadap ekspor dan perdagangan telah banyak dilakukan tetapi hasil dari penelitian tersebut beragam. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa hubungan fluktuasi nilai tukar terhadap ekspor mempunyai pengaruh yang tidak pasti. Beragamnya hasil penelitian ini menjadi alasan utama untuk mengetahui pengaruh fluktuasi nilai tukar terhadap ekspor.
Perkembangan ekspor pertanian Indonesia selama kurun waktu sebelas tahun mulai dari tahun 1990 – 2000 mengalami fluktuasi. Pada tahun 1990 – 1997 ekspor pertanian Indonesia cenderung mengalami peningkatan dengan rata – rata pertumbuhan sebesar 11 persen setiap tahunnya. Tetapi pada tahun 1998 ekspor pertanian Indonesia mengalami penurunan dan kemudian kembali meningkat pada tahun 1999. Secara umum rata – rata pertumbuhan ekspor pertanian sebesar 6.8 persen setiap tahunnya. Besarnya ekspor komoditi pertanian Indonesia ini menunjukkan hubungan dengan nilai tukar.
Ekspor pertanian merupakan salah satu sektor dari ekspor Indonesia. Ekspor komoditi unggulan pertanian merupakan salah satu andalan ekspor Indonesia. Karena Indonesia sejak jaman penjajah dulu terkenal sebagai negara utama penghasil tanaman perkebunan di dunia. Tanaman perkebunan yang tinggi di ekspor oleh Indonesia adalah karet alam dan kopi Robusta. Indonesia terkenal sebagai negara terbesar kedua di dunia setelah Vietnam sebagai negara produsen kopi Robusta (AEKI, 2006). Sedangkan pada karet alam Indonesia menempati urutan ketiga besar di dunia setelah Thailand dan Malaysia.
Ekspor komoditi unggulan pertanian ini dipengaruhi oleh permintaan negara pengimpor dan penawaran ekspor. Permintaan negara pengimpor dan penawaran ekspor dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu (1) adanya daya saing dengan negara – negara lain di dunia; (2) adanya penetapan harga pasar dalam negeri dan harga pasar internasional; (3) GDP negara pengimpor; (4) nilai tukar mata uang (Lipsey, 1995).
Nilai tukar saat ini mengalami fluktuasi karena sistem yang dianut merupakan sistem bebas mengambang. Sehingga nilai tukar mengikuti pergerakan mekanisme pasar. Fluktuasi nilai tukar ini dipengaruhi oleh 2 faktor yaitu faktor fundamental ekonomi dan faktor non fundamental ekonomi. faktor fundamental ekonomi terdiri dari tingkat inflasi, money supply, capital flow dan suku bunga. Sedangkan faktor non fundamental ekonomi adalah situasi politik keamanan yang tidak kondusif seperti kerusuhan, pemilu dan jaminan keamanan tidak tentu.
Analisis pengaruh fluktuasi nilai tukar terhadap ekspor komoditi unggulan pertanian ini dianalisis dengan menggunakan model Vector Auto Regression (VAR)dan Vector Error Correction Models (VECM). Variabel – variabel yang digunakan pada penelitian ini dapat menjelaskan pengaruh fluktuasi nilai tukar terhadap ekspor komoditi unggulan pertanian. Selain itu, analisis pengaruh fluktuasi nilai tukar dijelaskan secara deskriptif. Gambaran lengkap mengenai kerangka pemikiran operasional adalah sebagai berikut :
Ekspor Komoditi Unggulan Pertanian ( Karet dan Kopi)
Gambar 1. Kerangka Pemikiran Operasional
2.10. Hipotesis
Berdasarkan studi penelitian terdahulu maka dalam penelitian ini akan diajukan beberapa hipotesis, diantaranya :
1. Ekspor riil komoditi unggulan pertanian (karet dan kopi) ditentukan oleh pendapatan riil luar negeri atau pendapatan riil negara mitra dagang, dimana keduanya memiliki hubungan positif. Jika pendapataan riil negara
Penawaran Ekspor
Permintaan Impor Negara Mitra Dagang
Faktor – faktor yang mempengaruhi ekspor:
1. Harga negara kompetitor 2. Penetapan harga domestik
3. Penetapan harga pasar internasional 4. GDP riil negara pengimpor
5. Nilai tukar riil
Fluktuasi Nilai Tukar
Persamaan Model Vector Auto Regression (VAR) dan Persamaan Model Vector Error
Correction Models (VECM)
Bagaimanakah hubungan fluktuasi nilai tukar terhadap ekspor komoditi unggulan pertanian? Dan faktor – faktor apa yang mempengaruhi ekspor komoditi unggulan pertanian?
mitra dagang meningkat maka ekspor riil komoditi unggulan pertanian (karet dan kopi) pun meningkat.
2. Nilai tukar riil berhubungan negatif dengan ekspor riil komoditi unggulan pertanian (karet dan kopi) sehingga jika nilai tukar riil mengalami apresiasi maka ekspor riil komoditi unggulan pertanian (karet dan kopi) menurun begitu pula sebaliknya.
3. Harga negara kompetitor berpengaruh positif terhadap nilai ekspor komoditi unggulan pertanian (karet dan kopi). Jika harga negara kompetitor meningkat maka nilai ekspor komoditi unggulan pertanian (karet dan kopi) meningkat.
4. Harga domestik berpengaruh negatif terhadap nilai ekspor komoditi unggulan pertanian (karet dan kopi). Jika harga domestik meningkat maka nilai ekspor komoditi unggulan pertanian (karet dan kopi) akan turun. 5. Harga pasar internasional berhubungan positif dengan nilai ekspor
komoditi unggulan pertanian (karet dan kopi). Peningkatan harga pasar internasional akan meningkatkan nilai ekspor komoditi unggulan pertanian (karet dan kopi).
6. Jumlah ekspor komoditi unggulan pertanian (karet dan kopi) berpengaruh positif terhadap nilai ekspor komoditi unggulan pertanian (karet dan kopi). Jika jumlah ekspor komoditi unggulan pertanian (karet dan kopi) meningkat maka nilai ekspor komoditi unggulan pertanian (karet dan kopi) juga mengalami peningkatan.
7. Fluktuasi nilai tukar yang besar akan meningkatkan resiko nilai tukar dan mengurangi aliran perdagangan internasional.
Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder dan bentuk datanya adalah time series bulanan. Data ini merupakan data kuantitatif bulanan pada periode 1992:1 – 2005:12 untuk komoditi kopi dan periode 2000:1 – 2005:12 untuk komoditi karet. Jenis data yang akan digunakan dalam penelitian ini beserta sumbernya disajikan pada tabel berikut ini :
Tabel 5. Jenis dan Sumber Data Yang Digunakan Dalam Penelitian
Jenis Data Sumber Data
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS
Bank Indonesia (BI) Volume dan nilai ekspor
Indonesia komoditi karet dan kopi
Badan Pusat Statistik (BPS), Statistika Keuangan Indonesia (SEKI) dan Gabungan Pengusaha Karet Indonesia (Gapkindo)
Harga domestik sektor ekspor komoditi karet dan kopi
Badan Pusat Statistik (BPS), International Coffee Organization (ICO) dan Gabungan pengusaha Karet Indonesia (Gapkindo)
Harga negara pesaing dan harga internasional komoditi karet dan
kopi
International Coffee Organization (ICO) dan Gabungan Pengusaha Karet Indonesia (Gapkindo)
Gross Domestic Product (GDP) dunia dan Consumer Price
Indeks (CPI) dunia
International Finnancial Statistics (IFS)
Indeks harga konsumen (IHK) dan Industrial Index Production
(IIP)
Data-data yang digunakan dalam penelitian ini juga di dapat dari internet dan bahan pustaka berupa literatur dari buku-buku, majalah, jurnal dan bulletin yang berhubungan dengan topik penelitian ini.