DAFTAR LAMPIRAN
II. TINJAUAN PUSTAKA
5. Publisitas dan Hubungan Masyarakat
3.1. Kerangka Pemikiran
Perkembangan industri telepon seluler saat ini berkembang dengan sangat
pesat. Hal ini membuat masing-masing vendor ponsel mengeluarkan berbagai
strategi tertentu untuk mendapatkan market share yang tinggi dan memenangkan persaingan. Salah satu strategi yang dapat dilakukan adalah strategi promosi pemasaran, yang berupa bauran promosi yang terdiri dari iklan, penjualan pribadi, humas dan publisitas, promosi penjualan dan pemasaran langsung. Bentuk promosi ini sendiri terdiri dari promosi above the line atau promosi langsung dan below the line atau promosi tidak langsung
Promosi merupakan salah satu kegiatan penting dalam pemasaran. Promosi dilakukan untuk mengenalkan produk kepada konsumen, agar konsumen mengetahui, mengenal dan tertarik dengan produk, serta akhirnya melakukan pembelian terhadap produk tersebut. Promosi juga bisa dijadikan sebagai alat untuk membedakan produk yang ditawarkan dengan yang ditawarkan oleh pesaing.
Pentingnya promosi bagi perusahaan membuat perusahaan harus mengeluarkan suatu strategi promosi yang efektif. Strategi promosi harus memperhitungkan kesesuaian antara biaya yang dikeluarkan untuk berpromosi dengan hasil yang didapatkan. Pengukuran keefektifan promosi bisa dilakukan dengan memperhatikan dua dampak, yaitu dampak penjualan dan dampak komunikasi. Dampak komunikasi berupa bagaimana respon konsumen terhadap berbagai bentuk promosi yang dilakukan oleh produk, baik berupa promosi above the line dan juga Promosi below the line. Dampak penjualan dapat dilihat Dari bagaimana kesesuaian antara biaya yang dikeluarkan untuk promosi dengan tingkat penjualan yang didapatkan. Kerangka pemikiran dapat dilihat pada Gambar 1. Selanjutnya pada Gambar 2 diagram alir penelitian menunjukan aliran penelitian dan cara kerja penelitian.
19
Gambar 1. Kerangka pemikiran penelitian Bauran Promosi
Promosi Below The line Promosi Above The Line
Strategi Promosi Ponsel Merk XYZ
Pengukuran Kinerja Promosi Gambaran Umum PT. X Dampak Penjualan Hasil Perhitungan Korelasi Dampak Komunikasi Kuesioner
Perkembangan Industri Telepon Seluler di Indonesia
Diagram Alir Penelitian
Gambar 2. Diagram alir penelitian Strategi Promosi
Biaya Promosi
Tingkat Penjualan
Hubungan Strategi Promosi Dengan Penjualan Pertumbuhan Penjualan Efektif/ Tidak efektif Informasi Dari Konsumen Gambaran Umum PT. X Kesimpulan Mulai
21
Pada tahap awal penelitian dimulai dengan gambaran umum mengenai PT. X. Setelah mengetahui gambaran umum tersebut, maka selanjutnya penelitian dibagi menjadi dua bagian yaitu strategi pemasaran khususnya strategi promosi dan biaya promosi serta mengenai tingkat penjualan. Kegiatan promosi perusahaan secara garis besar dibagi menjadi promosi Below The Line (BTL) dan Above The Line (ATL). Dalam menerapkan strategi dan kegiatan promosi perusahaan pasti akan mengeluarkan biaya untuk mendukung kegiatannya tersebut.
Pada tahap kedua akan dilihat total penjualan produk dan juga pertumbuham penjualan dan total penjualan tersebut akan dibandingkan dengan biaya yang dikeluarkan untuk melakukan promosi. Analisa perbandingan antara tingkat penjualan dan biaya promosi akan dianalisa dengan menggunakan teknik kuantitatif, dengan mengunakan analisa korelasi. Koefisien korelasi digunakan untuk menganalisa hubungan antara biaya promosi terhadap penjualan, baik itu promosi secara ATL maupun promosi yang dilakukan secara BTL. Dari hubungan tersebut dapat diketahui bentuk promosi seperti apa yang paling baik dan efektif bagi PT X.
Keefektifan promosi tidak hanya bisa diukur dengan memperhatikan dampak penjualan yang didapatkan pelanggan, tetapi juga memperhatikan penerimaan dan respon konsumen terhadap promosi yang dilakukan oleh perusahaan, apakah respon tersebut positif dan memberikan manfaat bagi perusahaan atau justru sebaliknya serta bagaimana komunikasi perusahaan terhadap konsumen. Oleh karena itu untuk mengukur dampak promosi terhadap konsumen dilakukan dengan cara kuesioner (Lampiran 2). Pada penelitian ini kuesioner dibatasi hanya diambil pada mahasiswa S1 dan D3 Institut Pertanian Bogor, baik kepada mahasiswa yang menggunakan ponsel merek XYZ ataupun yang tidak menggunakan ponsel merek XYZ. Hal ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana respon yang diterima oleh konsumen, dengan adanya promosi yang dilakukan oleh PT X. Penelitian ini sendiri dilakukan pada kampus IPB Darmaga, hal ini dikarenakan sebagian besar mahasiswa IPB ada di kampus IPB Darmaga.
3.2. Metode Penelitian 3.2.1. Pengumpulan Data
1. Data primer
Data pimer merupakan data yang berasal dari penelitian yang dilakukan, yang diperoleh berdasarkan observasi, pengamatan langsung ke lapangan, wawancara dengan narasumber dan penyebaran kuesioner kepada responden. Pengambilan data primer melalui kuesioner dilakukan pada bulan April dan Mei, yang akan dilakukan di kampus IPB Darmaga. Pengambilan data primer melalui wawancara dengan narasumber dilakukan di kantor pusat PT X.
2. Data sekunder
Data Skunder merupakan data yang telah dikumpulkan oleh pihak lain dan telah diolah lebih lanjut, baik oleh pihak pengumpul data primer maupun oleh pihak lain (Umar, 2004). Data sekunder dapat diperoleh dari berbagai buku literatur, majalah, koran dan internet. Data sekunder berguna untuk memahami masalah secara lebih mendalam dan digunakan juga untuk membantu mendukung data yang sudah diperoleh.
3.2.2 Metoda Penarikan Sampel
Sampling merupakan suatu cara pengumpulan data yang bersifat tidak menyeluruh artinya tidak mencakup seluruh objek penelitian tetapi hanya sebagian dari populasi saja yang diambil (Umar, 2004). Dalam melakukan
penarikan sampling pada penelitian ini menggunakan teknik judgment
sampling, yang termasuk dalam teknik non probability sampling.
Judgment sampling adalah teknik pengambilan sampel berdasarkan pertimbangan tertentu dalam memilih anggota populasi sebagai sampel, dimana anggota populasi ditentukan sendiri oleh periset (Istijanto, 2005). Dalam
penelitian ini, judgment sampling digunakan untuk menentukan wilayah
penarikan sampel dari populasi. Penelitian ini dilakukan di kampus IPB Darmaga, yang terdiri dari delapan fakultas yang ada di Darmaga. Jadi sampel yang akan diambil adalah yang berada di kampus IPB darmaga. Hal ini
23
dilakukan dengan pertimbangan bahwa sebagian besar mahasiswa IPB ada di kampus IPB darmaga. Untuk menentukan jumlah calon responden yang akan dilakukan penarikan sampel akan digunakan rumus Slovin (Umar, 2004).
Perhitungan rumus Slovin :
n = N ...(1)
1+N e2
Dimana : N = Jumlah populasi
n = Jumlah contoh yang diambil
e = Taraf nyata (batas toleransi kesalahan) 10 %
Berdasarkan data dari AJMP IPB jumlah mahasiswa IPB S1 dan D3 pada bulan Februari tahun 2006 adalah 15819 mahasiswa yang tediri dari 8 fakultas dan mahasiswa Tingkat Persiapan Bersama (Lampiran 3).
n = 15819 1 + 11928 (0,1)2
= 99,37 = 100 ( pembulatan keatas)
Berdasarkan rumus Slovin maka jumlah responden yang diambil dan bisa dianggap mewakili adalah 100 responden. Cara penarikan sampel dari responden dibagi berdasarkan persentase jumlah fakultas (8 fakultas), TPB dan total mahasiswa D3. sehingga masing-masing mempunyai proporsi 10 %. Jadi responden yang akan diambil dari 8 fakultas yang ada di IPB, TPB (tingkat persiapan bersama) IPB dan mahasiswa D3 umumnya adalah masing-masing berjumlah 10 responden.