BAB I PENDAHULUAN
F. Kerangka Teori dan Konsepsional
1. Kerangka Teori
Di dalam penelitian diperlukan adanya kerangka teoritis sebagaimana yang dikemukakan oleh Ronny H. Soemitro bahwa untuk memberikan landasan yang mantap pada umumnya setiap penelitian haruslah selalu disertai dengan pemikiran- pemikiran teoritis.28
Kerangka teori merupakan kerangka pemikiran atau butir-butir pendapat, teori, tesis, si penulis mengenai suatu kasus ataupun permasalahan (problem), yang bagi si pembaca menjadi bahan perbandingan, pasangan teoritis, yang mungkin ia setujui ataupun tidak disetujuinya dan ini merupakan masukan eksternal bagi pembaca.29
Menurut Kaelan M.S. Landasan teori pada suatu penelitian adalah merupakan dasar-dasar operasional penelitian. Landasan teori dalam suatu penelitian adalah bersifat strategis artinya memberikan realisasi pelaksanaan penelitian.30
Oleh sebab itu, kerangka teoritis bagi suatu penelitian mempunyai kegunaan sebagai berikut:
1. Teori tersebut berguna untuk mempertajam atau lebih mengkhususkan fakta yang
hendak diselidiki atau diuji kebenarannya;
28
Ronny H. Soemitro, Metodologi Penelitian Hukum, (Jakarta: Penerbit Ghalia, 1982), hal. 37.
29
M. Solly Lubis, Filsafat Ilmu dan Penelitian, (Bandung: Mandar Maju, 1994), hal. 80.
30
Kaelan M.S, Metode Penelitian Kualitatif bidang Filsafat (Paradigma bagi Pengembangan
Penelitian Interdisipliner Bidang Filsafat, Budaya, Sosial, Semiotika, Sastra, Hukum dan Seni),
2. Teori sangat berguna dalam mengembangkan sistem klasifikasi fakta, membina struktur konsep-konsep serta memperkembangkan defenisi-defenisi;
3. Teori biasanya merupakan suatu ikhtisar dari pada hal-hal yang diteliti;
4. Teori memberikan kemungkinan pada prediksi fakta mendatang, oleh karena telah
diketahui sebab-sebab terjadinya fakta tersebut dan mungkin faktor-faktor tersebut akan timbul lagi pada masa-masa mendatang.31
Pasar modal sangatlah penting sebagai sarana di dalam memperoleh modal pembangunan jangka panjang. Dimana pasar modal ini memberikan konstribusi yang sangat produktif. Bapepam-LK dengan fungsinya yang sangat strategis sebagai pembina, pengatur dan pengawas pasar modal, memiliki pengaruh yang sangat besar untuk mewujudkan kegiatan pasar modal yang teratur, wajar dan efisien serta melindungi kepentingan pemodal dan masyarakat. Bagaimana sebetulnya model pengawasan dari pasar modal itu sendiri? Sebagaimana yang telah diamanatkan di dalam Undang-Undang, bahwa model pengawasan yang perlu dikembangkan adalah pengawasan untuk mewujudkan pasar modal yang wajar, teratur dan efisien. Dimana lembaga pengawasan itu diciptakan sebagai suatu lembaga yang mandiri.
Salah satu pentingnya peraturan-peraturan yang akan dikeluarkan oleh Bapepam-LK tentang pasar modal dalam hal melakukan fungsi pengawasannya adalah memberikan kepastian dan perlindungan hukum kepada investor yang mengalami kerugian akibat tindakan emiten atau pemegang saham publik pada saat penawaran saham umum perdana (IPO) sehingga terjadi praktek insider trading.
31
Adanya peraturan yang dikeluarkan oleh Bapepam-LK kiranya dapatlah melindungi para investor dari berbagai masalah di pasar modal di antaranya adalah insider trading. Perdagangan saham haruslah dilakukan secara fair, agar tidak merugikan investor lainnya. Jadi tidak boleh ada investor yang terafiliasi dengan perusahaan publik. Investor dari perusahaan yang terafiliasi itu sebagai agen penjual saham kepada pemodal dan masyarakat, malah melakukan pembelian sendiri atas barang yang dijualnya.
Adanya peraturan yang dikeluarkan oleh Bapepam-LK tersebut diharapkan investor dan perusahaan yang publik dapat mengetahui apa yang menjadi hak dan kewajiban mereka masing-masing sehingga terwujudlah keadilan di antara mereka. Fungsi pengawasan yang dilakukan oleh Bapepam-LK agar terwujud suatu proses trading yang fair. Jadi tidak mungkin terjadi perdagangan saham yang tidak fair. Insider trading terjadi ketika, orang dalam dari suatu perusahaan mempunyai suatu fakta material yang dapat mempengaruhi harga saham. Seperti insider adalah komisaris, direktur atau pegawai perusahaan, pemegang saham utama emiten atau perusahaan publik, orang perseorangan yang karena kedudukan atau profesinya atau karena hubungan usahanya dengan emiten atau perusahaan publik memungkinkan orang tesebut memperoleh informasi orang dalam (inside information). Jadi insiders tersebut mempunyai berbagai informasi berupa fakta material yang mempengaruhi harga saham yang sifatnya non publik. Akhirnya munculah perdagangan saham yang tidak fair atau tidak adil serta tidak mencerminkan prinsip keterbukaan (disclosure).
Teori keadilan sangatlah penting dibahas dalam penulisan tesis ini, dengan adanya prinsip keadilan maka dapatlah menimbulkan suatu integritas dan komitmen dari seluruh para pelaku pasar modal untuk menciptakan kegiatan pasar modal yang teratur, wajar dan efisien. Karena sering kali investor dirugikan karena tindakan emiten atau perusahaan publik yang melakukan pelanggaran dalam pasar modal.
Teori keadilan berkenaan dengan penulisan ini, melihat segala permasalahan dalam kegiatan pasar modal sering kali merugikan masyarakat atau investor dari perbuatan perusahaan efek atau broker yang melakukan penipuan atau penggelapan. Keadilan menurut Aristoteles ialah perlakuan yang sama bagi mereka yang sederajat di depan hukum, tetap menjadi urusan tatanan politik untuk menentukan siapa yang harus diperlakukan sama ataupun sebaliknya.32
Pendapat senada juga dikatakan Satjipto Rahardjo, dalam pembuatan hukum fungsinya sebagai pengatur kehidupan bersama manusia, oleh karena itu hukum harus melibatkan aktivitas dengan kualitas yang berbeda-beda. Pembuatan hukum merupakan awal dari bergulirnya proses pengaturan tersebut, ia merupakan momentum yang memiliki keadaan tanpa hukum dengan keadaan yang diatur oleh hukum. Dia juga mengatakan hukum sebagai perwujudan nilai-nilai yang mengandung arti, bahwa kehadirannya adalah untuk melindungi dan memajukan nilai-nilai yang ada dalam masyarakat.33
32
Lawrence. M. Friedman, American Law an Introduction, Terjemahan Wishnu Bhakti, (Jakarta: PT. Tata Nusa, 2001), hal. 4.
33
Satjipto Raharjo, Sosiologi Hukum: Perkembangan, Metode dan Pilihan Hukum, (Surakarta: Universitas Muhammadyah, 2004), hal. 60.
Suatu Undang-Undang atau peraturan menurut W. Friedman haruslah memberikan keadilan yang sama kepada semua walaupun terdapat perbedaan- perbedaan di antara pribadi-pribadi itu, kalau tidak ada kedudukan sosial, kemajuan dalam hidup dicapai bukan hanya atas dasar reputasi melainkan karena kapasitas, kelas-kelas dalam masyarakat bukan faktor yang menentukan sosial saja.34
Teori hukum yang berasal dari Jeremy Bentham yang menerapkan salah satu prinsip dari aliran utilitarianisme ke dalam lingkungan hukum, yaitu: manusia akan bertindak untuk mendapatkan kebahagiaan yang sebesar-besarnya dan mengurangi penderitaan. Bentham selanjutnya berpendapat bahwa pembentuk undang-undang hendaknya dapat melahirkan undang-undang yang dapat mencerminkan keadilan bagi semua individu. Dengan berpegang pada prinsip tersebut di atas, perundangan itu hendaknya dapat memberikan kebahagiaan yang terbesar bagi sebagian besar masyarakat (the greates happiness for the greatest number).35 Jadi yang diutamakan dalam teori Jeremy Bentham adalah mewujudkan kebahagian yang sebesar-besarnya.
John Stuart Mill memiliki pendapat yang sejalan dengan Jeremy bentham. Kesamaan pendapat itu terletak bahwa suatu perbuatan itu hendaknya bertujuan untuk mencapai sebanyak mungkin kebahagiaan.
34
W. Friedman, Teori dan Filsafat Hukum dalam Buku Telaah Kritis atas Teori-Teori Hukum
diterjemahkan dari buku aslinya legal Teori Oleh Muhammad Arifin, (Jakarta: Raja Grafindo Persada,
1993), hal. 7.
35
Lili Rasjidi, Ira Tania Rasjidi, Pengantar Filsafat Hukum, (Bandung: Mandar Maju, 2002), hal. 61.
Menurut John Stuart Mill, sumber dari kesadaran keadilan itu bukan terletak pada kegunaan, melainkan pada rangsangan untuk mempertahankan diri dan perasaan simpati:36
”Menurut Mill, keadilan bersumber pada naluri manusia untuk menolak dan membalas kerusakan yang diderita, baik oleh diri sendiri maupun oleh siapa saja yang mendapatkan simpati dari kita. Perasaan keadilan akan memberontak terhadap kerusakan, penderitaan, tidak hanya atas dasar kepentingan individual , melainkan lebih luas dari itu, sampai kepada orang lain yang kita samakan dengan diri kita sendiri. Hakikat dari keadilan, dengan demikian mencakup semua persyaratan moral yang sangat hakiki bagi kesejahteraan umat manusia”.
Selain teori keadilan, teori pengawasan juga diperlukan dalam penulisan tesis ini. Fungsi pengawasan dan penegakkan hukum yang dilakukan oleh Bapepam-LK di bidang pasar modal harus diperkuat baik dari sisi regulasi, aparatur, struktur dan infrastruktur-nya. Hal ini penting mengingat ada puluhan triliun bahkan lebih jumlah uang yang beredar di pasar modal. Pelanggaran dan Kejahatan yang terjadi di pasar modal dapat bersifat sistemik dan menghancurkan sendi-sendi ekonomi negara dan masyarakat yang dapat mengakibatkan kondisi ekonomi yang carut marut.
Fungsi pengawasan yang dilakukan Bapepam-LK selama ini sangat lemah dan terkadang dianggap lebih berpihak kepada kepentingan perusahaan efek dan broker. Jika terjadi penipuan dan penggelapan uang nasabah, maka jangan diharap uang nasabah tersebut dapat kembali, sangat kecil sekali kemungkinannya. Kalaupun ada pelaku yang dihukum, jenis dan lamanya hukuman tidak signifikan untuk memberikan keadilan kepada ”korban” dan masyarakat yang mungkin sangat besar
36
menerima imbas dari kejahatan tersebut.37 Kemudian misalnya dalam kasus bank Century, yang menerbitkan produk investasi fiktif atau bodong melalui PT. Antaboga Delta Sekuritas sampai sekarang belum terselesaikan. Dana nasabah pun belum dikembalikan. Bahkan bank ini sekarang tetap ada dan telah berganti nama menjadi bank Mutiara.
Berdasarkan uraian tersebut teori tentang pengawasan juga berkenaan dalam penulisan tesis ini. Menurut Winardi pengawasan tidak hanya melihat sesuatu dengan seksama dan melaporkan hasil kegiatan mengawasi, tetapi juga mengandung arti memperbaiki dan meluruskannya sehingga mencapai tujuan yang sesuai dengan
apa yang direncanakan.38 Dengan demikian pengawasan pada hakekatnya merupakan
tindakan membandingkan antara hasil dalam kenyataan (das sein) dengan hasil yang diinginkan (das sollen). Hal ini disebabkan karena antara kedua hal tersebut sering terjadi penyimpangan-penyimpangan, maka tugas pengawasan adalah melakukan
koreksi atas penyimpangan-penyimpangan tersebut.39 Winardi mengungkapkan
bahwa pengawasan berarti membuat sesuatu terjadi, sesuai dengan apa yang menurut rencana akan terjadi. Perencanaan dan pengawasan boleh dikatakan tidak dapat kita pisahkan satu sama lain, dan mereka ibarat: kembar siam dalam bidang manajemen”.40
37
Husendro, “Merevolusi Bapepam-LK: menjaga ketahanan ekonomi nasional Indonesia”, http://husendro.blogspot.com/2009/01/me-revolusi-bapepam-lk-menjaga.html, terakhir diakses tanggal 17 Februari 2011, hal. 1.
38
Winardi, Manajer dan Manajemen, (Bandung: Citra Aditya Bakti, 2000), hal. 224.
39
Ibid., hal. 226.
40
Sedangkan Syafie, menyebutkan mengenai betapa pentingnya pengawasan bagi pelaksanaan manajemen dan pekerjaan, dengan mengungkapkan bahwa pengawasan adalah salah satu fungsi dalam manajemen untuk menjamin agar pelaksanaan kerja berjalan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan dalam perencanaan. Dengan demikian melalui pengawasan dapat diawasi sejauh mana penyimpangan, penyalahgunaan, kebocoran, kekurangan, pemborosan, kemubaziran, penyelewengan dan lain-lain kendala di masa yang akan datang. Jadi keseluruhan pengawasan adalah aktivitas membandingkan apa yang sedang atau sudah dikerjakan dengan apa yang direncanakan sebelumnya. Karena diperlukan. kriteria, norma, standar dan ukuran.41
Sesuai dengan keberadaan Bapepam-LK yang ada di Indonesia, sebagai regulator dalam pasar modal, Bapepam-LK seharusnya dapat membentuk peraturan- peraturan yang dapat mencerminkan keadilan bagi semua pelaku pasar modal. Dengan demikian dapat terealisasi kepastian hukum dan kenyamanan bagi para pelaku pasar modal untuk berinvestasi dalam pasar modal.
Fungsi pengawasan yang melekat pada Bapepam-LK ini adalah suatu tugas yang harus dilaksanakan dengan fokus. Bapepam-LK haruslah melakukan pengawasan terhadap segala praktik yang akan merugikan salah satu pihak, seperti misalnya kasus gagal serah, gagal bayar dan masalah perdagangan orang dalam (insider trading). Kegiatan pasar modal perlu mendapat pengawasan agar pasar
41
Sofyan Syafri Harahap, Sistem Pengawasan Manajemen. (Jakarta: Pustaka Quantum, 2000), hal. 82-83.
modal dapat dapat berjalan secara teratur, wajar, efisien serta melindungi kepentingan pemodal dan masyarakat (UUPM Pasal 4). Pengawasan penting menghindari pelanggaran yang terjadi.
Bapepam-LK sebagai salah satu lembaga pengawas memiliki kewenangan yang sangat luas meliputi:
1. pemeriksaan
2. penyidikan
3. penyelesaian perselisihan
4. pemeriksaan keberatan
5. pengenaan sanksi administratif 6. menghentikan bursa transaksi.
Kewenangan tersebut dilakukan untuk menciptakan mekanisme perdagangan di dalam pasar modal yang bersih, dan menjaga integritas di dalam pasar modal dalam mewujudkan pasar modal yang wajar, teratur dan efisien. Bapepam-LK tidak hanya diberikan fungsi pengawasan saja, akan tetapi juga diberikan fungsi pengaturan dan pembinaan. Realisasi fungsi di dalam pembinaan, secara rutin Bapepam-LK melakukan berbagai forum baik yang bersifat sosialisasi peraturan perundangan, maupun kegiatan lain yang sifatnya memberikan informasi yang ada kaitannya dengan pasar modal.
Kenyataannya dalam kegiatan pasar modal terdapat berbagai macam masalah, karena itu diperlukan adanya suatu badan pengawas di dalam industri pasar modal.
Mengingat pasar modal merupakan salah satu sumber pembiayaan dunia usaha dan sebagai wahana investasi bagi para pemodal, serta memiliki peranan strategis untuk menunjang pembangunan nasional.
Untuk itu Bapepam-LK memiliki kewenangan yang sangat luar biasa dalam membina, mengatur, dan mengawasi setiap pihak yang melakukan kegiatan di pasar modal. Pengawasan itu dapat dilakukan dengan menempuh upaya-upaya, baik yang bersifat preventif dalam bentuk aturan, pedoman, bimbingan, dan arahan maupun secara refresif dalam bentuk pemeriksaan, penyidikan, dan pengenaan sanksi.