Fahri menunjukkan perilaku yang menunjukkan upaya sungguh-sungguh dalam mengatasi berbagai hambatan belajar dan tugas, serta menyelesaikan tugas sebaik-baiknya. Hal tersebut membuktikan bahwa Fahri tidaklah setengah-setengah dalam menyelesaikan berbagai tugas yang telah dia dapatkan entah itu sebagai pendidik ataupun di dalam bisnisnya. Berikut kutipannya:
"Tidak boleh menyerah, harus dituntaskan malam ini!" Gumamnya sambil bangkit dari duduknya menuju kamar mandi untuk mengambil air wudhu.
Terasa lebih segar. Ia lalu kembali ke laptopnya untuk menyelesaikan karya ilmiahnya (AAC2, 28).
Dalam kutipan di atas Fahri tetap menyelesaikan tugasnya walaupun sudah pukul dua dini hari dan ia masih menyisakan tiga halaman lagi untuk dikerjakan, namun ia tidak menyerah dan tetap menyelesaikan proses editingnya. Selain sebagai dosen Fahri merupakan pembisnis yang sangat ulet dan pekerja keras mengembangkan berbagai usahanya tersebut. Setelah ia selesai memimpin rapat di sebuah minimarket dan restonya hari itu juga mendatangi butiknya untuk memantau walaupun sudah malam, berikut kutipannya:
"Tidak, kita kembali ke tengah kota Edinburgh. Saya mau tengok AFO Boutique kita. Bagaimana perkembangan penjualannya pekan ini."
(AAC2, 69).
Kerja keras Fahri juga tercermin ketika ia menulis disertasi, ia mempunyai target tertentu dan harus ia capai, dengan kerja kerasnya akhirnya ia dapat mencapai targetnya tersebut, berikut kutipannya:
Begitu pula ketika ia hendak menulis Ph.D di Uni-Feiburgh, ia mensyaratkan dirinya selain bahasa Inggrisnya harus mencapai IELT 7.0, untuk bahasa Jerman ia mensyaratkan dirinya sendiri harus mencapai minimal B2.3. Dan dengan kerja keras serta dibantu Aisha istrinya yang menguasai dua bahasa itu dengan sangat fluent, ia akhirnya meraih apa yang ia targetkan (AAC2, 204).
commit to user 6) Kreatif
Kreatif yaitu berpikir dan melakukan sesuatu untuk menghasilkan cara atau hasil baru dari sesuatu yang telah dimiliki. Ide-ide dan usul kreatif selalu muncul dari para pegawai Fahri, berikut cuplikan usul atau ide-ide yang diutarakan pegawai Fahri di dalam sebuah rapat rutin bulanan:
"Saya usul untuk minimarket karena saya sehari-hari bekerja di minimarket. Sebelum bekerja di sini saya sudah bekerja di ASDA. Saya kira, kita sepakat untuk minimarket sasaran kita tidak hanya kalangan Muslim, bahkan sasaran paling besar sesungguhnya bukan kalangan Muslim. Sebab mereka penduduk terbesar kawasan ini. Maka usul saya, bagaimana caranya kita berani memberikan harga lebih murah dari kompetitor, dan berani membuatevent-event diskon yang besar. Dengan demikian, ikon Agnina akan menguat dan dalam rentang satu tahun ke depan laba yang didapat akan berlipat. Jika kita berani memberikan fasilitas khusus, kita bisa buat sistem member get member. Dengan itu, pelanggan loyal bisa kita ikat." (AAC2, 65).
"Resto kita menurutku masih terlalu kecil. Lima meja dengan masing-masing empat kursi. Hanya dua puluh kursi. Kalau jam makan siang, sering menolak tamu karena kursi sudah penuh. Ini kerugian. Dan orang-orang bisa antipati, dari rumah mereka sudah mencoret resto ini karena beranggapan tidak akan dapat kursi. Di basement ada ruang cukup luas.
Menurut saya basement itu kita manfaatkan saja. Gudangnya disewakan saja untuk tempat lain yang lebih murah, sedikit jauh dari sini tidak masalah asal disiapkan alat transportasinya. Saya bukan Muslim, tapi seringkali prihatin jika ada pengunjung yang menanyakan bisa numpang shalat di mana. Karena tidak ada tempat, saya katakan tidak ada. Kalau mau shalat, harus ke lantai tiga di atas minimarket. Ini merepotkan pelanggan. Basement itu sekalian disiapkan satu ruang untuk shalat. Saya bahkan mengalkulasi jika seluruh basement itu kita jadikan tempat resto.
Dengan dua toilet dan tempat shalat. Itu kita bisa menambah tiga puluh lima sampai empat puluh kursi. Jadi total kita akan punya lima puluh lima sampai enam puluh kursi. Keuntungannya, kita bisa proses agar restoran ini layak menerima turis. Kita bisa bekerja sama dengan paket-paket tour Muslim. Restoran Halal yang bisa menampung grup besar wisatawan Muslim di UK ini, bahkan di Eropa, jarang ada. Itu usul saya." (AAC2, 66).
Kedua usul yang kreatif tersebut diutarakan oleh Nona Salma dan Nona Ruth. Jika ingin menaikkan laba dan mengembangkan usaha dibutuhkan keberanian dan ciri khas karena jika bisnis di luar negeri tidak kreatif maka
commit to user
akan sulit untuk berkembang. Ide-ide yang cemerlang dan kreatif seperti yang diutarakan pegawai Fahri tersebut sangat diperlukan untuk memajukan usaha minimarket dan resto tersebut. Ide yang kreatif juga disampaikan oleh pegawai Fahri yang bernama Nona Ruth lagi setelah mengusulkan ide yang pertama untuk menambah kursi serta menambah tempat untuk salat ia juga mengusulkan ide yang kedua yaitu untuk membuka layanan delivery dan menambah menu baru makanan di resto, berikut kutipannya:
"Usul saya yang kedua, kita belum punya layanan delivery. Sudah saatnya membuka pelayanan delivery ketika pelanggan kita mulai banyak. Dan satu lagi, sekalian saja, menu kita terasa Asia Selatan dan Turki. Saya usul, ada tambahan menu Chinese Muslim atau Thailand Muslim, biar lidah Asia Timur lebih masuk." (AAC2, 67).
Ide kreatif juga muncul dari Misbah ketika sedang mendiskusikan tentang pengemis buruk rupa yang masuk di dalam berita dan menuai komentar negatif yang menyerang Agama Islam, berikut usul yang Misbah utarakan:
Misbah memberi usul agar diadakan pendataan yang valid jumlah orang Islam yang menjadi pengemis di Edinburgh berapa. Lalu kota lain, hingga seluruh Inggris raya. Juga pendataan sebab musabab mereka homeless.
Dari situ akan bisa ketahuan akar masalah. Selain memberikan obat untuk masalah, tindak pencegahan agar masalah itu tidak muncul lagi atau bisa diminimalisir munculnya lagi itu sangat penting (AAC2, 183).
7) Mandiri
Mandiri yaitu sikap dan perilaku yang tidak mudah tergantung pada orang lain dalam menyelesaikan tugas. Seperti yang dilakukan Fahri ketika mengantar Nenek Catarina untuk pergi ibadah ke sinagong namun sopirnya yaitu Paman Halusi menolak karena ia masih mengantuk. Fahri memutuskan untuk menyetir dan mengantarkan Nenek Catarina, berikut narasinya:
Misbah mendekat dan memegang tangan Nenek Catarina yang berdiri dengan bertumpu pada satu kaki karena kaki satunya sakit. Fahri masuk ke rumah mengambil kunci mobil lalu membawa mobil ke dekat Nenek Catarina berdiri (AAC2, 102).
Sikap mandiri juga ditunjukkan oleh Heba, ketika ia berkunjung ke rumah Fahri untuk mengantarkan makanan dan menyampaikan permintaan
commit to user
maaf. Berikut jawaban Heba ketika ia ditanya oleh Fahri apakah ia sendirian datang kerumahnya:
"Ya. Sendiri. Ayah ada janji bertemu koleganya. Saya diminta ayah menyampaikan maaf jika ada yang tidak berkenan." (AAC2, 112).
8) Demokratis
Demokratis yaitu cara berpikir, bersikap dan bertindak yang menilai sama hak dan kewajiban dirinya dan orang lain. Sikap tersebut tercermin lewat tokoh Fahri. Ia menyamaratakan para pegawainya dan selalu meminta pendapat mereka untuk kemajuan usaha bisnisnya, berikut ini adalah kutipan yang menunjukkan Fahri bersikap demokratis terhadap para pegawainya:
"Apakah di antara kalian ada yang punya usul untuk meningkatkan laba minimarket dan resto?" tanya Fahri (AAC2, 65).
Kepuasan dari sikap demokratis yang diperlihatkan Fahri ketika mengadakan rapat dengan para pegawai minimarket dan restonya tercermin dari ungkapan mereka memberikan apresiasi berupa tepukan tangan karena merasa puas, berikut narasinya:
Salma tepuk tangan diikuti yang lain. Suasana rapat benar-benar hangat dan penuh kekeluargaan (AAC2, 67).