Bagaimana keadaan pikiran para Ego manusia sebagai penghuni di berbagai bagian alam, akan lebih banyak diceritakan dalam bab masing-masing. Tetapi terlebih dulu orang harus mengetahui bagaimana cara pikiran itu bekerja, baik di bagian rendah maupun di bagian tinggi. Hal ini perlu sekali dimengerti setepat-tepatnya. Itulah sebabnya di sini akan diceritakan lagi secara lebih terperinci tentang berbagai percobaan oleh para penyelidik kita dalam usaha mereka menjelaskan masalah ini.
Pada bagian permulaan penyelidikan ini, ternyata ada sari elemental, baik di alam astral maupun di alam mental, yang sangat berbeda dengan zat di alam-alam tersebut. Sari elemental bersifat peka, tetapi yang ada di alam mental jauh lebih peka dari pada yang ada di alam astral. Sebab jika ada pikiran dalam diri manusia dengan seketika itu ditanggapi oleh sari elemental pikiran. Tetapi di sini di alam mental, semuanya adalah zat
pikiran, dan karena itu tidak hanya sari elementalnya, tetapi materi alam itu sendiri langsung menanggapi dan dipengaruhi oleh pikiran. Maka perlu kami bicarakan perbedaan akibat pada dua hal itu !
Sesudah diadakan berbagai percobaan, yang sifatnya kurang meyakinkan, maka telah diambil suatu metode, yang memungkinkan perbedaan di atas dapat diketahui dengan jelas. Seorang penyelidik tinggal di bagian terendah alam mental, untuk mengirimkan suatu bentuk pikiran. Penyelidik yang lain berada dibagian alam atasnya, demikian rupa sehingga ia dapat melihat dari atas apa yang terjadi, sehingga dapat dihindari kemungkinan kekacauan. Dalam keadaan demikian, telah diadakan juga percobaan mengirimkan pikiran cinta kasih dan yang bersifat menolong kepada orang lain atau seorang teman., yang berada disebuah negeri jauh dari situ.
Akibatnya sangat nyata, di dalam bagian alam terbentuk suatu selongsong yang bergetar, yang mengeluarkan getaran kesegala penjuru sekeliling pemikir, tampaknya seperti gelombang di atas air tenang, sekeliling tempat yang dijatuhi sebuah batu. Hanya dalam hal ini, getarannya atau gelobangnya menuju ke segala penjuru, tidak hanya dalam satu bidang saja. Getaran itu seperti di alam wadag, lambat laun menjadi lemah jika sudah jauh dari sumbernya, tetapi bagi getaran itu melemahnya sangat sedikit sekali, sehingga sesudah jauh sekali baru seperti kehabisan kekuatan, sehingga orang hampir tidak dapat merasakannya lagi.
Demikianlah tiap-tiap orang di alam mental menjadi pusat pikiran yang bercahaya. Maka di dalam alam itu terdapat banyak sekali getaran-getaran, yang saling bertemu dengan yang lain, yang datang dari semua penjuru, namun tanpa mengganggu, seperti cahaya-cahaya di dalam dunia ini.Bentuk cahaya itu seperti bola, yang berwarna bermacam-macam dan selalu berubah. Tetapi warna ini semakin jauh semakin lemah, sekalipun dengan sangat lambat sekali.
Gelombang pikiran di atas berpengaruh pada sari elemental dialam itu, tetapi juga sangat berbeda dengan yang ada dialam astral.Sebab di alam mental dengan seketika menimbulkan bentuk seperti bentuk manusia dengan hanya berwarna satu saja, tetapi dalam berbagai nuansa.
Bentuk tersebut secepat kilat dan seketika itu juga sudah sampai pada teman yang dipikir, yang didoakan kebaikannya, bahkan sesudah sampai, mengumpulkan sari elemental dari alam astral. Akibatnya jadilah ia suatu elemental buatan biasa, seperti telah diterangkan di dalam pelajaran tentang alam astral. Elemental ini menunggu kesempatan baik, untuk menuangkan dirinya sebagai pengaruh yang menolong teman tersebut di atas. Setelah berubah menjadi astral, kecemerlangan cahayanya menjadi kurang, menjadi lebih suram, sekalipun warna merah mawarnya tetap tampak di dalam bungkusnya dari zat alam lebih rendah. Warna merah mawar itu juga terdapat pada pikiran aslinya, sebab itulah yang menjiwai atau yang menghidupi sari elemental di alam mental.
Demikianlah pikiran yang sama itu ditambah dengan bentuknya sebagai elemental mental, yang menjiwai elemental
astral-nya. Kejadian demikian dapat dilihat juga pada Roh manusia (ultimate spirit), jika ia membungkus dirinya dengan berbagai badan, jika ia membabarkan diri dalam berbagai alam dengan bagian-bagiannya. Metodenya hampir sama !
Setelah diadakan percobaan lebih lanjut lagi mengenai hal seperti itu, diketahui suatu kenyataan baru. Fakta tersebut berhubungan dengan warna elemental, yang erat berhubungan dengan sifat pikiran. Jika pikiran itu bersifat cinta kasih yang kuat, yang ditimbulkan adalah suatu mahluk dengan warna merah mawar yang menyala-nyala. Pikiran yang mengandung keinginan besar untuk menyembuhkan, yang dikirim kepada seorang teman yang sakit, akan menimbulkan sebuah elemental yang berwarna putih perak sangat indah. Sedangkan pikiran yang dikirim kepada orang, yang tertekan perasaannya, dan yang merasa kehilangan harapan, dengan maksud agar dengan sungguh-sungguh mau memperkuat pikirannya, akan menimbulkan elemental dengan warna kuning emas, mengkilat sangat indah.
Dalam semua hal itu dapat dilihat, bahwa selain ditimbulkan getaran dengan warna bermacam-macam di dalam zat alam itu, juga ditimbulkan suatu bentuk elemental dengan daya kekuatan di dalamnya, yang menuju kepada orang, yang menjadi tujuan pikiran. Tetapi mengenai hal ini ada satu perkecualiannya yang tampak sangat jelas. Salah seorang penyelidik berada dibagian rendah dan ia mengirimkan pikiran cinta kasih dan bakti sangat kuat kepada seorang Adept, Guru Rohaniahnya itu diketahui seketika oleh penyelidik lain-lain tersebui atas. Adapun
akibatnya dalam suatu hal, seperti kebalikan dari apa yang tersebut di atas.
Orang harus beranggapan, bahwa siswa seorang Adept, selalu berhubungan dengan Gurunya melalui suatu aliran pikiran pengaruh yang tetap. Hal ini tampak di alam mental sebagai suatu berkas sinar besar atau suatu cahaya mengalir yang menyilaukan yang memiliki, semua warna - ungu, keemasan, biru. Mungkin dikira, bahwa pikiran sang siswa yang bersungguh- sungguh, penuh cinta kasih, akan mengirimkan getaran khusus yang akan bergerak melalui cahaya di atas.
Tetapi bukan itu, melainkan suatu penambah intensitas warna aliran cahaya di atas, yang menuju kepada sang siswa. Dengan demikian ternyata bahwa bila sang siswa menujukan pikirannya kepada Gurunya, apa yang sebenarnya ia lakukan adalah menghidupkan hubungannya dengan Guru itu . Dengan jalan demikan terbukalah curahan tambahan, yang mengeluarkan daya yang memperkuat dirinya, dan menolongnya dari alam luhur. Tampaknya Sang Guru begitu berlimpah dengan kekuatan pengaruh besar, yang menolong dan memperkuat, sehingga setiap pikiran meningkatkan kegiatan saluran penghubung dengan dirinya tidak menimbulkan aliran kepadanya seperti biasanya; tetapi membuat saluran cinta kasih beliau yang sangat melimpah-ruah lebih besar mengalir melaluinya kepada siswa itu.
Di bagian "arupa" perbedaan pengaruhnya tampak sangat jelas, terutama sekali yang berhubungan dengan sari elemental. Gangguan yang ditimbulkan di dalam zatnya saja, sifatnya sama tetapi sangat diperkuat di dalam zat yang lebih halus ini. Hanya
di sini tidak menimbulkan suatu bentuk sama sekali dalam sari elemental, sedang metode kerja sama sekali telah diubah!
Semua percobaan di alam lebih rendah selalu menunjukan elemental yang berada di dekat orang yang dipikir, menunggu kesempatan baik guna memberikan kekuatannya kepada badan pikirannya, badan astralnya, bahkan kepada badan wadagnya. Di-alam luhur ini hasilnya adalah suatu macam sinar halilintar dari sari elemental dari badan karana si pemikir langsung ke badan karana orang yang dipikir; di sini kita mempengaruhi ego yang menjelma, yaitu manusia sejatinya. Dan jika pikiran yang kita kirimkan mempunyai hubungan dengan diri rendahnya, ia juga sampai kepadanya dari atas melalui badan karana. Tetapi pikiran yang dikirimkan dari alam pikiran bagian rendah selalu hanya sampai pada diri rendah orang yang dikirim.