PUBLIC AWARENESS
5.1. KERJASAMA DAN KOORDINASI INSTANSI TERKAIT
Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Merauke adalah salah satu Unit Pelaksana Teknis Badan Karantina Pertanian yang memiliki wilayah administratif layanan di 3 (tiga) Kabupaten Provinsi Papua yang senantiasa menjalin hubungan baik dengan instansi-instansi terkait di seluruh wilayah kerja agar terjalin sinergi yang baik terhadap pelaksanaan tugas pokok dan fungsi perkarantinaan.
Penguatan kerjasama dan public awareness dipandang sangat penting, karena dengan kerjasama dan koordinasi yang baik khususnya dengan instansi
terkait dan stakeholder maka pelaksanaan tugas pokok dan fungsi karantina pertanian akan memperoleh dukungan semua pihak.
Pada tanggal 18 Desember 2017 Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Merauke menyelenggarakan Rapat Koordinasi Antar Instansi Terkait dan Sosialisasi Karantina Pertanian di Ruang Kidup Hotel Swissbel Merauke dengan mengundang para tamu undangan dari instansi terkait se Kabupaten Merauke dan narasumber antara lain dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Papua, Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah X Papua,
PT. Pos Indonesia, Kepolisian Resort Merauke dan Dinas Ketahanan Pangan, Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Merauke. Pada kegiatan rapat koordinasi dan sosialisasi tersebut mengangkat tema ”Upaya Mendukung Ketahanan Pangan Di Merauke dan Deklarasi Papua Bebas Rabies”, yang dibuka langsung oleh Asisten I Bidang Perekonomian Kabupaten Merauke yaitu Bapak Sunaryo, S.Sos yang dihadiri 25 (dua puluh lima) tamu undangan dan 4 (empat) orang narasumber yang ditunjuk untuk menyampaikan materi.
Pada acara rapat koordinasi tersebut beliau menyampaikan bahwa Pemerintah Daerah Kabupaten Merauke siap mendukung sepenuhnya terhadap kegiatan pelaksanaan tindakan karantina yang dilakukan oleh Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Merauke, dalam rangka upaya mendukung ketahanan pangan, kemandirian pangan di Kabupaten Merauke dan mempertahankan Papua bebas
Rabies serta siap melakukan Memoraudom of Understanding (MOU) atau kerjasama dengan Stasiun Karantina Pertanian, bahkan beliau siap pasang badan apabila sangat dibutuhkan demi kemajuan pertanian dan kesejahteraan masyarakat Merauke khususnya dan Papua pada umumnya.
Selesai acara pembukaan dilanjutkan dengan penyampaian materi dari masing-masing narasumber. Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Papua diwakili oleh Drh.I Nyoman Polos selaku Kepala Bidang Kesehatan Hewan, Kepolisian Resort Merauke diwakili oleh Bapak Syukur Purba, PT. Pos Indonesia diwakili oleh Bapak Yunan Achmad Setyawan,
Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah X Papua diwakili oleh Bapak Richard Martin dan Ir. Raden Bambang Dwiatmoko, M.Si, dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Merauke sebagai moderatornya.
Diakhir acara kegiatan rapat koordinasi dan sosialisasi tersebut dilakukan penandatanganan pernyataan dukungan oleh 4 (empat) instansi yaitu 1). Kepolisian Resort Merauke, 2). Dinas Ketahanan Pangan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Merauke, 3). Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah X Papua dan PT. Pos Indonesia, yang disaksikan langsung oleh para tamu undangan.
5.2. PUBLIC AWARENESS.
Kegiatan Public Awareness dilaksanakan sebagai upaya untuk mendapatkan dukungan dan peran serta masyarakat, sehingga diperoleh kinerja yang maksimal. Meningkatkan pemahaman masyarakat (pengguna
jasa ) terhadap peraturan perkarantinaan. Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Merauke tahun 2017 telah melaksanakan kegiatan Public Awareness yang dikemas pada acara Rapat Koordinasi dengan Pengguna Jasa dengan tema “ Revisi Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 2016 Tentang Jenis Dan Tarif Atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak”.
Rapat koordinasi diselenggarakan pada tanggal 09 Februari 2017 di Aula Kantor Induk Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Merauke dengan narasumber Muhammad Musdar, S.IP.MM dan mengundang seluruh pengguna jasa se Kabupaten Merauke serta seluruh pegawai Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Merauke. Pada kegiatan tersebut menghasilkan rumusan sebagai berikut :
1. Dengan diberlakukan Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 2016 tentang Jenis dan Tarif Atas Jenis PNBP yang diberlakukan Kementerian Pertanian yang ditindaklanjuti oleh Kepala SKP Kelas I Merauke dengan menetapkan Keputusan tentang Penetapan Tarif Transport Lokal Dalam Rangka Pemeriksaan Karantina Di Luar Pabean, diharapkan pengguna jasa mengerti, memahami dan menyadari bahwa peraturan yang diberlakukan tersebut untuk kepentingan bersama baik bagi instansi maupun pengguna jasa.
2. Para stakeholder / para pihak pengiriman jasa barang mengetahui tentang adanya perubahan peraturan atas Tarif Jasa Karantina, sehingga ke depan para stakeholder tidak kaget, seolah-olah petugas
Karantina seenaknya merubah Tarif Jasa Karantina selain itu juga untuk memperoleh masukan-masukan, pendapat dan saran serta keluhan dari pengguna jasa terhadap SKP Kelas I Merauke;
3. Dibutuhkan justifikasi / dasar alasan pertimbangan dalam menerapkan Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 2016 sesuai hati nurani dan dapat diterima akal sehat.
4. Dengan diberlakukan Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 2016, selain disosialisasikan perlu ditunjukkan bukti tertulis tentang penetapan tarif transport lokal dalam rangka pemeriksaan tindakan karantina.
5. Diharapkan pembayaran pemeriksaan karantina dilakukan di kantor Karantina, agar tidak menimbulkan kecurigaan dari pihak lain dan Petugas SKP Kelas I Merauke diberlakukan jadwal piket baik di bandara maupun di pelabuhan.
6. Kegiatan sosialisai perkarantinaan perlu di lakukan secara kontinyu agar masyarakat lebih memahami akan tugas dan tanggung jawab Badan Karantina Pertania sehingga akan tercipta kesadaran dari masyarakat akan pentingnya karantina pertanian.
Berbagai upaya telah dilakukan oleh Kepala Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Merauke mulai dari kegiatan Sosialisasi Karantina Pertanian, Bulan Bhakti Karantina Pertanian berupa tindakan nyata donor darah
bekerjasama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Merauke dan telah menyelenggarakannya sosialiasasi Sistem Manajemen Mutu dari PT. Mutuagung Lestari sejak tahun 2015., turut berpartisipasi pada kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Merauke adalah wujud dari upaya Kepala Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Merauke untuk memperkenalkan lebih jauh tentang peran karantina pertanian secara umum kepada masyarakat maka Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Merauke menjalin kerjasama dengan Perguruan Tinggi Negeri yaitu Universitas Musamus
Merauke sejak tahun 2013 khusus dengan Fakultas Pertanian.
Bentuk kerjasama antara lain dengan penyelenggaraan sosialisasi di auditorum Universitas Musamus dengan seluruh mahasiswa Fakultas Pertanian dan Peternakan sedangkan dari pihak Universitas Musamus menindaklanjuti dengan kegiatan Paktek Kerja Lapangan bagi mahasiswa yang akan menyelesaikan studi di Fakultas Pertanian.
Tahun 2017 Stasiun Karantina Karantina Pertanian Kelas I Merauke telah menfasilitasi 3 (tiga) orang mahasiswa Universitas Musamus untuk melaksanakan Praktik Kerja Lapangan (PKL). Berikut nama mahasiswa yang melakukan PKL Tahun 2017 pada tabel 22.
Tabel 22 Daftar Nama Mahasiswa Yang Melakukan PKL Tahun 2017
No. Nama Asal Fakultas Dosen Pembimbing
1. Santi Wayok Pertanian Irene I. Praptiwi, S.Pt.,MP. SM. Salamony, S.Pt, M.Si 2. Emanuel El Kahol Pertanian
3. Yohanes S.N Renwarin Pertanian
5.4. SISTEM MANAJEMEN MUTU.
Tantangan global yang dihadapi dunia saat ini tidak dapat dihindari baik dari sektor pemerintah maupun swasta, mau tidak mau semua pihak dituntut untuk mempersiapkan diri agar mampu bertahan (survive) dalam menghadapi kondisi tersebut. Seiring dengan globalisasi ini standarisasi manajemen telah menjadi isu utama lebih khusus lagi standarisasi sistem manajemen mutu. Oleh karena itu Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Merauke sejak tahun 2015 telah menyelenggarankan Sosialisasi Sistem Manajemen Mutu (SMM) ISO 9001:2008, berkaitan dengan hal tersebut Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Merauke berupaya terus menerus untuk mengimplementasikan persyaratan standar yang harus dipenuhi sesuai Standar Manajemen Mutu (SMM).
5.4.1. AUDIT SURVEILLANCE.
Untuk meninjau konsistensi penerapan Sistem Manajemen Mutu (SMM), telah dilakukan audit surveillence ke 2 (dua) SMM ISO 9001:2008 pada Stasiun karantina Pertanian Kelas I Merauke, kegiatan tersebut dilaksanakan
selama 4 (empat) hari dari tanggal 11 sampai dengan 15 Desember 2017, dengan lokasi audit di Kantor Induk Mopah Lama, wilayah kerja Bandar Udara Mopah dan wilayah kerja Pelabuhan Laut Merauke, sebagai auditornya Ibu Wa Ode Khairunisa, SP.
Pada kegiatan audit surveillance ke 2 (dua) yang diperiksa antara lain : (1) meninjau konsistensi penerapan sistem manajemen mutu yang diterapkan organisasi terhadap standar ISO 9001:2008, (2) efektifitas tindakan perbaikan atas hasil audit sebelumnya dan kesesuaian tinjauan terhadap peluang-peluang untuk meningkatkan sistem manajemen yang diterapkan di Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Merauke.
Pelaksanaan audit surveillance ke 2 dilakukan oleh PT. Mutuagung Lestari sebagai salah satu lembaga yang sudah disertifikasi oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN) untuk mengeluarkan sertifikasi ISO 9001: 2008.
Audit dilakukan dengann sistem uji petik (sampling method) sehingga memungkinkan adanya pengamatan terhadap ketidaksesuaian yang mungkin ditemukan selama kegiatan audit berlangsung. Adapun auditeenya meliputi : Pimpinan Puncak, Wakil Manajemen, Pengendali Dokumen, Pengendali Rekaman dan bidang yang terlibat antara lain : Fungsional Karantina Hewan, Fungsional Karantina Tumbuhan, Petugas Pelayanan,
Pelaksana Laboratorium dan Penanggungjawab Pengadaan.
Keseluruhan proses audit surveillance yang telah dilaksanakan berjalan dengan lancar. Dari hasil audit diketahui bahwa pengendalian rekaman sudah
kemudahan dalam mengambil rekaman. Manajer Puncak juga telah menunjukkan komitmen yang baik dalam menjamin penerapan sistem manajemen mutu. Komunikasi internal telah berjalan dengan baik di organisasi, dimana untuk mengkomunikasikan komitmen manajemen puncak menggunakan beberapa cara antara lain : diadakan rapat, briefing pelaksanaan, apel rutin pegawai setiap awal minggu dan lain-lain. Organisasi juga sudah memasang logo sertifikasi pada berbagai media yang diperkenankan sesuai aturan penggunaan logo sertifikasi seperti pada eksterior / interior gedung UPT, kendaraan UPT, media publikasi dan literatur UPT baik cetak maupun
elektronik, perlengkapan display pameran dll.
Namun demikian masih ada beberapa ketidaksesuaian mayor dan minor serta saran-saran yang diberikan oleh auditor untuk peningkatan dan perbaikan penerapan sistem manajemen mutu yang akan segera ditindaklanjuti oleh Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Merauke, sesuai dengan komitmen untuk terus menerus memperbaiki dan meningkatkan kinerja organisasi dalam rangka proses reformasi birokrasi yang sedang berjalan.
5.5. INHOUSE TRAINING BAGI PEGAWAI.
5.5.1. INHOUSE TRAINING STANDAR PELAYANAN PUBLIK DAN PRA