• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL DAN PEMBAHASAN

4.4 Kerusakan Contoh Uj

Ketahanan contoh uji dapat juga dilihat dari penampilan fisiknya. Penampilan fisik contoh uji papan partikel adalah permukaannya yang keras sehingga menyulitkan rayap untuk menggigitnya. Kondisi sebelum dan sesudah pengumpanan tidak jauh berbeda akan tetapi berbeda halnya dengan contoh uji kayu kontrol. Rayap memakan contoh uji baik berupa papan partikel dan kayu kontrolnya. Hal ini dikuatkan oleh kerusakan contoh uji dan bekas yang ditimbulkan rayap, serta berubahnya berat contoh uji baik sebelum dan sesudah pengumpanan. Kerusakan contoh uji papan partikel pada pengujian baik SNI maupun JIS akan memberikan bekas kerusakan yang sama, yakni berbentuk bulat dan contoh uji papan partikel akan terlihat berlubang. Berikut beberapa gambar contoh uji papan partikel sebelum dan sesudah pengumpanan.

(a) (b)

Gambar 10 Papan partikel sengon kerapatan rendah pada pengujian menggunakan metode(a). SNI(b). JIS.

(a) (b)

Gambar 11 Papan partikel sengon kerapatan sedang pada pengujian menggunakan metode(a). SNI (b). JIS.

Sebelum Setelah Sebelum Setelah

Sebelum Setelah Sebelum Setelah

4.4 Kerusakan Contoh Uji

Ketahanan contoh uji dapat juga dilihat dari penampilan fisiknya. Penampilan fisik contoh uji papan partikel adalah permukaannya yang keras sehingga menyulitkan rayap untuk menggigitnya. Kondisi sebelum dan sesudah pengumpanan tidak jauh berbeda akan tetapi berbeda halnya dengan contoh uji kayu kontrol. Rayap memakan contoh uji baik berupa papan partikel dan kayu kontrolnya. Hal ini dikuatkan oleh kerusakan contoh uji dan bekas yang ditimbulkan rayap, serta berubahnya berat contoh uji baik sebelum dan sesudah pengumpanan. Kerusakan contoh uji papan partikel pada pengujian baik SNI maupun JIS akan memberikan bekas kerusakan yang sama, yakni berbentuk bulat dan contoh uji papan partikel akan terlihat berlubang. Berikut beberapa gambar contoh uji papan partikel sebelum dan sesudah pengumpanan.

(a) (b)

Gambar 10 Papan partikel sengon kerapatan rendah pada pengujian menggunakan metode(a). SNI(b). JIS.

(a) (b)

Gambar 11 Papan partikel sengon kerapatan sedang pada pengujian menggunakan metode(a). SNI (b). JIS.

Sebelum Setelah Sebelum Setelah

Sebelum Setelah Sebelum Setelah

4.4 Kerusakan Contoh Uji

Ketahanan contoh uji dapat juga dilihat dari penampilan fisiknya. Penampilan fisik contoh uji papan partikel adalah permukaannya yang keras sehingga menyulitkan rayap untuk menggigitnya. Kondisi sebelum dan sesudah pengumpanan tidak jauh berbeda akan tetapi berbeda halnya dengan contoh uji kayu kontrol. Rayap memakan contoh uji baik berupa papan partikel dan kayu kontrolnya. Hal ini dikuatkan oleh kerusakan contoh uji dan bekas yang ditimbulkan rayap, serta berubahnya berat contoh uji baik sebelum dan sesudah pengumpanan. Kerusakan contoh uji papan partikel pada pengujian baik SNI maupun JIS akan memberikan bekas kerusakan yang sama, yakni berbentuk bulat dan contoh uji papan partikel akan terlihat berlubang. Berikut beberapa gambar contoh uji papan partikel sebelum dan sesudah pengumpanan.

(a) (b)

Gambar 10 Papan partikel sengon kerapatan rendah pada pengujian menggunakan metode(a). SNI(b). JIS.

(a) (b)

Gambar 11 Papan partikel sengon kerapatan sedang pada pengujian menggunakan metode(a). SNI (b). JIS.

Sebelum Setelah Sebelum Setelah

(a) (b)

Gambar 12 Papan partikel cempaka kerapatan rendah pada pengujian menggunakan metode(a). SNI (b). JIS.

(a) (b)

Gambar 13 Papan partikel cempaka kerapatan sedang pada pengujian menggunakan metode(a). SNI (b). JIS.

(a) (b)

Gambar 14 Papan partikel manglid kerapatan rendah pada pengujian menggunakan metode(a). SNI (b). JIS.

(a) (b)

Gambar 15 Papan partikel manglid kerapatan sedang pada pengujian menggunakan metode(a). SNI (b). JIS.

Sebelum Setelah Sebelum Setelah

Sebelum

Sebelum Setelah Setelah

Sebelum

Sebelum Setelah Setelah

Sebelum

Sebelum Setelah Setelah

(a) (b)

Gambar 12 Papan partikel cempaka kerapatan rendah pada pengujian menggunakan metode(a). SNI (b). JIS.

(a) (b)

Gambar 13 Papan partikel cempaka kerapatan sedang pada pengujian menggunakan metode(a). SNI (b). JIS.

(a) (b)

Gambar 14 Papan partikel manglid kerapatan rendah pada pengujian menggunakan metode(a). SNI (b). JIS.

(a) (b)

Gambar 15 Papan partikel manglid kerapatan sedang pada pengujian menggunakan metode(a). SNI (b). JIS.

Sebelum Setelah Sebelum Setelah

Sebelum

Sebelum Setelah Setelah

Sebelum

Sebelum Setelah Setelah

Sebelum

Sebelum Setelah Setelah

(a) (b)

Gambar 12 Papan partikel cempaka kerapatan rendah pada pengujian menggunakan metode(a). SNI (b). JIS.

(a) (b)

Gambar 13 Papan partikel cempaka kerapatan sedang pada pengujian menggunakan metode(a). SNI (b). JIS.

(a) (b)

Gambar 14 Papan partikel manglid kerapatan rendah pada pengujian menggunakan metode(a). SNI (b). JIS.

(a) (b)

Gambar 15 Papan partikel manglid kerapatan sedang pada pengujian menggunakan metode(a). SNI (b). JIS.

Sebelum Setelah Sebelum Setelah

Sebelum

Sebelum Setelah Setelah

Sebelum

Sebelum Setelah Setelah

Sebelum

(a) (b)

Gambar 16 Papan partikel campuran kerapatan rendah pada pengujian menggunakan metode(a). SNI (b). JIS.

(a) (b)

Gambar 17 Papan partikel campuran kerapatan sedang pada pengujian menggunakan metode(a). SNI (b). JIS.

Kerusakan yang terjadi pada contoh uji papan partikel terdapat pada bagian permukaan yang bisa dijangkau oleh rayap. Kerusakan yang terjadi juga terlihat menyebar, tidak hanya pada satu titik saja. Hal ini diduga karena rayap akan mencari bagian dari contoh uji papan partikel yang banyak terdapat partikel kayu dan sedikit atau tidak tertutup parafin. Kerusakan contoh uji papan partikel kerapatan rendah lebih parah dibandingkan dengan kerusakan papan partikel kerapatan sedang. Semakin tinggi kelas keawetannya maka kerusakan contoh uji yang terjadi setelah pengumpanan akan semakin sedikit. Begitu pula sebaliknya, semakin rendah kelas keawetannya maka kerusakan contoh akan semakin banyak, parah, dan terlihat jelas. Sebagai contoh, kerusakan contoh uji papan partikel sengon akan lebih parah dibandingkan papan partikel manglid.

(a) (b)

Gambar 18 Solid sengon pada pengujian menggunakan metode(a). SNI (b). JIS.

Sebelum Setelah Sebelum Setelah

Sebelum Setelah Sebelum Setelah

Sebelum Setelah Sebelum Setelah

(a) (b)

Gambar 16 Papan partikel campuran kerapatan rendah pada pengujian menggunakan metode(a). SNI (b). JIS.

(a) (b)

Gambar 17 Papan partikel campuran kerapatan sedang pada pengujian menggunakan metode(a). SNI (b). JIS.

Kerusakan yang terjadi pada contoh uji papan partikel terdapat pada bagian permukaan yang bisa dijangkau oleh rayap. Kerusakan yang terjadi juga terlihat menyebar, tidak hanya pada satu titik saja. Hal ini diduga karena rayap akan mencari bagian dari contoh uji papan partikel yang banyak terdapat partikel kayu dan sedikit atau tidak tertutup parafin. Kerusakan contoh uji papan partikel kerapatan rendah lebih parah dibandingkan dengan kerusakan papan partikel kerapatan sedang. Semakin tinggi kelas keawetannya maka kerusakan contoh uji yang terjadi setelah pengumpanan akan semakin sedikit. Begitu pula sebaliknya, semakin rendah kelas keawetannya maka kerusakan contoh akan semakin banyak, parah, dan terlihat jelas. Sebagai contoh, kerusakan contoh uji papan partikel sengon akan lebih parah dibandingkan papan partikel manglid.

(a) (b)

Gambar 18 Solid sengon pada pengujian menggunakan metode(a). SNI (b). JIS.

Sebelum Setelah Sebelum Setelah

Sebelum Setelah Sebelum Setelah

Sebelum Setelah Sebelum Setelah

(a) (b)

Gambar 16 Papan partikel campuran kerapatan rendah pada pengujian menggunakan metode(a). SNI (b). JIS.

(a) (b)

Gambar 17 Papan partikel campuran kerapatan sedang pada pengujian menggunakan metode(a). SNI (b). JIS.

Kerusakan yang terjadi pada contoh uji papan partikel terdapat pada bagian permukaan yang bisa dijangkau oleh rayap. Kerusakan yang terjadi juga terlihat menyebar, tidak hanya pada satu titik saja. Hal ini diduga karena rayap akan mencari bagian dari contoh uji papan partikel yang banyak terdapat partikel kayu dan sedikit atau tidak tertutup parafin. Kerusakan contoh uji papan partikel kerapatan rendah lebih parah dibandingkan dengan kerusakan papan partikel kerapatan sedang. Semakin tinggi kelas keawetannya maka kerusakan contoh uji yang terjadi setelah pengumpanan akan semakin sedikit. Begitu pula sebaliknya, semakin rendah kelas keawetannya maka kerusakan contoh akan semakin banyak, parah, dan terlihat jelas. Sebagai contoh, kerusakan contoh uji papan partikel sengon akan lebih parah dibandingkan papan partikel manglid.

(a) (b)

Gambar 18 Solid sengon pada pengujian menggunakan metode(a). SNI (b). JIS.

Sebelum Setelah Sebelum Setelah

Sebelum Setelah Sebelum Setelah

(a) (b)

Gambar 19 Solid cempaka pada pengujian menggunakan metode (a). SNI (b). JIS.

(a) (b)

Gambar 20 Solid manglid pada pengujian menggunakan metode(a). SNI (b). JIS. Kondisi fisik contoh uji kontrol sebelum dan sesudah pengumpanan berbeda dengan jelas akibat serangan rayap untuk memperoleh selulosa yang terkandung di dalam contoh uji tersebut.Kerusakan contoh uji kayu kontrol sengon, cempaka,dan manglid pada pengujian menggunakan SNI dan JIS memberikan bentuk yang berbeda. Perbedaannya terlihat bahwa kerusakan contoh uji kayu kontrol pada pengujian menggunakan SNI adalah contoh uji yang telah diumpan ke rayap akan berbentuk memanjang atau membentuk alur. Sementara itu, kerusakan contoh uji pada pengujian menggunakan JIS akan memeperlihatkan bentuk yang bulat. Hal ini sesuai dengan pernyataan yang dikemukakan oleh Simamora (2010), pola kerusakan contoh uji kayu metode SNI berbentuk memanjang dan pada contoh uji kayu metode JIS berbentuk bulat.Kerusakan terparah pada kayu sengon, cempaka, dan karet karena kayu ini termasuk kayu dengan kelas awet yang rendah.Lain halnya dengan kayu manglid dan cempaka yang termasuk kelas tahan maka kerusakan yang terjadi tidak begitu terlihat parah. Sebelum Sebelum Sebelum Sebelum Setelah Setelah Setelah Setelah

BAB V

Dokumen terkait