• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL DAN PEMBAHASAN

4.2 Metode Pengujian JIS K 1571-

4.2.1 Kehilangan Berat

Nilai persentase kehilangan berat masing-masing contoh uji papan partikel kerapatan rendah dan sedang kayu sengon, cempaka dan manglid pada pengujian menggunakan metode JIS selengkapnya disajikan pada Lampiran 4. Rata-rata persentase kehilangan berat papan partikel kerapatan rendah dari keempat jenis berkisar antara (2,00-2,75)%. Sementara itu, persentase nilai kehilangan berat papan partikel kerapatan sedang dari keempat jenis berkisar antara (1,05-1,66)%. Rata-rata nilai persentase kehilangan berat papan partikel kerapatan rendah dan sedang kayu sengon, cempaka dan manglid pada pengujian menggunakan metode JIS disajikan pada Tabel 14 dan hubungan secara skematis data kehilangan berat dapat dilihat pada Gambar 8. Kehilangan berat terendah pada pengujian menggunakan metode JIS terdapat pada papan partikel manglid baik pada tingkat kerapatan rendah maupun sedang.

Tabel 14 Kehilangan berat papan partikel pada pengujian menggunakan metode JIS

Kerapatan Kehilangan berat (%) papan partikel Sengon Cempaka Manglid Campuran

Rendah 2,75 2,12 2,00 2,01

Sedang 1,66 1,55 1,05 1,35

Papan partikel sengon pada tingkat kerapatan rendah sedang memiliki nilai persentase kehilangan berat tertinggi. Hal ini mengindikasikan bahwa papan partikel sengon lebih disukai oleh rayap dibandingkan papan partikel manglid. Seperti halnya pada pengujian SNI, dalam pengujian JIS ini memperlihatkan bahwa semakin bertambahnya kerapatan papan partikel maka nilai persentase kehilangan berat terjadi penurunan. Untuk mengetahui pengaruh jenis dan kerapatan papan partikel terhadap kehilangan berat maka dilakukan pengujian secara statistik. Hasil analisis sidik ragam disajikan pada Tabel 15.

Hasil analisis ragam pada Tabel 15 menunjukkan bahwa faktor jenis tidak berpengaruh nyata terhadap respon kehilangan berat, namun faktor kerapatan papan partikel memberikan pengaruh yang sangat nyata terhadap respon kehilangan berat contoh uji. Interaksi antara faktor jenis dengan kerapatan papan partikel juga menunjukkan pengaruh yang tidak nyata.

Tabel 15 Hasil analisis sidik ragam kehilangan berat papan partikel menggunakan metode JIS

Sumber DB JK KT F Sig.

Jenis Papan Partikel 3 1,66 0,55 1,37 0,29

Kerapatan 1 3,35 3,35 8,30 0,01

Jenis Papan Partikel * Kerapatan 3 0,54 0,18 0,44 0,73

Eror 16 6,46 0,40

Faktor jenis kayu tidak berpengaruh nyata terhadap nilai kehilangan berat. Nilai kehilangan berat pada papan partikel baik kerapatan rendah maupun sedang untuk kayu sengon, cempaka dan manglid metode pengujian menunjukkan hasil yang bervariasi dan nilai kehilangan berat yang tidak berbeda jauh satu sama lain.Nilai kehilangan berat papan partikel sengon, cempaka dan manglid pada pengujian menggunakan metode JIS disajikan pada Gambar 8. Rata-rata persentase kehilangan berat papan partikel kerapatan rendah dari keempat jenis berkisar antara (2,00-2,75)%. Sementara itu, persentase nilai kehilangan berat papan partikel kerapatan sedang dari keempat jenis berkisar antara (1,05-1,66)%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kehilangan berat papan partikel tertinggi pada papan partikel sengon dan kehilangan berat terendah pada papan partikel manglid. Hal ini diduga kayu manglid mempunyai ketahanan alami yang tinggi dibandingkan sengon dan cempaka. Sementara itu, kayu sengon terdapat ekstraktif yang bersifat atraktan bagi rayap yaitu saponin (Atmosuseno 1998).

Berdasarkan hasil analisis keragaman (Tabel 15), faktor kerapatan papan partikel berpengaruh sangat nyata terhadap kehilangan berat. Hal ini menunjukkan bahwa peningkatan kerapatan berpengaruh terhadap kehilangan berat contoh uji. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kehilangan berat papan partikel kerapatan rendah mempunyai nilai yang lebih tinggi dibandingkan

dengan papan partikel sedang. Hal ini sesuai dengan hasil pengujian yang dilakukan menggunakan metode SNI. Pada papan partikel kerapatan sedang rayap lebih sulit mencapai zat kayu dibandingkan papan partikel kerapatan sedang. Selain itu, hasil penelitian Fajriani (2011) menunjukkan kehilangan berat papan partikel kerapatan 0,6 g/cm³ lebih tinggi dibandingkan dengan kehilangan berat papan partikel kerapatan 0,8 g/cm³.

Nilai persentase kehilangan berat masing-masing contoh uji kayu solid sengon, cempaka dan manglid pada pengujian menggunakan metode JIS selengkapnya disajikan pada Lampiran 4. Rata-rata persentase kehilangan berat sengon, cempaka dan manglid berkisar antara (3,99-16,08)%. Menurut hasil penelitian, kayu sengon mempunyai nilai kehilangan berat tertinggi dan manglid mempunyai nilai kehilangan berat terendah. Rata-rata nilai persentase kehilangan berat kayu solid sengon, cempaka dan manglid pada pengujian menggunakan metode JIS disajikan pada Tabel 16 dan hubungan secara skematis data kehilangan berat dapat dilihat pada Gambar 11.

Tabel 16 Kehilangan berat kayu solid sengon, cempaka dan manglid pada pengujian menggunakan metode JIS

Kayu Solid Kehilangan berat (%)

Sengon 16,08

Cempaka 9,82

Manglid 3,99

Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum kehilangan berat papan partikel akan lebih rendah dibandingkan dengan kehilangan berat kayu solidnya. Nilai persentase kehilangan berat papan partikel kerapatan rendah (0,4 g/cm3) lebih tinggi dibandingkan papan partikel kerapatan sedang (0,6 g/cm3). Persentase kehilangan berat papan partikel beserta kayu solid hasil pengujian menggunakan metode JIS disajikan pada Gambar 8.

Gambar 8 Histogram persentase kehilangan berat papan partikel kerapatan rendah dan sedang kayu sengon, cempaka, manglid dan campuran dengan metode JIS.

Pada Gambar 8 dapat dilihat bahwa persentase nilai kehilangan berat tertinggi pada papan partikel dengan kerapatan rendah adalah papan partikel sengon (2,75%) dan kehilangan berat terendah pada papan partikel manglid (2,00%). Sementara itu, nilai kehilangan berat tertinggi pada papan partikel dengan kerapatan sedang adalah papan partikel sengon (1,66%) dan kehilangan berat terendah pada papan partikel manglid (1,05%).

4.2.2Feeding Rate

Penghitungan kemampuan makan tersebut dilakukan berdasarkan penelitian Arinana et al. (2010), JIS K 1571-2004 tidak terdapat perhitungan mengenai kemampuan makan rayap. Nilai rata-rata kemampuan makan rayap dari hasil pengujian disajikan dalam Gambar 9.

Gambar 9 Histogram feeding rate papan partikel kerapatan rendah dan sedang kayu sengon, cempaka, manglid dan campuran dengan metode JIS. 0 5 10 15 20 sengon K e h il a n g a n B e r a t (%) 0,00 5,00 10,00 15,00 20,00 sengon F e e di ng R a te g /e ko r /ha r i)

Gambar 8 Histogram persentase kehilangan berat papan partikel kerapatan rendah dan sedang kayu sengon, cempaka, manglid dan campuran dengan metode JIS.

Pada Gambar 8 dapat dilihat bahwa persentase nilai kehilangan berat tertinggi pada papan partikel dengan kerapatan rendah adalah papan partikel sengon (2,75%) dan kehilangan berat terendah pada papan partikel manglid (2,00%). Sementara itu, nilai kehilangan berat tertinggi pada papan partikel dengan kerapatan sedang adalah papan partikel sengon (1,66%) dan kehilangan berat terendah pada papan partikel manglid (1,05%).

4.2.2Feeding Rate

Penghitungan kemampuan makan tersebut dilakukan berdasarkan penelitian Arinana et al.(2010), JIS K 1571-2004 tidak terdapat perhitungan mengenai kemampuan makan rayap. Nilai rata-rata kemampuan makan rayap dari hasil pengujian disajikan dalam Gambar 9.

Gambar 9 Histogram feeding rate papan partikel kerapatan rendah dan sedang kayu sengon, cempaka, manglid dan campuran dengan metode JIS.

sengon cempaka manglid mixed

Jenis

Kerapatan rendah Kerapatan Sedang Solid

sengon cempaka manglid mixed

Jenis

Kerapatan rendah Kerapatan sedang

Gambar 8 Histogram persentase kehilangan berat papan partikel kerapatan rendah dan sedang kayu sengon, cempaka, manglid dan campuran dengan metode JIS.

Pada Gambar 8 dapat dilihat bahwa persentase nilai kehilangan berat tertinggi pada papan partikel dengan kerapatan rendah adalah papan partikel sengon (2,75%) dan kehilangan berat terendah pada papan partikel manglid (2,00%). Sementara itu, nilai kehilangan berat tertinggi pada papan partikel dengan kerapatan sedang adalah papan partikel sengon (1,66%) dan kehilangan berat terendah pada papan partikel manglid (1,05%).

4.2.2Feeding Rate

Penghitungan kemampuan makan tersebut dilakukan berdasarkan penelitian Arinana et al.(2010), JIS K 1571-2004 tidak terdapat perhitungan mengenai kemampuan makan rayap. Nilai rata-rata kemampuan makan rayap dari hasil pengujian disajikan dalam Gambar 9.

Gambar 9 Histogram feeding rate papan partikel kerapatan rendah dan sedang kayu sengon, cempaka, manglid dan campuran dengan metode JIS. Kerapatan rendah Kerapatan Sedang Solid Kerapatan rendah Kerapatan sedang

Berdasarkan Gambar 9, nilai rata-ratafeeding ratetertinggi pada papan partikel kerapatan target 0,4 gr/cm3 adalah papan partikel sengon (16,67 µg/ekor/hari), diikuti papan partikel campuran (12,50 µg/ekor/hari), papan partikel manglid (11,90 µg/ekor/hari) dan nilai feeding rate terendah pada papan partikel cempaka (11,19 µg/ekor/hari). Sementara itu, nilai rata-rata

feeding rate tertinggi pada papan partikel dengan kerapatan target 0,6 gr/cm3 adalah papan partikel sengon dan cempaka (12,74 µg/ekor/hari), diikuti papan partikel campuran (11,43 µg/ekor/hari) dan nilaifeeding rate terendah pada papan partikel manglid (8,21 µg/ekor/hari). Untuk mengetahui pengaruh faktor jenis dan kerapatan terhadap respon feeding rate maka dilakukan pengujian statistik.Hasil analisis sidik ragam disajikan pada Tabel 17.

Tabel 17 Hasil analisis sidik ragam feeding rate pada pengujian menggunakan metode JIS

Sumber DB JK KT F Sig.

Jenis Papan Partikel 3 65,63 21,88 1,20 0,34

Kerapatan 1 19,17 19,17 1,05 0,32

Jenis Papan Partikel * Kerapatan 3 29,72 9,91 0,54 0,66

Eror 16 292,08 18,26

Hasil analisis ragam pada Tabel 17 menunjukkan bahwa faktor jenis dan kerapatan tidak berpengaruh nyata terhadap respon feeding rate, begitu pula dengan interaksi kedua faktor. Faktor jenis tidak berpengaruh terhadap

feeding rate. Nilai feeding rate pada tiap jenis papan partikel sengon, cempaka dan manglid pada pengujian menggunakan metode JIS menunjukkan hasil yang tidak terlalu bervariasi.

Hasil analisis keragaman juga menunjukkan bahwa faktor kerapatan tidak berpengaruh nyata terhadap respon feeding rate. Hal ini diduga karena kemampuan makan konsumsi tiap rayap untuk per harinya akan sama, meskipun terjadi penambahan keinginan untuk konsumsi makanan juga tidak signifikan. Nilai feeding rate papan partikel sengon, cempaka dan manglid pada pengujian menggunakan metode SNI disajikan pada Gambar 8. Rata- rata feeding rate papan partikel kerapatan rendahdari keempat jenis berkisar antara (11,19-16,67) µg/ekor/hari. Sementara itu, nilai kehilangan berat papan

partikel kerapatan sedang dari keempat jenis berkisar antara (8,21-12,74) µg/ekor/hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwafeeding ratepapan partikel tertinggi pada papan partikel sengon baik pada kerapatan rendah dan sedang. Dalam pengujian ini, papan partikel sengon paling disukai rayap dibandingkan papan partikel cempaka, manglid dan campuran. Hal ini diduga kayu sengon terdapat ekstraktif yang bersifat atraktan bagi rayap yaitu saponin (Atmosuseno 1998).

Nilai rata-rata feeding rate rayap untuk kontrol yang digunakan yaitu karet adalah 159,26µg/ekor/hari. Kayu solid sengon mempunyai nilai rata- rata feeding rate sebesar 56,15µg/ekor/hari. Nilai rata-rata feeding raterayap untuk kayu solid cempaka sebesar 57,92µg/ekor/hari, sementara itu untuk kayu solid manglid sebesar 32,38 µg/ekor/hari. Jenis papan partikel yang paling disukai rayap adalah sengon dengan nilai kemampuan makan (feeding rate) tertinggi dibandingkan kayu solid cempaka dan manglid. Sementara itu, manglid merupakan jenis kayu yang paling tidak disukai oleh rayap. Hal ini bisa terlihat dari nilai rat-rata feeding rate yang paling rendah diantara kayu sengon dan cempaka. Selain itu, nilai feeding rate rayap pada kayu solid mempunyai nilai yang lebih tinggi dibandingkan papan partikel baik jenis sengon, cempaka dan manglid.

Dokumen terkait