• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kesadaran Masyarakat dan PMJK

Dalam dokumen BAB lll PROFIL SANITASI KABUPATEN PATI (Halaman 61-67)

Peta 3.2. Peta cakupan layanan pengelolaan air limbah domestic

2. TPA Sampok

3.3.3 Kesadaran Masyarakat dan PMJK

Dalam penanganan persampahan, kesadaran masyarakat menjadi kunci penting dalam keberhasilan pembangunan di sektor tersebut. Hal ini dikarenakan masyarakat sebagai sumber timbulan sampah perlu untuk mendapatkan pengetahuan dan penyadaran mengenai penanganan sampah yang dimulai dari sumbernya. Pemahaman yang salah mengenai penanganan sampah akan mengakibatkan permasalahan yang sulit untuk diselesaikan dikemudian hari. Untuk mengetahui faktor perilaku masyarakat dalam pengelolaan sampah, Pokja Sanitasi Kabupaten Pati telah melakukan survey EHRA dalam rangka untuk mengetahui tingkat resiko sanitasi dalam suatu wilayah.

Kondisi persampahan di masyarakat berdasarkan survey EHRA menunjukkan bahwa masih banyak sampah yang belum tertampung dalam tempat sampah, yang pada akhirnya akan mengotori dan menimbulkan permasalahan lingkungan. Adapun kondisi sampah di masyarakat adalah sbb :

Tabel 3.40

Kondisi sampah dilingkungan RT/RW

Uraian Jawaban responden Jumlah

Tidak % Ya %

Banyak sampah berserakan atau

bertumpuk di sekitar lingkungan 11,249 69.27 4,967 30.58 16240 Banyak lalat di sekitar tumpukan sampah 11,091 68.29 5,128 31.58 16240 Banyak tikus berkeliaran 5,657 34.83 10,564 65.05 16240

Banyak nyamuk 4,327 26.64 11,892 73.23 16240

Banyak kucing dan anjing mendatangi

tumpukan sampah 11,507 70.86 4,714 29.03 16240

Bau busuk yang menggangu 13,854 85.31 2,367 14.58 16240 Menyumbat saluran drainase 14,377 88.53 1,843 11.35 16240 Ada anak-anak yang bermain di sekitarnya 11,109 68.41 5,103 31.42 16240

Sumber : Olah data Study EHRA, 2012

Dalam pengelolaan sampah di Kabupaten Pati, sebagian besar masih dilakukan dengan dibakar (73,8 %). Hal ini tentunya tidak dapat dibenarkan, mengingat pengelolaan sampah dengan cara dibakar sudah tidak dapat dibenarkan lagi. Masyarakat melakukan pengelolaan sampah dengan cara dibakar mungkin disebabkan masih minimnya cakupan pelayanan yang mampu diberikan oleh Pemerintah Kabupaten Pati dan juga masih kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai metode – metode sederhana dalam pengelolaan sampah yang sesuai dengan standard. Adapun data pengelolaan sampah oleh masyarakat adalah sbb :

Buku Putih Sanitasi Kabupaten Pati Halaman | III.62

Tabel 3.41

Pengelolaan sampah rumah tangga

Uraian Menjawab Ya % Responden Jumlah Dikumpulkan oleh kolektor informal yang mendaur ulang 194 1.2 16240

Dikumpulkan dan dibuang ke TPS 801 4.9 16240

Dibakar 11979 73.8 16240

Dibuang ke dalam lubang dan ditutup dengan tanah 105 0.6 16240 Dibuang ke dalam lubang tetapi tidak ditutup dengan tanah 1556 9.6 16240

Dibuang ke sungai/kali/laut/danau 550 3.4 16240

Dibiarkan saja sampai membusuk 40 0.2 16240

Dibuang ke lahan kosong/kebun/hutan dan dibiarkan membusuk 672 4.1 16240

Lain-lain 41 0.3 16240

Tidak tahu 281 1.7 16240

Sumber : Olah data Study EHRA, 2012

Pengelolaan sampah dari sumbernya sangatlah dibutuhkan dalam rangka mengurangi pencemaran dan beban TPA. Dengan hanya melakukan kegiatan pemilahan sampah dari sumbernya saja, sebenarnya sangatlah membantu dalam mencapai tujuan tersebut. Namun kenyataannya, berdasarkan survey EHRA masih belum banyak rumah tangga yang melaksanakan kegiatan pemilahan sampah tersebut. Adapun hasil dari survey EHRA mengenai pemilahan sampah adalah sbb :

Tabel 3.42

Jenis sampah yang dipilah sebelum dibuang

Uraian Tidak Jawaban % Ya % Responden Jumlah Sampah organik/sampah basah 543 3.34 84 0.52 16240

Plastik 538 3.31 87 0.54 16240

Gelas atau kaca 367 2.26 256 1.58 16240

Kertas 422 2.60 201 1.24 16240

Besi/logam 371 2.28 252 1.55 16240

Sumber : Olah data Study EHRA, 2012

Pengelolaan sampah yang dilayani oleh Pemerintah Daerah, komunal maupun swasta tentunya sangat dipengaruhi oleh frekwensi pengambilan sampah oleh petugas. Semakin lama sampah dibiarkan dan tidak terangkut, akan semakin banyak menimbulkan permasalahan di permukiman tersebut. Dari olah data survey EHRA diperoleh data bahwa pelayana sampah di Kabupaten Pati masih relatif kecil dibandingkan dengan jumlah rumah tangga yang harus mendapatkan pelayanan tersebut. Apabila hal ini tidak segera ditangani, maka untuk masa yang akan datang akan menimbulkan masalah pencemaran lingkungan yang cukup serius.

Buku Putih Sanitasi Kabupaten Pati Halaman | III.63

Tabel 3.43

Frekwensi petugas mengangkut sampah

Uraian Menjawab Ya Responden Jumlah %

Tiap hari 231 16240 1.42

Beberapa kali dalam seminggu 346 16240 2.13

Sekali dalam seminggu 89 16240 0.55

Beberapa kali dalam sebulan 24 16240 0.15

Sekali dalam sebulan 14 16240 0.09

Tidak pernah 210 16240 1.29

Tidak tahu 465 16240 2.86

Sumber : Olah data Study EHRA, 2012

Kesadaran masyarakat dalam pengelolaan sampah di sumbernya perlu terus untuk mendapatkan perhatian dengan memberikan pengetahuan / teknologi tepat guna untuk mengolah sampah. Upaya yang telah dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Pati adalah dengan memberikan bantuan alat komposter dan pelatihan pembuatan kompos dari sampah rumah tangga. Namun sampai dengan saat ini, kegiatan tersebut belum cukup untuk mendorong masyarakat agar mau melakukan pengolahan sampah di sumbernya. Hal; tersebut terlihat dari hasil survey EHRA, dimana dari 16.240 responden, yang memiliki tempat untuk membuat kompos hanya 894 responden atau sebesar 5,50 % saja. Sedangkan apabila dilihat apakah sudah ada kompos yang bisa digunakan, jumlah yang menjawab menurun menjadi 743 responden atau 4,6 % saja. Hal ini perlu mendapatkan perhatian, dimana masyarakat yang sudah mempunyai sarana pengolahan sampah belum tentu mempunyai kesadaran untuk mengolah sampah dari sumbernya.

Selain melakukan survey EHRA, untuk lebih mendapatkan informasi mengani pengelolaan persampahan di Kabupaten Pati juga dilakukan survei pemberdayaan masyarakat, jender dan kemiskinan (PMJK), PHBS dan promosi higiene. Study PMJK PHBS dan promosi higiene diperlukan untuk menilai partisipasi masyarakat dengan pelibatan peran jender dan kemiskinan dalam pengelolaan sistem sanitasi baik dalam skala kecamatan maupun kabupaten serta prospek pengembangannya di masa depan. Selain itu survei PMJK, PHBS dan promosi higiene mengidentifikasikan Program / Proyek / Layanan Berbasis Masyarakat yang telah dilakukan oleh Kabupaten Pati, LSM, CBO (Community-based Organization) dan masyarakat untuk subsektor persampahan. Adapun hasil dari study PMJK PHBS dan promosi higiene adalah sbb :

Tabel 3.44

Pengelolaan persampahan di tingkat kelurahan/kecamatan

Jenis kegiatan Dikelola oleh Masyarakat Dikelola oleh Sektor Formal di tingkat Kelurah-an / KecamatKelurah-an Dikelola Pihak Swasta Keterangan RT RW L P L P L P L P

Pengumpulan sampah dari rumah - v - v - v v

Pemilahan sampah di TPS v - v - v - - -

Pengangkutan Sampah ke TPS v - v - v - - -

Pengangkutan sampah ke TPA v - v - v - v

Pemilahan sampah di TPA v v v v v v - -

Para Penyapu Jalan - - - - - - - v

Buku Putih Sanitasi Kabupaten Pati Halaman | III.64

Tabel 3.45

Pengelolaan persampahan di tingkat kabupaten

Jenis Kegiatan Dikelola oleh Kabupaten Dikelola oleh Masyarakat Dikelola oleh Sektor Formal di Tingkat Dikelola Pihak Swasta L P L P L P L P

Pengumpulan sampah dari rumah - - v v v - - -

Pemilahan sampah di TPS v - - - v - - -

Pengangkutan Sampah ke TPS v - v - v - - -

Pengangkutan sampah ke TPA v - v - v - - -

Pemilahan sampah di TPA v v - - - -

Para Penyapu Jalan v v - - - -

Sumber : Study PMJK PHBS dan promosi higiene, 2012

Tabel 3.46

Daftar Program/Proyek Layanan Yang Berbasis Masyarakat

No Sub Sektor Proyek / Layanan Nama Program / Pelaksana /PJ Tahun Mulai Kondisi Sarana Saat ini Aspek PMJK Fungsi Fungsi Tidak Rusak PM JDR MBR 1

Persampahan TPS 3R Kembang Joyo Kel. Kalidoro Kec. Pati

BLH

2009 V - - V - V

2

TPS 3R Desa

Panjunan Kec. Pati Awal perencanaan s/d pembangunan tanggung jawab Bappeda Kemudian operasionalnya menjadi tanggung jawab BLH 2008 V V V 3 Pemberian bantuan alat pengomposan metode Takakura BLH 2007 V V V V

4 Pemberian bantuan komposter BLH 2011 V V V

5 Pembangunan TPS 3R Desa Winong RW 3 Kec. Pati

BLH

2011 V V V

Sumber : Study PMJK PHBS dan promosi higiene, 2012 3.3.4 Pemetaan Media

Pemetaan media merupakan upaya pengumpulan dan analisis data primer dan sekunder untuk mendapatkan gambaran tingkat komunikasi di antara stakeholder dan peta media terkait pembangunan sanitasi. Kajian ini diperlukan untuk menyusun strategi kampanye dan komunikasi, di samping juga bermanfaat sebagai sarana advokasi program pembangunan sanitasi ditingkat kabupaten untuk stakeholder kunci, yakni pemerintah dan media massa.

Study media dan komunikasi ini juga berfungsi untuk mengidentifikasi tentang pengalaman dan kapasitas Kabupaten Pati dalam menjalankan kampanye / pemasaran sanitasi serta sejauh mana pemahaman mereka mengetahui peran media massa dalam mendukung pembangunan sanitasi. Pada akhirnya kajian ini harus mampu mengidentifikasi media yang efektif dan efisien dalam menjangkau target yang dituju. Hanya dengan cara demikian, kajian ini dapat membantu Kabupaten Pati

Buku Putih Sanitasi Kabupaten Pati Halaman | III.65

dalam menyusun perencanaan media yang baik. Adapun hasil dari kegiatan study media dan komunikasi yang dilaksanakan oleh Pokja Sanitasi Kabupaten Pati adalah sbb :

Tabel 3.47

Kegiatan komunikasi yang ada di Kabupaten

No Kegiatan Tahun pelaksana Dinas kegiatan Tujuan Khalayak sasaran Pesan kunci Pembelajaran

1. Sosialisasi pengelolaan sampah berbasis masyarakat 2009-2012 BLH Meningkatkan pengetahuan masyarakat dalam pengelolaan sampah Masyarakat Kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah Masyarakat memahami arti penting mengelola sampah dan

melaksanakan kegiatan tersebut dalam kehidupan sehari-hari Sumber : Study media dan komunikasi, 2012

Tabel 3.48

Media komunikasi yang ada di Kabupaten Pati

No Nama Media Acara Jenis Isu yang Diangkat Pesan Kunci Pendapat Media

1. Suara Merdeka Artikel Masalah persampahan,

Masalah kebon binatang mini di TPA,

Masalah penataan pohon di TPA,

Penilaian Adipura

Kesadaran masyarakat

TPA sebagai wahana wisata

Kabupaten Pati mampu menjaga kebersihan

Cukup menarik

2. Radio Pas FM Wawancara Masalah persampahan,

Masalah kebon binatang mini di TPA,

Masalah penataan pohon di TPA,

Penilaian Adipura

Kesadaran masyarakat

TPA sebagai wahana wisata

Kabupaten Pati mampu menjaga kebersihan

Cukup menarik

3. TV Simpang 5 Profil TPA TPA Sukoharjo sangat

baik untuk

dikembangkan menjadi objek wisata

4. Jawa Pos Pemberitaan Infrastruktur sanitasi,

pengelo-laan sampah Perbaikan Infrastruktur Sanitasi, peningkatan kesadaran masya-rakat dalam mengelola sampah

Kedalamannya memadai 5. Majalah BMT Artikel Pengelolaan sampah

berbasis masyarakat Menumbuhkan budaya mengelola sampah pada masyarakat

Positif Sumber : Study media dan komunikasi, 2012

Tabel 3.49

Kerjasama terkait Sanitasi

No Nama Kegiatan Jenis Kegiatan Sanitasi Mitra Kerja Sama Bentuk Kerjasama

1. Pengadaan tempat sampah Persampahan Bank Jateng In Kind

Buku Putih Sanitasi Kabupaten Pati Halaman | III.66 No Nama Kegiatan Jenis Kegiatan Sanitasi Mitra Kerja Sama Bentuk Kerjasama

3.

Penyediaan sarana dan

prasarana persampahan Pemberian bantuan tempat sampah dan alat pengomposan - BLH - Masyarakat sebagai pelaksana kegiatan 4. Peningkatan operasional

pengelolaan persampahan Membangun Tempat Pemrosesan Sampah dengan metode 3R (Reduce, Reuse, Recycle) - BLH - Masyarakat sebagai pelaksana kegiatan

Sumber : Study media dan komunikasi, 2012

Tabel 3.50 Daftar Mitra Potensial

No Nama Mitra Jenis Kegiatan Sanitasi Bentuk Kerjasama

1. Limbah Buana Plastik Pengepul sampah Pengurangan timbunan sampah di TPA

2. Safitri Jaya Pengepul sampah Pengurangan timbunan sampah di TPA

3. Garuda Food Bantuan operasional TPS 3R, Bantuan tempat

sampah pilahan untuk umum - In Kind

4. Dua Kelinci Bantuan tempat sampah pilahan untuk umum - In Kind

5. PT. Sinar Indah Kertas Bantuan tempat sampah pilahan untuk umum - In Kind

6. PG. Trangkil Bantuan tempat sampah pilahan untuk umum - In Kind

7. Bank Jateng Bantuan tempat sampah pilahan untuk umum - In Kind

8. Danamon Bantuan tempat sampah di pasar - In Kind

9. BPR BKK Bank Pasar Bantuan tempat sampah pilahan untuk umum - In Kind

10. BPR BKK Pati Kota Bantuan tempat sampah pilahan untuk umum - In Kind

11. BNI Bantuan tempat sampah pilahan untuk umum - In Kind

12. BRI Bantuan tempat sampah pilahan untuk umum - In Kind

Sumber : Study media dan komunikasi, 2012 3.3.5 Partisipasi Dunia Usaha

Untuk memetakan tingkat partisipasi dunia usaha dalam pengelolaan persampahan di Kabupaten Pati, dilakukan Survei Penyedia Layanan Sanitasi (Sanitation Supply Assessment / SSA). Survey ini dibutuhkan untuk mengetahui dengan jelas peta dan potensi penyedia layanan sanitasi di Kabupaten Pati. Penyedia layana sanitasi mencakup beberapa stakeholder, di antaranya : (i) Pemerintah, (ii) Dunia Usaha terkait sanitasi, (iii) LSM/KSM terkait sanitasi, dan (iv) Dunia usaha pada umumnya.

Lingkup peran penyedia layanan yang akan dilakukan survey mencakup di antaranya investasi pada pembangunan dan pengoperasian TPA, kontrak pekerjaan penyapuan jalan protokol dan pengangkutan sampah, pengelolaan atau daur ulang sampah 3R, dan lain-lain.

Hasil dari survei SSA diharapkan dapat menggambarkan peta penyedia layanan sanitasi serta potensinya dalam pembangunan sanitasi di K abupaten Pati. Hal lain yang lebih penting adalah pada saat pelaksanaan survey akan terjadi proses advokasi kepada para responden. Selanjutnya dari hasil advokasi tersebut diharapkan ada tindak lanjut berupa usaha penggalangan sinergi atau partsipasi antara para penyedia layanan sanitasi tersebut dengan pihak pemerintah.

Hingga saat ini, masyarakat dan dunia usaha masih belum banyak yang menggeluti bisnis dibidang persampahan. Padahal apabila dilihat secara lebih detail, sampah dapat menjadi potensi ekonomi yang cukup besar dimasa yang akan datang. Kondisi saat ini, dunia usaha yang menggeluti bidang persampahan adalah usaha pengumpul dan pengepul barang bekas yang berasal dari sampah. Karena belum adanya regulasi yang mengatur mengenai badan hukum usaha ini. Hal inilah yang membuat kekuatan hukum usaha dibidang ini masih lemah dan keberadaannya masih dipandang

Buku Putih Sanitasi Kabupaten Pati Halaman | III.67

sebelah mata. Padahal dengan adanya usaha pengumpul dan pengepul sampah ini akan sangat mengurangi beban TPA sebagai tempat pemprosesan akhir sampah. Untuk dimasa yang akan datang, perlu dibuat regulasi yang mengatur tentang usaha dibidang persampahan, dikarenakan pelaku nantinya akan menangani sampah yang kemungkinan mengandung bahan – bahan yang berbahaya bagi manusia dan lingkungan, sehingga hal tersebut perlu diatur dan diberikan pengetahuan yang cukup bagi pelakunya. Adapun study SSA yang dilakukan pada pengepul sampah di Kabupaten Pati adalah sbb :

Tabel 3.51

Penyedia layanan pengelolaan persampahan yang ada di Kabupaten Pati

No Nama Provider Tahun mulai operasi Jenis kegiatan

a b c d

1 Pengepul Sampah Safitri Jaya 1998 pengepul sampah yaitu usaha pemilahan sampah agar memiliki nilai jual yang lebih tinggi 2 Pengepul sampah Limbah Buana Plastik 2006 pengepul sampah yaitu usaha pemilahan sampah agar memiliki nilai jual yang lebih tinggi

Sumber : Olah data Survei SSA, 2012 3.3.6 Pendanaan dan Pembiayaan

Untuk mengetahui profil pendanaan dan pembiayaan APBD bidang sanitasi, Pokja Sanitasi Kabupaten Pati telah melakukan study keuangan dan perekonomian. Study ini diperlukan untuk mengetahui profil keuangan dan perekonomian di Kabupaten Pati dalam mendukung pembangunan khususnya di sektor sanitasi serta pola penyerapannya untuk kemudian digunakan mendukung pembiayaan / pendanaan sanitasi di masa depan. Pemetaan keuangan diperlukan untuk mengukur ketepatan alokasi pendanaan / pembiayaan sanitasi dan kesinambungan pelayanan sanitasi di masa depan.

Pemetaan keuangan dan perekonomian daerah mencakup di antaranya : APBD dan belanja sanitasi per SKPD, belanja sanitasi per sub sektor, belanja sanitasi perpenduduk, realisasi retribusi sanitasi per subsektor, ruang fiskal dan perekonomian Kabupaten.

Khusus untuk penganggaran dibidang persampahan, mengalami fluktuasi yang cukup berarti, namun menunjukkan trend yang naik. Untuk dimasa yang akan datang, belanja sanitasi bidang persampahan harus semakin ditingkatkan, mengingat pelayanan bidang persampahan belum dapat mencakup semua wilayah di Kabupaten Pati.

Tabel 3.52

Ringkasan pendapatan dan belanja dari subsektor pengelolaan persampahan

No Subsektor/ SKPD 2007 2008 2009 2010 2011 Rata-rata Pertumbuhan (%)

A Persampahan 1.977.410.000 627.899.000 829.766.500 702.454.000 322.875.000 892.080.900 14 % B Retribusl Sampah 602.380.000 147.000.000 147.000.000 233.910.000 238.379.000 273.733.800 25 % Sumber : Study keuangan dan perekonomian, 2012

Dalam dokumen BAB lll PROFIL SANITASI KABUPATEN PATI (Halaman 61-67)

Dokumen terkait