• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB lll PROFIL SANITASI KABUPATEN PATI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB lll PROFIL SANITASI KABUPATEN PATI"

Copied!
98
0
0

Teks penuh

(1)

Buku Putih Sanitasi Kabupaten Pati Halaman | III.1

BAB lll

PROFIL SANITASI

KABUPATEN PATI

3.1 Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat (Phbs) dan Promosi Higiene

Pola hidup bersih dan sehat (PHBS) adalah sekumpulan perilaku yang dipraktikkan atas dasar kesadaran sebagai hasil pembelajaran yang menjadikan seseorang, keluarga, atau masyarakat mampu menolong dirinya sendiri (mandiri) di bidang kesehatan dan berperan aktif dalam mewujudkan kesehatan. PHBS, khususnya di skala rumah tangga dalam pelaksanaannya memang butuh banyak dukungan, mulai dari diri sendiri, keluarga, lingkungan sekitar hingga pemerintah.

Derajat kesehatan dan pola hidup masyarakat di Kabupaten Pati secara umum dapat terlihat dari angka kejadian penyakit yang disebabkan oleh sanitasi buruk. Salah satu indikator yang sangat berhubungan erat dengan permasalahan sanitasi adalah jumlah kasus kejadian penyakit diare. Dari data yang ada di Dinas Kesehatan Kabupaten Pati, kejadian kasus diare setiap tahun mengalami peningkatan, untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada grafik 3.1 berikut ini.

Grafik. 3.1 Kasus diare di Kabupaten Pati tahun 2009-2011

Sumber : Dinas Kesehatan, 2012

Berdasarkan hasil study EHRA yang dilakukan terhadap 16.240 responden dengan pertanyaan siapa anggota keluarga yang terakhir menderita diare didapatkan hasil anggota keluarga yang menderita diare paling tinggi adalah usia dewasa dengan prosentase 14,9 % atau 2.417 responden sedangkan urutan terkecil adalah remaja laki-laki dengan prosentase 3,4% atau 604 responden, untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada grafik 3.2 dibawah ini.

2009 2010 2011 DIARE 18631 23794 24483 0 5000 10000 15000 20000 25000 30000

(2)

Buku Putih Sanitasi Kabupaten Pati Halaman | III.2

Grafik 3.2 Anggota keluarga yang menderita diare

Sumber : Olah data survey EHRA, 2012

Promosi Kesehatan adalah upaya untuk meningkatkan kemampuan masyarakat melalui pembelajaran dari, oleh, untuk dan bersama masyarakat, agar mereka dapat menolong dirinya sendiri, serta mengembangkan kegiatan yang bersumber daya masyarakat, sesuai sosial budaya setempat dan didukung oleh kebijakan publik yang berwawasan kesehatan

Promosi kesehatan di sekolah merupakan suatu upaya untuk menciptakan sekolah menjadi suatu komunitas yang mampu meningkatkan derajat kesehatan masyarakat sekolah melalui 3 kegiatan utama (a) penciptaan lingkungan sekolah yang sehat,(b) pemeliharaan dan pelayanan di sekolah,dan (c) upaya pendidikan yang berkesinambungan. Ketiga kegiatan tersebut dikenal dengan istilah TRIAS UKS.

Dalam Buku Putih Sanitasi (BPS) ini, yang akan dibahas mengenai permasalahan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) hanya pada tataran rumah tangga dan sekolah saja. Hal ini dikarenakan pada kedua lokasi tersebut mempunyai peranan yang cukup signifikan dalam pencapaian program PHBS.

3.1.1 Tatanan Rumah Tangga

Indikator PHBS Tatanan Rumah tangga adalah suatu alat ukur yang membatasi focus perhatian untuk menilai keadaan atau permasalahan kesehatan di rumah tangga. Indikator PHBS Tatanan Rumah tangga diarahkan pada aspek program prioritas yaitu KIA, Gizi, Kesehatan Lingkungan, Gaya hidup, dan upaya kesehatan masyarakat.

Indikator PHBS Tatanan Rumah tangga yang digunakan di Provinsi Jawa Tengah terdapat 16 Indikator, yang terdiri dari 10 indikator Nasional dan 6 Indikator lokal Jawa Tengah.

a. Indikator Nasional adalah sebagai berikut:

1. Pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan

2. Memberikan ASI Eksklusif (ASI saja) kepada bayi sampai usia 6 bulan 3. Makan dengan gizi seimbang

4. Menggunakan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.

5. Menggunakan jamban sehat untuk buang air besar (BAB). 6. Kepadatan hunian rumah minimah 9 M2

7. Menggunakan lantai rumah yang kedap air (bukan lantai tanah) 8. Melakukan aktifitas fisik (berolah raga) setiap hari.

9. Bebas asap rokok (anggota keluarga tidak ada yang merokok.) 10. Menjadi anggota JPK / Dana Sehat / Asuransi kesehatan lainnya b. Indikator lokal Jawa Tengah

1. Menimbang balita / batita setiap bulan (minimal 8 kali setahun). 2. Membuang sampah pada tempat yang disediakan

3. Mencuci tangan dengan sabun sebelum makan dan sesudah BAB. Balita Anak-Anak Remaja (L) Remaja (P) Dewasa (L) Dewasa (P)

1738

963

604

639

1727

2417

(3)

Buku Putih Sanitasi Kabupaten Pati Halaman | III.3

4. Menggosok gigi secara teratur minimal 2 kali sehari. 5. Tidak menyalah gunakan miras / napza (narkoba). 6. Anggota rumah tangga melakukan PSN.

Penentuan kriteria strata rumah tangga ditentukan dengan menghitung jumlah indikator yang telah dilaksanakan oleh keluarga meliputi:

a. Sehat Pratama : indikator yang terpenuhi antara 1 s/d 5 indikator b. Sehat Madya : indikator yang terpenuhi antara 6 s/d 10 indikator c. Sehat Utama : indikator yang terpenuhi antara 11 s/d 15 indikator d. Sehat Paripurna : semua indikator dapat terpenuhi

Untuk melihat kondisi higiene tatanan rumah tangga di Kabupaten Pati dalam menciptakan lingkungan yang sehat, digunakan 6 (enam) indikator yaitu :

1. Menggunakan air bersih.

2. Mencuci tangan dengan air bersih dan sabun pada 5 waktu penting 3. Menggunakan jamban sehat

4. Pemberantasan sarang nyamuk (PSN) 5. Tempat sampah

6. Rumah sehat

Adapun kondisi kesehatan higiene tatanan rumah tangga di Kabupaten Pati berdasarkan indikator kesehatan lingkungan adalah sebagai berikut :

3.1.1.1 Penggunaan Air Bersih

Salah satu faktor penting yang berpengaruh terhadap derajat kesehatan masyarakat adalah kondisi lingkungan yang tercermin antara lain dari akses masyarakat terhadap air bersih dan sanitasi dasar. Berdasarkan hasil pemantauan terhadap prosentase keluarga yang memiliki akses air bersih di Kabupaten Pati, telah dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Pati pada tahun 2011, seperti terlihat dalam tabel 3.1. dibawah ini. Dari 385.638 keluarga yang ada, 49,6 % menggunakan sumur gali, 0,1 % menggunakan sumur pompa tangan, 9,7 % menggunakan jaringan perpipaan, 0,9 % menggunakan penampungan air hujan, 0,2 % menggunakan sumur artesis dan 25,3 % menggunakan sumber air lainnya. Dari data tersebut, prosentase keluarga yang sudah mendapatkan akses air bersih sebesar 85,8% dari jumlah keluarga yang ada di Kabupaten Pati.

(4)

Buku Putih Sanitasi Kabupaten Pati Halaman | III.4

Tabel 3.1. Akses Sarana Air Bersih Per Puskesmas

NO Puskemas Jumlah Jumlah KK yang mempunyai akses sarana air bersih

Jiwa KK SGL % SPT % PP % PAH % SA % Lain2 %

1 SUKOLILO I 48,433 14,301 4842 33.9 749 5.2 2401 16.8 0 0 0 0 6,309 44.1 2 SUKOLILO II 42733 12283 6574 53.5 3114 25.4 0 0.0 0 0 473 3.9 2,122 17.3 3 KAYEN 74832 22985 17388 75.6 655 2.8 1300 5.7 0 0 0 0 3,642 15.8 4 TAMBAKROMO 50091 17951 8818 49.1 3997 22.3 931 5.2 0 0 0 0 4,205 23.4 5 WINONG I 33820 7936 4673 58.9 3052 38.5 0 0.0 0 0 0 0 211 2.7 6 WINONG II 25774 7395 4258 57.6 1601 21.6 0 0.0 0 0 0 0 1,536 20.8 7 PUCAKWANGI I 34.829 10274 6755 65.7 0 0.0 2419 23.5 0 0 0 0 1,100 10.7 8 PUCAKWANGI II 16864 14428 11036 76.5 1761 12.2 98 0.7 83 0.6 0 0 1,450 10.0 9 JAKEN 53083 6264 4737 75.6 642 10.2 61 1.0 15 0.2 0 0 809 12.9 10 BATANGAN 41039 12811 2039 15.9 3634 28.4 744 5.8 2214 17.3 0 0 4,180 32.6 11 JUWANA 95096 28422 3474 12.2 0 0.0 14948 52.6 671 2.4 0 0 9,329 32.8 12 JAKENAN 49232 15595 11495 73.7 1971 12.6 629 4.0 129 0.8 419 2.7 952 6.1 13 PATI I 60543 17136 14953 87.3 1187 6.9 0 0.0 0 0 0 0 996 5.8 14 PATI II 47455 13689 5412 39.5 6514 47.6 403 2.9 0 0 0 0 1,360 9.9 15 GABUS I 27167 9814 2629 26.8 1821 18.6 669 6.8 0 0 0 0 4,695 47.8 16 GABUS II 28561 8778 3994 45.5 2189 24.9 0 0.0 174 2.0 0 0 2,421 27.6 17 MARGOREJO 55,842 17,662 4333 24.5 0 0.0 859 4.9 0 0 0 0 12,470 70.6 18 GEMBONG 42618 13477 3535 26.2 0 0.0 6681 49.6 0 0 0 0 3,261 24.2 19 TLOGOWUNGU 49849 17157 6549 38.2 0 0.0 1452 8.5 0 0 0 0 9,156 53.4 20 WEDARIJAKSA I 34784 8720 5697 65.3 23 0.3 0 0.0 0 0 0 0 3,000 34.4 21 WEDARIJAKSA II 23552 7452 2757 37.0 2121 28.5 654 8.8 0 0 0 0 1,920 25.8 22 TRANGKIL 60.158 18686 16171 86.5 2215 11.9 0 0.0 0 0 0 0 300 1.6 23 MARGOYOSO I 37021 10631 1603 15.1 8210 77.2 0 0.0 0 0 0 0 818 7.7 24 MARGOYOSO II 36947 8484 6501 76.6 721 8.5 0 0.0 0 0 0 0 1,262 14.9 25 GN WUNGKAL 37454 12327 8413 68.2 1107 9.0 0 0.0 0 0 0 0 2,807 22.8 26 CLUWAK 44769 15317 2656 17.3 0 0.0 2664 17.4 0 0 0 0 9,997 65.3 27 TAYU I 45512 13384 5302 39.6 5061 37.8 484 3.6 0 0 0 0 2,537 19.0 28 TAYU II 23218 6828 5066 74.2 58 0.8 0 0.0 0 0 0 0 1,704 25.0 29 DUKUHSETI 58439 15451 9451 61.2 2810 18.2 0 0.0 0 0 0 0 3,190 20.6 JUMLAH 1,184,823 385,638 191,111 49.6 55,213 0.1 37,397 9.7 3,286 0.9 892 0.2 97,739 25.3

(5)

Buku Putih Sanitasi Kabupaten Pati Halaman | III.5

Sedangkan hasil pemantauan terhadap kepemilikan sarana air bersih per puskesmas, dari 385.638 keluarga, hanya dilakukan survey terhadap 225.573 keluarga atau 58,5 % saja dari seluruh keluarga di Kabupaten Pati. Dari hasil survey yang dilakukan, 51,2 % menggunakan sumur gali, 9,3 % menggunakan sumur pompa tangan, 12,0 % menggunakan jaringan perpipaan, 0,3 % menggunakan penampungan air hujan, 0 % menggunakan sumur artesis dan 20,6 % menggunakan sumber air lainnya. Dari data tersebut, sebanyak 93,4 % dari responden telah memiliki sarana air bersih. Untuk lebih jelasnya akan disajikan dalam tabel 3.4.

Kabupaten Pati sebagai wilayah yang memiliki masalah dalam ketersediaan air bersih terutama pada saat musim kemarau. Pelayanan air bersih oleh PDAM Tirta Bening di Kabupaten Pati saat ini sudah mencakup 14 kecamatan dari sebanyak 21 kecamatan.

Pada tahun 2010 cakupan pelayanan air bersih dari PDAM mencapai 138.028 jiwa atau 39,78% dari daerah cakupan pelayanan yaitu 347.016 jiwa jumlah penduduk pada 14 Kecamatan, sedangkan berdasarkan jumlah penduduk pada akhir tahun 2010 dari total penduduk 1.197.602 jiwa baru dilayani oleh PDAM sebesar 11,53%.

Pada tahun 2009 cakupan pelayanan air bersih dari PDAM mencapai 135.410 jiwa atau 39,02% dari daerah cakupan pelayanan yaitu 347.016 jiwa jumlah penduduk pada 14 Kecamatan, sedangkan berdasarkan total penduduk pada tahun 2009 sebanyak 1.265.225 jiwa baru dilayani oleh PDAM sebesar 10,70%.

Pada tahun 2008 cakupan pelayanan air bersih dari PDAM mencapai 131.620 jiwa atau 40,20% dari daerah cakupan pelayanan yaitu 327.394 jiwa jumlah penduduk pada 14 Kecamatan, sedangkan berdasarkan total penduduk pada tahun 2008 sebanyak 1.256.182 jiwa baru dilayani oleh PDAM sebesar 10,48%.

Berdasarkan data tersebut dapat dilihat perkembangan pelayanan pelanggan dari tahun 2008 – 2010 sebesar 6.408 jiwa atau 4,87%.

Tabel 3.2.

Data Pelayanan Pelanggan PDAM Tirta Bening Kabupaten Pati Tahun 2008-2010

No Tahun Jumlah Penduduk (Administrasi) Jumlah Cakupan Pelayanan Jumlah Pelanggan Sambungan Penduduk Terlayani % Cakupan Pelayanan

SR HU Total Administrasi Pelayanan Daerah

(Unit) (Unit) (Unit) (Jiwa) (Jiwa) (Jiwa)

1 2008 1.256.182 327.394 19.620 139 19.759 131.620 10,48 40,20

2 2009 1.265.225 347.016 20.285 137 20.422 135.410 10,70 39,02

3 2010 1.197.602 347.016 20.738 136 20.874 138.028 11,53 39,78

Sumber: PDAM Tirta Bening Pati

Upaya untuk meningkatkan akses terhadap air bersih juga dilakukan oleh program Pamsimas di Kabupaten Pati. Pada tahun 2008 program Pamsimas telah melakukan penyediaan akses di 9 desa yang terdiri dari 26 dusun, dengan daerah cakupan 19.283 jiwa dan yang terlayani air bersih adalah 7.090 jiwa atau 36,77%, sedangkan dari total penduduk tahun 2008 sebanyak 1.256.182 jiwa yang berlayani oleh Program Pamsimas sebesar 0,52%.

Pada tahun 2009 program Pamsimas telah melakukan penyediaan akses di 11 desa yang terdiri dari 40 dusun, dengan daerah cakupan 26.503 jiwa dan yang terlayani air bersih adalah 5.260 jiwa atau 19,85%, sedangkan dari total penduduk tahun 2009 sebanyak 1.265.225 jiwa yang berlayani oleh Program Pamsimas sebesar 0,42%.

Pada tahun 2010 program Pamsimas telah melakukan penyediaan akses di 16 desa reguler dan 2 desa replikasi yang terdiri dari 69 dusun, dengan daerah cakupan 50.510 jiwa dan yang terlayani air bersih adalah 26.574 jiwa atau 52,61%, sedangkan dari total penduduk akhir tahun 2010 sebanyak 1.197.602 jiwa yang berlayani oleh Program Pamsimas sebesar 2,22%.

(6)

Buku Putih Sanitasi Kabupaten Pati Halaman | III.6

Pada tahun 2011 Program Pamsimas telah melakukan penyediaan akses di 14 desa reguler dan 2 desa replikasi yang terdiri dari 87 dusun, dengan daerah cakupan 46.514 jiwa

Hasil yang telah dilakukan Program Pamsimas untuk penyediaan sarana air bersih selama kurun waktu tahun 2008 – 2010 pada 38 desa dengan jumlah penduduk 96.296 Jiwa telah terlayani air bersih sebanyak 38.324 jiwa atau 39,80%.

Tabel 3.3.

Data PAMSIMAS Bidang Sarana Air Minum Kabupaten Pati Tahun 2008-2010

NO Tahun

SARANA AIR MINUM Jumlah

Penduduk Jumlah Desa Jumlah Dusun

Jumlah Penduduk Desa Jumlah Dusun Yang Dilayani Jumlah Penduduk Yang Dilayani

% Cakupan Pelayanan PELAYANAN Administ

rasi Pelayanan Daerah SR HU

1 2 3 3 4 5 6 7 8 11 12

1 2008 1.256.182 9 26 19.283 14 6.490 0,52 33,66 1.208 - 2 2009 1.265.225 11 40 26.503 24 5.260 0,42 19,85 1.052 - 3 2010 1.197.602 18 69 50.510 34 26.574 2,22 52,61 5.454 56

TOTAL 38 135 96.296 72 38.324 39,80 7714 56

Sumber : DMAC Pamsimas Kabupaten Pati

Dari hasil study EHRA terhadap pertanyaan sumber air yang digunakan untuk minum masih ada keluarga yang mengunkan sumber air untuk minum dari sumur gali tidak terlindungi sebanyak 484 responden, Mata air tak terlindungi 249 responden, air hujan 579 responden, dan dari sungai 119 responden, untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada grafik dibawah ini

Grafik 3.3

Sumber air yang digunakan untuk minum

Sumber : Olah data survey EHRA, 2012

0 100 200 300 400 500 600 SGL Tdk Terlindungi MA Tdk Terlindungi

Air Hujan Air Sungai

484

249

579

(7)

Buku Putih Sanitasi Kabupaten Pati Halaman | III.7

Tabel 3.4.

Akses Sarana Air Bersih Per Puskesmas

NO Puskemas Jumlah

Jumlah yang

disurvey Jumlah KK Memiliki Sarana air bersih

Jiwa KK Jml % SGL % SPT % PP % PAH % SA % Lain2 %

1 SUKOLILO I 48,433 14,301 6836 47.8 1,639 24.0 254 3.7 1,148 16.8 0 0 0 0 2,448 35.8 2 SUKOLILO II 42733 12283 5718 46.6 3,518 61.5 1,667 29.2 0 0.0 0 0 0 0 48 0.8 3 KAYEN 74832 22985 17906 77.9 13,154 73.5 495 2.8 1,013 5.7 0 0 0 0 2,666 14.9 4 TAMBAKROMO 50091 17951 8635 48.1 4,331 50.2 1,964 22.7 448 5.2 0 0 0 0 1,892 21.9 5 WINONG I 33820 7936 3984 50.2 1,712 43.0 797 20.0 0 0.0 0 0 0 0 22 0.6 6 WINONG II 25774 7395 3706 50.1 1,452 39.2 922 24.9 0 0.0 0 0 0 0 296 8.0 7 PUCAKWANGI I 34.829 10274 9110 88.7 4,099 45.0 0 0.0 1,234 13.5 0 0 0 0 1,606 17.6 8 PUCAKWANGI II 16864 14428 9616 66.6 7,442 77.4 1,347 14.0 65 0.7 55 0.6 0 0 379 3.9 9 JAKEN 53083 6264 4128 65.9 2,582 62.5 485 11.7 40 1.0 10 0.2 0 0 15 0.4 10 BATANGAN 41039 12811 2711 21.2 324 12.0 578 21.3 157 5.8 468 17.3 0 0 1,184 43.7 11 JUWANA 95096 28422 27901 98.2 425 1.5 0 0.0 14,491 51.9 0 0 0 0 12,985 46.5 12 JAKENAN 49232 15595 11470 73.5 9,823 85.6 1,453 12.7 0 0.0 95 0.8 0 0 99 0.9 13 PATI I 60543 17136 12790 74.6 11,048 86.4 1,036 8.1 0 0.0 0 0 0 0 691 5.4 14 PATI II 47455 13689 5312 38.8 2,182 41.1 2,171 40.9 156 2.9 0 0 0 0 18 0.3 15 GABUS I 27167 9814 3139 32.0 604 19.2 328 10.4 214 6.8 0 0 0 0 76 2.4 16 GABUS II 28561 8778 3522 40.1 1,817 51.6 996 28.3 0 0.0 70 2.0 0 0 278 7.9 17 MARGOREJO 55,842 17,662 5187 29.4 1,063 20.5 0 0.0 252 4.9 0 0 0 0 3,319 64.0 18 GEMBONG 42618 13477 9851 73.1 927 9.4 0 0.0 4,884 49.6 0 0 0 0 3,285 33.3 19 TLOGOWUNGU 49849 17157 7489 43.6 2,500 33.4 0 0.0 634 8.5 0 0 0 0 4,355 58.2 20 WEDARIJAKSA I 34784 8720 7392 84.8 4,682 63.3 15 0.2 0 0.0 0 0 0 0 690 9.3 21 WEDARIJAKSA II 23552 7452 3093 41.5 1,020 33.0 785 25.4 271 8.8 0 0 0 0 974 31.5 22 TRANGKIL 60.158 18686 13768 73.7 11,395 82.8 1,917 13.9 0 0.0 0 0 0 0 456 3.3 23 MARGOYOSO I 37021 10631 1363 12.8 242 17.8 361 26.5 0 0.0 0 0 0 0 760 55.8 24 MARGOYOSO II 36947 8484 5589 65.9 4,981 89.1 553 9.9 0 0.0 0 0 0 0 55 1.0 25 GN WUNGKAL 37454 12327 7290 59.1 5,742 78.8 755 10.4 0 0.0 0 0 0 0 793 10.9 26 CLUWAK 44769 15317 5422 35.4 1461 26.9 0 0.0 1943 35.8 0 0 0 0 2,018 37.2

(8)

Buku Putih Sanitasi Kabupaten Pati Halaman | III.8

NO Puskemas Jumlah

Jumlah yang

disurvey Jumlah KK Memiliki Sarana air bersih

Jiwa KK Jml % SGL % SPT % PP % PAH % SA % Lain2 %

27 TAYU I 45512 13384 5118 38.2 2,100 41.0 2,005 39.2 185 3.6 0 0 0 0 828 16.2

28 TAYU II 23218 6828 4392 64.3 3,759 85.6 43 1.0 0 0.0 0 0 0 0 590 13.4

29 DUKUHSETI 58439 15451 13135 85.0 9,451 72.0 0 0.0 0 0.0 0 0 0 0 3,684 28.0 JUMLAH 1,184,823 385,638 225,573 58.5 115,475 51.2 20,927 9.3 27,135 12.0 698 0.3 0 0 46,510 20.6

(9)

Buku Putih Sanitasi Kabupaten Pati Halaman | III.9

3.1.1.2 Mencuci Tangan Dengan Air Bersih Dan Sabun Pada 5 Waktu Penting

Dari aspek kesehatan masyarakat, khususnya pola penyebaran penyakit menular, cukup banyak penyakit yang dapat dicegah melalui kebiasan atau perilaku higienes dengan cuci tangan pakai sabun (CTPS), seperti penyakit diare, typhus perut, kecacingan, flu burung, dan bahkan flu babi.

Seperti halnya perilaku buang air besar sembarangan, perilaku cuci tangan, terlebih cuci tangan pakai sabun merupakan masih merupakan sasaran penting dalam promosi kesehatan, khususnya terkait perilaku hidup bersih dan sehat.

Sejak dulu kala, nenek moyang kita sudah mengajarkan kepada anak cucunya supaya menjaga kebersihan diri. Salah satunya adalah dengan melakukan cuci tangan dengan air bersih sebelum makan dan tentunya juga sesudahnya. Metode sederhana ini, ternyata banyak dilupakan orang, sehingga belum menjadi budaya atau belum menjadi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat. Sabun adalah bahan yang digunakan untuk membersihkan sesuatu yang kotor, seperti pakaian, badan, dan alat-alat rumah tangga. Saat ini sabun merupakan bahan kebutuhan primer bagi setiap orang untuk kebersihan.

Tangan adalah bagian dari tubuh manusia yang paling sering berhubungan dengan mulut dan hidung secara langsung, sehingga tangan menjadi salah satu penghantar utama masuknya kuman penyebab penyakit ke dalam tubuh manusia. Apabila tangan manusia menyentuh tinja/feses, akan terkontaminasi dengan lebih dari 10 juta virus dan satu juta bakteri yang dapat menimbulkan penyakit. Virus dan bakteri tidak terlihat, sehingga sering diabaikan dan mudah masuk kedalam tubuh manusia.

Cuci tangan pakai sabun, bagi sebagian besar masyarakat sudah menjadi kegiatan rutin sehari-hari. Tapi, bagi sebagian masyarakat lainnya, cuci tangan pakai sabun belum menjadi kegiatan rutin, terutama bagi anak-anak. Cuci tangan pakai sabun dapat menghilangkan sejumlah besar virus dan bakteri yang menjadi penyebab berbagai penyakit, terutama penyakit yang menyerang saluran cerna, seperti diare dan penyakit infeksi saluran nafas akut. Hampir semua orang mengerti pentingnya cuci tangan pakai sabun, namun tidak membiasakan diri untuk melakukannya dengan benar pada saat yang penting. Tidak terbatas bagi orang awam atau anak-anak, bahkan di kalangan petugas medis pun kebiasaan ini acapakali belum membudaya.

Hasil study EHRA di Kabupaten Pati dengan responden 16.240 orang yang tersebar di 406 desa dengan pertanyaan waktu kritis Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) menunjukan bahwa baru 18,86 % responden sudah CTPS sebelum makan, 60,31 % responden sudah CTPS sebelum menyiapkan makanan, masih ada responden sebanyak 13,92 % belum CTPS setelah BAB , 34,42 % belum CTPS setelah menceboki bayi dan 76,58 % responden sudah CTPS setelah memegang hewan.

Tabel 3.5.

Hasil Study EHRA tentang waktu kritis CTPS

No Waktu Kritis CTPS Jawaban Responden

YA % TIDAK % MENJAWAB TIDAK % JUMLAH 1 Setelah BAB 13,953 85.92 2,260 13.92 27 0.17 16,240 2 Setelah Menceboki Bayi 10,611 65.34 5,590 34.42 39 0.24 16,240 3 Sebelum Makan 3,063 18.86 13,158 81.02 19 0.12 16,240 4 Sebelum Menyiapkan makanan 9,794 60.31 6,425 39.56 21 0.13 16,240 5 Setelah memegang Hewan 12,436 76.58 3,782 23.29 22 0.14 16,240

(10)

Buku Putih Sanitasi Kabupaten Pati Halaman | III.10

3.1.1.3 Menggunakan Jamban Sehat

Masalah penyehatan lingkungan pemukiman khususnya pada pembuangan tinja merupakan salah satu dari berbagai masalah kesehatan yang perlu mendapatkan prioritas. Penyediaan sarana pembuangan tinja masyarakat terutama dalam pelaksanaannya tidaklah mudah, karena menyangkut peran serta masyarakat yang biasanya sangat erat kaitannya dengan prilaku, tingkat ekonomi, kebudayaan dan pendidikan.

Mengingat tinja merupakan bentuk kotoran yang sangat merugikan dan membahayakan kesehatan masyarakat, maka tinja harus dikelola, dibuang dengan baik dan benar. Untuk itu tinja harus dibuang pada suatu “wadah” atau sebut saja jamban keluarga.

Jamban yang digunakan masyarakat bisa dalam bentuk jamban yang paling sederhana, dan murah, misal jamban cemplung, atau jamban yang lebih baik, dan lebih mahal misal jamban leher angsa dari tanah liat, atau bahkan leher angsa dari bahan keramik.

Dari hasil study EHRA terhadap pertanyaan dimana anggota keluarga yang sudah dewasa bila ingin buang air besar didapatkan hasil sebagian besar sudah BAB di jamban pribadi yaitu sebanyak 13.344 responden dan masih ada yang BABS sebanyak 1.588 responden, untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada grafik dibawah ini

Grafik 3.4

Kebiasaan BAB keluarga usia dewasa

Sumber : Olah data survey EHRA, 2012

Sementara dari pertanyaan anggota keluarga yang sering buang air besar di tempat terbuka (seperti kebun, halaman, sungai, pantai, laut, selokan/got, saluran irigasi) di dapatkan hasil bahwa kebiasan BABS terbanyak pada laki-laki usia 5 – 12 tahun sebanyak 1.820 responden dan kebiasaan BABS terendah pada usia remaja perempuan sebanyak 1.121 responden, untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada grafik dibawah ini 0 5000 10000 15000

13344

187

761

259

381

(11)

Buku Putih Sanitasi Kabupaten Pati Halaman | III.11

Grafik 3.5

Anggota Keluarga Yang Masih BABS

Sumber : Olah data survey EHRA, 2012

Prinsip utama tempat pembuangan tinja adalah suatu wadah atau tempat yang mampu menjaga atau mencegah tinja tersebut tidak mencemari air terutama air untuk sumber air minum dan tidak mencemari tanah. Pembuangan tinja perlu mendapat perhatian khusus karena merupakan satu bahan buangan yang banyak mendatangkan masalah dalam bidang kesehatan dan sebagai media bibit penyakit, seperti diare, typhus, muntaber, disentri, cacingan dan gatal-gatal. Selain itu dapat menimbulkan pencemaran lingkungan pada sumber air dan bau busuk serta estetika.

Jamban (baik jamban individual, bersama dan jamban umum) dapat dikatakan sehat apabila jamban tersebut telah memiliki pengolahan/pengumpulan tinja yang dapat Mencegah kontaminasi tinja ke badan air (air sungai, air tanah), Mencegah kontak antara manusia dengan tinja, membuat tinja tidak dapat dihinggapi lalat atau serangga vektor lainnya, serta binatang liar atau binatang peliharaan, mencegah buangan dari menimbulkan bau, serta, konstruksi dudukan dibuat dengan baik dan aman.

Dengan demikian, jamban sehat lebih dilihat pada sistem pengolahan dan pengumpulannya daripada konstruksi bangunan atasnya (dinding, atap, tipe kloset). Selama seseorang memiliki jamban dengan kriteria seperti diatas, maka dapat dikatakan bahwa orang tersebut sudah tidak melakukan BABS, walaupun konstruksi dinding terbuat dari bambu atau plastik dan tanpa atap.

Berdasarkan survey EHRA yang telah dilakukan, dapat diketahui bahwa lama bangunan septic tank dibangun diperoleh data 445 responden menyatakan baru membangun septic tank antara 0 – 12 bulan, 2.826 responden antara 1 – 5 tahun, 2.713 responden antara 5 – 10 tahun, 2.133 responden menjawab lama bangunan septic tank lebih dari 10 tahun.

Sedangkan pertanyaan kapan tangki septik terakhir dikosongkan, 143 responden menjawab antara 0 – 12 bulan yang lalu, 441 responden antara 1 – 5 tahun, 183 responden menjawab antara 5 – 10 tahun, 91 responden menjawab lebih dari 10 tahun dan 7.323 menjawab tidak pernah dikuras/dikosongkan.

Sementara pertanyaan pembuangan lumpur tinja pada saat tangki septik dikosongkan di dapatkan hasil yang dibuang di sungai sebesar 10%, dikubur di halaman sebesar 9%, dikubur di tanah orang lain sebanyak 2% dan 79 % atau 1.679 responden menjawab tidak tahu. Dengan melihat data tersebut, dalam hal pembuangan lumpur tinja masih menjadi permasalahan serius dan berpotensi mencemari lingkungan.

Umur 5-12 L Umur 5-12 P Remaja L Remaja P L Dewasa P Dewasa L Tua P Tua

1820

1564

1279

1121

1734

1660

1712

1611

(12)

Buku Putih Sanitasi Kabupaten Pati Halaman | III.12

Grafik 3.6

Umur bangunan tangki septik

Sumber : Olah data survey EHRA, 2012

Grafik. 3.7

Waktu pengosongan tangki septik

Sumber : Olah data survey EHRA, 2012

Grafik 3.8 Pembuangan lumpur tinja

Sumber : Olah data survey EHRA, 2012

0 500 1000 1500 2000 2500 3000 0-12 bln 1-5 th 5-10 th > 10 th Tdk Tahu Series1 445 2826 2713 2133 1115 0 1000 2000 3000 4000 5000 6000 7000 8000 0-12 bln 1-5 th 5-10 th > 10 th Tdk Pernah Tdk Tahu

143

441

183

91

7323

1075

sungai 10% dikubur di halaman 9% dikubur dihalaman orang lain 2% tidak tahu 79%

(13)

Buku Putih Sanitasi Kabupaten Pati Halaman | III.13

Kondisi jamban sehat di Kabupaten Pati, dari 157.186 keluarga yang diperiksa, yang memiliki jamban sebanyak 105.926 keluarga dan yang termasuk kategori jamban sehat sebesar 72.594 keluarga. Untuk lebih lengkapnya dapat dilihat pada tabel dibawah ini :

Tabel 3.6. Kepemilikan Jamban

NO KECAMATAN PUSKESMAS KELUARGA JUMLAH JUMLAH RUMAH

JAMBAN KELUARGA

DIPERIKSA KELUARGA MEMILIKI SEHAT JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % 1 SUKOLILO SUKOLILO I 14,301 12,176 4,182 29.2 2,035 48.7 734 36.1 SUKOLILO II 12,283 11,873 1,420 11.6 1,420 100.0 1,237 87.1 2 KAYEN KAYEN 22,985 19,884 9,938 43.2 6,364 64.0 5,648 88.7 3 TAMBAKROMO TAMBAKROMO 17,951 17,822 2,160 12.0 2,108 97.6 1,775 84.2 4 WINONG WINONG I 7,936 8,315 3,167 39.9 3,167 100.0 2,609 82.4 WINONG II 7,395 7,207 2,065 27.9 1,992 96.5 809 40.6 5 PUCAKWANGI PUCAKWANGI I 10,274 8,855 3,927 38.2 2,953 75.2 2,012 68.1 PUCAKWANGI II 14,428 4,214 9,567 66.3 449 4.7 333 74.2 6 JAKEN JAKEN 6,264 12,898 5,038 80.4 1,823 36.2 1,291 70.8 7 BATANGAN BATANGAN 12,811 11,024 2,859 22.3 1,699 59.4 1,287 75.8 8 JUWANA JUWANA 28,422 23,525 3,600 12.7 2,487 69.1 2,315 93.1 9 JAKENAN JAKENAN 15,595 10,730 10,730 68.8 8,053 75.1 3,247 40.3 10 PATI PATI I 17,136 14,586 895 5.2 889 99.3 887 99.8 PATI II 13,689 12,976 951 6.9 885 93.1 843 95.3 11 GABUS GABUS I 9,814 8,463 5,196 52.9 5,071 97.6 3,153 62.2 GABUS II 3,778 7,583 3,778 100.0 3,335 88.3 2,068 62.0 12 MARGOREJO MARGOREJO 17,662 15,533 17,662 100.0 9,779 55.4 6,161 63.0 13 GEMBONG GEMBONG 13,477 13,558 9,805 72.8 7,447 76.0 4,423 59.4 14 TLOGOWUNGU TLOGOWUNGU 17,157 14,044 2,245 13.1 2,102 93.6 1,918 91.2 15 WEDARIJAKSA WEDARIJAKSA I 8,720 9,234 5,425 62.2 2,675 49.3 1,323 49.5 WEDARIJAKSA II 7,452 6,745 6,244 83.8 3,963 63.5 2,363 59.6 16 TRANGKIL TRANGKIL 18,686 16,318 3,180 17.0 2,703 85.0 2,030 75.1 17 MARGOYOSO MARGOYOSO I 10,631 8,056 8,056 75.8 6,963 86.4 6,046 86.8 MARGOYOSO II 8,484 8,484 800 9.4 532 66.5 431 81.0 18 GN WUNGKAL GN WUNGKAL 12,327 10,504 10,504 85.2 6,944 66.1 4,261 61.4 19 CLUWAK CLUWAK 15,317 14,332 8,079 52.7 6,263 77.5 5,447 87.0 20 TAYU TAYU I 13,384 12,564 7,349 54.9 5,900 80.3 4,233 71.7 TAYU II 6,828 6,588 6,349 93.0 4,277 67.4 2,267 53.0 21 DUKUHSETI DUKUHSETI 15,451 16,243 2,015 13.0 1,648 81.8 1,443 87.6 JUMLAH 380,638 344,334 157,186 41.3 105,926 67.4 72,594 68.5 Sumber : Dinkes Kab. Pati, 2012

3.1.1.4 Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN)

Salah satu kriteria rumah dinyatakan sehat adalah bebas jentik nyamuk Aedes aegypti yang merupakan vektor. Indikator keberhasilan program pengendalian vektor adalah rumah atau bangunan yang bebas jentik nyamuk Aedes aegypti dengan angka toleransi ABJ ( Angka Bebas Jentik) 95%.

Dari 344.334 rumah / bangunan yang ada di Kabupaten Pati, 258.321 rumah / bangunan telah dilakukan pemeriksaan jentik nyamuk Aedes aegypti dan dari rumah / bangunan yang telah diperiksa tersebut, 208.895 rumah / bangunan atau 80,9 % telah dinyatakan bebas jentik nyamuk Aedes aegypti.

(14)

Buku Putih Sanitasi Kabupaten Pati Halaman | III.14

Tabel 3.7.

Prosentase Rumah / Bangunan Bebas Jentik Nyamuk Aedes Aegypti Menurut Kecamatan dan Puskesmas Tahun 2011

NO KECAMATAN PUSKESMAS JUMLAH RUMAH / BANGUNAN YANG ADA RUMAH / BANGUNAN DIPERIKSA RUMAH / BANGUNAN BEBAS JENTIK JUMLAH % JUMLAH % 1 SUKOLILO SUKOLILO I 12,176 9,514 78.1 7,849 82.5 SUKOLILO II 11,873 9,229 77.7 9,029 97.8 2 KAYEN KAYEN 19,884 9,938 50.0 8,588 86.4 3 TAMBAKROMO TAMBAKROMO 17,822 17,822 100.0 11,485 64.4 4 WINONG WINONG I 8,315 8,315 100.0 7,863 94.6 WINONG II 7,207 6,220 86.3 5,285 85.0 5 PUCAKWANGI PUCAKWANGI I 8,855 8,383 94.7 8,007 95.5 PUCAKWANGI II 4,214 2,450 58.1 2,339 95.5 6 JAKEN JAKEN 12,898 11,024 85.5 8,438 76.5 7 BATANGAN BATANGAN 11,024 2,718 24.7 2,279 83.8 8 JUWANA JUWANA 23,525 7,760 33.0 6,820 87.9 9 JAKENAN JAKENAN 10,730 10,730 100.0 10,279 95.8 10 PATI PATI I 14,586 14,586 100.0 10,160 69.7 PATI II 12,976 6,654 51.3 5,621 84.5 11 GABUS GABUS I 8,463 7,430 87.8 4,666 62.8 GABUS II 7,583 7,583 100.0 5,207 68.7 12 MARGOREJO MARGOREJO 15,533 15,533 100.0 12,872 82.9 13 GEMBONG GEMBONG 13,558 13,558 100.0 11,095 81.8 14 TLOGOWUNGU TLOGOWUNGU 14,044 5,646 40.2 4,415 78.2 15 WEDARIJAKSA WEDARIJAKSA I 9,234 9,234 100.0 7,862 85.1 WEDARIJAKSA II 6,745 6,244 92.6 4,735 75.8 16 TRANGKIL TRANGKIL 16,318 6,972 42.7 6,619 94.9 17 MARGOYOSO MARGOYOSO I 8,056 8,056 100.0 6,323 78.5 MARGOYOSO II 8,484 4,800 56.6 4,344 90.5 18 GN WUNGKAL GN WUNGKAL 10,504 7,360 70.1 6,582 89.4 19 CLUWAK CLUWAK 14,332 10,987 76.7 7,689 70.0 20 TAYU TAYU I 12,564 7,349 58.5 6,009 81.8 TAYU II 6,588 6,349 96.4 3,301 52.0 21 DUKUHSETI DUKUHSETI 16,243 15,877 97.7 13,134 82.7 JUMLAH 344,334 258,321 75.0 208,895 80.9

Sumber : Dinkes Kab. Pati, 2012 3.1.1.5 Tempat Sampah

Produksi sampah semakin meningkat seiring bertambahnya populasi penduduk Indonesia, yang dihasilkan dari segala aktivitas di rumah, diluar rumah serta lingkungan. Sampah-sampah tersebut tidak semuanya mudah hancur dan larut, dan tumpukannya akan semakin mengganggu lingkungan. Pencemaran terhadap lingkungan akan semakin meningkat sedangkan tempat pembuangan sampah akhir terbatas dan pihak pemerintah belum maksimal menyediakan pengelolaan sampah, agar bisa lebih bermanfaat atau menjadi sesuatu yang bernilai daripada mencemari lingkungan.

Dalam penanganan sampah, tidak semuanya dibebankan kepada pemerintah. Masyarakat dapat mengambil peran dalam menyikapi permasalahan sampah, dimulai dari diri sendiri. Karena jika kondisi kebersihan rumah kita baik, maka akan berpengaruh juga terhadap lingkungan sekitarnya menjadi sehat. Mengelola sampah sendiri tidaklan sulit dan memerlukan peralatan canggih atau bermodal besar. Kita bisa mengelola sampah di mulai dari pemilahan tingkat rumah tangga dengan membedakan sampah organik dan anorganik.

(15)

Buku Putih Sanitasi Kabupaten Pati Halaman | III.15

. Dari 344.334 rumah / bangunan yang ada di Kabupaten Pati, 157,186 rumah / bangunan telah dilakukan pemeriksaan kepemilikan sarana sanitasi dasar yang dimiliki oleh keluarga terutama tempat sampah keluarga, dan dari rumah / bangunan yang telah diperiksa tersebut, 108,839 rumah / bangunan atau 69.2 % telah memiliki sarana tempat sampah dan 73,726 rumah/ bangunan atau 67.7 %. mempunyai tempat sampah yang sehat.

Tabel 3.8.

Prosentase Rumah Memiliki Tempat Sampah Tahun 2011

No Kec. PUSKESMAS Keluarga Jumlah Jumlah Rumah

Tempat Sampah Keluarga

Diperiksa Keluarga Memiliki Sehat

JML % JML % JML % 1 SUKOLILO SUKOLILO I 14,301 12,176 4,182 29.2 2,035 48.7 146 7.2 SUKOLILO II 12,283 11,873 1,420 11.6 1,175 82.7 1,175 100 2 KAYEN KAYEN 22,985 19,884 9,938 43.2 6,364 64.0 6,125 96.2 3 TAMBAKROMO TAMBAKROMO 17,951 17,822 2,160 12.0 1,024 47.4 900 87.9 4 WINONG WINONG I 7,936 8,315 3,167 39.9 2,756 87.0 1,471 53.4 WINONG II 7,395 7,207 2,065 27.9 1,902 92.1 1,050 55.2 5 PUCAKWANGI PUCAKWANGI I 10,274 8,855 3,927 38.2 3,927 100 2,229 56.8 PUCAKWANGI II 14,428 4,214 9,567 66.3 2,179 22.8 1,508 69.2 6 JAKEN JAKEN 6,264 12,898 5,038 80.4 4,823 95.7 4,042 83.8 7 BATANGAN BATANGAN 12,811 11,024 2,859 22.3 2,712 94.9 2,170 80.0 8 JUWANA JUWANA 28,422 23,525 3,600 12.7 2,437 67.7 2,366 97.1 9 JAKENAN JAKENAN 15,595 10,730 10,730 68.8 7,932 73.9 72 0.9 10 PATI PATI I 17,136 14,586 895 5.2 873 97.5 871 99.8 PATI II 13,689 12,976 951 6.9 904 95.1 862 95.4 11 GABUS GABUS I 9,814 8,463 5,196 52.9 3,303 63.6 1,105 33.5 GABUS II 3,778 7,583 3,778 100 977 25.9 613 62.7 12 MARGOREJO MARGOREJO 17,662 15,533 17,662 100 9,779 55.4 6,161 63.0 13 GEMBONG GEMBONG 13,477 13,558 9,805 72.8 9,162 93.4 6,933 75.7 14 TLOGOWUNGU TLOGOWUNGU 17,157 14,044 2,245 13.1 1,483 66.1 1,256 84.7 15 WEDARIJAKSA WEDARIJAKSA I 8,720 9,234 5,425 62.2 5,210 96.0 3,656 70.2 WEDARIJAKSA II 7,452 6,745 6,244 83.8 5,215 83.5 3,018 57.9 16 TRANGKIL TRANGKIL 18,686 16,318 3,180 17.0 1,568 49.3 1,259 80.3 17 MARGOYOSO MARGOYOSO I 10,631 8,056 8,056 75.8 1,346 16.7 1,346 100 MARGOYOSO II 8,484 8,484 800 9.4 562 70.3 421 74.9 18 GN WUNGKAL GN WUNGKAL 12,327 10,504 10,504 85.2 9,873 94.0 9,361 94.8 19 CLUWAK CLUWAK 15,317 14,332 8,079 52.7 5,982 74.0 4,534 75.8 20 TAYU TAYU I 13,384 12,564 7,349 54.9 6,271 85.3 5,129 81.8 TAYU II 6,828 6,588 6,349 93.0 5,050 79.5 1,966 38.9 21 DUKUHSETI DUKUHSETI 15,451 16,243 2,015 13.0 2,015 100.0 1,981 98.3 JUMLAH 380,638 344,334 157,186 41.3 108,839 69.2 73,726 67.7

Sumber : Dinkes Kab. Pati, 2012 3.1.1.6 Rumah Sehat

Rumah merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia, disamping kebutuhan sandang, pangan dan kesehatan . Oleh karena itu rumah harus sehat dan nyaman agar penghuninya dapat berkarya untuk meningkatkan produktifitas. Konstruksi rumah dan lingkungan yang tidak memenuhi syarat kesehatan merupakan faktor resiko sumber penularan berbagai jenis penyakit, khususnya penyakit yang berbasis lingkungan

Rumah merupakan tempat tinggal bagi suatu keluarga yang berfungsi sebagai tempat perlindungan untuk memberi keamanan, tempat istirahat, tempat menjalin hubungan antar anggota keluarga, tempat

(16)

Buku Putih Sanitasi Kabupaten Pati Halaman | III.16

tumbuh kembang anak, penyediaan makanan keluarga termasuk mandi, mencuci dan sebagainya. Oleh karena itu keberadaan rumah yang sehat, aman, serasi dan teratur sangat diperlukan agar fungsi dan kegunaan rumah dapat terpenuhi dengan baik. Pengertian rumah disini mencakup ruangan yang ada didalam rumah, halaman dan area di sekelilingnya

Rumah sehat adalah bangunan rumah tinggal yang memenuhi syarat kesehatan yaitu rumah yang memiliki jamban sehat, sarana air bersih, tempat pembuangan sampah, sarana pembuangan air limbah, ventilasi rumah yang baik, kepadatan hunian rumah yang sesuai dan lantai rumah yang tidak terbuat dari tanah. Jumlah rumah di Kabupaten Pati pada tahun 2011 yang memenuhi kriteria rumah sehat adalah 142,452 rumah atau 55,1% dari 258,321 rumah yang diperiksa.

Tabel 3.9. Prosentase Rumah Sehat Tahun 2011

NO KECAMATAN PUSKESMAS RUMAH JUMLAH YANG ADA JUMLAH YANG DIPERIKSA % DIPERIKSA JUMLAH YANG SEHAT % RUMAH SEHAT 1 SUKOLILO SUKOLILO I 12,176 9,514 78.1 1,456 15.3 SUKOLILO II 11,873 9,229 77.7 3,915 42.4 2 KAYEN KAYEN 19,884 9,938 50.0 6,364 64.0 3 TAMBAKROMO TAMBAKROMO 17,822 17,822 100 7,931 44.5 4 WINONG WINONG I 8,315 8,315 100 4,331 52.1 WINONG II 7,207 6,220 86.3 3,073 49.4 5 PUCAKWANGI PUCAKWANGI I 8,855 8,383 94.7 3,956 47.2 PUCAKWANGI II 4,214 2,450 58.1 1,011 41.3 6 JAKEN JAKEN 12,898 11,024 85.5 9,193 83.4 7 BATANGAN BATANGAN 11,024 2,718 24.7 1,223 45.0 8 JUWANA JUWANA 23,525 7,760 33.0 4,747 61.2 9 JAKENAN JAKENAN 10,730 10,730 100 2,103 19.6 10 PATI PATI I 14,586 14,586 100 11,582 79.4 PATI II 12,976 6,654 51.3 5,811 87.3 11 GABUS GABUS I 8,463 7,430 87.8 3,507 47.2 GABUS II 7,583 7,583 100 3,461 45.6 12 MARGOREJO MARGOREJO 15,533 15,533 100 10,871 70.0 13 GEMBONG GEMBONG 13,558 13,558 100 10,082 74.4 14 TLOGOWUNGU TLOGOWUNGU 14,044 5,646 40.2 2,706 47.9 15 WEDARIJAKSA WEDARIJAKSA I 9,234 9,234 100 3,629 39.3 WEDARIJAKSA II 6,745 6,244 92.6 4,306 69.0 16 TRANGKIL TRANGKIL 16,318 6,972 42.7 3,861 55.4 17 MARGOYOSO MARGOYOSO I 8,056 8,056 100 3,782 46.9 MARGOYOSO II 8,484 4,800 56.6 3,532 73.6 18 GN WUNGKAL GN WUNGKAL 10,504 7,360 70.1 3,897 52.9 19 CLUWAK CLUWAK 14,332 10,987 76.7 7,712 70.2 20 TAYU TAYU I 12,564 7,349 58.5 5,224 71.1 TAYU II 6,588 6,349 96.4 2,007 31.6 21 DUKUHSETI DUKUHSETI 16,243 15,877 97.7 7,179 45.2 JUMLAH 344,334 258,321 75.0 142,452 55.1

(17)

Buku Putih Sanitasi Kabupaten Pati Halaman | III.17

3.1.2 Tatanan Sekolah

Sebagai suatu institusi pendidikan, sekolah mempunyai peranan dan kedudukan strategis dalam upaya promosi kesehatan. Hal ini disebabkan karena sebagian besar anak usia 5-19 tahun terpajan dengan lembaga pendidikan dalam jangka waktu cukup lama. Sekolah mendukung pertumbuhan dan perkembangan alamiah seorang anak, sebab di sekolah seorang anak dapat mempelajari berbagai pengetahuan termasuk kesehatan. Promosi kesehatan di sekolah membantu meningkatkan kesehatan siswa, guru, karyawan, keluarga serta masyarakat sekitar, sehingga proses belajar mengajar berlangsung lebih produktif.

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) tatanan institusi pendidikan adalah suatu upaya yang dilakukan untuk memberdayakan dan meningkatkan kemampuan masyarakat institusi pendidikan (pengajar, anak didik dll) dalam berperilaku hidup bersih dan sehat. Institusi pendidikan dalam hal ini adalah dari tingkat TK/RA/BA,SD/MI,SLTP/MTs sampai dengan SLTA/ MA. Sekolah harus memberikan pengajaran baik kepada guru maupun murid bagaimana cara memelihara jamban sekolah yang akan di bangun dan sarana cuci tangan. Seringkali terjadi jamban di sekolah hanya terdiri atas dua unit, yaitu satu untuk guru dan yang lain untuk murid. Sementara kondisi jamban murid sangat berbeda jauh dengan jamban guru, dimana jamban murid sangat jauh dari kondisi bersih dan terpelihara atau tidak jarang dalam kondisi rusak.

Akibatnya banyak murid yang kemudian buang air kecil maupun buang air besar di halaman sekolah. Kebiasaan ini membuat sekolah menjadi bau dan sangat rentan untuk menjadi sarang penyakit. Selain itu, seringkali jamban di sekolah tidak dilengkapi dengan penerangan yang cukup. Murid yang masih duduk di kelas 1 atau 2 akan merasa takut untuk menggunakan jamban yang kondisinya gelap, berbau dan kotor. Kondisi seperti ini harus dihindari dengan cara membuat jamban dengan penerangan yang cukup baik dari lampu ataupun sinar matahari beserta ventilasi yang memadai.

PHBS tatanan institusi pendidikan adalah upaya pemberdayaan dan peningkatan kemampuan untuk berperilaku hidup bersih dan sehat di tatanan institusi pendidikan. Ada 12 indikator dari 3 variabel yang dipakai sebagai ukuran untuk menilai PHBS di sekolah, salah satu variabel yaitu variabel lingkungan sekolah sehat dengan indikator air bersih, jamban, sampah dan warung sekolah.

Upaya untuk meningkatkan akses terhadap sanitasi dasar (jamban) juga dilakukan oleh program Pamsimas di Kabupaten Pati. Pada tahun 2008 program Pamsimas telah melakukan penyediaan akses jamban di 9 desa pada 14 SD/MI dengan jumlah siswa SD/MI 1.773 siswa dan yang terlayani jamban sebanyak 14 SD/MI dengan jumlah siswa SD/MI 1.773 siswa atau 100% dari jumlah siswa. Sedangkan dari total penduduk tahun 2008 sebanyak 1.256.182 jiwa siswa yang terlayani oleh program Pamsimas sebesar 0,14%.

Pada tahun 2009 program Pamsimas telah melakukan penyediaan akses jamban di 11 desa pada 20 SD/MI dengan jumlah siswa SD/MI 2.636 siswa dan yang terlayani jamban sebanyak 17 SD/MI dengan jumlah siswa SD/MI 2.296 siswa atau 87,10% dari jumlah siswa. Sedangkan dari total penduduk tahun 2009 sebanyak 1.265.225 jiwa siswa yang terlayani oleh program Pamsimas sebesar 0,18%.

Pada tahun 2010 program Pamsimas telah melakukan penyediaan akses jamban di 16 desa reguler dan 2 desa replikasi pada 37 SD/MI dengan jumlah siswa SD/MI 4.668 siswa dan yang terlayani jamban sebanyak 37 SD/MI dengan jumlah siswa SD/MI 4.668 siswa atau 100% dari jumlah siswa. Sedangkan dari total penduduk akhir tahun 2010 sebanyak 1.197.602 jiwa siswa yang terlayani oleh program Pamsimas sebesar 0,39%.

Pada tahun 2011 program Pamsimas telah melakukan penyediaan akses jamban di 14 desa reguler dan 2 desa replikasi pada 33 SD/MI dengan jumlah siswa SD/MI 3.709 siswa dan yang terlayani jamban sebanyak 24 unit dan tempat cuci tangan 32 unit dengan jumlah siswa SD/MI 3709 siswa atau 100% dari jumlah siswa.

Hasil yang telah dilakukan Program Pamsimas untuk penyediaan sarana sanitasi dasar selama kurun waktu tahun 2008 – 2011 pada 54 desa dengan jumlah siswa SD/MI sebanyak 12.786 siswa telah terlayani sarana sanitasi dasar sebanyak 12.446 siswa atau 97,34%.

(18)

Buku Putih Sanitasi Kabupaten Pati Halaman | III.18

Tabel 3.10

Rekapitulasi kondisi fasilitas sanitasi di sekolah

NO NAMA SEKOLAH

JUMLAH

SISWA JUMLAH GURU

SUMBER AIR BERSIH JUMLAH TOILET JUMLAH TEMPAT

KENCING FASILITAS CUCI TANGAN

PERSE DIAAN SABUN

SIAPA YANG MEMBERSIHKAN TOILET

PDAM SPT SGL GURU MURID SISWA GURU PESURUH

GURU MURID L P L P S K T S K T S K T L P L P L P L P Y T Y T Y T Y T Y T 1 SD TAYU WETAN 01 134 134 7 5 - - v 1 3 v v v 2 SD TAYU WETAN 02 112 109 6 5 v 1 3 v v v 3 SDTAYU WETAN 03 87 87 1 8 v 1 1 1 v v v 4 MI TAYU WETAN 171 151 10 9 v 1 4 v v v 5 SD TAYU KULON 01 52 49 5 58 v 1 1 v v v 6 SD TAYU KULON 02 78 82 2 7 v 1 3 v v v 7 SD SAMBIROTO 01 119 80 7 5 v 2 2 v v v 8 SD SAMBIROTO 02 43 41 3 6 v 1 2 v v v 9 SD BOPKRI 26 37 3 6 v 1 1 v v v 10 SD MARAHATHA 14 7 0 7 v 1 v v v 11 SD KEBOROMO 68 50 2 8 v 1 1 v v v 12 MI KEBOROMO 108 103 9 4 v 1 1 v v v 13 SD JEPAT LOR 117 125 5 7 v 2 2 1 1 v v v 14 MI JEPAT LOR 83 89 6 6 v 2 2 v v v 15 SD JEPAT KIDUL 72 54 2 9 v 1 3 v v v 16 SD TUNGGULSARI 29 34 6 6 v 1 2 v v v 17 SD N MARGOMULYO 88 52 2 9 v 1 v v v 18 SD M. MARGOMULYO 151 99 3 9 v 3 7 v v v 19 SD SALAFIYAH M 73 70 6 4 v 1 v v v 20 SD KEDUNGSARI 01 57 45 4 8 v 1 1 v v v 21 SD KEDUNGSARI 02 72 72 4 6 v 1 2 v v v 22 SD PAKIS 01 109 93 1 10 v 4 v v v 23 SD PAKIS 02 63 48 3 9 v 1 1 v v v 24 MI PAKIS 86 73 3 6 v 1 2 v v v 25 SD PONDOWAN 01 61 56 2 5 v 1 2 v v v 26 SD PONDOWAN 02 100 108 5 7 v 1 2 v v v 27 MI PONDOWAN 19 37 9 5 v 1 v v v 28 SD SENDANGREJO 89 83 3 7 v 1 2 v v v 29 MI SENDANGREJO 77 71 4 9 v 1 2 v v v 30 SD TENDAS 70 68 6 4 v 1 v v v

(19)

Buku Putih Sanitasi Kabupaten Pati Halaman | III.19

NO NAMA SEKOLAH

JUMLAH

SISWA JUMLAH GURU

SUMBER AIR BERSIH JUMLAH TOILET JUMLAH TEMPAT

KENCING FASILITAS CUCI TANGAN

PERSE DIAAN SABUN

SIAPA YANG MEMBERSIHKAN TOILET

PDAM SPT SGL GURU MURID SISWA GURU PESURUH

GURU MURID

L P L P S K T S K T S K T L P L P L P L P Y T Y T Y T Y T Y T

31 MI TENDAS 55 56 6 6 v 1 1 v v v

32 MTS MMH Tayu Wetan 159 214 25 9 v 1 2 v v v

33 MTS PIA Tayu Wetan 195 153 15 13 v 1 5 1 v v v

34 SMP 01 Tayu 280 372 22 13 v 3 3 6 6 v v v

35 SMP Muhammadiyah 38 22 5 7 v 1 1 v v v

36 SMP Bopkri 28 22 6 5 v 1 2 v v v

37 MTS Jepat Lor 59 47 7 8 v 1 2 v v v

38 MTS Nurul Huda, Margomulyo 22 16 8 7 v 1 1 v v v 40 MTS Raudlotut Tholibin, Pakis 145 228 22 10 1 1 3 v v v 42 MTS Mambaul Hidayah, Pondowan 13 22 13 2 1 1 1 v v v 44 MA MMH Tayu Wetan 146 165 34 11 1 2 4 v v v

45 MAN 02 Pati 234 450 24 16 2 2 6 6 v v v

46 SMA Negeri Tayu 343 596 31 25 1 1 2 3 3 v v v

47 SMA PGRI TAYU 276 208 25 26 1 2 6 6 v v v

48 SMK Muhammadiyah 38 34 10 12 1 0 1 1 v v v

49 MA Raudlotut Tholibin Pakis 93 191 20 8 1 1 2 v v v

50 SDN Gajahmati 67 69 4 9 V 1 1 V V 51 SDN Semampir 54 47 3 3 V 1 1 V V 52 SDN Mustokoharjo 94 96 2 9 V 1 1 V V 53 SDN Winong 01 120 105 5 10 V 1 1 1 V V 54 SDN Winong 02 110 86 V 1 2 1 V V 55 SDN Ngarus 129 123 3 6 V 1 3 2 1 V V V 56 SDN Pati Kidul 03 103 102 1 9 V 1 3 V V 57 SDN Pati Kidul 05 63 58 2 V 1 1 3 1 V V 58 SDN Blaru 123 111 1 7 V 2 1 1 1 V 59 SDN Sidoharjo 131 88 2 11 V 1 2 1 V V 60 SDN Kalidoro 2 5 V 1 1 1 V 61 SDN Dengkek 126 115 3 11 V 1 2 5 V 62 SDN Puri 01 73 52 4 10 V 1 1 1 V V 63 SDN Puri 03 105 104 3 10 V 1 1 V V 64 SDN Puri 02 120 100 2 10 V V V 65 SDN Pati Wetan 01 119 139 2 11 V 1 1 2 2 V 66 SDN Pati Wetan 02 67 59 1 8 V 1 1 2 V V

(20)

Buku Putih Sanitasi Kabupaten Pati Halaman | III.20

NO NAMA SEKOLAH

JUMLAH

SISWA JUMLAH GURU

SUMBER AIR BERSIH JUMLAH TOILET JUMLAH TEMPAT

KENCING FASILITAS CUCI TANGAN

PERSE DIAAN SABUN

SIAPA YANG MEMBERSIHKAN TOILET

PDAM SPT SGL GURU MURID SISWA GURU PESURUH

GURU MURID L P L P S K T S K T S K T L P L P L P L P Y T Y T Y T Y T Y T 67 SDN Pati Wetan 03 135 96 3 10 V 1 2 3 V V 68 SDN Pati Lor 04 117 115 2 8 V 1 1 2 V 69 SDN Pati Lor 02 V 1 1 2 3 V V V 70 SDN Pati Lor 03 124 84 2 8 V 1 1 1 V V 71 SDN Pati Lor 01 V 1 2 2 V V 72 SDN Pati Lor 05 76 59 2 7 V 1 1 V V V 73 SDN Geritan 64 76 2 7 V 1 1 V V V 74 SDN Parenggan 51 51 2 10 V 1 1 2 V V V 75 SDI Kauman 45 24 2 12 V 1 1 V V V 76 SD Muhammadiyah 56 43 4 7 V 1 1 1 V V V 77 SDN Panjunan 02 48 44 2 9 V 1 2 2 1 V V V 78 SD SEJOMULYO 01 116 110 4 5 v 1 0 2 2 0 0 0 0 v v v 79 SD SEJOMULYO 02 78 66 2 7 v 0 0 1 1 0 0 0 0 v v v 80 SD BRINGIN 99 85 3 6 v 1 0 1 1 0 0 0 0 v v v 81 SD KETIP 110 103 4 5 v 1 0 1 1 0 0 0 0 v v v 82 SD PEKUWON 138 100 6 7 v 1 0 2 2 0 0 0 0 v v v 83 SD KARANG 124 130 2 10 v 1 0 2 2 0 0 0 0 v v v 84 SD KARANGREJO 01 177 158 6 9 v 1 0 3 4 0 0 0 0 v v v 85 SD BUMIREJO 25 29 3 4 v 0 0 1 0 0 0 0 0 v v v 86 SD JEPURO 85 73 3 5 v 1 0 1 0 0 0 0 0 v v v 87 SD TLUWAH 65 80 3 5 v 1 0 1 1 0 0 0 0 v v v 88 SD DOROPAYUNG 01 128 122 4 6 v 1 0 1 1 0 0 0 0 v v v 89 SD DOROPAYUNG 02 48 35 3 6 v 1 0 1 0 0 0 0 0 v v v 90 SD MINTOMULYO 85 75 4 7 v 1 0 1 1 0 0 0 0 v v v 91 SD GADINGREJO 102 108 3 6 v 1 0 1 1 0 0 0 0 v v v 92 SD MARGOMULYO 01 107 118 6 6 v 1 0 2 2 0 0 0 0 v v v 93 SD MARGOMULYO 02 41 44 7 3 v 1 0 3 0 0 0 0 0 v v v 94 SD LANGGENHARJO 01 99 99 5 5 v 1 0 1 0 0 0 0 0 v v v 95 SD LANGGENHARJO 02 81 61 3 9 v 1 0 5 0 0 0 0 0 v v v 96 SD GENENGMULYO 01 74 68 2 9 v 1 0 1 0 0 0 0 0 v v v 97 SD GENENGMULYO 02 69 67 4 5 v 1 0 1 0 0 0 0 0 v v v 98 SD AGUNGMULYO 126 134 5 8 v 1 0 2 2 0 0 0 0 v v v 99 SD BAKARAN KULON 01 144 139 4 9 v 1 0 3 0 0 0 0 0 v v v

(21)

Buku Putih Sanitasi Kabupaten Pati Halaman | III.21

NO NAMA SEKOLAH

JUMLAH

SISWA JUMLAH GURU

SUMBER AIR BERSIH JUMLAH TOILET JUMLAH TEMPAT

KENCING FASILITAS CUCI TANGAN

PERSE DIAAN SABUN

SIAPA YANG MEMBERSIHKAN TOILET

PDAM SPT SGL GURU MURID SISWA GURU PESURUH

GURU MURID L P L P S K T S K T S K T L P L P L P L P Y T Y T Y T Y T Y T 100 SD BAKARAN KULON 02 84 83 2 6 v 1 0 4 0 0 0 1 0 v v v 101 SD BAKARAN KULON 03 85 74 0 6 v 2 0 1 1 0 0 0 0 v v v 102 SD BAKARAN WETAN 01 129 134 2 10 v 1 0 2 0 0 0 3 0 v v v 103 SD BAKARAN WETAN 03 129 109 2 14 v 2 0 6 0 0 0 5 0 v v v 104 SD DUKUTALIT 01 88 75 4 5 v 1 0 2 0 0 0 0 0 v v v 105 SD DUKUTALIT 02 56 54 3 5 v 1 0 1 0 0 0 0 0 v v v 106 SD GROWONG KIDUL 02 212 223 5 14 v 1 0 3 4 0 0 0 0 v v v 107 SD GROWONG LOR 01 141 107 4 9 v 1 0 2 0 0 0 0 0 v v v 108 SD GROWONG LOR 03 90 65 3 5 v 1 0 2 0 0 0 0 0 v v v 109 SD KAUMAN 01 137 139 4 9 v 1 0 1 0 0 0 0 0 v v v 110 SD KAUMAN 02 139 118 3 8 v 1 0 2 0 0 0 4 0 v v v 111 SD KUDUKERAS 01 127 99 6 9 v v 1 0 1 1 0 0 0 0 v v v 112 SD KEBONSAWAHAN 01 151 149 3 10 v 2 0 2 2 0 0 0 0 v v v 113 SD KEBONSAWAHAN 02 137 146 2 12 v 1 1 1 1 0 0 5 0 v v v 114 SD BAJOMULYO 135 118 2 8 v 1 0 1 2 0 0 0 0 v v v 115 SD BENDAR 163 141 4 7 v 1 0 7 3 0 0 0 0 v v v 116 SD TRIMULYO 01 95 85 1 6 v 1 0 2 0 0 0 0 0 v v v 117 SD TRIMULYO 02 118 98 4 7 v 1 0 3 0 0 0 0 0 v v v 118 SD RAJAWALI 68 84 3 7 v 1 0 2 2 0 0 0 0 v v v

119 SDIT UMAR BIN KHOTOB 192 176 4 9 v 1 0 2 2 0 0 0 0 v v v

120 MI LANGGENHARJO 124 118 5 10 v 1 0 2 0 0 0 0 0 v v v

121 MI MARGOMULYO 71 39 8 6 v 1 0 1 0 0 0 0 0 v v v

122 MI DUKUTALIT 136 139 7 7 v 1 0 3 0 0 0 0 0 v v v 123 MI BAJOMULYO 86 71 4 7 V 1 0 2 0 0 0 0 0 V V V Sumber : Dinkes Kab. Pati, 2012

Keterangan:

L = laki-laki, P = perempuan,

S = selalu tersedia air , K = kadang-kadang, T = tidak ada persediaan air, SPT = Sumur pompa tangan, SGL = Sumur gali,

(22)

Buku Putih Sanitasi Kabupaten Pati Halaman | III.22

Tabel 3.11

Kondisi sarana sanitasi sekolah (tingkat sekolah: SD/MI/SMP/MTs/SMA/MA/SMK) (Pengelolaan sampah dan pengetahuan hygiene)

NO Nama Sekolah

Apakah pengetahuan ttg Higiene dan

Sanitasi diberikan Apakah ada dana utk air bersih / sanitasi / pend. higiene

Cara Pengelolaan Sampah Tempat buangan air kotor Tangki Kapan Septik Dikosong kan Kondisi Higiene Sekolah Ya, saat pertemuan / penyuluhan tertentu Ya, saat Mata pelajaran PenJas di kelas Tidak

pernah pulkan Dikum Dipisah kan kompos Dibuat Toliet Dari

Dari Kamar Mandi

Ya Tidak

1 SD TAYU WETAN 01 v v v v v Trivial

2 SD TAYU WETAN 02 v v v v v Trivial

3 SDTAYU WETAN 03 v v v v v Trivial

4 MI TAYU WETAN v v v v v Low

5 SD TAYU KULON 01 v v v v v Trivial

6 SD TAYU KULON 02 v v v v v Trivial

7 SD SAMBIROTO 01 v v v v v Trivial 8 SD SAMBIROTO 02 v v v v v Trivial 9 SD BOPKRI v v v v v Trivial 10 SD MARAHATHA v v v v v Low 11 SD KEBOROMO v v v v v Trivial 12 MI KEBOROMO v v v v v Trivial

13 SD JEPAT LOR v v v v v Trivial

14 MI JEPAT LOR v v v v v Trivial

15 SD JEPAT KIDUL v v v v v Trivial

16 SD TUNGGULSARI v v v v v Trivial 17 SD N MARGOMULYO v v v v v Low 18 SD M. MARGOMULYO v v v v v Trivial 19 SD SALAFIYAH M v v v v v Trivial 20 SD KEDUNGSARI 01 v v v v v Trivial 21 SD KEDUNGSARI 02 v v v v v Low 22 SD PAKIS 01 v v v v v Trivial 23 SD PAKIS 02 v v v v v Low 24 MI PAKIS v v v v v Low 25 SD PONDOWAN 01 v v v v v Trivial

(23)

Buku Putih Sanitasi Kabupaten Pati Halaman | III.23

27 SD TAYU WETAN 02 v v v v v Trivial

28 SDTAYU WETAN 03 v v v v v Trivial

29 MI TAYU WETAN v v v v v Low

30 SD TAYU KULON 01 v v v v v Trivial

31 SD TAYU KULON 02 v v v v v Trivial

32 SD SAMBIROTO 01 v v v v v Trivial 33 SD SAMBIROTO 02 v v v v v Trivial 34 SD PONDOWAN 02 v v v v v Trivial 35 MI PONDOWAN v v v v v Low 36 SD SENDANGREJO v v v v v Trivial 37 MI SENDANGREJO v v v v v Low 38 SD TENDAS v v v v v Low 40 MI TENDAS v v v v v Trivial

42 MTS MMH Tayu Wetan v v v v v Trivial

44 MTS PIA Tayu Wetan v v v v v Trivial

45 SMP 01 Tayu v v v v v Trivial

46 SMP Muhammadiyah v v v v v Low

47 SMP Bopkri v v v v v Low

48 MTS Jepat Lor v v v v v Low

49 MTS Nurul Huda v v v v v Trivial

50 MTS Raudlotut Tholibin, Pakis v v v v v Trivial

51 MTS Mambaul Hidayah, Pondowan v v v v v Trivial

52 MA MMH Tayu Wetan v v v v v Trivial

53 MAN 02 Pati v v v v v Trivial

54 SMA Negeri Tayu v v v v v Trivial

55 SMA PGRI TAYU v v v v v Trivial

56 SMK Muhammadiyah v v v v v Trivial

57 MA Raudlotut Tholibin v v v v v Trivial

58 59 SDN Gajahmati v v v v v Medium 60 SDN Semampir v v v v v Medium 61 SDN Mustokoharjo v v v v v Medium 62 SDN Winong 01 v v v v v Low 63 SDN Winong 02 v v v v v Medium 64 SDN Ngarus v v v v v Low

65 SDN Pati Kidul 03 v v v v v Medium

66 SDN Pati Kidul 05 v v v v v Medium

(24)

Buku Putih Sanitasi Kabupaten Pati Halaman | III.24 68 SDN Sidoharjo v v v v v Medium 69 SDN Kalidoro v v v v v Medium 70 SDN Dengkek v v v - - Medium 71 SDN Puri 01 v v v v v Medium 72 SDN Puri 03 v v v v v Medium 73 SDN Puri 02 v v v v v Medium

74 SDN Pati Wetan 01 v v v v v Low

75 SDN Pati Wetan 02 v v V v v Low

76 SDN Pati Wetan 03 v v V v v Medium

77 SDN Pati Lor 04 v v v v v v Low

78 SDN Pati Lor 02 v v v v v v Low

79 SDN Pati Lor 03 v v v v v v Medium

80 SDN Pati Lor 01 v v v v v v Medium

81 SDN Pati Lor 05 v v v v v v Low

82 SDN Pati Kidul 01 v v v v Low

83 SDN Geritan v v v v v Medium

84 SDN Parenggan v v v v v Medium

85 SDI Kauman v v v v v Medium

86 SD SEJOMULYO 01 V V V V V kurang 87 SD SEJOMULYO 02 V V V V V kurang 88 SD BRINGIN V V V V V cukup 89 SD KETIP V V V V V cukup 90 SD PEKUWON V V V V V cukup 91 SD KARANG V V V V V cukup 92 SD KARANGREJO 01 V V V V V V V baik 93 SD BUMIREJO V V V V V kurang 94 SD JEPURO V V V V V kurang 95 SD TLUWAH V V V V V kurang 96 SD DOROPAYUNG 01 V V V V V baik 97 SD DOROPAYUNG 02 V V V V V baik 98 SD MINTOMULYO V V V V V kurang 99 SD GADINGREJO V V V V V baik 100 SD MARGOMULYO 01 V V V V V baik 101 SD MARGOMULYO 02 V V V V V baik 102 SD LANGGENHARJO 01 V V V V V cukup 103 SD LANGGENHARJO 02 V V V V V cukup 104 SD GENENGMULYO 01 V V V V V kurang 105 SD GENENGMULYO 02 V V V V V kurang 106 SD AGUNGMULYO V V V V V Cukup

(25)

Buku Putih Sanitasi Kabupaten Pati Halaman | III.25

Sumber : Dinkes Kab. Pati, 2012 Keterangan

Trivial : Baik Low : Jelek

107 SD BAKARAN KULON 01 V V V V V baik

108 SD BAKARAN KULON 02 V V V V V baik

109 SD BAKARAN KULON 03 V V V V V cukup

110 SD BAKARAN WETAN 01 V V V V V baik

111 SD BAKARAN WETAN 03 V V V V V cukup

112 SD DUKUTALIT 01 V V V V V cukup

113 SD DUKUTALIT 02 V V V V V kurang

114 SD GROWONG KIDUL 02 V V V V V baik

115 SD GROWONG LOR 01 V V V V V baik

116 SD GROWONG LOR 03 V V V V V cukup

117 SD KAUMAN 01 V V V V V baik 118 SD KAUMAN 02 V V V V V baik 119 SD KUDUKERAS 01 V V V V V baik 120 SD KEBONSAWAHAN 01 V V V V V baik 121 SD KEBONSAWAHAN 02 V V V V V baik 122 SD BAJOMULYO V V V V V baik 123 SD BENDAR V V V V V baik 124 SD TRIMULYO 01 V V V V V kurang 125 SD TRIMULYO 02 V V V V V kurang 126 SD RAJAWALI V V V V V baik

127 SDIT UMAR BIN KHOTOB V V V V V baik

128 MI LANGGENHARJO V V V V V cukup

129 MI MARGOMULYO V V V V V cukup

130 MI DUKUTALIT V V V V V cukup

(26)

Buku Putih Sanitasi Kabupaten Pati Halaman | III.26

3.2 PENGELOLAAN AIR LIMBAH DOMESTIK

Pengelolaan sanitasi khususnya dalam pengelolaan air limbah domestik di Kabupaten Pati pada saat ini belum tersedia sarana instalasi pengolahan air limbah (IPAL) domestik, khususnya untuk air limbah rumah tangga (grey water) dan air limpasan dibuang langsung ke sistem drainase. Sedangkan untuk limbah black water seperti limbah dari kamar mandi (tinja) menggunakan pengolahan setempat (on site system). Kelemahan dari kondisi ini adalah seringkali masyarakat tidak mengetahui standart teknis dan kesehatan yang telah ditentukan. Salah satu syarat yang kurang diperhatikan oleh masyarakat saat membangun tangki septik adalah jarak antar tangki septik dan sumber air/sumur gali kurang dari 10 meter, terutama di kawasan-kawasan permukiman dan perumahan padat penduduk.

Berdasarkan studi EHRA, masyarakat yang mempunyai sarana pembuangan air limbah selain tinja sebesar 70,43% sedangkan yang tidak mempunyai sarana tersebut adalah 29,15%. Di Kabupaten Pati, khusus untuk pengelolaan limbah black water sudah dibangun biogas untuk pemanfaatan tinja sebanyak 7 unit di lingkungan pondok pesantren yang tersebar di kecamatan Margoyoso, Trangkil, Tayu dan Wedarijaksa, seperti yang terlihat pada peta 3.1.

Estimasi jumlah timbulan air limbah domestik di Kabupaten Pati berdasarkan data dari Daftar Isian Non Fisik Program Adipura 2010 – 2011 Kabupaten Pati adalah sebagai berikut :

Tabel 3.12

Estimasi jumlah timbulan air limbah domestik di Kabupaten Pati

No Tahun Jumlah Rumah Tangga (KK) Estimasi Total Air Limbah Domestik Dihasilkan

1 2008 356.368 10.691.040 lt/hr

2 2009 381.645 11.449.350 lt/hr

3 2010 347.890 10.436.700 lt/hr

Sumber : Daftar Isian Non Fisik rogram Adipura 2010 – 2011 Kabupaten Pati, 2011

Berdasarkan data dari survey EHRA, pembuangan air limbah rumah tangga/domestik di Kabupaten Pati yang dilakukan oleh masyarakat dapat dikelompokkan sebagai berikut :

1. Kelompok masyarakat yang membuang air limbah domestiknya langsung ke badan air tanpa melalui pengolahan terlebih dahulu sebesar 15,87%.

2. Kelompok masyarakat yang membuang air limbah domestiknya langsung ke alam bebas setelah melalui pengolahan awal yang sangat sederhana berupa tangki septik sebesar 15,49%.

3. Kelompok masyarakat yang membuang air limbah domestiknya langsung ke saluran terbuka, sebesar 37,95%.

4. Kelompok masyarakat yang membuang air limbah domestiknya langsung ke saluran tertutup, sebesar 12,14%.

(27)

Buku Putih Sanitasi Kabupaten Pati Halaman | III.27

Peta 3.1

(28)

Buku Putih Sanitasi Kabupaten Pati Halaman | III.28

3.2.1 Kelembagaan

Untuk mengetahui kelembagaan dilingkungan pengelolaan air limbah rumah tangga, Pokja Sanitasi telah melakukan study kelembagaan, terkait dengan pengelolaan air limbah baik yang berasal dari rumah tangga/domestik dan industri menjadi tanggung jawab dari pemerintah daerah, khususnya Badan Lingkungan Hidup dan Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Pati. Sesuai dengan Peraturan Daerah Kabupaten Pati Nomor 12 Tahun 2008 tentang organisasi dan tata kerja lembaga teknis daerah dan satuan polisi pamong praja, Badan Lingkungan Hidup merupakan institusi yang bertanggung jawab terhadap pengelolaan lingkungan di Kabupaten Pati, oleh karena itu BLH merupakan unsur pendukung tugas Bupati di bidang lingkungan hidup.

Berdasarkan Perda tersebut di atas, struktur organisasi yang ada di BLH adalah sebagai berikut :

a. Kepala Badan;

b. Sekretariat, membawahkan : 1. Sub bagian Program; 2. Subbagian Keuangan; dan

3. Subbagian Umum dan Kepegawaian. c. Bidang Tata Lingkungan, membawahkan :

1. Subbidang Kebijakan Lingkungan; dan

2. Subbidang Laboratorium Lingkungan dan Pengkajian Dampak Lingkungan.

d. Bidang Pengendalian, Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup, membawahkan :

1. Subbidang Pengendalian Pencemaran/Kerusakan Lingkungan dan Bahan Berbahaya dan Beracun; dan

2. Subbidang Pemulihan Lingkungan, Konservasi dan Keanekaragaman Hayati e. Bidang Kepatuhan Lingkungan dan Peningkatan Kapasitas, membawahkan :

1. Subbidang Kepatuhan Lingkungan; dan 2. Subbidang Peningkatan Kapasitas. f. Unit Pelaksana Teknis Badan; dan g. Kelompok Jabatan Fungsional.

Dalam pengelolaan air limbah rumah tangga, pembagian peran antar stakeholder, swasta dan masyarakat perlu untuk dilakukan, mengingat tidak semua kewajiban dibebankan kepada pemerintah. Dari pembahasan dalam study kelembagaan, teridentifikasi Peta Pemangku Kepentingan dalam Pembangunan dan Pengelolaan Air Limbah Domestik di Kabupaten Pati seperti tersaji dalam tabel berikut ini.

Tabel 3.13

Peta Pemangku Kepentingan dalam Pembangunan dan Pengelolaan Air Limbah Domestik

FUNGSI

PEMANGKU KEPENTINGAN Pemerintah

Kabupaten Swasta Masya rakat

PERENCANAAN

 Menyusun target pengelolaan air limbah domestik skala Kabupaten √ - -

Menyusun rencana program air limbah domestik dalam rangka pencapaian target √ - -

 Menyusun rencana anggaran program air limbah domestik dalam rangka pencapaian target

√ - -

(29)

Buku Putih Sanitasi Kabupaten Pati Halaman | III.29 FUNGSI

PEMANGKU KEPENTINGAN Pemerintah

Kabupaten Swasta Masya rakat

 Menyediakan sarana pembuangan awal air limbah domestik √ - -

Membangun sarana pengumpulan dan pengolahan awal (Tangki Septik) √ - -

 Menyediakan sarana pengangkutan dari tangki septik ke IPLT (truk tinja) √ - -

Membangun jaringan atau saluran pengaliran limbah dari sumber ke IPAL (pipa

kolektor) √ √ -

 Membangun sarana IPLT dan atau IPAL √ √ -

PENGELOLAAN

 Menyediakan layanan penyedotan lumpur tinja √ √ -

Mengelola IPLT dan atau IPAL √ √ -

 Melakukan penarikan retribusi penyedotan lumpur tinja √ √ -

Memberikan izin usaha pengelolaan air limbah domestik, dan atau penyedotan air limbah domestik

√ - -

 Melakukan pengecekan kelengkapan utilitas teknis bangunan (tangki septik, dan saluran drainase lingkungan) dalam pengurusan IMB

√ √ √

PENGATURAN DAN PEMBINAAN

 Mengatur prosedur penyediaan layanan air limbah domestik (pengangkutan,

personil, peralatan, dll) √ - -

Melakukan sosialisasi peraturan, dan pembinaan dalam hal pengelolaan air

limbah domestik √ - -

 Memberikan sanksi terhadap pelanggaran pengelolaan air limbah domestik √ - -

MONITORING DAN EVALUASI

 Melakukan monitoring dan evaluasi terhadap capaian target pengelolaan air

limbah domestic skala Kabupaten √ - -

Melakukan monitoring dan evaluasi terhadap kapasitas infrastruktur sarana

pengelolaan air limbah domestik √ - -

 Melakukan monitoring dan evaluasi terhadap efektivitas layanan air limbah domes-tic, dan atau menampung serta mengelola keluhan atas layanan air limbah domestik

√ - -

 Melakukan monitoring dan evaluasi terhadap baku mutu air limbah domestik √ √ -

Sumber : Study kelembagaan Pokja Sanitasi Kab. Pati, 2012

Dalam pengelolaan air limbah, terdapat payung hukum yang mengatur tentang tatacara dan tatalaksana pengelolaan air limbah di Kabupaten Pati, yaitu Peraturan Daerah Kabupaten Pati No 3 Tahun 2003 tentang pembuangan air limbah dan Peraturan Bupati No. 15 Tahun 2009 tentang ijin pembuangan air limbah ke air atau sumber air serta Peraturan Bupati No. 60/2010 tentang rencana penerapan dan pencapaian standar pelayanan minimal BLH Kabupaten Pati. Berikut disampaikan peta peraturan air limbah domestik Kabupaten Pati pada tabel di bawah ini :

Gambar

Grafik 3.2 Anggota keluarga yang menderita diare
Tabel 3.1.  Akses Sarana Air Bersih Per Puskesmas
Grafik 3.8  Pembuangan lumpur tinja
Tabel 3.9. Prosentase Rumah Sehat Tahun 2011
+7

Referensi

Dokumen terkait

Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya variasi kadar sukrosa dan glukosa mempengaruhi sifat fisik hard candy lozenges ekstrak daun legundi yaitu meningkatkan

Jika mahasiswa diasumsikan sudah menguasai strategi kognitif yang dapat digunakan untuk belajar mandiri, maka tujuan proses belejar mandiri dari suatu mata kuliah

Aktivitas Yang Diharapkan Pengamatan Kesimpulan Pilih menu pembayaran invoice Menampilkan form untuk merekam pembayaran invoice Dapat Menampilkan form untuk merekam

Hasil percobaan menunjukkan bahwa frekuensi resonansi kristal akan menurun sebanding dengan konsentrasi uap dan sistim sensor ini dapat menghasilkan pola yang berbeda untuk tiap

Diantara skripsi-skripsi yang penulis paparkan di atas sepengetahuan penyusun belum ada yang membahas tetang praktik simpan pinjam dana Jimpitan dalam perspektif

Sebuah contoh perhitungan disajikan untuk menunjukan bagaimana model bekerja dan didapatkan hasil jika penjual sebagai pemimpin dalam model permainan ini akan mendapatkan

Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi tepung cangkang kerang simping memberikan pengaruh yang sangat nyata (α = 0,01) terhadap kadar air, abu, lemak,

Dengan memanjatkan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, Persaudaraan Setia Hati Terate telah menyelenggarakan Parapatan Luhur 2016 yang menghasilkan penyempurnaan Anggaran