• Tidak ada hasil yang ditemukan

KESAKITAN PADA ANAK DAN KESEHATAN LINGKUNGAN

Dalam dokumen MODUL KESEHATAN dan GIZI (Halaman 99-116)

untuk mencegah terhambatnya pertumbuhan anak, kita harus menghindarkan anak dari sejumlah penyakit, terutama diare, kecacingan dan malaria. berikut ini adalah gambaran tentang penyakit, cara penanggulangan dan pecegahannnya.

1. diare

diare adalah buang air besar encer atau bahkan dapat berupa air saja, yang lebih sering daripada biasanya (lebih dari 3 kali/hari). Pada anak, diare dapat mengakibatkan kekurangan cairan tubuh dan dapat menimbulkan syok (anak tidak sadarkan diri), karena tubuhnya akan banyak kekurangan cairan. jika tidak segera ditanggulangi, diare dapat menyebabkan kematian.

cara penanggulangannya adalah sebagai berikut:

a. jika anak masih menyusu, terus berikan aSI dan mP aSI atau makan seperti biasa.

b. berikan segera ½-1 gelas cairan oralit setiap anak buang air besar, jika tidak ada oralit, berikan air matang, kuah sayur bening, dan air tajin.

c. Pemberian zink setiap hari selama 10 hari berturut-turut: untuk anak usia <6 bulan 1 kali ½ tablet; untuk anak usia 6 bulan-5 tahun 1 kali 1 tablet.

d. jangan beri obat apapun kecuali dari petugas kesehatan.

e. Segera bawa ke fasilitas kesehatan bila: timbul demam, ada darah dalam tinja, diare makan parah, muntah terus menerus, anak terlihat haus, anak tidak mau makan dan minum, diare berulang-ulang. untuk mencegah diare, kita perlu memperhatikan hal-hal berikut ini.

a. jaga kebersihan diri dan lingkungan. biasakan mencuci tangan BAHAN BACAAN SESI 3

sesudah makan, sebelum mengolah dan menghidangkan makanan, sebelum menyusui, sebelum memberi makan bayi/balita, sesudah buang air besar/kecil, dan sesudah memegang hewan/unggas. gunakan jamban Sehat di mana ada sarana pembuangan air limbah dan tidak membuang sampah sembarangan (pengelolaan sampah). b. memberikan aSI eksklusif dan melanjutkan pemberian aSI sampai

anak berumur 2 tahun, karena aSI mengandung zat-zat untuk daya tahan tubuh.

c. menyiapkan mP aSI dengan baik dan bersih termasuk penggunaan air bersih untuk keperluan sehari-hari.

d. minum air yang sudah dimasak sampai mendidih.

2. kecacingan

Kecacingan adalah gejala gangguan kesehatan akibat adanya cacing parasit pada tubuh anak, seperti cacing gelang, pita atau tambang. disebut parasit karena cacing tersebut mengganggu penyerapan zat makanan dalam usus.

inti dari mencegah kecacingan adalah menjaga kebersihan diri dan lingkungan supaya tidak tertular kecacingan, seperti

a. Hindari kebiasaan buang tinja di tanah/kebun/sawah. b. gunakan alas kaki sandal/sepatu jika keluar rumah.

c. mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir jika hendak makan. d. Pemeriksaan rutin dan mendapat obat cacing di Puskesmas.

Permenkes RI no 15/2017 tentang Penanggulangan cacingan, menyebutkan bahwa upaya pengendalian faktor risiko cacingan dapat dilakukan melalui upaya kebersihan perorangan ataupun kebersihan lingkungan. Kegiatan tersebut meliputi:

1. menjaga keBersiHan Perorangan

a. mencuci tangan dengan menggunakan air dan sabun pada 6 waktu penting yaitu sebelum makan dan sesudah makan, sebelum mengolah dan menghidangkan makanan, sebelum menyusui,

sebelum memberi makan bayi/balita, sesudah buang air besar/ kecil, dan sesudah memegang hewan/unggas.

b. menggunakan air bersih untuk keperluan mandi.

c. mengkonsumsi air yang memenuhi syarat untuk diminum. d. mencuci dan memasak bahan pangan sebelum dimakan.

e. mandi dan membersihkan badan pakai sabun paling sedikit dua kali sehari.

f. memotong dan membersihkan kuku.

g. memakai alas kaki bila berjalan di tanah, dan memakai sarung tangan bila melakukan pekerjaan yang berhubungan dengan tanah.

h. menutup makanan dengan tutup saji untuk mencegah debu dan lalat mencemari makanan tersebut.

2. menjaga keBersiHan lingkungan a. Stop buang air besar sembarangan. b. membuat saluran pembuangan limbah. c. membuang sampah pada tempat sampah.

d. menjaga kebersihan rumah, sekolah/madrasah dan lingkungannya.

3. malaria

Penyakit malaria disebabkan oleh gigitan nyamuk anopheles betina yang mengidap malaria. untuk mencegahnya kita bisa melakukan hal-hal sebagai berikut.

a. memakai kelambu berinsektisida, yaitu kelambu yang sudah dilapisi dengan racun serangga yang dapat membunuh nyamuk tetapi tidak berbahaya bagi kesehatan manusia.

b. mencegah gigitan nyamuk dengan memakai celana panjang dan kemeja lengan panjang saat berada di luar rumah.

c. Pemakaian penolak nyamuk atau obat nyamuk.

d. Pemakaian kawat kasa nyamuk pada pintu-pintu dan jendela- jendela rumah.

mendapat pengobatan. Pengobatan dilakukan sebagai upaya membunuh semua parasit malaria dalam tubuh, sehingga didapat kesembuhan sempurna, serta untuk memutuskan mata rantai penularan.

4. demam

beri minum lebih sering dan lebih banyak. jika masih menyusu, berikan aSI lebih sering. Kompres dengan air biasa atau air hangat, jangan kompres dengan air dingin karena anak bisa menggigil. jangan diselimuti atau diberi baju tebal. jika demam tinggi, beri obat penurun panas sesuai dosis. Segera bawa anak ke fasilitas pelayananan kesehatan jika: demam disertai kejang, tidak turun dalam 2 hari, atau disertai bintik- bintik.

sanitasi total BerBasis masYarakat (stBm)

Stbm adalah pendekatan untuk mengubah perilaku higienis dan saniter melalui pemberdayaan masyarakat. Stbm terdiri dari lima pilar, yang dijelaskan dalam Peraturan Kementerian Kesehatan no. 3 tahun 2014. Kelima Pilar tersebut terdiri dari:

1. stop buang air besar sembarangan (sBs).

2. cuci tangan pakai sabun (ctPs).

3. mengelola air minum dan makanan rumah tangga (Pamm-rt).

4. mengamankan sampah rumah tangga.

5. mengamankan limbah cair rumah tangga.

1

stop Buang air Besar sembarangan

SbS adalah suatu kondisi ketika setiap individu dalam komunitas tidak buang air besar sembarangan. masih banyak orang Indonesia yang bab (buang air besar) di sembarangan tempat seperti ke sungai, sawah, kolam, atau kebun. yang juga termasuk bab sembarangan adalah orang yang menggunakan jamban namun tinjanya tidak dialirkan ke tangki septik namun dialirkan ke sungai atau parit.

bab sembarangan membuat lingkungan kotor sehingga anak-anak mudah terkena diare. jamban sehat efektif untuk memutus mata

rantai penularan penyakit. bila terletak di dekat rumah, jamban sehat membantu warga, khususnya ibu dan anak-anak untuk bab secara nyaman, tanpa malu atau hal-hal yang mengganggu. jamban yang sehat tidak selalu berarti mahal. yang paling penting adalah keamanan bagian penampungan tinja dan bukan bangunan atasnya (atap, dinding, pintu). bila dana terbatas, bangunan atas cukup dibuat sederhana saja. Pada konstruksi sederhana, lubang dapat dibuat tanpa konstruksi leher angsa, tetapi harus diberi tutup.

2

cuci tangan Pakai sabun (ctPs)

cuci tangan pakai sabun adalah perilaku yang mudah dilakukan dan banyak manfaatnya. diare, yang bisa menyebabkan kematian dapat dicegah dengan mencuci tangan pakai sabun di waktu-waktu penting. meski mudah dilakukan, perilaku cuci tangan pakai sabun di waktu-waktu penting belum banyak dilakukan ibu yang memiliki balita. Sejumlah survei mengungkapkan baru sekitar 30-40% ibu-ibu yang memiliki balita yang mencuci tangan pakai sabun di enam waktu penting. Selebihnya, hanya memakai air, alias tidak pakai sabun.

mencuci tangan hanya pakai air saja adalah kebiasaan yang lebih umum. orang-orang merasa bahwa memakai air saja sudah cukup. menurut mereka, ketika tangan sudah dibasuh air dan kemudian tangan tidak berbau, terlihat atau terasa kotor, maka artinya tangan sudah bersih. Padahal, meski terlihat atau terasa bersih, sesungguhnya, kuman-kuman masih menempel di tangan.

dengan menggunakan sabun, maka kuman-kuman akan mulai terlepas dari tangan. Sehingga ketika dibasuh air, tangan menjadi bersih dari kuman-kuman. waktu penting perlunya ctPS, antara lain: sebelum dan sesudah makan, sebelum mengolah dan menghidangkan makanan, sebelum menyusui, sebelum memberi makan bayi/balita, sesudah buang air besar/kecil, dan sesudah memegang hewan/unggas.

langkah-langkah ctPs:

gosok kedua punggung tangan, jari jemari, kedua jempol, sampai semua permukaan kena busa sabun.

3. bersihkan ujung-ujung jari dan sela-sela di bawah kuku.

4. bilas dengan air bersih sambil menggosok-gosok kedua tangan sampai sisa sabun hilang.

5. Keringkan kedua tangan dengan memakai kain, handuk bersih, atau kertas tisu, atau mengibas-ibaskan kedua tangan sampai kering.

3

Pengelolaan air minum dan makanan rumah tangga

Pengolahan air minum di tingkat rumah tangga dapat dilakukan dengan merebus. Kemudian, air minum dapat disimpan untuk keperluan sehari-hari. air minum disimpan dalam wadah bertutup, berleher sempit, atau wadah yang dilengkapi kran dan ditaruh di tempat yang bersih dan sulit terjangkau oleh binatang. minum air dengan menggunakan gelas bersih dan kering atau tidak minum air langsung mengenai mulut kran. wadah air minum dicuci setelah tiga hari atau saat air habis, gunakan air matang sebagai air bilasan terakhir. cucilah tangan sebelum mengolah air minum dan makanan siap santap. gunakan air matang untuk mencuci sayur dan buah siap santap, serta untuk mengolah makanan siap santap. tidak mencelupkan tangan ke dalam air yang sudah diolah menjadi air minum.

Pilih bahan makanan yang dalam keadaan segar, tidak busuk, tidak rusak/berjamur, tidak mengandung bahan kimia berbahaya dan beracun. Setelah diolah, makanan yang disimpan harus terhindar dari kemungkinan terjadinya kontaminasi oleh bakteri, serangga, tikus dan hewan lainnya serta bahan kimia berbahaya dan beracun. makanan sebaiknya dikonsumsi tidak lebih dari 4 jam dan harus segera dihangatkan kembali terutama makanan yang mengandung protein tinggi. Hal ini untuk menghindari tumbuh dan berkembang biaknya bakteri pada makanan.

4

Pengamanan sampah rumah tangga

Sampah tidak boleh ada dalam rumah dan harus dibuang setiap hari. Pemilahan sampah organik dan non organik dapat dilakukan dengan menyediakan tempat sampah yang berbeda. tempat sampah harus tertutup rapat. Pengumpulan sampah dilakukan melalui pengambilan

dan pemindahan sampah dari rumah tangga ke tempat penampungan sementara atau tempat pengolahan sampah terpadu. Sampah yang telah dikumpulkan di tempat penampungan sementara atau tempat pengolahan sampah terpadu diangkut ke tempat pemrosesan akhir.

5

Pengamanan limbah cair rumah tangga

untuk menyalurkan limbah cair rumah tangga diperlukan sumur resapan dan saluran pembuangan air limbah. limbah cair rumah tangga yang berupa tinja dan urine disalurkan ke tangki septik yang dilengkapi dengan sumur resapan. limbah cair rumah tangga yang berupa air bekas yang dihasilkan dari buangan dapur, kamar mandi, dan sarana cuci tangan disalurkan ke saluran pembuangan air limbah. Prinsip Pengamanan limbah cair Rumah tangga adalah:

a. air limbah kamar mandi dan dapur tidak boleh tercampur dengan air dari jamban.

b. tidak boleh menjadi tempat perindukan bibit penyakit. c. tidak boleh menimbulkan bau.

d. tidak boleh ada genangan yang menyebabkan lantai licin dan rawan kecelakaan.

e. terhubung dengan saluran limbah umum/got atau sumur resapan.

Perilaku HiduP BersiH seHat (PHBs)

Penyediaan air bersih, buang air besar di jamban sehat, serta cuci tangan pakai sabun termasuk dalam sepuluh indikator PHbS yang penting dipenuhi rumah tangga agar anggota keluarga dapat mempertahankan kondisi sehat. yang dimaksud PHbS pada tatanan rumah tangga adalah: 1. Persalinan oleh tenaga kesehatandi fasilitas kesehatan agar ibu

dan bayi selamat dan sehat.

2. memberi asi (air susu ibu) saja pada bayi usia 0-6bulan agar bayi tumbuh sehat dan tidak mudah sakit.

3. menimbang bayi dan balita setiap bulan di Posyandu agar terpantau pertumbuhan dan perkembangannya.

4. Bergotong royong untuk tersedianya air bersih di lingkungan warga agar terhindar dari penyakit kulit, kecacingan dan muntaber.

muntaber.

6. membiasakan cuci tangan pakai sabun dengan air bersih dan mengalir pada waktu-waktu penting agar tangan bersih dan anggota keluarga tidak mudah sakit.

7. menjadikan rumah bebas jentik nyamuk dengan 3m plus, menguras, mengubur, menutup dan menghindari gigitan nyamuk. Hal ini dilakukan serentak seminggu sekali agar terhindar dari demam berdarah.

8. makan sayur dan buah setiap hari agar terhindar dari penyakit stroke, tekanan darah tinggi, diabetes dan kanker.

9. Melakukan aktivitas fisik minimal 30 menit setiap hari agar terhindar dari penyakit jantung, stroke, tekanan darah tinggi, diabetes dan kanker.

10. menjadikan rumah bebas asap rokok agar anggota keluarga terhindar dari bahaya 4000 racun rokok

Program jaminan keseHatan nasional

jaminan Kesehatan nasional (jKn) merupakan bagian dari Sistem jaminan Sosial nasional (SjSn) yang diselenggarakan dengan menggunakan mekanisme asuransi kesehatan sosial yang bersifat wajib (mandatory) berdasarkan undang-undang nomor 40 tahun 2004 tentang SjSn. tujuannya adalah untuk memenuhi kebutuhan dasar kesehatan masyarakat yang layak diberikan kepada setiap orang yang telah membayar iuran secara pribadi atau iurannya dibayar oleh Pemerintah (PbI).

di bagian ini disajikan beragam permainan yang dapat digunakan pendamping untuk mengajak peserta P2K2 bermain. tujuan bermain adalah:

1. mempelajari perilaku kesehatan dan gizi.

2. mengurangi kebosanan, pemecah kebekuan dan membuat nyaman komunikasi.

1. kata-kata Penyemangat Bisa-bisa-bisa, wuuuih bisa…!

• Saat ada partisipan yang akan menyajikan hasil diskusi kelompok, fasilitator meminta partisipan lain menunjukkan kata-kata penyemangat. • Ketika fasilitator menyebut “ibu bisa”, maka semua partisipan

mengusap-usap telapak tangan sambil berkata bisa, bisa, bisa, bisa, bisa, dan bisaaa! sambil seolaholah melemparkan/memberikan tenaga ke kawan yang akan berbicara itu.

• Pada kesempatan lain, ini bisa ditujukan juga untuk partisipan yang membutuhkan semangat untuk perilaku tertentu (hamil dan susah makan, yang kesulitan menyuapi anak makan, dll).

2. Permainan-Permainan dalam Berkenalan Terimakasih, nama saya…

• minta partisipan membuat lingkaran. Fasilitator juga masuk dalam lingkaran.

• Fasilitator menunjukkan permainan. dia mulai menyebut nama: “Saya budi”. lalu minta partisipan di sebelah kanan, mengucapkan “terima kasih, budi. nama saya aminah.”; minta sebelah kanannya Ibu aminah mengucapkan “terima kasih budi, aminah, nama saya Sri.”; lalu minta sebelah kanannya Sri mengucapkan “terima kasih budi, aminah, Sri, nama saya Rodiah”;

• empat nama awal di atas bisa digunakan sebagai contoh. Setelah itu, minta partisipan melakukannnya secara bergiliran ke kanan. dimulai dari fasilitator.

• Setelah satu putaran beres, fasilitator bisa memulai dari arah berlawanan (ke kiri)

Ngobrol berpasangan/ kelompok

• minta berbaris berdasarkan usia, yang di depan yang paling tua, yang di depan paling muda. namun tidak boleh menggunakan suara sama sekali. tidak boleh ada yang membuka mulut.

• bila tempatnya tidak cukup, barisan bisa berbelok atau melingkar. • Setelah berbaris, minta partisipan menyebut usia.

• minta partisipan berpasangan dengan kawan di depan atau belakangnya.

• minta partisipan untuk saling mengenalkan diri: nama, tempat tinggal dll.

• minta pasangan bercerita dalam forum tentang nama, tempat tinggal dll dari kawannya yang baru.

Bila jumlah partisipan lebih dari 20 orang…

• bila jumlah partisipan banyak (di atas 20 orang), maka dari pada berpasangan, fasilitator dapat membentuk kelompok berisi 4-5 orang. Selebihnya, fasilitator dapat mengikuti tahapan di atas.

Bila sudah saling mengenal….

• bila sesungguhnya partisipan selama ini sudah saling kenal, maka mereka bisa diminta mengobrol tentang topik yang lebih mendalam (yang positif/ apresiatif/ bersyukur). contoh pertanyaan yang bisa diajukan adalah sbb: Ketika melihat anak, apa yang membuat ibu bahagia/ senang?

• Apa harapan ibu pada anak ibu? Harapan ibu, jadi apa anak ibu? • Kemudian, minta pasangan-pasangan bergabung, semisal dua atau

tiga pasangan menjadi satu kelompok. minta setiap orang bercerita tentang cerita kawannya.

3. Permainan untuk mengacak tempat duduk

kursi yang tidak berpenghuni. Saat memulai fasilitator berdiri dan tidak mendapat kursi.

• Sampaikan bahwa, bila partisipan mendengar kata-kata: angin bertiup ke arah orang yang …(sebutkan ciri-ciri yang umum, semisal orang yang memakai rok), maka orang-orang yang memiliki ciri itu mesti berdiri dan mengambil tempat yang baru.

• Segera setelah menyampaikan ciri-ciri itu, fasilitator mencari tempat duduk. maka, akan tinggallah satu partisipan tanpa tempat duduk atau berdiri. minta dia untuk memberi aba-aba, angin bertiup ke arah orang….(sebutkan ciri-ciri baru).

• lakukan 4-5 putaran sehingga tempat duduk orang-orang telah berpindah.

Perahu bergoyang…

• bila tersedia tempat duduk, ajak partisipan duduk melingkar. Keluarkan kursi yang tidak berpenghuni. Saat memulai fasilitator berdiri dan tidak mendapat kursi.

• Sampaikan bahwa, bila partisipan mendengar kata-kata: goyang ke kiri, maka partisipan akan berpindah duduk 2 ke kiri. goyang kanan, 3 ke kanan. badai, berpindah semaunya, yang penting pindah.

• Fasilitator kemudian bercerita. Suatu hari Ibu aminah naik perahu ke Pulau buru. di tengah perjalanan, perahunya terkena angin dan bergoyang ke….kiri.

• Segera setelah menyampaikan kata kunci, fasilitator mencari tempat duduk. maka, akan tinggallah satu partisipan tanpa tempat duduk atau berdiri. minta dia untuk melanjutkan cerita.

• lakukan 4-5 putaran sehingga tempat duduk orang-orang telah berpindah.

Membuat pasangan/kelompok menggunakan kata kunci

bila tidak tersedia kursi, fasilitator dapat mengacak tempat duduk dengan menggunakan permainan membuat pasangan/ kelompok menggunakan kata kunci (lihat bagian di bawah ini). Setelah teracak, minta partisipan duduk melingkar dekat dengan kelompok (tidak kembali ke posisi semula).

4. Permainan membuat Pasangan/ kelompok menggunakan kata kunci

• Fasilitator menentukan kata-kata kunci yang menunjukkan jumlah anggota kelompok. Semisal kata kuncinya adalah: ttd, aSI Saja dan suapi anak, di mana ttd = 2 orang, aSI Saja = 3 orang, Suapi anak = 5 orang. Sebelumnya fasilitator menjelaskan alasan-alasannya. ttd itu dua karena ttd itu penting buat kesehatan Ibu dan anak di dalam kandungan. aSI Saja itu 3 karena untuk aSI Saja dibutuhkan dukungan Ibu, Suami dan orang tua si Ibu. Suapi anak itu lima karena harus sabar. • Semua ibu-ibu diminta berdiri lalu membuat lingkaran besar.

• Semua ibu-ibu diminta menghadap kanan dan mulai berjalan dengan membuat tepukan di kakinya (bem-bem-prak, bem-bem-prak).

• Ketika fasilitator menyebut kata kunci, untuk mereka diminta segera membentuk kelompok dengan sejumlah anggota sesuai kata kunci. • dia/mereka yang salah berkelompok/tidak membentuk kelompok

yang benar diminta untuk memberi-aba-aba.

• ulang beberapa kali agar menyenangkan, maksimal 4 kali. yang terakhir adalah kelompok yang akan bekerjasama untuk suatu urusan. Berhitung dengan buah, sayur, sumber protein

atau bahasa daerah lain (2-4 kelompok)

• jelaskan bahwa ibu-ibu akan berhitung, namun bukan berhitung dengan angka 1,2,3,4. angka diganti dengan (pilih bergantian agar tidak membosankan):

 buah-buahan. Semisal: pepaya, jambu, mangga.  Sayur-sayuran. Semisal: buncis, kangkung, wortel.  Sumber zat penumbuh. Semisal: telur, ikan, ayam.

 bahasa daerah di tempat lain. Semisal: cie, duo, tigo, ampe. • untuk bahan makanan, ada baiknya fasilitator menjelaskan juga

manfaat-manfaatnya. • minta ibu-ibu berhitung.

• minta ibu-ibu berkelompok berdasarkan kata yang disebutnya. arahkan wilayah duduk masing-masing kelompok (semisal, kangkung di depan sebelah kanan dll.)

5. memilih juru Bicara kelompok Angkat Tangan dan Tunjuk

• minta semua partisipan mengangkat tinggi-tinggi tangannya dengan telunjuk tangan mengarah ke atas.

• Sampaikan bahwa dalam hitungan ketiga, ibu-ibu diminta memilih satu orang di dalam kelompok masing-masing yang pas sebagai juru bicara. orang itu sebaiknya belum pernah menjadi juru bicara sebelumnya.

• Fasilitator berhitung, satu, dua dan tiiiiiga….

• orang yang mendapat telunjuk paling paling banyak menjadi juru bicara.

6. Penyegaran

Senam sehat dengan cerita

• Fasilitator meminta partisipan berdiri membentuk lingkaran yang agak renggang dan meletakkan tangan di pinggang.

• Fasilitator menjelaskan kalau ada kata-kata tertentu, maka pinggang digerakkan ke arah tertentu. “ani” gerakan pinggang ke kiri, “anto” ke kanan, “bapak” maju ke depan, “Ibu” ke belakang, dan “semua” memutar pinggang.

• Fasilitator mulai bercerita dengan irama yang di atur agar melambat saat menyebut kata kunci. Setiap kata kunci disebut, maka partisipan menggerakkan pinggangnya. Semisal, pada suatu pagi ani diminta Ibu untuk belanja ke pasar. “ani, ani, ini uangnya, tolong beli bahan makanan yang bergizi ya. Ikan teri agar kita tidak loyo. telur supaya kamu tumbuh tinggi….”. tiba-tiba ayah berkata, “ibu-ibu jangan lupa belikan ayah rokok ya”. Ibu menjawab, “ayah hari ini libur saja merokoknya. mendingan kita beli telur.” “Iya, betul itu, yah,” kata ani. anto yang tadi sedang nonton tV juga membetulkan, “Setuju ayah. Kita belikan telur saja. Rokoknya besok- besok lagi saja.” ayah berpikir, “betul juga ya.” lalu ayah berkata, “baiklah kalau begitu kita semua hari ini makan telur dan ayah ga usah merokok.”.

• Fasilitator meminta salah satu ibu melanjutkan cerita. yang bercerita tidak perlu menggerakkan pinggang. Fokus saja pada cerita.

• Berikan kesempatan bercerita kepada 4-5 orang. mencari jari

• Fasilitator meminta partisipan berdiri membentuk lingkaran. minta partisipan mengangkat tangan kanan tingi-tinggi, lalu meletakkannya sejajar dengan pundak kawan di sebelah kanan. tengadahkan tangannya ke atas.

• Fasilitator lalu meminta partisipan mengangkat tangan kiri tinggi- tinggi lalu letakkan jari telunjuk ke tangan kanan kawan sebelah kiri. • Sampaikan bahwa saat mendengar kata kunci, maka tangan kanan

berusaha cepat menangkap telunjuk kawan dan di saat bersamaan tangan kiri berusaha lepas dari tangkapan kawan.

• Fasilitator tidak ikut bermain, hanya bercerita. Semisal, kata kuncinya adalah ikan teri. Kata kuncinya bebas, namun gunakan kata kunci yang

Dalam dokumen MODUL KESEHATAN dan GIZI (Halaman 99-116)

Dokumen terkait