Modul
Kesehatan & Gizi
Pertemuan Peningkatan
kemamPuan keluarga (P2k2)
Program keluarga HaraPan (PkH)
Modul ini adalah revisi dari modul sebelumnya yang dicetak pada tahun 2014, yang diterbitkan bersama oleh Bappenas, Kementerian Kesehatan, Kementerian Sosial, TNP2K, AUSAID, dan UNICEF. Revisi modul ini berdasarkan hasil kajian berbagai laporan kegiatan Program Keluarga Harapan (PKH) dari tahun 2008 hingga 2017, kunjungan lapangan dan ujicoba modul, untuk memperoleh masukan dari para pendamping dan keluarga penerima manfaat. Modul ini digunakan pada kegiatan Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2) dari PKH yang diimplementasikan oleh Kementerian Sosial.
Tim penyusun utama adalah konsultan Bank Dunia: Atin Parihatin, Avita A. Usfar, dan Susie Sugiarti dengan arahan dari Pablo A. Acosta dan Changqing Sun dan dengan masukan teknis dari Setyo Edi dan Nikendarti Gandini dari World Food Program serta Elviyanti Martini dari Bank Dunia. Direktorat Jaminan Sosial Keluarga Kementerian Sosial telah mengadakan sejumlah kegiatan lokakarya dan diskusi kelompok terarah untuk menggali masukan yang konstruktif dari Direktorat Gizi Masyarakat dan Direktorat Kesehatan Keluarga Kementerian Kesehatan, Pusdiklat Kementerian Sosial, Bappenas, dan UNICEF. Uji coba di lapangan dilakukan pada Februari 2018.
Revisi modul ini dilakukan dengan dukungan Kementerian Sosial, Bank Dunia dan Rapid Social Response Trust Fund. Isi dan metode yang disampaikan di sini tidak mencerminkan pandangan Dewan Direksi Eksekutif Bank Dunia ataupun Pemerintah yang mereka wakili.
Untuk reproduksi atau perbanyakan modul ini dan pertanyaan lainnya, mohon hubungi Kementerian Sosial RI, Jalan Salemba Raya 28, Jakarta 10430.
www.kemsos.go.id
daftar isi
PendaHuluan
sesi 1
PentingnYa giZi & laYanan keseHatan iBu Hamil lataR belaKang
tujuan PembelajaRan
PoKoK baHaSan dan Sub PoKoK baHaSan langKaH KegIatan
langkah 1: Pembukaan
langkah 2: Pentingnya 1000 Hari Pertama Kehidupan langkah 3: Pentingnya gizi bagi Ibu Hamil
langkah 4: Pemeriksaan Kesehatan Ibu Hamil
langkah 5:Pemeriksaan Kesehatan Setelah melahirkan
langkah 6: memastikan Ibu dan bayi mendapat layanan jaminan Kesehatan nasional
langkah 7:Penutup BaHan Bacaan
sesi 2
PentingnYa giZi untuk iBu menYusui dan Balita lataR belaKang
tujuan PembelajaRan
PoKoK baHaSan dan Sub PoKoK baHaSan langKaH KegIatan
langkah 1: Pembukaan
langkah 2: diskusi kelompok mengenai aSI, mP aSI dan Posyandu langkah 3: aSI ekslusif
langkah 5:Kunjungan ke Posyandu langkah 6:gizi Ibu menyusui langkah 7:Penutup
BaHan Bacaan
sesi 3
kesakitan Pada anak dan keseHatan lingkungan lataR belaKang
tujuan PembelajaRan
PoKoK baHaSan dan Sub PoKoK baHaSan langKaH KegIatan
langkah 1: Pembukaan
langkah 2: mengenal Penyakit diare
langkah 3: mengenal Penyakit Kecacingan dan malaria langkah 4: Pentingnya memperhatikan Kebersihan diri dan
lingkungan
langkah 5: Pentingnya jamban Sehat langkah 6: Penutup
BaHan Bacaan
Permainan
1. Kata-Kata Penyemangat bISa-bISa-bISa, wuuuIH bISa…! 2. PeRmaInan-PeRmaInan dalam beRKenalan
3. PeRmaInan untuK mengacaK temPat duduK 4. PeRmaInan membuat PaSangan/KelomPoK 5. memIlIH juRu bIcaRa KelomPoK
modul Kesehatan dan gizi ini diharapkan dapat membantu pendamping dalam melaksanakan kegiatan Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2) dengan lebih mudah. buku Panduan ini adalah perbaikan dari buku Panduan yang diterbitkan pada tahun 2014 dan telah menyatukan buku Panduan dan bahan bacaan sehingga pendamping PKH hanya perlu membawa satu buku ke lapangan.
P2K2 Kesehatan dan gizi bertujuan untuk meningkatkan praktik positif untuk mendorong terjadinya perubahan perilaku kesehatan ibu-ibu penerima manfaat PKH (Program Keluarga Harapan) dalam hal kesehatan dan gizi. melalui modul ini diharapkan terjadi peningkatan pengetahuan, terutama mengenai pentingnya 1000 hari pertama kehidupan (1000 HPK), kesehatan dan gizi ibu hamil, nifas dan menyusui, bayi dan balita, serta pola asuh.
Mengingformasikan pengetahuan kesehatan dan gizi yang terdapat dalam P2K2
Memotivasi dan memfasilitasi ibu dan anak untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang diperlukan
Menginformasikan kepada kader Posyandu atau bidan bila ada ibu atau anak yang membutuhkan konseling atau kunjungan khusus
secara umum tugas PendamPing adalaH:
1
2
3
Buku Panduan P2k2 keseHatan dan giZi diBagi menjadi 3 sesi:
PENTINGNYA GIZI DAN
LAYANAN KESEHATAN IBU HAMIL
PENTINGNYA GIZI UNTUK IBU MENYUSUI DAN BALITA
KESAKITAN PADA ANAK DAN KESEHATAN LINGKUNGAN
1
Berikut adalah pesan-pesan kunci yang perlu disampaikan kepada ibu-ibu peserta PkH dan keluarga mereka:
iBu Hamil
1. Konsumsi makanan bergizi seimbang, minum air 8-12 gelas per hari, dan beraktivitas fisik ringan
2. Konsumsi tablet tambah darah (ttd) setiap hari selama kehamilan 3. Periksa kehamilan setiap bulan ke pusat kesehatan, minimal 4 kali 4. melahirkan di layanan kesehatan
5. lakukan Inisiasi menyusu dini
iBu menYusui dan Balita
6. Periksakan kesehatan ibu dan anak setelah melahirkan oleh tenaga kesehatan minimal 3 kali
7. Ibu menyusui makan dengan gizi seimbang, minum air 12-14 gelas, aktivitas fisik 30 menit per hari, pertahankan berat badan normal 8. berikan kolostrum pada bayi
9. berikan aSI saja sampai berusia 6 bulan (aSI eksklusif) 10. terus berikan aSI sampai anak 2 tahun
11. mPaSI secara bertahap mulai 6 bulan
12. membawa bayi dan anak ke Posyandu sebulan sekali 13. Pastikan imunisasi dasar lengkap anak umur 1 tahun 14. Pastikan anak menerima vitamin a dua kali setahun 15. berikan obat cacing bagi anak usia 1-5 tahun
16. gunakan bantuan PKH untuk memenuhi zat gizi ibu hamil, menyusui, dan mP aSI
17. gunakan jKnuntuk mengakses layanan kesehatan di Puskesmas
keseHatan lingkungan
18. cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir 19. buang air besar di jamban sehat
PentingnYa
giZi &
laYanan
keseHatan
latar Belakang
masalah gizi seringkali muncul karena masyarakat memiliki pengetahuan, kepercayaan, nilai atau norma yang kurang memadai. contoh umum di masyarakat adalah mentolerir ibu hamil makan dengan porsi yang jauh lebih sedikit (dibanding masa sebelum hamil); memberi pisang, air atau makanan padat lainnya pada anak usia di bawah 6 bulan; atau lebih memilih membelanjakan uang untuk rokok, pulsa HP atau kebutuhan kurang penting lainnya dibandingkan membeli telur, ikan, ayam untuk ibu hamil, menyusui, dan anak.
makan makanan yang bergizi merupakan perilaku yang penting untuk kesehatan dan perkembangan anak. lebih dari sepertiga kematian bayi dan anak, serta 11% beban penyakit di dunia disebabkan karena kekurangan gizi pada ibu hamil dan anak. bukan hanya itu, kekurangan gizi pada ibu hamil dapat nantinya mengganggu perkembangan fisik, mental dan kecerdasan anak. bayi yang dilahirkan pendek dan sangat kurus, akan tumbuh di bawah normal dan menjadi orang dewasa bertubuh pendek dengan mempunyai kecerdasan dan penghasilan rendah.
agar anak menjadi pintar dan tumbuh optimum, keluarga perlu memperhatikan masa penting, yakni 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), mulai selama kehamilan (9 bulan atau 270 hari) sampai 2 tahun pertama sejak anak dilahirkan (730 hari pertama). Seribu hari pertama merupakan periode penting di mana gangguan yang muncul pada masa ini akan berakibat secara menetap dan tidak dapat diperbaiki.
tujuan PemBelajaran
Setelah mengikuti materi pembelajaran diharapkan peserta mampu memahami pentingnya gizi dan layanan kesehatan bagi ibu hamil dan nifas.
indikator keBerHasilan: Peserta mamPu:
1
2
3
4
5
6
Memahami pentingnya 1000 Hari Pertama Kehidupan.
Memahami pentingnya pemenuhan gizi bagi ibu hamil.
Memahami layanan kesehatan selama kehamilan.
Memahami layanan kesehatan pasca kehamilan/ masa nifas.
Memahami bantuan PKH dan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) untuk perbaikan gizi.
Pokok BaHasan dan suB Pokok BaHasan
no Pokok BaHasan suB Pokok BaHasan
1
Pentingnya gizi bagi ibu hamil.1.1.memahami 1000 hari pertama kehidupan
1.2.Pentingnya gizi bagi ibu hamil
1.3.Pemenuhan gizi ibu hamil
2
Layanan kesehatan yang harus
dilakukan selama kehamilan dan nifas.
2.1.layanan kesehatan selama kehamilan
2.1.layanan kesehatan pasca kehamilan/masa nifas.
3
Pemanfaatkan bantuan PKH, BPNT dan JKN selama kehamilan.3.1. bantuan PKH dan bPnt
c. Sampaikan bahwa pertemuan kali ini akan membahas 3 topik yaitu: • Layanan kesehatan yang harus dilakukan selama dan sesudah
kehamilan.
• Kebutuhan gizi ibu hamil.
• Bagaimana memanfaatkan bantuan PKH, BPNT dan JKN selama kehamilan dan persalinan.
d. minta peserta berpasangan, untuk bertanya kepada pasangannya; apa harapan peserta untuk anak-anak ibu di masa depan? lalu minta setiap peserta menceritakan hasil obrolannya.
mungkin peserta akan menjawab “saya ingin anak saya jadi anak yang baik,” “Ingin jadi anak yang sehat,” “ingin jadi dokter.”
e. ucapkan terima kasih atas partisipasi peserta dan beri kesimpulan dari hasil obrolan seperti:
• Jadi Ibu-ibu ingin anaknya sehat ya
• Ibu-ibu ingin anaknya jadi anak yang berbakti, pintar dan sukses di sekolah sehingga bisa tercapai cita-citanya ya
f. sampaikan bahwa keinginan dan harapan setiap orang tua agar anak tumbuh menjadi anak yang seHat, tinggi, dan cerdas dapat tercapai jika orang tua memberikan perhatian sejak anak dalam kandungan ibu.
PemBukaan LANGKAH 1
10
m e n i t a. ucapkan salam pembukaan dan ucapan terima kasih kepada peserta yang sudah hadir, ajak peserta berdoa sebelum memulai pertemuan.a. Sampaikan kepada peserta bahwa anak tinggi, sehat, dan cerdas harus dimulai sejak dalam kandungan. untuk menunjukkan bagaimana ibu bisa memiliki kehamilan yang sehat, kita akan menonton film bersama.
b. tayangkan film 1.1 tentang pentingnya 1000 Hari Pertama Kehidupan.
c. tanyakan kepada 2-3 peserta:
• Apa saja yang peserta ingat dari film tadi?
Catatan: jika peserta kesulitan menjawab, pancing dengan bertanya kata apa yang peserta ingat dari film tersebut.
d. gunakan flipchart 1.1 – dampak kekurangan gizi.
Sampaikan bahwa kondisi kehamilan ibu dan kesehatan saat bayi dan balita menentukan masa depan anak:
• bayi dari keluarga yang tidak memperhatikan kecukupan gizi dan kesehatan ibu selama hamil akan lahir sebagai bayi dengan berat badan yang rendah (bayi kecil).
• jika tidak diatasi dengan gizi yang baik, bayi akan tumbuh menjadi balita yang memiliki
daya tahan tubuh rendah (mudah sakit), berpotensi stunting (tinggi tidak sesuai usianya), dan berkurangnya kecerdasan. • Saat menjadi anak sekolah, kemampuan belajarnya terganggu,
prestasi di sekolah rendah, dan biasanya tidak mampu melanjutkan ke jenjang sekolah yang lebih tinggi.
Flipchart 1.1
alat yang diperlukan:
• Film 1.1 - 1000 Hari Pertama kehidupan
• Flipchart 1.1 – dampak kekurangan gizi
• Flipchart 1.2 – Pentingnya 1000 Hari Pertama kehidupan LANGKAH 2
15
m e n i tyang layak sehingga penghasilannya juga rendah.
• Ketika berkeluarga, tidak mampu memenuhi kebutuhan makanan bergizi dan layanan kesehatan bagi keluarganya.
e. ucapkan terima kasih atas jawaban peserta.
f. gunakan flipchart 1.2 – Pentingnya 1000 Hari Pertama kehidupan untuk menyampaikan pesan:
• Pesan utama dalam film tersebut adalah pentingnya gizi atau makanan sehat selama 1000 hari pertama kehidupan.
• 1000 hari pertama kehidupan adalah masa 9 bulan kehamilan, kelahiran dan nifas, masa bayi 0-6 bulan, hingga usia anak mencapai 2 tahun. masa ini adalah masa yang rentan untuk ibu dan anak. gangguan kesehatan terhadap ibu dan anak di
masa ini akan mempengaruhi masa depan anak di kemudian hari.
g. Sampaikan kepada peserta bahwa selanjutnya dalam pembahasan topik kesehatan dan gizi, peserta dapat membaca buku Pintar Kesehatan Ibu dan gizi.
h. buku Pintar harus selalu dibawa dalam pertemuan sebagai bahan bacaan peserta dalam mendiskusikan kesehatan ibu hamil dan bayi selama dalam kandungan.
alat bantu yang diperlukan:
• Film 1.2 – Pentingnya Gizi bagi Ibu hamil • Flipchart 1.3 dan 1.4 – Isi Piringku • Buku Pintar Kesehatan dan Gizi
PentingnYa giZi Bagi iBu Hamil
a. lakukan permainan berhitung kata kunci seHat, tinggi, cerdas untuk membagi peserta menjadi 3 kelompok. minta peserta berkelompok berdasarkan kata kuncinya.
b. minta agar peserta ngobrol secara berkelompok:
• kelompok sehat ngobrol tentang apa yang harus dimakan oleh ibu hamil, apa saja yang harus ada di dalam piring ibu dalam sekali makan.
• kelompok tinggi ngobrol tentang ke mana ibu hamil periksa kehamilan dan berapa kali sebaiknya periksa kehamilan, apa yang harus didapatkan selama pemeriksaan kehamilan.
• kelompok cerdas ngobrol tentang di mana melahirkan dan apa yang dibutuhkan ibu setelah melahirkan.
c. Sampaikan bahwa selama pertemuan kita akan membahas topik satu demi satu.
d. minta perwakilan Kelompok Sehat menceritakan hasil diskusi mereka. ucapkan terima kasih atas hasil obrolan peserta.
e. ajak peserta menyimak jawabannya dengan memutar film 1.2 yang bercerita tentang pola makan ibu hamil.
f. Tanyakan pada peserta apa yang mereka ingat dari film tersebut, menurut anjuran bidan:
• Berapa banyak ibu hamil harus makan?
• Makanan apa saja yang harus ada di piring ibu hamil? • Adakah makanan yang dipantang untuk ibu hamil? LANGKAH 3
bagi ibu hamil dengan gizi seimbang harus mengandung:
• makanan pokok m e n g a n d u n g k a r b o h i d r a t . K a r b o h i d r a t
memberikan tenaga bagi tubuh untuk melakukan kegiatan. contoh karbohidrat adalah beras, jagung, umbi-umbian, sagu. • lauk pauk yang mengandung protein. Protein dibutuhkan
untuk membangun dan memelihara sel dan jaringan tubuh. contoh protein hewani adalah
ikan, daging ayam, daging sapi, atau protein nabati seperti kacang-kacangan, tempe dan tahu. Protein nabati seperti tempe, tahu, mengandung serat dan antioksidan yang melindungi sel tubuh dari kerusakan.
• Buah-buahan yang mengandung vitamin dan mineral. contohnya pepaya, jeruk, semangka.
• sayuran yang mengandung
vitamin dan mineral. contohnya bayam, kangkung, wortel. Vitamin dan mineral yang berfungsi
menjalankan proses pengaturan metabolisme tubuh.
• ibu hamil minum 1 tablet tambah darah setiap hari selama kehamilan.
• selain itu ibu hamil juga harus banyak minum, 8-12 gelas per hari.
h. minta peserta Kelompok makan membuat menu makan dengan menggunakan kartu Pasar.
• Bagikan kartu pasar kepada peserta Kelompok Makan.
• Letakkan flipchart 1.3 – isi Piringku di lantai. • Minta anggota kelompok memilih kartu pasar sesuai
isi Piringku.
• Minta kelompok memilih jenis-jenis makanan sesuai isi Piringku:
Pilih jenis makanan pokok yang mengandung karbohidrat Pilih jenis yang mengandung proteinnya
Pilih jenis buah-buahannya Pilih jenis sayurnya
• Jika perlu lakukan secara bergilir dengan 2 kelompok lainnya.
i. anjurkan ibu menggunakan bantuan PKH untuk menambah asupan protein (ikan, tempe, tahu, ayam) dan bPnt untuk membeli beras dan telur. batasi penggunaan gula.
a. minta perwakilan kelompok tinggi menyampaikan hasil diskusi mereka.
b. ajak peserta menyimak jawabannya dengan memutar film 1.3.
c. Tanyakan kepada peserta apa yang mereka ingat dari film tersebut: • Kemana mereka membawa ibu tersebut?
• Apakah peserta ketika hamil juga pergi ke Puskesmas? • Berapa kali ibu hamil harus menemui bidan selama kehamilan? • Layanan apa saja yang diterima oleh ibu hamil di Puskesmas?
d. gunakan flipchart 1.4 untuk menyampaikan pesan mengenai pemeriksaan ibu hamil:
• Selama kehamilan akan lebih baik jika ibu hamil memeriksakan setiap bulan ke bidan di Puskesmas /Polindes/ Poskesdes/Posyandu.
jika tidak bisa setiap bulan, ibu hamil harus periksa minimal 4 kali ke bidan di Puskesmas/Polindes/ Poskesdes/ Posyandu.
• Pemeriksaan ke-1 pada usia kandungan sebelum 3 bulan (semakin dini pemeriksaan awal kehamilan, semakin baik).
• Pemeriksaan ke-2 kali pada usia kandungan 4-6 bulan. • Pemeriksaan ke-3 dan ke-4 pada usia kandungan 7-9 bulan.
Flipchart 1.4
LANGKAH 4
15
m e n i t alat bantu yang diperlukan: • Film 1.3 Pemeriksaan kesehatan ibu hamil • Flipchart 1.4 – Kapan Periksa Kehamilan? • Flipchart 1.5 – Layanan Kesehatan Ibu Hamil • Buku Pintar Kesehatan dan GiziIbu hamil perlu memeriksakan kehamilan setiap bulan, apalagi jika ibu hamil memiliki risiko kehamilan 4 terlalu:
1. terlalu muda (usia ibu hamil kurang dari 20 tahun). 2. terlalu tua (usia ibu hamil lebih dari 35 tahun).
3. terlalu dekat jarak kehamilan (jarak antara kehamilan satu dengan berikutnya kurang dari 2 tahun.
4. terlalu Banyak anak (Ibu pernah hamil atau melahirkan 4 kali atau lebih).
e. minta anggota kelompok tinggi membacakan flipchart 1.5 – layanan kesehatan untuk ibu Hamil.
f. ucapkan terima kasih kepada Kelompok tinggi yang membacakan, sampaikan kepada peserta bahwa selama kehamilan, ibu hamil akan menerima 10 layanan kesehatan.
g. Ibu hamil harus menanyakan tanggal perkiraan persalinan, merencanakan persalinan di layanan kesehatan.
h. Sampaikan kepada peserta bahwa ibu hamil bisa mengikuti kelas ibu hamil di Puskesmas untuk mendapatkan informasi lengkap mengenai kehamilan.
i. Informasi mengenai kehamilan dapat dibaca di Buku Pintar kesehatan dan gizi halaman 4-13.
alat bantu yang diperlukan:
• Film 1.5 Pemeriksaan Kesehatan setelah melahirkan • Flipchart 1.6 – Layanan Kesehatan Ibu Hamil • Flipchart 1.7 – Gizi bagi anak baru lahir dan ibu
menyusui
• Buku Pintar Kesehatan dan Gizi
Pemeriksaan keseHatan setelaH melaHirkan LANGKAH 5
15
m e n i ta. minta perwakilan Kelompok cerdas menyampaikan hasil obrolan mereka.
b. ajak peserta menyimak jawabannya dengan memutar film 1.5 tentang Pemeriksaan Kesehatan Setelah melahirkan.
c. Tanyakan kepada peserta apa yang mereka ingat dari film tersebut: • Di mana ibu hamil harus melahirkan?
• Apakah setelah melahirkan ibu hamil harus periksa kesehatan? Berapa kali?
d. Sampaikan pesan:
• Melahirkan di layanan kesehatan dan ditolong oleh tenaga kesehatan terlatih, agar jika terjadi masalah dalam persalinan bisa segera ditangani. tanda bahaya pada persalinan ada di buku Pintar Kesehatan dan gizi halaman 15. • Gunakan flipchart 1.6 untuk
menjelaskan pelayanan kesehatan ibu nifas setelah melahirkan:
Pertama: 6 jam-3 hari setelah melahirkan Kedua: hari ke 4-28 hari setelah melahirkan Ketiga: hari ke 29-42 hari setelah melahirkan
• Jelaskan informasi pelayanan kesehatan ibu nifas ada di Buku
Pintar Kesehatan dan gizi. Ibu harus menghubungi petugas kesehatan jika mengalami tanda bahaya nifas. tanda bahaya nifas ada di buku Pintar Kesehatan dan gizi halaman 16.
e. Pendamping merekap pesan dengan menggunakan flipchart 1.7:
• Segera lakukan Inisiasi Menyusu Dini (Imd) dan berikan aSI yang pertama keluar yang berwarna kekuningan (kolostrum).
• ASI yang keluar pertama berwarna kekuningan (kolostrum) mengandung
zat kekebalan tubuh, langsung berikan pada bayi, jangan dibuang. • Berikan hanya ASI saja sampai berusia 6 bulan (ASI eksklusif). • Ibu menyusui makan makanan yang beraneka ragam yang
mengandung karbohidrat, protein hewani, protein nabati, sayur, dan buah-buahan.
• Kebutuhan air minum ibu menyusui pada 6 bulan pertama adalah 14 gelas sehari dan pada 6 bulan kedua adalah 12 gelas sehari.
alat bantu yang diperlukan:
• Film 1.5 – JKN
• Flipchart 1.8 – Kartu Keluarga dan
kartu indonesia sehat (kis) memastikan iBu dan BaYi mendaPat laYanan jaminan keseHatan nasional
LANGKAH 6
15
m e n i ta. tanyakan kepada peserta adakah ibu yang sudah memiliki pengalaman melahirkan? Berapa besar biayanya?
b. jelaskan bahwa sebagai penerima bantuan PKH, ibu-ibu juga berhak mendapat jaminan Kesehatan nasional (jKn) dengan pemberian Kartu Indonesia Sehat (KIS). tanyakan kepada peserta siapa yang sudah memiliki KIS, siapa yang belum memiliki KIS
c. Sampaikan kepada peserta bahwa kita akan melihat film tentang bagaimana membuat KIS bagi keluarga penerima PKH. Putarkan film 1.5
d. gunakan flipchart 1.8.
e. Sampaikan bahwa bayi dari ibu pemilik KIS otomatis menjadi Peserta Penerima bantuan Iuran (PbI) jaminan Kesehatan (jK) dan berhak menerima pelayanan kesehatan namun perlu melakukan pendaftaran dengan prosedur:
Suami atau anggota keluarga (dibuktikan dengan Kartu Keluarga (KK), mendatangi bPjS Kesehatan dengan:
• Membawa dokumen asli Surat Keterangan tanda lahir (SKtl) yang dibuat di tempat melahirkan.
• Menunjukkan asli Kartu Peserta BPJS
• Mengisi Daftar Isian Peserta (DIP) yang telah ditandatangani oleh salah satu orang tua dari bayi yang baru lahir.
• Pengisian NIK bayi PBI menggunakan nomor Kartu Keluarga (KK) dari orang tua bayi yang baru lahir atau nomor Kartu Keluarga (KK) dari Ibu kandung bayi baru lahir yang tercatat pada Kartu Keluarga (KK) keluarga orang tua/lain.
• Keluarga PKH yang memiliki KIS wajib melaporkan perubahan nama bayi dan perubahan nomor Kartu Keluarga dengan nIK bayi yang baru lahir selambat-lambatnya 3 (tiga) bulan sejak mendapatkan KIS.
f. Sampaikan jika ada peserta yang belum menjadi peserta jKn maka peserta dapat mendaftarkan diri menjadi peserta jKn dengan cara:
• Fotokopi Kartu Keluarga dan KTP seluruh anggota keluarga. • Surat keterangan tidak mampu dari RT dan Desa/Kelurahan. • Surat Pengantar pembuatan kartu JKN/BPJS PBI dari Puskesmas.
g. jika persyaratan pembuatan kartu jKn/bPjS PbI sudah lengkap, langkah selanjutnya adalah:
• Bawa dokumen ke kantor BPJS terdekat atau ke Kantor Dinas Sosial.
• Menyerahkan dokumen dan mendapat jadwal untuk datang kembali
alat bantu yang diperlukan:
• Flipchart 1.10 – Pesan untuk Ibu Hamil
PenutuP LANGKAH 7
5
m e n i ta. dengan menggunakan Flipchart 1.9 sampaikan kepada peserta kesimpulan hari ini yaitu:
• Pastikan ibu hamil makan makanan bergizi. gunakan bantuan PKH dan bPnt untuk membeli beras, telur, dan minyak dan uang PKH untuk menambah asupan protein (ikan, tempe, tahu, ayam). batasi penggunaan gula.
• Ibu hamil harus periksa ke Puskesmas setiap bulan atau minimal 4 kali selama kehamilan.
• Ibu hamil harus melahirkan di fasilitas kesehatan dan dibantu tenaga kesehatan.
• Lakukan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) saat bayi baru lahir. • Periksakan kesehatan ibu dan anak setelah melahirkan.
• Buat Kartu Indonesia Sehat (KIS), untuk bisa mendapatkan layanan kesehatan bagi ibu hamil termasuk anak dalam kandungan.
b. Sampaikan kepada peserta semua hal di atas, dilakukan untuk mencapai harapan agar anak tumbuh seHat, tinggi, dan cerdas.
c. Sampaikan kepada peserta untuk membagikan pengetahuan baru yang dianggap bermanfaat kepada keluarga, tetangga dan kenalan yang membutuhkan.
d. berdoa bersama.
e. ucapkan terima kasih dan salam penutup.
BAHAN BACAAN SESI 1
PenYeBaB masalaH keseHatan & giZi
terdapat 2 (dua) faktor yang secara langsung mempengaruhi status gizi yaitu konsumsi makanan dan keadaan kesehatan (penyakit infeksi). Kedua faktor ini saling berpengaruh. Rendahnya konsumsi makanan secara terus-menerus akan menimbulkan kekurangan gizi, semakin lama terjadi kekurangan asupan gizi maka bisa menimbulkan gizi buruk. Keadaan kesehatan yang kurang baik akan menimbulkan seseorang mudah mengalami penyakit, misalnya penyakit menular, seperti diare dan infeksi saluran pernapasan akut (ISPa). Penyakit menular ini dapat menimbulkan terganggunya konsumsi makanan dan asupan zat gizi sehingga makanan tidak dapat diserap tubuh dengan baik. adapun faktor tidak langsung yang mempengaruhi status gizi adalah aksesibilitas pangan, pola asuh, ketersediaan air minum/sanitasi, dan pelayanan kesehatan.
• aksesibilitas pangan yang mudah dan dengan harga yang terjangkau akan memudahkan keluarga mengonsumsi makanan yang beragam, bergizi seimbang dan aman. Selain itu konsumsi makanan juga dipengaruhi oleh pengetahuan keluarga dalam memilih bahan makanan yang dibeli.
• Pola asuh misalnya pemberian air susu ibu (aSI) saja atau aSI eksklusif kepada bayi usia 0-6 bulan, juga mempengaruhi status gizi seseorang.
• ketersediaan air minum dan sanitasi akan memudahkan seseorang menerapkan Perilaku Hidup bersih dan Sehat (PHbS).
• kemudahan memperoleh pelayanan kesehatan yang baik,
juga turut menentukan status gizi seseorang.
masalah kesehatan dan gizi pada ibu dan anak sangat penting. lebih
PENTINGNYA GIZI DAN
LAYANAN KESEHATAN
di dunia disebabkan karena kekurangan gizi pada ibu hamil dan anak. dampak kekurangan gizi pada ibu hamil sangat serius, karena gangguan pertumbuhan sejak dalam kandungan akan berakibat secara fisik, mental dan intelektual pada bayi yang dilahirkan. Selain bayi dilahirkan pendek dan sangat kurus, jika bayi tersebut dapat hidup akan tumbuh dan berkembang di bawah normal akan mengalami kehidupan dengan ketidakmampuan, ketika menjadi dewasa bertubuh pendek dan mempunyai tingkat kecerdasan dan produktivitas rendah. untuk perempuan, akan menjadi remaja dan calon ibu hamil yang akan melahirkan bayi dengan berat lahir rendah dan juga pendek. anak kurang gizi telah terbukti berkorelasi bermakna dengan kejadian penyakit tidak menular (Ptm). apabila masalah anak pendek tidak segera ditanggulangi, akan berpotensi meningkatkan kematian akibat Ptm di masa mendatang. Pada saat ini Indonesia masih mengalami prevalensi anak pendek yang cukup tinggi yaitu sebesar 37,2%. dengan menyadari betapa kompleksnya akibat masalah gizi sehingga penanganan masalah gizi memerlukan kerjasama semua pemangku kepentingan.
defenisi masalah gizi
• gizi makro adalah zat gizi yang dibutuhkan tubuh dengan jumlah banyak.
contoh: karbohidrat, protein, dan lemak
• gizi mikro adalah zat gizi yang dibutuhkan tubuh dengan jumlah sedikit.
contoh: vitamin seperti vitamin a, b, c, d, e, dan K. mineral seperti Iodium, Fe, Zink, Kalium, dsb.
jenis masalah gizi
• masalah gizi makro terdiri dari: gizi kurang, gizi buruk, Kurus, Pendek, dan gizi lebih
dampak masalah gizi
KuRang gIZI pada awal kehidupan berdampak pada kualitas Sdm. beberapa fakta penelitian diketahui sebagai berikut:
• Anak kurang gizi akan tumbuh lebih pendek dan melahirkan bayi kecil atau berat badan lahir rendah (bblR).
• Kurang gizi (pendek) menghambat perkembangan kognitif, nilai sekolah dan keberhasilan pendidikan.
• Kurang gizi (pendek) pada usia di bawah 3 tahun menurunkan produktivitas pada usia dewasa.
• Gizi Kurang/buruk merupakan penyebab dasar kematian bayi dan anak.
upaya Penanggulangan masalah gizi: • Pendidikan gizi masyarakat.
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan,
pemahaman, dan kesadaran masyarakat akan pentingnya gizi bagi Sdm.
• Pemantauan pertumbuhan anak balita.
dengan dilakukannya pemantauan pertumbuhan maka kondisi status gizi anak balita dapat dipantau dari waktu ke waktu. bila terjadi akan mengarah pada status gizi yang lebih buruk maka dapat dicegah. Hasil penimbangan berat badan di Posyandu dicatat dengan menggunakan Kartu menuju Sehat.
• Pemberian makanan tambahan (Pmt).
Pmt dapat digunakan sebagai sarana penyuluhan/pendididkan bagi ibu balita tentang pemberian makanan.
• Pemberian kapsul vitamin A dosis tinggi pada anak umur 6-59 bulan.
1
mengaPa 1000 Hari Pertama keHiduPan sangat PentingStatus gizi dan kesehatan ibu sebagai penentu kualitas sumber daya manusia, semakin jelas dengan adanya bukti bahwa status gizi dan kesehatan ibu pada masa pra-hamil, saat kehamilan dan saat menyusui merupakan periode yang sangat kritis. Periode 1000 hari, yaitu 270 hari selama kehamilan dan 730 hari pada kehidupan pertama bayi yang dilahirkan, merupakan periode sensitif karena akibat yang ditimbulkan terhadap bayi pada masa ini akan bersifat permanen dan tidak dapat dikoreksi. Dampak tersebut tidak hanya pada pertumbuhan fisik, tetapi juga pada perkembangan mental dan kecerdasannya, yang pada usia dewasa terlihat dari ukuran fisik yang tidak optimal serta kualitas kerja yang tidak kompetitif yang berakibat pada rendahnya produktivitas ekonomi.
1000 hari pertama kehidupan merupakan periode emas di mana kegiatan yang dibutuhkan untuk meningkatkan kesehatan dan gizi pada ibu dan anak adalah:
a. Inisiasi menyusu dini (Imd), saat bayi lahir segera diletakkan di perut/dada ibu sehingga bayi akan secara naluriah mencari dan mengisap puting susu ibu, biasanya dalam waktu 60 menit. b. menyusui bayi dengan aSI eksklusif (aSI saja) selama 6 bulan
pertama. Seorang ibu yang bekerja tetap dapat memberikan aSI eksklusif tanpa meninggalkan tempat kerja karena aSI dapat diperah dan disimpan.
c. Pemberian mP aSI (makanan Pendamping aSI) setelah 6 bulan. makanan dibuat dari bahan makanan yang sama dengan yang dimakan keluarga, dengan jumlah dan konsistensi yang bertahap sehingga anak pada usia 1 tahun sudah mengonsumsi makanan yang sama dengan anggota keluarga.
d. lanjutkan aSI sampai 2 tahun.
e. Imunisasi untuk pencegahan penyakit menular.
f. membiasakan cuci tangan dengan air bersih dan sabun serta pencegahan dan penanggulangan malaria pada ibu hamil.
anak. Kematian anak balita turun sebesar 19 persen karena pemberian aSI eksklusif dan pemberian mP aSI yang tepat dan baik.
jika kita memberikan perhatian dan tindakan yang tepat semasa ibu hamil, ibu menyusui, bayi dan anak baduta, akan terjadi penurunan anak stunting (tinggi tidak sesuai umur). Kesehatan janin dalam kandungan dan bayi yang dilahirkan sangat tergantung pada kondisi kesehatan dan gizi ibu hamil, sebelum hamil, bahkan sebelum menikah.
2
keHamilanKehamilan adalah masa di mana terdapat janin di dalam rahim seorang perempuan yang didahului oleh terjadinya proses pembuahan yaitu bertemunya sel telur wanita yang dihasilkan oleh indung telur dengan sel sperma pria. Kehamilan ditandai dengan terlambatnya haid/ menstruasi. Setelah pembuahan, terbentuk kehidupan baru berupa janin yang tumbuh dan berkembang dengan aman dan nyaman dalam rahim ibu.
Kehamilan tidak hanya ditandai oleh terlambatnya haid, muntah pada pagi hari atau semakin membesarnya perut ibu. berbagai perubahan tubuh ibu dapat terjadi selama kehamilan. Selama hamil, dapat terjadi perubahan pada payudara, peningkatan berat badan, kram perut, sering buang air kecil, sembelit (susah buang air besar), ngidam, mual dan muntah.
Ibu hamil memerlukan gizi lebih banyak daripada keadaan tidak hamil untuk memenuhi kebutuhan ibu dan janin. Kekurangan gizi pada ibu hamil, bisa berupa kurang energi Kronik (KeK) dan atau kurang darah (anemia). di daerah endemik malaria, ibu hamil mempunyai risiko terkena
penyakit malaria. demikian juga di beberapa daerah yang masih tergolong daerah endemik kurang Iodium sehingga jika tidak dicegah ibu hamil akan mengalami gangguan akibat kurang Iodium (gaKI).
kewajiBan iBu Hamil adalaH:
1. melakukan pemeriksaan kehamilan (antenatal care) sebanyak minimal 4 kali selama kehamilan. Kunjungan pertama/K1 pada trimester-1, K2 pada trimester-2 dan K3 dan K4 pada trimester-3. Suami atau keluarga harus mendampingi ibu hamil saat pemeriksaan kehamilan.
dan tidak berbahaya bagi janin. beri pengertian agar minum 1 tablet tambah darah setiap hari sesudah makan malam, selama kehamilan. Zat besi sangat penting untuk pertumbuhan sel dan syaraf otak anak.
3. memperoleh imunisasi tetanus toxoid (tt) untuk mencegah tetanus pada bayi baru lahir.
4. mendapat konseling perorangan dan atau kelompok tentang pola konsumsi makanan beragam, bergizi seimbang dan aman selama kehamilan.
5. mengonsumsi garam berIodium yang dibubuhkan pada setiap masakan di rumah.
6. Dianjurkan memilih makanan yang telah difortifikasi (diperkaya) dengan zat gizi mikro, terutama vitamin a, besi dan Iodium.
7. tidak merokok dan melarang anggota keluarga merokok di dalam rumah.
8. di daerah endemik malaria, saat tidur menggunakan kelambu berinsektisida yang diberikan oleh petugas kesehatan.
9. memperoleh dukungan dari suami dan keluarganya untuk mempersiapkan psikologis ibu menghadapi kehamilan, serta kesiapan mengasuh dan mendidik anak. Setelah usia kehamilan 4 bulan, sering-seringlah ajak bicara bayi atau membaca doa sambil mengelus-elus perut.
10. Ibu hamil juga harus dihindarkan dari pemakaian narkoba dan minuman keras.
11. diberikan pengetahuan tentang hubungan suami isteri selama proses kehamilan.
12. menanyakan kepada bidan atau dokter tanggal perkiraan persalinan dan merencanakan melahirkan ditolong bidan atau dokter di fasilitas pelayanan kesehatan.
13. bersama suami merencanakan ikut keluarga berencana dengan memilih alat kontrasepsi yang akan dipakai sesudah melahirkan sesuai nasihat bidan atau dokter.
kenali keHamilan risiko tinggi
Kehamilan risiko tinggi adalah suatu proses kehamilan yang memiliki risiko lebih tinggi dan lebih besar dari kehamilan normal, baik itu bagi sang ibu maupun janin yang dikandungnya, selama masa kehamilan, melahirkan ataupun nifas bila dibandingkan dengan kehamilan persalinan dan nifas normal. Sehingga dapat terjadi penyakit ataupun kematian sebelum maupun sesudah persalinan.
dikatakan ibu hamil risiko tinggi bila pada pemeriksaan ditemukan satu atau lebih faktor risiko, sedangkan ibu hamil risiko rendah bila pada pemeriksaan tidak ditemukan faktor risiko. namun bukan tidak mungkin dalam perjalanan persalinan dan kehamilan, ibu hamil risiko rendah dapat berubah menjadi risiko tinggi, oleh karena itu diperlukan suatu pemeriksaan rutin selama periode kehamilan dan proses
melahirkan.
Faktor risiko tinggi pada kehamilan secara umum dikelompokkan menjadi dua, yaitu:
A. Faktor Ibu
• ibu hamil dengan usia > 35 tahun atau < 18 tahun (di bawah 20 tahun)
Semakin tua umur wanita maka kualitas sel telur yang dihasilkan juga menurun, sehingga risiko melahirkan bayi dengan kelainan/ cacat sangat besar terjadi. Sementara jika usia ibu di bawah 20 tahun selain kesiapan psikologis yang biasanya belum terjadi, organ reproduksi remaja juga belum matang untuk menerima kehamilan.
• Kehamilan kelima atau lebih
jumlah anak yang terlalu banyak akan berhubungan dengan sistem alat reproduksi
• tinggi badan ibu < 145 cm
tinggi badan seseorang mempengaruhi bentuk panggul seseorang. tinggi badan yang kurang dari 145 cm berisiko terjadinya panggul sempit sementara panggul merupakan jalan lahir bagi bayi. bayi dapat lahir lancar apabila jalan yang dilaluinya tidak ada hambatan. apabila jalan untuk lahir sempit dan tidak sesuai dengan ukuran bayi, maka dapat dipastikan bayi tidak bisa dilahirkan secara normal.
• lingkar lengan atas < 23,5 cm) atau terlalu gemuk (obesitas). • kehamilan dengan penyakit penyerta (Hipertensi/
tekanan darah tinggi, diabetes mellitus/ kencing manis, tiroid, jantung, Paru, ginjal, infeksi, anemia (kuran kada hemoglobin dalam darah) dan penyakit sistemik lainnya) ataupun kebiasaan ibu merokok, mengonsumsi alkohol serta obat-obatan yang membahayakan janin.
• kehamilan dengan mioma uteri atau kista ovarium atau sering terjadi keguguran sebelumnya.
• Kehamilan dengan riwayat bedah caesar sebelumnya.
B.Faktor Janin
• Kelainan letak janin (sungsang, lintang, oblique/diagonal, presentasi muka)
• Janin besar (taksiran berat janin > 4000 gram) • Janin ganda (kembar)
• Janin dengan pertumbuhan yang terhambat • Janin kurang bulan (prematur)
• Janin dengan cacat bawaan/kelainan kongenital • Janin meninggal dalam rahim.
3
PelaYanan keseHatan seBelum melaHirkan
anc atau Ante Natal Care (ante=sebelum, natal=Kelahiran) adalah pemeriksaan kehamilan yang diberikan oleh tenaga kesehatan (bidan atau dokter) kepada ibu selama masa kehamilan untuk
mengoptimalisasikan kesehatan mental dan fisik ibu hamil, sehingga
mampu menghadapi persalinan, nifas, persiapan memberikan aSI, dan kembalinya kesehatan reproduksi secara wajar
dalam melakukan anc, tenaga kesehatan harus memberikan pelayanan berkualitas terstandar yang disebut 10t, terdiri dari :
1. Timbang Berat Badan dan Ukur Tinggi Badan.
Penimbangan berat badan pada setiap kali kunjungan antenatal dilakukan untuk mendeteksi adanya gangguan pertumbuhan janin. Penambahan berat badan yang kurang dari 9 kilogram selama kehamilan atau kurang dari 1 kilogram setiap bulannya menunjukkan adanya gangguan pertumbuhan janin.
Pengukuran tinggi badan pada pertama kali kunjungan dilakukan untuk menapis adanya faktor risiko pada ibu hamil. tinggi badan ibu
hamil kurang dari 145 cm meningkatkan risiko untuk terjadinya cPd (Cephalo Pelvic Disproportion).
2. Ukur Tekanan Darah
3. Nilai Status Gizi (ukur lingkar lengan atas LILA)
meliputi juga pengukuran lIla hanya dilakukan pada kontak pertama oleh tenaga kesehatan di trimester I untuk skrining ibu hamil berisiko KeK. Kurang energi kronis di sini maksudnya ibu hamil yang mengalami kekurangan gizi dan telah berlangsung lama (beberapa bulan/tahun) dimana lIla kurang dari 23,5 cm. Ibu hamil dengan KeK akan dapat melahirkan bayi berat lahir rendah (bblR).
4. Ukur Tinggi Rahim
bidan juga akan melakukan pengukuran tinggi rahim pada setiap kali kunjungan antenatal dilakukan untuk mendeteksi pertumbuhan janin sesuai atau tidak dengan umur kehamilan. jika tinggi rahim tidak sesuai dengan umur kehamilan, kemungkinan ada gangguan pertumbuhan janin. Standar pengukuran menggunakan pita pengukur setelah kehamilan 24 minggu.
6. Skrining Status Imunisasi Tetanus dan Berikan Imunisasi Tetanus Toksid (TT) Bila Diperlukan
Imunisasi tt untuk mencegah terjadinya tetanus pada bayi, ibu hamil harus mendapat imunisasi tt. Pada saat kontak pertama, ibu hamil diskrining status imunisasi t-nya. Pemberian imunisasi tt pada ibu hamil, sesuai dengan status imunisasi t ibu saat ini.
7. Beri Tablet Tambah Darah (Tablet Besi)
untuk mencegah anemia gizi besi, setiap ibu hamil harus mendapat tablet tambah darah (tablet zat besi) dan asam folat minimal 90 tablet selama kehamilan yang diberikan sejak kontak pertama.
8. Periksa Laboratorium (Rutin dan Khusus)
Pemeriksaan laboratorium yang dilakukan pada ibu hamil adalah pemeriksaan laboratorium rutin dan khusus. Pemeriksaan laboratorium rutin adalah pemeriksaan laboratorium yang harus dilakukan pada setiap ibu hamil yaitu golongan darah, hemoglobin darah, dan pemeriksaan spesifik daerah endemis/epidemi (malaria, HIV dll). Sementara pemeriksaan laboratorium khusus adalah pemeriksaan laboratorium lain yang dilakukan atas indikasi pada ibu hamil yang melakukan kunjungan antenatal.
9. Tatalaksana/Penanganan Khusus
berdasarkan hasil pemeriksaan antenatal di atas dan hasil pemeriksaan laboratorium, setiap kelainan yang ditemukan pada ibu hamil harus ditangani sesuai dengan standar dan kewenangan tenaga kesehatan. Kasus-kasus yang tidak dapat ditangani dirujuk sesuai dengan sistem rujukan.
10. Temu Wicara (konseling)
temu wicara (konseling) dilakukan pada setiap kunjungan antenatal yang meliputi :
• Kesehatan ibu.
• Perilaku hidup bersih dan sehat.
4
melaHirkan (Bersalin) ditolong oleH tenaga keseHatan
Persalinan yang ditolong oleh tenaga kesehatan adalah persalinan yang ditangani oleh tenaga kesehatan (bidan, dokter, dan tenaga kesehatan lainnya).
Mengapa persalinan harus ditolong oleh tenaga kesehatan?
• Karena tenaga kesehatan merupakan orang yang sudah ahli dalam membantu persalinan, sehingga keselamatan ibu dan bayi lebih terjamin.
• Apabila terdapat kelainan dapat diketahui dan segera ditolong atau dirujuk ke puskesmas atau rumah sakit.
5
inisiasi menYusu dini (imd) & manFaat kolostrum
Pengertian inisiasi menyusu dini (imd) adalah:
tindakan segera setelah lahir, bayi diberi kesempatan untuk mulai (inisiasi) menyusu sendiri dengan meletakkan bayi menempel di dada atau perut Ibu; bayi dibiarkan merayap mencari puting, kemudian menyusu sampai puas.
Proses Imd dibantu oleh bidan atau dokter terlatih yang menangani/ menolong persalinan serta dapat melibatkan keluarga pasien seperti suami, ibu, kakak, dan yang lainnya. Penyelenggara Fasilitas Pelayanan Kesehatan wajib mendukung pelaksanaan Imd terhadap bayi yang baru lahir.56|1
7
imd akan berhasil apabila:
1. Sebelum persalinan petugas kesehatan menjelaskan kepada ibu dan suami/keluarga tentang Imd.
2. Ibu hamil bersedia melakukan Imd segera setelah persalinan. 3. mendapatkan dukungan dari suami atau keluarga.
4. Petugas melaksanakan proses Imd segera setelah bayi dilahirkan, bayi menangis, mulai bernapas dan dipotong tali pusatnya.
5. bayi dirawat gabung dengan ibunya dan berada dalam jangkauan ibu selama 24 jam.
manfaat imd bagi ibu dan Bayi:
1. Suhu kulit dada ibu yang melahirkan akan menyesuaikan dengan suhu tubuh bayi.
2. Kontak kulit ke kulit meningkatkan ikatan kasih sayang ibu dan bayi. 3. Ibu dan bayi akan menjadi lebih tenang, pernapasan dan detak jantung bayi akan menjadi lebih stabil dan membuat bayi tidak rewel.
6
PelaYanan keseHatan setelaH melaHirkan
Pemeriksaan pasca persalinan atau Post-Natal Care (Pnc) adalah pemeriksaan bayi baru lahir dan ibu pasca persalinan yang sangat penting untuk memastikan kesehatan dan keselamatan bayi dan ibu. terutama pada masa nifas awal yaitu setelah kelahiran bayi dan selama 7 (tujuh) hari pertama setelah melahirkan. namun demikian, sepanjang periode nifas yaitu setelah melahirkan hingga 28 hari setelah kelahiran adalah masa-masa risiko tinggi.
Kematian bayi lahir hidup dalam masa 28 hari sejak kelahiran yang sebagai tingkat kematian neonatal (neonatal mortality rate) dilaporkan terjadi di seluruh dunia. begitu juga dengan kematian ibu karena komplikasi pasca persalinan cukup tinggi. tujuan pemeriksaan pasca persalinan (Pnc) adalah:
a. menjaga kesehatan ibu dan bayinya.
b. melaksanakan skrining yang komprehensif, mendeteksi masalah, mengobati atau merujuk bila terjadi komplikasi pada ibu maupun bayinya.
c. memberikan pendidikan kesehatan tentang perawatan kesehatan diri, nutrisi, menyusui, pemberian imunisasi kepada bayinya dan perawatan bayi sehat.
Pengertian kolostrum, adalah:
aSI yang pertama kali keluar, biasanya berwarna kekuningan mengandung zat kekebalan tubuh yang sangat dibutuhkan oleh bayi baru lahir.
manfaat kolostrum:
1. membantu tubuh bayi membentuk daya tahan terhadap infeksi. 2. Penting untuk pertumbuhan usus karena akan membuat lapisan
Persyaratan/kewajiban ibu nifas dan ibu menyusui adalah:
1. minum lagi kapsul vitamin a warna merah pada hari kedua sesudah melahirkan. jarak minum kapsul pertama dan kedua minimal 24 jam.
2. memperoleh pelayanan kesehatan minimal 3 kali, pada mg I, II dan VI setelah melahirkan.
3. memperoleh dan mengonsumsi 1 tablet tambah darah setiap hari selama 40 hari, atau sesuai anjuran dari tenaga kesehatan jika menderita kurang darah akibat perdarahan saat melahirkan. 4. memperoleh konseling perorangan dan atau konseling kelompok
tentang menyusui eksklusif dan pemberian mP aSI saat bayi sudah berusia 6 bulan.
5. membawa bayi/anak 1 kali sebulan ke posyandu atau puskesmas untuk penimbangan berat badan bayi/anak dan memperoleh nasehat rangsangan perkembangan bayi/anak sesuai umur.
6. Jika grafik berat badan bayi/anak pada KMS mendatar atau menurun memotong garis pertumbuhan di bawahnya atau kenaikan berat badan kurang dari kenaikan berat minimal, ibu memperoleh konseling perorangan dan atau konseling kelompok tentang pemberian aSI dan mP aSI yang baik.
7. menggunakan alat kontrasepsi sesuai anjuran petugas kesehatan untuk mencegah kehamilan sampai bayi berusia minimal 2 tahun atau menggunakan alat kontrasepsi permanen jika anak sudah cukup (2 atau 3 anak saja).
8. memperoleh konseling perorangan dan atau konseling kelompok tentang kebersihan diri dan sanitasi lingkungan.
9. memperoleh konseling perorangan dan atau konseling kelompok tentang perawatan bayi/anak, termasuk jika bayi/anak sakit, baik demam, diare maupun menderita ISPa.
10. mencegah polusi udara dalam rumah dengan selalu membuka jendela rumah terutama di pagi hari agar sinar matahari masuk ke dalam rumah.
11. mengonsumsi garam berIodium yang dibubuhkan pada setiap masakan di rumah.
7
Pedoman giZi seimBang
Pedoman gizi Seimbang adalah pedoman makan dan berperilaku sehat bagi seluruh masyarakat Indonesia. Pedoman ini berisi 4 prinsip: konsumsi anekaragam pangan, perilaku hidup bersih, aktivitas fisik, dan mempertahankan berat badan normal (lihat gambar Pedoman gizi Seimbang). makanan sebaiknya cukup secara kuantitas, kualitas, mengandung berbagai zat gizi (energi, protein, vitamin dan mineral) yang diperlukan tubuh untuk tumbuh (pada anak-anak), menjaga kesehatan dan melakukan aktivitas dan fungsi kehidupan sehari-hari (bagi semua kelompok umur dan fisiologis), serta menyimpan zat gizi untuk mencukupi kebutuhan tubuh saat konsumsi makanan tidak mengandung zat gizi yang dibutuhkan.
Konsumsi sebaiknya mencakup aneka ragam kelompok pangan yang terdiri dari makanan pokok, lauk pauk, sayuran, buah-buahan dan air serta beranekaragam dalam setiap kelompok pangan. dengan perilaku hidup bersih, ibu dan anak dapat terhindar dari penyakit infeksi yang dapat mempengaruhi status gizi melalui penurunan nafsu makan dan kebutuhan zakan zat gizi yang meningkat. Aktivitas fisik yang
Peserta
tanda bahaya pada masa nifas adalah:
1. Pendarahan lewat jalan lahir atau keluar cairan berbau dari jalan lahir.
2. demam.
3. bengkak di muka, tangan atau kaki disertai sakit kepala dan kejang.
4. Payudara bengkak kemerahan dan sakit atau putingnya lecet. 5. Ibu mengalami depresi pasca melahirkan, antara lain menangis
terus dan tidak peduli pada bayinya.
salah satu upaya untuk menyeimbangkan antara pengeluaran dan pemasukan zat gizi serta memperlancar sistem metabolisme di dalam tubuh. mempertahankan berat badan normal bagi orang dewasa atau pemantauan perkembangan berat dan tinggi badan sesuai dengan pertambahan umur bagi anak dapat mencegah masalah gizi.
piringku). Separuh lainnya dengan makanan pokok dan lauk-pauk. Secara umum sayuran dan buah-buahan merupakan sumber berbagai vitamin, mineral, dan serat pangan. Vitamin dan mineral berperan sebagai antioksidan atau penangkal senyawa jahat dalam tubuh. Konsumsi sayuran dan buah-buahan yang cukup dapat menjaga kenormalan tekanan darah, kadar gula dan kolesterol darah, pencegahan penyakit tidak menular kronik, serta menurunkan risiko sulit buang air besar.
Pesan kHusus untuk iBu Hamil
Konsumsi ibu hamil harus memenuhi kebutuhan untuk dirinya, pertumbuhan janinnya, dan cadangan selama masa menyusui. oleh karena itu ibu hamil membutuhkan zat gizi yang lebih banyak dibandingkan dengan keadaan tidak hamil.
1
biasakan mengonsumsi anekaragam pangan yang lebih banyak. Sebagai contoh, wanita tidak hamil mengonsumsi sekitar 3 piring nasi sehari (misal pemenuhan sekitar 2/3 dari 2250 Kkal untuk umur 19-29 tahun) maka ibu hamil memerlukan tambahan setengah piring nasi lagi (300 Kkal). Zat besi, asam folat, kalsium, iodium, dan zink sangat penting dipenuhi sewaktu hamil.2
batasi mengonsumsi makanan yang mengandung garam tinggi.3
minumlah air putih yang lebih banyak. wanita dewasa membutuhkan sekitar 10 gelas air (2300 ml) per harinya, sedangkan ibu hamil memerlukan tambahan sekitar 2 gelas lagi (300 ml). bila terhidrasi dengan baik, warna air kencing akan mendekati putih.4
batasi minum kopi.aiR
Tanyakan kepada petugas kesehatan tentang makanan bergizi
• jika mual, muntah dan tidak nafsu makan, pilihlah makanan yang tidak berlemak dalam porsi kecil tapi sering. contoh: buah, roti, ubi, singkong, biskuit. dengan pola gizi seimbang dan bervariasi, 1 porsi lebih banyak dari sebelum hamil. minum pada saat hamil. Kebutuhan air minum ibu hamil 10 gelas per hari.
PentingnYa
giZi untuk
iBu menYusui
latar Belakang
Saat bayi baru lahir sampai berusia 6 bulan, bayi hanya diberi aSI (air Susu Ibu) saja, tanpa makanan atau minuman lainnya. aSI saja sudah cukup dan sesuai dengan perut bayi yang masih sangat kecil. memberi aSI saja selama 6 bulan pertama akan melindungi bayi dari berbagai macam penyakit, seperti diare dan infeksi saluran pernapasan. Ibu yang memberi aSI saja kepada bayi selama 6 bulan pertama dan tidak pernah mengalami menstruasi, akan terhindar dari kehamilan. aSI harus terus diberikan sampai bayi berusia 2 tahun. asupan gizi yang dimakan ibu menyusui perlu beraneka ragam dan lebih banyak karena akan digunakan untuk kesehatan ibu dan produksi aSI. Setelah berusia 6 bulan, bayi diberi mP aSI (makanan Pendamping) aSI dengan memperhatikan frekuensi (berapa kali dalam sehari), jumlah, kepekatan, dan variasi makanan, pemberian makan yang aktif/responsif, serta kebersihan makanan. cobalah untuk memberikan makanan yang bervariasi setiap kali makan. bawa anak ke Posyandu setiap bulannya untuk memantau pertumbuhan dan perkembangannya.
tujuan PemBelajaran:
indikator keBerHasilan: Peserta mamPu:
1
2
3
4
5
6
7
8
Memahami pentingnya ASI SAJA bagi bayi usia 0-6 bulan dan ASI sampai usia 2 tahun.
Memahami bahaya memberikan makanan/minuman pada bayi sebelum usia 6 bulan.
Memahami pentingnya ASI bagi bayi usia 0-6 bulan sampai dengan usia 2 tahun.
Memahami makanan pendamping ASI bagi anak mulai usia 6 bulan.
Memahami makanan bergizi seimbang bagi ibu menyusui.
Memahami pentingnya layanan Posyandu dan layanan kesehatan lainnya.
Memahami pentingnya gizi bagi ibu menyusui.
Pokok BaHasan dan suB Pokok BaHasan
no Pokok BaHasan suB Pokok BaHasan
1
ASI Eksklusif 1.1. Pentingnya aSI Saja bagi bayi usia 0-6 bulan dan aSI sampai usia 2 tahun.
1.2. bahaya memberikan
makanan/minuman pada bayi sebelum usia 6 bulan.
1.3. Pentingnya aSI bagi bayi usia 0-6 bulan sampai dengan usia 2 tahun.
2
MP ASI2.1 memahami makanan pendamping aSI bagi anak mulai usia 6 bulan.
2.2 memahami makanan bergizi seimbang bagi ibu menyusui.
3
Posyandu3.1 memahami pentingnya layanan posyandu dan layanan kesehatan lainnya.
3.2 Peserta memahami pentingnya layanan Posyandu.
4
Gizi bagi Ibu Menyusui4.1 Pentingnya gizi bagi ibu menyusui.
a. ucapkan salam pembukaan dan terima kasih kepada peserta yang sudah hadir. ucapkan terima kasih kepada ibu bidan yang telah meluangkan waktunya untuk menjadi narasumber pada sesi P2K2.
b. ajak peserta untuk berdoa sebelum sesi dimulai.
c. minta peserta untuk mengingat kembali pelajaran dari sesi sebelumnya (ibu hamil) dan harapan peserta untuk anak. Sampaikan bila ada pertanyaan, peserta dapat menanyakannya kepada ibu bidan di akhir sesi. Pendamping mencatat pertanyaan terlebih dahulu.
d. dengan menggunakan Flipchart 2.1 sampaikan bahwa sesi ini akan membahas pentingnya gizi bagi ibu menyusui dan anak, layanan kesehatan yang dapat diterima selama menyusui, pentingnya aSI, pemberian mP aSI serta pelayanan di Posyandu. Sampaikan bahwa umur 0-2 tahun adalah fase penting kedua setelah kehamilan agar anak tumbuh tinggi, seHat, dan cerdas.
a. minta peserta untuk ngobrol dengan membagi peserta ke dalam 4 kelompok: aSI, bubur, Posyandu, dan Sayuran.
b. kelompok asi membicarakan tentang aSI Saja:
• Berapa lama mereka memberikan ASI SAJA dalam 6 bulan pertama?
PemBukaan
alat bantu yang diperlukan:
• Flipchart 2.1 – ASI Eksklusif
diskusi kelomPok mengenai asi, mP asi dan PosYandu
LANGKAH 1
10
m e n i tLANGKAH 2
15
m e n i t• Masalah apa yang mereka hadapi dalam menyusui?
• Apakah mereka juga memberikan makanan/minuman lain selain ASI?
c. kelompok Bubur membicarakan tentang mP aSI:
• Kapan mereka pertama kali memberikan MP ASI pada bayi? • Jenis makanan apa yang mereka berikan?
• Masalah apa yang mereka hadapi dalam memberikan makanan pada anak?
d. kelompok Posyandu membicarakan tentang Posyandu: • Kapan mereka ke Posyandu?
• Apa saja kegiatan yang mereka lakukan jika ke Posyandu? • Apapentingnya Posyandu?
• Apa hambatan yang mereka hadapi untuk hadir setiap bulannya ke Posyandu?
e. kelompok sayuran membicarakan tentang
• Apa saja yang harus dilakukan ibu menyusui agar ASI-nya berkualitas?
LANGKAH 3
15
m e n i ta. minta perwakilan kelompok aSI menceritakan hasil obrolan mereka mengenai aSI.
b. ucapkan terima kasih atas jawaban yang diberikan oleh peserta.
c. Sampaikan pada peserta bahwa mereka akan menyaksikan film tentang pentingnya aSI eksklusif untuk mencari tahu jawabannya
alat bantu yang diperlukan:
• Film 2.1 – ASI Eksklusif • Flipchart 2.1 – ASI Eksklusif • Buku Pintar Kesehatan dan Gizi
d. Putar film 2.1 tentang aSI eksklusif.
e. tanyakan pada peserta apa yang mereka ingat dari film tersebut. Berikan 2-3 peserta untuk menjawab.
• Apa artinya memberikan ASI saja? • Mengapa bayi hanya perlu diberi ASI
saja hingga usia 6 bulan?
• Kapan boleh memberikan makanan tambahan selain ASI?
• Setelah 6 bulan diberi ASI saja, sampai umur berapa anak sebaiknya tetap diberi ASI?
• Bagaimana menyimpan ASI?
f. Sampaikan pada peserta, bila mereka ingin mempelajari lebih lanjut, mereka dapat melihat buku buku Pintar Kesehatan dan gizi halaman 18 tentang:
• cara menyusui bayi.
• cara memerah dan menyimpan aSI.
• Kebutuhan gizi bayi umur 0-6 bulan dan cara menyusui bayi.
g. tanyakan pada peserta, apabila ibu-ibu menghadapi masalah dalam menyusui/pemberian aSI, apakah sekarang sudah dapat mengatasinya setelah menonton film dan ngobrol?
h. Sampaikan pesan kunci untuk aSI dengan menggunakan flipchart 2.1. aSI saja sampai bayi 6 bulan.
• terus berikan asi sampai bayi 2 tahun. • susui bayi sesering mungkin semau bayi.
• Perah asi agar bisa disimpan dan diberikan kepada bayi jika ibu pergi.
alat bantu yang diperlukan:
• Film 2.2 – MP ASI • Flipchart 2.2 – MP ASI
• Buku Pintar Kesehatan dan Gizi
mP asi LANGKAH 4
15
m e n i ta. minta perwakilan kelompok bubur menceritakan hasil obrolan mereka mengenai mP aSI.
b. ucapkan terima kasih atas jawaban yang diberikan.
c. Sampaikan pada peserta bahwa mereka akan menyaksikan film tentang mP aSI untuk mencari tahu jawabannya dan minta mereka untuk memperhatikan.
d. Putar film 2.2 tentang mP aSI.
e. Tanyakan pada peserta apa yang mereka ingat dari film tersebut. berikan 2-3 peserta untuk menjawab
• Mulai umur berapa MP ASI diberikan pada anak?
• Apa saja yang perlu diperhatikan dalam pembuatan MP ASI? • Bagaimana menjaga kebersihan MP ASI?
f. gunakan flipchart 2.2 untuk menyampaikan pesan kunci mP aSI:
• ASI tetap diberikan, kemudian MP ASI. • Pada umur 6-9 bulan, makanan lumat 2-3
kali sehari dan makanan selingan 1-2 kali sehari (buah atau biskuit), dengan porsi 2-3 sendok makan setiap kali makan, hingga setengah mangkuk.
• Pada umur 9-12 bulan, makanan lembek atau dicincang 3-4 kali sehari dan makanan selingan yang dapat dipegang anak 1-2 kali sehari, berikan setengah hingga ¾ mangkuk.
• Ajari anak makan sendiri dari sendok dan minum sendiri dari gelas.
• Perhatikan kebersihan makanan.
g. Sampaikan pada peserta, bila mereka ingin mempelajari lebih lanjut, mereka dapat melihat buku Pintar Kesehatan dan gizi halaman 41 tentang:
• mP aSI anak 6-8 bulan. • mP aSI anak 9-11 bulan. • makanan anak usia 1-2 tahun.
• Perkembangan dan stimulasi anak usia 0-6 tahun.
kunjungan ke PosYandu alat bantu yang diperlukan:
• Film 2.3 – Kunjungan Ke Posyandu • Flipchart 2.3 – Layanan di Posyandu • Buku Pintar Kesehatan dan Gizi
LANGKAH 5
15
m e n i ta. minta perwakilan kelompok Posyandu menceritakan hasil obrolan mereka mengenai Posyandu.
b. ucapkan terima kasih atas jawaban yang diberikan.
c. Sampaikan pada peserta bahwa mereka akan menyaksikan film tentang Posyandu/aku anak Sehat untuk mengetahui apa saja manfaat yang didapatkan jika mereka ke Posyandu. minta peserta untuk memperhatikan.
d. Putar film 2.3.
e. Tanyakan pada peserta apa yang mereka ingat dari film tersebut. minta 2-3 peserta untuk menjelaskan:
• Apa saja yang biasanya dilakukan di Posyandu?
Flipchart 2.3
f. Sampaikan pada peserta, bila mereka ingin mempelajari lebih lanjut, mereka dapat melihat buku Pintar Kesehatan dan gizi halaman 37 untuk imunisasi dan pemberian vitamin a, serta mulai halaman 38 untuk pemenuhan gizi dan perkembangan anak.
g. Sampaikan pesan kunci mengenai manfaat yang bisa didapat di Posyandu dengan menggunakan Flipchart 2.3.
MANFAAT POSYANDU BAGI MASYARAKAT
1. memperoleh kemudahan untuk mendapatkan informasi dan pelayanan kesehatan bagi ibu, bayi, dan anak balita. 2. Pertumbuhan anak balita terpantau sehingga tidak
menderita gizi kurang atau gizi buruk.
3. bayi dan balita mendapatkan kapsul vitamin a.
4. bayi memperoleh imunisasi lengkap.
5. Ibu hamil akan terpantau berat badannya dan
memperoleh tablet tambah darah (ttd) serta imunisasi tetanus toksoid (tt).
6. Ibu nifas memperoleh kapsul vitamin a dan ttd. 7. memperoleh penyuluhan kesehatan terkait tentang
kesehatan ibu dan anak.
8. apabila terdapat kelainan pada bayi, anak balita, ibu hamil, ibu nifas, dan ibu menyusui dapat segera diketahui dan dirujuk ke Puskesmas.
giZi iBu menYusui alat bantu yang diperlukan:
• Film 2.4 – Gizi Ibu Menyusui
• Flipchart 2.4 – Isi Piringku Ibu Menyusui • Buku Pintar Kesehatan dan Gizi
LANGKAH 6
15
m e n i ta. minta perwakilan kelompok Sayuran menceritakan hasil obrolan mereka mengenai Posyandu.
b. ucapkan terima kasih atas jawaban yang diberikan.
c. Sampaikan kepada peserta bahwa mereka akan menonton film tentang makanan untuk ibu menyusui untuk memperoleh jawabannya dan minta mereka untuk memperhatikan.
d. Putar film 2.4 tentang gizi Ibu menyusui.
e. Tanyakan kepada peserta apa yang mereka ingat mengenai film tersebut, minta 2-3 peserta untuk menjawab.
• Kenapa ibu Lili makannya tetap banyak walaupun bayi makannya sedikit?
f. Sampaikan pesan kunci kepada peserta mengenai gizi seimbang bagi ibu menyusui dengan menggunakan flipchart 2.4 – isi Piringku.
• Isi piring makan ibu menyusui sebaiknya terdiri dari makanan pokok, lauk-pauk, sayuran, dan buah-buahan.
• Setengah isi piring ibu berisi makanan pokok dan lauk-pauk, dan setengah lainnya berisi sayuran dan buah-buahan.
• Cuci tangan pakai sabun dengan air bersih mengalir sebelum makan.
• Minum air lebih banyak. Ibu menyusui membutuhkan 12-14 gelas per hari, dibandingkan dengan minimal 8 gelas per hari yang disarankan untuk orang dewasa. • Batasi konsumsi gula,
garam, dan lemak. • Lakukan aktivitas
fisik yang cukup dan pertahankan berat badan normal.
g. Sampaikan pada peserta bahwa mereka dapat menggunakan bantuan
PKH untuk membeli makanan bergizi seperti telur, ikan, ayam, daging, sayuran, dan buah. bPnt lebih baik ditukarkan dengan beras dan telur (kurangi konsumsi gula).
PenutuP
alat bantu yang diperlukan:
• Flipchart 2.5 – Pesan untuk Ibu Menyusui
a. dengan menggunakan flipchart 2.5 ulangi kembali bersama peserta pesan-pesan kunci yang perlu diingat dari sesi ini, yaitu:
• Bayi diberikan asi saja selama 6 bulan.
• Lanjutkan ASI sampai 2 tahun. • Makanan Pendamping ASI
diberikan secara bertahap mulai usia 6 bulan.
• Membawa bayi dan anak ke Posyandu sebulan sekali.
• Ibu menyusui makan dengan gizi seimbang.
b. Sampaikan kepada peserta bahwa semua upaya diatas dilakukan agar anak tumbuh tinggi, seHat, dan cerdas, untuk mencapai cita-citanya di masa depan. ajak peserta yang memiliki balita untuk mengikuti Kelas Ibu balita di Puskesmas atau bertanya kepada bidan untuk mendapatkan informasi lebih lengkap mengenai masalah menyusui, aSI dan mP aSI. Harapan orang tua agar anak tumbuh sehat dan berprestasi dapat tercapai jika ibu dan anak mengikuti saran gizi seimbang dan rajin ke Posyandu.
c. ajak peserta untuk berdoa setelah sesi selesai.
d. tutup pertemuan dengan mengucapkan terima kasih atas kesediaan peserta untuk hadir dan mengikuti sesi secara aktif dan ucapkan terima kasih kepada bidan yang telah hadir pada sesi ini.
LANGKAH 7
5
m e n i tBAHAN BACAAN SESI 2
a. Pedoman giZi
seimBang Bagi iBu
menYusui
Prinsip gizi seimbang bagi ibu menyusui dan balita dapat mengikuti prinsip secara umum, yaitu mengonsumsi makanan beragam, membiasakan perilaku hidup bersih, melakukan aktivitas fisik, dan memantau berat badan (lihat gambar tumpeng gizi seimbang pada sesi 1). Ibu menyusui membutuhkan zat gizi yang lebih banyak dibandingkan
dengan keadaan tidak hamil atau tidak menyusui untuk memenuhi kebutuhan zat gizi bayi serta untuk mengganti zat gizi ibu yang dikeluarkan melalui aSI. tidak semua zat gizi yang diperlukan anak dapat dipenuhi dari simpanan zat gizi ibu, oleh karena itu harus didapat dari konsumsi pangan ibu setiap hari.
PENTINGNYA GIZI UNTUK
IBU MENYUSUI
DAN BALITA
Pesan kHusus Bagi iBu menYusui:
B. PertumBuHan dan PerkemBangan BaYi
BaYi usia 0-11 Bulan
Pada bayi usia 0-28 hari (neonates) terjadi adaptasi terhadap lingkungan dan terjadi perubahan sirkulasi darah, serta mulai berfungsinya organ-organ tubuh. Risiko kematian bayi terbesar terjadi pada 24 jam pertama kelahirannya. oleh karena itu, bayi baru lahir:
1. Harus diperiksa kesehatannya, minimal 3 kali, walaupun bayi tampak sehat. Pemeriksaan Kunjungan neonatal (Kn) pertama (Kn1) pada 6-48 jam pertama, Kn2 pada bayi umur 3-7 hari dan Kn3 saat usia bayi 8-28 hari.
2. bayi baru lahir harus mendapatkan perawatan tali pusat, pemberian salep mata antibiotik, suntikan Vitamin K 1, imunisasi Hepatitis b0 (dalam 24 jam pertama sesudah lahir sampai 7 hari). 3. mendapat Inisiasi menyusu dini (Imd).
4. Hanya diberikan aSI saja (aSI eksklusif) sampai bayi berumur 6 bulan.
ikan, susu, telur, ikan teri, kacang-kacangan, tahu, sayuran hijau, daun katuk atau daun torbangun. Sebagai contoh, wanita tidak hamil mengonsumsi sekitar 3 piring nasi sehari (misal pemenuhan sekitar 2/3 dari 2250 Kkal untuk umur 19-29 tahun) maka ibu menyusui memerlukan tambahan setengah piring nasi lagi (300-400 Kkal).
2. minumlah air putih yang lebih banyak, 12-13 gelas atau 3 liter per hari.
cara merawat BaYi Baru laHir:
1. bayi baru boleh dimandikan sesudah 6 jam, bungkus bayi dengan kain kering dan ganti kainnya segera jika basah.
2. berikan aSI yang keluar pertama, disebut kolostrum, berwarna kekuningan mengandung zat kekebalan tubuh. jangan dibuang, berikan langsung kepada bayi.
3. berikan hanya aSI sampai bayi berumur 6 bulan. Ibu menyusui perlu diberi nasihat bahwa bayi harus disusui dengan posisi kepala dan badan dalam satu garis lurus, wajah bayi menghadap ke payudara. Payudara kanan dan kiri digunakan bergantian. menyusui bayi bisa dalam posisi duduk maupun berbaring dengan santai. Susuilah bayi sesering mungkin termasuk pada malam hari. Susui bayi sesering mungkin semau bayi, jika bayi tidur lebih dari 3 jam, bangunkan lalu susui. gunakan kedua payudara secara bergantian untuk memberikan aSI yang optimal.
3. jaga tali pusat selalu bersih, kering dan biarkan terbuka (jangan dibungkus).
4. jika berat lahir <2.500 g, berarti termasuk bayi berat lahir rendah, membutuhkan lingkungan yang hangat untuk mempertahankan suhu tubuhnya dan pemberian aSI. Hal ini diperoleh dengan perawatan yang efektif dan efisien yaitu perawatan metoda kanguru (dengan menjaga bayi tetap kontak kulit dengan kulit ibu/ayahnya, dekap bayi di dada ibu/bapak/anggota keluarga lain). metoda kanguru dilakukan sampai berat badan bayi > 2.500 g atau bayi tidak nyaman. jangan tidurkan bayi di tempat dingin atau banyak angin.
tanda-tanda BaYi Baru laHir Yang seHat:
1. bayi lahir langsung menangis. 2. tubuh bayi kemerahan. 3. bayi bergerak aktif.
4. berat lahir 2500 sampai 4000 gram.
tanda-tanda BaYi Baru laHir Yang tidak seHat:
Segera bawa bayi ke bidan/petugas kesehatan di fasilitas kesehatan jika muncul salah satu tanda sebagai berikut:
1. tidak mau menyusu. 2. lemah.
3. napas cepat (lebih dari 60 kali per menit). 4. merintih atau menangis terus-menerus. 5. Kejang-kejang.
6. Kulit dan mata bayi kuning. 7. demam/panas tinggi.
8. tali pusat kemerahan sampai dinding perut, berbau atau bernanah. 9. mata bayi bernanah.
10. diare/buang air besar cair lebih dari 3 kali sehari. 11. tinja bayi saat buang air besar berwarna pucat.
untuk mencapai tumbuh kembang yang optimal, bayi usia 29 hari-11 bulan perlu asupan gizi seimbang. Sampai dengan usia 6 bulan diberikan hanya aSI saja, sedangkan mP aSI diberikan setelah usia 6 bulan, dan menyusui tetap dilanjutkan sampai anak usia 2 tahun.
c. asi saja samPai usia 6 Bulan
manFaat asi Bagi iBu dan BaYi
1. Sehat, praktis dan tidak butuh biaya. 2. meningkatkan kekebalan alamiah pada bayi. 3. mencegah perdarahan pada ibu nifas. 4. menjalin kasih sayang ibu dan bayi. 5. mencegah kanker payudara.
cara menYusui BaYi Yang Benar:
1. Susui bayi sesering mungkin, semau bayi, paling sedikit 8 kali sehari. 2. bila bayi tidur lebih dari 3 jam, bangunkan lalu susui
3. Susui sampai payudara terasa kosong, lau pindah ke payudara sisi lain
kencang, perlu dikosongkan dengan diperah untuk disimpan. Hal ini agar payudara tetap memproduksi aSI yang cukup.
Posisi dan Pelekatan menYusui Yang Benar:
• Dalam menyusui, pastikan posisi ibu ada dalam posisi nyaman. • Ibu harus memeluk badan bayi dekat dengan badannya. Jika bayi
baru lahir, ibu harus menyangga seluruh badan bayi.
• Kepala dan badan bayi berada dalam garis lurus. Wajah bayi menghadap payudara, hidung berhadapan dengan puting. Sebagian besar areola (bagian hitam di sekitar puting) masuk ke dalam mulut bayi, mulut terbuka lebar, bibi bawah melengkung ke luar, dagu menyentuh payudara ibu.
PeraH asi
jika ibu bekerja atau terpaksa meninggalkan bayi, aSI tetap dapat diberikan kepada bayi, dengan cara memberikan aSI perah.
cara memerah asi
1. Siapkan wadah cangkir, gelas atau kendi bermulut lebar. cuci cangkir tersebut dengan sabun dan air. tuangkan air mendidih ke dalam cangkir tersebut dan biarkan beberapa menit. air mendidih akan membunuh sebagian besar bakteri. bila telah siap memerah aSI, tuangkan air dari cangkir tersebut.
2. letakkan jari dan ibu jari di tiap sisi putting (areola) dan tekan ke dalam ke arah dinding dada.
3. tekan di belakang puting dan areola di antara ibu jari dan telunjuk. 4. tekan dari samping untuk mengosongkan semua bagian
cara menyimpan asi perah
aSI perah yang disimpan dalam tempat tertutup dapat bertahan di suhu ruang selama 6-8 jam atau di lemari pendingin selama 3-8 hari. jika diperlukan penyimpanan jangka panjang dapat dimasukkan ke dalam freezer untuk disimpan selama 3-6 bulan. letakkan