dan
keseHatan
lingkungan
sesi 3
latar Belakang
terjadinya penyakit infeksi atau penyakit menular merupakan salah satu faktor penting yang dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak. Penyakit menular adalah penyakit yang disebabkan oleh masuknya bibit penyakit ke dalam tubuh karena lingkungan atau perilaku yang tidak bersih dan sehat. Perilaku ini misalnya tidak mencuci tangan sebelum makan dan buang air besar (bab) sembarangan di tempat terbuka. Seseorang yang menderita penyakit menular akan mengalami penurunan nafsu makan sehingga jumlah dan jenis zat gizi yang masuk ke tubuh berkurang. Sementara itu, dalam keadaan tertular penyakit, tubuh justru membutuhkan zat gizi yang lebih banyak untuk melawan bibit penyakit, terutama apabila disertai kenaikan suhu tubuh atau demam. Sebaliknya, seseorang yang kekurangan gizi akan lebih mudah terkena penyakit menular karena kekurangan gizi menyebabkan daya tahan tubuh seseorang menurun, sehingga kuman penyakit lebih mudah masuk dan berkembang. anak yang sering sakit, pertumbuhannya akan terganggu karena zat gizi dalam tubuh yang semestinya digunakan untuk tumbuh kembang, digunakan untuk melawan penyakit. Kedua hal tersebut menunjukkan bahwa hubungan kurang gizi dan penyakit menular adalah hubungan timbal balik.
membiasakan perilaku hidup bersih bisa mencegah terpaparnya seseorang terhadap sumber penularan penyakit. Perilaku itu antara lain: a. Selalu mencuci tangan dengan sabun menggunakan air bersih mengalir pada saat:
1. sebelum dan sesudah makan,
2. sebelum mengolah dan menghidangkan makanan, 3. sebelum menyusui,
4. sebelum memberi makan bayi/balita, 5. sesudah buang air besar/kecil, dan 6. sesudah memegang hewan/unggas,
sehingga menghindarkan tangan dan makanan dari kuman penyakit, antara lain kuman penyebab diare.
untuk mendalami sesi ini, pendamping dianjurkan untuk membaca bahan bacaan yang ada di belakang sesi.
tujuan PemBelajaran
Setelah pembelajaran ini diharapkan peserta mampu memperbaiki kondisi kesehatan lingkungan dan mencegah kesakitan pada anak. indikator keBerHasilan Peserta mamPu:
1
2
3
4
5
Mengenali diare, kecacingan dan malaria pada anak yang dapat menyebabkan kurang gizi pada anak. Memahami pencegahan dan penanggulangan diare, kecacingan dan malaria.
Mempraktikkan cara mencuci tangan memakai sabun, khususnya di enam waktu penting,
Mengenali bahaya BAB sembarangan.
Memahami pentingnya BAB di jamban sehat.
no Pokok BaHasan suB Pokok BaHasan
1
Kesakitan pada anak (diare, kecacingan dan malaria).
1.1. Kesakitan pada anak (diare, kecacingan dan malaria) yang dapat menyebabkan kurang gizi.
1.2.Pencegahan dan penanggulangan diare, kecacingan dan malaria.
2
Kebersihan diri dan lingkungan2.1.mencuci tangan memakai sabun.
2.2.bab di jamban sehat.
2.3.buang sampah pada tempatnya.
PemBukaan
alat yang diperlukan: tidak ada. Proses yang perlu dilakukan:
a. ucapkan selamat datang dan ucapan terima kasih kepada peserta yang sudah hadir.
b. lakukan doa bersama.
c. Sampaikan secara singkat apa yang sudah dipelajari di pertemuan sebelumnya.
d. Ingatkan tentang harapan peserta terhadap masa depan anak-anak mereka pada sesi 1 modul Kesehatan dan gizi. Sampaikan bahwa kesehatan diri dan lingkungan sangat penting agar anak-anak tidak gampang sakit sehingga cita-cita mereka tercapai.
e. Perkenalkan tujuan dari pertemuan ini, yaitu belajar tentang kesakitan pada anak yang dapat menyebabkan gangguan gizi serta cara mencegah dan menanggulanginya. Peserta juga akan belajar tentang pentingnya bab di jamban sehat, dan pentingnya mencuci tangan dengan menggunakan sabun.
f. tanyakan (secara singkat) kepada peserta:
• Apa saja sakit yang pernah dialami oleh anak-anak? (peserta mungkin akan menjawab “panas, pilek, mencret,” dll.)
• Apakah anak pernah mengalami diare? • Apakah anak pernah mengalami cacingan?
• Apakah anak pernah terkena malaria? (khusus untuk daerah endemik malaria)
LANGKAH 1
10
m e n i tLANGKAH 2
25
m e n i ta. minta peserta untuk berpasangan dengan orang yang bukan tetangga dekat. usahakan berpasangan dengan orang yang tinggal berjauhan.
b. minta peserta secara bergantian bercerita tentang pengalaman sakit diare pada anak dengan menjawab pertanyaan ini:
• Menurut ibu, apa yang menyebabkan anak terkena diare? • Bagaimana ibu tahu kalau anak terkena diare?
• Apa yang ibu lakukan jika anak diare? • Apa yang terjadi jika diare tidak diobati?
• Bagaimana cara mencegah supaya anak tidak terkena diare lagi?
(tegaskan pada yang mendengarkan agar betul-betul mendengarkan dan tidak mengomentari jawaban. berikan waktu kurang lebih 3 menit).
inFeksi status giZi
g. Sampaikan kepada peserta bahwa:
Anak yang sering sakit, pertumbuhannya akan terganggu karena zat gizi dalam tubuh yang semestinya digunakan untuk tumbuh dan berkembang, digunakan untuk melawan penyakit. Anak pun berisiko tumbuh menjadi anak yang tidak sehat, tidak cerdas, dan tidak tumbuh tinggi sesuai umurnya.”
mengenal PenYakit diare alat yang diperlukan:
• Film 3.1 – diare
c. gabungkan 3 pasangan (6 orang) menjadi satu kelompok. minta setiap kelompok bercerita hasil obrolan mereka (kurang lebih 2 menit per kelompok).
d. ucapkan terima kasih atas jawaban yang sudah diberikan oleh peserta dan sampaikan bahwa selanjutnya kita akan menonton film untuk mengetahui jawabannya. minta peserta untuk memperhatikan. e. tayangkan film 3.1 tentang penyakit diare dan pencegahannya. f. Setelah menonton film, ajukan pertanyaan berikut dan beri
kesempatan 2-3 orang untuk menjawab: • Apa itu diare?
• Kenapa diare berbahaya?
• Apa yang harus dilakukan jika anak diare? • Bagaimana mencegah diare?
g. ucapkan terima kasih atas pendapat peserta, lalu gunakan flipchart 3.1 untuk menyampaikan bahwa:
• Diare adalah BAB encer atau berupa air saja dan terjadi lebih dari 3 kali dalam sehari; pada bayi yang masih minum ASI, BAB lebih dari 6 kali.
• Mengobatinya dengan memberikan oralit dan tablet zink ke dalam minumannya. Boleh juga menggantikan cairan yang hilang dengan memberikan jus buah, air kelapa, air tajin, atau kuah sayur bening.
• Diare dan penyakit infeksi lainnya dapat dicegah dengan memperhatikan gizi anak, menjaga kebersihan peralatan makan dan minum, minum air yang sudah dimasak hingga mendidih, serta menjaga kebersihan diri dan lingkungan. • Para ibu harus memperhatikan kebiasaan hidup bersih
dan sehat. DIARE BERBAHAYA KARENA ANAK AKAN KEHILANGAN BANYAK CAIRAN DI TUBUHNYA YANG BISA MENGAKIBATKAN KEMATIAN.
h. Sampaikan kepada peserta, untuk mengetahui lebih lanjut mengenai perawatan diare, dapat dilihat di buku Pintar Kesehatan dan gizi halaman 35.
LANGKAH 3
15
m e n i ta. Sampaikan bahwa setelah belajar tentang diare, peserta akan belajar mengenai penyakit kecacingan dan malaria.
b. tanyakan secara singkat:
• Apakah anak mereka pernah menderita kecacingan? • Apa bahayanya jika anak mengalami
cacingan?
Khusus untuk daerah endemik malaria, seperti di ntt, maluku, maluku utara, Papua, Papua barat, dan sebagian Kalimantan, tanyakan:
• Apakah anak mereka pernah mengalami malaria?
• Apa bahayanya jika anak terkena malaria?
mengenal PenYakit kecacingan dan malaria alat yang diperlukan:
• Film 3.2 – kecacingan dan malaria
• Flipchart 3.2 – mengenal kecacingan dan Pencegahannya
• Flipchart 3.3 – mengenal malaria dan Pencegahannya
• Flipchart 3.4 – layanan kesehatan kis/BPjs
c. tunjukkan dan baca bersama flipchart 3.2 tentang jenis-jenis cacing dan pencegahan kecacingan pada anak. untuk daerah endemik malaria, tunjukkan juga dan baca bersama flipchart 3.3 tentang malaria.
d. ajak peserta untuk menonton film tentang cara agar anak tidak terkena kecacingan dan malaria. minta peserta untuk memperhatikan.
e. Tanyakan kepada peserta, berdasarkan film tersebut apa saja yang harus dilakukan untuk mencegah anak terkena kecacingan dan malaria (bantu peserta menjawab dengan menggunakan flipchart 3.2 dan 3.3).
f. Selanjutnya tanyakan kepada 2-3 orang peserta untuk menceritakan pengalaman jika anak mereka sakit,
• Apakah mereka pernah membawa anak berobat ke puskesmas atau rumah sakit dengan menggunakan kartu indonesia Sehat /BPJS?
g. tunjukkan flipchart 3.4 mengenai layanan Kesehatan program jKn. ajak peserta menggunakan KIS/bPjS untuk mengakses layanan kesehatan.
Flipchart 3.3
Flipchart 3.4
LANGKAH 4
20
m e n i ta. Sampaikan bahwa menjaga kebersihan diri dan lingkungan sangat penting. tunjukkan flipchart 3.5 tentang Sanitasi Total Berbasis masyarakat sebelum memulai langkah 4. b. Selanjutnya peserta akan menyaksikan film
tentang pentingnya memperhatikan kebersihan diri dan lingkungan untuk mencegah penularan penyakit. minta peserta untuk memperhatikan. c. tayangkan film 3.3 tentang Kesehatan
lingkungan.
d. tanyakan pada peserta:
• Apa yang dilihat atau didengar dari film yang baru saja ditonton? • Kenapa harus menggunakan sabun?
• Kapan saja kita harus mencuci tangan pakai sabun?
e. gunakan flipchart 3.6 untuk menjelaskan manfaat cuci tangan pakai sabun dan langkah-langkah cuci tangan pakai sabun.
f. Selanjutnya Pendamping mengajak peserta melakukan demonstrasi cuci tangan pakai sabun.
Flipchart 3.5
PentingnYa memPerHatikan keBersiHan diri dan lingkungan
alat yang diperlukan:
• Film 3.3 – kesehatan lingkungan
• Flipchart 3.5 – sanitasi total Berbasis masyarakat (stBm)
• Flipchart 3.6 – Pentingnya cuci tangan
• alat demo cuci tangan yaitu ember berisi air, gayung dan sabun.
• Untuk melakukan cuci tangan pakai sabun, alat bantu yang dibutuhkan antara lain: ember berisi air, gayung dan sabun. • Minta 1 orang peserta untuk menjadi contoh dalam melakukan
cuci tangan pakai sabun.
• Gunakan langkah-langkah dalam flipchart untuk memandu peserta melakukan cuci tangan pakai sabun (pendamping memperhatikan baik-baik demonstrasi peserta dan mengomentari bagian-bagian praktik yang benar: “ya betul, tangannya dibasuh air terlebih dahulu”; “ya, betul pakai sabun;
jadi jangan sampai tidak pakai sabun, mesti pakai sabun supaya kumannya lepas”; “sabun digosok-gosokan”; “ya betul disiram dengan air yang mengalir”).
• Bila dirasa perlu, ajak seluruh peserta melakukan praktik cuci tangan pakai sabun. • Tekankan pentingnya menggunakan sabun
untuk melepas kuman dari tangan. tanpa sabun, kuman masih menempel kuat dan bisa menyebabkan diare pada anak.
g. Sampaikan kepada peserta, untuk mempelajari lebih lanjut mengenai cara mencuci tangan, mereka dapat melihat buku Pintar Kesehatan dan gizi di halaman 22 dan untuk kebersihan anak, di halaman 31- 32.
h. Sampaikan kepada peserta, bahwa selain cuci tangan, kebersihan lingkungan rumah juga penting, seperti membuang sampah pada tempatnya dan membersihkan bak penampungan air. untuk mempelajari lebih lanjut mengenai kebersihan lingkungan dan keamanan anak, peserta dapat melihat di buku Pintar Kesehatan dan gizi di halaman 32-33.
langkaH-langkaH cuci tangan Pakai saBun
1. basahi kedua tangan dengan air bersih yang mengalir.
2. gosokkan sabun pada kedua telapak tangan sampai berbusa lalu gosok kedua punggung tangan, jari jemari, kedua jempol, sampai semua permukaan kena busa sabun.
3. bersihkan ujung- ujung jari dan sela- sela di bawah kuku.
4. bilas dengan air bersih sambil menggosok-gosok kedua tangan sampai sisa sabun hilang.
5. Keringkan kedua tangan dengan memakai kain, handuk bersih, atau kertas tisu, atau mengibaskan kedua tangan sampai kering.
PentingnYa jamBan seHat alat yang diperlukan:
• Film 3.4 – Pentingnya jamban sehat
• Flipchart 3.7 – kriteria jamban sehat LANGKAH 5
10
m e n i ta. Sampaikan bahwa peserta sebentar lagi akan menyaksikan film tentang pentingnya jamban sehat.
b. tayangkan film 3.4 tentang pentingnya jamban Sehat. c. Tegaskan bahwa pesan utama film adalah:
• Jangan BAB sembarangan di kali atau ruang terbuka. Buatlah jamban sehat di tiap-tiap rumah.
• Membuat jamban di rumah, dinding dan atapnya tidak harus dari semen tapi bisa dari bilik papan atau bambu.
• Ruang jamban harus memuat 1 ember untuk cuci tangan. d. tanyakan kepada peserta:
• Di mana peserta dan keluarga mereka biasanya melakukan BAB?
• Apa Jamban Sehat itu?
• Apa manfaat BAB di jamban sehat?
• Siapa yang sudah memiliki jamban sehat? Siapa yang belum?
d. Sampaikan bahwa jamban sehat itu mencegah menularnya penyakit yang menyebabkan diare
dan jamban sehat tidak perlu mahal. tunjukkan dan baca bersama flipchart 3.7 tentang Kriteria Jamban Sehat.
Pendamping mendata kPm yang belum memiliki jamban sehat
LANGKAH 6
10
m e n i ta. Sampaikan pesan kunci berikut:
• Cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir.
• Pastikan rumah tangga mempunyai sumber air bersih. • Buang sampah pada tempatnya.
• Tidak buang air besar di ruang terbuka. Buatlah jamban
keluarga.
• Gunakan Kartu Indonesia Sehat/BPJS untuk mengakses
layanan kesehatan
b. tunjukan dan baca bersama flipchart 3.8 tentang Perilaku Hidup bersih dan Sehat. c. tutup pertemuan dengan berdoa.
d. ucapkan terima kasih atas kesediaan peserta untuk hadir dan mengikuti sesi ini.
Flipchart 3.8
PenutuP
alat yang diperlukan: