• Tidak ada hasil yang ditemukan

Keseimbangan Perdagangan Internasional

Dalam dokumen MAKALAH MATA KULIAH EKONOMI PERTANIAN Si (Halaman 37-43)

B. Manfaat teknolog

2.8 Keseimbangan Perdagangan Internasional

Pengaruh Ekonomi Internasional Terhadap Keseimbangan Ekonomi

Ekonomi Internasional adalah ilmu ekonomi yang membahas akibat saling ketergantungan antara negara-negara di dunia, baik dari segi perdagangan internasional maupun pasar kredit internasional. Dengan adanya perdagangan antar dua atau lebih negara, tentunya berpengaruh terhadap perekonomian internasional dan negara-negara yang terlibat secara

langsung. Hal ini terlihat dari keseimbangan ekonomi yang menjadi dinamis sebagai pengaruh bisa keluar masuknya jaringan internasional dalam domestik negara.

Dapat berdampak baik apabila persaingan di pasar internasional mampu membawa negara tersebut berpartisipasi sebagai pelaku yang tangguh dalam perdagangan internasional dengan menyediakan kebutuhan yang mampu bersaing dalam segala aspek. Namun sebaliknya, jika hanya membawa negara yang terlibat menjadi bersifat konsumtif tanpa diiringi peningkatan perekonomian dan pendapatan per kapita masyarakat negara tersebut, cepat atau lambat akan terjadi keruntuhan ekonomi yang dimulai dari jatuhnya nilai mata uang negara tersebut.

Pengaruh Aspek Internasional terhadap Keseimbangan Supply dan Demand

Pengaruh aspek internasional dapat kita lihat pada harga, pendapatan nasional, dan tingkat kesempatan kerja negara-negara yang terlibat dalam aspek internasional tersebut. Ekspor akan meningkatkan permintaan masyarakat, yaitu jumlah barang dan jasa yang diinginkan masyarakat didalam negeri. Sebaliknya, impor akan menurunkan permintaan masyarakat didalam negeri.

Permintaan masyarakat akan mempengaruhi kesempatan kerja dan pendapatan nasional, dan diantara lain akan tergantung pada besarnya ekspor neto, yaitu selisih antara ekspor dan impor. Jika pada dasarnya, suatu negara seperti Indonesia mampu memproduksi dan menyediakan kebutuhan yang memang dibutuhkan dan secara tetap bersaing dalam perdagangan internasional, maka dapat terlihat dalam keseimbangan supply dan demand di Indonesia. Jika permintaan akan kebutuhan yang kita produksi semakin tinggi maka titik keseimbangan supply dan demand akan semakin bergeser ke tingkat yang lebih tinggi dan kemampuan aspek produksi akan meningkat seiring berjalannya perubahan tingkat permintaan akan kebutuhan tersebut. Begitu juga sebaliknya, apabila permintaan akan kebutuhan yang kita produksi semakin rendah, maka titik keseimbangan akan semakin bergeser ke tingkat yang rendah dan berpengaruh buruk pada aspek supply dan demand negara. Kualitas tingkat produksi dan segala aspek dalam penyediaan kebutuhan tersebut menentukan akan dibawa kedalam keadaan seperti apa supply dan demand suatu negara.

Berikut adalah faktor pemicu permintaan/penawaran dunia: 1. Pertumbuhan ekonomi yang terus berlangsung.

2. Pergeseran permintaan dunia akibat adanya bantuan luar negeri. 3. Pembayaran rampasan perang.

4. Transfer pendapatan.

5. Penerapan tarif (pajak / cukai yang dikenakan untuk suatu komoditi yang diperdagangkan lintas teritorial untuk produk impor / ekspor).

6. Pemberian subsidi ekspor.

7. Keenam faktor tersebut diatas adalah aspek-aspek yang dapat mempengaruhi keseimbangan supply dan demand dunia.

Pengaruh Aspek Internasional terhadap Pendapatan Nasional

Pengaruh aspek internasional terhadap pendapatan nasional dapat ditinjau dari 2 sisi berikut:

Secara teoritis, keseimbangan ekonomi nasional suatu negara dapat dirumuskan sebagai suatukeseimbangan antara jumlah barang dan jasa yang ditawarkan dengan jumlah barang dan jasa yang

diminta.

B. Ditinjau dari Perhitungan Pendapatan Nasional

Perhitungan pendapatan nasional berdasarkan pendekatan pengeluaran (expenditure approach) dapat dirumuskan sebagai berikut:

GDP = Y = C + I + G + (X – M)

Keterangan: C (Consumption), I (Investment), G (Government), X (Export) dan M (Import) · Bila X – M > 0 maka X > M, ini berarti saldo X neto positif atau posisi neraca perdagangan

luar negeri surplus, sehingga Y naik. Sebaliknya bila X-M < 0 maka X < M, ini berarti saldo X neto ngeatif atau posisi neraca perdagangan luar negeri defisit, sehingga Y turun.

Dari rumusan tersebut di atas, semakin besar perubahan (X – M), maka semakin besar pula pengaruh ekonomi internasional terhadap ekonomi nasional suatu negara. Ini meunjukkan ekonomi negara tersebut semakin terbuka (open economy).

Pengaruh Aspek Internasional terhadap Aspek Mikro Perusahaan

Suatu perusahaan memegang peranan penting sebagai pelaku dalam perdagangan internasional. Hal ini tentunya membawa pengaruh terhadap perusahaan itu sendiri dikarenakan kualitas dan kuantitas kebutuhan yang diperdagangkan di pasar internasional tergantung pada perusahaan itu sendiri. Tingkat produksi, kualitas & kuantitas sumber daya, kemampuan bersaing, dan keadaan perekonomian serta segala aspek yang telah kita bahas diatas bisa menentukan semua hal yang berpengaruh pada aspek mikro perusahaan.

Perdagangan internasional juga bisa membawa suatu perusahaan yang berkecimpung di dalam suatu negara menjadi perusahaan multinasional yang memiliki jaringan perdagangan yang lebih luas karena adanya akses ke pasar luar negara tempat dimana perusahaan itu berada. Campur tangan pemerintah dan segala bentuk kebijakan perdagangan yang datang dari dalam atau luar negeri juga mampu membuka bahkan menutup kemampuan perusahaan dalam berperan serta di perdagangan internasional.

Ditinjau dari aspek mikro pengaruh ekonomi internasional khususnya keuangan internasional dapat diuraikan sebagai berikut:

1. Perusahaan memerlukan input baik dari dalam maupun luar negeri, variabel biaya input adalah P (price) dan Q (quantity), input yang digerakkan secara langsung maupun tidak langsung akan dipangaruhi oleh fluktuasi kurs valas (forex rate).

2. Sebaliknya perusahaan akan memasarkan produknya di dalam maupun di luar negeri, variabel yang menentukan besarnya revenue yang akan diperoleh adalah P dan Q produk yang dihasilkan dan terjual. Inipun akan dipengaruhi oleh fluktuasi kurs valas (forex rate).

3. Tingkat keuntungan atau profit perusahaan akan ditentukan oleh selisih antara total revenue dan total cost maka secara makro ekonomi baik langsung maupun tidak langsung, ekonomi dan keuangan internasional berpengaruh terhadap perusahaan.

4. Pengaruh aspek internasional terhadap aspek mikro perusahaan adalah menganalisa pasar beserta mekanismenya yang membentuk harga relatif kepada produk dan jasa, dan alokasi dari sumber terbatas diantara banyak penggunaan alternatif. aspek mikro perusahaan menganalisa kegagalan pasar, yaitu ketika pasar gagal dalam memproduksi hasil yang efisien; serta menjelaskan berbagai kondisi teoritis yang dibutuhkan bagi suatu pasar persaingan sempurna. Bidang-bidang

penelitian yang penting dalam ekonomi mikro, meliputi pembahasan mengenai keseimbangan umum (general equilibrium), keadaan pasar dalam informasi asimetris, pilihan dalam situasi ketidakpastian, serta berbagai aplikasi ekonomi dari teori permainan. Juga mendapat perhatian ialah pembahasan mengenai elastisitas produk dalam sistem pasar.

BAB III PENUTUP 3.1 KESIMPULAN

Pertanian adalah salah satu jenis kegiatan produksi yang berlandaskan proses pertumbuhan dari tumbuh-tumbuhan dan hewan. Sistem pertanian (farming system) adalah pengaturan usaha tani yang stabil, unik dan layak yang dikelola menurut praktek yang dijabarkan sesuai lingkungan fisik, biologis dan sosio ekonomi menurut tujuan, preferensi dan sumber daya rumah

tangga. Sistem pertanian tradisional adalah sistem pertanian yang masih bersifat ekstensif dan tidak memaksimalkan input yang ada.

Pada Pertanian tradisional biasanya lebih ditujukan untuk memenuhi kebutuhan hidup para petani dan tidak untuk memenuhi kebutuhan ekonomi petani, sehingga hasil keuntungan petani dari hasil pertanian tradisional tidak tinggi , bahkan ada yang sama sekali tidak ada dalam hasil produksi pertanian. Pertanian modern adalah pola pertanian dengan menggunakan alat-alat canggih dan dengan skala besar. Pertanian modern harus menggunakan peralatan modern. Aplikasi pertanian modern yang telah terlaksana seperti pertanian gandum, pertanian padi, pertanian anggur. Pertanian modern merupakan tulang punggung bagi terwujudnya kedaulatan pangan. Pertanian modern meliputi pertanian organik, hidroponik, holtikultura, dll. Metode ini akan dapat membawa keuntungan bagi para petani dengan banyak cara. Salah satu contoh pertanian modern adalah pertanian organik.

Produktivitas adalah tingkat produksi yang dapat dihasilkan seorang pekerja pertahun. Dibandingkan dengan tingkat produktivitas tenaga kerja di negara maju, tingkat produktivitas tenaga kerja di negara berkembang masih sangat rendah hal tersebut disebabkan oleh faktor sebagian penduduk berada di sektor pertanian tradisional yang masih menghadapi masalah pengangguran terselebung. Produktivitas pertanian tradisional biasanya masih sangat rendah, karena teknologi dalam kegiatan pertanian masih sangat tradisional keberadaan pengangguran terselubung yang berarti kelebihan tenaga kerja di sektor pertanian akan menurunkan lagi produksi rata-rata produktivitas pekerja.

Perdagangan komoditas pertanian dapat terjadi apabila suatu negara mengalami kekurangan komoditas pertanian dan negara yang lain memiliki kelebihan komoditas pertanian yang kemudian melakukan transaksi atas kehendak sukarela dari masing-masing pihak. Tarif dapat difenisikan sebagai pajak atu cukai yang dikenakan pada suatu komoditi yang diperdagangkan dalam hal ini yang diimpor dan diekspor. Kuota adalah hambatan kuantitaif yang membatasi impor barang secara khusus dengan spesifikasi jumlah unit atau nilai total tertentu per periode waktu.

Dengan adanya perdagangan antar dua atau lebih negara, tentunya berpengaruh terhadap perekonomian internasional dan negara-negara yang terlibat secara langsung. Hal ini terlihat dari keseimbangan ekonomi yang menjadi dinamis sebagai pengaruh bisa keluar masuknya jaringan internasional dalam domestik negara.

3.2 Saran

1. Pemasaran pertanian tidak bisa lepas dari sistem hukum ekonomi bahwa harga suatu produk dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu permintaan pasar, mutu produksi, tingkat kegunaan/olahan (bahan mentah, setengah jadi, jadi dan siap dikonsumsi). Banyak upaya yang dilakukan dalam pemasaran pertanian agar harga jual menjadi tinggi dapat dilakukan dengan cara mengantisipasi harga sebelum tanam, melaksanakan teknik budidaya secara baik, kemudian penanganan pasca panen yang tepat, pengolahan hasil, memperpendek rantai hasil pemasaran dengan cara memasarkan langsung ke konsumen, memasarkan ke grosir atau pabrik dan memasarkan ke pedagang atau pengumpul.

2. Dengan mudahnya mengakses informasi inovasi pertanian melalui website (cyber extension) dan penyuluhan diharapkan petani dapat mudah memperoleh informasi dalam memasarkan produk- produk pertanian.

3. Sejak lama, Indonesia sudah dikenal sebagai Negara Agraris. Tetapi kontribusi sector pertanian terhadap pendapatan nasional dan pendapatan petani semakin menurun. Bahkan, dikalangan keluarga petani-petani kecil sebagai pelaku utama pembangunan pertanian, sumbangan pendapatan yang berasal dari kegiatan on-farm hanya berkisar abtara 20-30$ terhadap kebutuhan keluarganya. Menghadapi kenyataan tersebut, terdapat alternative strategi untuk memperbaiki keadaan pertanian di Indonesia,yaitu melalui “modernisasi pertanian.” Melalui strategi ini, diyakini akan mendorong pertumbuhan ekonomi yang tinggi, membuka peluang yang lebih baik untuk perubahan struktur ekonomi, perluasan kesempatan kerja, peningkatan pendapatn dan kesejahteraan, serta pemerataan, dan kelestarian lingkungan hidup, yang merupakan ciri-ciri dari pelaksanaan

pembangunan pertanian yang berkelanjutan.

4. Semakin diterapkannya sistem pertanian modern yang berbasis revolusi hijau demi peningkatan produkivitas pertanian sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dalam dokumen MAKALAH MATA KULIAH EKONOMI PERTANIAN Si (Halaman 37-43)

Dokumen terkait