A. PENJELASAN
Berbicara tentang kesejahteraan sifatnya adalah relative, karena criteria untuk menentukan kesejahteraan inipun serba relative atau belum ada standar untuk itu. Jadi dalam pembahasan pada bab ini yang di maksud dengan kesejahteraan Guru/Pegawai Administrasi adalah sesuatu yang merupakan sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku.
Selanjutnya yang dianggap perlu untuk diketahui oleh semua Guru dan Pegawai Administrasi di lingkungan SMA Negeri 2 Sidikalang adalah bahwa pada dasarnya Kepala Sekolah tetap berupaya meningkatkan kesejahteraan Guru dan Pegawai Administrasi sesuai dengan peraturan yang berlaku, sehingga dengan demikian diharapkan peningkatan produktivitas Guru dan Pegawai Administrasi tersebut. Pemenuhan kesejahteraan financial dan kesejahteraan nonfinansial.
Perlu dijelaskan lagi bahwa yang dimaksud dengan kesejahteraan financial adalah pemenuhan hal Guru/Pegawai Administrasi yang berupa material (gaji dan pendapatan lainnya) yang telah diatur dalam ketentuan tersendiri. Sedangkan kesejahteraan non financial adalah pemenuhan hak non material yang meliputi pengelolaan administrasi keuangan, hingga Guru dan Pegawai Administrasi dapat menerima haknya tepat waktu, pengelolaan sebaik-baiknya Kenaikan Gaji Berkala dan lain sebagainya.
B. KESEJAHTERAAN FINANSIAL
Pembahasan lebih terinci menyangkut kesejahteraan Guru dan Pegawai Administrasi yang meliputi rincian pos/alokasi dan sumber dana, untuk itu telah diatur tersendiri pada RAPBS SMA Negeri 2 Sidikalang Tahun Anggaran 2005/2006.
C. KESEJAHTERAAN NON FINANSIAL
Kalau kesejahteraan financial telah diatur tersendiri, maka kesejahteraan non financial perlu dijelaskan lebih lanjut untuk diketahui dan dipahami oleh setiap Guru dan Pegawai Administrasi di lingkungan SMA Negeri 2 Sidikalang demi memperkecil atau menghilangkan interpretasi yang berbeda-beda dari masing-masing Personil tentang hak dan kewajiban sebagai Pegawai Negeri Sipil. Peningkatan kesejahteraan non financial ditempuh dengan langkah-langkah sebagai berikut :
3.1 Mempedomani peraturan yang berlaku tentang hak dan kewajiban sebagai Pegawai Negeri Sipil.
3.2 Penyederhanaan birokrasi (debirokrasi)
3.3 Pendekatan manajemen yang dilandasi rasa kekeluargaan
Kesejahteraan non financial yang turut menentukan peningkatan produktivitas kerja Guru dan Pegawai Administrasi atau sebaliknya antara lain :
a. Pemberian sesuatu yang merupakan hak Guru/Pegawai Administrasi tepat pada waktunya b. Pengelolaan administrasi kepegawaian dengan sebaik-baiknya sehingga tidak memberatkan
Guru Pegawai Administrasi antara lain :
- pemberian hak cuti karena alasan penting, bersalin, sakit dan lain sebagainya - kenaikan golongan/ruang
- kenaikan gaji berkala
- dan urusan-urusan lainnya yang berhubungan dengan kepegawaian
c. pemberian kemudahan kepada Guru untuk berprepemberian kemudahan kepada Guru untuk berprestasi, sehingga dengan demikian dimungkinkan percepatan kenaikan pangkat dari kenaikan pangkat regular.
Dengan menerapkan langkah-langkah peningkatan tersebut di atas, maka kesejahteraan non financial Guru dan Pegawai Administrasi dapat meningkat.
Untuk dapat diterapkan langkah-langkah tersebut dengan sebaik-baiknya perlu dijelaskan secara secara ringkas maksud dan sasarannya sebagai berikut :
51
➢ Mempedomani aturan-aturan yang berlaku tentang hak dan kewajiban Pegawai Negeri Sipil.
Setiap Pegawai Negeri Sipil sewajarnyalah memahami segala peraturan yang menyangkut Pegawai Negeri Sipil sehingga kerugian yang mungkin timbul akibat dari ketidak tahuan akan peraturan yang berlaku dapat dihindarkan. Dengan demikian mempedomani segala peraturan yang berlaku bukan tertumpu pada pegawai selaku pelaksana tugas kepegawaian melainkan semua guru wajib mematuhi dan mempedomaninya selaku Pegawai Negeri Sipil.
➢ Penyederhanaan Birokrasi (debirokrasi)
Maksud dan tujuan penyederhanaan birokrasi dalam hal ini adalah suatu upaya sekolah mempercepat pengelolaan hak Guru dan Pegawai Administrasi sepanjang masih tidak menyimpang dari aturan yang berlaku, hingga ketepatan waktu penyerahan sesuatu hak dapat terlaksana. Agar langkah ini dapat dilaksanakan dengan sebaik – baiknya demi tercapainya tujuan bersama sangat dituntut kerja sama yang baik. Jadi tidak semata – mata didasari oleh jenjang hierarkis. Dengan kata lain pelaksanaan langkah – langkah ini beriorientasi kepada tujuan yang akan dicapai
➢ Pendekatan manajemen yang dilandasi rasa kekeluargaan
Pada uraian terdahulu tentang upaya pembinaan professional Guru juga diterapkan pada pegawai dalam rangka peningkatan kesejahteraan non financial. Langkah pendekatan manajemen yang dilandasi rasa kekeluargaan dalam hal ini, penerapannya tidak semata – mata didasari oleh jabatan para pelaku kegiatan ataupun oleh tugas pokoknya sendiri melainkan turut didasari rasa kekeluargaan. Dengan demikian batasan – batasan jabatan ataupun hierarkis bukan menjadi penghalang terlaksananya suatu pekerjaan. Dan hasil dari suatu kegiatan pun tidak hanya dirasakan oleh yang bersangkutan, melainkan oleh semua pihak dan demikian sebaliknya.
D. KENAIKAN PANGKAT PERSONIAL
Berpedoman kepada Surat Edaran Bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dan Kepala Badan Administrasi Kepegawai Negara Nomor 57686/MPK/1989 dan Nomor : 38/SE/1989 tanggal 15 Agustus 1989 tentang Angka Kredit Bagi Jabatan Guru dalam lingkungan Departemen Pendidikan Nasional yang menegaskan bahwa :
Penetapan Angka Kredit Bagi Jabatan Guru adalah dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan melalui peningkatan mutu dan prestasi dalam bentuk :
a. Merangsang Guru untuk meningkatkan kemampuan professional dan prestasi kerja secara optimal dengan dihargai dalam bentuk angka kredit yang dipergunakan untuk kenaikan pangkat/jabatan
b. Member penghargaan yang sama kepada Guru pada semua jenjang dan jenis pendidikan dengan memberikan kemungkinan menduduki pangkat/jabatan maksimal sebagai Pegawai Negeri Sipil
1. Tugas Pokok Guru
Tugas pokok Guru seperti yang ditetapkan pada Pasal 3 dan Lampiran I Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor : 26/MENPAN/1989 tanggal 2 Mei 1989 dan Surat Edaran Bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dan Kepala BAKN Nomor : 57686/MPK/1989 dan Nomor : 38/SE/1989 tanggal 15 Agustus 1989, khususnya unsure Proses Belajar Mengajar atau Bimbingan dan Penyuluhan dan unsur Pengembangan Profesi :
a. Untuk masing – masing jenis Guru memiliki istilah yang berbeda dalam melaksanakan butir kegiatan dalam unsure Proses Belajar Mengajar atau Bimbingan dan Penyuluhan b. Semakin tinggi jenjang Jabatan Guru semakin luas/berat pula tugas, wewenang dan
tanggung jawabnya.
c. Wewenang Guru terdiri atas :
o Melaksanakan dengan bimbingan o Melaksanakan
o Membimbing guru lain yang berwenang melaksanakan dengan bimbingan
Rincian tugas pokok Guru setiap jenis dan Jenjang Jabatan Guru (mengenai rincian ini pedomani Surat Edaran Mendikbud Nomor : 143/MPK/1990)
52 2. Langkah – langkah Pengelolaan
2.1 Mengelola pembagian tugas Guru sedemikian rupa hingga setiap guru memiliki jam wajib
2.2 Menerbitkan Surat Keputusan/Penugasan untuk dapat digunakan sebagai bahan/data mengelola Angka Kreditnya masing – masing
2.3 Menerbitkan Buku Daftar Kumpulan Angka Kredit Jabatan Guru yang diharapkan dapat digunakan sebagai acuan perhitungan Angka Kredit Guru
2.4 Menyebarluaskan informasi yang berhubungan dengan sistem angka kredit kepada Guru – guru setiap kesempatan
2.5 Menggali/mengikuti perkembangan informasi sistem Angka Kredit pada pihak atasan (yang berwenang untuk itu)
2.6 Membentuk Tim Angka Kredit yang diharapkan mampu membantu Kepala Sekolah untuk mengelola Angka Kredit Jabatan Guru di SMA Negeri 2 Sidikalang.
53