I. PENDAHULUAN A. UMUM
1. Untuk meningkatkan mutu pendidikan di SMA Negeri 2 Sidikalang, melalui peningkatan mutu dan prestasi kerja Guru telah ditetapkan Keputusan Kepala Sekolah tentang pembentukan Petugas Khusus Wakil Kepala Sekolah Tahun Pelajaran 2021/2022
2. Dengan terbentuknya Petugas Khusus Wakasek, maka pelaksanaan tugas – tugas di sekolah dapat berjalan dengan efektif dan efisien. Dengan demikian segala sumber daya sekolah dapat
didayagunakan seoptimal mungkin sesuai dengan Program Sekolah.
3. Berpedoman kepada tugas pokok Wakasek dan Petugas khusus, diharapkan terwujud pelaksanaan tugas oleh tim kerja yang kompak dan juga kemungkinan tumpamg tindihnya kegiatan di tangan satu orang dapat dhindari
B. DASAR
1. Undang-undang No 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional
2. Peraturan Pemerintah atau PP Nomor 19 tahun 2017 tentang perubahan PP No.74 tahun 2008 tentang Guru.
3. Peraturan Pemerintah (PP) No.53 tahun 2010 tentang Disiplin PNS
4. Peraturan Pemerintah (PP) No.19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan direvisi dengan Peraturan Pemerintah (PP) No.32 tahun 2013 tentang Standar Nasional Pendidikan
5. Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2016 tentang Standar Kelulusan
6. Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 21 tahun 2016 tentang Standar Isi
7. Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 22 tahun 2016 tentang Standar Proses
8. Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 23 tahun 2016 tentang Standar Penilaian
9. Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 24 tahun 2016 tentang Standar Kl KD mata Pelajaran Kurikulum 2013
10. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 58 Tahun 2014 tentang Kurikulum 2013 SMP/Mts.
11. Permendikbud No.61 tahun 2014 tentang Pedoman Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP)
12. Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 62 Tahun 2014 Tentang Kegiatan Ekstrakurikuler Pada Pendidikan Dasar Dan Pendidikan Menengah
13. Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 63 Tahun 2014 Tentang Pendidikan Kepramukaan Sebagai Kegiatan Ekstrakurikuler Wajib Pada Pendidikan Dasar Dan Pendidikan Menengah
14. Permendikbud No.79 tahun 2014 tentang Muatan Lokal Kurikulum 2013
15. Permendikbud No. 111 tahun 2014 tentang Bimbingan dan Konseling pada pendidikan Dasar dan Menengah
37
16. Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2015 Tentang Penumbuhan Budi Pekerti
17. Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 53 tahun 2015 tentang Penilaian hasil belajar oleh Pendidik dan Satuan Pendidikan pada Pendidikan Dasar dan Menengah.
18. Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 82 Tahun 2015 Tentang Pencegahan Tindak Kekerasan
19. Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2016 Tentang Pengenalan Lingkungan Sekolah bagi Siswa Baru.
20. Peraturan Presiden nomor 87 tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter
21. Peraturan menteri Lingkungan Hidup No 5 tahun 2013 tentang pedoman pelaksanaan program adiwiyata
22. Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 28 tahun 2016 tentang Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Dasar dan Menengah Peraturan Bupati Bamara No. 031/156HK/403.4/2007 /tentang Pendidikan Lingkungan Hidup sebagai muatan lokal.
23. Keputusan Kepala Dinas Pendidikan Nasional Provinsi Sumatera Utara tentang Kalender Pendidikan Tahun Pelajaran 2021/2022
24. Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor : 035 Tahun 2010 tanggal 1 Desember 2010 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Angka Kredit bagi Jabatan Guru di lingkungan Departemen Pendidikan Nasional
25. Keputusan Kepala Kantor Wilayah Departemen Pendidikan Nasional Provinsi Sumatera Utara Nomor : 55/S/1983 tentang Tiga Tertib
26. Peraturan Menteri tentang Kurikulum 2013 SMA Tahun 2018 tentang perubahan atas Peraturan Menteri Nomor 56 Tahun 2014 tentang Kurikulum 2013 SMA.
27. Keputusan Kepala SMA Negeri 2 Sidikalang tentang Pembentukan Petugas Khusus Wakil Kepala Sekolah Tahun Pelajaran 2021/2022
C. TUJUAN
Surat edaran ini bertujuan agar dengan mempedomaninya tercipta kesatuan bahasa, pandangan dan pengertian para Wakil Kepala Sekolah dan Petugas Khususnya maupun antara Petugas Khusus tentang pelaksanaan kegiatan sekolah
II. KEGIATAN HARIAN
Tugas-tugas yang dijelaskan di dalam buku ini adalah tugas secara umum ataupun tugas-tugas pokok yang dianggap perlu untuk diketahui oleh pihak SMA Negeri 2 Sidikalang.
1. TUGAS KEPALA SEKOLAH
Kepala sekolah adalah pimpinan teratas dari pengelolaan sekolah, yang bertanggung jawab atas berlangsungnya Proses Belajar Mengajar, usaha pembinaan dan pengembangan
kesiswaan serta pemanfaatan unsur penunjang persekolahan.
1.1 Tugas Kepala Sekolah baik selaku edukator maupun manager yang berpedoman pada:
a. Peraturani Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 6 Tahun 2018 tgl. 22 Maret 2018.
1.2 Tugas dan kewajiban Kepala Sekolah selaku educator, administrator, supervisor, motivator dan manager.
2. TUGAS WAKIL KEPALA SEKOLAH
2.1 Wakil Kepala Sekolah Urusan Kurikulum Membantu Kepala Sekolah dalam tugas :
a. Pengurusan kegiatan Proses Belajar Mengajar
38 b. Pengurusan kegiatan ekstra kurikuler
c. Pendayagunaan Musyawarah Guru Mata Pelajaran d. Pelaksanaan Evaluasi Belajar
e. Memonitoring Proses PBM setiap hari
f. Memeriksa Catatan Kelas dan Laporan Mingguan Wali Kelas, Laporan Mingguan BK, serta Laporan Buku Piket dan membubuhi Paraf setiap hari.
2.2 Tugas Wakil Kepala Sekolah Urusan Sarana Prasarana Membantu Kepala Sekolah dalam tugas :
a. Penyusunan rencana kebutuhan sarana prasarana di sekolah Kursi/Meja Siswa b. Pengkoordinasian/pendayagunaan sarana prasarana yang ada termasuk Meja Kursi
di kelas
c. Mengevaluasi kehadiran Guru setiap hari
d. Mengisi keadaan Siswa di Kantor Kepala Sekolah e. Mengisi Program Kegiatan Kepala Sekolah f. Memonitoring Proses PBM setiap hari
g. Memeriksa Catatan Kelas dan Laporan Mingguan Wali Kelas, Laporan Mingguan BK, serta Laporan Buku Piket dan membubuhi Paraf setiap hari.
2.3 Tugas Wakil Kepala Sekolah urusan Kesiswaan : Membantu Kepala Sekolah dalam tugas :
a. Pembinaan Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS)
b. Pengarahan/pengendalian siswa dalam menegakkan disiplin dan tata tertib sekolah c. Pembinaan pelaksanaan 8K disekolah
d. Pengabdian kepada masyarakat
e. Mengevaluasi kehadiran siswa setiap hari f. Memonitoring Proses PBM setiap hari
g. Memeriksa Catatan Kelas dan Laporan Mingguan Wali Kelas, Laporan Mingguan BK, sera Laporan Buku Piket dan Membubuhi Paraf setiap hari
2.4 Tugas Wakil Kepala Sekolah Urusan Hubungan Masyarakat (Humas) Membantu Kepala Sekolah dalam tugas :
a. Memberikan penjelasan tentang kebijaksanaan sekolah, situasi dan perkembangan sekolah sesuai dengan pendelegasian Kepala Sekolah.
b. Menampung segala saran dan pendapat masyarakat demi kemajuan pendidikan di sekolah
c. Membantu mewujudkan kerjasama dengan lembaga lain yang berhubungan dengan usaha dan kegiatan pengabdian masyarakat
d. Penyelenggaraan kegiatan hari-hari besar nasional, keagamaan dan upacara sekolah e. Memonitoring Proses PBM setiap hari
h. Memeriksa Catatan Kelas dan Laporan Mingguan Wali Kelas, Laporan Mingguan BK, sera Laporan Buku Piket dan Membubuhi Paraf setiap hari
III. FUNGSI DAN TUGAS WALI KELAS SMA NEGERI 2 SIDIKALANG A. Fungsi :
1. Sebagai pengganti orangtua siswa di kelas membimbing dan membina siswa selama disekolah.
2. Pembimbing dan membina siswa terdekat dalam masalah yang berhubungan dengan proses belajar mengajar dan masalah lainnya di dalam dan di luar sekolah yang ada hubungannnya dengan Proses belajar mengajar siswa.
3. Wali kelas diharapkan mampu sebagai curahan hati siswa, sehingga melalui sikap dan perilaku wali kelas siswanya dapat di bombing dan dibina menjadi siswa yang berbudi pekerti luhur dan berpengetahuan.
B. Tugas :
1. Memiliki Buku Program bimbingan/pembinaan persemester
2. Buku bimbingan pembinaan (kumpulan catatan pembinaan terhadap siswa) 3. Buku absensi kelasnya
4. Buu kelas/daftar kelas yang memuat secara lengkap idenntitas siswa
5. Formulir tegoran kepada siswa/panggilan terhadap orangtua siswa/wali siswa
39
6. Memiliki Peta siswa kelasnya (Maksudnya bedasarkan peta tersebut mudah diketahui siswa yang memerlukan perhatian khusus)
7. Hafal dan mengenal semua siswa di kelasnya 8. Memiliki Buku Biodata siswanya
9. Melaporkan segala sesuatunya tentang hal-hal Prinsipil kepada Kepala Sekolah menyangkut kelasnya
10. Melakukan Konsultasi kepada Guru Bidang Studi yang mengajar di kelasnya secara Rutin untuk mengetahui perkembangan siswa.
11. Melakukan konsultasi kepada Guru bimbingan penyuluhan untu mengetahui
perkembangan siswa, khususnya di bidang sikap dan perilaku siswa di dalam maupun di luar kelas
12. Membuat Laporan perkembangan kelasnya secara rutin dan tertulis kepada Kepala Sekolah.
13. Mengisi Laporan Wali kelas setiap Akhir Minggu IV. TUGAS KEPALA TATA USAHA
Kepala Urusan Tata Usaha mempunyai tugas, wewenang dan tanggungjawab dalam bidang ketatausahaan yang meliputi :
a. Kesiswaan b. Kepegawaian c. Keuangan d. Perlengakapan e. Tata laksana kantor
Seperti penjelasan di atas tugas-tugas yang diuraikan pada bab ini adalah merupakan tugas pokok saja, sedangkan tugas-tugas lainnya dan personal lainnya pelaksanaannya telah diuraikan yang sifatnya rutin maupun incidental. Selain dari yang disebut di atas pada penjelasan berikutnya dipandang perlu untuk tugas-tugas pokok dari MGMP.
V. MUSYAWARAH GURU MATA PELAJARAN 1. Penjelasan
Kegiatan Belajar Mengajar adalah suatu proses yang pada akhirnya terwujud dari perubahan-perubahan sikap dan perilaku siswa, akibat dari kegiatan tersebut. Dengan demikian dalam pelaksanaannya dibutuhkan berbagai informasi dan metode
penyampaiannya kepada siswa sebagai objek di satu sisi ataupun sebagai subjek di sisi lainnya. Untuk tujuan tersebut di atas SMA Negeri 2 Sidikalang membentuk musyawarah Guru Mata Pelajaran, yaitu suatu wadah/forum kegiatan pengembangan profesionalisme Guru Mata Pelajaran sejenis. Di dalam MGMP ini masing-masing Guru sebagai anggota sangat diharapkan peran sertanya pada kegiatan yang sedang dan akan dibahas ataupun dilaksanakan. Selanjutnya manfaat dari MGMP ini adalah mempercepat penyampaian informasi kepada masing-masing Guru.
(Formasi MGMP terlampir) 2. Dasar MGMP
a. Undang-undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 31 ayat 4, mengisyaratkan “Sistem Tenaga Kependidikan berkewajiban untuk meningkatkan kemampuan profesionalnya sesuai dengan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi suatu bangsa”.
b. Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor : 16 Tahun 2009 tentang angka Kredit Jabatan Guru dalam lingkungan Depdiknas
c. . Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor : 035 Tahun 2010 tanggal 1 Desember 2010 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Angka Kredit bagi Jabatan Guru di lingkungan Departemen Pendidikan Nasional
3. Ruang Lingkup MGMP
Ruang lingkup Musyawarah Guru Mata Pelajaran ini adalah SMA Negeri 2 Sidikalang yang merupakan system yang outputnya dharapkan mutu lulusan meningkat melalui
peningkatan mutu guru sebagai pelakunya.
40 4. Tujuan MGMP
a. Menumbuhkan kegiatan Guru untuk meningatkan kemampuan dan keterampilan dalam mempersiapkan, melaksanakan dan mengevaluasi program Kegiatan Belajar Mengajar.
b. Pemerataan kemampuan dan kemahiran Guru dalam melaksanakan tugas sehari-hari.
c. Sebagai wadah/forum yang menampung permasalahan yang di alami oleh Guru dalam melaksanakan tugasnya sehari-hari serta mencari upaya pemecahannya.
d. Membantu guru dalam upaya memenuhi kebutuhannya yang berkaitan dengan Kegiatan Belajar Mengajar.
e. Saling tukar informasi dan saling tukar pengalaman dalam rangka mengikuti
perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta pengembangan strategi mengajar.
5. Bimbingan
5.1 Program Bimbingan dan konseling per – Semester / Tahun 5.2 Kartu Pribadi Siswa
5.3 Daftar Nama-nama Siswa setiap kelas 5.4 Lambaran Data Kasus Siswa
5.5 Data absensi siswa per – Catur wulan 6. Kesiapan Guru Perpustakaan
Yang dimaksud dengan Guru Perpustakaan dalam uraian ini adalah Guru yang ditugasi mengelola Perpustakaan Sekolah di luar tugas pokoknya sebagai Guru Mata Pelajaran. Guru Perpustakaan harus mempersiapkan antara lain :
6.1 Program Rencana Pengembangan Perpustakaan 6.2 Program Rencana pembinaan/bimbingan minat baca 6.3 Kartu Layanan Perpustakaan
6.4 Kartu pinjaman Perpustakaan
6.5 Daftar Nama-nama Siswa setiap kelas 7. Kesiapan Guru Laboratorium
Yang dimaksud dengan Guru Laboratorium/Praktek adalah Guru yang ditugasi untuk mengelola Laboratorium selain dari tugas pokoknya sebagai Guru Mata Pelajaran. Guru Petugas Laboratorium harus mempersiapkan antara lain :
7.1 Jadwal/Program Laboratorium
7.2 Lembaran Kerja Siswa sesuai dengan jenjang Kurikulum yang berlaku 7.3 Daftar Alat dan Bahan Laboratorium
7.4 Alat dan Bahan Praktek yang diperlukan
7.5 Daftar Nama-nama Siswa Pengguna Laboratorium VI. GURU PIKET HARIAN
Peranan Guru Piket Harian sangat menentukan dalam hal terciptanya suasana aman dan tentram serta tertibnya pelaksanaan proses belajar mengajar secara keseluruhan. Maka kepada setiap Guru Piket Harian Harus memahami bahwa tugasnya sebagai piket juga merupakan perwujudan profesionalisme sebagai Guru dan Fasilitator.
Kesiapan dan persiapan setiap Guru Piket Harian serta tugasnya antara lain : 1. Harus hadir terlebih dahulu dari Guru yang lain dalam mempersiapkan :
1.1 Mempersiapkan perangkat Proses Belajar Mengajar, yakni Perangkat Piket, Catatan Kelas dan persiapan untuk Upacara/Senam Kesegaran Jasmani/Ibadah Pagi.
1.2 Mengkoordinasikan pelaksanaan kebersihan kelas dan lingkungannya.
1.3 Mengatur/mengendalikan pelaksanaan Upacara Bendera setiap hari Senin ataupun upacara lainnya.
1.4 Mendata siswa yang tidak hadir dan datang terlambat serta menasehatinya.
2. Sensitif terhadap semua kegiatan/tindakan yang terjadi pada waktu proses belajar mengajar langsung
2.1 Mendata kehadiran guru, kelas yang gurunya tidak hadir dan mencatat Guru Penginval.
2.2 Melayani tamu sekolah dengan sebaik-baiknya dengan mengisi Buku Tamu sekolah.
2.3 Memonitor lingkungan sekolah pada saat kegiatan belajar mengajar berlangsung untuk mengantisipasi keadaan yang tidak diinginkan.
2.4 Memonitor keadaan sekolah pada saat pertukaran jam pelajaran.
2.5 Mendata siswa yang permisi pulang dengan berbagai alas an setelah mengintrogasi siswa tersebut.
41
3. Tugas dan Kegiatan Guru Piket Harian menjelang dan setelah kegiatan belajar mengajar usai :
3.1 Mengawasi suasana lingkungan
3.2 Menghimbau kepada setiap kelas agar mereka membenahi kelasnya dan menerima laporan dari masing-masing petugas kebersihan tentang keadaan kelasnya.
3.3 Menyusun dan menertibkan Buku Catatan Kelas serta perangkat KBM lainnya.
3.4 Menyusun laporan kegiatan Guru Piket Harian yang berisi antara lain : - Keadaan proses belajar mengajar secara eseluruhan
- Keadaan siswa - Keadaan guru
- Pengendalian terhadap masalah yang timbul - Dan hal-hal lainnya yang dianggap perlu.
3.5 Melaporkan kegiatan guru Piket Harian kepada Kepala Sekolah pada hari itu juga.
VII. TIM EVALUASI
Dalam rangka percepatan pelaksanaan kegiatan sekolah dipandang perlu membantu Team Evaluasi yang di harapkan mampu mengerjakan tugas-tugas pengevaluasian secara terencana dan terkordinasi dengan baik di bawah tanggung jawab langsung Kepala Sekolah.
Yang dimaksud dengan Tim Evaluasi dalam hal ini adalah melaksanakan kegiatan sebagai hasil kegiatan evaluasi PBM, yang mana Kepala Sekolah sebagai penanggung jawab dan wakil-wakil Kepala Sekolah beserta beberapa orang Guru. Sedangkan maksud dari kegiatan evaluasi dalam hal ini adalah pelaksanaan dan pengelolaan Harian/Mid semester dan Ujian semester serta UN.
1. Uraian Tugas Tim Evaluasi
Dengan memedomani Kalender Pendidikan dan mekanisme pelaksanaannya, tim evaluasi bertugas sebagai berikut :
a. Membuat Rencana Kegiatan yaitu : - Penjadwalan kegiatan
- Inventarisasi kegiatan
- Inventarisasi Perlengkapan yang dibutuhkan
- Inventarisasi perangkat-perangkat yang akan dikerjakan - Teknis/langkah-langkah kegiatan
- Distribusi tugas (job description) b. Tugas-tugas Pokok :
- Melaksanakan ulangan harian/Mid semester - Melaksanakan Ujian Semester
- Membantu Kepala Sekolah dalam melaksanakan UN dan akan diatur dalam ketentuan tersendiri
- Pengadaan perangkat Ujian Semester
- Pengelolaan Hasil Ulangan Harian/Mid Semester dan Ujian Semester - Pengaturan teknis Pelaksanaan Ujian
- Pengaturan kelas yang digunakan untuk ujian - Penelitian naskah soal dan pengepakannya
- Pengaturan system kordinasi dengan guru-guru lain VIII. TIM ANGKA KREDIT
Dasar :
1. Pegawai Negeri Sipil wajib tunduk kepada Pimpinan dalam tugas pengabdian sesuai dengan tugas masing-masing
2. Guru-guru SMA Negeri 2 Sidikalang wajib membantu tugas-tugas institusional untuk mewujudkan tujuan sekolah sebagaimana yang telah ditetapkan dalam kurikulum.
3. Kepala Sekolah sebagai atasan langsung dari Guru dan Pegawai Administrasi berwenang mendayagunakan segala potensi yang ada dilingkungan sekolah, berkewajiban pula mempertanggungjawabkan segala akibat dari kegiatan di sekolah
Latar Belakang :
1. Penetapan Angka Kredit bagi Jabatan Guru adalah salah satu upaya meningkatkan mutu dan prestasi dalam bentuk Angka Kredit.
42
2. Memotivasi Guru untuk meningkatkan kemampuan professional dan prestasi kerja secara optimal dengan penghargaan dalam bentuk Angka Kredit yang dipergunakan untuk kenaikan pangkatnya
3. Memberi penghargaan yang sama kepada semua jenjang dan jenis Pendidikan dengan memberikan kemungkinan menduduki pangkat/jabatan maksimal sebagai PNS
Fungsi :
1. Membantu Kepala Sekolah dalam Pengelolaan Angka Kredit Jabatan Guru
2. Memberikan masukan-masukan kepada Kepala Sekolah tentang pelaksanaan Sistem Kredit Jabatan Guru
3. Atas nama Kepala Sekolah memberikan arahan kepada guru-guru tentang pelaksanaan system kredit
Tujuan :
1. Meningkatkan prestasi kerja Guru-guru melalui percepatan dan ketetapan waktu pengelolaan Angka Kredit Jabatan Guru
2. Meningkatkan mutu Lulusan Sekolah melalui sikap dan perilaku guru dalam melaksanakan tugasnya
TUGAS DAN TANGGUNGJAWAB TIM KREDIT 1. Penasehat :
1.1 Memberikan bimbingan dan arahan kepada Tim dalam bentuk kelompok maupun perorangan, diminta maupun tidak minta
1.2 Memberikan usul dan saran kepada Kepala Sekolah untuk meningkatkan prestasi Tim, diminta maupun tidak
1.3 Mendampingi Tim dalam rapat-rapat kerja untuk mengatasi kemungkinan timbulnya masalah yang belum diatur secara rinci dalam aturan
1.4 Memberikan bimbingan dan arahan kepada guru-guru dalam hal pelaksanaan Angka Kredit Jabatan Guru
2. Ketua Tim :
2.1 Mendayagunakan Tim Angka Kredit selaku pengemban tugas yang diberikan oleh Kepala Sekolah
2.2 Memimpin rapat-rapat/musyawarah kerja tim
2.3 Merumuskan masalah dan pemecahannya untuk dimusyawarahkan dalam tim 2.4 Mempertanggungjawabkan dan melaporkan segala kegiatan
2.5 Atas nama Kepala Sekolah, memberikan petunjuk pengelolaan Angka Kredit kepada guru-guru
2.6 Memberikan masukan berupa usul & saran kepada Kepala Sekolah yang berkaitan dengan pelaksanaan system angka kredit
3. Sekretaris :
3.1 Menerima berkas Usul PAK Guru
3.2 Mengagendakan berkas usul guru ke dalam Buku Agenda Tim 3.3 Mempersiapkan instrument pengelolaan Angka Kredit
3.4 Menyusun jadwal rapat tim
3.5 Bertindak sebagai Notulis dalam setiap rapat tim
3.6 Menyampaikan undangan rapat kerja tim kepada setiap anggota setelah ditandatangani oleh Ketua Tim dan Kepala Sekolah
3.7 Merumuskan hasil rapat/musyawarah kerja tim
3.8 Menyusun laporan hasil kerja tim untuk disampaikan kepada Kepala Sekolah melalui Kepala Tata Usaha
4. Anggota :
Pada hakekatnya yang berfungsi selaku utama kegiatan tim adalah anggota dengan tugas sebagai berikut :
4.1 Membantu ketua dan sekretaris untuk melaksanakan kegiatan tim 4.2 Berperan aktif pada setiap kegiatan tim
4.3 Berkewajiban menggali segala informasi akibat yang berhubungan dengan pelaksanaan angka kredit
4.4 Wajib memberikan usul dan saran kepada Ketua tim
4.5 Wajib turut memecahkan masalah yang timbul dalam pengelolaan angka kredit
43
4.6 Berupaya untuk menggali dan menciptakan terobosan baru untuk meningkatkan efisiensi kerja tim
4.7 Mengelola dengan sebaik-baiknya segala catatan dan informasi pengelolaan angka kredit 4.8 Menerima pendegasian tugas atas nama tim melalui delegasi wewenang tim
4.9 Tanggap dan antisipatif terhadap setiap perkembangan yang terjadi disebabkan kegiatan tim serta melaporkannya kepada ketua melalui sekretaris
5. Rapat tim
5.1 Rapat Tim Pengelolaan Angka kredit berfungsi sebagai wadah perumusan masalah dan sarana kegiatan Tim Kredit
5.2 Rapat Tim merupakan sarana pengambilan keputusan hasil kerja tim untuk selanjutnya disampaikan kepada Kepala Sekolah
5.3 Segala sesuatu yang berkaitan dengan tim kredit harus dipecahkan bersama dalam tim yang dipimpin oleh Ketua Tim atau Sekretaris
Perlu dijelaskan kepada Tim Kredit bahwa pedoman ini bukanlah merupakan scenario
pengelolaan Angka Kredit melainkan sebagai acuan untuk dapat disesuaikan dengan keadaan dan temuan di lapangan.
44