• Tidak ada hasil yang ditemukan

commit to user

E. Keselamatan Kerja

1. Potensi Bahaya a. Kebakaran

Bahaya kebakaran dapat berasal dari produk tersebut atau dapat juga berasal dari kebocoran-kebocoran pada pipa-pipa produk. Bila terdapat kegiatan pengelasan diplant produksi maka potensi kebakaran akan lebih besar. Kebakaran juga dapat berasal dari mesin, alat-alat instrumen dan peralatan produksi. Untuk mencegah kebakaran PT. Pertamina (Persero) RU IV Cilacap telah melakukan pencegahan antara lain dengan penyediaan APAR, hydrant, fire alarm system, pemasangan poster-poster keselamatan, misalnya tentang adanya larangan merokok, tentang bahaya kebakaran serta cara penanggulangan bila terjadi kebakaran dan mengadakan training teknik tentang pemadaman api.

b. Peledakan

Peledakan dapat terjadi pada dapur sebagai pembakaran, boiler sebagai unit produksi steam, bejana tekan proses produksi yang lain, tanki-tanki minyak dan gas, dan reaktor di area produksi. Untuk pencegahan terjadinya ledakan PT. Pertamina (Persero) RU IV Cilacap telah memberikan alarm dan menometer pada setiap bejana tekan agar pekerja yang bekerja di area tersebut dapat mencegah terjadinya peledakan.

commit to user

c. Tersengat listrik

Melihat potensi bahaya yang ada di PT. Pertamina (Persero) RU IV Cilacap juga rentan atau rawan dengan adanya bahaya kecelakaan-kecelakaan yang di sebabkan oleh mesin-mesin dan peralatan kerja. Di area kilang yang melakukan pekerjaan seperti perbaikan mesin, pengelasan dan penggerindaan. Penggerindaan dapat memungkinkan terjadinya kecelakaan seperti tersengat listrik atau tersentuh benda panas, terjepit, tertusuk dan tergores. Untuk pencegahan dari hal tersebut, maka PT. Pertamina (Persero) RU IV Cilacap telah memberikan penyuluhan kepada setiap pegawai sebelum melakukan pekerjaan.

Sedangkan untuk potensi bahaya pada saat pengambilan sample dan pengisian dapat terjadi kecelakaan seperti tersiram produk, terpleset dan terjatuh dari ketinggian tertentu. Untuk pengoperasian mesin dilakukan melalui control room sehingga kecelakaan kerja dapat diminimalisasikan. 2. SIKA (Surat Ijin Kerja Aman)

Surat Ijin Kerja Aman (SIKA) adalah surat yang diterbitkan pada waktu melakukan kegiatan non rutin di area operasi, seperti kegiatan pemeliharaan peralatan dan konstruksi dengan tujuan mengidentifikasi, mengeliminir dan mengendalikan potensi bahaya. Dengan ijin kerja ini akan dapat diidentifikasi bahaya yang berpotensi yang ada dalam pelaksanaan pekerjaan. Ijin kerja ini yang telah dibuat harus dikomunikasikan antara management site, supervisor dan operator dan juga orang luar yang akan

melakukan pekerjaan itu (safetyman dari pihak kontraktor). Alasan penggunaan dari Surat Ijin Kerja Aman adalah :

a. Sebagai alat administrasi b. Sebagai alat legalitas

c. Sebagai alat untuk standarisasi (ISO, MKP, Asuransi dan lain-lain) Ijin kerja digunakan untuk pekerjaan yang bersifat :

a. Non rutin

b. Tipe pekerjaan diluar dari yang bersifat umum (dikerjakan pada lokasi yang spesifik)

c. Pekerjaan yang dipertimbangkan memerlukan sebuah ijin kerja.

d. Dimana aktivitas pekerjaan yang dilakukan mempunyai risiko yang tinggi.

Adapun macam-macam SIKA, yaitu :

a. Ijin Kerja Panas (IKP) adalah ijin kerja yang digunakan apabila akan melaksanakan kegiatan yang menggunakan atau yang dapat menimbulkan sumber penyalaan yang dapat mengakibatkan timbulnya penyalaan/kebakaran. Diantara pekerjaan panas sebagai berikut :

1) Pekerjaan memakai las listrik/las potong.

2) Pekerjaan dengan mesin gerinda atau alat potong. 3) Pekerjaan hot tapping equipment

4) Sand blasting

commit to user

b. Ijin Kerja Dingin (IKD) adalah ijin kerja yang digunakan apabila melaksanakan suatu kegiatan yang tidak meggunakan atau yang tidak dapat menimbulkan sumber penyalaan kebakaran. Diantara pekerjaan dingin sebagai berikut :

1) Mencabut sorokan pada pipa, melepas flange atau baut dan sebagainya.

2) Membuka peralatan proses, baik yang digerakkan oleh penggeraknya

atau tidak, termasuk juga as, coupling, dan pemasangan gland

packing dan sebagainya.

3) Membuka semua jenis vessel, tower, drum, heat exchanger,

condenser, cooler, filter, dapur, dan tanki.

c. Ijin Masuk Ruangan Terbatas (IMRT) adalah ijin masuk yang dapat digunakan apabila seseorang pekerjaan atau lebih akan melakukan suatu kegiatan didalam ruangan baik itu vessel, tanki, column, oil pump, ataupun lubang galian yang mencapai kedalaman lebih dari 1,3 meter ataupun tempat-tempat lain yang memungkinkan terdapat gas, debu,

fume, yang berbahaya dan dapat merusak pernapasan/kesehatan.

d. Izin Penggalian dan Pergerakan Alat Berat

Setiap akan diadakan kegiatan penggalian, tanpa dilihat dari kedalamannya harus melengkapi surat ijin kerja penggalian sebelum pekerjaan dimulai.

e. Izin Pekerjaan Radiasi

Setiap pekerjaan yang menggunakan/berhubungan dengan sinar X (radiasi) atau sumber zat radioaktif sebagai salah satu contoh kegiatan :

Non destructive test, kalibrasi instrument radioaktif harus dilengkapi

surat ijin pekerjaan.

f. Izin Menonaktifkan Sistem Pengaman Vital

Ijin menonaktifkan sistem pengaman vital digunakan apabila akan menggunakan suatu kegiatan pemeliharaan, dimana peralatan proses harus di by-pass (override), dimanualkan, diisolasi dan sebagainya untuk mempertahankan jalannya operasi.

g. Izin Pemasangan atau Pencabutan Sorokan Buta

Ijin pemasangan/pencabutan sorokan buta adalah ijin yang diberikan untuk mengontrol pemasangan/pencabutan sorokan buta, sehingga menjamin keselamatan pekerja dan proses operasi.

h. Izin pemasangan Gembok dan Label Listrik

Pemasangan gembok dan label listrik telah aman untuk menjamin bahwa peralatan yang digerakkan dengan listrik telah aman untuk dilaksanakan pekerjaan perawatan, pemeriksaan, atau perbaikan dengan memberikan suatu tanda secara pasti bahwa peralatan tersebut telah siap untuk dilaksanakan perbaikan.

commit to user

i. Ijin Penggunaan Telepon Seluler

Ijin penggunaan telepon seluler adalah ijin yang diberikan untuk mengontrol para pengguna telepon seluler sehingga tidak menimbulkan dampak negatif terhadap operasi kilang.

j. Ijin Masuk Kilang (IMK)

Pemeriksaan kendaraan dilakukakan pada kendaraan yang akan masuk ke area kilang RU IV Cilacap. Pemeriksaan ini dilakukan secara :

1) Harian, yaitu kendaraan yang masuk ke RU IV Cilacap hanya satu kali, contohnya truk pengantar barang.

2) Bulanan, yaitu kendaraan yang digunakan dalam jangka waktu sementara/bulan. Jika kendaraan tersebut sudah layak pakai mendapatkan SPB (Surat Perijinan Borongan) secara kontrak.

3) Enam bulanan, yaitu perijinan kendaraan yang masuk ke area RU IV Cilacap yang bekerjasama oleh pertamina (mitra kerja).

Berikut ini pemeriksaan kendaraan yang akan masuk ke area kilang RU IV Cilacap meliputi :

1) Klakson. 2) Rem.

3) Hand rem/rem parkir. 4) Knalpot Arrester. 5) Tanki BBM. 6) Seat belt. 7) Kaca-kaca film.

8) Kaca spion. 9) Kondisi ban. 10) Kondisi cadangan. 11) Dongkrak

12) Small tools kit/kunci. 13) Kotak P3K.

14) Alat pemadam api. 15) Bendera merah. 16) Segitiga pengaman.

Kegiatan pemeriksaan mesin dan alat-alat RU IV PT. Pertamina maupun mitra kerja yang akan digunakan untuk operasi kilang. Hal ini dilakukan untuk mengetahui apakah alat-alat yang diperiksa layak digunakan atau tidak, contohnya mesin las, bubut, Water pump, Water

chemichal, Welding generator, forklift, gerinda. Apabila alat yang

diperiksa layak pakai, maka akan di tempelkan stiker layak pakai.

Dalam pelaksanaannya work permit yang diterapkan di area kilang Pertamina merupakan suatu surat izin yang dipergunakan oleh setiap tenaga kerja atau kontraktor yang akan melakukan aktivitas pekerjaan di area lokasi kilang Pertamina.

Pada form ijin kerja supervisor HSE, manager area, supervisor dan pihak kontraktor harus memverifikasikan beberapa pernyataan yang terkait dengan pekerjaan antara lain : jenis pekerjaan, jumlah personil. Peralatan, APD, potensi bahaya dari pekerjaan tersebut dan tindakan

commit to user

pengamanannya. Hal ini dimaksudkan agar siapapun yang terlibat dengan pekerjaannya dapat diketahui jenis pekerjaan dan jenis pengendalian yang perlu diperhatikan. Semua isi form yang telah diisikan harus dikomunikasikan kepada semua pihak manajemen ataupun personel dari kontraktor atau vendor. Surat ijin dapat diperoleh di bagian safety.

3. Inspeksi Keselamatan Kerja

Inspeksi atau pemeriksaan yang dilakukan ditempat kerja bertujuan untuk mengidentifikasi sumber-sumber bahaya potensial yang ada di tempat kerja serta mencegah dan mengendalikan bahaya dan penyakit akibat kerja PT. Pertamina (Persero) RU IV Cilacap telah melaksanakan inspeksi-inspeksi Keselamatan dan Kesehatan Kerja antara lain :

a. Inspeksi harian dilakukan setiap hari disemua area kilang khususnya untuk pekerjaan yang menggunakan safety permit. Pengawasan dilakukan dalam bentuk pengawasan tenaga kerja agar terhindar dari kecelakaan, penyakit akibat kerja serta peralatan dan lingkungan kerjanya. Untuk memudahkan dalam melakukan inspeksi, Safety Section membagi menjadi 4 officer, yaitu :

1) Safety Officer Process Area BBM bertugas menginspeksi area FOC I, FOC II, Utilities (Area 05, 50, 500 dan Boiler Baru).

2) Safety Officer Process Area NBM bertugas menginspeksi area LOC I, LOC II, LOC III, Paraxylene dan SRU.

3) Safety Officer Area Offsite Process bertugas menginspeksi area Oil

Movement NBM/BBM, Offsite dan 2 (dua) unit tanki di depan

kawasan industri Cilacap.

4) Safety Officer Area Offsite Non Process bertugas menginspeksi Kilang, Area 70, CIB I, CIB II, CIB III, SPM dan Komperta Gunung Simping, Tegalkamulyan serta RSPC.

b. Inspeksi berkala/bulanan

Inspeksi ini dilakukan 1 bulan sekali pada seluruh area kilang meliputi, implementasi cara kerja aman, cara penggunaan APD, substandart, fire protection, dan peralatan safety yang diterapkan oleh pekerja yang berstatus mitra kerja.

c. Inspeksi untuk pelanggaran Alat Pelindung Diri (APD) dilakukan dalam bentuk pencegahan terhadap semua tenaga kerja disemua plant. Apabila tenaga kerja tidak memakai APD makan akan diberi peringatan secara lisan terlebih dahulu, tetapi jika lebih dari 2 kali peringatan lisan baru diberi peringatan secara tertulis, ini bertujuan untuk meningkatkan kedisiplinan tentang pemakaian alat pelindung diri.

d. Inspeksi alat-alat pemadam api atau alat pemadam kebakaran yang dilakukan oleh safety setiap saat, agar apabila digunakan setiap saat siap untuk beroperasi dan untuk mengecek apakah alat-alat tersebut masih berfungsi dengan baik. Alat pemadam api ini antara lain fire hydrant, APAR dan fire alarm.

commit to user

e. Walkthrough survey dilakukan setiap 1 minggu sekali pada lokasi yang berbeda disesuaikan jadwal yang sudah ditentukan, inspeksi ini dilakukan dengan menggunakan cek survey, sedangkan untuk item-item yang tidak tercakup dalam check list dicatat dalam formulir. Survei ini dilakukan oleh safety officer.

4. Alat Pelindung Diri (APD)

Untuk mengupayakan keselamatan dan kesehatan bagi pekerja serta kepada para tamu, pelanggan ataupun pemasok yang berada di lokasi perusahaan, PT. Pertamina (Persero) RU IV Cilacap menyediakan alat pelindung diri secara cuma-cuma. Dari hasil pendataan terdapat beberapa jenis alat pelindung diri, yaitu :

a. Pelindung kepala (safety helmet)

Diberikan kepada setiap pegawai atau tamu yang masuk kedalam area kilang.

b. Pelindung mata (safety glass atau safety goggles)

Diberikan kepada setiap pegawai atau tamu yang masuk kedalam area kilang.

c. Pelindung wajah berupa (face shield)

Diberikan kepada pegawai yang bekerja diarea lay down. d. Pelindung kaki (safety shoes)

Diberikan kepada setiap pegawai atau tamu yang memasuki area kilang. e. Pakaian pelindung berupa uniform (seragam kerja) atau overall

Diberikan kepada setiap pegawai yang memasuki area kilang. f. Pelindung pendengaran berupa ear plug dan ear muff

Diberikan kepada setiap pegawai yang bekerja diarea bising. g. Pelindung pada pekerjaan di ketinggian berupa full body harness

Diberikan kepada setiap pegawai yang bekerja di ketinggian.

h. Alat pelindung pernafasan, yaitu respirator yang bersifat membersihkan udara diberikan kepada setiap pegawai yang bekerja di area kilang yang terdeteksi adanya gas yang berbahaya.

i. Alat pembantu pernapasan, yaitu SCBA, ELSA, dan air line compressor. Diberikan kepada setiap pegawai yang melakukan pekerjaan di ruang terbatas.

j. Pelindung tangan berupa hand gloves (sarung tangan), sarung tangan karet, sarung tangan kain, dan sarung tangan kulit. Diberikan kepada setiap pegawai yang bekerja di area kilang. Setiap tenaga kerja wajib memakai Alat Pelindung Diri (APD) yang telah disediakan sesuai pekerjaannya dan apabila Alat Pelindung Diri (APD) sudah rusak atau hilang maka segera lapor dan akan ganti yang baru di Occupational Health

Section.

5. Penanggulangan Kebakaran

Untuk menangulangi terjadinya kebakaran PT. Pertamina (Persero) RU IV Cilacap menyediakan beberapa jenis peralatan penanggulangan dan pencegahanya, bahaya kebakaranya antara lain :

commit to user

Dari hasil pengambilan data sekunder di PT. Pertamina (Persero) RU IV Cilacap di dapatkan hasil sebagai berikut :

1) Jenis APAR

Terdapat beberapa jenis APAR di PT. Pertamina (Persero) RU IV Cilacap yaitu : CO2, Foam dan Dry Chemicals Powder (DC), AF11E. 2) Jumlah APAR

Jumlah total APAR yang ada di semua lokasi PT Pertamina (Persero) RU IV Cilacap kurang lebih ada 1200 buah dengan jarak masing-

masing antara APAR satu dengan yang lain 15 meter. 3) Kondisi APAR

a) Secara umum tabung-tabung dalam kondisi standart, sebagian ada yang baru diganti. Sebagian kecil juga yang sudah expired (kadaluarsa) dan belum di reffill (isi ulang).

b) Nozzle baik (tidak tersumbat). c) Seal atau pin masih baik (terpasang). d) Warna tabung mudah dilihat yaitu merah.

e) Dilengkapi dengan nomor registrasi serta tanda penempatan APAR. 4) Pemasangan dan Penempatan APAR

a) Secara umum APAR dipasang pada posisi yang mudah terlihat, tetapi ada beberapa APAR terhalang oleh komponen unit terutama di workshop.

b) APAR dipasang menggantung pada dinding atau tiang. c) Dilengkapi dengan tanda ”FIRE POINT”

d) Ada beberapa APAR tapi tidak ada tanda ”FIRE POINT”

e) Ketinggian pemasangan APAR adalah 1,2 meter dari permukaan lantai.

f) Suhu ruang penempatan APAR antara 4-49 C. g) Mudah dijangkau.

b. Hydrant

1) Jumlah Hydrant

Untuk hydrant jumlah keseluruhan kurang lebih ada 1560 buah yang meliputi di in door maupun out door.

2) Kondisi Hydrant

a) Selang dalam keadaan baik. b) Nozzle dalam keadaan baik. c) Warna tulisan hydrant putih.

d) Warna kotak mudah dilihat yaitu merah. e) Dilengkapi dengan nomor registrasi.

f) Secara umum dipasang posisi yang mudah dilihat. c. Sprinkler

Di PT Pertamina (Persero) RU IV Cilacap sprinkler terpasang di semua unit area kilang. Ada dua jenis tipe sprinkler, yaitu:

1) Wet, dengan jumlah nozzle total 1255 buah. 2) Dry, dengan jumlah nozzle total 128 buah.

commit to user

d. Alat Deteksi Dini 1) Smoke detector

Dipasang disemua ruangan pada tiap lantai perkantoran dan area kilang.

2) Heat detector

Dipasang di setiap ruangan dari lantai perkantoran dan area kilang.

3) Alarm break glass

Dipasang pada dinding tiap ruangan. 4) Alarm

Dipasang pada dinding tiap lantai dan pada book hydrant in door 5) Control panel (Fire Alarm Cntrol Panel)

Control panel terletak di dua ruangan, yaitu ruang facility &

security. Dipasang pada dinding ruang kontrol di ground dan pada dinding ruang kontrol di pos security.

e. Emergency Response Plan

Perencanaan yang dilakukan PT. Pertamina (Persero) Refinery Unit IV Cilacap adalah melakukan penanggulangan keadaan darurat dan persiapan untuk menghadapi kejadian-kejadian yang tidak terduga. Rencana tindakan darurat harus memasukkan sampai tingkat minimal unsur-unsur berikut ini :

1) Prosedur untuk pelaporan kebakaran atau keadaan darurat lainnya. 2) Prosedur untuk evakuasi keadaan darurat, termasuk jenis evakuasi

3) Prosedur harus ditaati oleh setiap pekerja yang tetap menjalankan pekerjaan-pekerjaan pabrik yang kritis sebelum mereka dievakuasi. 4) Prosedur-prosedur yang harus dipertanggung jawabkan semua

pekerja setelah evakuasi.

5) Prosedur yang harus ditaati oleh setiap pekerja yang melakukan penyelamatan atau tugas-tugas medis, dan

6) Nama atau title pekerjaan dari setiap pekerja yang dapat dihubungkan oleh setiap pekerja yang membutuhkan informasi lebih tentang rencana atau penjelasan tentang tugas-tugas mereka menurut rencana.

6. Investigasi Kecelakaan kerja dan pelaporannya

Sebagai upaya peningkatan keterlibatan seluruh pekerja PT. Pertamina RU IV Cilacap dalam pelaporan kecelakaan, perlu didukung dengan suatu pedoman pelaporan kecelakaan. Semua kecelakaan dan insiden yang menimpa pekerja maupun mitra kerja di tempat kerja harus dilaporkan kepada section head HSE, yang akan mengambil tindakan sebagaimana mestinya. Tujuannya adalah :

a. Sebagai upaya perusahaan melakukan pencegahan kecelakaan yang serupa terjadi kembali ditempat yang sama atau tempat lain.

b. Sebagai alat monitor dan meningkatkan kinerja K3.

c. Sebagai alat untuk memberikan informasi berkaitan dengan claim terhadap perusahaan.

commit to user

a. Near miss accident.

b. Property Damage Accident. c. Minor Accident. d. Serious Accident. Pelaporan : a. Sifat luka. b. Lokasi kejadian. c. Status Pekerja.

d. Kecelakaan yang menyebabkan luka, potensi luka atau kerusakan serius. 7. LOTO (Lock Out Tag Out)

Lock Out (Gembok) adalah Alat yang digunakan untuk mengunci suatu

alat pada saat diperbaiki, sehingga orang lain tidak bisa mengoperasikan.

Tag Out (Label Listrik) adalah tanda bahaya untuk memberi peringatan

melarang pengoperasian suatu alat, tanda tersebut hanya boleh dipasang & dilepas oleh orang yang memiliki otorisasi sesuai Peta Otorisasi GSI (Gas

safety Inspector).

LOTO Merupakan prosedur keselamatan yang digunakan dalam pengaturan dan penelitian industri untuk memastikan bahwa mesin berbahaya adalah benar mati dan tidak mulai lagi sebelum penyelesaian pemeliharaan atau pekerjaan servis. Hal ini membutuhkan sumber daya yang berbahaya menjadi “terisolasi dan diberikan yang tidak berlaku” sebelum prosedur perbaikan dimulai, “kunci dan tag” bekerja sama dengan kunci biasanya penguncian perangkat atau sumber listrik dengan pengait

dan menempatkannya dalam posisi yang tidak ada sumber listrik yang berbahaya dapat diaktifkan. Prosedur ini mengharuskan tag ditempelkan ke perangkat terkunci menunjukkan bahwa ini tidak boleh diaktifkan.

Prosedur Lock Out Tag Out (LOTO) di PT. Pertamina RU IV Cilacap yaitu :

a. Setiap ada pekerjaan yang harus mengisolasi Power Listrik maka harus dilakukan Lock Out Tag Out (LOTO).

b. Gembok ada 3 warna (merah untuk alokasi ahli teknik listrik, putih untuk alokasi GSI dan biru untuk alokasi ahli teknik pelaksana).

c. Setelah SS di Lock Out Tag Out (LOTO) maka area harus dipasang

tagging.

8. Keselamatan Kerja Listrik

Semua peralatan listrik yang ada di PT. Pertamina RU IV Cilacap sebelum dioperasikan harus dipastikan dalam kondisi aman. Upaya untuk membuat kondisi aman tersebut harus dilakukan oleh petugas yang diberi wewenang dan harus sanggup melakukan tindakan segera apabila terjadi hal-hal yang tidak diingankan seperti kebakaran, kecelakaan karena listrik, dan keadaan darurat lainnya. Harus diadakan pengawasan untuk menjamin bahwa semua sambungan aliran listrik dengan peralatan listrik sudah terisolasi dengan baik dan dikerjakan dengan cara sedemikian rupa untuk menghindari kemungkinan adanya kesalahan yang tidak di sengaja atau kecerobohan yang bisa menyebabkan terkena sengatan listrik. Standart sambungan kabel listrik :

commit to user

a. Sambungan harus twist lock.

b. Tidak diizinkan memakai receivetacle yang tidak exlplotion proof. c. Kabel harus rapi dan tidak boleh ada yang menghalangi jalan. d. Kabel tidak ada yang robek.

e. Peralatan listrik harus bebas dari air.

Instalasi penangkal petir pada PT. Pertamina RU IV Cilacap dipasang pada gedung-gedung dan tangki-tangki. Instalasi petir sudah memiliki sertifikat oleh Disnaker.

9. Keselamatan Pesawat Uap dan Bejana Tekan

Pesawat uap adalah suatu ketel uap dan setiap pesawat lainnya yang ditetapkan oleh Peraturan Pemerintah secara langsung atau tidak langsung dihubungkan dengan suatu ketel uap yang diperuntukkan guna bekerja dibawah tekanan yang lebih tinggi dari tekanan udara biasa. Bejana tekanan adalah bejana selain pesawat uap yang didalamnya terdapat tekanan yang melebihi dari tekanan udara luar, dan dipakai untuk menampung gas, atau campuran gas termasuk udara baik dikempa menjadi cair dalam keadaan larut atau beku.

Sumber bahaya pesawat uap, bejana tekanan maupun instalasinya dapat menimbulkan bahaya berupa :

a. Peledakan. b. Kebakaran

c. Semburan api, uap, air panas, gas beracun. d. Debu berbahaya

e. Sentuhan listrik

Sumber bahaya yang terdapat pada pesawat uap/bejana tekanan/instalasi penyalur meliputi :

a. Konstruksi pesawat yang tidak memenuhi syarat.

b. Alat pengaman yang tidak memenuhi syarat dan atau tidak berfungsi dengan baik.

c. Proses kerja pesawat yang tidak normal akibat sifat media yang ada dalam pesawat.

d. Pelayanan yang buruk akibat tenaga kerja yang melayani tidak memiliki pengetahuan/keterampilan yang diperlukan.

e. Cacat konstruksi pada saat pemakaian.

f. Bila terjadi kelainan operasi atau ditemukan cacat pada pesawat/bejana, pesawat/bejana yang bersangkutan harus segera distop dari operasinya dan segera dilaporkan ke instansi teknis yang berwenang (Depnaker).

Upaya pengamanan dan perlindungan untuk pemakaian pesawat/bejana di PT Pertamina RU IV Cilacap sebelumnya harus ada kepastian bahwa kondisi pesawat/bejana/penyalurnya memenuhi syarat dan bekerja secara normal. Setiap pesawat/bejana harus dilengkapi dengan alat pengaman sesuai peraturan.

10. Keselamatan Kerja di Ketinggian.

Bekerja pada ketinggian 2 meter (6 kaki) atau lebih harus memenuhi persyaratan umum sebagai berikut :

commit to user

a. Pergunakan/tersedia fixed platform yang dilengkapi dengan guard atau

handrail dan telah disetujui oleh pekerja yang mempunyai kompetensi

untuk hal itu.

b. Pergunakan peralatan penahan jatuh yang memiliki :

1) Anchor yang baik dan benar dengan overhead yang telah terpasang. 2) Full body harness menggunakan kunci ganda dengan pengancing

yang dapat mengunci sendiri untuk tiap sambungan yang ada. 3) Lanyard terbuat dari serat sintetis.

4) Tahan guncangan/shock absorber.

5) Dilakukan inspeksi secara visual pada peralatan penahan jatuh dan bagian-bagian peralatan yang telah rusak atau tidak dapat digunakan lagi harus dikeluarkan dari daftar peralatan.

11. Keselamatan Kerja Mekanik

Seluruh peralatan operasi yang digunakan di PT Pertamina RU IV Cilacap selama pelaksanaan pekerjaan harus mengikuti prosedur pengoperasian yang aman dan sebelum digunakan telah melewati pemeriksaan untuk mendapat izin penggunaan. Peralatan yang memiliki potensi bahaya yang terpapar harus memiliki safety device yang sesuai dan berfungsi dengan baik untuk meminimalisir risiko bahaya serta selalu memastikan peralatan aman sebelum digunakan.

Dokumen terkait