• Tidak ada hasil yang ditemukan

KESELAMATAN KERJA DI LABORATORIUM

Dalam dokumen INFEKSI MENULAR LEWAT TRANSFUSI DARAH (Halaman 130-159)

a. Resiko umumnya terjadi karena beberapa hal, antara lain :

- Petugas laboratorium bekerja dengan sesuatu

yang belum diketahui.

- Petugas laboratorium merupakan orang yang

paling awal terkena bahaya.

- Keinginan pasien untuk memperoleh hasil yang

cepat, beban kerja yang berlebihan serta rutinitas pekerjaan mendorong ke arah situasi yang membahayakan karena pada umumnya

130 |Christina Roosarjani, Sutami Wahyuningsih, Atik Sumiati

tidak mengindahkan pedoman kerja yang benar.

Secara umum yang harus diperhatikan :

- Sebelum memulai bekerja, seluruh petugas

laboratorium harus mengenakan jas

laboratorium dan mencuci tangan serta

menggunakan sarung tangan.

- Para petugas laboratorium diharuskan

mengenakan sepatu tertutup.

- Bila akan melakukan kegiatan lain seperti

mengangkat telefon, menggunakan komputer, membuka/memegang gagang pintu, maka sarung tangan harus dibuka atau mencuci tangan menggunakan handsoap dengan air mengalir.

- Apabila akan meninggalkan laboratorium

karena pekerjaan sudah selesai atau akan beristirahat, maka jas laboratorium harus dilepas begitu pula halnya dengan sarung tangan dan masker kemudian dibuang kedalam tempat sampah yang berlabel "Limbah Medis ".

Infeksi Menular Lewat Transfusi Darah I|131

b. Infeksi laboratorik didapat dari :

- Terminum/termakan (akibat memipet dengan

mulut, makan, minum, merokok dan

menggunakan kosmetik tanpa mencuci tangan terlebih dahulu selesai bekerja).

- Percikan sample atau reagen ke muka dan

mata.

- Infeksi yang disengaja.

c. Sumber aerosol yang menginfeksiadalah :

- Proses membukasumbat

- Penggunaan alat pengocok berkecepatan tinggi

(vortex)

- Proses menghilangkangelembungudara

- Proses centrifugasi

- Proses pencampuran

d. Prosedur K3 di Laboratorium

Persyaratan umum keselamatan pribadi &

laboratorium :

 Pakaian

Jas laboratorium wajib digunakan, jas

132 |Christina Roosarjani, Sutami Wahyuningsih, Atik Sumiati

panjang, sepanjang lutut, tertutup kancing di muka dan bersih.

 SarungTangan

Sebelum memegang dan mengerjakan

specimen, harus menggunakan sarung tangan yang masih bersih.

 Masker

Pergunakan masker yang bersih untuk

mengerjakan pemeriksaan yang dapat

menyebabkan infeksi melalui udara

 Sepatu

Gunakan sepatu yang nyaman, menutupi seluruh kaki dan tidak licin.

 Cuci Tangan

Pencucian tangan perlu dilakukan sesering mungkin, yaitu :

- Setelah melepas sarung tangan. - Sebelum meninggalkan laboratorium.

- Sebelum dan sesudah kontak dengan pasien. - Sebelum makan dan minum.

- Segera setelah kontak dengan darah/cairan tubuh atau bahan terkontaminasi.

Infeksi Menular Lewat Transfusi Darah I|133

 Pengaturan Rumah Tangga

Hal – halumum yang menyangkut pengaturan

rumah tangga yang baik perlu dipelihara, seperti pemeliharaan kebersihan (Ruangan, peralatan, furniture), pengelolaan sampah dan penempatan barang.

 Bahan Pecah Belah

Bila terjadi pecahan, hindari pecahan terkena tubuh, buang pecahan dalam wadah tahan tusukan dan bersihkan permukaan bekas pecahan.

 Label

Gunakan dimana perlu mengingatkan karyawan akan bahaya yang ada.

 Centrifuge

Usahakan penggunaan centrifuge agar

134 |Christina Roosarjani, Sutami Wahyuningsih, Atik Sumiati

e. Prosedur Keselamatan Kerja

Prosedur keselamatan kerja bagi petugas

laboratorium, pasien dan lingkungan:

1) Setiap pengambilan darah HARUS ada suratrujukan atau pengantar dari dokter yang bersangkutan.

2) Dalam melaksanakan tugas, beberapa hal yang harus diperhatikan:

- Selalu berpedoman pada PKS yang telah ditetapkan.

- Menggunakan jas laboratorium

3) Alat disposable atau limbah cairan yang telah digunakan, dibuang atau dilarutkan pada tempat yang telah ditentukan (Jerigen) untuk dibuang dan diolah sesuai dengan sifatnya, yaitu :

- Limbah padat : Dibakar di incenerator - Limbah cair : Dibuang diseptitan kkhusus. 4) Pengamanan dan Penanggulangan Dampak

dari Penggunaan Alat Medik, Limbah Klinis, Limbah Kimia di Laboratorium

Infeksi Menular Lewat Transfusi Darah I|135

- Lab jas

- Sarung tangan disposible

- Masker

- Tempat pembuangan limbah berlabel

“Limbah Medis, Limbah Non Medis, Limbah benda – benda tajam” dan tempat pembuangan limbah cair.

- Alat Pemadam Api Ringan (APAR)

- Sabun

- Desinfektan

5) Ada Beberapa Hal yang harus Diketahui, yaitu :

- Jenis alat yang digunakan.

- Resiko yang ditimbulkan dari penggunaan

alat dan bahan – bahan specimen dan

reagensia yang digunakan.

- Apakah ada limbahnya dan bagaimana

cara penanggulangannya.

6) Langkah – Langkah Pengamanan (Safety

Prosedur)

- Memeriksa / mengawasi pengaman

136 |Christina Roosarjani, Sutami Wahyuningsih, Atik Sumiati

- Limbah laboratorium sebelum dibuang ke

tempat pembuangan akhir (sewage) dilakukan treatmen terlebih dahulu.

- Para petugaslaboratoriumwajib :

 Melakukan pekerjaan sesuai

dengan Standart Operasional

Prosedur yang telah ditetapkan.

 Menggunakan perlengkapan

pelindung kerja, seperti jas

laboratorium, sarung tangan, dan masker.

 Meningkatkan pengetahuan yang dimiliki para petugas laboratorium tentang dampak dari laboratorium dan prosedur kerja yang tepat dengan cara ikut seminar, diskusi kelompok, atau membaca buku– buku tentang laboratorium dan sebagainya.

 Melakukan pengamanan

laboratorium terhadap donor yaitu dengan melaksanakan tata cara

Infeksi Menular Lewat Transfusi Darah I|137

pemeriksaan terhadap donor

sesuai dengan Standart

Operasional Prosedur (SOP).

f. Prosedur Pencegahan, Tindak Lanjut &

Pengamanan di Laboratorium 1) Pencegahan Tusukan Jarum

- Jika ingin melakukan suatu pekerjaan,

gunakanlah sarung tangan latex.

- Buang jarum ke dalam “wadah tahan

tusukan” (Jerigen plastik) yang

berlabelkan “Limbah Benda – Benda Tajam”.

- Jangan menutup kembali jarum dengan

tangan.

- Jangan membengkokan atau

mematahkan (Selain resiko tertusuk, dapat timbul aerosol).

- Sedapatnya hindari manipulasi jarum.

- Jangan membuang jarum di tempat

138 |Christina Roosarjani, Sutami Wahyuningsih, Atik Sumiati

2) Pengamanan Terhadap Bahaya Listrik

- Semua instrumen di laboratorium harus

dibumikan (Grounding).

- Jangan memperbaiki instrumen pada saat

masih dihubungkan dengan aliran listrik, kecuali untuk kalibrasi yang memerlukan “adjustment”.

- Perbaiki sistem listrik oleh personal yang bertanggung jawab.

3) Prosedur Bahaya Zat Kimia

 Pengenalan

- Korosif yaitu kerusakan yang tampak

jelas atau perubah jaringan yang irreversible.

- Racun (Toksik) yaitu memberikan efek

– efek biologik yang serius melalui inhalasi, saluran cerna atau melalui kulit dan mukosa.

- Zat yang dapat menimbulkan api

Infeksi Menular Lewat Transfusi Darah I|139

a. Cairan yang mudah menyala (Flammable) : titik nyala <1000F. b. Cairan yang mudah terbakar

(Combustible) : titik nyala> 1000F dan < 1400C.

- Zat kimia yang mudah meledak

(Eksplosif).

 Penanganan

- Hindari kontak dengan kulit, pakaian,

saluran nafas dan saluran ce

g. Prosedur Penanganan Specimen 1) Sample dengan mengunakan EDTA

- Setelah dilakukan pemeriksaan, darah

dengan penampung EDTA dikumpulkan kedalam wadah yang telah diberitanggal.

- Simpan dalam kulkas selama satu

minggu. Setelah satu minggu ditampung kedalam kantong plastik kuning untuk dibakar di Incenerator oleh petugas Rumah Tangga UTD PMI Cabang Kota Sura.karta.

140 |Christina Roosarjani, Sutami Wahyuningsih, Atik Sumiati

2) Serum

- Serum didapat setelah melakukan

pemisahan dari darah beku.

- Setelah melakukan pemeriksaan, serum

tersebut ditampung dalam tabung dan disimpan di dalam lemari pendingin selama satu minggu.

- Setelah satu minggu, serum tersebut

ditampung ke dalam kantong plastik kuning untuk dibakar di incenerator oleh petugas Tumah Tangga UTD PMI Cabang Kota Surakarta

h. Faktor-faktor yang menjadi dasar untuk

melakukan pengamanan atau penanggulangan, Dengan resiko yang ditimbulkan ada dua faktor yang menjadi dasar, yaitu :

1) Jenis – jenis alat laboratorium

Laboratorium UTD PMI Cabang Kota Surakarta

mempunyai peralatan serta bahan – bahan

Infeksi Menular Lewat Transfusi Darah I|141 Alat dan Bahan Resiko Pengamanan /

Penanggulangan Mikroskop Infeksi

terhadap mata

Bagian yang terkena atau dekat mata harus steril (Di-desinfektan)

Lemari Es Infeksi darah Disteril

Centrifuge Suara bising Menutup telingga Davinci Quttro

Washer

Infeksi limbah cair

Sebelum pembuangan akhir, didesinfektan terlebih dahulu Inkubator Idem Idem

Bahan mudah terbakar : - Alkohol Kebakaran Lemarikhusus Merusak pernafasan Menggunakan masker

142 |Christina Roosarjani, Sutami Wahyuningsih, Atik Sumiati 2) Limbah Klinis Limbah Klinis/kimia Resiko Pengamanan / penanggulangan Cairan darah : - Sisa hasil pemeriksaan - Sisa darah yang

tidak terpakai

Infeksi

Buang ke bagian pengolahan limbah (Sampah plastik kuning), untuk dibakar

Reagensia Infeksi Buang kedalam saluran air

Jarum suntik Tertusuk sampai dengan infeksi

Buang kedalam tempat sampah yang berlabel “Limbah benda tajam” dan dibakar melalui incenator

Sarung tangan disposible

Infeksi - Menggunakan hanya untuk kerja, tidak pada saat memegamg telefon, alat tulis, komputer atau memegang handle pintu. - Buang di tempat khusus

yang berlabelkan “Limbah Medis”

Kapas alcohol & tissue

Infeksi Buang kedalam tempat sampah yang berlabelkan “Limbah Non Medis”

Infeksi Menular Lewat Transfusi Darah I|143

i. Pencucian Alat Laboratorium

1) Cairan Pencuci: Larutan Netral 2% Cara membuat :

- Ekstran netral 20 ml.

- Air sampai 1 liter.

2) Cara Pencucian Alat Laboratorium

- Rendam alat yang dicuci dalam air ledeng

sampai bersih, kemudian dalam larutan ekstran netral 2% selama 2 – 24 jam. Bila alat terlalu kotor, rendam lebih lama. - Setelah itu dibilas lagi dalam air ledeng

sampai sisa – sisa larutan ekstran tidak

tertinggal pada alat yang dicuci.

Perhatikan : bila sisa – sisa larutan masih tertinggal dalam alat yang dicuci akan mempengaruhi hasil pemeriksaan.

- Alat – alat baca dimasukan dalam

incubator dengan suhu 50 – 60 oC dan

alat plastik dikeringkan dengan suhu yang sama.

144 |Christina Roosarjani, Sutami Wahyuningsih, Atik Sumiati

- Letakakn alat tersebut pada tempatnya

bila telah kering, untuk pipet diletakan terbalik.

- Membersihkan meja laboratorium

Bahan pembersih : larutan Natrium hipoklorit 0,5 %.

3) Cara Membersihkan Meja

- Bersihkan meja dari kotoran yang ada di

permukaan meja.

- Kemudian dibersihkan dengan larutan

hipoklorit 0,5 % sampai kering.

- Tindakan ini dilakukan pagi hari sebelum

dinas pagi mulai bekerja dan siangnya sebelum dinas sore mulai bekerja.

4) Alat - Alat yang Dicuci :

Infeksi Menular Lewat Transfusi Darah I|145

j. Prosedur Pembuangan Limbah Laboratorium UTD PMI Cabang Kota Surakarta

1) Ada 2 jenis limbah yang berasal dari laboratorium, yaitu :

 Limbah padat, terdiri dari :

- Kelompok A : Benda – benda yang

terkontaminasi.

- Kelompok B : Spuit bekas, jarum

suntik, pecahan kaca.

 Limbah cair, yaitu :.

- Sisa darah, reagen, dll.

2) Tata cara pembuangan

 Limbah padat

- Kelompo kA :Bahan – bahan yang

terkontaminasi dimasukan kedalam kantong plastic kuning dan diberi label

“Limbah Medis” kemudian siap

dibakar.

- Kelompok B : Spuitatau jarum bekas

dimasukan kedalam jerigen

yang berlabelkan “Limbah Benda

146 |Christina Roosarjani, Sutami Wahyuningsih, Atik Sumiati  Limbah Cair

- Sisa darah, reagensia dan bahan cair

lainnya, ditampung ke dalam jerigen

dan dibunag dalam lubang

pembuangan (Wastafel/scrubbing)

yang berhubungan langsung dengan sewage (Pengelolaan limbah cair UTD PMI Cabang Kota Surakarta.

k. Pengendalian Barang atau Sampah Yang Dapat Membahayakan Lingkungan

Dengan menggunakan ciri – ciri dan warna – warna khusus pada tempat pembuangan sampah, akan

memudahkan petugas lapangan untuk memilah –

milah barang bekas pakai untuk dibawa atau dibuang ke tempat sampah yang sudah ditentukan.

Untuk itu pihak UTD PMI Cabang Kota

Surakarta sudah menetapkan warna – warna

kantong plastik sebagai wadah barang atau sampah, yaitu:

Infeksi Menular Lewat Transfusi Darah I|147 Warna Keterangan Digunakan untuk DitujukanKe

Plastik HITAM Sampah rumah tangga (Sisa makanan, kertas, dll) Tempat pembakaran / TPA Plastik KUNING (Sampah terkontaminasi) Bahan-bahan laboratorium yang terkontaminasi (Bahan bahan dengan daya tular tinggi)

Tempa tpembakaran / Incenerator (Dibakar)

Catatan : Untuk pecahan kaca, jarum suntik

dipisahkan dalam wadah tersendiri

(Jerigen) yang berlabelkan “limbah benda tajam” yang kemudian akan dibakar di incenerator.

148 |Christina Roosarjani, Sutami Wahyuningsih, Atik Sumiati

l. Bahan Berbahaya Laboratorium UTD PMI Cabang Kota Surakarta

1) Daftar Bahan Berbahaya Laboratorium UTD

PMI Cabang Kota Surakarta:

- Alkohol

- AsamSulfat

2) Prosedur Penerimaan dan Penyimpanan

Bahan Berbahaya

 Penerimaan

Memeriksa wadah dan pengemas, kemasan yang diterima harus dalam bentuk asli dan dalam keadaan utuh serta mencatumkan :

- Nama sediaan atau nama barang. - Isi/bobotnetto.

- Komposisi isinya dalam nama

kimia.

- Nomor registrasi.

- Petunjuk cara penggunaan.

- Petunjuk cara penangganan untuk mencegah bahaya.

Infeksi Menular Lewat Transfusi Darah I|149

- Nama dan alamat pabrik yang memproduksi.

- Cara pertolongan pertama akibat bahan berbahaya.

Memperhatikan label berupa

symbol, gambar dan atau tulisan berupa kalimat peringatan bahaya,

missal :bahan peledak, bahan

racun, bahan korosif, bahan

berbahaya, bahan iritasi, bahan mudah terbakar dll.

 Penyimpanan

Menyimpan bahan sesuai dengan

keterangan pada pengemas, misalnya:

- Harus terpisah dari bahan

makanan, pakaian.

- Tidak menimbulkan interaksi antar

bahan berbahaya satu sama lain.

- Bahan yang mudah menguap

harus disimpan dalam wadah tertutup rapat.

150 |Christina Roosarjani, Sutami Wahyuningsih, Atik Sumiati

- Bahan yang mudah menyerap uap

air harus disimpan dalam wadah tertutup rapat yang berisi zat penyerap lembab.

m. Analisa Resiko Alat Kesehatan 1) Ruang Atap

JENIS ALAT

RESIKO PENGAMANAN & PENGENDALIAN Baju ganti Kontaminasi

bahan infensius

- Bersihkan / cuci secara rutin / desinfektan.

- Tidak memakai baju orang lain.

Alat – alat habis pakai : - Spuit

Tertusuk - Pemisahan sampah medis dan non medis.

- Menggunakan sarung tangan.

- Jarum suntik pisahkan dari sampah lain.

- Tidak mematahkan jarum sebelum dibuang

Tensimeter Air Raksa - Rapikan manset & kabel. - Kalibrasi alat.

Infeksi Menular Lewat Transfusi Darah I|151 - Kain manset dibersihkan

secara rutin. Alat – alat

Instrumen

Berkarat - Lakukan sterilisasi dengan benar ( Septik & Aseptik ). - Inventarisasi alat yang

baik.

- Peralatan disimpan di tempat tertutup.

2) Ruang Laboratorium Croosmathcing JENIS

ALAT

RESIKO PENGAMANAN & PENGENDALIAN Baju ganti Kontaminasi

bahan infensius

- Bersihkan / cuci secara rutin / desinfektan.

- Tidak memakai baju orang lain.

Alat – alat habis pakai : - Spuit

Tertusuk - Pemisahan sampah medis dan non medis.

- Menggunakan sarung tangan.

- Jarum suntik pisahkan dari sampah lain.

- Tidak mematahkan jarum sebelum dibuang.

152 |Christina Roosarjani, Sutami Wahyuningsih, Atik Sumiati JENIS

ALAT

RESIKO PENGAMANAN & PENGENDALIAN Alat – alat

Instrumen

Berkarat - Lakukan sterilisasi dengan benar ( Septik & Aseptik ). - Inventarisasi alat yang

baik.

- Peralatan disimpan di tempat tertutup.

Inkubator Tersetrum - Periksa roda dalam keadaan baik.

- Bersihkan setiap habis digunakan.

- Kalibrasi alat rutin.

- Kabel – kabel dicek sebelum digunakan.

Infeksi Menular Lewat Transfusi Darah I|153

v. Ruang Laboratorium Komponen

JENIS ALAT

RESIKO PENGAMANAN & PENGENDALIAN Baju ganti Kontaminasi

bahan infensius

- Bersihkan / cuci secara rutin / desinfektan.

- Tidak memakai baju orang lain.

Alat – alat habis pakai : - Kantong

Darah

Tertusuk - Pemisahan sampah medis dan non medis.

- Menggunakan sarung tangan.

- Jarum suntik pisahkan dari sampah lain.

- Tidak mematahkan jarum sebelum dibuang.

Alat – alat Instrumen

Berkarat - Lakukan sterilisasi dengan benar ( Septik & Aseptik ). - Inventarisasi alat yang

baik. - Peralatan disimpan di tempat tertutup. Freezer Terstrum Output tidak sesuai dengan - Kalibrasi rutin. - Perhatikan sistim grounding.

154 |Christina Roosarjani, Sutami Wahyuningsih, Atik Sumiati JENIS

ALAT

RESIKO PENGAMANAN & PENGENDALIAN skala / nilai

sebenarnya.

- Kabel – kabel dicek sebelum digunakan. Ultra Violet Terstrum

Output tidak sesuai dengan skala / nilai sebenarnya. Radiasisinar ultra violet.

- Pakai kaca mata pelindung.

- Perhatikan sistim grounding.

- Gunakan pelindung untuk daerah yang bukan obyek terapi.

- Kabel – kabel dicek sebelum digunakan. - Menggunakan baju pelindung. Waterbath Terstrum Output tidak sesuai dengan skala / nilai sebenarnya. - Kalibrasi rutin. - Perhatikan sistim grounding.

- Kabel – kabel dicek sebelum digunakan.

Plasma Ektractor

Terjepit

Infeksi Menular Lewat Transfusi Darah I|155 JENIS

ALAT

RESIKO PENGAMANAN & PENGENDALIAN Centrifuge Elektrik Sealer Pletelet Agitator Output tidak sesuai dengan skala / nilai sebenarnya - Perhatikan sistim grounding.

- Kabel – kabel dicek sebelum digunakan.

w. Ruang Laboratorium Uji Saring IMLTD JENIS

ALAT

RESIKO PENGAMANAN & PENGENDALIAN Davinci Quatto Infeksi Terstrom aliran listrik Menggunakan sarung tangan, jas lab, masker

Perhatikan sistim grounding

Kalibrasi rutin

Kabel kabel dicek sebelum digunakan Whaser Infeksi Terstrom

aliran listrik

Menggunakan sarung tangan, jas lab, masker.

Perhatikan sistim grounding

Kalibrasirutin

156 |Christina Roosarjani, Sutami Wahyuningsih, Atik Sumiati JENIS

ALAT

RESIKO PENGAMANAN & PENGENDALIAN sebelum digunakan. Photometer Infeksi Terstrom aliran listrik Menggunakan sarung tangan, jas lab, masker.

Perhatikan sistim grounding

Kalibrasi rutin

Kabel kabel dicek sebelum digunakan. Centrifuge Infeksi

Terstrom aliran listrik

Menggunakan sarung tangan, jas lab, masker.

Perhatikan sistim grounding

Kalibrasi rutin

Kabel kabel dicek sebelum digunakan. BEP II Plus Dade Behring Infeksi Terstrom aliran listrik Menggunakan sarung tangan, jas lab, masker.

Perhatikan sistim grounding

Kalibrasi rutin

Kabel kabel dicek sebelum digunakan.

Infeksi Menular Lewat Transfusi Darah I|157 JENIS

ALAT

RESIKO PENGAMANAN & PENGENDALIAN Rotator Infeksi

Terstrom aliran listrik

Menggunakan sarung tangan, jas lab, masker.

Perhatikan sistim grounding

Kalibrasi rutin

Kabel kabel dicek sebelum digunakan. Inkubator Panas, luka

bakar Terstrom aliran listrik Perhatikan sistim grounding Kalibrasi rutin

Kabel kabel dicek sebelum digunakan.

x. Ruang Blood Bank

Blood Bank Infeksi Terstrom aliran listrik Menggunakan sarung tangan, jas lab, masker.

Perhatikan sistim grounding

Kalibrasi rutin

Kabel – kabel dicek sebelum digunakan.

158 |Christina Roosarjani, Sutami Wahyuningsih, Atik Sumiati

18. PENGENALAN ALAT ETI-MAX 3000

Dalam dokumen INFEKSI MENULAR LEWAT TRANSFUSI DARAH (Halaman 130-159)

Dokumen terkait