a. Resiko umumnya terjadi karena beberapa hal, antara lain :
- Petugas laboratorium bekerja dengan sesuatu
yang belum diketahui.
- Petugas laboratorium merupakan orang yang
paling awal terkena bahaya.
- Keinginan pasien untuk memperoleh hasil yang
cepat, beban kerja yang berlebihan serta rutinitas pekerjaan mendorong ke arah situasi yang membahayakan karena pada umumnya
130 |Christina Roosarjani, Sutami Wahyuningsih, Atik Sumiati
tidak mengindahkan pedoman kerja yang benar.
Secara umum yang harus diperhatikan :
- Sebelum memulai bekerja, seluruh petugas
laboratorium harus mengenakan jas
laboratorium dan mencuci tangan serta
menggunakan sarung tangan.
- Para petugas laboratorium diharuskan
mengenakan sepatu tertutup.
- Bila akan melakukan kegiatan lain seperti
mengangkat telefon, menggunakan komputer, membuka/memegang gagang pintu, maka sarung tangan harus dibuka atau mencuci tangan menggunakan handsoap dengan air mengalir.
- Apabila akan meninggalkan laboratorium
karena pekerjaan sudah selesai atau akan beristirahat, maka jas laboratorium harus dilepas begitu pula halnya dengan sarung tangan dan masker kemudian dibuang kedalam tempat sampah yang berlabel "Limbah Medis ".
Infeksi Menular Lewat Transfusi Darah I|131
b. Infeksi laboratorik didapat dari :
- Terminum/termakan (akibat memipet dengan
mulut, makan, minum, merokok dan
menggunakan kosmetik tanpa mencuci tangan terlebih dahulu selesai bekerja).
- Percikan sample atau reagen ke muka dan
mata.
- Infeksi yang disengaja.
c. Sumber aerosol yang menginfeksiadalah :
- Proses membukasumbat
- Penggunaan alat pengocok berkecepatan tinggi
(vortex)
- Proses menghilangkangelembungudara
- Proses centrifugasi
- Proses pencampuran
d. Prosedur K3 di Laboratorium
Persyaratan umum keselamatan pribadi &
laboratorium :
Pakaian
Jas laboratorium wajib digunakan, jas
132 |Christina Roosarjani, Sutami Wahyuningsih, Atik Sumiati
panjang, sepanjang lutut, tertutup kancing di muka dan bersih.
SarungTangan
Sebelum memegang dan mengerjakan
specimen, harus menggunakan sarung tangan yang masih bersih.
Masker
Pergunakan masker yang bersih untuk
mengerjakan pemeriksaan yang dapat
menyebabkan infeksi melalui udara
Sepatu
Gunakan sepatu yang nyaman, menutupi seluruh kaki dan tidak licin.
Cuci Tangan
Pencucian tangan perlu dilakukan sesering mungkin, yaitu :
- Setelah melepas sarung tangan. - Sebelum meninggalkan laboratorium.
- Sebelum dan sesudah kontak dengan pasien. - Sebelum makan dan minum.
- Segera setelah kontak dengan darah/cairan tubuh atau bahan terkontaminasi.
Infeksi Menular Lewat Transfusi Darah I|133
Pengaturan Rumah Tangga
Hal – halumum yang menyangkut pengaturan
rumah tangga yang baik perlu dipelihara, seperti pemeliharaan kebersihan (Ruangan, peralatan, furniture), pengelolaan sampah dan penempatan barang.
Bahan Pecah Belah
Bila terjadi pecahan, hindari pecahan terkena tubuh, buang pecahan dalam wadah tahan tusukan dan bersihkan permukaan bekas pecahan.
Label
Gunakan dimana perlu mengingatkan karyawan akan bahaya yang ada.
Centrifuge
Usahakan penggunaan centrifuge agar
134 |Christina Roosarjani, Sutami Wahyuningsih, Atik Sumiati
e. Prosedur Keselamatan Kerja
Prosedur keselamatan kerja bagi petugas
laboratorium, pasien dan lingkungan:
1) Setiap pengambilan darah HARUS ada suratrujukan atau pengantar dari dokter yang bersangkutan.
2) Dalam melaksanakan tugas, beberapa hal yang harus diperhatikan:
- Selalu berpedoman pada PKS yang telah ditetapkan.
- Menggunakan jas laboratorium
3) Alat disposable atau limbah cairan yang telah digunakan, dibuang atau dilarutkan pada tempat yang telah ditentukan (Jerigen) untuk dibuang dan diolah sesuai dengan sifatnya, yaitu :
- Limbah padat : Dibakar di incenerator - Limbah cair : Dibuang diseptitan kkhusus. 4) Pengamanan dan Penanggulangan Dampak
dari Penggunaan Alat Medik, Limbah Klinis, Limbah Kimia di Laboratorium
Infeksi Menular Lewat Transfusi Darah I|135
- Lab jas
- Sarung tangan disposible
- Masker
- Tempat pembuangan limbah berlabel
“Limbah Medis, Limbah Non Medis, Limbah benda – benda tajam” dan tempat pembuangan limbah cair.
- Alat Pemadam Api Ringan (APAR)
- Sabun
- Desinfektan
5) Ada Beberapa Hal yang harus Diketahui, yaitu :
- Jenis alat yang digunakan.
- Resiko yang ditimbulkan dari penggunaan
alat dan bahan – bahan specimen dan
reagensia yang digunakan.
- Apakah ada limbahnya dan bagaimana
cara penanggulangannya.
6) Langkah – Langkah Pengamanan (Safety
Prosedur)
- Memeriksa / mengawasi pengaman
136 |Christina Roosarjani, Sutami Wahyuningsih, Atik Sumiati
- Limbah laboratorium sebelum dibuang ke
tempat pembuangan akhir (sewage) dilakukan treatmen terlebih dahulu.
- Para petugaslaboratoriumwajib :
Melakukan pekerjaan sesuai
dengan Standart Operasional
Prosedur yang telah ditetapkan.
Menggunakan perlengkapan
pelindung kerja, seperti jas
laboratorium, sarung tangan, dan masker.
Meningkatkan pengetahuan yang dimiliki para petugas laboratorium tentang dampak dari laboratorium dan prosedur kerja yang tepat dengan cara ikut seminar, diskusi kelompok, atau membaca buku– buku tentang laboratorium dan sebagainya.
Melakukan pengamanan
laboratorium terhadap donor yaitu dengan melaksanakan tata cara
Infeksi Menular Lewat Transfusi Darah I|137
pemeriksaan terhadap donor
sesuai dengan Standart
Operasional Prosedur (SOP).
f. Prosedur Pencegahan, Tindak Lanjut &
Pengamanan di Laboratorium 1) Pencegahan Tusukan Jarum
- Jika ingin melakukan suatu pekerjaan,
gunakanlah sarung tangan latex.
- Buang jarum ke dalam “wadah tahan
tusukan” (Jerigen plastik) yang
berlabelkan “Limbah Benda – Benda Tajam”.
- Jangan menutup kembali jarum dengan
tangan.
- Jangan membengkokan atau
mematahkan (Selain resiko tertusuk, dapat timbul aerosol).
- Sedapatnya hindari manipulasi jarum.
- Jangan membuang jarum di tempat
138 |Christina Roosarjani, Sutami Wahyuningsih, Atik Sumiati
2) Pengamanan Terhadap Bahaya Listrik
- Semua instrumen di laboratorium harus
dibumikan (Grounding).
- Jangan memperbaiki instrumen pada saat
masih dihubungkan dengan aliran listrik, kecuali untuk kalibrasi yang memerlukan “adjustment”.
- Perbaiki sistem listrik oleh personal yang bertanggung jawab.
3) Prosedur Bahaya Zat Kimia
Pengenalan
- Korosif yaitu kerusakan yang tampak
jelas atau perubah jaringan yang irreversible.
- Racun (Toksik) yaitu memberikan efek
– efek biologik yang serius melalui inhalasi, saluran cerna atau melalui kulit dan mukosa.
- Zat yang dapat menimbulkan api
Infeksi Menular Lewat Transfusi Darah I|139
a. Cairan yang mudah menyala (Flammable) : titik nyala <1000F. b. Cairan yang mudah terbakar
(Combustible) : titik nyala> 1000F dan < 1400C.
- Zat kimia yang mudah meledak
(Eksplosif).
Penanganan
- Hindari kontak dengan kulit, pakaian,
saluran nafas dan saluran ce
g. Prosedur Penanganan Specimen 1) Sample dengan mengunakan EDTA
- Setelah dilakukan pemeriksaan, darah
dengan penampung EDTA dikumpulkan kedalam wadah yang telah diberitanggal.
- Simpan dalam kulkas selama satu
minggu. Setelah satu minggu ditampung kedalam kantong plastik kuning untuk dibakar di Incenerator oleh petugas Rumah Tangga UTD PMI Cabang Kota Sura.karta.
140 |Christina Roosarjani, Sutami Wahyuningsih, Atik Sumiati
2) Serum
- Serum didapat setelah melakukan
pemisahan dari darah beku.
- Setelah melakukan pemeriksaan, serum
tersebut ditampung dalam tabung dan disimpan di dalam lemari pendingin selama satu minggu.
- Setelah satu minggu, serum tersebut
ditampung ke dalam kantong plastik kuning untuk dibakar di incenerator oleh petugas Tumah Tangga UTD PMI Cabang Kota Surakarta
h. Faktor-faktor yang menjadi dasar untuk
melakukan pengamanan atau penanggulangan, Dengan resiko yang ditimbulkan ada dua faktor yang menjadi dasar, yaitu :
1) Jenis – jenis alat laboratorium
Laboratorium UTD PMI Cabang Kota Surakarta
mempunyai peralatan serta bahan – bahan
Infeksi Menular Lewat Transfusi Darah I|141 Alat dan Bahan Resiko Pengamanan /
Penanggulangan Mikroskop Infeksi
terhadap mata
Bagian yang terkena atau dekat mata harus steril (Di-desinfektan)
Lemari Es Infeksi darah Disteril
Centrifuge Suara bising Menutup telingga Davinci Quttro
Washer
Infeksi limbah cair
Sebelum pembuangan akhir, didesinfektan terlebih dahulu Inkubator Idem Idem
Bahan mudah terbakar : - Alkohol Kebakaran Lemarikhusus Merusak pernafasan Menggunakan masker
142 |Christina Roosarjani, Sutami Wahyuningsih, Atik Sumiati 2) Limbah Klinis Limbah Klinis/kimia Resiko Pengamanan / penanggulangan Cairan darah : - Sisa hasil pemeriksaan - Sisa darah yang
tidak terpakai
Infeksi
Buang ke bagian pengolahan limbah (Sampah plastik kuning), untuk dibakar
Reagensia Infeksi Buang kedalam saluran air
Jarum suntik Tertusuk sampai dengan infeksi
Buang kedalam tempat sampah yang berlabel “Limbah benda tajam” dan dibakar melalui incenator
Sarung tangan disposible
Infeksi - Menggunakan hanya untuk kerja, tidak pada saat memegamg telefon, alat tulis, komputer atau memegang handle pintu. - Buang di tempat khusus
yang berlabelkan “Limbah Medis”
Kapas alcohol & tissue
Infeksi Buang kedalam tempat sampah yang berlabelkan “Limbah Non Medis”
Infeksi Menular Lewat Transfusi Darah I|143
i. Pencucian Alat Laboratorium
1) Cairan Pencuci: Larutan Netral 2% Cara membuat :
- Ekstran netral 20 ml.
- Air sampai 1 liter.
2) Cara Pencucian Alat Laboratorium
- Rendam alat yang dicuci dalam air ledeng
sampai bersih, kemudian dalam larutan ekstran netral 2% selama 2 – 24 jam. Bila alat terlalu kotor, rendam lebih lama. - Setelah itu dibilas lagi dalam air ledeng
sampai sisa – sisa larutan ekstran tidak
tertinggal pada alat yang dicuci.
Perhatikan : bila sisa – sisa larutan masih tertinggal dalam alat yang dicuci akan mempengaruhi hasil pemeriksaan.
- Alat – alat baca dimasukan dalam
incubator dengan suhu 50 – 60 oC dan
alat plastik dikeringkan dengan suhu yang sama.
144 |Christina Roosarjani, Sutami Wahyuningsih, Atik Sumiati
- Letakakn alat tersebut pada tempatnya
bila telah kering, untuk pipet diletakan terbalik.
- Membersihkan meja laboratorium
Bahan pembersih : larutan Natrium hipoklorit 0,5 %.
3) Cara Membersihkan Meja
- Bersihkan meja dari kotoran yang ada di
permukaan meja.
- Kemudian dibersihkan dengan larutan
hipoklorit 0,5 % sampai kering.
- Tindakan ini dilakukan pagi hari sebelum
dinas pagi mulai bekerja dan siangnya sebelum dinas sore mulai bekerja.
4) Alat - Alat yang Dicuci :
Infeksi Menular Lewat Transfusi Darah I|145
j. Prosedur Pembuangan Limbah Laboratorium UTD PMI Cabang Kota Surakarta
1) Ada 2 jenis limbah yang berasal dari laboratorium, yaitu :
Limbah padat, terdiri dari :
- Kelompok A : Benda – benda yang
terkontaminasi.
- Kelompok B : Spuit bekas, jarum
suntik, pecahan kaca.
Limbah cair, yaitu :.
- Sisa darah, reagen, dll.
2) Tata cara pembuangan
Limbah padat
- Kelompo kA :Bahan – bahan yang
terkontaminasi dimasukan kedalam kantong plastic kuning dan diberi label
“Limbah Medis” kemudian siap
dibakar.
- Kelompok B : Spuitatau jarum bekas
dimasukan kedalam jerigen
yang berlabelkan “Limbah Benda
146 |Christina Roosarjani, Sutami Wahyuningsih, Atik Sumiati Limbah Cair
- Sisa darah, reagensia dan bahan cair
lainnya, ditampung ke dalam jerigen
dan dibunag dalam lubang
pembuangan (Wastafel/scrubbing)
yang berhubungan langsung dengan sewage (Pengelolaan limbah cair UTD PMI Cabang Kota Surakarta.
k. Pengendalian Barang atau Sampah Yang Dapat Membahayakan Lingkungan
Dengan menggunakan ciri – ciri dan warna – warna khusus pada tempat pembuangan sampah, akan
memudahkan petugas lapangan untuk memilah –
milah barang bekas pakai untuk dibawa atau dibuang ke tempat sampah yang sudah ditentukan.
Untuk itu pihak UTD PMI Cabang Kota
Surakarta sudah menetapkan warna – warna
kantong plastik sebagai wadah barang atau sampah, yaitu:
Infeksi Menular Lewat Transfusi Darah I|147 Warna Keterangan Digunakan untuk DitujukanKe
Plastik HITAM Sampah rumah tangga (Sisa makanan, kertas, dll) Tempat pembakaran / TPA Plastik KUNING (Sampah terkontaminasi) Bahan-bahan laboratorium yang terkontaminasi (Bahan – bahan dengan daya tular tinggi)
Tempa tpembakaran / Incenerator (Dibakar)
Catatan : Untuk pecahan kaca, jarum suntik
dipisahkan dalam wadah tersendiri
(Jerigen) yang berlabelkan “limbah benda tajam” yang kemudian akan dibakar di incenerator.
148 |Christina Roosarjani, Sutami Wahyuningsih, Atik Sumiati
l. Bahan Berbahaya Laboratorium UTD PMI Cabang Kota Surakarta
1) Daftar Bahan Berbahaya Laboratorium UTD
PMI Cabang Kota Surakarta:
- Alkohol
- AsamSulfat
2) Prosedur Penerimaan dan Penyimpanan
Bahan Berbahaya
Penerimaan
Memeriksa wadah dan pengemas, kemasan yang diterima harus dalam bentuk asli dan dalam keadaan utuh serta mencatumkan :
- Nama sediaan atau nama barang. - Isi/bobotnetto.
- Komposisi isinya dalam nama
kimia.
- Nomor registrasi.
- Petunjuk cara penggunaan.
- Petunjuk cara penangganan untuk mencegah bahaya.
Infeksi Menular Lewat Transfusi Darah I|149
- Nama dan alamat pabrik yang memproduksi.
- Cara pertolongan pertama akibat bahan berbahaya.
Memperhatikan label berupa
symbol, gambar dan atau tulisan berupa kalimat peringatan bahaya,
missal :bahan peledak, bahan
racun, bahan korosif, bahan
berbahaya, bahan iritasi, bahan mudah terbakar dll.
Penyimpanan
Menyimpan bahan sesuai dengan
keterangan pada pengemas, misalnya:
- Harus terpisah dari bahan
makanan, pakaian.
- Tidak menimbulkan interaksi antar
bahan berbahaya satu sama lain.
- Bahan yang mudah menguap
harus disimpan dalam wadah tertutup rapat.
150 |Christina Roosarjani, Sutami Wahyuningsih, Atik Sumiati
- Bahan yang mudah menyerap uap
air harus disimpan dalam wadah tertutup rapat yang berisi zat penyerap lembab.
m. Analisa Resiko Alat Kesehatan 1) Ruang Atap
JENIS ALAT
RESIKO PENGAMANAN & PENGENDALIAN Baju ganti Kontaminasi
bahan infensius
- Bersihkan / cuci secara rutin / desinfektan.
- Tidak memakai baju orang lain.
Alat – alat habis pakai : - Spuit
Tertusuk - Pemisahan sampah medis dan non medis.
- Menggunakan sarung tangan.
- Jarum suntik pisahkan dari sampah lain.
- Tidak mematahkan jarum sebelum dibuang
Tensimeter Air Raksa - Rapikan manset & kabel. - Kalibrasi alat.
Infeksi Menular Lewat Transfusi Darah I|151 - Kain manset dibersihkan
secara rutin. Alat – alat
Instrumen
Berkarat - Lakukan sterilisasi dengan benar ( Septik & Aseptik ). - Inventarisasi alat yang
baik.
- Peralatan disimpan di tempat tertutup.
2) Ruang Laboratorium Croosmathcing JENIS
ALAT
RESIKO PENGAMANAN & PENGENDALIAN Baju ganti Kontaminasi
bahan infensius
- Bersihkan / cuci secara rutin / desinfektan.
- Tidak memakai baju orang lain.
Alat – alat habis pakai : - Spuit
Tertusuk - Pemisahan sampah medis dan non medis.
- Menggunakan sarung tangan.
- Jarum suntik pisahkan dari sampah lain.
- Tidak mematahkan jarum sebelum dibuang.
152 |Christina Roosarjani, Sutami Wahyuningsih, Atik Sumiati JENIS
ALAT
RESIKO PENGAMANAN & PENGENDALIAN Alat – alat
Instrumen
Berkarat - Lakukan sterilisasi dengan benar ( Septik & Aseptik ). - Inventarisasi alat yang
baik.
- Peralatan disimpan di tempat tertutup.
Inkubator Tersetrum - Periksa roda dalam keadaan baik.
- Bersihkan setiap habis digunakan.
- Kalibrasi alat rutin.
- Kabel – kabel dicek sebelum digunakan.
Infeksi Menular Lewat Transfusi Darah I|153
v. Ruang Laboratorium Komponen
JENIS ALAT
RESIKO PENGAMANAN & PENGENDALIAN Baju ganti Kontaminasi
bahan infensius
- Bersihkan / cuci secara rutin / desinfektan.
- Tidak memakai baju orang lain.
Alat – alat habis pakai : - Kantong
Darah
Tertusuk - Pemisahan sampah medis dan non medis.
- Menggunakan sarung tangan.
- Jarum suntik pisahkan dari sampah lain.
- Tidak mematahkan jarum sebelum dibuang.
Alat – alat Instrumen
Berkarat - Lakukan sterilisasi dengan benar ( Septik & Aseptik ). - Inventarisasi alat yang
baik. - Peralatan disimpan di tempat tertutup. Freezer Terstrum Output tidak sesuai dengan - Kalibrasi rutin. - Perhatikan sistim grounding.
154 |Christina Roosarjani, Sutami Wahyuningsih, Atik Sumiati JENIS
ALAT
RESIKO PENGAMANAN & PENGENDALIAN skala / nilai
sebenarnya.
- Kabel – kabel dicek sebelum digunakan. Ultra Violet Terstrum
Output tidak sesuai dengan skala / nilai sebenarnya. Radiasisinar ultra violet.
- Pakai kaca mata pelindung.
- Perhatikan sistim grounding.
- Gunakan pelindung untuk daerah yang bukan obyek terapi.
- Kabel – kabel dicek sebelum digunakan. - Menggunakan baju pelindung. Waterbath Terstrum Output tidak sesuai dengan skala / nilai sebenarnya. - Kalibrasi rutin. - Perhatikan sistim grounding.
- Kabel – kabel dicek sebelum digunakan.
Plasma Ektractor
Terjepit
Infeksi Menular Lewat Transfusi Darah I|155 JENIS
ALAT
RESIKO PENGAMANAN & PENGENDALIAN Centrifuge Elektrik Sealer Pletelet Agitator Output tidak sesuai dengan skala / nilai sebenarnya - Perhatikan sistim grounding.
- Kabel – kabel dicek sebelum digunakan.
w. Ruang Laboratorium Uji Saring IMLTD JENIS
ALAT
RESIKO PENGAMANAN & PENGENDALIAN Davinci Quatto Infeksi Terstrom aliran listrik Menggunakan sarung tangan, jas lab, masker
Perhatikan sistim grounding
Kalibrasi rutin
Kabel – kabel dicek sebelum digunakan Whaser Infeksi Terstrom
aliran listrik
Menggunakan sarung tangan, jas lab, masker.
Perhatikan sistim grounding
Kalibrasirutin
156 |Christina Roosarjani, Sutami Wahyuningsih, Atik Sumiati JENIS
ALAT
RESIKO PENGAMANAN & PENGENDALIAN sebelum digunakan. Photometer Infeksi Terstrom aliran listrik Menggunakan sarung tangan, jas lab, masker.
Perhatikan sistim grounding
Kalibrasi rutin
Kabel – kabel dicek sebelum digunakan. Centrifuge Infeksi
Terstrom aliran listrik
Menggunakan sarung tangan, jas lab, masker.
Perhatikan sistim grounding
Kalibrasi rutin
Kabel – kabel dicek sebelum digunakan. BEP II Plus Dade Behring Infeksi Terstrom aliran listrik Menggunakan sarung tangan, jas lab, masker.
Perhatikan sistim grounding
Kalibrasi rutin
Kabel – kabel dicek sebelum digunakan.
Infeksi Menular Lewat Transfusi Darah I|157 JENIS
ALAT
RESIKO PENGAMANAN & PENGENDALIAN Rotator Infeksi
Terstrom aliran listrik
Menggunakan sarung tangan, jas lab, masker.
Perhatikan sistim grounding
Kalibrasi rutin
Kabel – kabel dicek sebelum digunakan. Inkubator Panas, luka
bakar Terstrom aliran listrik Perhatikan sistim grounding Kalibrasi rutin
Kabel – kabel dicek sebelum digunakan.
x. Ruang Blood Bank
Blood Bank Infeksi Terstrom aliran listrik Menggunakan sarung tangan, jas lab, masker.
Perhatikan sistim grounding
Kalibrasi rutin
Kabel – kabel dicek sebelum digunakan.
158 |Christina Roosarjani, Sutami Wahyuningsih, Atik Sumiati