BAB III. KESIMPULAN, IMPLIKASI DAN SARAN
Peta 8. Kesesuaian Lahan Potensial Untuk Tanaman Tebu dengan
commit to user
Tabel 42. Luas dan Presentase Daerah Subkelas Kesesuaian Lahan Potensial untuk Tanaman Tebu dengan Tingkat Pengelolaan Rendah
di Kecamatan Jenar No Subkelas Kesesuaian Lahan Luas Ha (%) 1 S2 r, f 139,16 2,24 2 S2 r, f, e 259,83 4,18 3 S2 r, f, s/m 4036,34 64,89 4 S2 r, f, s/m, e 37,40 0,60 5 S3 r 785,34 12,63 6 N1 r 962,38 15,47 Jumlah 6220,45 100,00
(Sumber: Peta Kesesuaian Lahan Potensial untuk Tanaman Tebu dengan Tingkat Pengelolaan Rendah di Kecamatan Jenar Tahun 2010)
Setelah dilakukan usaha perbaikan kualitas lahan aktual menjadi lahan potensial untuk tanaman tebu dengan tingkat pengelolaan rendah pada faktor pembatas ketersediaan hara dihasilkan 3 kelas kesesuaian lahan yaitu kelas S2 (cukup sesuai), S3 (sesuai marginal) dan N1 (tidak sesuai saat ini) yang terdiri dari 6 subkelas kesesuaian lahan sebagai berikut.
a) Subkelas Kesesuaian Lahan S2 r,f
Subkelas kesesuaian lahan adalah S2 r,f subkelas kesesuaian lahan cukup sesuai dengan faktor penghambat pada media perakaran dan retensi hara. Subkelas kesesuaian lahan ini disebabkan oleh satuan lahan yang karakteristik lahannya terdapat pada kelas kesesuaian terburuk yakni drainase dan pH. Drainase subkelas ini termasuk dalam kriteria sedang dan pH 7,15 (netral). Faktor pembatas drainase dan pH dapat dilakukan pada pengelolaan tingkat sedang, yaitu dengan perbaikan saluran drainase dan pengapuran atau penambahan bahan orgnik. Subkelas kesesuaian lahan potensial dengan tingkat pengelolaan rendah ini S2 r,f tersebar di Desa Banyurip.
commit to user
b) Subkelas Kesesuaian Lahan S2 r,f,e
Subkelas kesesuaian lahan S2 r,f,e adalah subkelas kesesuaian lahan cukup sesuai dengan faktor penghambat pada media perakaran, retensi hara, ketersediaan hara dan bahaya erosi. Subkelas kesesuaian lahan ini disebabkan oleh satuan lahan yang karakteristik lahannya terdapat pada kelas kesesuaian terburuk yakni drainase, kedalaman efektif, KTK, pH dan tingkat bahaya erosi. Faktor pembatas yang membedakan subkelas ini dengan subkelas sebelumnya adalah terletak pada faktor tingkat bahaya erosi. Tingkat bahaya erosi subkelas kesesuaian ini termasuk dalam kelas ringan (25% lapisan tanah atas hilang), dapat dilakukan usaha perbaikan pada pengelolaan tingkat sedang dan tinggi. Subkelas kesesuaian lahan potensial dengan tingkat pengelolaan rendah S2 r,f,e ini tersebar di Desa Banyurip, Desa Jenar, Desa Ngepringan, Desa Kandang Sapi, dan Desa Dawung.
c) Subkelas Kesesuaian Lahan S2 r,f,s/m
Subkelas kesesuaian lahan S2 r,f,s/m adalah subkelas kesesuaian lahan cukup sesuai dengan faktor pembatas pada media perakaran, retensi hara dan terrain/potensi mekanisasi. Subkelas kesesuaian lahan ini disebabkan oleh satuan lahan yang karakteristik lahannya terdapat pada kelas kesesuaian terburuk yakni drainase, kedalaman efektif, KTK, kemiringan lereng, batuan permukaan dan singkapan batuan. Faktor media perakaran (r) hanya dapat dilakukan perbaikan pada pengelolaan tingkat tinggi, karena adanya faktor kedalaman efektif yang sulit untuk dilakukan pengelolaan diperlukan alat berat. Faktor retensi hara (f) dapat dilakukan perbaikan pada tingkat sedang, dengan pengapuran atau penambahan pupuk organik. Faktor pembatas terrain/ potensi mekanisasi (s/m) tidak dapat dilakukan perbaikan. Kemiringan lereng subkelas ini 4%, batuan permukaannya 2% (ssedikit), da singkapan batuannya 5% (sedikit). Subkelas kesesuaian lahan potensial dengan tingkat pengelolaan rendah S2 r,f,s/m ini tersebar
commit to user
luas di Desa Banyurip, Desa Jenar, Desa Ngepringan, Desa Kandang Sapi, Desa Dawung dan sedikit di Desa Japoh dan Desa Mlale.
d) Subkelas Kesesuaian Lahan S2 r,f,s/m,e
Subkelas kesesuaian lahan S2 r,f,s/m,e adalah subkelas kesesuaian lahan cukup sesuai dengan faktor pembatas pada media perakaran, retensi hara, terrain/potensi mekanisasi dan bahaya erosi. Subkelas kesesuaian lahan ini disebabkan oleh satuan lahan yang karakteristik lahannya terdapat pada kelas kesesuaian terburuk yakni drainase, kedalaman efektif, KTK, pH, kemiringan lereng dan tingkat bahaya erosi. Faktor pembatas yang membedakan subkelas ini dengan subkelas sebelumnya adalah terletak pada faktor tingkat bahaya erosi. Tingkat bahaya erosi subkelas kesesuaian ini termasuk dalam kelas ringan (25% lapisan tanah atas hilang), dapat dilakukan usaha perbaikan pada pengelolaan tingkat sedang dan tinggi. Subkelas kesesuaian lahan potensial dengan tingkat pengelolaan rendah S2 r,f,s/m,e ini hanya tersebar sempit di Desa Banyurip, Desa Jenar, dan Desa Kandang Sapi.
e) Subkelas Kesesuaian Lahan S3 r
Subkelas kesesuaian lahan S3r adalah subkelas kesesuaian lahan sesuai marginal dengan faktor pembatas pada media perakaran. Subkelas kesesuaian lahan ini disebabkan oleh satuan lahan yang karakteristik lahannya terdapat pada kelas kesesuaian terburuk yakni drainase dan kedalaman efektif. Drainase subkelas ini termasuk dalam kriteria agak lambat sampai agak cepat dan kedalaman efektif dangkal sampai sedang (40-50 cm). Seperti dijelaskan sebelumnya bahwa faktor pembatas r dengan adanya kedalaman efektif hanya dapat dilakukan usaha perbaikan pada pengelolaan tingkat tinggi. Subkelas kesesuaian lahan potensial dengan tingkat pengelolaan rendah S3 r ini tersebar di Desa Banyurip, Desa Kandang Sapi, Desa Dawung, Desa Mlale, dan Desa Japoh.
commit to user
f) Subkelas Kesesuaian Lahan N1 r
Subkelas kesesuaian lahan N1r adalah subkelas kesesuaian lahan tidak sesuai saat ini dengan faktor pembatas pada media perakaran. Subkelas kesesuaian lahan ini disebabkan oleh satuan lahan yang karakteristik lahannya terdapat pada kelas kesesuaian terburuk yakni kedalaman efektif. Kedalaman efektif subkelas ini termasuk kriteria dangkal (hanya 30 cm), perbaikan hanya dapat dilakukan pada pengelolaan tingkat tinggi. Subkelas kesesuaian lahan potensial dengan tingkat pengelolaan rendah N1r ini tersebar di Desa Banyurip, Desa Jenar, Desa Ngepringan, Desa Kandang Sapi, Desa Dawung, Desa Mlale, dan Desa Japoh.
Pada kesesuaian lahan aktual untuk tanaman tebu juga terdapat 3 kelas kesesuaian lahan. Perbedaannya ketika pada lahan tersebut diberi perlakuan/usahan perbaikan dengan pengelolaan tingkat rendah pada faktor pembatas ketersediaan hara, Kelas S2 (Cukup Sesuai) pada kesesuaian lahan aktual terdapat 3 subkelas kesesuaian menjadi 4 subkelas kesesuaian potensial, Kelas S3 (Sesuai Marginal) dari 3 subkelas kesesuaian lahan aktual menjadi 1 subkelas kesesuaian lahan potensial, dan N1 r tetap terdiri dari 1 subkelas kesesuaian karena faktor pembatasnya yaitu media perakaran tidak dapat diatasi/diusahakan perbaikan pada tingkat pengelolaan rendah.
Jika pada kesesuian lahan aktual untuk tanaman tebu subkelas terbaik adalah subkelas S2 r,f,n, pada kesesuaian potensial dengan pengelolaan tingkat rendah subkelas kesesuaian terbaik menjadi S2 r,f. hal ini dikarenakan telah dilakukan pengelolaan pada faktor n (ketersediaan hara) dengan melakukan pengapuran dan pemupukan.
Kapur (Ca) memberikan pengaruh yang bervariasi pada tanah pertanian karena fungsinya bermacam-macam bagi tanah dan bagi tanaman. Manfaatnya tergantung pada kebutuhan akan kapur, sifat tanah, dan tanaman yang diusahakan, macam, jumlah dan frekuensi penggunaan kapur, dan juga cara pengolahan lahan (Kuswandi, 1993: 19).
commit to user
Hasil pengujian pH tanah digunakan untuk menentukan kebutuhan kapur. Jumlah kebutuhan kapur tergantung pada jenis bahan yang digunakan, jenis tanaman dan sistem pergiliran tanaman, jenis tanah dan faktor-faktor lain. Sifat-sifat tanah yang mempengaruhi jumlah kebutuhan kapur adalah tekstur dan kandungan bahan organik (Kuswandi, 1993: 42).
Unsur-unsur hara yang terdapat di dalam tanaman dapat dibedakan dalam unsur hara esensial (yang diperlukan tanaman) dan non-esensial (tidak diperlukan tanaman). Berdasarkan jumlah kebutuhannya unsur hara dikelompokkan ke dalam unsur hara makro (dibutuhkan dalam jumlah besar) seperti karbon (C), hydrogen (H), oksigen (O), nitrogen (N), belerang (S), fosfor (P), kalium (K), kapur (Ca), magnesium (Mg) dan besi (Fe) dan unsur hara mikro (dibutuhkan dalam jumlah sedikit). Unsur-unsur C, H, dan O didapat langsung oleh tanaman dari udara, sedangkan unsure hara lainnya dari tanah (Kuswandi, 1993: 15).
2) Tingkat Pengelolaan Sedang
Tingkat pengelolaan sedang terdapat pada faktor penghambat media perakaran, retensi hara, ketersediaan hara dan erosi. Pada faktor penghambat/pembatas media perakaran, usaha perbaikan hanya dapat dilakukan pada faktor drainase yaitu dengan perbaikan sistem drainase seperti pembuatan saluran drainase. Retensi hara dapat dilakukan perbaikan dengan pengapuran dan penambahan bahan organik. Untuk ketersediaan hara dapat dilakukan perbaikan dengan pengapuran dan pemberian pupuk yang disesuaikan. Sedangkan untuk faktor erosi dengan mengusahakan perbaikan melalui pengurangan laju erosi, pembuatan teras, penanaman sejajar kontur, penanaman tanaman penutup tanah.
Tingkat pengelolaan sedang dapat dilakukan pada semua satuan lahan di Kecamatan Jenar bergantung pada faktor pembatas tiap satuan lahan. Usaha perbaikan kualitas lahan aktual menjadi potensial untuk tanaman tebu dengan tingkat pengelolaan sedang dapat dilihat pada Tabel 43 berikut.
Tabel 43 . Usaha Perbaikan Kualitas Lahan Aktual Menjadi Lahan Potensial dengan Tingkat Pengelolaan Sedang Untuk Tanaman Tebu di Kecamatan Jenar
No Id Satuan Lahan Lahan
Aktual
Asumsi Perbaikan
Media Perakaran (r) Retensi Hara (f) Ketersediaan Hara (n) TBE (e)
Drainase Tekstur Kedalaman
Efektif
KTK pH Tanah N Total P2O5 tersedia K2O tersedia Bahaya
Erosi + Poten sial + Poten sial + Poten sial + Poten sial + Poten sial + Poten sial + Poten sial + Poten sial + Poten sial 1 1 ACK-I-Kb S2r,f,n,s /m + S1 - - - - + S1 + S1 ++ S1 ++ S1 ++ S1 - - 2 3 ACK-I-Sw S3 r,n + S2 - - - ++ S1 ++ S1 ++ S1 - - 3 4 ACK-I-Tg S3 r + S2 - - - - 4 5 KLMR-I-Kb S2r,f,n,s /m + S1 - - - - + S1 + S1 ++ S1 ++ S1 ++ S1 - - 5 7 KLMR-I-Sw N1 r + S3 - - - - 6 8 KLMR-I-Tg S2r,f,n,s /m + S1 - - - - + S1 + S1 ++ S1 ++ S1 ++ S1 - - 7 10 KLMR-II-Kb S3 n - - - ++ S1 ++ S1 ++ S1 - - 8 12 KLMR-II-Tg S2r,f,n, s/m,e + S1 - - - - + S1 + S1 ++ S1 ++ S1 ++ S1 + S1 9 13 KRKGKT-I-Kb S2 n,r,f + S1 - - - - + S1 + S1 ++ S1 ++ S1 ++ S1 - - 10 15 KRKGKT-I-Sw N1 r + S3 - - - - 11 16 KRKGKT-I-Tg S3 r + S2 - - - -
Keterangan: - tidak dapat dilakukan perbaikan
+ perbaikan dapat dilakukan dan akan dihasilkan kenaikan kelas satu tingkat lebih tinggi (S3 menjadi S2) ++ kenaikan kelas dua tingkat lebih tinggi (S3 menjadi S1)
Tabel 44. Subkelas Kesesuaian Lahan Potensial Untuk Tanaman Tebu dengan Tingkat Pengelolaan Sedang di Kecamatan Jenar Karakteristik/ Kualitas Lahan Satuan Lahan ACK- I-Kb ACK- I-Sw ACK- I-Tg KLMR- I-Kb KLMR - I-Sw KLMR - I-Tg KLMR - II-Kb KLMR - II-Tg KRKGKT- I-Kb KRKGKT- I-Sw KRKGKT- I-Tg 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 1. Temperatur (t) - Rata-rata/ Th (oC) S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 2. Ketersediaan Air (w) - Bulan Kering S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 - CH/Th (mm) S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 3. Media Perakaran (r) - Drainase S1 S2 S2 S1 S2 S1 S2 S1 S1 S3 S2 - Tekstur S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 - Kedalaman Efektif (cm) S1 S3 S3 S2 N1 S2 S2 S2 S2 N1 S3 4. Retensi Hara (f) - KTK S1 S2 S2 S1 S2 S1 S2 S1 S1 S1 S1 - pH tanah S1 S1 S2 S1 S1 S1 S2 S1 S1 S2 S2 5. Ketersediaan Hara (n) - N Total S1 S1 S2 S1 S2 S1 S1 S1 S1 S2 S2 - P2O5 S1 S1 S2 S1 S2 S1 S1 S1 S1 S2 S2 - K2O S1 S1 S2 S1 S2 S1 S1 S1 S1 S2 S2 6. Terrain/ potensi mekanisasi (s/m) - Lereng (%) S1 S1 S1 S1 S1 S1 S2 S2 S1 S1 S1 - Batuan permukaan S2 S1 S2 S1 S2 S2 S1 S1 S1 S1 S1 - Singkapan batuan S1 S1 S1 S2 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 7. Erosi (e) S1 S1 S1 S1 S1 S1 S2 S1 S1 S1 S1 8. Banjir (b) S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1
Subkelas Kesesuaian Lahan Faktor pembatas S2 s/m S3 r S3 r S2 r,s/m N1 r S2 r,s/m S2 r,f,s/m,e S2 r,s/m S2 r N1 r S3 r 121
commit to user
Peta 9. Kesesuaian Lahan Potensial Untuk Tanaman Tebu dengan Tingkat Pengelolaan Sedang Kecamatan Jenar Kabupaten Srage Tahun 2010
commit to user
Tabel 45. Luas dan Presentase Daerah Subkelas Kesesuaian Lahan Potensial untuk Tanaman Tebu dengan Tingkat Pengelolaan Sedang
di Kecamatan Jenar No Subkelas Kesesuaian Lahan Luas Ha (%) 1 S2 r 139,16 2,24 2 S2 s/m 94,64 1,52 3 S2 r, s/m 4201,54 67,54 4 S2 r, f, s/m, e 37,40 0,60 5 S3 r 785,34 12,63 6 N1 r 962,38 15,47 Jumlah 6220,45 100,00
(Sumber: Peta Kesesuaian Lahan Potensial untuk Tanaman Tebu dengan Tingkat Pengelolaan Sedang di Kecamatan Jenar Tahun 2010)
Setelah dilakukan usaha perbaikan kualitas lahan aktual menjadi lahan potensial untuk tanaman tebu dengan tingkat pengelolaan sedang pada dihasilkan 3 kelas kesesuaian lahan yaitu kelas S2 (cukup sesuai), S3 (sesuai marginal) dan N1 (tidak sesuai saat ini) yang terdiri dari 6 subkelas kesesuaian lahan sebagai berikut.
a) Subkelas Kesesuaian Lahan S2 r
Subkelas kesesuaian lahan adalah S2r subkelas kesesuaian lahan cukup sesuai dengan faktor pembatas pada media perakaran. Subkelas kesesuaian lahan ini disebabkan oleh satuan lahan yang karakteristik lahannya terdapat pada kelas kesesuaian terburuk yakni kedalaman efektif. Subkelas kesesuaian lahan potensial dengan tingkat pengelolaan sedang S2r ini hanya tersebar di Desa Banyurip.
b) Subkelas Kesesuaian Lahan S2 s/m
Subkelas kesesuaian lahan S2s/m adalah subkelas kesesuaian lahan cukup sesuai dengan faktor pembatas pada terrain/potensi mekanisasi. Subkelas kesesuaian lahan ini disebabkan oleh satuan lahan yang karakteristik lahannya terdapat pada kelas kesesuaian terburuk yakni batuan permukaan. Subkelas kesesuaian lahan potensial dengan
commit to user
tingkat pengelolaan sedang S2s/m ini tersebar tidak terlalu luas di Desa Japoh, Desa Mlale, Desa Dawung, dan Desa Kandang Sapi.
c) Subkelas Kesesuaian Lahan S2 r,s/m
Subkelas kesesuaian lahan S2 r,s/m adalah subkelas kesesuaian lahan cukup sesuai dengan faktor pembatas pada media perakaran dan terrain/potensi mekanisasi. Subkelas kesesuaian lahan ini disebabkan oleh satuan lahan yang karakteristik lahannya terdapat pada kelas kesesuaian terburuk yakni kedalaman efektif, kemiringan lereng, batuan permukaan dan singkapan batuan. Subkelas kesesuaian lahan potensial dengan tingkat pengelolaan sedang S2 r,s/m ini tersebar luas di Desa Banyurip, Desa Jenar, Desa Ngepringan, Desa Mlale, Desa Dawung, dan Desa Kandang Sapi dan Desa Japoh.
d) Subkelas Kesesuaian Lahan S2 r,f,s/m,e
Subkelas kesesuaian lahan S2 r,f,s/m,e adalah subkelas kesesuaian lahan cukup sesuai dengan faktor pembatas pada media perakaran, retensi hara, terrain/potensi mekanisasi dan bahaya erosi. Subkelas kesesuaian lahan ini disebabkan oleh satuan lahan yang karakteristik lahannya terdapat pada kelas kesesuaian terburuk yakni drainase, kedalaman efektif, KTK, pH, kemiringan lereng dan tingkat bahaya erosi. Subkelas kesesuaian lahan potensial dengan tingkat pengelolaan sedang S2 r,f,s/m,e ini tersebar sempit di Desa Banyurip dan Desa Kandang Sapi.
e) Subkelas Kesesuaian Lahan S3 r
Subkelas kesesuaian lahan S3r adalah subkelas kesesuaian lahan sesuai marginal dengan faktor pembatas pada media perakaran. Subkelas kesesuaian lahan ini disebabkan oleh satuan lahan yang karakteristik lahannya terdapat pada kelas kesesuaian terburuk yakni drainase dan kedalaman efektif. Subkelas kesesuaian lahan potensial dengan tingkat pengelolaan sedang S3 r ini tersebar di Desa Banyurip, Desa Kandang Sapi, Desa Dawung, Desa Mlale, dan Desa Japoh.
commit to user
f) Subkelas Kesesuaian Lahan N1 r
Subkelas kesesuaian lahan N1r adalah subkelas kesesuaian lahan tidak sesuai saat ini dengan faktor pembatas pada media perakaran. Subkelas kesesuaian lahan ini disebabkan oleh satuan lahan yang karakteristik lahannya terdapat pada kelas kesesuaian terburuk yakni kedalaman efektif. . Subkelas kesesuaian lahan potensial dengan tingkat pengelolaan sedang N1r ini tersebar di Desa Banyurip, Desa Jenar, Desa Ngepringan, Desa Japoh, Desa Dawung, Desa Mlale, dan Desa Kandang Sapi.
Usaha perbaikan/ pemberian pelakuan pada pengelolaan tingkat sedang ini dapat dilakukan pada faktor pembatas media perakaran (drainase), retensi hara, ketersediaan hara dan bahaya erosi. Tingkat pengelolaan sedang dapat dilakukan pada tingkat petani menengah, memerlukan modal menengah dan teknik pertanian sedang. Hasil dari penelitian ini menunjukkan adanya kenaikan persentase luas persebaran Kelas Cukup Sesuai (S2) dan penurunan persebaran Kelas Sesuai Marginal (S3) sebesar 0.59%. Sedangkan persebaran Kelas Tidak Sesuai Saat Ini (N1) yaitu subkelas N1 r tidak mengalami perubahan, karena faktor pembatas ketersediaan air dalam hal ini kedalaman efektif belum dapat dilakukan perbaikan pada tingkat pengelolaan sedang. Faktor pembatas kedalaman efektif umumnya tidak dapat dilakukan usaha perbaikan, kecuali pada lapisan padas lunak dan tipis dengan membongkarnya waktu pengolahan tanah dengan tingkat pengelolaan tinggi ((Djaenudin, 1994: 9).
Jika pada kesesuian lahan aktual untuk tanaman tebu subkelas terbaik adalah subkelas S2 r,f,n, pada kesesuaian potensial dengan pengelolaan tingkat rendah subkelas kesesuaian terbaik menjadi S2 r,f, pada kesesuaian potensial dengan pengelolaan tingkat sedang subkelas kesesuaian lahan yang terbaik yaitu S2 r. Subkelas S2 r ini persebarannya hanya 2,24% yaitu di Desa Banyurip, subkelas yang persebarannya paling luas adalah subkelas S2 r, s/m (67,54%).
commit to user
Penjagaan kesuburan tanah lebih memungkinkan dengan menanam tanaman kacang-kacangan (leguminosa) karena bintil akarnya yang mengikat nitrogen (N) dari udara secara langsung akan mempercepat pertumbuhan tanaman lain. Lebih lanjut, tanaman kacang-kacangan yang brakar banyak dan dalam juga mampu menyerap air hujan lebih banyak dan lama di dalam tanah (Kuswandi, 1993: 70). Dengan pertimbangan inilah, pada penelitian ini tanaman tebu dapat ditanam secara tumpang sari dengan tanaman kacang tanah.
2. KesesuaianLahanAktual dan Potensial Untuk Tanaman Kacang Tanah
a. Kesesuaian Lahan Aktual Untuk Tanaman Kacang Tanah
Kelas kesesuaian lahan untuk tanaman kacang tanah diperoleh dengan mencocokkan antara kualitas dan karakteristik daerah penelitian seperti yang disajikan dalam Tabel 37 dengan persyaratan tumbuh tanaman kacang tanah yang disajikan dalam Tabel 18. Berdasarkan hasil perbandingan maka diperoleh kelas kesesuaian lahan aktual untuk tanaman kacang tanah, disajikan dalam Tabel 46 berikut.
commit to user
Tabel 47. Luas dan Presentase Daerah Subkelas Kesesuaian Lahan Aktual untuk Tanaman Kacang Tanah di Kecamatan Jenar
No Subkelas Kesesuaian Lahan Nomor Satuan Lahan Luas Ha (%) 1 S3 r, n 3 422,20 6,85 2 S3 r 15 36,91 0,60 3 S3 s/m 10, 12 297,24 4,82 4 S2 r, f, n, s/m 13, 16 317,30 5,15 5 S2 r, n, s/m 1, 4, 5, 7, 8 5088,71 82,58 Jumlah 6162,36 100,00
(Sumber: Peta Kesesuaian Lahan Aktual untuk Tanaman Kacang Tanah Kecamatan Jenar Tahun 2010)
Berikut uraian Tabel 47:
1) Subkelas Kesesuaian Lahan S3 r, n
Subkelas kesesuaian lahan S3r,n adalah subkelas kesesuaian lahan sesuai marginal dengan faktor penghambat pada media perakaran dan ketersediaan hara. Subkelas kesesuaian lahan ini disebabkan oleh satuan lahan yang karakteristik lahannya terdapat pada kelas kesesuaian terburuk yakni drainase dan P2O5 tersedia. Drainase termasuk kategori agak lambat dan
ketersediaan P2O5 termasuk rendah. Upaya yang dapat dilakukan yaitu
perbaikan sistem drainase pada pengelolaan tingkat sedang dan pemberian pupuk yang mengandung fosfat seperti TSP, SP-36 lebih banyak dibandingkan unsur lain (N dan K).
Subkelas kesesuaian lahan S3r,n ini terdapat pada satuan lahan ACK-I-Sw (3). Luas seluruh satuan lahan tersebut adalah 422,20 Ha atau 6,85% yang tersebar di Desa Dawung, Desa Japoh, Desa Kandang Sapi, dan Desa Mlale.
commit to user
Peta 10. Kesesuaian Lahan Aktual Untuk Tanaman Kacang Tanah Kecamatan