• Tidak ada hasil yang ditemukan

KESIMPULAN DAN REKOMENDASI

Dalam dokumen LAPORAN HASIL PENELITIAN (Halaman 67-72)

HASIL PENELITIAN

KESIMPULAN DAN REKOMENDASI

A. Kesimpulan

Berdasarkan pada data penelitian, maka dapat penulis simpulkan bahwa : 1) Kearifan lokal para santri kaitannya dengan ekonomi kreatif di Pondok

Pesantren yaitu lebih ke arah perniagaan (minimarket, londry, kantin) dengan pembiasaan-pembiasaan selama dipondok yang bertujuan untuk membangun sikap mandiri dan tanggung jawab. Hal ini terbukti banyaknya para alumni pesantren yang tersebar di nusantara, dan mampu membina masyarakat melalui pendidikan dan pembelajaran maupun menjadi para pengusaha yang sukses. Namun, tidak banyak pula ponpes yang tidak menerapkan kearifan lokal pada ekonomi kreatif para santri, ini disebabkan karena kekurangan lahan atau tempat yang berada di pondok pesantren.

2) Potensi Usaha yang dikelola oleh para Santri di Pondok Pesantren yaitu rata-rata lebih banyak ke arah perniagaan seperti warung, kopontren (koperasi pesantren), minimarket, dan kantin. Memang sebelumnya potensi lokalnya ke arah peternakan kambing dan ikan, perkebunan dengan menanam pohon mangga, multimedia yaitu radio, dan sablon. Tapi saat ini, potensi tersebut sudah tidak ada lagi (Off), bahkan ada beberapa pondok pesantren yang dari dulu sampai sekarang tidak mengetahui potensi lokal yang dimilikinya dikarenakan pondok pesantrennya tidak memiliki sumber daya alam sehingga tidak ada kegiatan kewirausahaan dipondok pesantrennya.

3) Model Pengembangan Santripreneur sebagai Penggerak Ekonomi Kreatif Berbasis Syariah, saat ini lebih ke arah optimalisasi potensi yang ada (perniagaan dan kuliner) dengan dukungan berbagai macam Pihak. Yaitu Pemerintah Kota Tangerang Selatan melalui penyiapan lahan hibah sebagai pusat lokasi bisnis yang di khususkan bagi para santripreneur se Tangerang

Selatan. Kemudian Dinas-dinas yang ada di Kota Tangerang Selatan bekerja sama untuk mempromosikan produk yang dihasilkan oleh para santripreneur agar banyak pembeli yang berkunjung ke lokasi tersebut. Kemudian untuk pengembangan santripreneurnya melalui pelatihan-pelatihan dan pendampingan secara intensif yang di berikan oleh universitas (UIN Jakarta) dan pihak swasta lainnya yang didukung oleh Kemenag Tangsel, FSPP, dan komunitas tertentu misalnya komunitas bioponik untuk diberikan pelatihan dan pendampingan usaha. Produk yang diciptakan, diharapkan memiliki ciri khas antara pontren yang satu dengan pontren yang lainnya sehingga memiliki daya jual yang unik dan tinggi. Selain diberikan bantuan baik berupa dana hibah, alat produksi maupun skill, diperlukan juga daya dukung dari masyarakat, pengelola pondok pesantren, yayasan, guru, wali santri dan para santrinya agar santripreneur dapat berkembang sebagai penggerak ekonomi kreatif di pondok pesantren yang ada di wilayah Tangerang Selatan.

B. Implikasi

1. Memperoleh input bagi pemerintah maupun Kemenag Tangsel untuk mengembangkan santripreneur diwilayah Tangerang Selatan

2. Mengetahui alternatif Model Pengembangan santripreneur sebaga penggerak ekonomi kreatif di Wilayah Tangerang Selatan

3. Ternyata masih banyak potensi lokasl yang bisa dikembangkan sebagai kegiatan santripreneur di wilayah Tangerang Selatan

4. Memperoleh informasi yang dapat dijadikan pijakan regulasi kedepannya untuk mengembangkan santripreneur wilayah Tangerang Selatan

C. Rekomendasi

1. Pemerintah Kota Tangerang Selatan

• Memberikan edukasi dalam bentuk pelatihan-pelatihan membuat produk yang unik dan berkesinambungan, sehingga para santri memiliki skill tambahan

• Memberikan dukungan baik dana hibah, pemberian lokalisasi tempat usaha, dan mempromosikan tempat usahanya

2. Kementrian Agama Provinsi Banten

• Bisa memfasilitasi sebagai wadah untuk mengembangkan kewirausahaan di pesantren melalui forum unit usaha pesantren • Menambahkan program kerja santripreneur di job description pada

Kasi Pontren, karena saat ini belum ada program kerja kearah kewirausahaan di pondok pesantren

• Membuat data base tentang informasi kewirausahawan yang ada di pondok pesantren, karena selama ini tidak ada data tentang keberadaan wirausaha di pondok pesantren yang ada di wilayah tangerang selatan sehingga kedepannya bisa dibuat pemetaan jenis usaha yang ada di pontren

• Dibuat anggaran khusus dan mengusulkan ke Kemenag pusat untuk pembiayaan santripreneur agar program kewirausahaan dipondok pesantren bisa berkembang

• Bisa menjadi fasilitator kegiatan pengembangan santripreneur melalui pelatihan-pelatihan dengan cara bekerja sama dengan berbagai pihak salah satunya dengan komunitas usaha tertentu maupun dengan universitas tertentu contohnya UIN Jakarta

• Merespon permasalahan yang terjadi dipondok pesantren kaitannya dengan pengembangan santripreneur dan memberikan solusi

alternatif permasalahannya

• Mengakomodir semua kebutuhan pondok pesantren kaitannya pelaksanaan kewirausahaan di pondok pesantren

3. FSPP (Forum Silaturahmi Pondok Pesantren)

• Dapat menampung aspirasi pengembangan santripreneur di setiap pondok pesantren

• Membentuk Forum khusus, misalnya unit kewirausahaan di pondok pesantren

• Melengkapi fasilitas usaha bagi para santripreneur

• Lebih menjalin silaturahmi yang erat di semua pondok pesantren yang ada di wilayah Tangerang Selatan agar permasalahan yang ada dapat terselesaikan

• Membuat daftar/ catatan terkait peran serta FSPP terhadap pondok pesantren yang ada, karena selama ini belum ada daftar kewirausahaan pondok pesantren di FSPP.

• Memfasilitasi pengembangan bakat-bakat yang ada di pondok pesantren

• Mencari link dan menjalin kerja sama baik dengan pemerintah maupun pihak swasta

• Mencari dana hibah untuk membantu program kerja pengembangan satripreneur di pondok pesantren yang ada di Kota Tangerang Selatan • Mendukung pondok pesantren untuk meningkatkan skill bagi para santri agar kedepannya mereka bisa sukses menjadi pengusaha seperti Rosullullah

• Menjadi fasilitator sharing produk diantara pondok pesantren yang ada, sehingga supply dan demmand di antara sesama pondok pesantren bisa terpenuhi

4. Pimpinan/ Pengelola Pondok Pesantren

 Memberikan dukungan dalam bentuk perizinan

 Mendukung untuk mengadakan pelatihan-pelatihan bagi para santri

5. Peneliti Lain

 Meneliti lebih jauh hal-hal apa saja yang menjadi pertimbangan dalam mengembangkan kewirausahaan di pondok pesantren

 Dibuat penelitian tentang jenis-jenis usaha apa saja yang ada di beberapa lokasi pondok pesantren yang tersebar di wilayah Tangerang Selatan sehingga kedepannya bisa dibuat pemetaan agar pengembangan santripreneurnya lebih tepat sasaran

Dalam dokumen LAPORAN HASIL PENELITIAN (Halaman 67-72)

Dokumen terkait