BAB V: KESIMPULAN DAN SARAN
KESIMPULAN DAN SARAN A.Kesimpulan
Dari uraian bab – bab sebelumnya maka penulis megambil kesimpulan sebagai berikut:
1. Tingkat Kepatuhan Wajib Pajak dalam menyampaikan Surat Pemberitahuan Tahunan Pajak Penghasilan Orang Pribadi pada Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Binjai rata - rata yaitu hanya 34,39% apabila dibandingkan dengan jumlah Wajib Pajak Terdaftar.
2. Faktor yang menyebabkan Wajib Pajak tidak memenuhi kewajiban menyampaikan Surat Pembertitahuan Tahunan Pajak Penghasilan Orang Pribadi pada Kantor Pelayanan Pajak Pratama (KPP) Binjai antara lain :
a. Kurangnya pengetahuan masyarakat tentang pajak b. Perturan perundang – undangan yang sulit dipahami
c. Pajak dianggap sebagai beban yang mengurangi penghasilan
d. Kurangnya rasa percaya masyarakat terhadap fiskus atau petugas pajak e. Sikap masyarakat terhadap pemerintah dan pelaksanaan pemeritahan f. Sistem pajak dan pelaksanaan pajak yang dirasa tidak mudah dan tidak
3. Upaya Kantor Pelayanan Pajak Pratama Binjai dalam mengantisipasi Wajib Pajak Orang Pribadi yang tidak memenuhi kewajiban menyampaikan Surat Pemberitahuan Tahunan Pajak Penghasilan adalah dengan:
a. Memberikan penyuluhan
b. Memberikan jasa pelayanan yang baik c. Menyederhanakan sistem pajak
d. Perlakuan fiskus yang jujut]r dan adil terhadap semua wajib pajak e. Menunjukkan image fiskus yang baik kepada masyarakat.
B.Saran
Dalam penulisan laporan Praktik Kerja Lapangan Mandiri ini, penulis ingin memberikan saran – saran yang sifatnya membangun. Adapun saran – saran tersebut antara lain ialah:
1. Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Binjai harus melakukan pemeriksaan ulang terhadap Wajib Pajak yang tidak menyampaikan SPT Tahunan PPh Orang Pribadi sesuai undang – undang.
2. Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Binjai harus memberikan penyuluhan yang intensif kepada masyarakat tentang hak dan kewajiban perpajakan Wajib Pajak terutama dalam menyampaikan SPT Tahunan PPh Orang Pribadi.
3. Masyarakat perlu diberi banyak pengetahuan tentang pajak. Pengetahuan tentang pajak ternyata mempengaruhi kesediaan orang untuk melaporkan penyimpanagn yang dilakukan oleh orang lain, khususnya untuk penyimpangan
dalam jumlah yang besar. Secara teoritik menumbuhkan sikap positif terhadap sesuatu harus bermula dari adanya pengetahuan tentang hal tersebut. Selain upaya- upaya yang telah dilakukan oleh fiskus, upaya lain yang dapat dilakukan oleh kantor pajak atau fiskus untuk meningkatkan ketaatan masyarakat akan pajak terutama dalam menjalankan kewajiban dalam menyampaikan SPT Tahunan dapat dilakukan dengan cara – cara berikut: - menyediakan mobil yang bergerak dari rumah ke rumah untuk mengantarkan
informasi tentang pajak.
- Selama ini masyarakat merasa sulit memahami pajak dikarenakan peraturan tentang pajak yang dinamis dan berubah-ubah serta menggunakan bahasa yuridis yang sulit dipahami. Maka lebih baik informasi pajak yang disampaikan sedapat mungkin menarik dan menggunakan bahasa yang ringan dan mudah dimengerti selain bahasa yuridis yang sulit dipahami orang awan. Dibuat brosur penuntun pajak yang sangat komunikatif dan digemari oleh orang karena brosur tersebut ditulis dengan bahasa yang semaksimal mungkin menghindari istilah akademik atau terminologi pajak. Dengan ilustrasi gambar yang bukan menampilkan petugas pajak misalnya brosur pajak dibuat selucu mungkin dengan ilustrasi gambar kartun yang membangkitkan rasa humor, serta menghindari gambaran kaku para petugas pajak.
kesadaran membayar pajak. Minimal untuk saat ini diperlukan adanya kelompok remaja sadar pajak, yang bermula dari anak para petugas pajak atau mahasiswa – mahasiswa aktif dan kreatif. Kelompok ini akan berguna tidak hanya bagi kepentingan remaja itu sendiri, tetapi juga akan ikut menyadarkan orangtua mereka yang notabene petugas pajak bahwa mereka harus bekerja dengan baik sebagai petugas pajak. Selain itu, kelompok sadar pajak biasanya akan sangat tidak menyukai para anggota yang menyimpang dari ketentuan pembayaran pajak. Pembentukan kelompok-kelompok sadar pajak diharapkan akan besar sumbangannya bagi peningkatan penghasilan dari sektor pajak.
- Penting sekali diketahui bagaimanakah keinginan dan harapan para wajib pajak tentang penggunaan uang pajak yang telah mereka bayar. Secara teoritis, semakin sesuai antara keinginan si pembayar pajak dengan pemanfaatan uang pajak yang mereka bayar, maka semakin senang mereka untuk membayar pajak. Untuk mengetahui pendapat pembayar pajak di bidang apakah uang pajak harus digunakan, kiranya diperlukan semacam usaha untuk menjaring informasi tersebut. Hal itu dapat dilakukan lewat survei pendapat pembayar pajak.
- Petugas pajak diharapkan simpatik, bersifat membantu, mudah dihubungi, dan bekerja jujur. Bila petugas berbuat yang tidak sesuai dengan ketentuan, maka status mereka sama dengan pagar yang memakan tanaman. Tanpa ada perubahan ke arah perilaku yang simpatik dan kejujuran dalam bertugas di
kalangan para petugas pajak, maka sulit untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk membayar pajak. Tugas pegawai negeri adalah melayani rakyat dan bukan dilayani rakyat. Pelayanan yang diberikan oleh pemerintah selain pelayanan pajak itu sendiri seperti yang telah dibicarakan di atas, juga pelayanan pemerintah pada masyarakat dalam makna yang lebih luas. Pelayanan yang diberikan pemerintah dalam makna meluas ini merupakan insentif bagi pembayar pajak. Insentif ini harus diberikan pemerintah sebagai imbalan. Uang pajak yang dibayarkan kepada pemerintah diharapkan untuk dikembalikan dalam wujud pelayanan yang baik kepada masyarakat. Petugas Pemerintah yang menyiksa rakyatnya melalui komersialisasi jabatan, korupsi, dan kebiasaan mempersulit segala urusan yang mudah akan menyebabkan masyarakat tidak antusias membayar pajak. Selain itu, perlu pula disadari bahwa petugas pemerintah adalah orang yang sering menjadi panutan masyarakat. Kalau sekiranya petugas dalam segala strata jabatannya telah membayar pajak dengan baik, maka besar kemungkinan masyarakat akan mengikuti jejak yang demikian. Dalam hal membayar pajak hendaknya ada keterbukaan. Kalau sekiranya ada keterbukaan, mudah – mudahan orang akan antusias membayar pajak dan taat akan kewajiban perpajakan lainnya.
- Para wajib pajak mengharapakan agar uang yang diserahkan kepada negara digunakan dengan sebaik-baiknya oleh pemerintah. Masyarakat atau wajib
pajak yang telah mereka bayar. Apakah ada perbaikan di dalam pelayanan terhadap mereka sebagai warganegara? Apakah urusan dalam berbagai hal yang semula kurang lancar kini berubah menjadi lancar? Demikian pula dengan sarana-sarana yang menyangkut kepentingan orang banyak seperti pendidikan, jalan-jalan, transpostasi, listrik, telepon dan sebagainya, apakah semakin baik? perlu dijelaskan bahwa pelayanan yang mereka terima adalah hasil dari pajak yang telah mereka bayar. Kalau ada pembangunan jalan yang biayanya bersumber dari pajak, misalnya, maka perlu diumumkan bahwa pembangunan tersebut dibiayai oleh uang pajak. Hal demikian menuntut adanya pemisahan antara pembiayaan pembangunan yang bersumber dari pajak, dan yang bersumber dari sektor lainnya. Kejelasan kaitan antara pajak dengan hasil-hasil kegiatan pembangunan harus dibuat sejelas mungkin di mata para pembayar-pajak.