• Tidak ada hasil yang ditemukan

KESIMPULAN DAN SARAN

Dalam dokumen BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang (Halaman 85-90)

5.1 Rangkuman

Dalam penelitian ini masalah yang diangkat dan ingin dibuktikan oleh penulis adalah apakah penerapan teori Gestalt pada iklan cetak sepatu Adidas versi Fake Hurts Real ( Adidas palsu ) efektif dipahami oleh konsumen ?. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui, mengkaji dan menggali seberapa jauh pesan dan efektivitas teori Gestalt yang diterapkan pada iklan cetak sepatu Adidas versi Fake Hurts Real ( Adidas palsu ) terhadap pemahaman konsumen. Dalam penelitian yang mengangkat judul “ Efektifitas Penerapan Teori Gestalt pada Iklan Cetak Adidas terhadap Pemehaman Konsumen ”, penulis menyusun hipotesis asosiatif yang ingin dibuktikan yaitu penerapan teori Gestalt pada iklan cetak sepatu Adidas efektif dipahami oleh konsumen.

Pada penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif karena dari permasalahan yang diangkat membutuhkan data-data yang berupa angka atau statistik yang kemudian dari angka-angka dan statistik tersebut ditarik kesimpulan.

Berdasarkan data-data yang telah diperoleh dari hasil penelitian, kesimpulan yang diperoleh adalah hipotesis yang diajukan oleh peneliti pada awal sebelum melakukan penelitian sesuai dengan kenyataan yang sebenarnya di lapangan. Dapat dikatakan juga hipotesisnya diterima atau hipotesis satu. Hal ini karena kesimpulan yang didapat sesuai dan sejalan dengan hipotesis yang telah diajukan sebelumnya.

Hipotesis awal yang diajukan adalah bahwa penerapan teori Gestalt dan pesan dalam iklan Adidas efektif dipahami oleh konsumen. Akan tetapi, setelah diadakan penelitian yang lanjut, hasil yang diperoleh sesuai dengan hipotesis yaitu penerapan teori Gestalt dalam iklan Adidas efektif dipahami oleh konsumen karena kebanyakan responden dapat

mempersepsikan dan tegas menjawab bahwa bentuk yang ada dalam iklan merupakan bentuk dari logo Adidas. Akan tetapi dari segi pesan yang disampaikan, pesan yang ada dalam iklan tidak dipahami oleh konsumen. Kebanyakan konsumen salah memahami makna pesan yang terdapat di dalam iklan, sehingga pesan yang ditangkap oleh konsumen berbeda dengan pesan sebenarnya yang ingin disampaikan oleh Adidas. Dengan adanya perbedaan pemahaman ini jelaslah pesan yang disampaikan dalam iklan tidak sampai kepada konsumen.

5.2 Kesimpulan

Pengambilan data dilakukan dengan tujuan untuk mendapatkan data-data tentang sejauh mana efektifitas penerapan teori Gestalt pada iklan Adidas terhadap pemahaman konsumen serta bagaimana konsumen menangkap pesan yang terdapat dalam iklan tersebut.

Dalam penelitian ini mempunyai dua variabel yaitu variabel bebas atau variabel independen dan variabel terikat atau variabel dependen. Kedua variabel ini saling mempengaruhi yang nantinya akan terlihat dalam hasil penelitian. Adapun kedua variabel tersebut adalah sebagai berikut :

c. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah penerapan teori Gestalt pada iklan Adidas. Variabel bebas yang dalam penelitian ini adalah penerapan teori Gestalt pada iklan Adidas hanya akan mengambil iklan Adidas versi Fake Hurts Real untuk dijadikan objek penelitiannya.

d. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah pemahaman konsumen terhadap penerapan teori Gestalt pada iklan Adidas serta pemahaman konsumen terhadap pesan yang disampaikan dalam iklan tersebut.

Untuk pengambilan responden, dalam penelitian ini menggunakan teknik pengambilan sampel sampling purposive karena pengambilan anggota sampel dari populasi dilakukan dengan dengan pertimbangan tertentu. Sampel ini lebih cocok digunakan untuk penelitian

kuantitatif,atau penelitian-penelitian yang tidak melakukan generalisasi. Adapun penelitian mengambil populasi remaja dengan rentang usia 17-25 tahun di wilayah Semarang, karena wilayah Semarang cakupannya cukup besar. Kemudian sampel yang diambil adalah remaja dengan rentang usia 17-25 tahun di wilayah Semarang, karena wilayah Semarang cakupannya cukup besar. Dengan beragam jenis remaja yang ada di dalamnya sehingga dapat dijadikan populasi dalam penelitian ini. Sedangkan untuk sampelnya akan diambil sampel dari daerah Kecamatan Semarang Tengah, letaknya yang di tengah kota memudahkan mengambil data karena banyak remaja antara rentang 17-25 tahun dari berbagai kalangan, jenis pendidikan dan gaya hidup yang bervariatif yang berdiam di daerah tersebut. Besarnya sampel yang diambil dalam penelitian ini sebanyak 50 orang atau 50 sampel untuk ditarik kesimpulannya.

Berdasarkan data yang telah diperoleh dari responden dalam penelitian, kesimpulan yang didapat adalah hipotesis yang diajukan sebelum melakukan penelitian diterima atau sesuai dengan hasil di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapam teori Gestalt dalam iklan Adidas efektif dipahami oleh konsumen karena kebanyakan responden dapat mempersepsikan dan tegas menjawab bahwa bentuk yang ada dalam iklan merupakan bentuk dari logo Adidas. Adapun pesan yang disampaikan tidak dipahami oleh konsumen, hal ini bisa terjadi disebabkan oleh pemahaman yang salah dan kurang mendalam dari konsumen.

Kebanyakan konsumen hanya melihat dari segi visualisasi secara tersurat saja atau dengan kata lain hanya melihat dari yang tergambar dalam tampilan iklan saja tanpa berpikir lagi makna apa yang sebenarnya terkandung di balik tampilan iklan yang seperti itu. Hal ini akhirnya menjadikan pesan yang sebenarnya atau inti pesan yang ingin disampaikan jadi tidak sampai kepada konsumen.

Hal lain yang menjadikan iklan Adidas versi Fake Hurts Real pesannya banyak tidak dipahami oleh konsumen adalah perbedaan latar belakang dari konsumen. Perbedaan latar belakang ini sangat terlihat pada

cara berpikir dalam menerima dan menyimpulkan pesan dari iklan Adidas tersebut. Kebanyakan para konsumen menyimpulkan bahwa Adidas mencegah cedera dikarenakan kebanyakan konsumen menganggap dan berpikir bahwa tampilan iklan yang menampilkan perban dan plester itu berarti dapat mencegah cedera atau paling tidak menutup cedera atau luka. Pemikiran dari konsumen yang seperti ini didasarkan dari anggapan bahwa perban, plester atau peralatan medis secara umum itu dapat diartikan sesuatu yang mencegah cedera atau menutup cedera. Jadi kesalah pahaman dalam menyimpulkan pesan iklan Adidas versi Fake Hurts Real ini dipengaruhi oleh latar belakang dan cara pemikiran dari para konsumen yang berbeda.

5.3 Saran

Adidas merupakan perusahaan sepatu olahraga terbesar di dunia. Walaupun sudah termasuk sebagai perusahaan besar, tetapi nama besar itu tidak menjamin produknya langsung dikenal oleh masyarakat. Perlu strategi yang lebih jitu dalam rangka untuk lebih menarik lagi minat masyarakat terhadap produk Adidas. Salah satunya adalah dengan mengeluarkan iklan-iklan yang menarik, menghibur, tetapi juga mengajak masyarakat untuk memakai produk. Adidas juga menggunakan iklan sebagai cara untuk menarik konsumen. Iklan-iklan yang dikeluarkan Adidas memang kebanyakan menarik dalam hal visual maupun pesan yang ingin disampaikan kepada konsumen. Iklan-iklan tersebut ada yang mudah dicerna pesannya dalam artian masyarakat langsung mengerti saat melihat visual iklan. Akan tetapi, ada juga beberapa dari iklan-iklan tersebut yang memiliki pesan tersirat atau dengan kata lain memerlukan penafsiran lebih dalam dalam memahami pesannya. Penafsiran yang berbeda dari masyarakat maka akan menimbulkan pesan yang diartikan atau ditangkap oleh mayarakat berbeda pula dengan pesan sebenarnya yang ingin disampaikan oleh Adidas sebagai produsen. Perbedaan

penafsiran pesan ini dapat disebabkan oleh perbedaan latar belakang serta pemahaman yang kurang mendalam dari masyarakat.

Oleh karena itu, Adidas sebagai perusahaan yang besar sebelum mengeluarkan iklan dalam rangka promosi sebuah produk, harus terlebih dahulu menentukan sasaran dan mempelajari latar belakang dari target yang akan dituju oleh iklan. Sehingga iklan yang dikeluarkan nantinya akan efektif dipahami oleh masyarakat. Selain itu, masyarakat sebagai sasaran dari iklan nantinya haruslah dapat berpikir lebih mendalam dan lebih dapat menafsirkan pesan yang tersirat dalam iklan. Bukan hanya sekedar melihat hanya sebatas visual iklannya saja kemudian langsung membuat kesimpulan, tetapi juga melihat iklan dengan seksama dan secara utuh baik dari visualnya maupun pesan yang ingin disampaikan sehingga pesan dapat ditangkap dan diartikan dengan tepat.

Dengan begitu iklan yamg dikeluarkan oleh Adidas nantinya dapat dimengerti oleh masyarakat dan konsumen secara efektif sehingga secara tidak langsung juga menarik minat masyarakat terhadap produk Adidas yang pasti akan berdampak positif terhadap perusahaan Adidas.

Dalam dokumen BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang (Halaman 85-90)

Dokumen terkait