A. KESIMPULAN
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan maka peneliti menyimpulkan bahwa konsep diri pada penderita stroke dalam penelitian ini adalah positif meskipun tidak secara keseluruhan aspek konsep diri menunjukkan positif. Penderita stroke akan mengalami berbagai pengalaman di kehidupan sehari-hari setelah mengalami stroke dan hal ini merupakan proses dimana penderita stroke membentuk konsep dirinya. Penderita akan mengalami keterbatasan sebagai dampak stroke dan mengalami penyesuaian terhadap kondisinya baik secara fisik maupun psikologis.
Pengetahuan diri akan positif bila penderita stroke menyadari dan memahami segala perubahan yang terjadi pada diri penderita. Pengetahuan secara fisik, diri pribadi, moral, keluarga dan sosial merupakan aspek yang saling berpengaruh terhadap pengetahuan diri penderita stroke. Setelah menyadari perubahan yang terjadi, penderita stroke memiliki harapan bagi dirinya. Harapan yang positif memberikan motivasi bagi penderita untuk mencapai harapannya sehingga dapat mengatasi sakit yang dialaminya. Penilaian diri yang positif akan memberikan persepsi yang positif juga terhadap diri penderita. Sikap yang positif terhadap diri akan memberikan penilaian terhadap diri yang juga positif dan mempengaruhi psikologis penderita stroke.
B. SARAN
Dalam penelitian ini, peneliti memberikan saran sebagai berikut: 1. Saran bagi pihak medis ( Rumah sakit, dokter atau pramurukti)
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penderita stroke mengalami gangguan fisik yang mengakibatkan penderita merasa terbatas dalam aktifitas. Gangguan yang umum dialami seperti kelumpuhan sebelah bagian tubuh dan gangguan bicara menjadi gangguan yang paling membuat penderita merasa kesulitan. Bagi pihak medis menjadi penting untuk memberikan terapi-terapi fisik untuk membantu pemulihan fisik yang mengalami kelumpuhan dan terapi bicara karena dua hal tersebut merupakan hal terpenting bagi penderita stroke untuk beraktifitas setelah mengalami stroke. Apabila tidak dilakukan terapi yang membantu memulihkan gangguan tersebut, maka penderita akan sulit memulihkannya secara pribadi dan mengganggu aktifitas penderita.
2. Saran bagi psikolog klinis
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penderita stroke memiliki konsep diri yang positif. Penelitian ini dilakukan dengan metode wawancara yang bertujuan agar pengalaman penderita stroke dalam membentuk konsep dirinya akan lebih tergambarkan dalam penelitian ini. Dalam penelitian ini konsep diri penderita stroke adalah positif, namun hal penting menurut peneliti yang ditemukan adalah penerimaan terhadap kondisi diri belum bisa dirasakan oleh penderita stroke. Saran bagi psikolog klinis agar dapat membantu penderita stroke untuk dapat menerima kondisi dirinya. Bila penerimaan diri ini belum bisa dirasakan maka akan menimbulkan kondisi psikologis yang
cukup mengganggu penderita stroke, seperti perasaan tidak puas dan tidak nyaman terhadap kondisi dirinya. Hal ini akan berdampak seterusnya pada penderita stroke dalam menjalani kehidupan selanjutnya.
3. Saran bagi penderita stroke
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penderita stroke akan mengalami gangguan fisik sebagai dampak penyakit stroke. Bagi penderita gangguan fisik ini membuat kesulitan beraktifitas dan menjadi bergantung dengan orang lain. Menyikapi kondisi fisik yang terbatas dan berusaha mandiri akan berpengaruh terhadap konsep diri penderita stroke. Penderita stroke perlu menyikapi kondisi fisiknya dengan positif dan berusaha tetap mandiri tidak tergantung dengan orang lain. Dengan demikian penderita stroke diharapkan agar tetap menyikapi hal tersebut dengan positif. Menanamkan sifat positif dan semangat untuk hidup akan memberikan dampak positif bagi diri penderita stroke untuk tetap melanjutkan hidup didalam keterbatasan. 4. Saran bagi keluarga dan lingkungan sosial
Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi dan dukungan positif dan keluarga (orang tua, istri/suami, anak-anak, saudara) sangat mendukung pembentukan konsep diri yang positif bagi penderita. Keluarga adalah orang terdekat dimana penderita akan sangat bergantung kepada keluarga. Dalam hal ini, peneliti memberikan saran agar keluarga tidak hanya sekedar menjadi anggota keluarga tetapi sekaligus pendamping untuk mendukung penderita stroke dalam proses pemulihan dari sakit. Hal ini akan sangat membantu bagi penderita stroke karena mereka akan merasa dicintai dan dihargai sehingga
memberikan semangat hidup bagi mereka. Penerimaan dan dukungan dari lingkungan sosial juga dapat memberikan rasa berharga dan diterima bagi penderita stroke. Hal ini tentu akan membantu penderita stroke untuk tetap dapat bersosialisasi dengan lingkungan sosial disekitarnya.
5. Saran bagi penelitian selanjutnya
Penelitian sebelumnya dilakukan dengan metode kuantitatif deskriptif dengan menggunakan skala konsep diri. Hasil dari penelitian tersebut menunjukkan konsep diri penderita stroke positif. Pada penelitian ini, peneliti melakukan penelitian konsep diri pada penderita stroke dengan metode kuantitatif deskriptif namun dengan menggunakan metode wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penderita stroke memiliki konsep diri yang positif. Dalam penelitian ini terdapat kasus yaitu dimana data subjek terlihat kurang menunjukkan penerimaan diri secara utuh. Oleh karena itu, saran bagi penelitian selanjutnya adalah untuk meneliti penerimaan diri penderita stroke dengan metode kualitatif. Metode kualitatif diharapkan dapat lebih dalam melihat penerimaan diri penderita stroke dan faktor-faktor yang mempengaruhi penerimaan diri penderita stroke. Penerimaan diri terhadap kondisi diri sangat berpengaruh terhadap kondisi psikologis penderita stroke. Penelitian ini akan bermanfaat bagi penderita stroke agar mereka dapat menerima kondisi mereka. Penelitian selanjutnya juga dapat mempertimbangkan usia dan rentang waktu sakit yang dialami oleh penderita, karena berdasarkan hasil penelitian ini kedua hal tersebut memberikan kekhususan pada penelitian ini.
97
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
A. KESIMPULAN
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan maka peneliti menyimpulkan bahwa konsep diri pada penderita stroke dalam penelitian ini adalah positif meskipun tidak secara keseluruhan aspek konsep diri menunjukkan positif. Penderita stroke akan mengalami berbagai pengalaman di kehidupan sehari-hari setelah mengalami stroke dan hal ini merupakan proses dimana penderita stroke membentuk konsep dirinya. Penderita akan mengalami keterbatasan sebagai dampak stroke dan mengalami penyesuaian terhadap kondisinya baik secara fisik maupun psikologis.
Pengetahuan diri akan positif bila penderita stroke menyadari dan memahami segala perubahan yang terjadi pada diri penderita. Pengetahuan secara fisik, diri pribadi, moral, keluarga dan sosial merupakan aspek yang saling berpengaruh terhadap pengetahuan diri penderita stroke. Setelah menyadari perubahan yang terjadi, penderita stroke memiliki harapan bagi dirinya. Harapan yang positif memberikan motivasi bagi penderita untuk mencapai harapannya sehingga dapat mengatasi sakit yang dialaminya. Penilaian diri yang positif akan memberikan persepsi yang positif juga terhadap diri penderita. Sikap yang positif terhadap diri akan memberikan penilaian terhadap diri yang juga positif dan mempengaruhi psikologis penderita stroke.
B. SARAN
Dalam penelitian ini, peneliti memberikan saran sebagai berikut: 1. Saran bagi pihak medis ( Rumah sakit, dokter atau pramurukti)
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penderita stroke mengalami gangguan fisik yang mengakibatkan penderita merasa terbatas dalam aktifitas. Gangguan yang umum dialami seperti kelumpuhan sebelah bagian tubuh dan gangguan bicara menjadi gangguan yang paling membuat penderita merasa kesulitan. Bagi pihak medis menjadi penting untuk memberikan terapi-terapi fisik untuk membantu pemulihan fisik yang mengalami kelumpuhan dan terapi bicara karena dua hal tersebut merupakan hal terpenting bagi penderita stroke untuk beraktifitas setelah mengalami stroke. Apabila tidak dilakukan terapi yang membantu memulihkan gangguan tersebut, maka penderita akan sulit memulihkannya secara pribadi dan mengganggu aktifitas penderita.
2. Saran bagi psikolog klinis
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penderita stroke memiliki konsep diri yang positif. Penelitian ini dilakukan dengan metode wawancara yang bertujuan agar pengalaman penderita stroke dalam membentuk konsep dirinya akan lebih tergambarkan dalam penelitian ini. Dalam penelitian ini konsep diri penderita stroke adalah positif, namun hal penting menurut peneliti yang ditemukan adalah penerimaan terhadap kondisi diri belum bisa dirasakan oleh penderita stroke. Saran bagi psikolog klinis agar dapat membantu penderita stroke untuk dapat menerima kondisi dirinya. Bila penerimaan diri ini belum bisa dirasakan maka akan menimbulkan kondisi psikologis yang
cukup mengganggu penderita stroke, seperti perasaan tidak puas dan tidak nyaman terhadap kondisi dirinya. Hal ini akan berdampak seterusnya pada penderita stroke dalam menjalani kehidupan selanjutnya.
3. Saran bagi penderita stroke
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penderita stroke akan mengalami gangguan fisik sebagai dampak penyakit stroke. Bagi penderita gangguan fisik ini membuat kesulitan beraktifitas dan menjadi bergantung dengan orang lain. Menyikapi kondisi fisik yang terbatas dan berusaha mandiri akan berpengaruh terhadap konsep diri penderita stroke. Penderita stroke perlu menyikapi kondisi fisiknya dengan positif dan berusaha tetap mandiri tidak tergantung dengan orang lain. Dengan demikian penderita stroke diharapkan agar tetap menyikapi hal tersebut dengan positif. Menanamkan sifat positif dan semangat untuk hidup akan memberikan dampak positif bagi diri penderita stroke untuk tetap melanjutkan hidup didalam keterbatasan. 4. Saran bagi keluarga dan lingkungan sosial
Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi dan dukungan positif dan keluarga (orang tua, istri/suami, anak-anak, saudara) sangat mendukung pembentukan konsep diri yang positif bagi penderita. Keluarga adalah orang terdekat dimana penderita akan sangat bergantung kepada keluarga. Dalam hal ini, peneliti memberikan saran agar keluarga tidak hanya sekedar menjadi anggota keluarga tetapi sekaligus pendamping untuk mendukung penderita stroke dalam proses pemulihan dari sakit. Hal ini akan sangat membantu bagi penderita stroke karena mereka akan merasa dicintai dan dihargai sehingga
memberikan semangat hidup bagi mereka. Penerimaan dan dukungan dari lingkungan sosial juga dapat memberikan rasa berharga dan diterima bagi penderita stroke. Hal ini tentu akan membantu penderita stroke untuk tetap dapat bersosialisasi dengan lingkungan sosial disekitarnya.
5. Saran bagi penelitian selanjutnya
Penelitian sebelumnya dilakukan dengan metode kuantitatif deskriptif dengan menggunakan skala konsep diri. Hasil dari penelitian tersebut menunjukkan konsep diri penderita stroke positif. Pada penelitian ini, peneliti melakukan penelitian konsep diri pada penderita stroke dengan metode kuantitatif deskriptif namun dengan menggunakan metode wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penderita stroke memiliki konsep diri yang positif. Dalam penelitian ini terdapat kasus yaitu dimana data subjek terlihat kurang menunjukkan penerimaan diri secara utuh. Oleh karena itu, saran bagi penelitian selanjutnya adalah untuk meneliti penerimaan diri penderita stroke dengan metode kualitatif. Metode kualitatif diharapkan dapat lebih dalam melihat penerimaan diri penderita stroke dan faktor-faktor yang mempengaruhi penerimaan diri penderita stroke. Penerimaan diri terhadap kondisi diri sangat berpengaruh terhadap kondisi psikologis penderita stroke. Penelitian ini akan bermanfaat bagi penderita stroke agar mereka dapat menerima kondisi mereka. Penelitian selanjutnya juga dapat mempertimbangkan usia dan rentang waktu sakit yang dialami oleh penderita, karena berdasarkan hasil penelitian ini kedua hal tersebut memberikan kekhususan pada penelitian ini.
101