RIWAYAT HIDUP
3 METODOLOGI PENELITIAN
5 KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan
1) Komoditas potensial yang didaratkan secara kontinyu di Kabupaten Cilacap adalah ikan campuran (multi species), Kabupaten Sukabumi- Pelabuhanratu adalah ikan pari, DKI Jakarta adalah ikan cucut dan Kabupaten Cirebon adalah ikan pari.
2) Produk unggulan di Kabupaten Cilacap adalah surimi ikan campuran (multi species), Pelabuhanratu adalah surimi ikan pari, DKI Jakarta adalah surimi ikan cucut dan Kabupaten Cirebon adalah surimi ikan pari.
3) Hasil analisis finansial produk-produk unggulan adalah sebagai berikut; Kabupaten Cilacap menghasilkan NPV Rp. 2.510.361.474,- ; Net B/C 2,24 dan PBP 3,27 tahun, Pelabuhanratu menunjukkan NPV Rp. 282.620.155,-;
Net B/C 1,62 dan PBP 6,61 tahun, DKI Jakarta menunjukkan NPV Rp. 2.601.926.215,- ; Net B/C 1,97 dan PBP 3,76 tahun, dan Kabupaten
Cirebon menunjukkan NPV Rp. 4.788.037.931,- ; Net B/C 2,34 dan PBP 3,15 tahun.
4) Rancangan model pengembangan usaha pengolahan hasil perikanan, diuraikan sebagai berikut :
(1) Mengidentifikasi ikan yang didaratkan disuatu wilayah tertentu. (2) Menentukan jenis ikan yang belum diserap industri besar (eksportir). (3) Pemilihan komoditas potensial, dengan melibatkan pakar/responden. (4) Pemilihan produk potensial untuk mendapatkan jenis olahan yang
memiliki nilai tambah (added value) paling tinggi dengan melibatkan pakar/responden.
(5) Menentukan produk unggulan dari produk potensial terseleksi dengan pertimbangan ketersediaan teknologi, sumberdaya manusia dan permintaan pasar secara internasional.
(6) Perhitungan analisis finansial untuk menentukan kemampuan produksi, formulasi biaya produksi dan harga jual produk sesuai tingkat mutu produk yang telah ditetapkan pasar.
(7) Menentukan strategi pengembangan usaha dengan pola kemitraan antara kelompok mitra (nelayan/pengolah skala kecil) dengan pengusaha mitra (industri skala menengah/besar).
5.2 Saran
1) Diperlukan kebijakan pemerintah yang lebih jelas untuk mendukung pengembangan industri pengolahan hasil perikanan khususnya jenis- jenis produk bernilai tambah, mengingat besarnya multiplier effect
yang ditimbulkan. Terkait hal tersebut, pemerintah daerah dan pusat perlu terus melakukan pembinaan teknis secara intensif terhadap para pelaku usaha melalui pelatihan, pembuatan kegiatan percontohan, kampanye makan ikan dan memfasilitasi kemitraan dengan pihak industri modern yang sesuai dengan produk yang dihasilkan.
2) Pemerintah pusat/daerah agar secara terus menerus melakukan penelitian dan pengembangan teknologi pengolahan surimi sesuai perkembangan dan permintaan pasar dalam dan luar negeri.
3) Pemerintah Pusat dan Daerah untuk melakukan perluasan akses
pasar dan promosi dagang dengan negara luar melalui market
intellegency pengembangan industri pengolahan hasil perikanan yang sesuai dengan potensi perikanan di Indonesia.
4) Penelitian dengan judul strategi pengembangan usaha pengolahan hasil perikanan ini perlu dilakukan penelitian lanjutan dengan pendalaman aspek sosial, ekonomi dan budaya masyarakat lokal (Kabupaten Cilacap, Kabupaten Sukabumi-Pelabuhanratu, DKI Jakarta, Kabupaten Cirebon).
DAFTAR PUSTAKA
Agustedi, 1994. Sistem Penunjang Keputusan Untuk Pembinaan Agroindustri Perikanan Rakyat. Thesis, IPB, Bogor. 144 hal.
Alhadar, M. 1998. Formulasi Strategi Industri Pengolahan Hasil Perikanan Laut di Kabupaten Maluku Utara. Tesis TIP. PPS, IPB, Bogor. Pp : 72-91.
Atmanto, Sigit B. 1999. Kajian Wilayah Pengembangan Agroindustri Perikanan Rakyat Di Daerah Maluku. Thesis, IPB, Bogor. 109 hal. Batch, F. F., 1992. Peningkatan Packing Makanan Laut. Journal Infofish Vol.
2.No. 4. Malaysia. Pp. 18-20.
BBP2HP, 2005. Teknologi Pengolahan Surimi dan Produk Fish Jelly. Jakarta. 45 hal.
BBP2HP, 2006. Keragaan Produk Olahan Hasil Perikanan, Jakarta. 115 hal. BBPMHP, 1988/1989. Laporan Uji Pengaruh Lama Penyimpanan Surimi Ikan
Cucut Macan Terhadap Elastisitas Sosis Sebagai Produk Lanjutan, Jakarta. Pp : 4-7.
BBPMHP, 2004. Teknologi Pengolahan Surimi Dari Ikan Hasil Tangkapan Samping (HTS). Jakarta. Pp : 3-5.
BBPMHP, 2006. Laporan Perekayasaan Teknologi Pengolahan Fish Jelly
Product, Jakarta. Pp : 16-20.
BBPMHP, 1993. Petunjuk Teknis Pembuatan Kerupuk Ikan, Jakarta. 20 hal. Beljaars, Jonker K.M., Schout L.J., 1998. Liquid Chromatographic
Determination of Histamine in Fish. Journal of AOAC International vol.81 no. 5. Netherlands. Pp. 991-997
BPPMHP, 2000. Petunjuk Teknis Teknologi Pemanfaatan Ikan Non Ekonomis, Jakarta. 27 hal.
BPPMHP, 2002. Pengembangan Methode Pengujian Kaleng, Jakarta. 27 hal. BPS, 1977. Pedoman Usaha Bersama. Pusat Pengembangan Usaha, Badan
Pengembangan Swadaya Masyarakat, Jakarta. 108 hal. BPS , 2004. Statistik Indonesia, Jakarta. 646 hal.
Buckle, K.A, R.A. Edwards, G.H. Fleet dan N. Wooton, 1987. Ilmu Pangan. Terjemahan H. Purnomo dan Adiono. UI-Press, Jakarta.
Budiyanto, D, 2003. Analisis Tekno-Ekonomi Produk-Produk Olahan Tuna dan Kakap, Jakarta. 22 hal.
Clucas, I.J. dan A.R. Ward, 1996. Post harvest Fisheries Development : A Guide to Handling, Preservation, Processing and Quality. Natural Recources Institute, Chtham Maritim, United Kingdom. Pp : 229. Craby & Starky, 2007. Buletin Pengolahan dan Pemasaran Perikanan. Edisi
Juni 2007. Jakarta. 23 hal.
Dahuri, R, 2001a. Kebijakan dan Program Sektor Kelautan dan Perikanan Dalam Rangka pemulihan Ekonomi Menuju Bangsa Indonesia Yang Maju, Makmur dan Berkeadilan, Jakarta. 32 hal.
Dahuri, R, 2002b. Kebijakan dan Strategi Pembangunan Kelautan dan
Perikanan, Jakarta. 25 hal.
Dahuri, R, DKP. 2004. Wujud Nyata Kebijakan Pemerintah Dalam Pengelolaan Perikanan Yang Bertanggung Jawab , Makalah Semiloka 10 Mei 2004, Hotel Aryaduta, Jakarta. 32 hal.
Departemen Kelautan dan Perikanan, 2001. Pemberdayaan Industri Pengolahan Ikan di Indonesia : Sebuah Perspektif. Analisis Kebijakan Pembangunan Perikanan 2000, Jakarta. 42 hal.
Departemen Kelautan dan Perikanan, 2002. Program Kerja Departemen Kelautan dan Perikanan, Jakarta. 92 hal.
Departemen Kelautan dan Perikanan, 2004a. Rencana Strategis (Renstra) transisi tahun 2005, Jakarta. 5 hal.
Departemen Kelautan dan Perikanan, 2004b. Undang-Undang Republik
Indonesia No. 31 tentang Perikanan, Jakarta. 86 hal.
Departemen Pendidikan Nasional, 2002. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Edisi ketiga. Balai Pustaka, Jakarta.1381 hal.
Desrosier, N.W. 1988. Teknologi Pengawetan Pangan. Penerbit Universitas Indonesia. Jakarta. 614 hal.
Dinas Perikanan dan Kelautan Jawa Tengah, 2000. Komoditas Unggulan Perikanan Jawa Tengah 1997-1999, Semarang. Pp : 12-18
Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Cilacap, 2004. Profil Perikanan dan Kelautan kabupaten Cilacap, Cilacap. Pp : 16-19.
Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Cirebon, 2005. Laporan Tahunan , Cirebon. 101 hal.
Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Sukabumi, 2004. Laporan Tahunan, Sukabumi. Pp : 11-15.
Dinas Perikanan, Peternakan dan Kelautan DKI Jakarta, 2005. Laporan Tahunan, Jakarta. 65 hal.
Direktorat Jenderal Pengolahan dan Pemasarn Hasil Perikanan, 2005. Rencana Strategis Direktorat Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan 2005-2009, Jakarta. 44 hal.
Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap, 2003, Pedoman umum Pelaksanaan Pengembangan Usaha Perikanan Tangkap Skala Kecil, Jakarta. 86 hal.
Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap, 2005. Statistik Perikanan Tangkap, Jakarta. 367 hal.
Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap, 2006. Master Plan dan Rencana Strategis Pengembangan Usaha Perikanan Tangkap Skala Kecil. Jakarta. 67 hal.
Direktorat Jenderal Perikanan, 2000. Monitoring Mutu Organoleptik, Fisika dan Mikrobiologi Produk Kaleng, Jakarta. 13 hal.
Eriyatno, 1998. Ilmu Sistem, Meningkatkan Mutu dan Efektifitas Manajemen. Jilid I edisi kedua, IPB Press, Bogor. Pp: 38-52.
Fauzi, A dan Anna, S., 2002. Penilaian Depresiasi Sumberdaya Perikanan Sebagai Bahan Pertimbangan Penentuan Kebijakan Pembangunan Perikanan. Jakarta. Journal Pesisir dan Lautan Vol II. Pp: 36-48.
Fitrial, Y., 2000. Pengaruh Konsentrasi Tepung Tapioka, Suhu dan Lama Perebusan Terhadap Mutu Gel Daging Ikan Cucut Lanyam. Thesis.Program Pasca Sarjana IPB, Bogor. Pp : 73-80.
Gabungan Pengusaha Indonesia, 1999. Surimi di Asia Tenggara. Edisi XVIII- Mei 1999. Sapta Wigata, Jakarta. 17 hal.
Gabungan Pengusaha Indonesia, 2000. Pasar Eropa Untuk Surimi. Edisi Akhir 2000. Sapta Wigata, Jakarta. 18 hal.
Gema Mina, DKP, 2006. Keanekaragaman Spesies Ikan Indonesia. Volume IV-No. 7. Jakarta. 19 hal.
Giyatmi, 2005. Sistem pengembangan Agroindustri Perikanan Laut : Suatu Kajian Kelayakan dan Strategi Pengembangan di Provinsi Jawa Tengah, Disertasi IPN. PPS, IPB, Bogor. 215 hal.
Haluan, J. 2003. Pendekatan Sistem Dalam Pengembangan Perikanan Tangkap di Indonesia. (Bahan Kuliah). IPB, Bogor. 10 hal.
Harini, L.P.D., 1993. Pembuatan Dan Uji Kesukaan Burger Dari Surimi Ikan Cucut Dengan Berbagai Jenis Tepung. Skripsi, Fakultas Perikanan, IPB, Bogor. Pp : 33-46.
Hartrisari, 2003. Metode Analisis Prospektif. (Bahan Kuliah). IPB, Bogor. 17 hal.
Hartrisari, 2007. Sistem Dinamik. Konsep Sistem Permodelan Untuk Industri dan Lingkungan. Seameo Biotrop. IPB, Bogor. 125 hal.
Jaczynski J, Park JW. 2004. Physicochemical change in alaska pollac surimi and surimi gel as affected by electron beam. Journal of Food Science. 69(1):C53-C57.
JICA-Dit Mutu dan Pengolahan Hasil, 2003. Teknologi Pengolahan Ikan di Indonesia, Jakarta. Pp. 3-19.
Kadariah, L., Karlina, C. Gray. 1978. Pengantar Evaluasi Proyek. Fakultas Ekonomi, UI, Jakarta. Pp : 47-50
Kohar, K.P., 2004. Pengaruh Beberapa Jenis Ikan Rucah Terhadap Kualitas Surimi Mentah. UNDIP, Semarang. 103 hal.
Kurniawan, Y., 2006. Sistem Penunjang Keputusan Pengembangan Agroindustri Komoditas Perikanan di Kabupaten Cirebon, Bogor. 76 hal.
Lanier, T.C and C.M. Lee, 1986. Surimi Technology, New York. 528 hal.
Laporan Penelitian. Desember 2007. Peta Upaya Penguatan Usaha Mikro/Kecil di Tingkat Pusat Tahun 1977–2003. http://www.semeru.or.id
Manetsch, TJ and PG. Park. 1979. System Analisis and Simulation With Application to Economic and Social Science. Michigan State University, East Lausing.
Mangunsong, S., 2003. Implementation of Safety and Quality Assurance on Traditional Products In Indonesia, Jakarta. Pp: 8-16 hal.
Manullang, M., M. Theresia dan H.E. Irianto. 2005. Pengaruh Konsentrasi Tepung Tapioka dan Sodium Tripoliposphat Terhadap Mutu dan
Daya Awet Kamaboko Ikan Pari Kelapa (Trygon sephen). Bul. Teknologi dan Industri Pangan. Vol. VI.(2):21-26.
Manvell, C. 1987. Sterilisation of Food Particulates-An Investigation Of The APV Jupiter System. Food Science And Technology Today. Journal Of The Institute Of Food Science And Technology, Vol.1. No. 2. UK. Pp. 106-109.
Marhayudi, P., 2006. Model Pengelolaan Sumberdaya Hutan Berkelanjutan di Wilayah Perbatasan Kalimantan Barat, Disertasi PSL, PPS. IPB, Bogor. 196 hal.
Marimin, 2004. Tehnik dan Aplikasi Pengambilan Keputusan Kriteria Majemuk. Grasindo, Jakarta. 197 hal.
MFRD-SEAFDEC, Second Edition, 1991. Southeast Asian Fish Products. Singapura. 28 hal.
Minch, R.P. and J.R. Burns. 1983. Conceptual Design Of Decision Support System Utilizing Management Science Models. IEEE Transaction of System, Man and Cybernetic. 131 hal.
Ministry Of Marine Affairs And Fisheries, 2008. Indonesian Fisheries Book. DKP and JICA, Jakarta. 76 hal.
Murdiyanto, B 2003. Menumbuhkan Komitmen dan Kerjasama stakeholder dalam Pengelolaan Sumberdaya Laut Wilayah Pantai Jawa Tengah. Buletin PSP vol XII nomor 2, Oktober 2003, Departemen Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan, Fakultas Perikanan dan Kelautan, IPB. Bogor. Pp : 65-79.
NCQC, 2000. The Inventory of Traditional Fish Products In Indonesia. Jakarta. 14 hal.
Nichols PD., Mooney BD., Elliott NG. 2001. Unusually High Levels Of Non- saponifiable Lipids In The Fishes escolar And Rudderfish Identification By Gas And Thin-layer Chromatography. J Chromatogr A. 2001 Nov 30;936(1-2):183-91.Links.
Nikijuluw, V, 2002. Rezim Pengelolaan Sumberdaya Perikanan, Pustaka Cidesindo, Jakarta. 254 hal.
Novenra, AD. 2003. Studi Kelayakan Pendirian Industri Penyamaan Kulit Ikan Pari di Kabupaten Bogor. Skripsi. Fakultas Teknologi Pertanian, IPB, Bogor. 90 hal.
Nugroho, A.E., 2006. Studi Pembuatan Surimi Multi-Species Dari Ikan Demersal Non Ekonomis. Skripsi. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB, Bogor. 98 hal.
Oryzanty, S. 2003. Sistem Penunjang Keputusan Kelayakan Investasi Agroindustri Minyak Pala di Bogor Jawa Barat. Skripsi. Fakultas Teknologi Pertanian, IPB, Bogor. 102 hal.
Prameswari, D. 2007. Analisa EPA dan DHA dalam limbah kepala ikan tuna secara kromatografi gas (GC). Skripsi. Fakultas Farmasi Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta. 54 hal.
Pranira, S., 2003. Pemanfaatan Ikan Pelagis Ekonomis Rendah Sebagai Bahan Baku Surimi. IPB, Bogor. Pp : 31-54.
Pratiwiningsih, T.I., 2004. Kajian Sifat Fungsional Mikrostruktural dan Pendugaan Umur Simpan Surimi Dari Ikan Marlin. IPB, Bogor. Pp : 27-84.
Purwandari, Y. 1993. Pengaruh Lama Penyimpanan Terhadap Penerimaan Produk Emulsi dari Surimi dan Tahu Ikan (Salted Dried Fish Cakes) Cucut. Skripsi. Fakultas Perikanan, IPB, Bogor. Pp: 39-52. Ramesh, M. N., 1995. Optimum Sterilisation Of Foods By Thermal
Processing. Food Science And Technology Today. Journal Of The Institute Of Food Science And Technology, Vol. 9. No. 4. UK. Pp. 217-224.
Sarinah. 1999. Kajian Pengembangan Industri Pengolahan Hasil Perikanan Laut di Sulawesi Tenggara. Tesis TIP. PPS, IPB, Bogor. 130 hal. Schawrz MD, Lee CM, 1988. Comparizon of the thermostability of red hake
and alaska pollack surimi during processing. Journal of Food Science. 53 (5) : 1347-1351
Selman, J., 1992. New Technologies For The Food Industry. Food Science And Technology Today. Journal Of The Institute Of Food Science And Technology, Vol. 6. No. 4. UK. Pp. 205-209.
Suzuki, T. 1981. Fish and Krill Protein in Processing Technology. . Applied Science Publishing. Ltd. London. p: 203
Turban , 1990. Decision Support and Expert system. Macmillan Publ. Co., Inc., New York.
Wahyuni, M. 1992. Sifat Kimia dan Fungsi Ikan Hiu Lanyam (Carcharinus limbatus) Serta Penggunaannya Dalam Pembuatan Sosis. Tesis, Program Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor. Bogor. 147 hal. Waites, W. 1988. Hazardous Microorganisms And The Hazard Analysis
Critical Control Point System. Food Science And Technology Today. Journal Of The Institute Of Food Science And Technology, Vol. 6. No. 2. UK. Pp. 259-264.
Ward, K., Srikantan, S. and N.Richard. 1991. Management Acconting For Finance Decision. Oxford : Butterworths-Heinemann. 321 hal. Winarno, 1994. Kimia Pangan dan Gizi. PT. Gramedia Pustaka Utama,
Jakarta. 152 hal.
Yasin, A.W.N, 2005. Pengaruh Pengkomposisian dan penyimpanan Dingin Daging Lumat Ikan Cucut dan ikan Pari terhadap karakteristik Surimi yang dihasilkan. Skripsi. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, IPB, Bogor. 108 hal.
Yuliyanthi, D. 2004. Studi Pengembangan Agroindustri Komoditas Unggulan di Kabupaten Brebes Jawa Tengah. Skripsi. Fakultas Teknologi Pertanian, IPB, Bogor. 98 hal.