V.A. Kesimpulan
Berdasarkan pertanyaan penelitian yang telah dikemukakan pada Bab I
sebelumnya, maka dalam bab ini akan diuraikan kesimpulan yang diperoleh dari
hasil penelitian ini yaitu sebagai berikut:
1. Pemaknaan hidup homoseksual di tengah konflik dengan reaksi
lingkungan yang negatif
Pada awalnya, kedua responden menyangkal dan bertanya-tanya tentang
keadaan dirinya yang homoseksual. Mereka berusaha untuk
mengabaikan perasaan terhadap laki-laki yang timbul. Meskipun
demikian, mereka tetap bertahan karena kemudian merasa bahwa ini
adalah sesutau hal yang sudah tidak bisa diubah lagi. Mereka menerima
diri mereka apa adanya dan tidak mempermasalahkan orientasi
seksualnya dengan melakukan hal-hal yang berguna bagi dirinya sendiri
dan orang lain. Responden I berusaha bekerja sebaik mungkin di
kantornya sehingga menempati posisi yang cukup bagus, sementara
Responden II menyibukkan diri dengan mengajar dan membantu di
Sekolah Luar Biasa (SLB) yang dikelola oleh gereja tempanya
berkunjung.
Keinginan untuk mengubah orientasi seksual kerap muncul, meskipun
pasangan hidup membuat mereka bertahan dalam menjalani hidupnya
dan merasa hidup mereak berarti dan bermakna. Pada Responden I
pasangan hidup wanita memberikan harapan bahwa dirinya dapat
mengubah orientasi seksualnya, apalagi dia kemudian menemukan
bahwa perasaan suka dan dorongan seksual terhadap calon istri
memberikan sumbangan yang sangat berarti dalam usahanya mengubah
orientasi seksual. Pada Responden II pasangan hidup laki-laki lah yang
justru mendorongnya untuk terus bertahan dan berkarya. Fokus untuk
memberi sosok ayah dan pacar bagi pasangan hidupnya membuat
Responden II menyadari bahwa dirinya masih berguna dan dapat
melakukan hal yang bermanfaat bagi orang lain.
Kedua responden sama-sama telah sampai pada tahap perealisasian
makna, dimana Responden I memutuskan untuk menikah dan
membangun keluarga dengan wanita sementara Responden II berusaha
memberikan tabungan dan jaminan bagi pasangannya apabila suatu saat
merka harus berpisah.
2. Pengambilan sikap
Ketakutan akan reaksi negatif yang akan muncul dari lingkugan
membuat kedua responden tetap berusaha untuk menutupi identitas
orientasi seksual mereka. Keduanya beranggapan bahwa masyarakat
dan keluarga belum dapat menerima dan memahami keadaan meraka
yang homoseksual. Responden I memiliki keluarga yang antipati
hasil yang buruk akibat pengakuan yang dilakukan oleh salah seorang
saudara perempuannya yang lesbian.
Oleh karena itu, keuda responden sangat berhati-hati dalam menjalin
hubungan dengan orang lain, terutama dengan sesama homoseksual.
Orang-orang yang ingin berkenalan tidak serta merta diterima begitu
saja. Responden I selalu meminta kartu identitas atau tanda pengenal
orang-orang yang akan berkenalan dengannya. Sementara itu, kedua
responden selalu bersikap selektif dan hati-hati, terutama ketika ingin
bertmeu dengan orang lain. Sedapat mungkin mereka akan berusaha
supaya orang lain tidak mengetahui orientasi seksualnya. Mereka
merasa puas dengan menjalankan dua gaya hidup yang berbeda
meskipun mereka harus mengerahkan tenaga dan usaha yang lebih
banyak.
V.B. Diskusi
Dalam usaha menjawab permasalahan dalam penelitian ini, ditemukan
pula beberapa hal yang menarik untuk dijadikan bahan diskusi, antara lain:
1. Pengaruh/ peran keluarga /lingkungan terhadap munculnya suatu perilaku,
dalam hal ini orientasi seksual yang sejenis.
Responden I merupakan anak ke-6 dari 7 bersaudara yang semuanya
adalah perempuan. Ayahnya memiliki peran yang lemah dalam keluarga
sementara ibunya adalah seorang yang dominan. Oleh karena itu, dapat
disimpulkan bahwa Responden I memiliki keluarga yang didominasi oelh
Responden II merupakan anak ke-2 dari 5 bersaudara. Ayahnya adalah
seorang yang otoriter dan dominan. Ibunya tidak banyak berperan.
Meskipun secara fisik keluarganya terlihat dekat, namun hubungan
perasaan antara orang tua dengan anak tidak terjalin. Dapat disimpulkan
bahwa Responden II berasal dari keluarga yang berjarak.
Kedua hal dia atas sesuai dengan penelitan yang dilakukan oleh Beiber,
dkk (1962, dalam Carroll, 2005) tentang triangulasi ayah-ibu-anak yang
berjarak atau bermasalah memiliki kecendrungan untuk menimbulkan
ketakutan akan heteroseksualitas dalam diri anak yang pada akhirnya
mendorong munculnya orientasi homoseksual.
2. Proses pembentukan suatu tingkah laku, dalam hal ini perilaku
homoseksual.
Responden I mengalami aktivitas seksual pertamanya dengan laki-laki dan
kemudian merasakan kenikmatan dan ketagihan. Oleh karena itu, Ia
kemudian mencari pemuasan seksual dari laki-laki. Pada beberapa
kesempatan, ia dapat memperolehnya tanpa adanya penolakan yang
berarti. Akibatnya, ia semakin merasa bahwa homoseksualitas adalah
suatu hal yang menyenangkan
Responden II menyukai laki-laki sejak kecil, namun ia merasa itu adalah
hal yang wajar. Perilakunya semakin dapat diterima ketika ia melakukan
touching terhadap pasangannya. Merasa mendapat lampu hijau, ia melanjutkan hingga hubungan badan. Tidak adanya penolakan dari
Responden I mengalami perilaku seksual yang menyenangkan dengan
sesama jenis lebih awal dari yang seharusnya, dan akibatnya ia
mengidentifikasikan pengalaman itu sebagai sesuatu yang menyenangkan dan
memilih untuk menjalankan orientasi homoseksual. Hal ini sesuai dengan teori
exotic-becomes-erotic yang dikemukakan oleh Bem (1996). Pengalaman seksual
yang dialami Responden I ketika kecil juga sesuai dengan teori yang dikemukan
oleh Storm (1981) yang menemukan bahwa homoseksual cenderung melaporkan
kontak seksual yang lebih cepat dibandingkan heteroseksual.
3. Struktur nilai
Kedua responden sama-sama telah mencapai tahap penemuan makna
hidup. Meskipun demikian, keduanya menganut struktur nilai yang
berbeda. Responden I cenderung menganut sistem nilai paralel dimana
kesemua aspek nilai memiliki peran dan posisi yang sama, tidak ada yang
lebih dibandingkan yang lain. Sementara itu, Responden cenderung
menganut sistem nilai piramidal dengan pasangan hidup menjadi tujuan
utama dalam menjalani kehidupannya. Ia merasa pasangan hidupnya
adalah satu-satunya hal yang paling berarti dalam hidupnya sekarang, dan
akibatnya ia tidak berani membayangkan bila suatu saat harus berpisah
dengan pasangannya.
4. Kelompok orang yang mencari makna
Dalam proses menjalani kehidupannya, Responden I merupakan orang
yang termasuk di dalam kelompok People in Despair, yaitu mereka
dan menyadari mereka mengejar sesuatu yang tidak memiliki kelanjutan ,
dan sekarang merasa kosong.
Sebaliknya, Responden II merupakan orang yang termasuk di dalam
kelompok People in Doubt, yaitu mereka yang berada dalam keraguan,
sehingga segala sesuatu terlihat negatif dan dipertanyakan. Mereka
mencari tujuan untuk dikejar, ide untuk dipercayai, tugas untuk dipenuhi,
karena mereka menemukan diri mereka berada dalam kekosongan
V.C. Saran-saran
Dengan melihat hasil penelitian yang diperoleh, maka peneliti mengajukan
beberapa saran sebagai berikut:
V.C.1. Saran Praktis
1. Bagi orang-orang yang memiliki orientasi homoseksual hendaknya tidak
terlalu hanyut dalam penyesalan dan penyangkalan. Masih banyak hal
yang bisa dilakukan untuk diri sendiri dan orang lain. Homoseksualitas
hanyalah satu apsek kecil dari sekian banyak aspek yang dapat dijalani
oleh setiap manusia.
2. Kepada keluarga yang memiliki anggota keluarga yang homoseksual
hendaknya dapat menerima dan memahami alasan mereka memilih
orientasi tersebut. Pada kebanyakan kasus, mereka juga tidak ingin
mendapatkan keadaan tersebut, dan oleh karenanya, dukungan dari
keluarga sangat membantu dalam usaha mereka untuk menjadi manusia
3. Kepada masyarakat, hendaknya dapat menerima bahwa homoseksual
adalah bagian dari masyarakat dan keberadaan mereka bukanlah suatu hal
yang baru. Diskriminasi dan stigmatisasi hendaknya dihilangkan karena
dapat membuat kaum homoseksual terisolasi secara sosial.
4. Bagi para praktisi, terutama di bidang klinis, agar dapat memahami konflik
dan kegelisahan yang dialami oleh orang-orang yang menyadari
homseksualitasnya.
V.C.2. Saran Penelitian Lanjutan
1. Agar peneliti selanjutnya melakukan penelitian mengenai makna hidup pada
kaum lesbian atau transeksual sehingga dapat dijadikan bahan pembanding
dengan hasil penelitian ini.