• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB VI PENUTUP

A. Kesimpulan

penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data kualitatif diperoleh dengan melakukan wawancara dan memberikan kuesioner kepada pihak yang bersangkutan yaitu Kepala Divisi Operasional (Kadiv Operasional) Kantor Unit Taman Wisata Candi Prambanan.

B. Tempat dan Waktu Penelitian 1. Tempat Penelitian

Penelitian ini mengambil lokasi di Taman Wisata Candi Prambanan yang beralamat di Jalan Raya Yogya – Solo Km 16 Prambanan, Sleman, D.I. Yogyakarta.

2. Waktu Penelitian

Waktu penelitian dilakukan pada bulan Maret 2018 - Juli 2018. C. Subjek dan Objek Penelitian

1. Subjek Penelitian

Subjek penelitian ini adalah Kepala Divisi Operasional (Kadiv Operasional) Kantor Unit Taman Wisata Candi Prambanan. Responden berjenis kelamin laki-laki dan berusia 54 tahun yang telah

menempuh tingkat pendidikan Sarjana. Adapun jabatan beliau sebagai Kepala Divisi Operasional (Kadiv Operasional) termasuk dalam divisi layanan di Kantor Unit Taman Wisata Candi Prambanan. Adapun Bapak Ripto telah menjabat sebagai Kepala Divisi Operasional (Kadiv Operasional) di Kantor Unit Taman Wisata Candi Prambanan mulai dari awal tahun 2017 hingga saat ini. Bapak Kepala Divisi Operasional (Kadiv Operasional) adalah pejabat yang paling memahami kegiatan operasional dan bagaimana risiko operasional dikelola di Taman Wisata Candi Prambanan.

2. Objek Penelitian

Objek penelitian yaitu evaluasi manajemen risiko pada risiko operasional di Taman Wisata Candi Prambanan.

D. Jenis Data dan Sumber Data

1. Jenis Data

Jenis data yang diolah dalam penelitian ini adalah data kualitatif. Adapun data yang dicari dalam penelitian ini diantaranya:

a. Company Profile

Company profile dalam penelitian ini meliputi gambaran

umum tentang PT. Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko (Persero) serta gambaran umum tentang Candi Prambanan. Gambaran umum PT. Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko (Persero) berisi tentang sejarah singkat dan pergantian kepempinan PT. Taman Wisata

Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko (Persero). Gambaran umum Candi Prambanan berisi tentang sejarah singkat dan deskripsi kawasan Candi Prambanan.

b. Data struktur organisasi

Data struktur organisasi bertujuan untuk memberikan informasi mengenai kedudukan karyawan yang paling atas hingga yang paling bawah. Data struktur organisasi yaitu data struktur organisasi Kantor Unit Taman Wisata Candi Prambanan.

c. Data mengenai evaluasi manajemen risiko pada risiko operasional di Taman Wisata Candi Prambanan

Data ini diperlukan untuk mengevaluasi manajemen risiko di Taman Wisata Candi Prambanan sehingga dapat digunakan untuk mengetahui identifikasi, analisis, evaluasi, dan penanganan risiko-risiko operasional yang terjadi di Taman Wisata Candi Prambanan.

2. Sumber data

Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Data-data yang diperoleh diantaranya:

a. Data primer

Data primer dalam penelitan ini, meliputi gambaran umum PT. Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko (Persero), tujuan, visi, dan misi PT. Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko (Persero), budaya dan tata

nilai PT. Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko (Persero), bidang usaha PT. Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko (Persero) yang diperoleh dari softcopy milik PT. Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko (Persero). Data primer dalam penelitian ini juga memuat tentang struktur organisasi Taman Wisata Candi Prambanan yang diperoleh dari softcopy milik Taman Wisata Candi Prambanan. b. Data sekunder

Data sekunder dalam penelitian ini meliputi gambaran umum Candi Prambanan yang diakses melalui website resmi PT. Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko (Persero). E. Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini diantaranya: 1. Wawancara

Wawancara yang dilakukan adalah wawancara personal dengan tatap muka langsung dan mengajukan pertanyaan-pertanyaan secara lisan kepada Kepala Divisi Operasional (Kadiv Operasional) Kantor Unit Taman Wisata Candi Prambanan. Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan dalam wawancara dengan Kepala Divisi Operasional (Kadiv Operasional) adalah pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan evaluasi manajemen risiko pada risiko operasional yang meliputi identifikasi risiko, analisis probabilitas dan dampak risiko, dan strategi

penanganan. Pertanyaan untuk wawancara dapat dilihat di halaman 91-92.

2. Kuesioner

Responden yang diberikan kuesioner adalah Kepala Divisi Operasional (Kadiv Operasional) Kantor Unit Taman Wisata Candi Prambanan. Kuesioner hanya diberikan kepada pihak yang akan diwawancarai yaitu Kepala Divisi (Kadiv Operasional). Hasil dari kuesioner dan wawancara akan saling melengkapi dan memperkuat data. Data yang akan diperoleh adalah data mengenai identifikasi risiko operasional, analisis probabilitas dan dampak risiko operasional, dan strategi penanganan. Adapun lampiran untuk kuesioner ada pada halaman 93-104.

F. Variabel Penelitian dan Instrumen Pengukuran

Variabel dalam penelitian ini yaitu variabel manajemen risiko pada risiko operasional. Variabel manajemen risiko pada risiko operasional diukur dengan menggunakan kuesioner dan melakukan wawancara dengan Kepala Divisi Operasional (Kadiv Operasional) untuk menambah dan memperkuat informasi yang diperoleh. Kuesioner evaluasi manajemen risiko pada risiko operasional berisi identifikasi ada atau tidaknya risiko operasional, probabilitas dan dampak risiko, dan strategi penanganan.

Kuesioner identifikasi ada dan tidaknya risiko operasional terdapat dua alternatif jawaban, yaitu “Ya” dan “Tidak”. Alternatif jawaban “Ya” menyatakan bahwa memiliki risiko operasional. Alternatif jawaban

“Tidak” menyatakan bahwa tidak memiliki risiko operasional. Adapun lampiran untuk kuesioner dapat dilihat di halaman 94-96.

Kuesioner probabilitas dan dampak risiko terdapat lima alternatif jawaban, yaitu sangat kecil (1), kecil (2), sedang (3), besar (4), sangat besar (5). Adapun lampiran untuk kuesioner dapat dilihat di halaman 96-100. Kuesioner strategi penanganan terdapat lima alternatif jawaban, yaitu menghindari, berbagi (sharing), transfer, mengurangi atau memitigasi risiko, dan menerima risiko. Adapun lampiran untuk kuesioner dapat dilihat di halaman 100-104.

G. Teknik Analisis Data

Untuk menjawab rumusan masalah bagaimana evaluasi manajemen risiko operasional, maka teknik analisis data yang dilakukan adalah:

1. Mendeskripsikan risiko-risiko operasional yang telah diidentifikasi melalui kuesioner II. Identifikasi Ada atau Tidaknya Risiko Operasional dan hasil wawancara dengan Kepala Divisi Operasional (Kadiv Operasional) Kantor Unit Taman Wisata Candi Prambanan. Kuesioner II. Identifikasi Ada atau Tidaknya Risiko Operasional terlampir di halaman 94-96 dan pertanyaan wawancara terlampir di halaman 91-92.

2. Mendeskripsikan hasil analisis risiko-risiko operasional melalui kuesioner III. Probabilitas dan Dampak Risiko yang terlampir di

halaman 96-100. Analisis risiko dilakukan berdasarkan kriteria probabilitas dan dampak risiko yang ada di halaman 17 dan 18.

3. Mengevaluasi hasil analisis risiko di Taman Wisata Candi Prambanan berdasarkan matriks risiko yang ada di halaman 20. Evaluasi ini dilakukan untuk mengetahui apakah risiko-risiko operasional tersebut termasuk dalam kategori zona merah (high risk), zona kuning (medium

risk), atau zona hijau (low risk).

Gambar 2. Matriks Risiko

Sumber: Hery (2016:81)

Menurut Hery (2016:69), risiko termasuk dalam kategori zona merah (high risk) apabila risiko tersebut tidak dapat ditoleransi sehingga harus segera diambil tindakan penanganan. Jika ditemukan risiko pada zona kuning (medium risk) artinya penanganan bersifat opsional apakah perusahaan akan melakukan penanganan atau tidak pada risiko yang terjadi. Strategi penanganan risiko yang termasuk dalam kategori zona kuning (medium risk) didasarkan pada cost and

benefit analysis. Jika biaya atas penanganan risiko lebih besar

dibanding dengan manfaat yang akan diperoleh, maka kemungkinan tidak dilakukan penanganan atas risiko yang tergolong medium tersebut. Zona hijau (low risk) artinya risiko dianggap kecil dan tidak perlu dilakukan penanganan.

4. Menarasikan penanganan risiko-risiko operasional berdasarkan kuesioner IV. Penanganan Risiko dan hasil wawancara oleh Kepala Divisi Operasional (Kadiv Operasional) Kantor Unit Taman Wisata Candi Prambanan. Kuesioner IV. Penanganan Risiko terlampir di halaman 100-104 dan pertanyaan wawancara terlampir di halaman 91-92. Penanganan risiko bertujuan untuk mengetahui strategi penanganan setiap risiko operasional apakah dilakukan dengan menghindari, berbagi (sharing), transfer, mengurangi atau memitigasi risiko, menerima risiko.

5. Menarik kesimpulan bagaimana evaluasi manajemen risiko operasional di Taman Wisata Candi Prambanan.

6. Memberikan rekomendasi yang diperlukan untuk mengoptimalkan evaluasi manajemen risiko operasional di Taman Wisata Candi Prambanan.

32 BAB IV

GAMBARAN UMUM OBJEK PENELITAN

A. Gambaran Umum PT. Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko (Persero)

PT. Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko (Persero) berdiri dengan nama PT. Taman Wisata Candi Borobudur dan Prambanan dengan Akta Notaris Soeleman Ardjasasmita, SH Nomor: 19 tanggal 15 Juli 1980 beserta perubahan-perubahannya. Berdasarkan keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor: 1 tahun 1992 tentang Pengelolaan Taman Wisata Candi Borobudur dan Prambanan serta Pengendalian Lingkungannya, PT. Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko (Persero) diberi kewenangan penuh untuk mengelola Taman Wisata Candi Borobudur dan Taman Wisata Candi Prambanan. Dalam perkembangannya, kawasan Ratu Boko menjadi bagian dari “Taman Wisata” sehingga nama perusahaan ini menjadi PT. Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko (Persero) yang diatur dalam Akta Notaris Soekeimi, SH Nomor: 123 tanggal 31 Desember 1997.

PT. Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko dipimpin oleh seorang Direktur Utama. Dari tahun 1990 hingga tahun 2015, PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko (Persero) beberapa kali mengalami pergantian Direktur Utama. Pada tahun

1990 hingga tahun 1997, posisi Direktur Utama dijabat oleh Bapak Bagus Panuntun. Kemudian, pada tahun 1998 hingga tahun 2009, posisi Direktur Utama dijabat oleh Bapak Wagiman Subiarso. Pada tahun 2009 hingga tahun 2013, Direktur Utama di PT. Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko (Persero) adalah Bapak Purnomo Siswoprasetjo TJ. Setelah itu, Bapak Sahala P. Siahaan menjabat selama satu tahun sebagai Direktur Utama yaitu pada tahun 2013 hingga 2013. Pada tahun 2013 hingga tahun 2015, posisi Direktur Utama dijabat oleh Ibu Laily Prihatiningtyas. Pada tahun 2015 hingga saat ini, posisi Direktur Utama dijabat oleh Bapak Edy Setijono.

PT. Taman Wisata Candi Borobudur dan Prambanan memiliki landasan hukum operasional yaitu Kepres No. 1 tahun 1992. Pada tahun 1991, kawasan Borobudur dan Prambanan ditetapkan oleh badan Dunia UNESCO sebagai World Cultural Heritage (Borobudur Temple

Compounds C592 dan C642 Prambanan Temple Compounds). Pada

tanggal 25 Oktober 1991, PT. Taman Wisata Candi Borobudur dan Prambanan ditugaskan oleh Pemerintah RI mengelola kawasan Ratu Boko sehingga nama perusahaan diubah menjadi PT. (Persero) Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko. Pada tahun 1991, Pemerintah RI membebaskan PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko dari kewajiban pembayaran hutang/loan kepada pemerintah Jepang yang mana seharusnya perusahaan

mengembalikan hutang dalam waktu 30 tahun, dengan tenggang waktu 10 tahun.

B. Gambaran Umum Candi Prambanan

Candi Prambanan merupakan Candi Hindu yang terbesar di Indonesia. Sampai saat ini belum dapat dipastikan kapan candi ini dibangun dan atas perintah siapa, namun kuat dugaan bahwa Candi Prambanan dibangun sekitar pertengahan abad ke-9 oleh raja dari Wangsa Sanjaya, yaitu Raja Balitung Maha Sambu. Dugaan tersebut didasarkan pada isi Prasasti Syiwagrha yang ditemukan di sekitar Prambanan dan saat ini tersimpan di Museum Nasional di Jakarta. Prasasti berangka tahun 778 Saka (856 M) ini ditulis pada masa pemerintahan Rakai Pikatan.

Denah asli Candi Prambanan berbentuk persegi panjang, terdiri atas halaman luar dan tiga pelataran, yaitu Jaba (pelataran luar), Tengahan (pelataran tengah) dan Njeron (pelataran dalam). Halaman luar merupakan areal terbuka yang mengelilingi pelataran luar. Pelataran luar berbentuk bujur dengan luas 390 m2. Pelataran ini dahulu dikelilingi oleh pagar batu yang kini sudah tinggal reruntuhan. Pelataran luar saat ini hanya merupakan pelataran kosong. Belum diketahui apakah semula terdapat bangunan atau hiasan lain di pelataran ini.

Di tengah pelataran luar, terdapat pelataran kedua, yaitu pelataran tengah yang berbentuk persegi panjang seluas 222 m2. Pelataran tengah dahulu juga dikelilingi pagar batu yang saat ini juga sudah runtuh. Pelataran ini terdiri atas empat teras berundak, semakin ke dalam semakin

tinggi. Di teras pertama, yaitu teras yang terbawah, terdapat 68 candi kecil yang berderet berkeliling, terbagi dalam empat baris oleh jalan penghubung antar pintu pelataran. Di teras kedua terdapat 60 candi, di teras ketiga terdapat 52 candi, dan di teras keempat atau teras teratas terdapat 44 candi. Seluruh candi di pelataran tengah ini mempunyai bentuk dan ukuran yang sama, yaitu luas denah dasar 6 m2 dan tinggi 14 m. Hampir semua candi di pelataran tengah tersebut saat ini dalam keadaan hancur, yang tersisa hanya reruntuhannya saja.

Pelataran dalam, merupakan pelataran yang paling tinggi letaknya dan yang dianggap sebagai tempat yang paling suci. Pelataran ini berdenah persegi empat seluas 110 m2, dengan tinggi sekitar 1,5 m dari permukaan teras teratas pelataran tengah. Pelataran ini dikelilingi oleh turap dan pagar batu. Di keempat sisinya terdapat gerbang berbentuk gapura paduraksa. Saat ini hanya gapura di sisi selatan yang masih utuh. Di depan masing-masing gerbang pelataran teratas terdapat sepasang candi kecil, berdenah dasar bujur sangkar seluas 1,5 m2 dengan tinggi 4 m.

Di pelataran dalam terdapat dua barisan candi yang membujur ke arah utara selatan. Di barisan barat terdapat tiga buah candi yang menghadap ke timur. Candi yang letaknya paling utara adalah Candi Wisnu, di tengah adalah Candi Syiwa, dan di Selatan adalah Candi Brahma. Di barisan timur juga terdapat tiga buah candi yang menghadap ke barat. Ketiga candi ini disebut Candi Wahana. Wahana memiliki arti

kendaraan karena masing-masing candi diberi nama sesuai dengan binatang yang merupakan tunggangan dewa.

Candi yang berhadapan dengan Candi Wisnu adalah Candi Garuda, yang berhadapan dengan Candi Syiwa adalah Candi Nandi (lembu), dan yang berhadapan dengan Candi Brahma adalah Candi Angsa. Dengan demikian, keenam candi ini saling berhadapan membentuk lorong. Candi Wisnu, Brahma, Angsa, Garuda dan Nandi mempunyai bentuk dan ukuran yang sama, yaitu berdenah dasar bujur sangkar seluas 15 m2 dengan tinggi 25 m. Di ujung utara dan selatan lorong masing-masing terdapat sebuah candi kecil yang saling berhadapan, yang disebut Candi Apit.

C. Tujuan, Visi, dan Misi PT. Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko (Persero)

PT. Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko (Persero) memiliki tujuan perusahaan, yaitu:

1. Melakukan usaha di bidang pengusahaan lingkungan Candi Borobudur, Candi Prambanan dan Candi Ratu Boko serta peninggalan sejarah dan purbakala lainnya sebagai suatu Taman Wisata dan usaha di bidang pariwisata lainnya.

2. Optimalisasi pemanfaatan sumber daya yang dimiliki Perseroan untuk menghasilkan barang dan/atau jasa yang bermutu tinggi dan berdaya saing kuat untuk mendapatkan atau mengejar keuntungan agar dapat meningkatkan nilai Perseroan dengan menerapkan prinsip-prinsip Perseroan Terbatas.

Dalam mencapai tujuan tersebut, PT. Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko (Persero) memiliki visi dan misi sebagai berikut:

Visi PT. Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko (Persero) adalah menjadi perusahaan yang unggul dan bersih dalam pengelolaan dan pengembangan lingkungan cagar budaya serta pariwisata yang selaras dengan pelestarian warisan budaya bangsa.

Misi dari PT. Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko (Persero):

1. Mengelola lingkungan taman sekitar Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko dan cagar budaya lain selaras dengan upaya pelestariannya.

2. Meningkatkan nilai perusahaan secara berkelanjutan dengan mengembangkan industri pariwisata terkait atau pendukungnya.

3. Memberikan pelayanan wisata budaya yang berkualitas tinggi dengan mengkomunikasikan nilai-nilai luhur cagar budaya, melalui pemutaran film pada ruang Audio Visual, Museum, dan Perpustakaan.

4. Pemberdayaan masyarakat lokal dalam pengembangan industri kerakyatan atau industri rumahan (home industry) yang akan berdampak pada pertumbuhan perekonomian di sekitar lingkungan cagar budaya.

D. Budaya dan Tata Nilai PT. Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko (Persero)

PT. Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko (Persero) memiliki budaya dan tata nilai perusahaan dimana budaya kerja merupakan nilai-nilai yang diciptakan atas komitmen dari semua pihak dalam perusahaan yang menentukan perilaku organisasi dan individu dalam memenuhi kebutuhan stakeholder. Agar budaya kerja tersebut dapat tercapai, maka nilai-nilai yang dikembangkan adalah budaya “SMILE”, yaitu:

1. Sigap melayani pemangku kepentingan dan proaktif serta mengedepankan kehati-hatian.

2. Mumpuni dalam bekerja atas dasar kompetensi dan inovasi.

3. Integritas yang tinggi dalam menjalankan kewajiban sesuai dengan kebijakan organisasi dan kode etik perusahaan.

4. Loyal terhadap perusahaan dengan mengedepankan kerjasama yang berasaskan kebersamaan.

5. Empati terhadap pemangku kepentingan untuk mencapai tujuan bersama.

E. Bidang Usaha PT. Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko (Persero)

Kegiatan-kegiatan operasional yang dilakukan PT. Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko (Persero) diantaranya:

1. Mengelola lingkungan Candi Borobudur, Candi Prambanan dan Ratu Boko serta peninggalan sejarah dan purbakala lainnya termasuk kegiatan-kegiatan teknis, pemeliharaan dan pengawasan lingkungan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

2. Merencanakan, mengembangkan dan memanfaatkan prasarana, sarana serta fasilitas umum lainnya di lingkungan Taman Wisata Candi untuk kegiatan pariwisata.

3. Melakukan kegiatan usaha lainnya di bidang pariwisata.

Bisnis yang dilakukan oleh PT. Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko (Persero) meliputi bisnis utama dan bisnis penunjang. Adapun bisnis utama dan bisnis penunjang PT. Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko (Persero) diantaranya:

1. Bisnis utama

Bisnis utama yang dilakukan oleh PT. Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko (Persero) yaitu pengelolaan lingkungan Taman Wisata Candi Borobudur, Taman Wisata Candi Prambanan dan Taman Wisata Kraton Ratu Boko.

2. Bisnis penunjang

Bisnis penunjang yang dilakukan oleh PT. Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko (Persero) yaitu pertunjukan Sendratari Ramayana, usaha jasa transportasi wisata, akomodasi, dan biro perjalanan wisata.

F. Struktur Organisasi Kantor Unit Taman Wisata Candi Prambanan

Struktur organisasi adalah hal yang penting dalam suatu organisasi. Struktur organisasi memuat pemisahan tanggung jawab antara satu divisi dengan divisi lain di suatu organisasi. Susunan struktur organisasi Kantor Unit Taman Wisata Candi Prambanan tahun 2018 dilampirkan di halaman 41. Struktur organisasi Kantor Unit Taman Wisata Candi Prambanan tahun 2018 telah dibuat. Tugas dan tanggung jawab berdasarkan struktur organisasi tahun 2018 belum ditetapkan sehingga tidak dapat mencantumkan tugas dan tanggung jawab setiap divisi.

42 BAB V

ANALISIS DAN PEMBAHASAN

Analisis dan pembahasan proses manajemen risiko bertujuan untuk menganalisis dan membahas proses manajemen risiko yang terbagi dalam empat tahap. Tahap-tahap dalam proses manajemen risiko meliputi analisis dan pembahasan identifikasi risiko operasional, analisis dan pembahasan probabilitas dan dampak risiko operasional, analisis dan pembahasan evaluasi hasil analisis risiko operasional berdasarkan matriks risiko, analisis dan pembahasan strategi penanganan risiko operasional. Hasil jawaban kuesioner dan wawancara diperoleh dari Bapak Ripto yang menjabat sebagai Kepala Divisi Operasional (Kadiv Operasional) Kantor Unit Taman Wisata Candi Prambanan.

A. Analisis dan Pembahasan Identifikasi Risiko Operasional

Identifikasi risiko operasional bertujuan untuk mengidentifikasi risiko-risiko operasional yang ada di Taman Wisata Candi Prambanan. Berikut hasil identifikasi risiko di Taman Wisata Candi Prambanan berdasarkan lima macam risiko operasional:

1. Identifikasi Risiko Operasional terkait Risiko Proses (Process Risk) Identifikasi risiko operasional terkait risiko proses bertujuan untuk mengidentifikasi risiko-risiko operasional terkait risiko proses yang ada di Taman Wisata Candi Prambanan. Berikut ini akan dijelaskan mengenai identifikasi risiko operasional terkait risiko proses (process

Ya dan lima jawaban Tidak. Pernyataan di dalam kuesioner yang dijawab Ya oleh responden menunjukkan bahwa satu pernyataan (pernyataan nomor enam) teridentifikasi memiliki risiko proses. Pernyataan yang dijawab Tidak oleh responden terdapat pada lima pernyataan (pernyataan nomor satu, dua, tiga, empat, dan lima) teridentifikasi tidak memiliki risiko proses.

Tabel 3

Identifikasi Risiko Operasional terkait Risiko Proses (Process Risk)

No. Pernyataan Ya Tidak

1. Kerusakan atau kehilangan kendaraan di

tempat parkir. 

2. Barang milik wisatawan yang hilang dalam

mobil. 

3.

Kurangnya pengawasan dari manajemen terhadap Standard Operational Procedure (SOP).

 4. SOP tidak dilakukan sepenuhnya oleh personil

di lapangan. 

5. Ketidakpuasan wisatawan.  6. Protes atau tuntutan karena kebijakan penataan

pedagang dan pengasong. 

Total 1 5

Sumber: Data Diolah (2018)

Kerusakan kendaraan pernah terjadi pada tahun 2017 di area parkir Taman Wisata Candi Prambanan karena kendaraan wisatawan parkir di bawah pohon. Lalu, batang pohon tersebut ada yang patah karena angin cukup kencang sehingga batang pohon tersebut jatuh dan membuat kaca mobil wisatawan pecah. Taman Wisata Candi Prambanan memiliki kesadaran untuk memberikan sebagian uang kepada wisatawan agar dapat mengganti kerugian atas kerusakan kaca mobil. Kehilangan kendaraan wisatawan tidak pernah terjadi di Taman Wisata Candi

Prambanan karena setiap kendaraan masuk akan diberi tiket dan ketika kendaraan akan keluar harus menunjukkan tiket ke petugas parkir Taman Wisata Candi Prambanan.

Pada umumnya, wisatawan tidak pernah mengalami kehilangan barang dalam mobil ketika berkunjung ke Taman Wisata Candi Prambanan. Namun, yang pernah terjadi adalah wisatawan kehilangan barang di Taman Wisata Candi Prambanan karena lupa meletakkan barang tersebut ketika berkeliling di sepanjang area Taman Wisata Candi Prambanan. Kehilangan barang tidak pernah menimbulkan tuntutan dari wisatawan terhadap Taman Wisata Candi Prambanan karena umumnya barang wisatawan yang hilang akan ditemukan. Jika ada wisatawan yang kehilangan barang, maka akan diumumkan di pusat informasi

(information center). Apabila Taman Wisata Candi Prambanan telah

menemukan barang milik wisatawan yang hilang dan wisatawan masih

Dokumen terkait