1. Kondisi makroekonomi regional Kaltim tahun 2018 menunjukkan tingkat pertumbuhan yang lebih lambat dibandingkan tahun 2017. Kondisi makro juga ditandai inflasi yang terkendali pada tingkat yang rendah. Kondisi makro tersebut turut mempengaruhi indikator kesejahteraan yaitu angka kemiskinan yang naik tipis, sebaliknya tingkat pengangguran tercatat turun dibandingkan periode sebelumnya.
2. Kondisi makroekonomi yang membaik berpengaruh langsung pada kinerja pendapatan anggaran pemerintah. Konsolidasian Pendapatan Negara Tahun 2018 pada APBN dan APBD tercatat lebih tinggi, baik secara persentase maupun nilai nominal dibandingkan Tahun 2017.
3. Disisi lain, belanja agregat pemerintah pusat dan pemerintah daerah turut mempengaruhi pertumbuhan PDRB sisi pengeluaran pada komponen Konsumsi Pemerintah dan Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) yang tercatat lebih tinggi daripada tahun sebelumnya.
4. Secara terpisah, kinerja pelaksanaan APBN secara nominal menunjukkan kenaikan baik pada sisi pendapatan, belanja maupun transfer ke daerah dibandingkan tahun 2017. Penurunan kinerja hanya terjadi pada Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).
5. Pelaksanaan anggaran pada sebelas pemerintah daerah secara nominal menunjukkan perbaikan kinerja pendapatan dan belanja. Namun perlu menjadi catatan bahwa rasio pendapatan APBD dibandingkan Dana Bagi Hasil (DBH) lebih rendah dibandingkan tahun lalu. Sebaliknya, ketergantungan APBD terhadap DAU dan DAK tercatat lebih kecil di tahun 2018.
94
BAB VII
PENUTUP
6. Regional Kaltim memiliki keunggulan komparatif karena letak geografis, wilayah yang luas dan potensi kekayaan sumber daya alam yang besar. Sejalan dengan keunggulan komparatif tersebut, analisis Tipologi Klassen menunjukkan bahwa sektor unggulan regional Kaltim adalah pertambangan dan penggalian, dan industri pengolahan.
7. Dana desa memberikan kontribusi signifikan dalam mendorong pertumbuhan dan pemerataan di daerah. Kontribusi ini terbukti pada perbaikan Indeks Pembangunan Desa dan tingkat kemiskinan pedesaan tahun 2018 yang tercatat lebih baik dibandingkan kondisi tahun 2014, sebelum kebijakan Dana Desa dilaksanakan. Di sisi lain kebijakan Dana Desa juga menghadapi berbagai tantangan, terutama untuk mengoptimalkan penyerapan dan ketepatan penggunaan Dana Desa.
B. REKOMENDASI
1. Seluruh kebijakan fiskal yang ada harus diarahkan pada upaya menstimulasi pertumbuhan. Dominasi sektor pertambangan dan penggalian dalam struktur ekonomi harus mulai dikurangi dan digeser ke sektor unggulan, yaitu industri pengolahan yang lebih sustainable, agar tercipta pertumbuhan yang lebih berkelanjutan dan tidak rentan mengalami guncangan. Kebijakan konkrit yang direkomendasikan adalah serangkaian langkah untuk mendorong sektor industri pengolahan bisa tumbuh diatas 7 persen. Dalam hal ini, kemudahan perizinan dan investasi serta penyediaan infrastruktur menjadi dua hal utama yang perlu jadi prioritas pemerintah.
2. Pemerintah pusat melalui instansi vertikal dan satuan kerja pemerintah daerah harus terus meningkatkan kinerja dan kualitas pelaksanaan anggaran. Langkah ini tetap penting meskipun kapasitas fiskal pemerintah cenderung membaik dibandingkan tahun 2017. Upaya struktural dan sistematis yang berkelanjutan untuk merealisasikan potensi pendapatan menjadi langkah pertama yang harus dilakukan. Di sisi lain, kualitas belanja juga harus ditingkatkan dengan memilih prioritas belanja yang tepat dan berdampak signifikan terhadap perekonomian.
3. Penyerapan Dana Desa perlu mendapatkan perhatian khusus agar bisa secara cepat dan optimal dimanfaatkan di level desa. Di sisi lain, penggunaan Dana Desa juga harus terus dijaga agar tetap sesuai dengan prioritas dan
95
BAB VII PENUTUP
kebutuhan riil desa. Kedua langkah ini penting dalam mengurangi tingkat kemiskinan di perdesaan.
4. Dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi, pemerintah tidak bisa lagi hanya mengandalkan APBN/APBD. Peluang pembiayaan menggunakan pola kemitraan dengan swasta (Public Private Partnership), Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) harus terus dibuka dan dimanfaatkan, sehingga tidak selalu harus bergantung pada anggaran pemerintah semata. Selain itu, kebijakan lain yang secara tidak langsung bisa membantu mengatasi tingkat pengangguran dan kemiskinan juga perlu diperhatikan. Dalam hal ini pemerintah bisa mengembangkan UMKM melalui upaya perluasan dan kemudahan akses pembiayaan seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR) maupun Kredit Ultra Mikro (UMi). Langkah lain seperti pembinaan BLUD RSUD dengan tujuan meningkatkan layanan kesehatan juga bisa memberikan kontribusi untuk meningkatkan kualitas dan produktivitas sumber daya manusia.
96
DAFTAR PUSTAKA
Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Timur, 2018, Berita Resmi
Statistik-Membangun Indonesia dari Pinggiran Melalui Pendataan Potensi Desa (Podes) 2018 Provinsi Kalimantan Timur, Samarinda.
Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Timur, 2019, Berita Resmi Statistik
Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Triwulan IV-2018, Samarinda.
Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Timur, 2019, Berita Resmi Statistik
Perkembangan Ekspor Impor Provinsi Kalimantan Timur Bulan Desember 2018, Samarinda.
Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Timur, 2018 - 2019, Berita Resmi Statistik
Perkembangan Indeks Harga Konsumen/Inflasi Provinsi Kalimantan Timur Bulan Januari s.d. Desember 2018, Samarinda.
Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Timur, 2018, Berita Resmi Statistik Indeks
Pembangunan Manusia (IPM) Kalimantan Timur 2017, Samarinda.
Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Timur, 2018, Produk Domestik Regional Bruto
Provinsi Kalimantan Timur Menurut Lapangan Usaha 2013-2017, Samarinda.
Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Timur, 2019, Berita Resmi Statistik Tingkat
Kemiskinan di Kalimantan Timur September 2018, Samarinda.
Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Timur, 2019, Berita Resmi Statistik Profil
Kemiskinan di Indonesia September 2018, Samarinda.
Pemerintah Republik Indonesia, 2015, Rencana Pembangunan Jangka Menengah
Nasional 2015-2019, Jakarta.
Khandher, Sharidur.R, et.all. 2006. The Poverty Impact of Rural Roads: Evidence from
Bangladesh, World Bank Policy Research Working Paper 3875, .
Tribunnews, 2019, Ini 5 Penyebab Rupiah Melemah Hingga Tembus Rp 15 ribu per dolar
AS, http://makassar.tribunnews.com/2018/09/06/ini-5-penyebab-rupiah-melemah-hingga-tembus-rp-15-ribu-per-dolar-as-no-4-perang-dagang? (diakses 13 Februari 2019).
Citizendaily, 2019, Ini Penyebab Perang Dagang Amerika Serikat China, http://www.citizendaily.net/ini-penyebab-perang-dagang-amerika-serikat-china/ (diakses 13 Februari 2019).
Jejakdigital.id, 2018, Mulawarman Lenyap Ditelan Tambang Batubara,
https://jejakdigital.id/mulawarman-lenyap-ditelan-tambang-batu-bara (diakses 27 Februari 2019).
Wongso, Rusmadi. 2017. Orasi Ilmiah: Transformasi Ekonomi Kalimantan Timur Dinamika dan Dampak Terhadap Kesejahteraan Rakyat, Samarinda.