BAB IV PENUTUP
A. KESIMPULAN
Bab V. Lampiran, yang berisi antara lain ;
1. Struktur Organisasi Pengadilan Tinggi Denpasar; 2. Indikator Kinerja Utama;
3. Matriks Renstra 2015-2019; 4. Rencana Kinerja Tahun 2016; 5. Penetapan Kinerja Tahun 2016; dan
6. SK Tim Penyusunan LAKIP Pengadilan Tinggi Denpasar; 7. Pernyataan Penetapan Kinerja Tahunan;
[AUTHOR NAME] 15
BAB II. PERENCANAAN DAN PENETAPAN KINERJA
Rencana Strategis Pengadilan Tinggi Denpasar Tahun 2015 – 2019 merupakan komitmen bersama dalam menetapkan kinerja dengan tahapan-tahapan yang terencana dan terprogram secara sistematis melalui penataan, penertiban, perbaikan pengkajian, pengelolaan terhadap sistem kebijakan dan peraturan perundangan-undangan untuk mencapai efektivas dan efesiensi.
Selanjutnya untuk memberikan arah dan sasaran yang jelas serta sebagai pedoman dan tolak ukur kinerja Pengadilan Tinggi Denpasar diselaraskan dengan arah kebijakan dan program Mahkamah Agung yang disesuaikan dengan rencana pembangunan nasional yang telah ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Nasional Jangka Panjang (RPNJP) 2005 – 2025 dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) 2015 – 2019, sebagai pedoman dan pengendalian kinerja dalam pelaksanaan program dan kegiatan Pengadilan dalam mencapai visi dan misi serta tujuan organisasi pada tahun 2015 – 2019.
Visi adalah suatu gambaran yang menantang tentang keadaan masa depan yang diinginkan untuk mewujudkan tercapainya tugas dan fungsi Pengadilan Tinggi Denpasar
Adapun visi dari Pengadilan Tinggi Denpasar adalah:
“TERWUJUDNYA PENGADILAN TINGGI DENPASAR YANG AGUNG”
Untuk mencapai visi tersebut, Pengadilan Tinggi Denpasar menetapkan misi yang menggambarkan hal yang harus dilaksanakan, yaitu :
1. Menjaga kemandirian badan peradilan;
[AUTHOR NAME] 16
3. Meningkatkan kualitas kepemimpinan badan peradilan; 4. Meningkatkan kredibilitas dan transparansi badan peradilan.
A. INDIKATOR KINERJA UTAMA PENGADILAN TINGGI DENPASAR.
Pengadilan Tinggi Denpasar telah menetapkan Indikator Kinerja Utama berdasarkan Surat Keputusan Panitera / Sekretaris Nomor : W24.U/304/HK.06.10/I/2014 tanggal 6 Januari 2014, dapat dilihat sebagai berikut:
Tabel 2. Indikator Kinerja Utama
NO INDIKATOR KINERJA UTAMA INDIKATOR KINERJA
1 Meningkatnya penyelesaian perkara
a. Persentase sisa perkara yang diselesaikan: - Perdata
- Pidana
b. Persentase perkara yang diselesaikan: - Perdata
- Pidana
c. Persentase perkara yang diselesaikan dalam jangka waktu kurang dari3 bulan
d. Persentase perkara yang diselesaikan dalam jangka waktu lebih dari 3 bulan
- Kasasi
- Peninjauan Kembali 2 Peningkatan efektifitas
pengelolaan penyelesaian perkara
a. Persentase berkas yang diregister dan siap
[AUTHOR NAME] 17
b. Rasio Majelis Hakim terhadap perkara
3 Peningkatan aksesibilitas masyarakat terhadap peradilan (acces to justice)
Persentase (amar) putusan perkara yang dapat diakses secara online dalam waktu maksimal 1 hari kerja sejak diputus.
4 Meningkatnya kualitas pengawasan
a. Persentase pengaduan masyarakat yang ditindaklanjuti
b. Persentase temuan hasil pemeriksaan eksternal yang ditindaklanjuti.
5 Peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM)
a. Persentase pegawai yang lulus diklat teknis yudisial.
b. Persentase pegawai yang lulus diklat non yudisial c. Persentase pejabat yang lulus mengikuti fit and
proper test dalam rangka promosi.
B. PENETAPAN KINERJA TAHUN 2016
Penetapan kinerja pada dasarnya adalah pernyataan komitmen yang mempresentasikan tekad dan janji untuk mencapai kinerja yang jelas dan terukur dalam rentang waktu satu tahun tertentu dengan mempertimbangkan sumber daya yang dikelola. Tujuan khusus penetapan kinerja antara lain adalah untuk meningkatkan akuntabilitas, transparansi dan kinerja sebagai wujud nyata komitmen, sebagai dasar penilaian keberhasilan/kegagalan pencapaian tujuan dan sasaran Pengadilan Tinggi Denpasar, menciptakan tolak ukur kinerja sebagai dasar evaluasi kinerja.
[AUTHOR NAME] 18
Keputusan Ketua Pengadilan Tinggi Denpasar Nomor : W.24-U/20/KP.01.2/2/2016 tanggal 24 Februari 2016 perihal Penetapan Indikator Kinerja Utama PengadilanTinggi Denpasar, sebagai berikut:
Tabel 3. Tabel Penetapan Kinerja Tahun 2016
NO KINERJA UTAMA INDIKATOR KINERJA TARGET
1 Meningkatnya penyelesaian perkara
a. Persentase sisa perkara yang diselesaikan
- Perdata - Pidana
100%
b. Persentase perkara yang diselesaikan - Perdata
- Pidana
80 %
c. Persentase perkara yang diselesaikan dalam jangka waktu kurang dari 3 bulan
80 %
d. Persentase perkara yang diselesaikan dalam jangka waktu lebih dari 3 bulan
0,5 %
2. Peningkatan efektifitas pengelolaan penyelesaian perkara
a. Persentase berkas yang diregister
dan siap didistribusikan ke Majelis 100 %
b. Ratio Majelis Hakim terhadap perkara
[AUTHOR NAME] 19
3. Peningkatan aksesibilitas masyarakat terhadap peradilan (acces to justice)
a. Persentase (amar) putusan perkara) yang dapat diakses secara online dalam waktu maksimal 1 hari kerja sejak diputus.
100 %
4. Meningkatnya kualitas pengawasan
a. Persentase pengaduan masyarakat
yang ditindaklanjuti 85 %
b. Persentase temuan hasil pemeriksaan
eksternal yang ditindaklanjuti. 100 % 5 Peningkatan Kualitas Sumber
Daya Manusi ( SDM )
a. Persentase pegawai yang lulus diklat
teknis yudisial. 85 %
b. Persentase pegawai yang lulus diklat
non yudisial 80 %
c. Persentase pejabat yang lulus mengikuti fit and proper test dalam rangka promosi.
50 %
6. Meningkatnya Layanan Perkantoran
a. Persentase pembayaran Gaji dan Tunjangan 95% b. Persentase terpenuhinya kebutuhan Operasional Perkantoran 95% c. Persentase terpenuhinya kebutuhan Non Operasional Perkantoran
95%
7. Meningkatnya sarana dan prasarana di lingkungan Pengadilan Tinggi Denpasar
a. Persentase Pengadaan Peralatan / Fasilitas Perkantoran
[AUTHOR NAME] 20
BAB III. AKUNTABILITAS KINERJA
A. PENGUKURAN KINERJA.
Akuntabilitas Kinerja adalah gambaran mengenai tingkat pencapaian pelaksanaan suatu kegiatan/program/kebijakan dalam mewujudkan sasaran, tujuan, misi, dan visi organisasi yang tertuang dalam perumusan perencanaan strategis suatu organisasi. Pengukuran Kinerja adalah proses sistematis dan berkesinambungan untuk menilai keberhasilan/kegagalan pelaksanaan kegiatan sesuai dengan program, kebijakan, untuk mencapai sasaran dan tujuan yang telah ditetapkan dalam mewujudkan visi dan misi organisasi. Pengukuran kinerja merupakan suatu metode untuk menilai kemajuan yang telah dicapai, dibandingkan dengan sasaran dan tujuan yang telah ditetapkan. Pengukuran kinerja tidak dimaksudkan sebagai mekanisme untuk memberikan reward / punishment, melainkan sebagai alat komunikasi dan alat manajemen untuk memperbaiki kinerja organisasi.
Pengukuran tingkat capaian kinerja Pengadilan Tinggi Denpasar tahun 2015, dilakukan dengan cara membandingkan antara target pencapaian indikator kinerja yang telah ditetapkan dengan realisasinya, sehingga terlihat apakah sasaran yang telah ditetapkan tercapai atau tidak. Rincian tingkat capaian kinerja masing‐masing indikator kinerja tersebut diuraikan dalam tabel dibawah ini.
[AUTHOR NAME] 21
Tabel 4. Hasil Capaian Indikator Kinerja Utama
NO SASARAN INDIKATOR KINERJA TARGET REALISASI CAPAIAN
(%)
1. Meningkatnya penyelesaian perkara
a. Persentase sisa perkara yang diselesaikan - Perdata - Pidana 100 % 100 % 100 % b. Persentase perkara yang diselesaikan - Perdata - Pidana 80 % 90 % 100 % c. Persentase perkara yang diselesaikan dalam jangka waktu kurang dari 3 bulan
98,5 % 90 % 91 %
d. Persentase perkara yang diselesaikan dalam jangka waktu lebih dari 3 bulan
1,5 % 0. % 0% 2. Peningkatan efektifitas pengelolaan penyelesaian perkara
a. Persentase berkas yang diregister dan siap didistribusikan ke Majelis
100 % 100 % 100 %
b. Ratio Majelis Hakim
[AUTHOR NAME] 22 3. Peningkatan aksesibilitas masyarakat terhadap peradilan (acces to justice) a. Persentase (amar) putusan yang dapat diakses secara online dalam waktu maksimal 1 hari kerja sejak diputus.
100 % 100 % 100 % 4 Meningkatnya kualitas pengawasan a. Persentase pengaduan masyarakat yang ditindaklanjuti 90 % 87,5 % 97,2 %
b. Persentase temuan hasil pemeriksaan eksternal yang ditindaklanjuti. 100% 100 % 100 % 5 Peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) a. Persentase pegawai yang lulus diklat teknis yudisial.
85 % 100 % 100 %
b. Persentase pegawai yang lulus diklat non yudisial
80 % 100 % 100 %
c. Persentase pejabat yang lulus mengikuti fit and proper test dalam rangka promosi.
[AUTHOR NAME] 23
B. ANALISA AKUNTABILITAS KINERJA
Pengukuran kinerja Pengadilan Tinggi Denpasar Tahun 2015 mengacu pada indikator kinerja utama sebagaimana tertuang pada tabel di atas, untuk mencapai sasaran yang telah ditetapkan. Pada akhir tahun 2015, Pengadilan Tinggi Denpasar telah melaksanakan seluruh kegiatan yang menjadi tanggung jawabnya. Adapun hasil capaian kinerja sesuai sasaran yang ditetapkan, diuraikan sebagai berikut : 1. Sasaran 1. Meningkatnya penyelesaian perkara
Pencapaian target kinerja atas sasaran ini adalah sebagai berikut:
Tabel 5. Hasil Capaian Target Meningkatnya Penyelesaian Perkara
SASARAN TARGET REALISASI CAPAIAN (%)
a. Persentase sisa perkara yang diselesaikan:
- Perdata - Pidana
100 % 100 % 100 %
b. Persentase perkara yang diselesaikan:
- Perdata - Pidana
80 % 89,6 % 100 %
c. Persentase perkara yang diselesaikan dalam jangka waktu kurang dari3 bulan
98.5 % 89,9 % 91%
d. Persentase perkara yang diselesaikan dalam jangka waktu lebih dari 3 bulan
[AUTHOR NAME] 24
- Persentase sisa perkara yang diselesaikan: a) Perdata
Perkara gugatan perdata yang masuk tahun 2014 dan tidak dapat diselesaikan pada tahun tersebut merupakan sisa perkara yang harus diselesaikan pada tahun berikutnya, penyebab adanya sisa perkara karena adanya perkara yang masuk pada bulan desember 2014 dan baru dapat disidangkan pada tahun 2015, sedangkan yang masuk dibawah bulan Desember masih dalam taraf pemeriksaan dan ada yang masih dalam proses.
Sisa perkara gugatan perdata Tahun 2014 sebanyak 11 perkara dan pada Tahun 2015 diselesaikan seluruhnya sebanyak 11 perkara sehingga capaiannya 100%.
Penyelesaian perkara tahun 2014 dan yang diselesaikan pada tahun 2015 mencapai target yang ditetapkan yaitu 100 % menunjukan bahwa sistem kerja yang berlaku di lingkungan Pengadilan Tinggi Denpasar telah berjalan dengan baik dan lancar sehingga tidak ada sisa perkara tahun sebelumnya yang tidak selesai pada tahun berikutnya.
Sebagai bahan perbandingan persentase sisa perkara gugatan perdata yang diselesaikan, sebagai berikut:
Tabel 6. Perbandingan Hasil Capaian Perkara Perdata
Perkara Tahun 2013 Capaian % 2014 Capaian % 2015 Capaian %
[AUTHOR NAME] 25
Berdasarkan data tersebut di atas adanya konsistensi dalam mempertahankan kinerja yang sangat baik pada Pengadilan Tinggi Denpasar.
b) Pidana
Perkara pidana yang masuk tahun 2014 dan tidak dapat diselesaikan pada tahun tersebut merupakan sisa perkara yang harus diselesaikan pada tahun berikutnya, penyebab adanya sisa perkara karena adanya perkara yang masuk pada bulan desember 2014 dan baru disidangkan pada Tahun 2015, sedangkan yang masuk dibawah bulan desember masih dalam taraf pemeriksaan.
Sisa perkara pidana tahun 2014 sebanyak 4 perkara dan pada tahun 2015 diselesaikan seluruhnya sebanyak 4 perkara sehingga capaiannya 100%. Penyelesaian perkara pidana tahun 2014 yang diselesaikan pada tahun 2015 mencapai target yang ditetapkan yaitu 100 % menunjukan bahwa sistem kerja yang berlaku di lingkungan Pengadilan Tinggi Denpasar telah berjalan dengan baik dan lancar sehingga tidak ada sisa perkara tahun sebelumnya yang tidak selesai pada tahun berikutnya.
Sebagai bahan perbandingan persentase sisa perkara pidana yang diselesaikan, sebagai berikut:
Tabel 7. Perbandingan Hasil Capaian Perkara Pidana
PERKARA TAHUN 2013 Capaian % 2014 Capaian % 2015 Capaian %
[AUTHOR NAME] 26
Berdasarkan data tersebut di atas adanya konsistensi dalam mempertahankan kinerja yang baik pada Pengadilan Tinggi Denpasar.
- Persentase perkara yang diselesaikan: a) Perdata
Perkara gugatan perdata yang masuk pada tahun 2015 sebanyak 234 perkara, ditambah sisa perkara tahun 2014 sebanyak 11 perkara, diselesaikan sebanyak 190 perkara dengan sisa perkara sebanyak 44 perkara, maka bila dihitung capaiannya sebesar 81,2 %.
Tabel 8. Keadaan Perkara Perdata Tahun 2015
No Bulan Masuk Putus Sisa
Sisa Tahun Lalu 11
1. Januari 22 5 28 2. Pebruari 21 11 38 3. Maret 15 17 36 4. April 17 22 31 5 Mei 26 14 43 6 Juni 20 12 51 7 Juli 18 24 45 8 Agustus 19 18 46 9 September 29 15 60 10 Oktober 11 12 59 11 November 19 29 49 12 Desember 17 22 44 Jumlah 234 190
Berdasarkan target 80 % yang ditetapkan oleh Pengadilan Tinggi Denpasar di awal tahun 2015, dan persentase capain sebesar 81,2% maka hasil yang dicapai melebihi target yaitu sebanyak 1,2 %. Dengan capain tersebut
[AUTHOR NAME] 27
menandakan bahwa kinerja dan Standar Operasioanl Prosedur (SOP) Pengadilan Tinggi Denpasar telah dilaksanakan dengan baik.
Sebagai bahan perbandingan persentase perkara perdata yang diselesaikan, sebagai berikut:
Tabel 9. Perbandingan Persentase Perkara Perdata yang diselesaikan
Berdasarkan data tersebut di atas akuntabilitas kinerja persentase penyelesaian perkara perdata selama tahun 2013 dengan capaian 67 %, tahun 2014 dengan capaian 98 % dan tahun 2015 dengan capaian 81,2 % terlihat sedikit mengalami penurunan untuk penyelesaian perkara di tahun 2015, namun secara garis besar dilihat dari penetapan target sebesar 80% maka terlihat telah melampaui dari target yang ditetapkan.
b) Pidana
Perkara pidana yang masuk pada tahun 2015 sebanyak 60 perkara, diselesaikan sebanyak 59 perkara dan sisa 1 perkara dengan capaian 98%. Dari data tersebut di atas dapat dipaparkan bahwa Kinerja dan penerapan Sistem Operasional Prosedur (SOP) pada Pengadilan Tinggi Denpasar sudah berjalan dengan baik terbukti dari target capaian di awal tahun 2015 sebayak 98,5 % dan berhasil mencapai realisasi pencapaian sebesar 98 %. Keadaan Perkara Pidana dan Tipikor Di Pengadilan Tinggi Denpasar Tahun 2015 :
Perkara
2013 2014 2015
Masuk Selesai Capaian %
Masuk Selesai Capaian %
Masuk Selesai Capaian %
[AUTHOR NAME] 28
- Perkara Pidana
Tabel 10. Kondisi Perkara Pidana Tahun 2015
No Bulan Masuk Putus Sisa
Sisa tahun lalu 4
1. Januari 13 3 14 2. Pebruari 5 9 10 3. Maret 4 7 7 4. April 4 7 4 5 Mei 3 1 6 6 Juni 7 5 8 7 Juli 1 4 5 8 Agustus 3 4 4 9 September 8 5 7 10 Oktober 1 4 4 11 November 9 4 9 12 Desember 2 6 5 Jumlah 60 59
[AUTHOR NAME] 29
- Perkara Tipikor
Tabel 11. Keadaan Perkara Tipikor Tahun 2015
No Bulan Masuk Putus Sisa
Sisa tahun lalu 1
1. Januari 1 1 1 2. Pebruari 1 1 1 3. Maret - 1 - 4. April 3 - 3 5 Mei 3 3 3 6 Juni 2 3 2 7 Juli 1 - 3 8 Agustus - 2 1 9 September - 1 - 10 Oktober 1 - 1 11 November 2 - 3 12 Desember - 2 1 Jumlah 14 14
Sebagai bahan perbandingan persentase perkara Pidana dan Tipikor yang diselesaikan, sebagai berikut:
Tabel 12. Perbandingan Persentase Perkara Pidana dan Tipikor yang diselesaikan kurang dari 3 bulan
Perkara
2013 2014 2015
masuk selesai Capaian %
Masuk Selesai Capaian %
masuk selesai Capaian %
[AUTHOR NAME] 30
Berdasarkan data tersebut di atas akuntabilitas kinerja pada persentase perkara pidana capaian penyelesaian perkara pidana tahun 2013 sebesar 88%, tahun 2014 sebesar 98% dan tahun 2015 sebesar 98,6% menunjukkan bahwa penyelesaian perkara pidana oleh Majelis Hakim Pengadilan Tinggi Denpasar terus mengalami peningkatan setiap tahunnya.
- Persentase perkara yang diselesaikan dalam jangka waktu kurang dari 3 bulan.
Berdasarkan Surat Edaran (SEMA) Nomor : 2 Tahun 2014 tentang Penyelesaian Perkara di Pengadilan Tingkat Pertama dan Tingkat Banding pada 4 (Empat) Lingkungan Peradilan, terdapat batas waktu dalam penyelesaian perkara yaitu maksimal 3 (tiga) bulan setelah perkara diterima atau didaftarkan apabila lebih dari 3 (tiga) bulan penyelesaian sampai tahap minutasi perkara maka perkara tersebut dianggap terlambat penyelesaiannya sesuai standard pelayanan peradilan tersebut.
Keadaan Perkara yang diselesaikan dalam jangka waktu maksimal 3 (tiga) bulan dapat dilihat pada tabel berikut ini.
[AUTHOR NAME] 31
Tabel 13. Persentase Perkara yang diselesaikan kurang dari 3 (tiga) bulan No Penetapan Majelis Hakim Pada Bulan
Perkara Diselesaiakan Kurang Dari
3 (tiga) bulan
Jumlah Perkara Perdata Dan Pidana
Yang Diselesaikan Dalam Jangka Waktu
Kurang Dari 3 Bulan % Perdata Pidana Tipikor
M P M P M P M P 1. Januari 22 5 13 3 1 1 36 9 25 2. Pebruari 21 11 5 9 1 1 27 21 78 3. Maret 15 17 4 7 - 1 19 25 132 4. April 17 22 4 7 3 - 24 29 121 5 Mei 26 14 3 1 3 3 32 18 56,2 6 Juni 20 12 7 5 2 3 29 20 69 7 Juli 18 24 1 4 1 - 20 28 140 8 Agustus 19 18 3 4 - 2 22 24 109 9 September 29 15 8 5 - 1 37 21 56,8 10 Oktober 11 12 1 4 1 - 13 16 123 11 November 19 29 9 4 2 - 30 33 110 12 Desember 17 22 2 6 - 2 19 30 158 Jumlah 308 274 89%
Keterangan : M = perkara masuk, P = perkara yang diputus.
Dari tabel tersebut di atas dapat dilihat bahwa perkara perdata, pidana dan tipikor yang masuk tahun 2015 sejumlah 308 perkara dan dalam jangka waktu 3 (tiga) bulan terhitung sejak pendaftaran perkara sampai tahap minutasi, terdapat 274 perkara perdata, pidana dan tipikor yang diselesaikan oleh Majelis Hakim yaitu 89 % , kurang 9,5% dari target yang ditetapkan sebesar 98,5%. Sebagai bahan perbandingan Persentase perkara yang diselesaikan dalam jangka waktu maksimal 3 (tiga) bulan, sebagai berikut:
[AUTHOR NAME] 32
Tabel 14. Perbandingan Persentase Perkara Perdata, Pidana dan Tipikor yang diselesaikan kurang dari 3 bulan
Perkara Tahun 2013 Capaian % 2014 Capaian % 2015 Capaian % Perkara yang diselesaikan dalam jangka waktu kurang dari 3 bulan
74 % 100 % 89 %
Berdasarkan data tersebut di atas akuntabilitas kinerja penyelesaian perkara perdata, pidana dan tipikor yang diselesaikan dalam jangka waktu maksimal 3 bulan mengalami penurunan, namun secara garis besarnya dari hasil capaian sebesar 89% hampir memenuhi target yang ditetapkan yakni sebesar 98,5%.
- Persentase perkara yang diselesaikan dalam jangka waktu lebih dari 3 bulan. Keadaan perkara yang diselesaikan dalam jangka waktu lebih dari 3 bulan dapat dilihat pada tabel berikut :
[AUTHOR NAME] 33
Tabel 15. Persentase Perkara yang diselesaikan lebih dari 3 (tiga) bulan
No Pendaftaran Perkara / Penetapan Majelis Hakim Pada Bulan
Perkara Diselesaikan Lebih Dari 3 (tiga) bulan Jumlah Perkara Perdata Dan Pidana Yang Diselesaikan Dalam Jangka Waktu Lebih Dari
3 Bulan
% Perdata Pidana Tipikor
1. Januari - - - - 2. Pebruari - - - - 3. Maret - - - - 4. April - - - - 5 Mei - - - - 6 Juni - - - - 7 Juli - - - - 8 Agustus - - - - 9 September - - - - 10 Oktober - - - - 11 November - - - - 12 Desember - - - - Jumlah - - - -
Sebagai bahan perbandingan Persentase perkara yang diselesaikan dalam jangka waktu lebih dari 3 bulan, sebagai berikut:
[AUTHOR NAME] 34
Tabel 16. Perbandingan Persentase Perkara Perdata, Pidana dan Tipikor yang diselesaikan lebih dari 3 bulan
Perkara Tahun 2013 Capaian % 2014 Capaian % 2015 Capaian % Persentase perkara yang diselesaikan dalam jangka waktu lebih dari 3 bulan
1,36 % 0 % 0 %
Berdasarkan data tersebut di atas dapat dilihat bahwa terjadi peningkatan akuntabilitas kinerja pada perkara perdata dan pidana yang masuk diselesaikan dalam jangka waktu lebih dari 3 bulan. Hanya pada tahun 2013 terdapat 1,36% perkara yang diselesaikan lebih dari 3 bulan untuk 2 tahun setelahnya, tidak ada lagi perkara yang diselesaikan lebih dari 3 (tiga) bulan atau sebesar 0 % perkara.
2. Sasaran 2. Peningkatan efektifitas pengelolaan penyelesaian perkara Pencapaian target kinerja atas sasaran ini adalah sebagai berikut:
Tabel 17. Hasil Capaian Target Meningkatnya Penyelesaian Perkara
NO SASARAN INDIKATOR KINERJA TARGET REALISASI CAPAIAN
(%)
2. Peningkatan efektifitas pengelolaan
penyelesaian perkara
a. Persentase berkas yang diregister dan telah didistribusikan ke Majelis
308 308 100 %
b. Ratio Majelis Hakim terhadap perkara
[AUTHOR NAME] 35
- Persentase berkas yang diregister dan telah didistribusikan ke Majelis : Dari tabel tersebut di atas dapat dilihat bahwa berkas perkara perdata, pidana dan tipikor yang diregister dan telah didistribusikan ke Majelis Hakim sebanyak 308 berkas perkara dan semuanya diregister dan terdistribusi ke Majelis Hakim capaiannya 100 %.
Sebagai bahan perbandingan Persentase berkas perkara yang diregister dan telah didistribusikan ke Majelis Hakim, sebagai berikut:
Tabel 18. Perbandingan Hasil Capaian Berkas Perkara yang Di register
Perkara Tahun 2013 Capaian % 2014 Capaian % 2015 Capaian %
Persentase berkas yang diregister dan telah didistribusikan ke Majelis
100 % 100 % 100%
Berdasarkan data tersebut di atas akuntabilitas kinerja pada persentase berkas yang diregister dan telah didistribusikan ke Majelis dari capaian tahun 2013 sampai dengan tahun 2015 sebanyak 100 %, menunjukkan adanya kestabilan dan konsistensi kinerja bagian register dan pendistribusian perkara ke Majelis Hakim.
- Ratio Majelis Hakim terhadap perkara
Dari Tabel di atas rasio perbandingan Majelis Hakim dapat dijelaskan sebagai berikut :
Selama tahun 2015 pada Pengadilan Tinggi Denpasar terdapat 7 (tujuh) Majelis Hakim yang memeriksa 308 perkara perdata, pidana dan tipikor yang masuk, memiliki rasio majelis hakim terhadap perkara untuk 1 (satu) majelis hakim berbanding 2,3 % perkara, namun realisasi dalam tahun berjalan Majelis Hakim
[AUTHOR NAME] 36
ternyata menghasilkan 274 putusan sehingga rasio 1 (satu) Majelis Hakim terhadap perkara sebesar 2,6 % dari rasio yang ditetapkan
Sebagai bahan perbandingan Rasio 1 ( satu ) Majelis Hakim terhadap penyelesaian perkara dalam tahun 2013 sampai dengan 2015, sebagai berikut:
Tabel 19. Perbandingan Ratio Majelis Hakim terhadap Perkara
Perkara Tahun 2013 Capaian % 2014 Capaian % 2015 Capaian %
Ratio Majelis Hakim terhadap perkara
30 % 39,3 % 64,7 %
Berdasarkan data tersebut di atas dapat diuraikan bahwa peningkatan rasio Majelis Hakim terhadap perkara tidak luput dari penerapan Standar Operasional Prosedur dan peningkatan kinerja dan kerjasama yang baik di lingkungan Pengadilan Tinggi Denpasar.
3. Sasaran 3. Peningkatan aksesibilitas masyarakat terhadap peradilan (acces to justice)
[AUTHOR NAME] 37
Tabel 20. Hasil Capaian Target Peningkatan Aksesibilitas Masyarakat terhadap Peradilan
NO SASARAN INDIKATOR KINERJA TARGET REALISASI CAPAIAN
(%) 3. Peningkatan aksesbilitas masyarakat terhadap peradilan (acces to justice) a. Persentase amar putusan perkara yang dapat diakses secara online dalam waktu maksimal 1 (satu) hari kerja sejak diputus.
308 308 100 %
- Persentase (amar) putusan yang dapat diakses secara online dalam waktu maksimal 1 hari kerja sejak diputus.
Dari tabel tersebut di atas dapat dilihat bahwa Persentase amar putusan perkara yang dapat diakses secara online dalam waktu maksimal 1 (satu) hari kerja sejak diputus sebanyak 308 putusan dan tidak terdapat amar putusan maupun putusan yang tidak dapat diakses secara online dalam waktu maksimal 1 (satu) hari kerja sejak diputus. Hal ini disebabkan karena pada kantor Pengadilan Tinggi Denpasar telah didukung oleh penerapan sistem informasi Penelusuran Perkara secara online dan sistem direktori putusan yang dapat dikases secara online oleh publik atau masyarakat. Sistem informasi ini telah dilaksanakan dengan sangat baik oleh masing-masing pengguna guna menunjang keterbukaan informasi publik.
Sebagai bahan perbandingan Persentase amar putusan perkara yang dapat diakses secara online dalam waktu maksimal 1 (satu) hari kerja sejak diputus, sebagai berikut:
[AUTHOR NAME] 38
Tabel 21. Perbandingan Persentase Amar Putusan yang di Upload
Perkara Tahun 2013 Capaian % 2014 Capaian % 2015 Capaian % Persentase amar putusan perkara yang dapat diakses secara online dalam waktu maksimal 1 (satu) hari kerja sejak diputus
73,6 % 100 % 100 %
Berdasarkan data tersebut di atas adanya penurunan akuntabilitas kinerja pada persentase amar putusan perkara yang dapat diakses secara online dalam waktu maksimal 1 (satu) hari kerja sejak diputus dari capaian tahun 2013 73,6% dan mengalami peningkatan hingga 100% sejak tahun 2014 hingga tahun 2015. Dapat dijelaskan bahwa penyebab putusan yang akan diakses secara online dalam jangka waktu 1 hari kerja setelah diputus mengalami peningkatan pada tahun 2014 karena penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) dan kebijakan Pimpinan Pengadilan Tinggi Denpasar yang mewajibkan untuk meng-upload maupun meng-input data-data perkara sidang tepat waktu.
4. Sasaran 4. Meningkatnya kualitas pengawasan.
[AUTHOR NAME] 39
Tabel 22. Hasil Capaian Target Meningkatnya Kualitas Pengawasan
NO SASARAN INDIKATOR KINERJA TARGET REALISASI CAPAIAN
(%) 2. Meningkatnya kualitas pengawasan a. Persentase pengaduan masyarakat yang ditindaklanjuti 16 14 87,5 % b. Persentase temuan hasil pemeriksaan eksternal yang ditindak lanjuti 14 14 100 %
- Persentase pengaduan masyarakat yang ditindaklanjuti
Dari tabel tersebut di atas dapat dilihat bahwa persentase pengaduan masyarakat yang ditindak lanjuti sebanyak 16 (enambelas) pengaduan dan yang tidak dapat ditindak lanjuti adalah sebanyak 2 (dua) pengaduan dengan capaiannya 87,5 %.
Sebagai bahan perbandingan persentase pengaduan masyarakat yang ditindak lanjuti, sebagai berikut:
Tabel 23. Perbandingan Persentase Penyelesaian Pengaduan Masyarakat
Perkara Tahun 2013 Capaian % 2014 Capaian % 2015 Capaian % persentase pengaduan masyarakat yang ditindak lanjuti 91 % 100 % 87,5 %
[AUTHOR NAME] 40
Berdasarkan data tersebut di atas adanya peningkatan akuntabilitas kinerja pada persentase pengaduan masyarakat yang ditindak lanjuti pada tahun 2013 sebesar 91%, dan mengalami peningkatan sebesar 100% di tahun 2014, namun mengalami penurunan sebesar 12,5% dengan angka capaian 87,5% dikarenakan ada 2 (dua) pengaduan yang masih dalam proses pemeriksaan oleh tim Pengadilan Tinggi Denpasar.
- Persentase temuan hasil pemeriksaan eksternal yang ditindaklanjuti. Tabel 24. Perbandingan Persentase Pemeriksaan Eksternal
Perkara Tahun 2013 Capaian % 2014 Capaian % 2015 Capaian %
Persentase Temuan Hasil pemeriksaan Eksternal yang Ditindaklanjuti
90 % 100 % 100 %
Dari tabel tersebut di atas dapat dilihat bahwa Persentase temuan hasil pemeriksaan eksternal yang ditindak lanjuti terdapat 14 (empatbelas) temuan eksternal dan seluruhnya dapat terselesaikan sesuai dengan target sebesar 100%
C. ANALISIS CAPAIAN AKUNTABILITAS SUMBER DAYA MANUSIA
Pembinaan dan pengelolaan setiap satuan kerja di lingkungan Direktorat Jenderal Badan Peradilan Umum Mahkamah Agung Republik Indonesia khususnya pada Pengadilan Tinggi Denpasar melingkupi dan mengelola sumber daya manusia teknis yudisial dan sumberdaya manusia non teknis yudisial (administrasi umum). Kedua sumber daya ini saling terkait erat dan bersinergi satu sama lain dalam