BAB V KESIMPULAN, IMPLIKASI DAN SARAN
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil statistik didapatkan hasil sebagai berikut:
1. Pengetahuan tentang kesehatan reproduksi, IMS dan HIV/AIDS berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku seksual pada remaja (b= 0.16; CI= 95%, 0.04 hingga 0.28; p= 0.008)
2. Sikap terhadap seksualitas berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku seksual pada remaja (b= 0.13; CI= 95%, 0.00 hingga 0.27; p= 0.047)
3. Efikasi diri berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku seksual pada remaja (b= 0.23; CI= 95%, 0.10 hingga 0.37; p: 0.001)
4. Pengaruh teman sebaya berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku seksual pada remaja (b= 0.22; CI= 95%, 0.09 hingga 0.43; p= 0.001)
5. Pengawasan orang tua berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku seksual pada remaja (b= 0.15; CI= 95%, 0.01 hingga 0.28; p= 0.030)
6. Akses informasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku seksual pada remaja (b= 0.07; CI= 95%, 0.01 hingga 0.14; p= 0.016)
Maka kesimpulannya Semakin positif nilai faktor personal dan faktor lingkungan, maka semakin positif perilaku seksual pada remaja.
B.IMPLIKASI
1. Implikasi Teoritis
Teori sosial kognitif Bandura (1997) efikasi diri bisa digunakan untuk memprediksi perilaku seksual pada remaja dalam kontek masyarakat di wilayah Kabupaten Semarang.
2. Implikasi Praktis
Temuan ini menunjukkan bahwa semua variabel independen yang diteliti yaitu pengetahuan tentang kesehatan reproduksi, IMS dan HIV/AIDS, sikap terhadap seksualitas, efikasi diri, pengaruh teman sebaya, pengawasan orang tua, serta akses informasi bisa digunakan untuk meningkatkan perilaku seksual pada remaja. commit to user
C.SARAN
1. Perilaku seksual yang baik didapatkan dari hasil faktor personal dan faktor lingkungan yang secara bersama-sama memperngaruhi perilaku seksual pada remaja.
2. Bagi penelitian selanjutnya
Dengan memperhatikan keterbatasan penelitian, hendaknya memilih subjek peneleitian yang lebih representatif supaya dapat digeneralisasikan. Selain itu juga meningkatkan metode penelitian yaitu dengan menggunakan pendekatan kuantitatif yang dipadukan dengan kualitatif sehingga dapat mengetahui fenomena perilaku seksual pada remaja dan kebutuhan layanan reproduksi yang diinginkan oleh remaja.
DAFTAR PUSTAKA
Ahmadi, H.A. 2007. Psikologi Sosial (Edisi Revisi). Jakarta: Rineka Cipta.
Alavi, S.S., Maracy M.R., Jannatifard., Eslami M. 2011. The effect of psychiatric symptoms on the internet addiction disorder in Isfahan's University students.
Journal of Research in Medical Sciences. 16(6): 793–800
Asfriyati, dkk. 2004. Prilaku Seksual Remaja Santri di Pesantren Purba Baru Tapanuli Selatan serta Faktor-F aktor yang Mempengaruhinya (Laporan Penelitian Dosen Muda).
Azwar, S. 2012. Sikap Manusia: Teori dan Pengukurannya. Yogyakarta: Pustaka Belajar.
. 2013. Validitas dan Reliabilitas. Yogyakarta: Pustaka Belajar.
Bandura, A. 1997. Self Efficancy: The Exercise of Control. New York: W.H Freeman a State University, Stillwater, United States: Journal of Early Adolescence and Company.
Benokraitis, N.V. 1996. Marriages and Families: Changes, Choices, and Constraints 2nd edition. New Jersey: Prentice Hall.
Biro Pusat Statistik. 2012. Jumlah Penduduk menurut Provinsi. Semarang.
BKKBN. 2010. Data survei Kesehatan Reproduksi Indonesia. Jakarta.
BKKBN. 2012. Data survei Kesehatan Reproduksi Indonesia. Jakarta.
Burgess, V., Dziegielewski, S.F. & Green, C.E. 2005. Improving Comfort about Sex Communication between Parents and Their Adolescents: Practice-Based Research within A Teen Sexuality Group. Brief Treatment and Crisis Intervention, 5:379-390.
Carroll, JA dan Kirkpatrick RL, 2011. Impact os Social Media an Adolescent Behavioral Health. Oaklanda, CA : Adolescent Health Collaborative.
Cox, R.B., Shreffler, KM., Merten, MJ., Schwerdtfeger, KL., Dowdy, JL. 2015. Parenting, Peers, and Perceived Norms: What Predicts Attitudes Toward Sex Among Early ?. Oklahom.
Damayanti, R. 2008. Peran Biopsiokososial Terhadap Perilaku Berisiko Tertular HIV pada Remaja SLTA di DKI. Disertasi. Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia.
DeGenova, M. K., & Rice, P. 2005. Intimate Relationship, Marriage and Family. 6th Edition. Boston: McGraw Hill. commit to user
Depkes RI. 2014. Situasi HIV/AIDS di Indonesia Tahun 1987-2006. Jakarta.
Fagan, P.F. 2009. The Effects Of Pornography On Individuals, Marriage, Family And Community. Research Synthesis. Washington, D.C.: The Family Research Counsil.
Family Care International (FCI). 2000. Sexual & Reproductive health Briefing Cards. New York.
Ghozali, I. 2011. Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program IBM. SP SS 19 (edisi kelima). Semarang: Universitas Diponegoro.
Green, Lawrence W. 2000. Health Promotion Planning: An Educational and Environmental Approach. Second Edition. Mayfield Publishing Company. Mountain View-Toronto-London.
Greenberg, J, Baron, R.A. 2003. Behavior in Organization. Eight Edition. New Jersey: Pearson Education Inc.
Gunarsa, S.D. & Gunarsa,Y.S.D. 2012.Psikologi untuk membimbing. Jakarta: Libri.
Hidayat. A. 2007. Metode Penelitian Keperawatan dan Tekhnik Analisa Data. Jakarta: Salemba Medika
Hurlock, E.B. 2005. Psikologi Perkembangan: Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan. Edisi Kelima. Jakarta: Erlangga.
Iswarati dan Prihyugiarto. 2008. Faktor-faktor yang mempengaruhi sokap terhadap perilaku seksual pra nikah pada remaja di Indonesia. Jurnal Ilmiah Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi, 2(2).
Jahja. 2012. Psikologi Perkembangan. Jakarta: Kencana Prenada Media Group
Jaccard, J., Blanton H., Dodge, T. 2005. Peer influences on risk behavior: an analysis of the effects of a close friend. America: American Psychological Association.
James & Butcher. 2011. A Beginner's Guide to the MMPI–2, Third Edition. Washington D.C: American Psychological Association.
Jenkins, M. 2015. A Concept Analysis of Self-Efficacy and Adolescent Sexual Risk- Taking Behavior. Nursing Forum Volume 50, No. 1, Januar y-March 2015
Kim, C,R,. dan Free, C. 2008. Recent Evaluations of the Peer Led Approach in Adolescent Sexual Health Education: A Systemic review Perspective on Sexual and reproductive Health. J Reproductive Health. Vol 40 (3). 144-151
Maryatun, 2013. Peran Teman Sebaya terhadap Perilaku Seksual Pra Nikah pada
Remaja di SMA Muhammadiyah 3 Surakarta. GASTER 10(1).
Mubarak WI, Chayatin N, Rozikin K, Supradi. 2007. Promosi Kesehatan: Sebuah
Pengantar Proses Belajar Mengajar dalam Pendidikan. Yogyakarta: Graha
Ilmu
Murti, B. 2013. Desain dan Ukuran Sampel Untuk Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif di Bidang Kesehatan. Yogyakarta: Gajah Mada University Press
Monks, F.J. 2009. Psikologi Perkembangan: P engantar Dalam Berbagai Bagiannya. Yogyakarta: Gajah Mada University Press.
National Institutes of Health. 2013. What are some types of sexually transmitted
diseases or sexually transmitted infections (STDs/STIs)?.
http://www.nichd.nih.gov/health/topics/stds/conditioninfo/Pages/types.aspx. Diakses pada tanggal 19 februari 2015.
Nugroho, T. 2010. Buku Ajar Obstetri untuk Mahasiswa Kebidanan. Yogyakarta: Nuha Medika.
Nursalam. 2008. Konsep dan Penerapan Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan.
Jakarta: Salemba Medika.
Oppong A.K dan Oti B.M. 2013. HIV/AIDS knowledge among undergraduate university students: implications for health education programs in Ghana.
African Health Sciences, Vol 13 Issue 2 June
Papalia, Old, Feldman. 2008. Human Development (Psikologi perkembangan). Edisi Kesembilan. Jakarta: Kencana Prenada Media.
Plan. 2004. Perilaku Seksual dan Pacaran Sehat (Booklet).
Pratibha G.,Fatima A.,Pankaj B.,Srivastav.,danZeashan H.Z. 2013. Knowledge About HIV/AIDS Among Secondary School Students. N Am J Med Sci. v.5(2) Feb Ramadhani, A.V. Social Learning Theory (Bandura). (Serial Online). Diakses pada
tanggal 29 Desember 2014.
Resource Center for Adolescent Pregnancy Prevention. Social Learning Theory and
Sexuality Education (serial online).
http://recapp.etr.org/recapp/index.cfm?fuseaction=pages.TheoriesDetail&Pag eID=380 Diakses pada tanggal 6 Januari 2015.
Riwidikdo, H. 2008. Statistik Kesehatan. Yogyakarta: Mita Cendikia Press
Santrock, J.W. 2011. Adolescence, 14th Edition. Mc Graw Hill: New York
Saryono. 2010. Metodologi Penelitian kebidanan. Jakarta: Nuha Medika.
Sarwono, S. W. 2010. Psikologi Remaja. Jakarta: Rajawali Press.
Sasaki RS.,Leles CR.,Malta DC.,Sardinha LM.,Freire MC. 2015. Prevalence of sexual intercourse and associated factors among adolescents attending schools in Goiânia in the state of Goiás, Brazil, SciELO Salud Pública Rio de Janeiro Ciênc. saúde coletiva vol. 20 no.1.
Strehl. 2011. The Agenda for Children Services : A Policy Handbook. Australia: The Stationery Office Dublin
Suparlan S. 2008. Filsafat Pendidikan. Yogyakarta: Ar ruzz Media.
Suryoputro, A; Ford, Nicholas; Shaluhiyah, Z. 2006. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Seksual Remaja di Jawa Tengah: Implikasinya
terhadap Kebijakan dan Layanan Kesehatan Reproduksi. Makara, Kesehatan
Vol. 10, No. 1, Juni, 2006: 29-40.
Synovate Research. 2005. Perilaku Seksual Kawula Muda di Empat Kota Besar (Jakarta, Bandung, Surabaya, Medan) Laporan Penelitian. Jakarta: Synovate Research & DKT Indonesia
Taufik. 2007. Prinsip-prinsip Promosi Kesehatan dalam Bidang Keperawatan. Jakarta: CV. Infomedika
UNFPA. 2008. Reproductive Rights and Sexual and Reproductive Health Framewo. New York: UNFPA.
Widyastuti, dkk. 2009. Kesehatan Reproduksi. Yogyakarta: Fitra Maya.
WHO. 2012. HIV/AIDS Prevention and Care Among Especially Vulnerable Young
People A Framework For Action. Switzerland: WHO
Ybarra, M.L dan Mitchell, K.J. 2014. “Sexting” and Its Relation to Sexual Activity and Sexual Risk Behavior in a National Survey of Adolescents. Journal of Adolescent Health. Vol 55, 757-764
Yonker LM.,Zan S.,Scirica CV.,Jethwani K.,Kinane TB. 2015. “Friending” Teens: Systematic Review of Social Media in Adolescent and Young Adult Health Care. The Journal of Medical Internet Research.Vol 17, No 1.
LAMPIRAN 3
PERMOHONAN MENJADI RESPONDEN
Dengan hormat,
Saya yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama : Sartika Kusumastuti
NIM : S 021308074
Prodi : Ilmu Kesehatan Masyarakat
Adalah mahasiswa Program Pascasarjana Universitas Sebelas Maret Surakarta
yang sedang melakukan penelitian dengan judul “Pengaruh Faktor Personal dan
Lingkungan terhadap Perilaku Seksual pada Remaja”, mohon bantuan anda untuk menjadi subjek penelitian dalam penelitian ini.
Kerahasiaan semua informasi yang diberikan oleh responden akan dijaga dan
hanya akan digunakan untuk kepentingan penelitian.
Atas kesediaan dan partisipasinya untuk menjadi subjek penelitian, saya ucapkan
terimakasih.
Peneliti,
Sartika Kusumastuti
LAMPIRAN 4
LEMBAR PERSETUJUAN RESPONDEN
(Inform Consent)
Saya yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama :
Tanggal :
Setelah diberi penjelasan mengenai maksud dan tujuan dilakukannya penelitian,
saya menyatakan bersedia berpartisipasi sebagai responden dalam penelitian yang
dilakukan oleh Sartika Kusumastuti (S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas
Sebelas Maret Surakarta), sampai dengan berakhirnya proses penelitian yang
dilaksanakan.
Saya bersedia memberikan informasi yang dibutuhkan dalam penelitian yang
dilaksanakan sesuai dengan kondisi yang sesungguhnya.
Demikian pernyataan persetujuan ini saya buat dalam keadaan sadar dan tidak di
bawah paksaan siapapun, semoga dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.
Surakarta, 2015
Responden
(……….)
LAMPIRAN 5
SKALA L MMPI
Berilah tanda (x) pada kolom jawaban (ya) bila anda setuju dengan pernyataan ini, atau penyataan ini berlaku bagi anda atau mengenai anda.Sebaliknya berilah tanda (x) pada kolom jawaban (tidak), bila anda tidak setuju dengan pernyataan ini atau anda merasa bahwa pernyataan ini tidak berlaku atau tidak mengenai anda
No. Pernyataan Ya Tidak
1. Sekali-kali saya berpikir hal yang buruk untuk diutarakan
2. Kadang-kadang saya merasa ingin mengumpat atau mencaci maki
3. Saya tidak selalu mengatakan yang benar
4. Saya tidak membaca setiap tajuk rencana surat kabar
5. Saya kadang-kadang marah
6. Apa yang dapat saya kerjakan hari ini kadang- kadang saya tunda sampai besok
7. Bila saya sedang tidak enak badan, kadang- kadang saya mudah tersinggung
8. Sopan santun saya dirumah tidak sebaik seperti jika bersama orang lain
9. Bila saya yakin tidak seorang pun yang melihatnya, mungkin sekali-kali saya akan menyelundup menonton tanpa karcis
10. Saya akan lebih senang menang daripada kalah dalam suatu permainan
11. Saya ingin mengenal orang-orang penting karena dengan demikian saya merasa menjadi orang penting juga
12. Saya tidak selalu menyukai setiap orang yang saya kenal
13. Kadang-kadang saya mempergunjingkan orang lain
14. Saya kadang-kadang memilih orang-orang yang tidak saya kenal dalam suatu pemilihan
15. Sekali-kali saya ingin tertawa juga
mendengarkan lelucon porno
LAMPIRAN 6
KUESIONER PENELITIAN
“PENGARUH FAKTOR PERSONAL DAN LINGKUNGAN TERHADAP PERILAKU SEKSUAL PADA REMAJA”
Petunjuk:
1. Baca setiap pertanyaan pada kolom dengan teliti, kemudian pilihlah salah satu jawaban yang paling sesuai dengan pendapat anda.
2. Demi kelancaran penelitian ini, mohon semua pertanyaan diberi jawaban dan jangan sampai terlewati
3. Selamat mengerjakan dan terimakasih
A. Pengetahuan tentang Kesehatan Reproduksi, IMS, dan HIV/AIDS
Instrumen ini terdiri dari 30 item pernyataan yang berisi tentang Pengetahuan Kesehatan Reproduksi, IMS dan HIV/AIDS. Beri tanda () pada kolom (Benar) jika pernyataan tersebut anda anggap benar dan kolom (Salah) jika pernyataan tersebut anda anggap salah.
No. Pernyataan Benar Salah
1. Keadaan sehat yang menyeluruh meliputi aspek fisik, mental dan sosial dan bukan sekedar tidak adanya penyakit atau gangguan segala hal yang berkaitan dengan sistem reproduksi
2. Keadaan sehat yang menyeluruh meliputi aspek fisik, mental dan sosial dan bukan sekedar tidak adanya penyakit atau gangguan segala hal yang berkaitan dengan fungsi reproduksi
3. Keadaan sehat yang menyeluruh meliputi aspek fisik, mental dan sosial dan bukan sekedar tidak adanya penyakit atau gangguan segala hal yang berkaitan dengan proses reproduksi
4. Reproduksi adalah suatu proses kehidupan manusia dalam menghasilkan keturunan demi kelestarian hidupnya
5. Pubertas adalah masa ketika seorang anak meng- alami perubahan fisik, psikis, dan pematang- an fungsi seksual.
6. Penyakit IMS adalah penyakit yang menyerang pada alat kelamin perempuan atau laki commit to user – laki akibat
melakukan hubungan seksual
7. Penyakit shipilis (raja singa), gonorrhea, herpes genital, dan HIV/AIDS merupakan kelompok penyakit menular seksual.
8. Penyakit menular seksual disebabkan oleh berbagai macam virus, bakteri, jamur yang sebagian besar ditularkan melalui hubungan seksual dengan orang yang telah terinfeksi.
9. Penyakit menular seksual dapat menular melalui makanan/minuman dari sisa orang yang menderita penyakit menular seksual.
10. Gejala IMS yaitu rasa gatal disekitar alat kelamin, Rasa sakit saat kencing dan ada keputihan kental kekuningan perlu diwaspadai terkena penyakit menular seksual.
11. Seseorang akan tertular IMS jika hubungan intim/seks dengan orang yang terinfeksi tanpa menggunakan kondom
12. Melakukan hubungan intim/seks dengan sesama jenis dapat tertular IMS
13. HIV adalah kepanjangan dari Human
Immunodeviciency Virus
14. AIDS adalah kepanjangan dari Aquired Immune Deviciency Syndrome
15. AIDS adalah penyakit infeksi
16. Sistem kekebalan adalah target utama yang diserang HIV
17. HIV hanya hidup dalam jaringan tubuh manusia
18. ODHA merupakan kepanjangan dari Orang dengan
HIV/AIDS
19. Penyebab HIV adalah Human Immunodeviciency Virus
20. Penyebab lain dari HIV/AIDS adalah Human Pappiloma Virus
21. Seks bebas dan penggunaan jarum suntik secara bergantian dapat menyebabkan HIV/AIDS
22. Gejala dari penderita AIDS adalah Diare yang tak sembuh, Penurunan berat badan yang drastis dalam waktu 1 bulan,
23. Seseorang dianggap menderita HIV jika
menunjukkan tes HIV positif
24. Belum ada obat untuk menyembuhkan HIV/AIDS
25. Berhubungan seksual dengan partner pengidap HIV/AIDS dapat menularkan HIV/AIDS
26. Ciuman basah dengan penderita HIV/AIDS dapat menularkan HIV/AIDS
menularkan HIV/AIDS
28. Ibu hamil dengan HIV/AIDS dapat menularkan HIV/AIDS kepada janinnya
29. Tidak melakukan hubungan seks bebas dan
menggunaan narkoba suntik merupakan salah satu cara pencegahan HIV/AIDS
30. Kondom tidak bisa mencegah penularan HIV secara sempurna
B. Sikap Terhadap Seksualitas
Instrumen ini terdiri dari 30 item pernyataan yang berisi Sikap terhadap seksualitas. Beri tanda () pada kolom (Benar) jika pernyataan tersebut anda anggap benar dan kolom (Salah) jika pernyataan tersebut anda anggap salah.
No. Pernyataan Benar Salah
1. Hubungan seksual sebaiknya dilakukan setelah Menikah
2. Hubungan seksual pranikah sebaiknya dilakukan dengan pacar tetap
3. Hubungan seksual pranikah lebih baik dilakukan dengan PSK
4. Hubungan seksual pranikah boleh dilakukan dengan teman biasa
5. Hubungan seksual pranikah adalah untuk menyesuaikan saat setelah menikah
6. Menggunakan kontrasepsi akan membuat orang berfikir bahwa saya adalah orang yang tidak bermoral
7. Menggunakan kontrasepsi adalah merupakan suatu tindakan yang bertanggung jawab
8. Saat melakukan hubungan seksual pranikah tidak perlu menggunakan kontrasepsi
9. Tidak perlu menggunakan kondom saat berhubungan seks dengan pacar sendiri
10. Menggunakan kontrasepsi adalah bertujuan untuk mencegah kehamilan
11. Menggunakan kondom adalah bertujuan untuk mencegah Penyakit Menular Seksual (PMS)dan HIV/AIDS
12. Kondom harus digunakan bagi seseorang yang aktif seksual sebelum menikah
13. Hubungan Seks adalah bertujuan untuk memperoleh anak
14. Hubungan Seks adalah bertujuan untuk memperoleh kesenangan
hubungan (relasional)
16. Prostitusi adalah perbuatan yang tidak bermoral dan tidak diterima oleh masyarakat
17. Kumpul kebo atau tinggal serumah dengan
pasangan tanpa nikah adalah perbuatan yang tidak bermoral dan tidak diterima oleh masyarakat 18. Pekerja seks komersial (PSK) adalah tidak
bermoral karena menurunkan martabat seseorang serta tidak bisa diterima oleh masyarakat
19. Kepuasan yang dirasakan dalam oral seks dapat menggantikan intercourse (hubungan seks) 20. Seks oral (merangsang alat kelamin pasangan
dengan menggunakan mulut) adalah perilaku seksual abnormal
21. Masturbasi adalah perilaku seksual yang biasa 22. Melihat adegan film porno akan merangsang
perilaku seksual
23. Pornografi adalah hal yang harus dihindari oleh Remaja
24. Homoseksual adalah ditentang dan tidak sehat 25. Menurut anda, pada tahapan hubungan yang mana
yang seorang pria wajar melakukan kegiatan seperti berciuman, berpelukan, dan bersentuhan dengan pasangannya
26. Di tahapan hubungan yang mana yang menurut anda wajar dilakukan oleh wanita seperti berciuman, berpelukan, dan bersentuhan dengan pasangannya
27. Di tahapan hubungan yang mana yang menurut anda wajar dilakukan oleh pria seperti petting (saling menggesek-gesekkan alat kelamin) dan oral seks dengan pasangannya
28. Di tahapan hubungan yang mana yang menurut anda wajar dilakukan oleh wanita seperti petting (saling menggesek-gesekkan alat kelamin) dan oral seks dengan pasangannya
29. Di tahapan hubungan yang mana yang menurut anda wajar dilakukan oleh pria seperti hubungan intim atau seks dengan pasangannya
30. Di tahapan hubungan yang mana yang menurut anda wajar dilakukan oleh wanita seperti hubungan intim atau seks dengan pasangannya
C. Efikasi Diri
Instrumen ini terdiri dari 11 item yang berisi tentang Efikasi Diri. Pilihlah dengan memberikan tanda () sebagai pilihan jawaban anda.
SS : Sangat Setuju TS : Tidak Setuju
S : Setuju STS : Sangat Tidak Setuju
RR : Ragu-ragu
No. Pernyataan SS S RR TS STS
1. Saya dapat mengatakan tidak untuk melakukan hubungan seks dengan pacar walaupun saya menginginkannya
2. Saya dapat berpegang teguh pada pendirian saya untuk tidak melakukan hubungan seksual karena sesuai dengan ajaran agama
3. Saya dapat bertahan pada
keputusan saya untuk tidak
melakukan seks sebelum
menikah karena takut hamil 4. Saya dapat mengatakan dengan
tegas untuk tidak melakukan
hubungan seks sebelum
menikah
5. Saya dapat bertahan untuk tidak melakukan hubungan seksual dengan pacar walaupun harus memutuskan hubungan
6. Saya dapat menahan untuk tidak
melakukan hubungan seks
dengan pacar walaupun teman berpendapat hal tersebut tidak masalah
7. Saya dapat menjelaskan alasan
untuk tidak melakukan
hubungan seks jika pacar
memaksa untuk melakukannya.
8. Saya bisa berhenti untuk
menemuinya jika pacar saya
memaksa untuk melakukan
hubungan seks
9. Saya akan menolak jika pacar mengajak untuk menonton film porno
10. Saya melarang pacar saya untuk
11. Saya dapat mengatakan pada pacar saya tentang keputusan
untuk tidak melakukan
hubungan seks.
D. Pengaruh Teman Sebaya
Instrumen ini terdiri dari 8 item yang berisi pernyataan tentang Pengaruh Teman Sebaya. Pilihlah salah satu huruf dengan memberikan tanda () pada kotak yang telah disediakan sebagai pilihan jawaban anda.
S : Setuju
RR : Ragu-ragu
TS : Tidak Setuju
No. Pernyataan S RR TS
1. Teman-teman saya ada yang melakukan
hubungan seks sebelum menikah
2. Teman-teman menasihati saya untuk tidak melakukan hubungan seksual sebelum menikah 3. Teman saya melarang saya untuk menonton film
Porno
4. Teman-teman saya banyak yang berciuman bibir dengan pacarnya
5. Saya berciuman dengan pacar untuk mengikuti tren yang dilakukan oleh teman-teman saya 6. Walaupun teman saya banyak yang melakukan
aktivitas seksual, saya tidak terpengaruh untuk mencobanya
7. Saya malu untuk berdiskusi tentang perilaku seksual dengan teman
8. Teman saya tidak peduli jika saya melakukan hubungan seksual dengan pacar
E. Pengawasan Orang Tua
Instrumen ini terdiri dari 9 item yang berisi pernyataan tentang Pengawasan Orang Tua. Pilihlah salah satu huruf dengan memberikan tanda () pada kotak yang telah disediakan sebagai pilihan jawaban anda.
S : Setuju
TS : Tidak Setuju
No. Pernyataan S TS
1. Orang tua menyarankan agar saya dapat menjaga diri dalam bergaul dengan lawan jenis
2. Berdiskusi tentang hal-hal yang berbau seks dengan orang tua adalah hal yang tabu
3. Orang tua saya memberi batasan mengenai jam malam ketika saya pergi bersama teman-teman 4. Orang tua saya mendampingi dan memberikan
penjelasan kepada saya ketika sedang menonton televise
5. Orang tua tidak tahu saya bergaul dengan siapa saja
6. Orang tua saya tidak segan untuk memberikan informasi tentang kehamilan kepada saya
7. Orang tua saya tidak terlalu peduli dengan aktivitas saya
8. Orang tua saya marah jika saya bertanya tentang hubungan seksual
9. Orang tua membiarkan bila ada teman lawan jenis saya masuk ke dalam kamar
F. Akses Informasi
Instrumen ini terdiri dari 15 item yang berisi pernyataan tentang Akses Informasi. Pilihlah salah satu huruf dengan memberikan tanda () pada kotak yang telah disediakan sebagai pilihan jawaban anda.
No. Pernyataan Sering Jarang Tidak
Pernah 1. Saya mendapatkan informasi pengetahuan seks
dari sosial media di internet (Facebook, Twitter, BBM, Yahoo, dll)
2. Saya mendapatkan informasi pengetahuan seks dari media cetak (Koran, tabloid, buku, dll) 3. Saya tahu seputar seks dari media elektronik
(televisi, radio, dll)
4. Saya mengerti istilah-istilah dalam seks dari teman sejawat (teman sekolah, teman main, teman lingkungan rumah)
5. Saya mendapatkan arahan dan pengetahuan
seputar seks dari orang tua
6. Saya mendapatkan arahan dan pengetahuan
seputar seks dari saudara kandung (kakak atau adik)
7. Saya mengikuti trend perilaku seks berpacaran dari tayangan-tayangan televisi (sinetron, film, dll)
8. Sekolah memberikan pengetahuan seputar
seksologi dan reproduksi (biologi, biokimia, dll) 9. Saya rutin mendapatkan informasi konseling
keluarga
10. Saya mendapatkan bimbingan konseling seputar kesehatan seksual dari guru/guru BK di sekolah