• Tidak ada hasil yang ditemukan

Studi pendahuluan

KESIMPULAN DAN SARAN

B. Implikasi Penelitian

Berdasarkan hasil penelitian ini diperoleh implikasi bahwa kemampuan representasi mikroskopis, kemampuan menggambar dan kemampuan merepresentasikan dalam 3D akan melengkapi pemahaman mahasiswa tentang sistem jaringan tumbuhan dapat memudahkan mahasiswa untuk mengimajinasikan sistem jaringan tumbuhan ketika belajar fisiologi tumbuhan, bioteknologi dan rekayasa genetika. Selain itu kegiatan pembelajaran yang berbasis visuospasial ini dapat merangsang kemampuan penalaran mahasiswa. Kemampuan ini menambah percaya diri mahasiswa dan dapat dijadikan bekal dalam mengaplikasikan dan mengembangkan pembelajaran tentang tumbuhan ketika menjadi guru.

C. Saran

Hasil penelitian menunjukkan bahwa model visuospasial atau model wimba dapat meningkatkan penguasaan konsep, penalaran logis, dan membekali ketrampilan kerja laboratorium, mulai dari menggunakan mikroskop, membuat preparat, representasi mikroskopis, representasi 2D dan 3D. Oleh karena itu diajukan syarat-syarat sebagai berikut. Pertama untuk keberlanjutan model ini bagi dosen LPTK, Program Studi Pendidikan Biologi, hendaknya menggunakan model wimba yang telah dikembangkan. Dosen bidang studi diharapkan dapat memilih memberikan pengalaman belajar kepada mahasiswa sesuai dengan tujuan pembelajaran. Model wimba tipe IC mampu meningkatkan pengusaan konsep, tetapi tidak dapat meningkatkan penalaran. Model wimba tipe IG, mampu meningkatkan penalaran, tapi kurang dapat meningkatkan pengusaan konsep

149

dalam waktu relatif singkat dan model wimba tipe DG mampu meningkatkan penguasaan konsep, tetapi tidak sebaik pada IC dan penalaran proporsional dan kombinatorial. Kedua, untuk mengembangkan kemampuan visuospasial lebih baik guru atau dosen perlu membiasakan siswa atau mahasiswa untuk merepresentasikan imajinasinya dengan menggunakan gambar. Mengembangkan kebiasaan anak menggambar dengan RWD yang dikombinasikan dengan NPM sejak dini, memudahkan siswa atau mahasiswa untuk mengimajinasikan dan merepresentasikan kemampuan visuospasialnya. Ketiga, apabila memungkinkan sebaiknya mahasiswa dalam merancang bentuk 3D dan hasil rancangan direpresentasikan dengan menggunakan komputer. Keempat, penelitian tentang kemampuan visuospasial melalui model wimba merupakan penelitian yang masih dapat dikembangkan lebih luas tidak hanya untuk kalangan mahasiswa dengan matakuliah yang lebih luas, seperti anatomi hewan, anatomi manusia, biologi sel, morfologi, dan ekologi tetapi juga perlu pengembangan sejak awal ketika di pendidikan dasar dan pendidikan menengah.

150

Daftar Pustaka

Allen, B.D., (2003), Concept Map Scoring: Empirical Support For A Truncated Joint Poisson And Conway-Maxwell-Poisson Distribution Method, Mathematics & Science Department Lasell College Newton MA 02466 : [email protected]

Anderson & Krathwohl (eds), (2001), A. Taxonomy for Learning, Teaching and Assesing, Revision of Bloom’sTaxonomy of Educational Objectives, a Bridged Ed, New York :Longman

Bertel,S., Jupp, J., Barkowsky, T., and Bilda, Z., (2006), Constructing and understanding Visuo-Spatial Representations inDesign Thinking,ADesign Computing and Cognition Workshop, vsdesign’06 Position Paper.

Brooks, M., (2009), Drawing, Visualisation and Young Children Exploration of “Big Ideas”: International Journal of Science Education, 31(3), 319-341 Campbell, Reece, and Mitchell, (2005), Biology, Concepts and connection, 6th ed,

San Francisco : Pearson Education Inc.

Djojosuroto, K., (2007), Filsafat Bahasa, edisi revisi, Jakarta: Pustaka Book Publisher

Essau, K. (1965), Plant Anatomy. 2th ed., London : Wiley.

Evert, R.F., (2007), Essau’s Plant Anatomy, Meristems, cells, and Tissues of Plant Body-Their Structure, Function, and Development, 3thed., Canada : John Willey & Sons Inc.

Farabee, MJ, (2006), Plant and Their Structur, http://www.estrellamountain. edu/faculty/farabee/biobk/

Fensham, J P, Gunston, RF and White, RT, (1994), The Content of Science, 1th pub. , London : The Falmer Press.

Gadner, H., (1993), Multiple Intelligences: The Theory in practice, New York: Basic.

Gagne, RM., (1985) The Conditions of Learning and Teory of Instruction, New York : Holt-Saunders International Edition.

151 Gall, M. D., Gall, J. P., & Borg, W. R. (2003). Educational Research: An

Introduction 7th ed. Boston, MA: Allyn and Bacon.

Gibbons, N. J., Evans, C., Payne, A., Shah, Kavita, Griffin, DK., (2004), Computer Simulations Improve University Instructional Laboratories, Cell Biology Education,3, 263–269.

Gilbert. J.K., (2005), Visualizatiun in Science Educatiun, Dordrecht : Springer

Goldberg, H R. and Dintzis, R., (2007), The positive impact of team-based virtual microscopy on student learning in physiology and histology, Adv Physiol Educ,31, 261–265

Hegarty, M., dan Kozhevnikov, M.(1999),Typesof Visual-Spatial Representations and Mathematical Problem Solving, Journal of Educational Psychology, 91, (4), 684-689

Hidayat, E.B. , (1995), Anatomi Tumbuhan Berbiji, Bandung : Penerbit ITB.

Jasmine, J., (2007). Mengajar berbasis Multiple Intelligences, Bandung; Penerbit Nuansa.

Jones, MG. et al. (2010), Conceptualizing Magnification and Scale: The Roles of Spatial Visualization and Logical Thinking, Res Sci Educ , DOI

10.1007/s11165-010-9169-2, Springer : Published on line

Kansky, R., (1993) Providing Hands-On, Minds-On, and Authentic Learning Experiences in Science. http://www.ncrel.org/.

Kelley, D.J., Davidson, R.J. and Nelson, D.L., (2008), An Imaging Roadmap for Biology Education: From Nanoparticles to Whole Organisms, CBE—Life Science Education, 7 : 202–209.

Lazear, D., (2004), Higher Order Thinking: The Multiple Intellegences Way, Chicago: Zephyr Press.

Mathai, S. dan Ramadas, J., (2009), Visual and Visualisation of Human Body Systems, International Journal of Science Education, 3 (3), 439-458.

Mei Lu, F., et al., (2008), Student Learning of Early Embryonic Development via the Utilization of Research Resources from the Nematode Caenorhabditis elegans, CBE—Life Sciences Education, 7 , 64–73.

Muhibbuddin, (2008), Pengembangan Program Perkuliahan Anatomi Tumbuhan untuk membekali kemampuan rekonstruksi konsep Calon Guru Biologi, disertasi, Bandung : UPI

152 Muhibbuddin, Rustaman, N.Y, Redjeki,S., dan Iriawati (2008), Pembekalan

kemampuan rekonstruksi konsep anatomi tumbuhan mahasiswa calon guru Biologi melalui strategi perkuliahan berbasis inkuiri, Jurnal Penelitian Pendidikan IPA, 2 ( 3).

Nersessian, N. J, (2008), Creating Scientific Concepts, Cambridge, London: A Bradford Book The MIT Press.

O’Day, D H., (2007), The Value of Animations in Biology Teaching: A Study of Long-Term Memory Retention, CBE—Life Sciences Education. 6 : 217–223. Ra’anan, A.W., (2005), The evolving role of animal laboratories in physiology

instruction, Adv Physiol Educ, 29: 144–150.

Ramadas, J. (2009), Introduction to the Special Issue on "Visual and Spatial Modes in Science Learning", International Journal of Science Education, 31 (3) Special Issue on "Visual and Spatial Modes in Science Learning", 297-299, 2009.

Rustaman, N.Y, (2002), Pandangan Biologi terhadap proses berpikir dan impilikasinya dalam pendidikan sains, Pidato Pengukuhan Guru Besar, Departemen Pendidikan Nasional: Universitas Pendidikan Indonesia. Rutherford, FJ dan Ahlgren, A., (1990) Science for all Americans, Scientific Literacy,

New York: Oxford University Press.

Silverman,L.K, 2005. Upside-Down Brilliance: The Visual-Spatial Learner.Brisbane: The Gifted Development Center.

Sorby, S.A, (2009), Educational Research in Developing 3-D Spatial Skill for Engineering Student., International Journal of Science Education,3(3) , 459-480

Starko, A.J,. (2005), Creativity in the classroom : School of curious delight, 3rd ed, New Jersey : Lawrence Erlbaum Associates, Inc. Pub.

Stienke, Huuk and Floto (2003), The Use of High Quality 3D Animations and Videos in Hypermedia Systems by Learners with different Cognitive Abilities, Proceedings of E-Learn 2003 - PP. 1193 – 1196

Stith, B. J., (2004), Use of Animation in Teaching Cell Biology, Cell Biology Education, 3, 181–188.

153 secondary school, 2nd ed. Ohio: Charles E., Merill Pub. Company, A Bell & Howell Company.

Suprapto, P.K. (2010), Kurikulum Program Biologi dan sillabus Anatomi tumbuhan di beberapa Perguruan Tinggi, Bandung : Program S3 Sekolah PascaSarjana UPI.

Suprapto, P.K. (2010), Struktur Pertumbuhan dan Perkembangan Xilem pada Tumbuhan, Bandung : Program S3 Sekolah Pasca Sarjana UPI

Tabrani, P, (2000), Proses Kreasi, Apresiasi Belajar, Bandung: Penerbit ITB. Tabrani, P,(2009), Bahasa Rupa, Cetakan ke 2, Bandung: Penerbit Kelir.

Trochim, W.M.K., (2006), The Research Methods Knowledge Base, 3rd ed,

www.socialresearchmethods.net/kb/dedind.php

Valanides, N., (1996), Formal reasoning and science teaching, School Science and Mathematics; 96, 2; Academic Research Library pg. 99

Yenilmez, A., Sungur, S., Tekkaya, C., (2005), Investigating Student’s Logical Thinking Abilities: The Effects of Gender and Grade Level, Hacettepe Universitesi Egitim Fakultesi Dergisi. 28.219-225

Dokumen terkait