KESIMPULAN, KETERBATASAN, DAN SARAN
A. Kesimpulan
Dari hasil penelitian yang telah dilakukan dapat diambil kesimpulan antara lain:
1. Penerapan media komik berbasis model pembelajaran kooperatif tipe
Numbered Head Together (NHT) dapat meningkatkan motivasi belajar siswa kelas X Akuntansi 2 SMK Negeri 1 Pengasih pada materi jurnal penyesuian dalam siklus akuntansi perusahaan jasa. Peningkatan tersebut dilihat dari rata-rata motivasi belajar sebelum penerapan yaitu 112 dan setelah penerapan menjadi 119 pada siklus I dan 126 pada siklus II. Dari hasil tersebut dapat dikatakan bahwa terdapat perbedaan motivasi belajar sebelum dan sesudah diterapkannya media komik berbasis model pembelajaran kooperatif tipe NHT.
2. Penerapan media komik berbasis model pembelajaraan kooperatif tipe NHT dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas X Akuntansi 2 pada materi jurnal penyesuian dalam siklus akuntansi perusahaan jasa. Peningkatan tersebut dapat dilihat dari rerata sebelum penerapan adalah 59,61 dan meningkat menjadi 76,25 pada siklus I dan menjadi 90,63 pada siklus II. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat peningkatan hasil belajar siswa sebelum dan sesudah diterapkan media komik berbasis model pembelajaran kooperatif tipe NHT.
B. Keterbatasan
Dalam pelaksanaan penelitian, peneliti menyadari ada beberapa keterbatasan. Keterbatasan tersebut adalah:
1. Pada siklus I alokasi waktu kurang cukup tepat, sehingga ada beberapa bagian yang dilaksankan secara terburu-buru. Namun hal tersebut langsung diperbaiki pada siklus II sehingga pada saat pembahasan soal dapat berlangsung dengan baik dan tidak terburu-buru.
2. Media komik JuPe sangat membantu siswa dalam memahami materi jurnal penyesuian pada perusahaan jasa, tetapi hanya dengan waktu yang terbatas yang dimiliki untuk pelajaran akuntansi dirasa masih kurang untuk membaca komik tersebut. Sehingga dibutuhkan waktu yang luang bagi siswa untuk bisa membaca komik JuPe.
C. Saran
Berdasarkan penelitian yang dilakukan, ada beberapa saran yang ditunjukkan pada pihak-pihak yang terkait pada penelitian ini:
1. Peneliti berharap agar guru konsisten untuk menggunakan model-model pembelajaran yang mnyenangkan dan menarik sehingga siswa selalu termotivasi untuk mengikuti pembelajaran.
2. Pentingnya manajemen waktu pada saat penelitian. Hal ini akan mempermudah guru pada saat penggunaan model pembelajaran kooperatif.
3. Peneliti selanjutnya dapat membuat persiapan-persiapan penelitian secara matang dan maksimal berkaitan dengan media dan alat-alat yang diperlukan agar proses pembelajaran dapat berlangsung dengan lancar.
165
DAFTAR PUSTAKA
Alam, S. 2009. Akuntansi SMA untuk Kelas XI. Jakarta: Esis
Aqib, Zainal. 2011 Penelitian Tindakan Kelas. Bandung: CV. Yrama Widya Arifin, Zaenal. 2009. Evaluasi Pembelajaran. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya Arief Furchan. (2011). Pengantar Penelitian dalam Pendidikan. Jakarta: Rajawali
Pers
Arikunto, Suharsimi. 2006. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: Rineka Cipta
Aritonang, Lerbin R. 2007. Riset Pemasaran. Jakarta: Ghalia Indonesia
Arsyad, Azhar. 2011. Media Pembelajaran. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada Asrori Muhammad, 2007. Penelitian Tindakan Kelas Bandung: CV. Wacana
Prima
Avrilliyanti, Herlina. Penerapan Media Komik untuk Pembelajaran Fisika Model Kooperatif dengan Metode Diskusi Pada Siswa SMP 5 Surakarta Kelas VII Tahun Ajaran 2011/2012.Skripsi, Universitas Negeri Sebelas Maret, Surakarta
Briggs, Leslie, J., 1977. Intructional Design,Principle and Aplication, NewYork:Mc.Graw-Hill Book Company
Cooper, D.R., dan Schindler, P.S., 2006. Business Research Methods. Eight Edition. McGrawHill/Irwin, New York, NY 10020
Danim, Sudarwan. 2004. Motivasi Kepemimpinan dan Efektifitas Kelompok.
Jakarta. Rineka Cipta
Daryanto.(2011) Penelitian Tindakan Kelas dan Penelitian Tindakan Sekolah Beserta Contoh-Contohnya. Yogyakarta: Gava Media
David Hopkins. 1993 A Teacher’s Guide to Classroom Research. Philadelphia. Open University Press
Hamalik, Oemar. 2009. Proses Belajar Mengajar. Jakarta: BumiAksara
Ibrahim, Muslimin, dkk.,2000. Pembelajaran Kooperatif. Surabaya:UNESA University Press
Isjoni. 2009. Pembelajaran Kooperatif. Meningkatkan Kecerdasan Komunikasi Antara Peserta Didik. Yogyakarta: Pustaka Pelajar
Kardi, Soeparman da Mohamad Nur. 2000. Pengajaran Langsung. Surabaya: Universitas Negeri Surabaya, University Press
Kemmis, s. & McTaggart, R. (1983) The Action Research Planner. 3rd ed.
Victoria, Australia: Deakin University
Kunandar. 2008. Langkah Mudah PTK sebagai Pengembangan Profesi Guru
Jakarta: PT. Rajagrafindo. Persada
Lie, Anita. 2007. Cooperatif Learning. Jakarta: PT Gramedia Widiasarana Indonesia.
Masidjo.1995. Penilaian Pencapaian Hasil Belajar Siswa di Sekolah. Yogyakarta: Kanisius
Miftahul Huda. 2011. Cooperatif Learning. Pustaka Belajar. Yogyakarta
Moh Uzer Usman, 2000. Menjadi Guru Profesional. Bandung: Remaja Rosdakarya
Nana Sudjana. 1989. Dasar-Dasar Proses Belajar Mengajar. Bandung: Sinar Baru Algensido
Nana Sudjana dan Ahmad Rivai. 1991. Media Pengajaran. Bandung: Sinar Baru. Prabowo, 2001. Profil Pendidikan Profesional. Yogyakarta : Andi Offiset
Rohman, Arif. 2009. Memahami Pendidikan dan Ilmu Pendidikan. Yogyakarta: Laksbang Mediatama
Sadiman, Arief S. 1990. Media Pendidikan Pengertian, Pengembangan dan Pemanfaatannya. Jakarta: Raja Grafindo Persada
Sardiman. 2008. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: Rajawali Pers Sagala Syaiful. 2009. Kemampuan Professional Guru dan Tenaga Kependidikan.
Slavin, R. 2005. Cooperative Learning. Teori, Riset dan Praktek. Bandung: Nusa Media
Sudjana. 2005. Metoda Statistika. Bandung: PT Tarsito Bandung
Sukiman.2011. Pengembangan Media Pembelajaran.Yogyakarta: Pedagogia Sukmadinata, N.S. 2002. Pengembangan Kurikulum Teori dan Praktek.
Bandung: PT Remaja Rosdakarya
Suwarno, Wiji, 2006. Dasar-dasar Ilmu Pendidikan. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media
Suyanto. (1997). Pedoman Penelitian Tindakan Kelas. Yogyakarta: Depdikbud 2009. Menjelajah Penelitian Inovatif. Sidoarjo: Mamedia Buana Pustaka Tim Pelatih Proyek PGSM, 1999. Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action
Research)
Thursan, Hakim. 2000.Belajar Secara Efektif. Jakarta: Puspa Swara
Tryana, A. 2008. Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Numbered Heads Together (NHT) Untuk Meningkatkan Motivasi dan Hasil Prestasi Belajar Biologi Siswa KelasVII SMP Miftahul Huda Kec. Ngadiraja, Pacitan.
Uno, Hamzah B. 2007. Teori Motivasi & Pengukurannya Analisis di Bidang Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara
White, T. 1967. The Animator’s Workbook. New York: Walson-Guptill Publications.
Wijaya, Kusuma. 2009. Mengenal Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: PT. Indeks
Winkel. 1984. Psikologi Pendidikan dan Evaluasi Belajar. Jakarta: Gramedia Yuliarti, Diah. 2014. KOMIK JuPe (Jurnal Penyesuian). Yogyakarta: NiiBii Art
Studio
Zulganef. 2006. Pemodelan Persamaan Struktur dan Aplikasinya menggunakan AMOS 5. Bandung: Pustaka
Lampiran 1
INSTRUMEN OBSERVASI AKTIVITAS GURU DI KELAS SEBELUM PENERAPAN MEDIA KOMIK BERBASIS KOOPERATIF TIPE NUMBERED
HEAD TOGETHER Nama Pengamat :
Hari dan Tanggal Observasi :
Lama Observasi :
Orang dan atau Peristiwa yang diamati :
Tujuan Observasi :
No Deskriptor Ya Tidak
1 Guru memeriksa kesiapan siswa 2 Guru melakukan apersepsi
3 Guru menjelaskan tujuan pembelajaran. 4 Guru menggunakan bahasan yang bersifat
umum menjadi pokok bahasan yang lebih sempit untuk membantu siswa memahami materi pelajaran.
5 Guru menggunakan metode dan model pembelajaran yang bervariasi.
6 Guru menggunakan media pembelajaran. 7 Guru memberikan materi yang akan dipelajari
dalam kegiatan belajar mengajar melalui presentasi kelas.
8 Guru berperan dalam pembentukan kelompok 9 Guru memberikan dorongan motivasi kepada
siswa agar terlibat aktif dalam diskusi kelompok
10 Guru memotivasi siswa agar dapat bekerja sama dengan teman kelompok dan agar tercuptanya kerja kelompok yang baik antar indvidu di dalam kelompok diskusinya 11 Guru mengamati proses pembelajaran dalam
kegiatan diskusi kelompok
12 Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk memecahkan masalah dan mencari sumber informasi secara mandiri
13 Guru tidak berinteraksi dengan siswa saat diskusi kelompok.
14 Guru tidak menjelaskan tugas yang harus dikerjakan dalam kelompok.
15 Guru membiarkan siswa ribut dan membuat kegaduhan di dalam kelas
16 Guru membiarkan siswa yang berkeliling dari satu kelompok ke kelompok lain sehingga suasana kelas menjadi tidak kondusif dan menggangu kerja kelompok lain.
17 Guru hanya berinteraksi dan memperhatikan kelompok dengan siswa pintar saja.
18 Guru dan siswamasing-masing asik dengan aktivitasnya masing-masing sehingga suasana kelas menjadi tidak kondusif dan kaku. 19 Guru meninggalkan kelas di saat siswa
berdiskusi sehingga tidak ada pengawasan. 20 Guru sering bertanya pada siswa.
21 Pertanyaan guru diajukan ke kelas.
22 Pertanyaan guru diajukan ke perseorangan. 23 Guru melakukan evaluasi hasil pembelajaran 24 Guru memberikan penghargaan bagi kelompok
yang memiliki skor terbaik
25 Guru melakukan evaluasi terhadap
peningkatan hasil belajar melalui pretest dan
Lampiran 2
INSTRUMEN OBSERVASI AKTIVITAS SISWA DI KELAS SEBELUM PENERAPAN MEDIA KOMIK BERBASIS KOOPERATIF TIPE NUMBERED
HEAD TOGETHER Nama Pengamat :
Hari dan Tanggal Observasi :
Lama Observasi :
Orang dan atau Peristiwa yang diamati :
Tujuan Observasi :
No Deskriptor Ya Tidak
1 Peserta didik siap mengikuti proses pembelajaran.
2 Peserta didik memperhatikan penjelasan guru. 3 Peserta didik menanggapi pertanyaan dari
guru.
4 Peserta didik mencatat hal-hal penting
5 Peserta didik mengerjakan tugas dengan baik. 6 Peserta didik menanyakan materi yang belum
paham
7 Peserta didik menanggapi materi yang sedang dipelajari.
Lampiran 3
INSTRUMEN OBSERVASI AKTIVITAS SISWA DALAM KELOMPOK SEBELUM PENERAPAN MEDIA KOMIK BERBASIS KOOPERATIF TIPE
NUMBERED HEAD TOGETHER Nama Pengamat :
Hari dan Tanggal Observasi :
Lama Observasi :
Orang dan atau Peristiwa yang diamati :
Tujuan Observasi :
No Deskriptor Ya Tidak
1 Seluruh siswa siap untuk berdiskusi kelompok.
2 Seluruh perhatian siswa diarahkan pada materi diskusi dalam kelompok.
3 Siswa saling bertukar pikiran dan pendapat dalam diskusi.
4 Berbagi tugas dalam pengerjaan tugas kelompok.
5 Siswa mengajukan pertanyaan yang berkaitan dengan pembelajaran
6 Menjawab pertanyaan sesuai dengan maksud dan tujuan pertanyaan
7 Menghargai saran dan pendapat teman lainnya
Lampiran 4
PEDOMAN WAWANCARA TERHADAP GURU SEBELUM PENERAPAN MEDIA KOMIK BERBASIS KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEAD
TOGETHER
1. Model pembelajaran apa saja yang biasa digunakan di kelas? 2. Mengapa memilih model pembelajaran tersebut?
3. Apakah model pembelajaran tersebut sudah efektif untuk meningkatkan pemahaman siswa?
4. Media apa saja yang baisanya digunakan dalam proses pembelajaran? 5. Apakah media tersebut dapat membantu siswa memahami materi
pembelajaran?
6. Kendala apa saja yang ditemui saat penerapan model pembelajaran tersebut?
7. Hal-hal apa yang perlu diperbaiki?
8. Masalah-masalah apa yang sering dihadapi siswa dalam memahami jurnal penyesuaian?
9. Apa saja yang sudah dilakukan Ibu agar siswa dapat memahami materi jurnal penyesuaian?
10.Bagaimana motivasi siswa selama pembelajaran menggunakan model pembelajaran tersebut?
11.Menurut Ibu, hal-hal apa yang dapat menumbuhkan motivasi belajar siswa?
Lampiran 5
PEDOMAN WAWANCARA TERHADAP SISWA SEBELUM PENERAPAN MEDIA KOMIK BERBASIS KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEAD
TOGETHER
1. Bagaimana menurut Anda model pembelajaran yang digunakan Ibu guru saat mengajar?
2. Dengan menggunakan model pembelajaran tersebut, apakah Anda memahami materi yang disampaikan?
3. Apakah Anda mencatat hal-hal penting saat pembelajaran?
4. Apakah guru pernah menggunakan model pembelajaran yang menarik? 5. Apakah guru pernah menggunakan media pembelajaran yang membantu
memahami materi pelajaran?
6. Bagaimana keaktifan Anda di kelas?
7. Bagaimana motivasi Anda saat pembelajaran?
8. Bagaimana pendapat kalian tentang materi jurnal penyesuian? 9. Adakah kesuliatan saat mempelajari jurnal penyesuaian?
Lampiran 6
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
Satuan Pendidikan : SMK N 1 Pengasih Mata Pelajaran : Akuntansi
Kelas / Semester : X / 2
Materi Pokok : Jurnal Penyesuaian
Alokasi Waktu : 2 x 40 menit (1 kali pertemuan/ pertemuan pertama)
A.Kompetensi Inti :
KI 1 : Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya
KI 2 : Menghayati, mengamalkan perilaku jujur, disiplin,tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan proaktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia
KI 3 : Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.
KI 4 : Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan