Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konflik peran danambiguitas peran terhadap komitmen indenpendensi auditor internal.
Populasi dalam penelitianini adalah auditor yang bekerja di Kantor Inspektorat Kota Makassar.
Berdasarkan analisis dan pengujian data dalam penelitian ini, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:
1. Konflik peran tidak berpengaruh terhadap indenpendensi auditor internal. Hal ini dikarenakan auditor telah mengetahui dengan jelas tugas yang dilaksanakan dan mampu bersikap profesional antar rekan kerjanya. Auditor selalu berusaha memegang teguh kode etik maupun integeritasnya, sehingga meskipun dihadapkan dengan konflik peran, mereka mampu bertahan pada prinsip dan tidak mempengaruhi pada sikap indenpendensi auditor sehingga tetap mampu memberikan kinerja yang optimal.
2. Ambiguitas peran berpengaruh terhadap komitmen indenpendensi auditor internal.Ambiguitas peran memiliki dampak negatif terhadap kinerja seseorang seperti timbulnya rasa tidak nyaman dalam bekerja dan dapat mengurangi motivasi dalam menyelesaikan pekerjaan. Sehingga ketika seorang auditor dihadapkan oleh ambiguitas peran maka dapat menurunkan kinerja indenpendensi auditor.
5.2 Saran
Penelitian selanjutnya diharapkan dapat melakukan penambahan variabelvariabel penelitian yang dapat mempengaruhi indenpendensi auditor seperti struktur auditor, kelebihan peran, komitmen organisasi, fee audit, gaya kepemimpinan agar dapat menggambarkan faktor-faktor yang mempengaruhi indenpendensi auditor.
51
DAFTAR PUSTAKA
Adi. Ignatius Tyassangka. (2015). Pengaruh Budaya Organisasi, Gaya Kepemimpinan, Ambiguitas Peran dan Kompensasi Kerja Terhadap Kepuasan Kerja Pegawai Direktorat Jenderal Pajak. Universitas Gajah Mada, Yogyakarta.
Aranya. 2014. Perilaku Organisasi. Cetakan Ketiga. Surabaya: CV. Citra Media Arens, A.A., dan J.K. Loebbecke. 2016. “Auditing: Pendekatan Terpadu,
Adaptasi oleh Amir Abadi Jusuf.” Buku Satu. Jakarta: Salemba Empat.
Ahmad, Z., dan D. Taylor. (2015). Commitment to Independence by Internal Auditor: TheEffects of Role Ambiguity and Role Conflict. Managerial Auditing Journal, Vol. 24,No. 9, pp. 899-925.
Bank Indonesia.(2012). Pedoman Standar Kebijakan Perkreditan Bank Perkreditan Rakyat.Jakarta, www.bi.go.id, diakses pada 8 Mei 2016. Bank Beauchamp, M.R., S.R Bray, A Fielding, dan M.A Eys.2016 “A multilevel
investigation of the relationship between role ambiguity and role efficacy in sport. “Psychology of Sport and Exercise, Vol. 6, pp. 289-302.
Cahyono, Dwi. 2015. Persepsi ketidakpastian lingkungan, ambiguitas peran, dan konflik peran sebagai mediasi antara program mentoring dengan kepuasan kerja, prestasi kerja dan niat ingin pindah. Tesis . Semarang:
Universitas Diponegoro.
Churiyah, M. 2015. Pengaruh Konflik Peran, Kelelahan Emosional Terhadap Kepuasan Kerja Dan Komitmrn Organisasi.Jurnal Ekonomi dan Bisnis, Vol 16. Diakses pada 17 September 2019
Ghozali, Imam. 2016. Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program IBM SPSS 21 Update PLS Regresi. Semarang: Universitas Diponegoro
Hutami, Gartiria. 2015. Pengaruh Konflik Peran dan Ambiguitas Peran terhadap Komitmen Independensi Auditor Internal Pemerintah Daerah (Studi Empiris pada Inspektorat Kota Semarang). Semarang: Universitas Diponegoro.
IIA, 2015.International standards for the professional practice of internal auditing (standards). United States of America, https://na.theiia.org, diakses pada 12 Juni 2016
Indonesia. 2012. Mengenal Bank Perkreditan Rakyat. Jakarta, www.bi.go.id, diakses pada 8 Mei 2013.
Jamaluddin. 2014. Ambiguitas Dan Konflik Peran Serta Independensi Sebagai Determinan Kualitas Audit Internal. Jurnal Universitas Diponegoro.Diakses pada 17 September 2019
Joko, T., dan Prayitno,A. 2014.Pengaruh Konflik Peran Dan Ambiguitas Peran Terhadap Stres Kerja Dan Kinerja Pegawai Dinas Penerangan Jalan Dan
Pengelolaan Reklame Kota Semarang. Jurnal Semarang. Diakses pada 17 September 2019
Khan, R.L., Wolfe.D.M., Quinn, R.P., Snoek, J.D & Rosenthal, R.A.
1964.Occupational Stress.Studies in role conflict and ambiguity New York, Willey.
Koo, C.M. dan H.S. Sim. 2014. On The Role Conflict of Auditors in Korea.
Accounting, Auditing, and Accountability Journal, Vol. 12, No. 2, pp. 206-219.
Mohr, A.T., dan J.F. Puck. 2015. “Inter-Sender RoleConflicts, General Manager Satisfaction and Joint Venture Performance in Indian-German Joint Ventures.” Working Paper No. 03/19
Modus,L.K.S. 2014.Pengaruh Konflik Peran dan Ambiguitas Peran Terhadap Komitmen Independensi Auditor Internal. Jurnal Universitas Malang.Diakses pada 17 September 2019
Patria, R. 2016. Pengaruh Konflik Dan Ambiguitas Peran Terhadap Kinerja Auditor Dengan Kecerdasan Emosional Sebagai Variabel Moderasi.
Jurnal Akuntansi malang. Diakses pada 17 September 2019.
Rosally,C.,Jogi Y. 2015.Pengaruh Konflik Peran,Ketidakjelasan Peran, Dan Komitmen Organisasi Terhadap Kinerja Auditor.Business Accounting ReviewVol. 3 No 2. Diakses pada 17 September 2019
Satrini,I.D.A.K.,dan Subudi,I.M. 2016.Pengaruh Work Overload, Ambiguitas Peran Dan Budaya Organisasi Terhadap Stres Kerja. E-Jurnal Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana 6.3.Diakses pada 17 September 2019 Sarwono, Sarlito Wirawan. (2011). Teori-teori Psikologi Sosial. Grafindo
Persada, Jakarta
Sugiyono. (2016). Metode Penelitian Pendidikan: Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif
& Rnd. Bandung: Alfabeta.
Usman, Ahmad. Zulfiqar A., Ishfaq A., & Zeeshan A. 2015. Work Stres Experienced by the Teaching Staff of University of the Punjab, Pakistan Antecedents and Consequences. International Journal of Business and Social Science 2(8).
Yasa, T.W.M (2017). Pengaruh Konflik Peran dan Ambiguitas Peran Terhadap Kinerja Pegawai Melalui Mediasi Stres Kerja Pada Dinas Kesehatan Kota Denpasar Bali. Jurnal Ekonomi dan Bisnis, Vol 4. Diakses pada 17 September 2019
Yeni,R.F.,dan Helmayunita,N. (2016).Pengaruh Konflik Peran, Pengawasan Laporan Keuangan, dan Ambiguitas Peran Terhadap Komitmen Independensi Auditor Internal Pemerintah Daerah (Studi Empiris Pada Inspektorat Provinsi Sumatera Barat). Jurnal WRA, Vol 4, No 1. Diakses pada 17 September 2019
54
LAMPIRAN
55 Lampiran I
Tabulasi data konflik peran X1 No.
Responden
Konflik Peran (X1) Total
X1.1 X1.2 X1.3 X1.4 X1.5 X1.6 X1.7 X1.8 X1
56
37 2 2 2 2 2 2 2 2 16
38 2 2 2 2 2 2 2 2 16
39 2 2 2 2 2 2 2 2 16
40 2 2 2 2 2 2 2 2 16
41 2 2 2 2 2 2 2 2 16
42 2 2 2 2 2 2 2 2 16
43 2 2 2 2 2 2 2 2 16
44 2 2 2 2 2 2 2 2 16
45 2 2 2 2 2 2 2 2 16
46 2 2 2 2 2 2 2 2 16
47 2 2 2 2 2 2 2 2 16
48 2 2 2 2 2 2 2 2 16
49 2 2 2 2 2 2 2 2 16
50 2 2 2 2 2 2 2 2 16
51 2 2 2 2 2 2 2 2 16
52 2 2 2 2 2 2 2 2 16
53 2 2 2 2 2 2 2 2 16
54 2 2 2 2 2 2 2 2 16
55 2 2 2 2 2 2 2 2 16
56 5 1 4 2 3 4 3 3 25
57 Lampiran II
Tabulasi data Ambiguitas Peran X2 No.
Responden
Ambiguitas Peran (X2) Total
X2.1 X2.2 X2.3 X2.4 X2.5 X2.6 X2
58
37 3 3 4 3 4 3 20
38 3 3 3 3 3 3 18
39 3 3 3 3 3 4 19
40 3 3 3 3 3 3 18
41 3 3 3 3 3 3 18
42 3 3 3 3 3 3 18
43 3 3 3 3 3 3 18
44 3 3 3 3 3 3 18
45 3 3 3 3 3 3 18
46 3 3 3 3 3 3 18
47 3 3 3 3 3 3 18
48 3 3 3 3 3 3 18
49 3 3 3 3 3 3 18
50 3 3 3 3 3 3 18
51 3 3 3 3 3 3 18
52 3 3 3 3 3 3 18
53 3 3 3 3 3 3 18
54 3 3 3 3 3 3 18
55 3 3 3 3 3 3 18
56 2 2 2 2 2 2 12
59 Lampiran III
Tabulasi data Indenpendensi Auditor Internal (Y}
No.
Responden
Komitmen Indenpendensi Auditor internal (Y)
60
36 4 4 4 4 4 4 4 28
37 4 4 4 4 4 4 4 28
38 4 4 4 4 4 4 4 28
39 4 4 4 4 4 4 4 28
40 4 4 4 4 4 4 5 29
41 5 5 5 5 5 5 5 35
42 4 4 4 4 4 4 4 28
43 4 4 4 4 4 4 4 28
44 4 4 4 4 4 4 4 28
45 4 4 4 4 4 4 4 28
46 5 5 5 5 5 5 5 35
47 4 4 4 4 4 4 4 28
48 4 4 4 4 4 4 4 28
49 4 4 4 4 4 4 4 28
50 4 4 4 4 4 4 4 28
51 5 5 5 5 5 5 5 35
52 4 4 4 4 4 4 4 28
53 4 4 4 4 4 4 4 28
54 4 4 4 4 4 4 4 28
55 4 4 4 4 4 4 4 28
56 4 4 4 4 4 4 5 29
61 Lampiran IV
Hasil Uji Reliabilitas Variabel Konflik Peran (X1) Case Processing Summary
N %
Cases Valid 56 100.0
Excludeda 0 .0
Total 56 100.0
a. Listwise deletion based on all variables in the procedure.
Reliability Statistics
62
63 Lampiran V
Hasil Uji Reliabilitas Variabel Ambigitas Peran (X2) Case Processing Summary
N %
Cases Valid 56 100.0
Excludeda 0 .0
Total 56 100.0
a. Listwise deletion based on all variables in the procedure.
Reliability Statistics
64
65 Lampiran VI
Hasil Uji Reliabilitas Variabel Indenpendensi Auditor Internal (Y) Case Processing Summary
N %
Cases Valid 56 100.0
Excludeda 0 .0
Total 56 100.0
a. Listwise deletion based on all variables in the procedure.
Reliability Statistics
66
67 Lampiran VII
Hasil Uji Validitas Variabel Konflik Peran (X1) Correlations
68 Sig.
(2-tailed)
.000 .661 .000 .000 .000 .000 .000 .000
N 56 56 56 56 56 56 56 56 56
X1.8 Pearson Correlation
.720** .184 .775** .629** .811** .859** .685** 1 .887**
Sig. (2-tailed)
.000 .175 .000 .000 .000 .000 .000 .000
N 56 56 56 56 56 56 56 56 56
konflik _pera n_X1
Pearson Correlation
.889** .207 .936** .784** .948** .942** .762** .887** 1 Sig.
(2-tailed)
.000 .125 .000 .000 .000 .000 .000 .000
N 56 56 56 56 56 56 56 56 56
**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).
69 Lampiran VIII
Hasil Uji Validitas Variabel Ambiguitas Peran (X2) Correlations
**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).
70 Lampiran IX
Hasil Uji Validitas Variabel Indenpendensi Auditor Internal (Y) Correlations
71 Sig.
(2-tailed)
.000 .000 .000 .000 .000 .000 .000
N 56 56 56 56 56 56 56 56
inde npe nde nsi_
audi tor_i nter nal_
Y
Pearson Correlation
.736
**
.759** .891** .893** .924** .946** .889** 1
Sig. (2-tailed)
.000 .000 .000 .000 .000 .000 .000
N 56 56 56 56 56 56 56 56
**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).
72
a. Predictors: (Constant), ambiguitas_peran_X2, konflik_peran_X1
a. Dependent Variable: AbsRes
b. Predictors: (Constant), ambiguitas_peran_X2, konflik_peran_X1
Coefficientsa
a. Dependent Variable: AbsRes
73 Lampiran XI
Hasil uji Koefisien Determinan (R2)
Model Summary
a. Dependent Variable: indenpendensi_auditor_internal_Y
b. Predictors: (Constant), ambiguitas_peran_X2, konflik_peran_X1
Coefficientsa
a. Dependent Variable: indenpendensi_auditor_internal_Y
74 dilakukan diluar kebiasaan dalam penugasan.
2. Saya perlu melanggar peraturan atau kebijakan perusahaan untuk bisa melaksanakan suatu suatu penugasan.
3. Saya menerima penugasan dari dua atau lebih senior yang saling bertentangan secara prinsip.
4. Saya melakukan penugasan yang mungkin ditolak oleh orang lain? misalnya penugasan tanpa didukung pengetahuan yang memadai tentang bidang usaha klien.
5. Saya melakukan pekerjaan dalam penugasan yang sebenarnya menurut saya tidak perlu.
6. Dalam menjalankan aktivitas,saya bekerja dengan dua tim kerja atau lebih dengan cara kerja yang berbeda-beda.
7. Saya menerima penugasan tanpa didukung sumber daya yang memadai misalnya rekan kerja yang kurang kompenten/sulit bekerja sama.
8. Saya menerima penugasan tanpa sumber daya yangcukup(misalnyaperalatan
elektronik,transportasi,dll)untuk melaksanakan tugas tersebut.
B. AMBIGUITAS PERAN (X2)
NO Item Pernyataan STS TS KS S SS
1. Saya merasa kurang mengetahui dengan jelas tanggung jawab yang ditetapkan dalam perusahaan? ( misalnya menjaga rahasia klien, deadline tugas,membina hubungan baik dengan klien,penugasan dll ).
2. Saya merasa kurang mengetahui dengan jelas apa yang diharapkan organisasi dari saya.
3. Saya merasa kurang yakin tentang wewenang yang saya miliki saat ini? (misalnya untuk memutuskan hal-hal yang berkaitan dalam penugasan).
75 indikasi adanya kecurangan, dll).
6. Saya kurang dapat membagi waktu dengan baik antara harus menyelesaikan penugasan di lapangan dengan menyelesaikan laporan yang diminta atasan maupun klien.
C. KOMITMEN INDENPENDENSI AUDITOR (Y)
NO Item Pernyataan STS TS KS S SS
1. Saya berupaya tetap bersifat independen dalam melakukan audit terhadap klien.
2. Dalam menentukan pendapat atas laporan keuangan, saya tidak mendapat tekanan dari siapapun.
3. Dalam melaksanakan tugas, auditor bertindak secara independen walaupun adanya intimidasi atau pengaruh dari pihak lain dan mempunyai kejujuran yang tinggi.
4. Pemeriksaan bebas dari kepentingan pribadi maupun pihak lain untuk membatasi segala kegiatan pemeriksaan.
5. Auditor tidak boleh dikendalikan atau dipengaruhi oleh klien dalam kegiatan yang masih dilakukan.
6. Pelaporan bebas dari kewajiban pihak lain untuk mempengaruhi fakta-fakta yang dilaporkan.
7. Pelaporan bebas dari usaha tertentu untuk mempengaruhi pertimbangan pemeriksaan terhadap isi laporan pemeriksaan.