1. Hasil Uji Reabilitas
Uji reliabilitas digunakan sebagai alat pengukur suatu kuesioner yang merupakan indikator dari variable. Suatu kuesioner dinyatakan reliabel jika
37
jawaban seseorang terhadap pernyataan adalah konsisten/ stabil (Ghozali,2016:47).
Untuk mengukur reliabilitas digunakan uji statistik Croanbach’s Alfa. Suatu variabel dikatakan reliabel jika memberikan nilai Croanbach’s Alfa lebih dari 0,60 (Ghozali, 2016:48). Hasil reliabilitas terhadap kuesioner pada masingmasing variabel penelitian adalah sebagai berikut:
Tabel 4. 4 Hasil Uji Reliabilitas
Variabel Croanbach’s Alpha Keterangan
Konflik Peran (X1) 0,798 Realiabel
Ambiguitas Peran (X2) 0,815 Realiabel
Indenpendensi Auditor Internal (Y) 0,802 Realiabel Sumber: Data primer yang diolah, SPSS 25
Pada tabel 4.4 menunjukkan nilai Croanbach’s Alpha atas variable konflik peran (X1)sebesar 0,798, ambiguitas peran (X2) sebesar 0,815 dan indenpendensi auditor internal (Y)sebesar 0,802. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pernyataan dalam kuesioner ini reliabel karena nilai Croanbach’sAlphalebih besar dari 0,60.
4.2.2 Hasil Uji Validitas
Uji validitas digunakan untuk mengukur valid atau tidaknya suatu kuesioner dengan membandingkan, nilai r hitung dengan r tabel untuk degree of freedom (df). Dimana rumus untuk mencari degree of freedom (df) adalah, banyaknya
sampel penelitian (n) dikurangi banyaknya variabel bebas dan terikat (k). Df = nk = 56-3 = 53, Berdasarkan tabel r product moment diperoleh nilai r tabel sebesar 0,3445. Tabel berikut menunjukkan hasil uji validitas dari tiga variabel yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu konflik peran, ambiguitas peran/
ketidakjelasan peran, dan indenpendensi auditor internal dengan 56 sampel responden.
Tabel 4. 5
Hasil Uji Validasi Konflik Peran (X1)
Variabel No. Butir Pertanyaan
Correlated itemtotal Corealation (r hitung)
r Tabel
Keputusan
Konflik peran 1 0.889 0.346 Valid
Konflik peran 3 0.207 0.346 Valid
Konflik peran Konflik peran 4 0.936 0.346 Valid
(X1) Konflik peran 5 0.784 0.346 Valid
Konflik peran 6 0.948 0.346 Valid
Konflik peran 7 0.942 0.346 Valid
Konflik peran 8 0.762 0.346 Valid
Sumber: Data primer yang diolah, SPSS 25
Tabel 4.5 menunjukkan variabel konflik peran mempunyai kriteria valid untuk semua item pertanyaan dengan nilai r hitung lebih besar dari r tabel dan nilai positif maka butir pertanyaan atau indikator tersebut dinyatakan valid.
39
Tabel 4. 6
Hasil Uji Validitas Ambiguitas Peran (X2)
Variabel No. Butir
Pertanyaan Ambiguitas Peran Abiguitas peran 3 0.932 0.346 Valid
(X2) Abiguitas peran 4 0.878 0.346 Valid
Abiguitas peran 5 0.907 0.346 Valid Abiguitas peran 6 0.887 0.346 Valid Sumber: Data primer yang diolah, SPSS 25
Tabel 4.6 menunjukkan variabel ambiguitas peran/ ketidak jelasan peran mempunyaikriteria valid untuk semua item pertanyaan dengan nilai r hitung > r tabel dan nilai positif maka butir pertanyaan atau indikator tersebut dinyatakan valid.
Tabel 4. 7
Hasil Uji Validitas Indenpendensi Auditor Internal (Y)
Variabel No. Butir
Pertanyaan
Indenpendensi Y 1
0.736 0.346 Valid
Auditor Y 2
0.759 0.346 Valid
Internal (Y) Y 3
0.891 0.346 Valid
Indenpendensi Y 4
0.893 0.346 Valid
Sumber: Data primer yang diolah, SPSS 25
Tabel 4.7 menunjukkan variable indenpendensi auditor internal mempunyai kriteria valid untuk semua item pertanyaan dengan nilai r hitung lebih besar dari r tabel dan nilai positif maka butir pertanyaan atau indikator tersebut dinyatakanvalid.
4.2.3 Hasil UjiHeteroskedastisitas
Uji heteroskedastisitas untuk menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan lainnya.Untuk mendeteksi ada tidaknya heteroskedastisitas dalampenelitian ini menggunakan uji glejser. Uji glejserdan scatter plotmengusulkan untuk meregres nilai absolut residual terhadap variabel independen (Ghozali, 2016:65).
Tabel 4. 8
a. Dependent Variable: AbsRes
Sumber: Data primer yang diolah, SPSS 25
Berdasarkan tabel 4.8 di atas menunjukkan nilai signifikansi variabel konflik peran 0,213, ambiguitas peran 0,195 lebih dari 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi gejala heteroskedastisitas.
41
Gambar 4. 1 Grafik scatter plot
Berdasarkan gambar 4.2 uji Heteroskedastisitas diatas menunjutkan bahwa grafik scatter plot dengan pola titik titik yang menyebar disekitar nol. Jadi tidak terjadi Heteroskedastisitas.
4.2.4 Hasil Analisis Regresi Linier Berganda
Pengujian dalam penelitian ini menggunakan model analisis regresi
berganda. Tujuan dari model analisis ini adalah untuk mengetahui besarnya pengaruh yang ditimbulkan antara pengaruh konflik peran dan ambiguitas peran terhadap komitmen indenpendensi auditor internal pada kantor inspektorat kota Makassar. Berdasarkan pengolahan data dengan menggunakan program SPSS 25 diperoleh persamaan regresi berganda sebagai berikut:
Tabel 4. 9
Hasil Analisis Regresi Berganda
Sumber: Data primer yang diolah, SPSS 25
Berdasarkan tabel 4.16 di atas, maka model persamaan regresi linear berganda yang dapat disusun sebagai berikut :
Y =34,949 + 0,034-0,404 +ᵋ
Hasil pengujian analisis terhadap hipotesis-hipotesis penelitian:
1. Konstanta(α)
Nilai konstanta adalah sebesar 34,949 yang berarti bahwa apabila kedua variabel independendianggapkonstan,makarata-ratanilai komitmen indenpendensi auditor internal adalah sebesar 34,949
2. Konflik peran
Nilai koefisien ragresi variabel konflik peran (X1) sebesar 0,034; artinya jika variabel independen nilainya tetap dan konflik peran mengalami kenaikan 1% maka komitmen independensi auditor internal (Y) akan mengalami peningkatan sebesar 0,034. Koefisien bernilai posistif artinya terjadi hubungan positif antara konflik peran dengan komitmen independensi auditor internal, semakin naik konflik peran maka semakin meningkatkan komitmen independensi auditor internal.
a. Dependent Variable: indenpendensi_auditor_internal_Y
43
3. Ambiguitas peran
Nilai koefisien ambiguitas peran (X2) sebesar-0,404; artinya jika variabel independen nilainya tetap dan ambiguitas peran mengalami kenaikan 1%
maka komitmen independensi auditor internal (Y) akan mengalami penurunan sebesar -0,404. Koefisien bernilai negatif artinya terjadi hubungan negatif antara ambiguitas peran dengan komitmen independensi auditor internal, semakin naik ambiguitas peran maka semakin turun komitmen independensi auditor internal.
4.2.5 Koefisien Determinan (R2)
Uji koefisien determinasi digunakan untuk mengetahui seberapabesar kemampuan variabel dependen dapat dijelaskan oleh variabel independen (Ghozali, 2013: 97).Dalam penelitian ini menggunakan variabel independen yaitu konflik peran dan ambiguitas peran.Sedangkan variabel dependennya adalahkomitmen indenpendensi auditor internal.
Tabel 4. 10
Hasil Uji Signifikan Simultan Koefisien Determinan (R2) Model Summary
Model R R Square
Adjusted R Square
Std. Error of the Estimate
1 .480a .230 .201 2.754
a. Predictors: (Constant), ambiguitas_peran_X2, konflik_peran_X1
Berdasarkan tabel 4.10 didapatkan hasil bahwa besarnya koefisien determinasi (Adjusted R2) adalah 0,201 atau 20,1%. Hal ini berarti kemampuan variabel-variabel independen yang terdiri dari variabel konflik peran dan ambiguitas peran dalam menjelaskan variabel dependen yaitu komitmen
indenpendensi auditor internal pada kantor inspektorat kota makassar sebesar 20,1%, 79,9% dipengaruhi oleh variabel lain diluar model penelitian.
4.2.6 Pengujian Hipotesis (Uji t)
Uji statistik t digunakan untuk mengetahui adanya pengaruh masingmasing variabel independen secara individual terhadap variabel dependen. Pengujian ini menggunakan level of significant (α). Hasil uji parsial (Uji t) pada penelitian ini ditunjukkan pada tabel 4.10 sebagai berikut:
Tabel 4. 11 Hasil Uji Persial (uji t)
Coefficientsa a. Dependent Variable: indenpendensi_auditor_internal_Y
Sumber: Data primer yang diolah, SPSS 25
Berdasarkan hasil perhitungan tabel diatas, diketahui pada persamaan pertama diperoleh nilai (t hitung) dalam regresi menunjukkan pengaruh variabel independen secara persial terhadap variabel dependen sebagai berikut:
1. Konflik Peran terhadap komitmen indenpendensi auditor internal berdasarkan tabel menunjukkan bahwa konflik peran memiliki nilai koefisien regresi yang arahnya positifsebesar 0,034 dengan nilai signifikansi 0,709 > (0,05) dan apabila dibandingkan dengan t tabel (1,674) maka 0,375<1,674 sehingga
45
konflik peran tidak berpengaruh negatif dan signifikan terhadap komitmen indenpendensi auditor internal, maka hipotesis ditolak.
2. Ambiguitas Peran terhadap kinerja auditor berdasarkan tabel menunjukkan bahwa ambiguitas peran memiliki nilai koefisien regresi yang arahnya negatif sebesar -0,404 dengan nilai signifikansi 0,000<alpha (0,05) dan apabila dibandingkan dengan ttabel (1,674) maka-3,981> 1,674 sehingga ambiguitas peran berpengaruh negatif dan signifikan terhadap komitmen indenpendensi auditor internal, maka hipoteis diterima.