BAB VI PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penemuan data dan analisis penelitian yang dilakukan mengenai Nilai-nilai Dakwah dalam Strategi Komunikasi Pemsaran Al’Cal Coffee di Instagram maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:
1. Al’Cal Coffee merupakan sebuah coffee shop yang berdiri dibawah naungan perusahaan clothing brand muslim yang bernama Al’Cal Indonesia. Al’Cal Coffee merupakan coffee shop yang memiliki nuansa Islami di dalamnya. Hal tersebut bisa dilihat dari SOP yang diterapkan oleh Al’Cal Coffee serta bisa dilihat melalui media sosial yang Al’Cal miliki yaitu Instagram.
Al’Cal juga memiliki tagline “#DoaFirstThenCoffee”
yang mengandung pesan yang ingin disampaikan kepada masyarakat.
2. Kegiatan komunikasi pemasaran Al’Cal Coffee dilakukan melalui media sosial, yakni Instagram dan e-commerce. Al’Cal Coffee menggunakan dua medium tersebut sebagai sarana promosi produknya. Strategi komunikasi pemasaran Al’Cal Coffee dimulai dari menentukan target konsumen, memilih saluran
123 komunikasi, melakukan branding, menjalin interaksi dan hubungan yang baik dengan pelanggan, menggunakan media sosial sebagai alat promosinya, mengikuti beberapa event, membangun brand awareness, dan bekerja sama dengan beberapa e-commerce.
3. Terdapat adanya kesesuaian antara konsep atau teori yang dikemukakan oleh Phillip Kotler dan Gary Armstrong mengenai Strategi Komunikasi Pemasaran Terpadu (Intergrated Marketing Communication) dengan strategi komunikasi pemasaran yang Al’Cal Coffee lakukan di lapangan.
4. Terdapat beberapa unsur-unsur Islam dalam strategi komunikasi pemasaran Al’Cal Coffee secara langsung dan melalui Instagram. Beberapa diantaranya adalah mengingatkan kepada sesama umat Muslim untuk selalu mendahulukan dan mengingat Allah Swt, mengkonsumsi makanan dan minuman yang halal, berbagi informasi atau konten berdakwah di media sosial, menyisihkan sebagian penghasilan untuk berbagi kepada yang lebih membutuhkan, selalu bersikap ramah kepada sekitar dengan melakukan 3S (Senyum, Salam, dan Sapa) , tidak berkompetisi dalam menjalankan sebuah bisnis.
124 B. Saran
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti mengenai nilai-nilai dakwah dalam strategi komunikasi pemasaran Al’Cal Coffee di Instagram, maka peneliti ingin menyampaikan beberapa saran dan masukan sebagai bahan bacaan, evaluasi, untuk pembaca dan peneliti yang ingin melakukan penelitian selanjutnya, berikut diantaranya:
1. Untuk Al’Cal Coffee, peneliti berharap agar terus mempertahankan dan memperkuat nuansa-nuansa Islami yang terdapat dalam Al’Cal Coffee guna memperkenalkan Islam kepada masyarakat luas melalui coffee shop. Selain itu, alangkah lebih baik Al’Cal Coffee tidak hanya menggunakan Instagram sebagai media promosi utamanya, melainkan membuat website atau menekuni media sosial lain yang sedang booming salah satunya adalah TikTok.
2. Bagi para pembaca (masyarakat umum), peneliti berharap penelitian ini dapat memberikan manfaat tentang ilmu komunikasi pemasaran, bagaimana strategi komunikasi pemsasaran dalam bisnis coffee shop, serta memberikan insight apabila pembaca tertarik untuk memulai bisnis coffee shop.
125 3. Bagi penelitian selanjutnya, diharapkan untuk dapat lebih mengetahui, memahami serta menggali lebih dalam mengenai strategi komunikasi pemasaran dalam sebuah bisnis .
127
DAFTAR PUSTAKA
Sumber Buku:
Kotler, Phillip , and Kevin Lane Keller. 2009. Manajemen Pemasaran, Penerjemah:Bob Sahran. Jakarta: Erlangga.
Adisaputro, Gunawan. n.d. Manajemen Pemasaran. Yogyakarta:
Unit Penerbit dan Percetakan Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen YKPN .
Amin, Samsul Munir. 2009. Ilmu Dakwah. Jakarta: AMZAH.
Asmajasari, Magdalena. 1997. Study Periklanan dalam Perspektif Komunikasi Pemasaran. Malang: UMM Press.
Basit, Abdul. 2013. Filsafat Dakwah. Depok: PT. Raja Grafindo Persada.
Berkowski, George. 2016. How to Build a Billion Dollar App:
Temukan Rahasia dari Para Pengusaha Aplikasi Paling Sukses di Dunia. Tangerang: Gemilang.
Cangara, Hafied. 2013. Perencanaan dan Strategi Komunikasi.
Depok: PT. Rajagrafindo Persada.
Danim, Sudarman. 2002. Menjadi Penelitian Kualitatif . Bandung : Pustaka Setia.
Dimastika, Adji. 2013. Penerapan Marketing Mix Limbro Denim Store Lotte Shopping Avenue. Jakarta: Universitas Moestopo Jakarta.
Ghazali, Miliza. 2006. Buat Duit Dengan Facebook dan Instagram: Panduan Menjana Pendapatan dengan Facebook dan Instagram. Malaysia: Publishing House.
Herdiansyah. n.d. Metode Penelitian Kualitatif untuk Ilmu-Ilmu Sosial.
Hermawan, Agus. 2012. Komunikasi Pemasaran.
128 Kaplan, Andreas M, Haenlein, and Michael. 2010. "User of the World, Unite!" The Challenges and Opputurnities of Social Media Business Horizon.
Kayode, Olujimi. 2009. Marketing Communications.
Bookboon.com.
Kennedy, and Soesmanegara. 2006. Marketing Communication:
Taktik & Strategi . Jakarta : PT. Bhuana Ilmu Populer.
Kotler, Philip, and Gary Armstrong. 2012. Prinsip-Prinsip Pemasaran, Edisi 133 Jilid 1. Jakarta: 2012.
—. 2008. Prinsip-prinsip Pemasaran, Terjemahan: Bob Sahran.
Jakarta: Erlangga.
Kotler, Philip, and Kevin Lane Keller. 2007. Manajemen Pemasaran Jilid ke-12 . Jakarta: PT. Indeks.
Maulana, Deddy. 2003. Ilmu Komunikasi: Suatu Pengantar . Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
Moeloeng, Lexy J. 2010. Metode Penelitian Kualitatif. Bandung:
PT. Remaja Rosdakarya .
—. 2005. Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
—. 2007. Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
Morissan. 2010. Periklanan: Komunikasi Pemasaran Terpadu.
Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
Munawir, Ahmad Warson. 1997. Kamus Al Munawir. Surabaya:
Pustaka Progressif.
Nasrullah, Rulli . 2015. Media Sosial: Perspektif Komunikasi, Budaya dan Sosiotekologi. Bandung: Simbiosa Rekatama Media.
129 Rosady, Ruslan. n.d. Metode Penelitian Public Relation dan
Komunikasi. Jakarta: Raja Grafindo.
Salbino, Sherief. 2014. Buku Pintar Gadget Android untuk Pemula. Jakarta : Kunci Komunikasi.
Saputra, Wahidin. 2011. Pengantar Ilmu Dakwah. Jakarta: PT.
Raja Grafindo Persada.
Sulaksana, Uyung. 2005. Intergrated Marketing Communications:
Teks dan Kasus. Yogyakarta.
Sulianta, Feri. 2009. Web Marketing. Jakarta : PT. Elex Media Komputindo.
Sumber Skripsi:
Wibisono, Ari. 2019. Strategi Kreatif Iklan Stuja Coffee dalam Membangun Brand Awareness melalui Instagram. Jakarta:
Universitas Moestopo Jakarta.
Hidayah, Khusnul. 2020. Implementasi Strategi Komunikasi Pemasaran PT. BukaLapak dalam Mengembangkan UMKM Melalui Online Marketplace. Jakarta: Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.
Nugroho, Budi Satriyo Adi, and Zain Mufarrih Muktah. 2015.
Strategi Komunikasi Pemasaran Terpadu dalam Penguatan Brand AKA Movement Yogyakarta.
Yogyakarta: Universitas Muhamadiyah Yogyakarta.
Sumber Jurnal:
Kaplan, Andreas M, Haenlein, and Michael. 2010. "User of the World, Unite!" The Challenges and Opputurnities of Social Media Business Horizon.
130 Sumber Website:
http://pelakubisnis.com/2019/12/ledakan-bisnis-kedai-kopi-dan-prospeknya-di-2020/
https://www.beritasatu.com/hit/article/206914/article
http://blog.ub.ac.od/alifiainformatika/2013/09/23/perkembangan-aplikasi-social-photo-sharing-Instagram/
https://voi.id/berita/925/kedai-kopi-di-indonesia-hampir-mencapai-3-000-gerai
Sumber Wawancara:
Abi, Bramagi. 2021. Wawancara dengan Bramagi Abi selaku Founder dan CMO Al’Cal Coffee.
Alva. 2021. Wawancara dengan Alva selaku Owner Al’Cal Coffee Serpong.
131
LAMPIRAN
132 Lampiran 1
Surat Izin Bimbingan Skripsi
133 Surat Izin Penelitian
134 Lampiran 3
INSTRUMEN PENELITIAN LEMBAR WAWANCARA
Bapak Alva selaku
Owner Al’Cal Coffee Serpong
135 1. Mengapa memilih untuk memulai bisnis coffee shop?
Awalnya karena saya suka banget pindah pindah tempat kopi, buat nyobain kopi dari berbagai coffee shop, emang suka ngopi. Terus, dari situ berpikir buat buka kedai kopi sendiri, nah kenapa pilihnya Al’Cal karena waktu itu saya belum punya pengalaman makanya kita milih untuk ngambil franchise supaya kita ga mulai dari 0 banget karna pasti ada yang bantuin dari pihak pusat. Jadi ngga benerbener set-up dari awal.
Terus juga dari segi operasional dan marketing itu udah ada yang handle. Saya join-an bertiga untuk mendirikan franchise ini, yaitu saya, Mas Maulana dan Mas Firman. Jadi basicly disini itu franchise atau cabanglah ya bahasanya. Kebetulan ada Al’Cal dimana Al’Cal itu salah satu perusahaan yang lagi grow, lagi berkembang banget menuju terkenal jadi pingin aja berproses di perusahaan yang lagi grow. Tadinya ada beberapa option, kaya kenangan dan janji jiwa. Namun mereka punya kekurangan dengan tidak menggunakan mesin kopi dengan nilai investasi yang sama. Jadi saya lebih memilih alcal karena cocok dengan tujuan saya.
2. Apakah yang membedakan minuman yang Al’Cal Coffee jual dengan coffee shop lainnya?
136
Al’Cal tuh pengen bikin kopi yang berkualitas, yang tidak asal-asal namun dengan harga yang terjangkau mulai dari beans-nya, alat-alatnya. Maksudnya dengan harga segini harus nya sudah ada di level atas, sejenis dengan janji jiwa dan lainnya. Namun kita engga, dengan harga segitu kita tetep memiliki target menengah kebawah. Mungkin itu ya yang membedakan alcal dengan yang lainnya. Dari segi rasanya. Selain kopi kan di Al’Cal juga ada non-coffee nya ya, semacam traditional drink kaya klepon coffee, ketan hitam, yang memang Indonesian Taste gitu.
3. Segmentasi pasar seperti apa yang ditargetkan oleh Al’Cal Coffee Serpong?
Sebetulnya di awal, Al’Cal itu pengennya ke medium-to-high. Makanya harganya dibilang murah banget, juga engga sih. Karena memang standarnya segitu, dan ada yang lebih murah daripada Al’Cal. Customer dulu pas masih di Cipete juga kebanyakan entrepreneur muda gitu. Jadi kaya orang-orang yang mau start business, meeting point-nya di Al’Cal biasanya. Jadi, dulu tuh istilahnya wadah atau sekolah untuk para pebisnis pemula. Secara umum sebenernya medium sih, medium ke atas. Karena kualitasnya medium-to-high tapi harganya aja yang lebih terjangkau.
137 4. Target pasar Al’Cal Coffee? Dan mengapa memilih
untuk membuka cabang keduanya di Serpong?
Awalnya target Al’Cal hanya ke komunitas Muslim.
Dan sering juga tuh mengikuti event Muslim seperti HIJRA Fest, Nussa dan Rara waktu itu di BSD.
Harapannya dengan kita narik komunitas muslim itu, mereka jadi tertarik sama alcal gitu karna coffee shop muslim juga kan.. namun karena pandemi ya alcal juga harus mengubah target pasarnya untuk bisa survive.
Jadi tidak hanya untuk komunitas muslim saja. Agak sedikit melebarkan jangkauannya gitu. Kenapa kita milih buat buka di Tangerang, karena kata mas Abi banyak juga customer Al’Cal yang tinggal di Tangerang dan sekitarnya. Jadi ya kita coba aja deh buat buka di Serpong.
5. Strategi marketing seperti apa yang digunakan Al’Cal Coffee untuk membangun brand image di Instagram?
Dan menggunakan media marketing apa saja?
So far yang paling intens ya Instagram. Sosial media yang paling aktif juga hanya Instagram. Kenapa nya juga saya kurang tahu ya, tapi pernah saya tanyakan kepada Mas Abi kenapa nggak coba ke media sosial lain terus pihak pusat bilang kalau Instagram itu
138 penggunanya dari berbagai demografis, berbagai kalangan, sedangkan facebook kan isinya hanya orang tua saja. Selain itu lebih luas juga kan ya. Youtube, sudah nggak aktif lagi sih ya.. mungkin lebih ke Youtube pribadinya mas Ricky. Karena sempat beberapa kali mas Ricky mempromosikan Al’Cal di Youtube.
6. Seperti yang kita ketahui, Al’Cal Coffee mempunyai tagline yaitu #DoaFirstThenCoffee yang digunakan sebagai brand image dari Al’Cal itu sendiri. Apakah ada pesan tersendiri dalam tagline tersebut?
Kenapa Doa First Then Coffee, sebenernya saya kurang tahu banyak mungkin lebih ke mas Abi nanti ya. Cuma saya jawab aja yang saya tahu, itu untuk identitas Al’Cal sebagai brand muslim. Selain itu di SOP juga ada anjuran bahwa untuk pelanggan yang datang, nyapa nya pakai Assalamualaikum. Cuma karena disini mayoritas non-islam, makanya sekarang kita agak lihat-lihat dulu apakah mereka islam atau non Islam.
Kita lebih menyesuaikan lingkungan yang ada aja.
Takutnya mereka tersinggung atau apa gitu kan..
7. Di dalam pembuatan konten di Instagram Al’Cal Coffee apa yang ditonjolkan oleh Al’Cal Coffee agar
139 menarik perhatian pelanggan? Dan hal apa saja yang melatarbelakangi Al’Cal Coffee sehingga menonjolkan hal tersebut?
Sekarang itu Al’Cal sibuk branding. Al’Cal jarang nampilin product-nya. Sebetulnya ga salah sih, tapi di situasi kaya gini mungkin orang lebih mencari informasi berapa harganya, lokasinya dimana, biar mereka tahu juga. Branding juga penting, Cuma mungkin lebih di imbangin lagi aja ya soal brand awareness dan brand knowledge-nya.. itu menurut saya aja sih.. Jadi ya Al’Cal sebenernya menonjolkan branding dan interaksi dengan para pengikutnya di Instagram dan menjadikan itu sebagai strategi komunikasi pemasarannya. Untuk lebih lengkapnya mungkin bisa ditanya ke mas Abi ya karena saya tidak terlalu menguasai dan kebetulan beliau juga yang turun tangan langsung di Marketing Al’Cal pusat.
8. Apa yang dilakukan Al’Cal dalam menghadapi kompetitor dengan strategi marketing dan produk serupa di industri bisnis coffeeshop?
Jadi awalnya strategi kita tuh dengan ngadain promosi, bundling dan sebagainya untuk bisa survive. Nah sekarang kita lagi coba partnership, cross brand gitu.
Dengan alasan kita mengambil pasar mereka. misalnya,
140 kan lagi hype banget sepedaan ya nah kita coba untuk kerjasama sama beberapa partnership dengan industri yang berbeda. Kalau kita partnership dengan brand makanan juga kayanya lagi sama-sama sulit, makanya kita cross brand-nya ke industri lain. Tapi masih kita pertimbangkan lagi sih soal brand apa yang bakal kerjasama bareng kita.
9. Seperti yang kita ketahui, beberapa pendiri Al’Cal kan seorang public figure. Seberapa besarkah pengaruhnya mereka untuk branding Al’Cal kepada masyarakat dan para pengikutnya? Apakah mereka turun tangan dalam mempromosikan Al’Cal di media sosialnya?
Dulunya sering. Terutama mas Ricky, ya. Karena mas Adrian tidak terlalu aktif. Dulu banyak banget engagement yang kita dapet tuh dari pengikutnya mas Ricky. Cuma semenjak 2020 agak berkurang juga, mungkin karena mas Ricky juga sibuk ya jadi gak sempet buat promosiin Al’Cal, apalagi dia baru buka bisnis yang di Fatmawati. Kalau sekarang-sekarang ini mungkin lebih ke temen-temennya mas Ricky, temen temen istrinya, keluarganya, sering juga tuh mereka kesini sesekali. Kalau fansnya udah berkurang sih. Tapi kalau ditanya berpengaruh atau ngga, sangat berpengaruh.
141 10. Bagaimanakah promosi penjualan yang digunakan
oleh Al’Cal Coffee?
Promo yang dijalankan paling diskon sih. Kaya misalnya sekarang potongan harga jadi cuma Rp.15.000, pembelian bundling literan digratisin satu minuman atau potongan harga, promo situasional kaya Pemilu, kemarin sempet juga ada pas Maulid Nabi, kita kasih potongan harga. Untuk pembeliannya, strategi promosi ini kita aplikasikan untuk pembelian dine in dan online juga. Walaupun sebenernya kita pengen narik mereka untuk dateng ke Al’Cal, tapi karena pandemi jadi kita gunakan untuk pembelian online dan offline.
11. Apakah Al’Cal Coffee menggunakan metode iklan sebagai media marketing? Jika iya, medianya apa dan bagaimana?
Kalau soal iklan, kita belum coba. Tapi mungkin akan coba. Mungkin sekarang ini lebih ke konsep endorse ke orang-orang berpengaruh di sosial media ya. Karena metode itu juga lebih ngaruh banget kan, tapi tergantung siapa dulu influencer-nya. Soal iklan di Instagram Ads juga kurang efektif menurut saya. Saya
142 pernah coba di bisnis saya yang lain ya, tetapi tidak efektif nggak ngaruh apa-apa.
12. Kan tadi sempat menyinggung kalau Al’Cal itu merupakan brand Muslim, kalau boleh tahu apa saja sih nilai-nilai Islam yang terkandung dalam Al’Cal Coffee?
Nilai-nilai ya... mungkin dari mulai produk ya. Bahan baku kita dijamin berkualitas, bersih, dan pastinya Halal. Selain itu kita juga mengutamakan banget sama yang namanya kebersihan. Dari mulai area Al’Cal, toilet dan Musholla walaupun belum jadi tapi kita selalu mengusahakan selalu dalam keadaan bersih karena untuk ibadah juga kan. Bersikap jujur juga, jujur kepada pelanggan dan tidak membohongi mereka.
13. Kalau boleh tau, mengapa memberikan sentuhan Islami kedalam Al’Cal Coffee? Apakah Al’Cal menjadikan Islam sebagai ideologi dalam berbisnis atau sekadar memperkenalkan Islam lebih jauh saja?
Karena kan awalnya Al’Cal berasal dari Al’Cal Indonesia dimana itu sebuah clothing brand muslim.
Kalau soal ideologi saya kurang mengetahui awalnya bagaimana, mungkin nanti bisa ditanya ke mas Abi.
143 Namun setau saya, dulu fokus pasarnya Al’Cal juga ke komunitas muslim saja.
14. Selain penjualan langsung, apakah Al’Cal juga menjual produknya secara online?
Iya tentu dong. Apalagi di tengah pandemi gini, pasti banyak banget pelanggan yang order secara online.
Untuk sekarang pembelian online bisa dilakukan melalui e-commerce seperti Shopee dan Tokopedia dan bisa juga melalui GrabFood dan GoFood.
15. Menurut bapak, seberapa efektif kah kegiatan komunikasi pemasaran melalui Instagram? Dan apa saja kendala yang dirasakan selama menggunakan media tersebut?
Soal efektif, pastinya efektif banget. Seperti yang tadi saya bilang, pengguna Instagram itu luas banget dan penggunaannya juga mudah. Penggunanya juga dari berbagai kalangan, jadi cocok banget buat media pemasaran. Tapi kalau soal kendala, kendalanya lebih ke audience sih. Interaksi pengikutnya itu bagus banget, pengikut media sosialnya juga bisa dibilang banyak sekali, cuma hal tsb tidak membuat mereka berkunjung ke Al’Cal. Jadi kaya sekadar interaksi di media sosial. Kalau dilihat dari tujuan Al’Cal ingin
144 branding di media sosial, berarti sudah tercapai ya.
Cuman kalau ke tujuan kenaikan omset bisnis nya belum. Mungkin itu evaluasi juga untuk kita, karena kita kurang mengimbangi antara branding dan meningkatkan brand awareness kita di Instagram.
145 INSTRUMEN PENELITIAN
LEMBAR WAWANCARA
Bapak Bramagi Abi selaku
Founder & Chief Marketing Officer Al’Cal Coffee
146 1. Bagaimanakah sejarah awal terbentuknya Al’Cal
Coffee?
Sebenernya Al’Cal Coffee itu awalnya temen-temen yang punya Al’Cal Indonesia, yaitu brand pakaian laki-laki muslim yang isinya dimas sama zoka. Awal terbentuknya itu saya kerjasama sama mereka untuk membuat bisnis di industri F&B sekaligus melebarkan sayap bisnis Al’Cal. Di masa itu lagi hits kan kopi, nah jadi kita buat deh tuh Al’Cal Coffee yang memang dari awal fokusnya itu ke pasar muslim. Seiring berjalannya waktu, kita dilirik oleh teman lama kita yaitu Ricky Harun seorang public figure dan juga ada mas Adrian Maulana. Dan untuk sekarang,pemiliknya hanya tiga orang yaitu saya, mas Ricky Harun dan mas Adrian. Nah sebenarnya kita ingin mencari nama yang berasal dari bahasa Arab, namun krn keterbatasan ilmu pengetahuan jadi lah Al’Cal yang ternyata artinya adalah sebuah benteng pertahanan yang terkuat. Implementasinya bisa kemana-mana, kalau kita sebagai muslim benteng terkuatnya adalah Imaan.
2. Bagaimanakah struktur organisasi atau pembagian jobdesc di Al’Cal?
Pada dasarnya kita bertiga itu founder. Memang pada awalrnya kan kita sebagai UMKM jadi semua nya berperan sebagai CEO. Namun memang 80% lebih
147 banyak ke saya, mas Ricky Harun dan mas Adrian membatu di Promosi dan Marketing karena mereka kan Public figure memiliki exposure. Namun ketika kita membuat struktur, jabatan tertinggi atau CEO-nya itu Mas Adrian, karena dia memang orang yang paling berpengalaman dan berpengaruh. Lalu yang kedua ada Chief Financial Officer yang di kepalai oleh Ricky Harun. Lalu ada Chief Marketing Officer dan Chief Operational Officer, itu ada di saya. Nah kita juga punya team akselarasi yaitu TOFFIN.
3. Segmentasi dan target pasar Al’Cal seperti apa?
Kita mencoba ke pasar muslim, tapi tetap, productnya kita buat semenarik mungkin yang tidak hanya mengarah ke muslim, atau lebih universal.
4. Apa yang membedakan Al’Cal Coffee dengan coffee shop lain?
Yang pertama, visi kita itu adalah orang harus tau kalau Al’Cal itu brand muslim. Yang kedua itu adalah brand lokal. Nah dari situ kita membuat diferensiasi minuman kita dengan produk lain yaitu dengan menamakan semua produk dengan identitasnya Indonesia.
Contohnya, nama es kopi susu kita itu es kopi susu dalam negeri yang menjelaskan bahwa ini kita banget
148 nih, lokal banget. Yang kedua, ketika orang berlomba-lomba membuat variasi minuman kopi, kita justru membuat minuman non coffee dengan cita rasa tradisional. Indonesia banget.
5. Bagaimanakah latar belakang atau alasan Al’Cal Coffee memberikan sentuhan Islami didalamnya?
Yang pertama karena kita satu tujuan ya, sama-sama ingin berubah memperbaiki diri dan mencoba segala sesuatu sesuai dengan syariat Islam termasuk berbisnis.
Namun ternyata kita menyadari kalau masih banyak kekurangan terkait hal tersebut tapi kita terus belajar.
Pada dasarnya sih itu ya, temen-temen setuju buat mendirikan bisnis syariah.
6. Bagaimana latar belakang munculnya
#DoaFirstThenCoffee sebagai tagline dan brand image Al’Cal?
Pas awal-awal masuknya industri coffee shop kan banyak tuh, kaya “coffee first then blablabla” nah kita ingin mengingatkan aja ke khalayak kita bahwa pada dasarnya tuh Allah dulu baru yang lain. Maka terbentuklah “Doa First Then Coffee.
149 7. Media marketing apa sajakah yang digunakan oleh
149 7. Media marketing apa sajakah yang digunakan oleh