• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V. PENUTUP

A. Kesimpulan

Rosario mahaiswa PAK angkatan 2013 sudah baik, hanya saja masih ada beberapa mahasiswa yang kurang memahami dan mengerti akan doa Rosario.

Kedua, mahasiswa PAK angkatan 2013 dapat memahami iman Bunda Maria. Meskipun masih ada mahasiswa yang belum sungguh-sungguh memahami bagaimana meneladan iman bunda Maria. Hal ini disebabkan kurangnya pengetahuan mahasiswa tentang spiritualitas Bunda Maria.

Ketiga, mahasiswa PAK angkatan 2013, kadang-kadang saja dalam menghayati iman Bunda Maria. Seperti mengikuti kegiatan Rosario, kesetiaan dan ketekunan saat menghadapi persoalan terkait dengan perkuliahan.

Keempat, secara keseluruhan mahasiswa PAK angkatan 2013 memahami bahwa faktor pendukung dan penghambat sangat mempengaruhi penghayatan iman Bunda Maria.

Kelima, mahasiswa PAK angkatan 2013 memiliki harapan untuk meningkatkan penghayatan iman Bunda Maria : yaitu novena, ziarah ke goa Maria, doa Rosario secara bervariasi dan pelaksanaannya tidak hanya pada bulan Mei dan Oktober saja, adanya niat dan kesungguhan mahasiswa dalam doa Rosario, serta terlibat aktif dalam mengikuti doa Rosario.

BAB IV

USULAN PROGRAM KATEKESE MODEL SHARED CHRISTIAN PRAXIS BAGI MAHASISWA PAK ANGKATAN 2013 UNIVERSITAS

SANATA DHARMA, YOGYAKARTA

Dalam bab IV ini, penulis membuat usulan program pendalaman iman bagi mahasiswa PAK Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta. Seiring dengan hasil penelitian menunjukkan bahwa, belum seluruh mahasiswa PAK khususnya angkatan 2013 mengenal dan meneladani Bunda Maria. Maka, peneliti membuat usulan program dalam bentuk Shared Christian Praxis.

A. Katekese dengan Model Shared Christian Praxis

Katekese dengan model SCP prosesnya bersifat dialogal dan partisipatif, maksudnya adalah mendorong peserta berdasarkan konfrontasi antara “tradisi” dan “visi” hidup mereka dengan “Tradisi” dan “Visi Kristiani agar baik secara pribadi maupun bersama mampu mengadakan penegasan dan mengambil keputusan demi terwujudnya nilai-nilai Kerajaan Allah lewat kehidupan manusia yang terlibat dalam dunia. Katekese ini diawali dengan pengalaman hidup peserta yang direfleksikan secara kritis dan dikonfrontasikan dengan pengalaman iman dan visi Kristiani agar muncul sikap dan kesadaran baru yang memberi motivasi demI keterlibatan selanjutnya. Model ini lebih mengarah kepada tindakan peserta untuk menindak lanjuti hari berikutnya (Sumarno, 2011 :14).

Berdasarkan pembahasan hasil penelitian di mana pemahaman doa Rosario mahaiswa PAK angkatan 2013 sudah baik, hanya saja masih ada

beberapa mahasiswa yang kurang memhami dan mengerti akan doa Rosario. Mahasiswa PAK angkatan 2013 dapat memahami iman Bunda Maria. Meskipun masih ada mahasiswa yang belum sungguh-sungguh memahami bagaimana meneladan iman bunda Maria. Hal ini disebabkan kurangnya pengetahuan mahasiswa tentang spiritualitas Bunda Maria. Mahasiswa PAK angkatan 2013, kadang-kadang saja dalam menghayati iman seturut teladan iman Bunda Maria. Seperti mengikuti kegiatan Rosario, kesetiaan dan ketekunan saat menghadapi persoalan terkait dengan perkuliahan. Secara keseluruhan mahasiswa PAK angkatan 2013 memahami bahwa faktor pendukung dan penghambat sangat mempengaruhi penghayatan iman Bunda Maria. Mahasiswa PAK angkatan 2013 memiliki harapan untuk meningkatkan penghayatan iman Bunda Maria: yaitu novena, ziarah ke goa Maria, doa Rosario secara bervariasi dan pelaksanaannya tidak hanya pada bulan Mei dan Oktober saja, adanya niat dan kesungguhan mahasiswa dalam doa Rosario, serta terlibat aktif dalam mengikuti doa Rosario.

Berdasarkan hasil penelitian di atas, program SCP sangat tepat untuk menjawab permasalahan dan harapan mahasiswa PAK sebagai calon katekis dalam menghayati iman Bunda Maria. Oleh karena itu penulis mengusulkan program Katekese dengan model SCP.

B. Usulan Program Katekese Umat bagi Mahasiswa PAK Angkatan 2013 dalam menghayati iman Bunda Maria Melalui Peristiwa-Peristiwa Doa Rosario

Program katekese ini merupakan satu usulan bagi pelaksanaan katekese umat, dalam upaya meningkatkan semangat mahasiswa PAK berdasarkan Bunda Maria sebagai teladan Iman umat Kristiani, Jika kita ingin mengubah dunia melalui kebaikan, maka ubahlah diri kita terlebih dahulu menjadi baik adanya dengan cara membina, mengasah suara hati yang merupakan tempat di mana Allah menyapa di kedalaman hidup kita. Allah sebagai pilar, pondasi, dasar, dan pegangan hidup mahasiswa PAK dalam menghayati dan menjalankan tugasnya sebagai calon katekis, dan Bunda Maria sebagai teladan hidup dalam ketajaman menggunakan hati nurani dan mendengarkan kehendak Allah. Kita semua tanpa terkecuali diajak untuk senantiasa mewartakan Injil dalam setiap detik kehidupan kita. Cinta kasih, kebaikan, dan spiritualitas Maria, hendaknya menjadi bagian dalam kehidupan mahasiswa PAK sebagai seorang yang mempersiapkan dirinya sebagai pewarta. Dengan demikian mahasiswa PAK dapat menyelesaikan tugas dan tanggung jawabnya dengan baik meskipun banyak tantangan yang melemahkan semangatnya.

Sebagai calon katekis hendaknya mahasiswa PAK mampu memberi contoh kepada orang muda di sekitarnya yaitu bagaimana dia senantiasa berusaha menghayati doa Rosario melalui peristiwa-peristiwa doa Rosario dan bersikap sebagai seorang Kristiani sejati. Semangat mahasiswa PAK adalah menghidupi setiap peristiwa-peristiwa dalam doa Rosario. Di dalamnya terdapat kisah

perjalanan hidup Yesus serta kehidupan Bunda Maria yang kerendahan hati, ketaatan dan kepasrahan kepada Allah, hidup doa yang konstan dan mantap, bermati raga-puasa, kemurnian hati, pengorbanan, dan kepercayaan penuh hanya kepada Allah.

1. Tema dan Tujuan

Tema umum yang diangkat dalam usulan program ini adalah “Menghayati peristiwa-peristiwa Rosario melalui doa Rosario”. Tujuannya adalah “membantu para mahasiswa PAK angkatan 2013 agar memahami, menghayati setiap peristiwa-peristiwa Rosario dan akhirnya mahasiswa mampu mewujud nyatakan peristiwa-peristiwa Rosario dalam kehidupan sehari-hari”. Tema dalam program ini dibagi dalam 2 kali pertemuan :

Tema 1 : Yesus memanggul salib-Nya ke gunung Kalvari

Tujuan : Agara mahasiswa PAK angkatan 2013 lebih menyadari tanggungnya jawabnya sebagai seorang calon katekis dalam memimpin doa Rosario

Tema 2 : Yesus di persembahkan dala Bait Allah

Tujuan : Agara mahasiswa PAK angkatan 2013 itu lebih percaya diri, semangat dalam memimpin doa Rosario serta menyadari karya Tuhan dalam diri kita.

Tema umum : Menghayati peristiwa-peristiwa Rosario melalui doa Rosario.

Tujuan umum : Membantu para mahasiswa PAK angkatan 2013 agar memahami, menghayati setiap peristiwa-peristiwa Rosario dan akhirnya mahasiswa mampu mewujud nyatakan peristiwa-peristiwa Rosario dalam kehidupan sehari-hari.

.

No Tema Tujuan Tema Metode Sarana

Sumber Bahan

Uraian Materi 1 Yesus memanggul

salib-Nya ke gunung Kalvari

Agara mahasiswa PAK angkatan 2013 lebih menyadari tanggungnya jawabnya sebagai seorang calon katekis dalam memimpin doa Rosario

Informasi Sharing Tanya jawab Refleksi pribadi LCD, laptop, teks lagu, teks Kitab Suci Kitab Suci Yohanes 19: 16b Madah Bakti Kitab Suci Yohanes 19: 16b

-No Tema Tujuan Tema Metode Sarana Bahan

Uraian Materi 2 Yesus di persembahkan

dala Bait Allah

Agar mahasiswa PAK angkatan 2013 itu lebih percaya diri, semangat dalam memimpi doa Rosario serta menyadari karya Tuhan dalam diri kita.

Informasi Sharing Tanya jawab Refleksi pribadi LCD, laptop, teks lagu, teks Kitab Suci Kitab Suci Lukas 2: 34-35 Madah Bakti - Kitab Suci Lukas 2: 34-35 Video “Tonny Mandes”

3. Contoh Satuan Pendamping Katekese Umat Model Shared Christian Praxis (SCP)

a. Identitas

1) Tema Pertemuan : Yesus di persembahkan dala Bait Allah

2) Tujuan : Agar mahasiswa PAK angkatan 2013 itu lebih percaya diri, semangat dalam memimpi doa Rosario serta

menyadari karya Tuhan dalam diri kita. 3) Peserta : Mahasiswa PAK

4) Tempat : Kampus PAK 5) Waktu : 60-90 menit

6) Metode : Informasi, Sharing, Tanya Jawab, Refleksi 7) Model : SCP (Shared Christian Praxis)

8) Sarana : LCD, laptop, teks lagu, teks Kitab Suci, Video Klip “Tonny Mendes”

9) Sumber bahan : Kitab Suci (Lukas 2: 34-35) dan

b. Pemikiran Dasar

Sebagai seorang mahasiswa calon katekis terkadang kita kurang menyadari akan karya dan campur tangan Tuhan di dalam hidup kita. Terlihat ketika kita diminta untuk memimpin sebuah doa, kita sering kali menolaknya karena malu, takut, dan bahkan menunjuk orang lain untuk menggantikan apa yang seharusnya menjadi tanggung jawab kita. Padahal sebagai seorang katekis kita memiliki kemampuan yang telah kita dapatkan selama perkuliahan. Tetapi karena tidak percaya diri itulah, yang menyebabkan kita melupakan kemampuan yang telah diberikan dengan cuma-cuma oleh Tuhan, melainkan menyimpan semua kemampuan kita sebagai alasan untuk menghindar dari tanggung jawab yang diberikan.

Dalam Injil Lukas 2:34-35 menggambarkan situasi dimana Bunda Maria dan Yusuf mempersembahkan Yesus dalam Bait Allah. Di dalam Bait Allah Yesus dipersembahkan kepada Simeon, dan pada saat itu Simeon berkata bahwa Yesus telah ditentukan untuk menjatuhkan dan membangkitkan banyak orang Israel serta kelak pedang akan menembus jiwamu sendiri. Kita diajak oleh Tuhan untuk bersedia mempersembahkan diri kita tanpa batas, apapun kesulitan yang kita alami, serta tidak khawatir dengan kemampuan yang kita miliki melainkan berani mempersembahkan apa yang telah menjadi tanggung jawab kita dan membagikannya kepada sesama sebagai karya keselamatan Allah yang di percayakan bagi kita.

Dari pertemuan ini, diharapkan kita bisa lebih bersemangat dan percaya diri dalam melaksanakan tugas yang diberikan kepada kita sebagai seorang calon

katekis. Berani mengembangkan kemampuan yang dimiliki tanpa harus merasa malu ataupun takut salah dengan apa yang kita lakukan, karena setiap orang diberikan kemampuan untuk berkarya. Begitu pula dalam memimpin doa Rosario kita bisa menjadi lebih percaya diri, berani mengadalkan Tuhan dalam setiap perjalan hidup kita dan yakin bahwa dengan apa yang kita perbuat semuanya semata karena rencana dari Tuhan.

c. Pengembangan Langkah-langkah 1) Pembukaan

a) Kata pengantar

Teman-teman yang terkasih dalam Yesus Kristus, pada kesempatan ini kali ini, kita berkumpul bersama-sama untuk membahas tentang bagaimana kita selama ini menerima tanggung jawab yang diberikan kepada kita. Kebanyakan di sekeliling kita atau bahkan mungkin teman-teman yang ada disini pun pernah diminta untuk memimpin doa Rosario baik itu di lingkungan maupun di kamus. Tetapi tidak jarang kita menolaknya dan mengatakan saya tidak bisa memimpin doa Rosario karena saya tidak hapal urutannya, bahkan ada yang menunjuk teman lain yang lebih bisa. Tetapi disini kita juga akan mendengarkan sabda tuhan, dimana Yesus dipersembahkan oleh orang tuanya dalam Bait Allah, orang tua Yesus tidak tahu apa yang akan terjadi kelak pada Putra-Nya. Tetapi mereka percaya bahwa Allah memiliki rencana dalam diri anak-Nya untuk menyelamatkan umat-Nya yaitu bangsa Israel. Dari semua ini Yesus mau mengajarkan kita agar kita mampu mempersembahkan semua kemampuan yang kita miliki pada penyelenggaraan Tuhan. Dengan terus berlatih untuk bisa tampil

menjadi orang yang penuh semangat dan percaya diri dalam melaksanakan setiap tanggung jawab yang dipercayakan kepada kita.

b) Lagu pembukaan : Hari Ini Kurasa Bahagia c) Doa pembukaan

Allah Bapa yang maha baik, kami bersyukur dan berterima kasih kepadaMu karena penyertaan-Mu kami semua dapat berkumpul di tempat ini untuk bersama-sama mendalami sabda-Mu. Berkatilah kami agar kami dapat membuka hati dan telinga kami untuk mendengarkan sabda-Mu. Kami seringkali mengeluh dan kurang percaya pada-Mu. Maka bukalah hati kami supaya kami mau meneladani sikap Putra-Mu yang tetap taat dan setia mendengarkan Sabda-Mu dalam mengembangkan diri kami menjadi pribadi yang mampu mengandalkan Engkau dalam setiap peristiwa hidup kami, agar kami semakin percaya diri dan semangat dalam mewartakan kasih-Mu bagi sesama kami. Bapa berkatilah kami hari ini, semoga apa yang kami lakukan dapat berjalan dengan lancar. Doa ini kami sampaikan kehadirat-Mu demi Yesus Kristus Tuhan dan Pengantara kami. Amin.

2) Langkah I: Mengungkapkan Pengalaman Hidup Peserta

a) Pendamping mengajak peserta untuk melihat video klip “Thoni Mandes” b) Pendamping memberikan waktu kepada umat untuk melihat sekali lagi video

yang telah diputarkan

c) Pendamping meminta untuk salah satu peserta untuk menceritakan kembali isi dari video tersebut.

d) Pendamping menyampaikan Intisari lagu: e) Pengungkapan Pengalaman :

Thony mandes adalah seorang yang cacat sejak lahir ia tidak memiliki tangan. Tetapi tuhan memberikan ia sebuah talenta bagi dirinya, yaitu bermain musik. Dengan segala keterbatasan yang ia miliki, ia berusaha untuk tetap percaya diri dan berlatih dengan menggunakan kakinya ia mampu memainkan gitar. Percaya diri serta semangat yang ia miliki mampu memberikan inspirasi bagi banyak orang yang berada disekelilingnya, membuat mereka selalu ceria dengan lagu-lagu yang dibawaknya. Senyum kebahagiaan selalu terpancar dari wajahnya, ia percaya bahwa Tuhan memberikan semuanya dengan kasih sehingga ia biasa hidup dan berjuang tanpa kedua tangan.

f) Peserta diajak untuk mengungkapkan pengalaman hidupnya dengan tuntunan beberapa pertanyaan :

1. Apa yang Thony Mandes berikan kepada banyak orang dalam video tersebut?

2. Ceritakan apa yang teman-teman persembahkan bagi kampus dan lingkungan dimana teman-teman berada ?

g) Arah Rangkuman

Teman-teman yang terkasih, kita sudah mendengarkan pendapat dari teman-teman kita yang telah disharingkan pengalamannya. Dari video tersebut jelas bahwa Thony Mandes seorang yang cacat dan tidak mempunyai tangan tetapi ia mempunyai kepercayaan diri dan tidak malu untuk

mengembangkan kemampuannya didepan banyak orang. Begitupun kita sebagai mahasiswa yang banyak mendapatkan banyak ilmu pengetahuan dari yang telah kita pelajari, setidaknya kita sudah memiliki bekal yang bisa kita persembahkan bagi banyak orang sesuai dengan kempuan yang kita miliki.

3) Langkah II: Mendalami pengalaman hidup peserta

a) Peserta diajak mereflleksikan sharing pengalaman hidup yang telah diungkapkan pada langkah I dengan panduan pertanyaan sebagai berikut:  Apa yang teman-teman lakukan ketika diminta untuk memimpin doa

Rosario?

b) Pendamping memberikan arah rangkuman singkat atas jawaban-jawaban peserta yang telah diungkapkan, misalnya sebagai berikut:

Teman-teman yang terkasih, kita telah mendengarkan jawaban dari teman-teman. Diantara kita terkadang ketika diminta untuk memimpin doa Rosario terdapat keraguan diri sehingga pada waktu memimpin doa Rosario kurang adanya rasa percaya diri.

4) Langkah III: Menggali pengalaman iman Kristiani

a) Salah satu peserta dimohon membacakan teks Kitab Suci yang diambil dari Lukas 2: 34-35

b) Peserta dibagi dalam beberapa kelompok kecil (dapat disesuaikan dengan keadaan) guna keefektifan sharing.

Kitab Suci dalam kelompok dengan bantuan beberapa pertanyaan, yaitu:  Ayat-ayat mana yang paling berkesan untuk anda?

 Apa yang hendak Yesus pesankan kepada kita? Mengapa?

d) Peserta diajak untuk sendiri-sendiri mencari dan menemukan pesan inti perikop sehubungan dengan jawaban atas pertanyaan di atas

e) Pendamping memberikan tafsiran dari Injil Lukas 2:34-35 dan menghubungkan dengan tanggapan peserta dalam hubungan dengan tema dan tujuan.

Pada perikop ini perikop ini pesan pada ayat 34 “Simeon memberkati mereka dan berkata kepada Maria : sesungguhnya anak ini ditentukan untuk menjatuhkan atau membangkitkan banyak orang di Israel dan untuk menjadi suatu tanda yang menimbulkan perbantahan”. Pada ayat ini Tuhan memberikan sebuah tanda. Tanda bukanlah suatu hadiah penyelamatan yang diterima secara fisik, melainkan sesuatu yang harus ditanggapi dengan percaya, karena Allah mau menyelamatkan umat-Nya bukan untuk disembah. Sedangkan perbantahan dapat diungkapkan dengan kata “kontradiksi’’, dua sikap yang saling berlawanan, sikap anti akan menghasilkan kejatuhan manusia, sedangkan sikap pro akan menghasilkan kekuatan baru dan damai. Pada ayat ini mau mengatakan kepada kita bahwa kita adalah suatu tanda yang menjadi perpanjangan tangan Tuhan dan kita harus menanggapi dengan penuh kepercayaan kepada Allah dengan begitu kita akan mendapatkan kekuatan baru.

Pada ayat 35 “dikatakan bahwa dan suatu pedang akan menembus jiwamu sendiri, supaya menjadi nyata pikiran hati banyak orang”. Pada ayat ini pedang diartikan sebagai perpecahan bangsa Israel dalam menghadapi Yesus. Dan Maria akan kena akibatnya, sebab ia bersatu dengan putra-Nya. Ia menderita, sebab menyaksikan perpecahan Israel iman Maria bukan tanpa perjuangan. Pada ayat ini mau mengatakan kepada kita bahwa seberapa besar apapun tantangan yang kita hadapi, kita harus melaluinya dengan terus berjuang tanpa batas sehingga perjuanganan kita tidak akan sia-sia melaikan mebuahkan hasil yang maksimal.

5) Langkah IV: Menemukan Kesadaran Sikap Baru yang mau dijalankan

a) Pendamping memulai langkah ini dengan mengajak peserta menerapkan pesan inti Kitab Suci dalam pengalaman, kebutuhan, dan situasi hidup sesuai dengan tema dan tujuan pertemuan, misalnya sebagai berikut:

Teman-teman yang terkasih, kita sebagai calon katekis tentu memiliki semangat yang terdapat di dalam diri kita. Sebagai seorang mahasiwa calon katekis kita secara tidak langsung mendapat banyak bekal dari proses perkuliahan yang bisa kita terapkan dalam menanggapi kegiatan yang akan kita lakukan baik itu di lingkugan masyarakat maupun di lingkuan kampus.

Dengan bekal yang sudah ada seorang calon katekis tentu mampu mempersembahakan apa yang mereka miliki kepada sesama baik itu dalam memimpin ibadat, doa Rosario. Tentu semua itu membutuhkan proses dan latihan secara terus-menerus dan tidak langsung jadi, membangun semangat

dan percaya diri dalam mempersembahkan apa yang menjadi tanggung jawab sebagai seorang katekis.

Sebagai pemula dalam memimpin doa Rosario tentu kita akan merasa takut salah dan grogi tetapi semua itu harus terus kita lakukan sehingga kita menjadi terbiasa dengan tugas yang diberikan kepada kita. Dengan begitu kita tidak lagi menghindar atau melamparkan tanggung jawab kita kepada orang lain agar kita mendapat ketenagan atau kenyamanan karena tidak memimpin doa Rosario.

b) Sebagai bahan refleksi untuk semakin menyadari sikap kita dalam usaha kita untuk mendengarkan sabda Yesus dalam mempersembahkan diri kita kepada Tuhan dan dalam suasana yang hening peserta diajak merenungkan hasil renungan langkah I-III dengan panduan pertanyaan berikut:

 Dalam menjalanin hidup kita yang penuh tantangan terutama di kampus, persembahan apa yang patut kita hidupi dan kita wujudkan supaya dapat menjadi pewarta yang bersemangat dan memiliki percaya diri yang tinggi dalam pelayanan?

c) Peserta diberi kesemptan merenungkan pertanyaan tersebut dengan diiringi musik instrumental dari laptop. Setelah itu peserta diberi kesempatan mengungkapkan hasil renungan pribadi. Pada langkah ke IV, pendamping dapat memberikan arahan rangkuman singkat sesuai dengan hasil-hasil renungan pribadi peserta, misalnya:

Teman-teman yang terkasih, tadi kita sudah bersama-sama mendengarkan jawaban apa saja sikap yang akan kita ambil dan lakukan

dalam mempersembahkan diri kita kepada Tuhan. Dengan kita selalu berdoa kepada Tuhan serta meminta kekuatan ketika sedang dihadapkan pada suatu tantangan dan semua itu perlu proses agar bisa mengatasi setiap pergulatan hidup kita dalam mewartakan karya keselamatan. Teman-teman juga diharapkan dapat mewujudkan sikap yang sudah teman-teman katakan tadi. Saat tanggungjawab diberikan kepada kita semoga kita langsung dapat mengambil sikap seperti yang telah teman-teman katakana tadi. Dengan kita bersabar, berdoa meminta kekuatan dan jalan keluar pada Tuhan, agar pewartaan kita semakin berisi dan bermanfaat bagi banyak orang yang ini berdoa bersama dengan perantaraan Bunda Maria dalam doa Rosario.

6) Langkah V: Mengambil Keputusan Aksi Konkret a) Pengantar

Teman-teman yang terkasih dalam Yesus Kristus, kita telah bersama-sama mendengar, bersharing, serta menggali pengalaman-pengalaman kita mulai dari kita menonton video yang mengisahkan tentang seorang tony mandes yang cacat namun mampu memainkan sebuah gitar dengan menggunakan kakinya dan mampu menginspirasi banyak orang. Kemudian kita juga sudah mendengarkan sabda Tuhan yang mengatakan kepada kita untuk dapat mempersembahkan diri serta kemampuan kita kepada Tuhan dalam sebuah pelayanan kita kepada sesama. Kita tidak perlu merasa minder dan tidak percaya diri akan kemampuan yang kita miliki, karena Tuhan pasti punya jalan untuk mengatasi segala kekuwatiran yang kita hadapi dalam menanggapi tanggung jawab yang nantinya dipercayakan

kepada kita.

Tak lupa tadi teman-teman juga sudah mengungkapkan persembahan-persembahan apa saja yang teman-teman hidupi dan lakukan bagi kampus dan lingkungan di mana teman-teman berada. Sekarang marilah kita ungkapkan niat apa saja yang akan kita lakukan untuk mempertanggung jawabkan persembahan yang akan kita lakukan serta menghadapinya di kemudian hari.

b) Peserta diajak untuk merefleksikan dan memikirkan niat-niat apa saja yang hendak dilakukan lewat pertanyaan sebagai berikut:

 Niat apa yang hendak kita lakukan sebagai mahasiswa PAK, khususnya dalam memimpin doa Rosario ?

c) Setelah mempuyai jawaban masing-masing, niat-niat pribadi yang sudah ada diungkapkan oleh masing-masing peserta.

d) Setelah peserta menyampaikan niat-niatnya tersebut, pendamping mengajak peserta untuk mendiskusikan bersama agar mereka dapat segera mewujudkan niat-niatnya dan memperbaharui sikap dalam menghadapi atau menjalani hidup selama berkuliah di PAK.

7) Penutup

a) Setelah selesai merumuskan niat pribadi dan bersama, pendamping mengajak peserta untuk membawa segala permohonan peserta ke dalam doa umat b) Kemudian pendamping mengakhiri doa umat tersebut dengan doa Bapa Kami

secara bersama. Lalu ditutup dengan doa penutup yang dihubungkan dengan tema dan tujuan pertemuan.

Dokumen terkait