BAB V. PENUTUP
B. Saran
Berdasarkan beberapa kesimpulan di atas, penulis memberikan beberapa saran sebagai hasil refleksi selama ini dan diharapkan dapat berguna bagi pihak-pihak yang terkait terkhusus untuk para mahasiswa PAK Universitas Sanata Dharma. Pihak kampus harus menindaklanjuti program yang telah penulis usulkan yaitu katekese model Shared Christian Praxis (SCP). Model Shared Christian Praxis (SCP) dapat memotivasi semangat mahasiswa PAK, agar semakin setia dan kuat dalam menghadapi setiap permasalahan yang dihadapi terutama selama masa perkuliahan. Sehingga, perlu adanya kerjasama antara pembimbing dengan peserta supaya tercipta komunikasi dengan baik demi memperlancar suasana.
Bagi mahasiswa PAK dibantu untuk mampu meneladani sikap teladan Bunda Maria yang tiada henti-hentinya, mau belajar dari teman-temannya, dan mengikuti pendalaman iman atau kegiatan rohani yang berkaitan dengan Bunda Maria baik di kampus maupun gereja.
Bagi para pengurus HIMKA untuk membuat jadwal kegiatan doa Rosario dengan berbagai variasi agar mahasiswa PAK sendiri tidak mudah bosen. Selain itu bagi para pemimpin pendalaman iman diharapkan mampu menyiapkan pendalaman iman bagi para mahasiswa PAK yang menarik, sederhana dan
terkesan, sehingga mencapai sasaran demi meningkatkan kekuatan mahasiswa PAK lewat teladan Bunda Maria.
Bagi para dosen PAK diharapkan untuk terlibat dalam kegiatan doa Rosario bersama mahasiswa yang diadakan di kampus.
DAFTAR PUSTAKA
Asossiasi Teologi Indonesia (2002). Dinamika Hidup Beriman. Yogyakarta: Kanisius.
Bapa Suci Yohanes Paulus II, Paus (2011). Rosarium Virginis Mariae (Rosario Perawan Maria). (Ernes Mariyanto, penerjemah). Jakarta: Departemen dokumentasi dan penerangan Konferensi Waligereja Indonesia.
---, Paus (2008). Marialis Cultus. (R.P Piet Go, O.Carm, penerjemah). Jakarta: Departemen dokumentasi dan penerangan Konferensi Waligereja Indonesia.
Daia, Willem Pr (2000). Rosario Sejarah dan Materi Kuasanya. Yogyakarta: Yayasan Pustaka Nusantara.
Darminta, J (1995). Mistik, Devosi, dan Hidup Rohani : seri Spiritualitas Kristen. Yogyakarta : Kanisisus.
Darminta, J. (2001). Dinamika Dasar Hidup Rohani. Pengantar Kerohanian dan Kebatinan Kristiani. Pusat Spiritualita Girisonta (Diktat Kuliah).
Eddy Kristiyanto, A, OFM (1987). Maria dalam Gereja. Yogyakarta: Kanisius Groenen.C. (1988). Mariologi Teologi dan Devosi. Yogyakarta: Kanisius
Hardjana, A.M. (1993). Penghayatan Agama: yang otentik dan tidak otentik. Yogyakarta: Kanisius.
J.G.S.S Thomson. Ensiklopedia Aklkitab Masa Kini jilid I A-L 1992.
KWI. (1996). Iman Katolik. Buku Informasi dan Referensi. Yogyakarta: Kanisius. Labu Norbert, Pr (2011). Maria Penuh Rahmat, Renungan Ibadat Rosario Suci,
Yogyakarta: LiPuGra.
Madore Georges, SMM (2002). Doa Rosario: Menatap untuk menjadi Serupa. Jakarta. Obor
Moleong (1991). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Penerbit PT. Remaja Rosdakarya.
____________. (2007). Dasar Penelitian Kualitatif. Perbedaan Antara Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif, (Seri Pastoral no 393), Yogyakarta: Puspas. Rex Pai, A, SJ (2003). Harta Karun Dalam Doa. Yogyakarta: Kanisius
Riduwan, Dr. MBA. 2011. Belajar Mudah Penelitian untuk Guru-Karyawan dan Peneliti Pemula. Bandung: Alfabeta.
Staaf Dosen (2010). Panduan Program Studi IPPAK. Yogyakarta
Sumarno Ds, M, Drs., MA., SJ. (2014). “Program Pengalaman Lapangan Pendidikan Agama Katolik Paroki”. Diktat Mata Kuliah PPL PAK Paroki bagi semester VI, Program Studi Ilmu Pendidikan Kekhususan Pendidikan Agama Katolik Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.
Xavier Leon – Dufour (1990). Ensiklopedi Perjanjian Baru, Yogyakarta: Kanisius.
(2) Lampiran no.2
Pengantar
Salam damai Kristus,
Teman-teman mahasiswa IPPAK yang terkasih dalam Kristus, pada kesempatan ini perkenankanlah saya memohon kesediaan anda untuk mengisi kuesioner ini. Jawablah pertanyaan di bawah ini berdasarkan pengalaman anda. Keterbukaan dan kejujuran anda sangat penting dan sungguh diharapkan dan dijamin kerahasiaan kuesioner ini.
Atas kerjasama anda, saya ucapkan terimakasih. Tuhan memberkati.
Petunjuk pengisian kuesioner:
1. Bacalah secara cermat dan teliti sebelum mengerjakan soal-soal di bawah ini.
2. Untuk nomor 1-18 silakan pilih salah satu jawaban yang sesuai dengan keadaan dan apa yang anda alami dengan memberi tanda silang ( X ) pada jawaban tersebut.
Contoh:
2. Jenis kelamin anda? a. Laki-laki b. Perempuan
3. Untuk nomor 19 dan 20, anda dapat memilih lebih dari satu jawaban ( bisa 2, 3, atau semuanya ). Dan seandainya jawaban yang anda inginkan tidak terdapat dalam alternatif jawaban yang telah tersedia, silahkan anda mengisi sendiri pada alternatif jawaban yang ada titik-titiknya.
Contoh:
3. Selain berdoa Rosario, kegiatan dalam bentuk apa yang dapat meningkatkan penghayatan iman seturut teladan iman Bunda Maria?
a. Ziarah ke Goa Maria b. Novena
c. Angelus
d. ... (jawaban ditulis di sini)
(3)
INSTRUMEN PENELITIAN
DOA ROSARIO SEBAGAI SARANA PENGHAYATAN IMAN BUNDA MARIA
BAGI MAHASISWA PROGRAM STUDI ILMU PENDIDIKAN KEKHUSUSAN PENDIDIKAN AGAMA KATOLIK UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA
Identitas Responden 1. Jenis Kelamin a. Laki-laki b. Perempuan 2. Usia sekarang a. Di bawah 25 tahun b. Di atas 25 tahun
Tingkat Pemahaman Akan doa Rosario
3. Doa Rosario adalah sebuah sarana doa yang sederhana dan sangat mendalam yang bercorak devosi Maria tetapi pada intinya mengarah pada Kristus. a. Sangat setuju
b. Setuju
c. Kurang setuju d. Tidak setuju
4. Tujuan doa Rosario adalah menimba inspirasi untuk hidup, iman makin kuat, iman makin terwujud dalam perbuatan dan hidup makin terfokus pada Tuhan. a. Sangat setuju
b. Setuju
c. Kurang setuju d. Tidak setuju
(4)
5. Corak doa Rosario meliputi doa renungan, kisah-kisah dari injil dan doa Kristologis.
a. Sangat setuju b. Setuju
c. Kurang setuju d. Tidak setuju
6. Dalam doa Rosario memuat unsur-unsur : doa-doanya, peristiwa-peristiwanya dan cara berdoa Rosario.
a. Sangat setuju b. Setuju
c. Kurang setuju d. Tidak setuju
Tingkat penghayatan iman seturut teladan iman Bunda Maria
7. Penghayatan iman seturut teladan iman Bunda Maria berarti kesetiaan meneladani sikap dan tindakan Bunda Maria setiap hari.
a. Sangat setuju b. Setuju
c. Kurang setuju d. Tidak setuju
8. Dengan menghayati secara sungguh-sungguh iman seturut teladan iman Bunda Maria mampu menjadikan hidup kita semakin terarah pada Yesus. a. Sangat setuju
b. Setuju
c. Kurang setuju d. Tidak setuju
(5)
Pelaksanaan penghayatan iman seturut teladan iman Bunda Maria
9. Apakah anda terlibat dalam kegiatan doa Rosario yang diadakan di kampus? a. Selalu terlibat
b. Kadang-kadang terlibat c. Tidak pernah terlibat
10. Apakah anda mempraktekkan sikap dan tindakan kesetiaan Bunda Maria dalam menghadapi persoalan-persoalan perkuliahan?
a. Selalu
b. Kadang-kadang c. Tidak selalu
11. Apakah anda setuju bahwa doa Rosario sangat berpengaruh dalam hidup anda?
a. Sangat setuju b. Setuju
c. Kurang setuju d. Tidak setuju
12. Apakah anda setuju bahwa dengan berdoa Rosario dapat membantu penghayatan iman?
a. Sangat setuju b. Setuju
c. Kurang setuju d. Tidak setuju
13. Saya meneladan Bunda Maria dengan menyimpan dan merenungkan dalam hati, masalah yang terjadi di dalam masa perkuliahan saya.
a. Sangat setuju b. Setuju
c. Kurang setuju d. Tidak setuju
(6)
Faktor pendukung dan penghambat penghayatan iman seturut teladan iman Bunda Maria.
14. Niat, semangat, dan pemahaman akan doa Rosario dapat mendukung penghayatan iman seturut teladan iman Bunda Maria.
a. Sangat setuju b. Setuju
c. Kurang setuju d. Tidak setuju
15. Tempat yang cocok dan suasana yang tenang dapat mendukung penghayatan iman seturut teladan iman Bunda Maria.
a. Sangat setuju b. Setuju
c. Kurang setuju d. Tidak setuju
16. Jadwal pelaksanaan doa Rosario dan variasi dalam berdoa Rosario dapat mendukung penghayatan iman seturut teladan iman Bunda Maria.
a. Sangat setuju b. Setuju
c. Kurang setuju d. Tidak setuju
17. Rendahnya minat ingin berdoa Rosario dapat menjadi penghambat. a. Sangat setuju
b. Setuju
c. Kurang setuju d. Tidak setuju
18. Kesibuk kegiatan perkuliahan dan permasalahan dengan orang lain dapat menghambat pemahaman iman seturut teladan iman Bunda Maria.
a. Sangat setuju b. Setuju
c. Kurang setuju d. Tidak setuju
(7)
Harapan mahasiswa IPPAK untuk meningkatkan penghayatan iman seturut teladan iman Bunda Maria.
19. Selain berdoa Rosario, kegiatan dalam bentuk apa yang dapat meningkatkan penghayatan iman seturut teladan iman Bunda Maria?
a. Ziarah ke Goa Maria b. Novena
c. Angelus
d. ...
20. Apa harapan anda agar dapat meningkatkan penghayatan iman seturut teladan iman Bunda Maria?
a. Pelaksanaan doa Rosario tidak hanya pada bulan Mei dan Oktober saja. b. Adanya variasi dalam berdoa Rosario seperti adanya bacaan Kitab Suci
serta renungan
c. Adanya kesungguhan hati para mahasiswa IPPAK dalam berdoa Rosario d. ...
(8) Lampiran no.3
HARI INI KU RASA BAHAGIA
Hari ini kurasa bahagia berkumpul bersama saudara seiman Tuhan Yesus tlah satukan kita
Tanpa memandang diantara kita
Bergandengan tangan dalam kasih dalam satu hati Berjalan dalam terang kasih Tuhan
Kau sahabatku, kau saudaraku
Tiada yang dapat memisahkan kita 2x
DALAM YESUS KITA BERSAUDARA
(Kalimat “kita bersaudara” boleh diganti dengan kata “ada cinta kasih, saling melayani”)
Dalam Yesus kita bersaudara Dalam Yesus kita bersaudara Dalam Yesus kita bersaudara Sekarang dan selamanya Dalam Yesus kita bersaudara