• Tidak ada hasil yang ditemukan

KESIMPULAN DAN SARAN

Dalam dokumen Bab 1 Sampai 5 Desiminasi Akhir (Halaman 104-110)

5.1 Kesimpulan

5.1.1 M1 (Man)

Ruangan Dahlia (Paru) merupakan ruangan perawatan khusus saluran pernafasan baik penyakit menular maupun tidak menular dengan kapasitas tempat tidur 25 tempat tidur dengan tenaga keperawatan berjumlah 13 perawat dan jumlah tenaga keseluruhan berjumlah 15 orang perawat termasuk kepala ruangan dan supervisor.

5.1.2 M2 (Money)

Setelah dilakukan manajemen keperawatan di ruang Dahlia Paru, didapatkan bahwa telah dijalankannya Rencana Belanja Anggaran setahun sebelum tahun anggaran dilaksanakan. Juga telah diadakannya biaya untuk dana emergency/dana tidak terduga untuk kejadian yang mendadak. Sehingga untuk permintaan sarana dan prasarana yang telah dianggarkan bisa didapatkan lebih cepat daripada sarana dan prasarana yang sebelumnya tidak dianggarkan.

5.1.3 M3 (Material)

Setelah dilakukannya observasi oleh mahasiswa manajemen kelompok 1 STIKES Muhammadiyah Banjarmasin program profesi ners A di Ruang Dahlia (Paru), didapatkan semua sarana dan prasarana untuk melakukan tindakan keperawatan sudah mencukupi, serta untuk SOP di ruangan sudah dilengkapi oleh mahasiswa stage manajemen kelompok 1 STIKES Muhammadiyah Banjarmasin program profesi ners A.

105 5.1.4 M4 (Metode)

5.1.4.1 Penerimaan Pasien Baru

Setelah dilaksanakan manajemen keperawatan di ruang dahlia (paru) BLUD RSUD Ulin Banjarmasin yang pengorganisasian dimulai dari tanggal 08 Oktober 2014 s.d 22 Oktober 2014 oleh mahasiswa stage manajemen kelompok 1 STIKES Muhammadiyah Banjarmasin program profesi ners A di Ruang Dahlia (Paru) sebanyak 32 pasien perawat menerima pasien baru sesuai dengan acuan SOP.

5.1.4.2 Timbang Terima

Pelaksanaan timbang terima pasien dilakukan pada tanggal 08 Oktober 2014 s.d 22 Oktober 2014 dengan pengawasan CI maupun pengawasan kepala ruangan, kegiatan timbang terima dilakukan di nurse station dan juga dilanjutkan memvalidas data ke kamar pasien.

5.1.4.3 Ronde Keperawatan

Pelaksanaan ronde keperawatan dilakukan pada Jum’at, 24 Oktober 2014 pukul 10.00 WITA, pada pasien Ny. Y yang berada diruangan paru yaitu pada pasien kamar VI bed 1 dengan diagnosa medis Efusi Pleura + Susp CA Paru yang dihadiri oleh kepala bidang keperawatan, kepala ruangan, pembimbing akademik, konselor gizi.

5.1.4.4 Sentralisasi Obat

Kegiatan sentralisasi obat sudah berjalan dengan baik dan dilakukan pendokumentasian seperti buku persetujuan untuk dilakukan serah terima obat.

5.1.4.5 Discarge Planning

Kegiatan Discarge Planning dilaksanakan mulai tanggal 08 Oktober 2014 s.d 22 Oktober 2014 yaitu dilaksanakan pada

106 pasien di Kamar I dan Kamar II dengan rencana pulang di dapatkan sebanyak 4 pasien dengan diagnosa medis yang berbeda dan menyediakan 10 leaflet (TB Paru, Ca Paru, Efusi Pleura, RLTI, Sepsis, HF, Pneumonia, Asma Bronkhiale, PPOK, dan SOPT).

5.1.4.6 Dokumentasi

Kegiatan pendokumentasian asuhan keperawatan dengan SOAPIER dilaksanakan mulai tanggal 08 Oktober 2014 s.d 22 Oktober 2014 dan Pendokumentasian asuhan keperawatan sudah dilengkapi dengan tanda tangan penanggung jawab setiap shift dinas.

5.1.5 M5 (Market) 5.1.5.1 Instrumen A

Terjadi peningkatan nilai rata-rata penerapan asuhan keperawatan di Ruang Dahlia RSUD Ulin Banjarmasin, dimana sebelum dilakukan manajemen penerapan SAK nilai rata-rata keseluruhan dari beberapa aspek adalah 73,4% dan setelah dilakukan manajemen penerapan SAK nilai persentase keseluruhannya menjadi 88%.

5.1.5.2 Intrumen B (Kepuasan Pasien)

Kesimpulan dari instrumen B dimana hasil kuesioner kepuasan pasien sebelum dilakukan intervensi didapatkan 72,5% pasien / keluarga pasien menyatakan mutu pelayanan di Ruang Dahlia (Paru) sudah baik, tetapi masih ada beberapa item yang masih kurang, sedangkan hasil kepuasan pasien sesudah dilakukan intervensi meningkat menjadi 79,5% pasien / keluarga menyatakan mutu pelayanan sudah baik.

107

5.2 Saran

5.2.1 Bagi rumah sakit

Diharapkan kepada pihak rumah sakit dapat melakukan pengembangan staf secara berkala dan bertahap baik secara formal maupun informal, dalam bentuk dukungan moral maupun material untuk mengikuti pendididkan ataupun pelatihan, terutama peningkatan jenjang pendidikan dan peningkatan fasilitas safety pasien untuk ruang Dahlia (Paru) misalnya tempat tidur yang dilengkapi dengan pagar pembatas, regulator oksigen mengingat ruang Dahlia (Paru) merupakan ruang dengan masalah kegawatan nafas dan penyediaam leaflet discharge planning dari 10 kasus terbanyak di ruang dahlia (paru).

5.2.2 Ruangan paru

Setalah diadakan stage manajemen diharapkan kepada kepala ruangan untuk memberikan motivasi kepada stafnya untuk melaksanakan serah terima sesuai dengan prosedur. Hendaknya ronde keperawatan di adakan minimal tiap bulan sekali. Aspek legalitas diharapkan ada dalam sentralisasi obat yaitu berupa informed consent persetujuan sentralisasi obat dan lembar serah terima obat dari keluarga pasien kepada perawat serta sentralisasi obat tidak hanya obat injeksi tapi juga obat oral untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, dan dalam proses pendokumentasian keperawatan agar lebih diperhatikan dan tidak disepelekan.

5.2.3 Bagi perawat Ruangan paru

Setelah dilakukan manajemen keperawatan dengan berkolaborasi dengan mahasiswa STIKES Muhammadiyah Banjarmasin, Ners Sari Mulia, Akademi Pandan Harum diharapkan untuk dapat lebih meningkatkan mutu dan usaha dalam pemberian pelayanan asuhan keperawatan yang profesional dan komprehensif sehingga dapat memberikan kepuasan pada pasien dan keluarganya. Serta pemberian pelayanan terhadap bio-psiko-sosio-spritual dan kultural pasien dapat terpenuhi secara baik.

108 Dalam pelaksanaan timbang terima pasien para perawat diruangan dapat melaksanaan secara rutin dan dapat hadir sebelum jam pergantian shift berakhir. Untuk masalah yang dibahas dalam timbang terima sebaik lebih fokus pada masalah keperawatan pasien dan rencana tindakan yang dilakukan pada hari itu. Perawat di ruang perawatan paru juga perlu lebih sering diberikan sosialisasi dalam ronde keperawatan pada pasien dengan kasus-kasus yag kronis dan masalah komplikasi yang rumit minimal satu bulan sekali sehingga dapat meningkatkan dan mengembangkan pengalaman serta pengetahuan perawat terhadap asuhan keperawatan yang komprehensif.

5.2.4 Bagi institusi pendidikan

Diharapkan institusi pendidikan agar membekali ilmu manajemen keperawatan lebih banyak lagi dan juga memberikan waktu yang lebih bagi mahasiswa dalam melaksanakan tugas praktik dilahan praktik guna kelak dapat memberikan bekal bagi mahasiswa sebelum terjun ke dunia kerja.

5.2.5 Bagi Mahasiswa stage manajemen keperawatan selanjutnya

Dengan dilaksanakannya stage manajemen keperawatan diruang perawatan paru diharapkan mahasiswa keperawatan pada stage manajemen keperawatan selanjutnya dapat meningkatkan pelayanan keperawatan yang lebih komprehensif dan memberikan saran atau metode baru dalam pengorganisasian rencana kegiatan SP2KP dengan pengaturan rencana kegiatan, sistem ketenagaan, sistem pemberian asuhan keperawatan, supervisi keperawatan, ronde keperawatan, dan timbang terima diruang perawatan paru dengan lebih baik dan terorganisir secara rapi dari yang sudah kami laksanakan sehingga dapat tercipta manajemen keperawatan yang dapat memuaskan pasien dalam pemberian pelayanan keperawatan.

109 DAFTAR PUSTAKA

Asmuji. 2012. Manajemen Keperawatan (Konsep dan Aplikasi). Jakarta : Ar – Ruzz Media.

Departemen Kesehatan Republik Indonesia. 2003. Pedoman Instrumen Akreditasi

Rumah Sakit. Jakarta : Direktorat Jenderal Pelayanan Medik Depkes RI.

Gillies, DA. 1989. Nursing Management System Approach. W.B Sanders, Phidelphia.

Instalasi Rawat Inap. 2012. Data Performance Ruan Rawat Inap. Rumah Sakit Ulin Banjarmasin.

Nanda Nic-Noc, 2013. Aplikasi Asuhan Keperawatan Berdasarkan Diagnosa

Medis. Yogyakarta : Media Action.

Nursalam, 2013. Manajemen Keperawatan : Aplikasi Dalam Praktik

Keperawatan Profesional. Edisi 3. Jakarta : Salemba Medika.

Rosyidi, Kholid, 2013. Manajemen Kepemimpinan Dalam Keperawatan. Jakarta: Trans Info Media.

Sitorus, Ratna. 2006. Model Praktik Keperawatan Profesional di Rumah Sakit. Jakarta : EGC.

Winarti, Arini Sri, 2012. Panduan Praktik Manajemen Keperawatan. Yogyakarta: Fitramaya.

Dalam dokumen Bab 1 Sampai 5 Desiminasi Akhir (Halaman 104-110)

Dokumen terkait