• Tidak ada hasil yang ditemukan

PELAKSANAAN DAN EVALUASI

Dalam dokumen Bab 1 Sampai 5 Desiminasi Akhir (Halaman 83-104)

4.1 Pelaksanaan

Pada bab ini kami uraikan tentang aplikasi model praktik keperawatan profesional dalam manajemen keperawatan di ruang Dahlia (paru) BLUD RSUD Ulin Banjarmasin. Role play manajemen keperawatan dilaksanakan pada tanggal 8 oktober s.d 23 oktober 2014 di ruang Dahlia (paru) BLUD RSUD Ulin Banjarmasin meliputi pelaksanaan SP2KP dengan melakukan pendokumentasian proses keperawatan, penerimaan pasien baru, sentralisasi obat, timbang terima, ronde keperawatan dan discharge planning.

4.1.1 M1 (Man)

Mahasiswa stage manajemen keperawatan kelompok 1 berjumlah 15 orang, yang di bagi dalam 3 shift dinas, yaitu dinas pagi, sore dan malam.selain itu di tambah juga dengan mahasiswa lain yang berpraktik di ruang Dahlia yaitu mahasiswa S1 NERS STIKES Sari Mulia, mahasiswa DIII keperawatan STIKES Muhammadiyah Banjarmasin , mahasiswa DIII keperawatan Pandan Harum.

Dukungan yang diberikan oleh kepala ruangan, supervisor, dan petugas kesehatan di ruangan dahlia (paru) yang membantu dan membimbing selama pelaksanaan stage manajemen keperawatan dalam melaksanakan asuhan keperawatan kepada pasien di ruang Dahlia (paru).

Kendala yang dihadapi adalah keterbatasan pengetahuan mahasiswa stage manajemen tentang peran dan fungsinya dalam pelaksanaan role play SP2KP dan adanya sebagian mahasiswa diluar stage manajemen keperawatan yang belum memahami peran dan fungsi sebagai perawat assosiatif/ perawat pelaksana.

4.1.1.1 Permasalahan

Dari data yang didapatkan pada ketenagaan mendapatkan masalah yaitu:

84 a. Kurang tegasnya perawat terhadap pengunjung yang membawa anak-anak (< 12 tahun) ke dalam ruang perawatan pasien.

b. Pemenuhan kebutuhan dasar yang masih kurang optimal pada pasien.

4.1.1.2 Pelaksanaan Kegiatan

Pelaksanaan kegiatan yang telah dilakukan oleh kelompok 1 stage manajemen adalah:

a. Membuat poster tentang larangan keluarga pasien duduk/ istirahat di bed kosong .

b. Membuat poster tentang larangan anak-anak dibawah usia 12 tahun masuk ke dalam ruangan Dahlia (Paru).

c. Bekerjasama dengan perawat ruangan dan juga mahasiswa praktik untuk menegur/melarang pengunjunng / keluarga pasien yang membawa anak-anak ke ruang perawatan. d. Membuat poster tentang pemenuhan kebutuhan dasar pasien

(personal Hygene).

e. Bekerjasama dengan perawat ruangan dan juga mahasiswa praktik untuk saling mengingatkan agar selalu memenuhi kebutuhan dasar pasien baik sekedar menanyakan pasien apakah hari ini sudah makan dan mengingatkan pasien/keluarga untuk melakukan personal hygene pada pasien di Ruang Dahlia (Paru).

4.1.1.3 Evaluasi Hasil Keperawatan

Terpasang poster larangan anak yang berusia kurang dari 12 tahun masuk ke kamar perawatan dan juga terpasang poster tentang pemenuhan kebutuhan dasar pasien (personal Hygene) yaitu peringatan jagalah kebersihan diri anda dan gosok gigi 3 kali sehari.

85 4.1.1.4 Dukungan dan Hambatan

a. Dukungan

Kegiatan ini mendapat dukungan dari perawat ruangan maupun mahasiswa yang praktik di ruang Dahlia (Paru). b. Hambatan

Ada sebagian keluarga pasien yang belum mematuhi aturan / tata tertib ruagan dengan membawa anak-anak masuk ke dalam rungan pasien dengan alasan tidak ada keluarga yang menunggu anaknya di rumah.

4.1.2 M2 (Money)

4.1.2.1 Permasalahan

Panjangnya birokrasi untuk permintaan sarana dan prasarana 4.1.2.2 Pelaksanaan Kegiatan

a. Mengadakan RBA terjadwal setahun sebelum tahun anggaran, merinci sarana dan prasarana yang ingin/dibeli sesuai keperluan.

b. Menyiapkan dan menyediakan dana untuk kasus emergency/dana tidak terduga.

4.1.2.3 Evaluasi

Sudah terperincinya daftar sarana dan prasarana yang akan dibeli sesuai kebutuhan untuk satu tahun yang akan datang 4.1.2.4 Dukungan dan Hambatan

a. Dukungan

Kegiatan ini mendapat dukungan pendanaan dari BLUD, APBN dan APBD

b. Hambatan

Kegiatan ini dilakukan di ruangan sehingga mahasiswa hanya mengobservasi

86 4.1.3 M 3 (Material)

Pelaksanaan dari perencanaan untuk memperbaiki sarana dan prasarana di lakukan mulai tanggal 08 Oktober 2014, yang meliputi :  Memasang poster-poster di kamar- kamar pasien tentang menjaga

kebersihan, mencuci tangan, tata tertib, himbauan untuk tidak membawa anak kecil, anjuran untuk memakai masker, menempel tabel identitas pasien di dekat bed pasien.

 Mensosialisasikan penggunaan perlak didalam melakukan tindakan kepada perawat ruangan dan juga mahasiswa yang praktik.

 Memasang lembar observasi jumlah oksigen yang diberikan kepada pasien.

 Melakukan kegiatan kerja bakti membersihkan ruangan bekerjasama dengan perawat ruangan, mahasiswa stase manajemen, mahsiswa lain yang praktik di ruang Dahlia (Paru).  Membersihan alat nebulizer.

 Membersihkan kamar-kamar ruagan pasien dan melakukan cek ulang terhadap fasilitas yang ada pada ruangan tersebut.

4.1.2.1 Permasalahan

a. Belum adanya tanda dengan tulisan pada tabung oksigen tentang jumlah oksigen yang diberikan.

b. Belum adanya pemberitahuan cara mencuci tangan dengan menggunakan air dan sabun.

c. Belum tersedianya kikir / gargaji ampul untuk membuka obat injeksi

4.1.2.2 Pelaksanaan Kegiatan

a. Menempel pemberitahuan cara mencuci tangan dengan menggunakan cairan cuci tangan ataupun menggunkan air di dekat wastafel.

b. Bekerja sama dengan kepala ruangan, perawat ruang dahlia dan juga mahasiswa praktik unntuk mensosialisasikan

87 mencuci tangan sebelum dan sesudah melakukan tindakan keperawatan.

c. Mensosialisasikan penggunaan perlak didalam melakukan tindakan kepada perawat ruangan dan juga mahasiswa yang praktik.

d. Mensosialisasikan penggunaan perlak di dalam melakukan tindakan kepada perawat ruangan dan juga mahasiswa praktik.

e. Bekerjasama dengan perawat ruangan, mahasiswa praktik dalam penulisan jumlah oksigen yang dibeikan pada pasien 4.1.2.3 Evaluasi

Sebagian besar perawat ruangan dan juga mahasiswa praktik sudah mencuci tangan sebelum melakukan tindakan keperawatan. Terpasang anjuran untuk mencuci tangan sebelum dan sesudah ke kamar pasien di dekat wastafel.

Pelaksanaan tindakan keperawatan seperti memasang infus, menyuntik pasien dan juga tindakan lainnya sudah menggunakan perlak kecil yang telah disediakan. Telah terpasang format jumlah pemberian oksigen di tabung. Untuk pengadakan kikir/gergaji ampul untuk saat ini sudah tidak tersedia lagi, dikarenakan saat ini beberapa jenis obat telah dikemas di dalam vial dan sebagian yang menggunakan ampul telah diberi tanda titik (.) sehingga memudahkan ampul obat untuk di patahkan.

4.1.2.4 Dukungan dan hambatan a. Dukungan

Kegiatan pengadaan sarana dan prasarana yang belum tersedia mendapat dukungan dari kepala ruangan dan juga perawat ruangan. Adanya kerjasama yang baik antara perawat ruangan, mahasiswa stase manajemen dan juga

88 mahasiswa lainnya di dalam penggunaan sarana yang tersedia.

b. Hambatan

Belum terbiasa dalam pengguaan sarana yang tersedia.

4.1.3 M 4 (Metode)

4.1.3.1 Penerimaan pasien Baru

Jumlah pasien baru masuk dari tanggal 08 Oktober 2014 s.d 22 Oktober 2014 adalah 32 orang. Penerimaan pasien baru dilakukan menggunakan acuan SOP (Satuan Operasional Prosedur) penerimaan pasien baru yang disusun saat perencanaan.

Tabel 4.1 Rekapitulasi penerimaan pasien 08 Oktober 2014 s.d 22 Oktober 2014

No Tanggal Nama pasien Perawat penerima pasien

1. 09-10-2014 Tn. N Amalia A

2. 10-10-2014 Tn. K Nurdiana

3. 10-10-2014 Tn. J Aisyah

4. 12-10-2014 Ny. S Nur Hidayanti

5. 12-10-2014 Ny. A Nur Hidayanti

6. 13-10-2014 Ny.R Citra 7. 14-10-2014 Tn. A Nur Hidayanti 8. 14-10-2014 Tn A Rissa R 9 14-10-2014 Tn. P Rissa R 10 15-10-2014 Tn. S Agis Mawarti 11 17-10-2014 Tn.M Agis Mawarti 12 15-10-2014 Ny. S Rissa R 13 16-10-2014 Tn. L Rubiyati 14 16-10-2014 Tn. B Nur Hidayanti 15 16-10-2014 Tn. M Agis Mawarti 16 16-10-2014 Ny S Agis Mawarti 17 18-10-2014 Tn. M Amalia A 18 18-10-2014 Ny. R Amalia A 19 18-10-2014 Tn. A Amalia A 20 19-10-2014 Tn. J Vary Citra R 27 20-10-2014 Ny K M. Muyassar W 28 20-10-2014 Tn. T M. Muyassar W 29 20-10-2014 Tn. S M. Muyassar W

30 21-10-2014 Tn M Moch. Rizqi Shubhi R

31 22-10-2014 Tn. J Nur Hidayanti

32 22-10-2014 Tn. N Amalia A

89 4.1.3.2 Timbang terima

Pelaksanaan role play timbang terima pasien mulai dilaksanakan oleh kelompok 1 stase manajemen pada tanggal 08 oktober 2014 s.d 22 Oktober 2014. Kegiatan role play setiap hari dibimbing oleh pembimbing lahan (CI ) yaitu kepala ruang Dahlia ( Paru ). Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa stase manajemen, perawat ruangan, dan juga mahasiswa lain yang sedang praktik di Ruang Dahlia ( Paru ). Dalam kegiatan timbang terima, perawat primer yang bertugas pada shift malam melakukan timbang terima (overan ) kepada ketua tim yang bertugas pada shift pagi, begitu juga dari perawat yang dinas shift pagi ke shift sore dan dari shift siang/sore ke shift malam, baik secara tertulis maupun secara lisan. Materi terimakan adalah jumlah pasien yang dirawat, tingkat ketergantungan pasien, masalah keperawatan yang sudah dilaksanakan maupun yang belum dilaksanakan, rencana tindakan serta perkembangan pasien. Timbang terima diawali dengan penyampaian informasi perkembangan pasien di nurse station oleh perawat yang dinas, setelah itu dilanjutkan berdoa bersama sebelum memulai kegiatan, dan dilanjutkan dengan memvalidasi data yang telah disampaikan langsung ke kamar pasien. Setelah mevalidasi data ketua tim (perawat primer) mendelegasikan rencana tindakan pada pasien kelolaan kepada perawat pelaksana ( PA).

a. Hambatan

1. Ada beberapa perawat ruangan dan juga mahasiswa yang datang terlambat saat akan dilakukan timbang terima dengan alasan yang bisa diterima oleh anggota yang lain. 2. Keterbatasan pengetahuan mahasiswa yang sedang

90 terima yang baik dan benar sesuai SOP, sehingga terkadang pelaksanaan timbang terima kurang optimal. b. Dukungan

1. Pembimbing lahan membimbing dan memberikan mengarahkan dalam pelaksanaan role play timbang terima dan juga memberi masukan-masukan demi perbaikan pelaksanaan timbang terima.

2. Adanya kerjasama dan partisipasi perawat ruangan dalam kegiatan timbang terima.

3. Adanya kerjasama dari pasien dan keluarga didalam pelaksanaan timbang terima terutama didalam kegiatan validasi data dikamar pasien.

4. Adanya kerjasama dan partisipasi dari mahasiswa lain yang praktik di Ruang dahlia ( paru ) dalam pelaksanaan tembang terima.

4.1.3.3 Ronde Keperawatan a. Pelaksanaan

Pelaksanaan Ronde keperawatan dilakukan pada hari Jum’at, 24 Oktober 2014 sebelumnya dilakukan pengkajian pada pasien yang memenuhi kriteria yang ditentukan. Pengkajian dilakukan selama 3 hari dari tanggal 20 Oktober s.d 23 Oktober 2014 dengan pasien yang bernama Tn.Y dengan diagnosa medis yaitu Susp CA Paru + Efusi Pleura. b. Pengorganisasian

Kepala Ruangan : Rubiyati, S. Kep Ketua Tim I ( PP ) : Siti Hadijah, S. Kep Ketua Tim II ( PP ) : Nur Hidayanti, S. Kep Perawat Pelaksana ( PP ) : Amalia A, S. Kep Penanggung jawab : M. Muyassar W, S. Kep Dokumentasi : Vary Citra R, S. Kep

91 Pembimbing akademik : Yustan Azidin,Ns., M. Kep Pembimbing Klinik : Mahdalena,Ns.,MM

c. Hambatan

1. Masih kurangnya pengetahuan mahasiswa stase management tentang penyakit dan komplikasi yang diderita pasien yang akan dilakukan ronde sehingga pengkajian yang dilakukan masih belum menyeluruh. 2. Masih kurangnya pengetahuan mahasiswa stase

management terhadap diagnosa pasien Susp CA Paru + Efusi Pleura dengan komplikasinya sehingga dalam penentuan diagnosa keperawatan dan pelaksanaan tindakan keperawatan yang tepat.

3. Terlambatnya waktu dalam memulai kegiatan ronde dikarenakan kesibukan dari peserta dan tim konselor yang akan mengikuti kegiatan ronde sehingga waktu pembahasan agak berkurang.

4. Minimnya pengetahuan mahasiswa stase manajemen tentang pelaksanaan ronde keperawatan sehingga kegiatan yang dilakukan belum optimal dan kurang sesuai dengan SOP.

d. Dukungan

1. Adanya kerjasama yang baik serta partisipasi dari pihak dokter spesial paru/resident, konselor gizi, Kabid Keperawatan, IRNA Non Bedah, kepala ruangan Dahlia, supervisor ruang Dahlia, dan juga pembimbing klinik dalam pelaksanaan ronde keperawatan.

2. Adanya kemauan dari mahasiswa stase manajemen untuk bersama-sama membahas masalah yang belum bisa teratasi demi kebaikan status kesehatan pasien tersebut

92 3. Adanya kerjasama yang baik antara pasien dan

keluarganya dalam proses berjalannya ronde keperawatan.

4.1.3.4 Sentralisasi Obat a. Persiapan

1. Pembuatan format persetujuan sentralisasi obat. 2. Pembuatan buku serah terima.

3. Pembuatan format pendokumentasian pemberian obat baik injeksi maupun oral.

4. Sosialisasi pelaksanaan sentralisasi obat. b. Pelaksanaan

Pelaksanaan kegiatan dilakukan selama kegiatan role play manajemen dari tanggal 8 oktober s.d 22 Oktober 2014. Kegiatan dimulai dengan penjelasan tentang sentralisasi obat dan juga tujuannya kepada pasien/keluarga pasien, setelah pasien/keluarga setuju dan menandatangani lembaran persetujuan dilakukannya sentralisasi obat, dimana obat apotik/depo farmasi yang diambil oleh keluarga dicatat jumlah, dosisnya dibuku serah terima obat dan di tanda tangani oleh keluarga.

Pelaksanaan sentralisasi obat telah dilaksanakan secara optimal dimana telah disediakannya lembar persetujuan sentralisasi obat yang di tanda tangani oleh pasien ataupun keluarganya, tersedianya buku serah terima obat, dann pengisian di status pasien. Dimana kegiatan ini dapat terlaksana berkat dukungan dari kepala ruangan dahlia, kerjasama dengan perawat ruangan dan juga dengan mahasiswa yang praktik di ruang dahlia.

c. Hambatan

1. Belum terbiasa dengan format persetujuan sentralisasi obat.

93 2. Terjadi ketidakseimbangan jadwal atau resep yang

datang tidak tepat waktu. d. Dukungan

1. Pasien dan keluarga menerima proses sentralisasi obat. 2. Adanya kerjasama dengan perawat ruangan dan

mahasiswa praktik dalam pelaksanaan sentralisasi obat. 3. Seluruh obat yang diresepkan telah diserahkan ke

perawat.

4. Peminjam jenis obat yang belum ada. Penggantian dilakukan segera setelah obat diresepkan dan diserahkan ke perawat.

5. Bahan habis pakai dilakukan program penggunaan 1 kali pakai langsung dibuang.

6. Berkolaborasi dengan medis untuk perubahan jenis obat yang sesuai.

4.1.3.5 Discarge Planning

Pelaksanaan discarge planning dilakukan mulai tanggal 08 Oktober 2014 s.d 22 Oktober 2014 Dilaksanakan pada pasien yang rencana diperbolehkan untuk pulang.

a. Hambatan

1. Masih kurangnya beberapa materi penyuluhan terkait 2. Minimnya pengetahuan mahasiswa stase manajemen

dalam hal discarge planning. b. Dukungan

1. Adanya kerjasama yang baik antara perawat ruangan dengan mahasiswa stase manajemen didalam pelaksanaan discarge planning.

2. Tersedianya leaflet tentang TB paru, Ca Paru, dan Efusi Pleura.

3. Pasien dan keluarga dapat memperhatikan semua materi yang diberikan.

94 4.1.3.6 Dokumentasi

Sesuai dengan diadakannya role play oleh kelompok 1 yang menangani ruang perawatan dahlia kelas 3 khusus kamar I Non infeksius dan Kamar II Infeksius di mana pada kamar tersebut berisi 10 bed maka kelompok juga memiliki dokumentasi perawatan tersendiri khusus untuk pasien-pasien kelolaan tersebut. Perancanaan penyusunan dokumentasi keperawatan khususnya untuk perawatan pasien ruang paru, maka kelompok melakukan uji coba pendokumentasian asuhan keperawatan yang efektif kepada setiap pasien. Kelompok melakukan uji coba pendokumentasian asuhan keperawatan dengan SOAPIER. Adapun pelaksanaannya dimulai tanggal 8 Oktober s.d 22 Oktober 2014. Pengisian intervensi dilakukan oleh perawat primer dan dilaksanakan oleh perawat primer. Pengisian SOAPIER sesuai dengan masalah keperawatan yang ada pada pasien tersebut. Selain itu juga pendokumentasian dilakukan oleh mahasiswa dengan mengisi dokumentasi keperawatan di status pasien, dan membuat laporan dinas di setiap shift.

4.1.4 M5 (Market)

1. Instrumen A (Pendokumentasian Asuhan Keperawatan) Hasil Evaluasi Penerapan SAK

a. Hasil evaluasi penerapan standar asuhan keperawatan 1) Pengkajian

No Aspek Yang Dinilai Before After

1

2

Pengkajian

Mencatat data yang dikaji sesuai dengan pedoman pengkajian

Data dikelompokan (bio-psiko-sosial-spiritual)

75%

75%

100%

95 3

4

Data dikaji sejak pasien masuk sampai pulang Masalah dirumuskan berdasarkan kesenjangan antara status kesehatan dengan norma dan pola fungsi kehidupan 75% 75% 100% 100% PERSENTASE 75% 100%

Dari tabel di atas, dapat dilihat terjadi peningkatan dari aspek pengkajian asuhan keperawatan yang terjadi di Ruang Dahlia RSUD Ulin Banjarmasin, dimana sebelum dilakukan manajemen penerapan SAK nilai persentase keseluruhan adalah 75% dan setelah dilakukan manajemen penerapan SAK nilai persentase keseluruhannya menjadi 100%.

2) Diagnosa

No Aspek Yang Dinilai Before After

1

2

3

Diagnosa

Diagnosa keperawatan berdasarkan masalah yang telah dirumuskan Diagnosa keperawatan mencerminkan FE/PES Merumuskan diagnosa keperawatan actual / potensal 75% 75% 75% 100% 100% 100% PERSENTASE 75% 100%

Dari tabel di atas, dapat dilihat terjadi peningkatan dari aspek diagnosa keperawatan asuhan keperawatan yang terjadi di Ruang Dahlia RSUD Ulin Banjarmasin, dimana sebelum dilakukan manajemen penerapan SAK nilai persentase keseluruhan adalah 75% dan setelah dilakukan manajemen penerapan SAK nilai persentase keseluruhannya menjadi 100%.

96 3) Rencana

No Aspek Yang Dinilai Before After

1

2

Rencana

Merumuskan perencanaan sesuai dengan diagnosa yang didapat saat pengkajian

Menetapkan rencana keperawatan sesuai dengan prioritas masalah 75% 75% 100% 100% PERSENTASE 75% 100%

Dari tabel di atas, dapat dilihat terjadi peningkatan dari aspek rencana asuhan keperawatan yang terjadi di Ruang Dahlia RSUD Ulin Banjarmasin, dimana sebelum dilakukan manajemen penerapan SAK nilai persentase keseluruhan adalah 75% dan setelah dilakukan manajemen penerapan SAK nilai persentase keseluruhannya menjadi 100%.

4) Tindakan

No Aspek Yang Dinilai Before After

1 2 3 4 Implementasi Tindakan dilaksanakan mengacu pada rencana keperawatan

Perawat mengobservasi respon klien terhadap tindakan keperawatan Revisi tindakan

berdasarkan hasil evaluasI Semua tindakan yang telah dilaksanakan dicatat ringkas dan jelas

87,5% 50% 87,5% 87,5% 87,5% 62,5% 75% 75% PERSENTASE 78% 75%

Dari tabel di atas, dapat dilihat terjadi penurunan dari aspek tindakan asuhan keperawatan yang terjadi di Ruang Dahlia

97 RSUD Ulin Banjarmasin, dimana sebelum dilakukan manajemen penerapan SAK nilai persentase keseluruhan adalah 78% dan setelah dilakukan manajemen penerapan SAK nilai persentase keseluruhannya menjadi 75%.

5) Evaluasi

No Aspek Yang Dinilai Before After

1

2

Evaluasi

Evaluasi mengacu pada tujuan

Hasil evaluasi dicatat

62,5%

87,5%

87,5%

100%

PERSENTASE 75% 94%

Dari tabel di atas, dapat dilihat terjadi peningkatan dari aspek evaluasi asuhan keperawatan yang terjadi di Ruang Dahlia RSUD Ulin Banjarmasin, dimana sebelum dilakukan manajemen penerapan SAK nilai persentase keseluruhan adalah 62,5% dan setelah dilakukan manajemen penerapan SAK nilai persentase keseluruhannya menjadi 94%.

6) Catatan Asuhan Keperawatan

No Aspek Yang Dinilai Before After

1 2 3 4 Catatan Asuhan Keperawatan

Menulis pada format yang baku

Pencatatan dilakukan sesuai dengan tindakan yang dilaksanakan Pencatatan ditulis dengan jelas, ringkas, istilah yang baku dan benar

Setiap melakukan tindakan / kegiatan perawat

mencantumkan paraf / nama jelas dan tanggal jam dilakukannya tindakan 75% 75% 62,5% 75% 100% 100% 100% 100%

98 5 Berkas catatan

keperawatan disimpan sesuai dengan ketentuan yang berlaku

87,5% 62,5%

PERSENTASE 75% 94%

Dari tabel di atas, dapat dilihat terjadi peningkatan dari aspek catatan asuhan keperawatan yang terjadi di Ruang Dahlia RSUD Ulin Banjarmasin, dimana sebelum dilakukan manajemen penerapan SAK nilai persentase keseluruhan adalah 75% dan setelah dilakukan manajemen penerapan SAK nilai persentase keseluruhannya menjadi 94%.

7) Rekapitulasi Hasil Evaluasi Penerapan SAK (Instrumen A)

No. Aspek yang dinilai Before After

1 Pengkajian 75% 100% 2. Diagnosa 75% 100% 3 Rencana 62,5% 100% 4 Tindakan 78% 75% 5 Evaluasi 75% 94% 6 Catatan keperawatan 75% 94% Rata – rata 73,4% 88%

2. Instrumen B (Kepuasan Pasien). Hasil kuesioner kepuasan pasien setelah dilakukan intervensi.

No Pertanyaan Before After

Ya Tidak Ya Tidak

1. Perawat memperkenalkan diri kepada pasien/keluarga 7 Orang (82,5%) 1Orang (12,5%) 6 Orang (70%) 2 Orang (30%) 2.

Apakah perawat melarang anda atau pengunjung merokok diruangan 5 Orang (62,5%) 3 Orang (37,5%) 7 Orang (87,5%) 1 Orang (12,5%) 3.

Apakah perawat selalu menanyakan bagaimana nafsu makan anda atau keluarga anda.

8 Orang (100%) 0 Orang (0%) 5 Orang (62,5%) 3 Orang (37,5%) 4.

Apakah perawat pernah

menanyakan pantangan dalam hal makanan anda atau keluarga anda

3 Orang (37,5%) 5 Orang (62,5%) 5 Orang (62,5%) 3 Orang (37,5%) 5. Apakah perawat menyakan atau 2 Orang 6 Orang 5 Orang 3 Orang

99 memperhatikan beberapa jumlah

makanan dan minuman yang biasa anda dan keluarga habiskan.

(25%) (75%) (62,5%) (37,5%)

6.

Apabila anda atau keluarga anda tidak mampu makan sendiri apakah perawat membantu menyuapinya. 3 Orang (37,5%) 5 Orang (62,5%) 4 Orang (50%) 4 Orang (50%) 7.

Pada saat anda dipasang infuse apakah perawat selalu memeriksa cairan atau tetesannya dan area sekitar pemasangan jarum infuse.

8 Orang (100%) 0 Orang (0%) 8 Orang (100%) 0 Orang (0%) 8.

Apabila anda dan keluarga mengalami kesulitan BAB apakah perawat menganjurkan makan buah-buahan, sayur, minum yang cukup dan banyak bergerak.

8 Orang (100%) 0 Orang (0%) 8 Orang (100%) 0 Orang (0%) 9.

Pada saat perawat membantu anda dan keluarga waktu BAB atau BAK, apakah perawat memasang sampiran atau selimut, menutup pintu jendela, mempersilahkan pengunjung keluar ruangan.

6 Orang (75%) 2 Orang (25%) 5 Orang (62,5%) 3 Orang (100%) 10.

Apakah ruangan tidur anda dan keluarga selalu dijaga

kebersihannya dengan disapu dan dipel tiap hari.

7 Orang (87,5%) 1 Orang (12,5%) 8 Orang (100%) 0 Orang (0%) 11.

Apakah lantai kamar mandi / Wc selalu: bersih, tidak licin,tidak berbau, cukup terang.

5 Orang (62,5%) 3 Orang (37,5%) 5 Orang (62,5%) 3 Orang (37,5%) 12.

Selama anda atau keluarga anda belum mampu mandi (dalam keadaan istirahat total) apakah dimandikan oleh perawat.

3 Orang (37,5%) 5 Orang (62,5%) 4 Orang (50%) 4 Orang (50%) 13.

Apakah anda atau keluarga anda dibantu oleh perawat, jika tidak mampu menggosok gigi, membersihkan mulut, atau mengganti pakaian, atau menyisir rambut. 3 Orang (37,5%) 5 Orang (62,5%) 4 Orang (50%) 4 Orang (50%) 14.

Apakah alat-alat tenun seperti sprai, selimut, dan lain-lain diganti setiap kotor. 6 Orang (75%) 2 Orang (25%) 8 Orang (100%) 0 Orang (0%) 15.

Apakah perawat pernah memberikan penjelasan akibat dari: kurang bergerak, berbaring terlalu lama. 4 Orang (50%) 4 Orang (50%) 7 Orang (87,5%) 1 Orang (12,5%) 16.

Pada saat anda atau keluarga anda masuk rumah sakit, apakah perawat memberikan penjelasan tentang fasilitas yang tersedia dan cara penggunaannya, peraturan atau tata tertib yang berlaku di rumah sakit 5 Orang (62,5%) 3 Orang (37,5%) 6 Orang (75%) 2 Orang (25%)

17. Selama anda atau keluarga dalam perawatan, apakah perawat:

7 Orang (87,5%) 1 Orang (12,5%) 8 Orang (100%) 0 Orang (0%)

100 memanggil nama dengan benar

18.

Selama anda atau keluarga anda dalam perawatan, apakah perawat mengawasi keadaan anda secara teratur pada pagi, sore maupun malam hari. 7 Orang (87,5%) 1 Orang (12,5%) 8 Orang (100%) 0 Orang (0%) 19.

Selama anda atau keluarga anda dalam perawatan apakah perawat segera member bantuan saat diperlukan. 8 Orang (100%) 0 Orang (0%) 8 Orang (100%) 0 Orang (0%)

20. Apakah perawat ramah dan sopan? 8 Orang (100%) 0 Orang (0%) 8 Orang (100%) 0 Orang (0%) 21.

Selama anda atau keluarga anda mengetahui perawat yang bertanggung jawab setiap kali pergantian dinas. 8 Orang (100%) 0 Orang (0%) 8 Orang (100%) 0 Orang (0%) 22.

Apakah perawat selalu

memberikan penjelasan sebelum melakukan tindakan perawatan atau pengobatan. 6 Orang (75%) 2 Orang (25%) 6 Orang (75%) 2 Orang (25%) 23.

Aspakah perawat selalu bersedia mendengarkan atau

memperhatikan setiap keluhan anda atau keluarga anda.

8 Orang (100%) 0 Orang (0%) 7 Orang (87,5%) 1 Orang (12,5%) 24.

Dalam hal memberikan obat apakah perawat membantu menyiapkan atau meminumkan obat. 4 Orang (50%) 4 Orang (50%) 5 Orang (62,5%) 3 Orang 37,5%) 25.

Selama anda atau keluarga anda dirawat apakah diberikan

penjelasan tentang perawtan atayu pengobatan atau pemeriksaan lanjutan setelah anda atau keluarga anda diperbolehkan pulang.

5 Orang (62,5%) 3 Orang (37,5%) 6 Orang (75%) 2 Orang (25%)

a. Kesimpulan dari pertanyaan terbuka pada angket kepuasan pasien sebagian besar responden mengatakan perawat yang bekerja di ruang Dahlia baik dan ramah

b. Hasil evaluasi persepsi pasien/keluarga terhadap mutu asuhan keperawatan di Ruang Dahlia RSUD Ulin Banjarmasin (Instrumen B) yang dilakukan pada tanggal 19 – 22 Oktober 2014 pada 8 pasien/keluarga pasien yang telah dirawat inap lebih dari 2 hari, adalah 79.5 % pasien/keluarga pasien menyatakan mutu pelayanan di Ruang Dahlia (Paru) sudah baik,

101 tetapi masih ada beberapa item yang nilainya masih kurang antara lain :

1) 50 % perawat kurang membantu pasien dalam melakukan menyuapi pasien, hal ini dikarenakan sebagian besar pasien yang di rawat ruang Dahlia (Paru) tingkat ketergantungannya parsial care, sehingga pasien masih bisa melakukan makan sendiri tanpa bantuan dan terkadang keluarga yang menyuapi pasien.

2) 50% perawat yang membantu pasien dalam melakukan personal hygiene pasien yaitu membantu memandikan / menyeka pasien, hal ini dikarenakan sebagian besar

Dalam dokumen Bab 1 Sampai 5 Desiminasi Akhir (Halaman 83-104)

Dokumen terkait