EFEKTIFITAS PELATIHAN SAT (SELF REGULATION, ASSERTIVENESS AND TIME
F. Kesimpulan Dan Saran A Kesimpulan
0 10 20
Eksperimen Kontrol
Tidak belajar Aktif
Hadir dan pulang tdk tepat waktu Cabut
5866
Hasil analisa kuantitatif dan kualitatif pada penelitian ini menunjukkan bahwa pelatihan SAT (self regulation, assertiveness and time management) efektif meningkatkan kedisiplinan remaja di SMA. Berikut ini kesimpulan hasil analisa kuantitatif dan kualitatif.
1. Berdasarkan hasil uji coba hipotesa analisa statistik dapat disimpulkan bahwa hipotesa Ho ditolak dan Ha diterima. Hasil ini diperoleh dari analisa uji Mann-Whitney pada data posttest kelompok eksperimen dan kontrol yang menunjukkan nilai p=0,00. Artinya terdapat perbedaan kedisiplinan yang signifikan antara kelompok eksperimen dan kontrol setelah pelatihan diberikan. Hasil ini didukung oleh analisa data pretest dan posttest kelompok eksperimen dengan uji Wilcoxon yang menunjukkan bahwa terdapat peningkatan kedisiplinan pada kelompok eksperimen pada saat sebelum dan sesudah pelatihan. Selanjutnya uji Wilcoxon pada data pretest dan posttest kelompok kontrol juga mendukung hasil hipotesa yang menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan kedisiplinan kelompok kontrol pada saat pretest dan posttest. Uji analisa terakhir dilakukan untuk membuktikan apakah kelompok eksperimen dan kontrol berada pada kondisi yang setara/sama pada saat sebelum pelatihan, analisa ini dilakukan dengan uji Mann-Whitney pada data pretest kelompok eksperimen dan kontrol yang menunjukkan tidak terdapat perbedaan pada kedua kelompok sebelum pelatihan diberikan.
2. Peningkatan kedisiplinan ini terjadi dari proses rekonstruksi kognitif tentang pemahaman peserta mengenai pelanggaran kedisiplinan sekolah adalah hal yang biasa dan tidak masalah untuk dilakukan berubah menjadi pemahaman tentang pentingnya berperilaku disiplin disekolah. Perubahan kognitif ini menumbuhkan kemampuan memotivasi, mengontrol diri dalam menjalankan kedisiplinan sekolah dengan metode ceramah, diskusi kelompok dan games.
B. Saran
Berdasarkan proses penelitian yang telah dilakukan, maka terdapat beberapa saran sebagai berikut:
1. Saran Metodologis
Peningkatan kontrol pada saat berada dirumah (pulang sekolah) perlu ditingkatkan, jumlah subjek penelitian masih pada kategori minimal, jumlah subjek penelitian yang lebih banyak akan memberikan hasil penelitian yang lebih baik.
2. Saran Praktis
Orangtua sebaiknya sering berkomunikasi dengan anak untuk mengetahui apasaja permasalah yang dirasakan anak selama berada disekolah.
Daftar Pustaka
Asliyanti, E. (2012) Pengaruh kedisiplinan belajar sekolah terhadap peningkatan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi Kelas X di SMK Sultan Agung Kabupaten Cirebon. Tesis. Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syeikh Nurjati. Cirebon.
Amalia, F. (2011). Efektivitas pelatihan assertiveness untuk meningkatkan perilaku assertive siswa Kelas X SMAN Karangrejo Tulungagung. Tesis. Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Malang.
Anwar, R. (5 Oktober 2012). Perkembangan remaja saat ini. Diunduh dari http://rizki-anwar- dana.blogspot.com/.
5867
Anggani, M, D. (2010). Hubungan antara self regulated leraning dengan prestasi akademik. Tesis. Fakultas Psikologi. Universitas Katolik Soegiopranata.
Arum, S. (2003). Problematika remaja di sekolah. Penerbit : Gramedia Pustaka Jaya. Jakarta. Azevedo, R., & Crompey. J. G. (2004), Does training on self-regulated learning fasilitate student
learning with hypomedia, Journal Of Educational Psychology, American Psycological Assosiation, 76, 567-569.
Azwar, S. (2000). Reliabilitas dan validitas. Penerbit : Pustaka Pelajar. Yogyakarta. Brigham, J, C. (1997) Social psychology. Edisi 2. New York: Harper Collins Publisher.
Beiling, P, J., McCabe, R, E., Antony, M, M. (2006) Cognitive-behavioristik theraphy in group, The Guilfrod. New York, London.
Blandford, S. (2005). Managing discipline in the school. New York. The Taylor And Francis e- Liblary.
Borba, M. (2008). The big book of parenting solutions (101 solusi bagi kehidupan orangtua dan anak. Jakarta : Indeks Media.
Bungin (2007). Penelitian Kualitatif. Prenada Media. Bandung.
Caroline, S., Jason.(1999). Decipline for adolecense. London : United Mcmillan.
Casem, M. L. (2006). Active learning is not enough. Journal of Collage Science Teaching, 35, 246-263.
Chaplin, J, P. (1997). Kamus lengkap psikologi. Cetakan keempat. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.
Christine. L. B, Mark. W. B. (2007). The educator’s guide to assesing and improve school. Alexandria. Virginia. USA.
Chen, C. S. (2002) Self-regulated learning strategies and achievement in an introduction to information system course. Information, Learning, and Performance Journal.
Colvin, G. (2008). 7 langkah untuk menyusun rencana disiplin kelas proaktif. Jakarta : PT Indeks. Corey, G. (2005) Teori dan praktek konseling dan psikoterapi. Bandung : Refika Aditama. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. (1990). Kamus besar bahasa Indonesia. Jakarta : Balai
Pustaka.
Depdiknas. (2008). Petunjuk teknis disiplin dan tata tetib sekolah. Jakarta: Depdiknas.
Didi, R. (2012). Siswa tewas akibat tawuran. Diunduh dari : http://smp.presiden.sch.id/2012/10/solusi-mengatasi-tawuran-siswa. 13 Oktober 2014. Dupper, D, R., (2010). A new model of discipline school, engaging student and preventing
behavior problems. New York: Oxport University.
Ermida. Apsari, F, Y. (2008) Pelatihan SAT (self regulations, assertiveness, time management) dan prokastinasi akademik pada siswa SMA. Jurnal Psikologi. Universitas Widya Mandala. Surabaya.
Fallo, G, A,. (2010). Pengaruh waktu bekerja, motivasi berperstasi dan disiplin terhadap prestasi belajar siswa yang bekerja di luar jam sekolah di SMA Efata Soetomo. Tesis. Universitas Satya Wacana. Salatiga.
Ferrari, J, R., (1995). Procartination and task avoidance : Theory, Research, And Treatment. New York & London : Plenum Press.
Fianna, F,J, Daharnis, Ridha. M (2013). Disiplin siswa di sekolah dan implikasi dalam pelayanan bimbingan konseling. Jurnal ilmiah konseling, 83-94.
Ress, S & Graham, B (1991) Assertion training, NewFetter Lane, London.
Ginzberg, E., (1989). Vovational guidance and career development. NewYork : The Macmillan Company.
Greene, J.A., & Azevedo, R. (2007). A theoretical review of winne and hadwin’s model of self regulated learning. Unpublished Thesis.Columbus. Ohio. State University.
Hadi, S,. (1984). Statistik jilid III. Penerbit Fakultas Psikologi Universitas Gajah Mada. Yogyakarta.
Hadi, S. (2000). Metodologi research. Penerbit : Andi Puataka. Yogyakarta.
Hakim, L., (2010). Tekanan remaja saat ini. Medan : Yayasan Pembangunan dan Pendidikan Djihadul Ilmi.
Hurlock, E, B. (2000). Psikologi perkembangan. Jakarta.
Ita. (2005). http://news.detik.com/read/2005/08/24/140625/428208/10/pengurus-sekolah-puyeng- 65-dari-490-siswa-smu-hamil?nd771104bcj
Irwanto. (1994). Psikologi umum: Buku panduan mahasiswa, Jakarta : PT Gramedia Pustaka Jaya. Johnson, L., (2009). Pengajaran yang kreatif dan menarik. Jakarta : PT Indeks.
Johnson, D.W dan Johnson, F.P. (2001), Joining together group theory and group Skills, Boston : Allyn and Bacon,.
5868
Jae-Jin, C. (13 November 2013). Siswa sma membunuh kepala sekolah di ruang guru karena menyita ponselnya. Diunduh dari http://www.memobee.com/ -10364-eij.html.
Karyanta, N, A. Priyatama, A, N & Nugroho, A, A., (2009). Efektivitas penerapan model pelatihan belajar efektif terhadap penggunaan strategi self-regulated learning siswa SMA. Jurnal Psikologi, 77, 357-368.
Klausmeier, H. & Goodwin. (2000). Learning and human abilities. New York.
Kohlbeg, L. (1996). Essay on moral development, The philosophy of moral development. Harper & Row Publisher. San Fransisco.
Kristiyani, Y, Titik.,(2009). Peran sekolah atasi perilaku membolos pada remaja. Diunduh dari http: // smpn 29 samarinda.wordpress.com/2009/02/21/htm diakses pada tanggal 7 September 2014.
Makhija, M, & Singh, P., (2010). Effectiveness of assertivenness training programme on self esteem & achademic achievement in adolescent. International Reseach Journal Raipur. Maurice. J. (2000). Kedisiplinan sekolah antara arapan dan realita. Malang : Cahaya Press. Mappiare, Andi. (2001). Psikologi remaja. Surabaya: Usaha Nasional.
Meitavani. (2008). Disiplin dan motivasi dalam Manajeman. Jakarta : PT. Grafindo Persada. Menutti, R, B,. Cristner. R. W, & Freeman, A., (2012). Cognitive-behavioral interventons in
educational setting. Second Edition. New York : Taylor & Francis Group.
Oktariana,Y (2012). Program bimbingan pribadi sosial menggunakan assertiveness untuk meningkatkan kedisiplinan diri. Tesis. Universitas Pendidikan Indonesia.
Papalia, D, E, Olds, S, W. & Feldman, R, D, (2007). Human development. Tenth Edition. USA : McGraw-Hill.
Permatasari, K. (2008). Manajemen waktu ditinjau dari motivasi belajar pada mahasiswa bekerja. Jurnal Pendidikan.
Rahmat, Y. (Desember 2013). Manajemen waktu. Diunduh dari www. Wordpress.com.
Rahayu, S. (2005). Pengaruh kedisiplinan terhadap prestasi belajar. Jurnal Pendidikan Universitas Negeri Medan (UNIMED).
Rector, N, A. (2010). Cognitive-behavioral therapy an information guide. Centre For Additional And Mental Health. Canada.
Rogers, B. (2011). You know the fair rule : strategies for positive and effective behaviour management and discipline in schools. Third Edition Victoria. Australia : Camberwell. Sandjaja, B & Heriyanto, A, Panduan penelitian, Penerbit: Prestasi Pustaka. Jakarta.
Santrok, R, J. (2007). Perkembangan anak. Penerbit : Erlangga. Jakarta.
Sari, N. (2014). Menegakkan kedisplinan dengan memberikan denda. Wideshoot Metro TV. Pukul 14.00 wid. Metro TV.
Saughnessy, J, J, Zechmeiser, E, B & Zechmeiser, J, S. (2012). Metode penelitian dalam psikologi. Salemba Humanika.
Stallard, P. (2002). Think good feel good :a cognitive behavior theraphy for children and young people. England.
Sugiono (2012). Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Cetakan 15. Alfabeta. Bandung.
Syaiful, A. (2014). Razia kepolisian remaja bolos sekolah. Koran KOMPAS edisi 14 Agustus 2014.
Suryohadiprojo, S. (1989). Peranan kepemimpinan dalam menegakkan disiplin masyarakat dalam analysis CSIS No: 4 Tahun XVII. Juli-Agustus 1989. Center For Strategic And International Studies. Jakarta.
Sukadji, S. (2000). Psikologi pendidikan dan psikologi sekolah. Depok. Fakultas Psikologi Universitas Indonesia. Jakarta.
Steffens, K. (2006). Self regulated learning in technology-enhanced learning environment: Lesson of european peer. European Journal of Education,
Teguh, M. (2000). Disiplin dan mendisiplinkan. Consultant : Eksternal Corp Jakarta.
Trainin, G., & Swanson, H, Lee. (2005). Cognition, metacognition, and achievement of collage student with learning disabilities, Learning Disability Quarterly.
Widiastuti, T, L. (2008). Hubungan antara kedisiplinan dengan prestasi belajar siswa di SMA. Santo Bernardus. Jurnal Psikologi.
Wirawan, S. (2006). Psikologi remaja. Jakarta: Raja Rafindo Persada.
Williams, C. (2001). Being assertive a five area approach. University Of Leeds Innovetion. University Glasgow.
5869
Woolfolk, (2004). Educational psychology. Boston : Pearson Educational.
Yansen, D .(2004). Remaja dan permasalahannya. Majalah Pendidikan. Rayon 6, Medan.
Yopi, (2014). 4 Pelajar pesta sex dan miras,.
http://sport.detik.com/sepakbola/readvideo/2014/03/09/102410/140309002/061009681/b olos-sekolah-4-pelajar-pesta-seks-dan-miras.
Zimmerman, B .(2001). A Social cognitive view of self regulated academic learning. Journal of Educational Psychology.
PENINGKATAN AKTIVITAS MENGAJAR GURU DENGAN MENGGUNAKAN