• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kesimpulan

1. Komunikasi Gapoktan yang dilakukan oleh anggota terkategori baik, sedangkan komunikasi antarpribadi yang dilakukan oleh penyuluh pendamping dengan Gapoktan kurang, namun bimbingan teknis yang diberikan tergolong baik. Secara keseluruhan komunikasi antarpribadi yang dilakukan oleh PMT kepada Gapoktan sangat kurang.

2. Karakteristik Gapoktan Kecamatan Siak Kecil berkategori baik di mana indikator norma, tujuan, keeratan, kepemimpinan dan partisipasi anggota baik, sedangkan indikator ukuran kurang. Gapoktan kurang berperan optimal sebagai fasilitator bantuan modal maupun lembaga ekonomi petani. Kemampuan Gapoktan secara umum kurang memadai, indikator perencanaan kegiatan dan mengelola dana PUAP kurang tetapi kemampuannya dalam menaati perjanjian, maupun monitoring dan evaluasi tergolong baik.

3. Faktor-faktor peubah yang saling berhubungan adalah:

a. Keseluruhan indikator karakteristik berhubungan sangat nyata dengan interaksi. Indikator keeratan berhubungan sangat nyata dengan format komunikasi dan materi pertemuan. Partisipasi anggota berhubungan sangat nyata dengan format komunikasi, dan kepemimpinan berhubungan nyata dengan materi pertemuan.

b. Keragaan komunikasi yang berhubungan nyata dengan peran Gapoktan adalah: (a) Komunikasi Gapoktan, terdapat hubungan nyata antara indikator interaksi dan format komunikasi dengan peran Gapoktan sebagai fasilitator bantuan modal tetapi tidak berhubungan nyata dengan peran Gapoktan sebagai lembaga ekonomi petani, sedangkan materi pertemuan berhubungan sangat nyata dengan peran Gapoktan sebagai fasilitator bantuan modal dan lembaga ekonomi petani. (b) Komunikasi penyuluh pendamping, terdapat hubungan sangat nyata untuk seluruh indikator komunikasi penyuluh pendamping dengan peran Gapoktan. (c) Komunikasi PMT, tidak terdapat hubungan nyata antara komunikasi PMT dengan peran Gapoktan sebagai fasilitator bantuan modal, tetapi memiliki hubungan dengan peran sebagai lembaga ekonomi petani di mana

intensitas kunjungan dan bimbingan teknis berhubungan sangat nyata serta frekuensi kunjungan berhubungan nyata dengan peran Gapoktan sebagai lembaga ekonomi petani.

c. Terdapat hubungan yang sangat nyata antara seluruh indikator peran Gapoktan dengan kemampuan Gapoktan.

Saran

1. Tetap lakukan pertemuan rutin Gapoktan secara berkala baik pertemuan antar anggota, antar Gapoktan dan dengan instansi terkait.

2. Tingkatkan lagi komunikasi antarpribadi petugas pendamping baik secara formal maupun informal dalam membina dan mendamping Gapoktan.

3. Diskusikan materi yang lebih beragam sesuai dengan kebutuhan informasi yang diperlukan oleh Gapoktan dengan petugas pendamping.

4. Perlu dilakukan perencanaan Gapoktan partisipatif, yang disepakati dan dirancang bersama oleh seluruh anggota dengan mempertimbangkan efisiensi usaha sehingga tidak membutuhkan waktu yang lama dalam pengembalian modal.

5. Perlu diberikan pelatihan rutin kepada pengurus dan anggota Gapoktan, serta perhatian dari instansi terkait akan kendala-kendala yang dihadapi oleh Gapoktan terutama Gapoktan penerima PUAP tahun 2008.

Sarolangun). Jambi: BPTP.

Adriyani FZ. 2010. Faktor-faktor internal dan eksternal yang berhubungan dengan kinerja gabungan kelompok tani. [tesis]. Bogor: Sekolah Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor.

Beebe SA., and Masterson JT. 1994. Communicating in small groups: principles

and practices. Fourth Edition. New York: Harper Collins College

Publisher.

[BKP-PP] Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Pertanian Kabupaten Bengkalis. 2008. Surat Keputusan Bupati Bengkalis Nomor 295/KPTS/VIII/2008 tentang Penetapan Gapoktan Pelaksana Kegiatan PUAP Kabupaten Bengkalis. Bengkalis: BKP-PP Kabupaten Bengkalis.

. 2009. Surat Keputusan Nomor 286/KPTS/VIII/2009 tentang Penetapan Gapoktan Pelaksana Kegiatan PUAP Kabupaten Bengkalis. Bengkalis: BKP-PP Kabupaten Bengkalis.

[BPS] Badan Pusat Statistik. 2010. Data Resmi Statistik Nomor 45/07/th.XIII, 1 Juli 2010.

[BPS] Badan Pusat Statistik Kabupaten Bengkalis. 2010. Kabupaten Bengkalis

dalam Angka. Bengkalis: BPS dan Badan Perencanaan Pembangunan

Daerah Kabupaten Bengkalis.

Bungin B. 2009. Sosiologi komunikasi. Jakarta: Kencana.

[Deptan] Departemen Pertanian. 2000. Kebijakan pengembangan kelembagaan tani. Jakarta: Biro Perencanaan dan KLN. Departemen Pertanian RI

. 2007. Lampiran 1. Peraturan Menteri Pertanian Nomor

273/Kpts/OT.160/4/2007 tentang Pedoman Penumbuhan dan

Pengembangan Kelompok tani dan Gabungan Kelompok Tani. Jakarta: Departemen Pertanian RI.

DeVito JA. 1997. Komunikasi antar manusia. Edisi kelima. Hunter College of the City University of NewYork. Alih bahasa Ir. Agus Maulana MSM, Proofreader: Dr. Lyndon Saputra. Jakarta : Professional Books.

Effendi M. 2001. Hubungan dinamika kelompok tani terhadap penerapan teknologi tanaman sayuran dataran rendah (TSDR) di wilayah kerja BPP Teritip Kota Balikpapan. [tesis]. Bogor: Program Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor.

Effendy OU. 2006. Ilmu komunikasi: teori dan praktek. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Elizabeth. 2007. Fenomena sosiologis metamorphosis petani: ke arah keberpihakan pada masyarakat petani pedesaan yang terpinggirkan terkait konsep ekonomi kerakyatan. Bogor: Forum Agro Ekonomi (FAE) Vol 25 Juli 2007. PSE-KP.

Exva D. 2003. Kredit ketahanan pangan (KKP) di Kabupaten Bogor Provinsi Jawa Barat: studi jaringan komunikasi dan efektivitas komunikasi [tesis]. Bogor: Program Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor.

Goldberg AA dan Larson CE. 2006. Komunikasi kelompok: proses-proses diskusi dan penerapannya. Alih bahasa Koesdarini Soemiati. Jakarta: UI Press. Hare AP. 1962. Hand book of small group research. NewYork: The Free Press.

[Kementan] Kementerian Pertanian. 2008. Lampiran Peraturan Menteri Pertanian Nomor 61/Permentan/OT.140/11/2008 tentang Pedoman Pembinaan Penyuluh Pertanian Swadaya dan Penyuluh Pertanian Swasta. Jakarta: Kementerian Pertanian.

. 2009. Keputusan Menteri Pertanian Nomor 1192/Kpts/OT.160/3/2009 tentang Penetapan Desa dan Gapoktan Penerima PUAP Tahun 2009. Jakarta: Kementerian Pertanian.

. 2010a. Lampiran Peraturan Menteri Pertanian Nomor 29/Permentan/OT.140/3/2010 tentang Pedoman Umum Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan. Jakarta: Kementerian Pertanian.

. 2010b. Keputusan Menteri Pertanian Nomor 2838/Kpts/OT.140/8/2010 tentang Penetapan Desa dan Gapoktan Penerima PUAP Tahun 2010. Jakarta: Kementerian Pertanian.

. 2010c. Keputusan Menteri Pertanian Nomor 3045/Kpts/OT.140/9/2010 tentang Penetapan Desa dan Gapoktan Penerima PUAP Tahun 2010. Jakarta: Kementerian Pertanian.

. 2010d. Keputusan Menteri Pertanian Nomor

3685/Kpts/OT.140/11/2010 tentang Penetapan Desa dan Gapoktan Penerima PUAP Tahun 2010. Jakarta: Kementerian Pertanian.

Lestari SB, Mindarti S, Ratnada M, Hardi J, Sidu D, Ramija K dan Gufroni LM. 2001. Manajemen dan komunikasi penyuluhan. Yogyakarta: Penyuluhan dan komunikasi pertanian UGM.

Littlejohn SW dan Foss KA. 2009. Teori komunikasi. Edisi kesembilan. Jakarta: Salemba Humanika.

Morissan dan Wardhany AC. 2009. Teori komunikasi. Bogor: Ghalia Indonesia. Muhammad A. 2009. Komunikasi organisasi. Jakarta: Bumi Aksara.

Mulyana D. 2008. Ilmu komunikasi suatu pengantar. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Rahman S. 2009. Fungsi gapoktan.

[21 Juni 2009].

Rakhmat J. 2005. Psikologi komunikasi. Bandung: Remaja Rosdakarya. Riberu J. 1982. Dasar-dasar kepemimpinan. Jakarta: Leppenas.

Robbins SP. 2002. Prinsip-prinsip perilaku organisasi. Alih bahasa Halida. Jakarta: Erlangga.

Saleh A. 2010. Komunikasi kelompok. Dalam, Dasar-dasar komunikasi. Bogor: Departemen Sain KPM- Fema IPB.

Santosa S. 2006. Dinamika kelompok. Jakarta: Bumi Aksara.

Sendjaja SD. 2007. Komponen konseptual dan jenis-jenis teori komunikasi. Dalam, Teori komunikasi. Jakarta: Universitas Terbuka.

Setiana L. 2005. Teknik penyuluhan dan pemberdayaan masyarakat. Bogor: Ghalia.

Setyanto AE. 1993. Hubungan karakteristik petani dan keterlibatannya dalam jaringan komunikasi dengan adopsi paket teknologi supra insus di Desa Pandeyan, Kecamatan Grogol Kabupaten Sukoharjo Jawa Tengah. [tesis]. Bogor: Program Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor.

Sinaga N. 2002. Hubungan komunikasi interpersonal dalam kelompok tani dengan motivasi anggota (kasus pengembangan sentra agribisnis komoditas unggulan kambing peranakan etawa di kab. Kulonprogo).

[tesis]. Bogor: Program Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor.

Singarimbun M dan Effendi S. 2008. Metode penelitian survai. Edisi Revisi. Jakarta: LP3ES.

Slamet M. 2003a. Membentuk pola perilaku manusia pembangunan. Bogor: IPB Press.

. 2003b. Kumpulan materi kuliah kelompok, organisasi dan kepemimpinan. Bogor: Program Pascasarjana, Program Studi Ilmu Penyuluhan Pembangunan.

Soekanto S. 2007. Sosiologi: suatu pengantar. Jakarta: Rajawali Press. Soekartawi. 2005. Prinsip dasar: komunikasi pertanian. Jakarta: UI Press.

Suharman. 2010. Sosiologi organisasi. Edisi kedua. Jakarta: Universitas Terbuka. Sumarti T. 2003. Interaksi dan struktur sosial. Dalam, Sosiologi umum. Bogor:

Jurusan Sosial Ekonomi Fakultas Pertanian IPB.

Suryadi R. 2000. Hubungan karakteristik dengan persepsi dari penyuluh dan petani kecil tentang kendala berkomunikasi: kasus Kabupaten Bogor.

[tesis]. Bogor: Program Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor.

Syahyuti. 2003. Bedah konsep kelembagaan: Strategi Pengembangan dan Penerapannya dalam Penelitian Pertanian. Bogor: Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial Ekonomi Pertanian, Badan Litbang Pertanian Bogor.

. 2008. Strategi dan tantangan dalam pengembangan Gabungan Kelompok Tani (GAPOKTAN) sebagai kelembagaan ekonomi di pedesaan. Bogor: Pusat Analisis Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian.

Syamsu S, Yusril M dan Suwarto FX. 1991. Dinamika dan kepemimpinan: sebuah pengantar. Yogyakarta: Univ. Admajaya.

van den Ban AW dan Hawkins HS. 1999. Penyuluhan pertanian. Alih bahasa Agnes Dwina Herdiasti. Yogyakarta: Kanisius.

Vardiansyah D. 2004. Pengantar ilmu komunikasi: pendekatan taksonomi konseptual. Bogor: Ghalia.

Walgito B. 2007. Psikologi kelompok. Yogyakarta: Andi.

Warsana. 2009. Pemantapan kelembagaan pada Gapoktan. Tabloid sinar tani. 8 April 2009.

West R dan Turner LH. 2009. Pengantar teori komunikasi analisis dan aplikasi. Buku 1. Jakarta: Salemba Humanika.

Wibowo R. 2006. Gaya komunikasi pemimpin dan keefektifan kelompok tani dalam melaksanakan program konservasi tanah dan air: kasus di DAS Ciliwung Hulu, Kecamatan Cisarua Bogor. [Tesis]. Bogor: Sekolah Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor.

Wiyati EK. 2004. Faktor-faktor yang berhubungan dengan komunikasi dalam proses pembinaan petani penghijauan: kasus penghijauan di sub DAS Citarik pada Desa Mekar Bakti Kabupaten Sumedang. [tesis]. Bogor: Sekolah Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor.

[YPST] Yayasan Pengembangan Sinar Tani. 2001. Penyuluhan pertanian. Jakarta: YPST.

Yulk, G. 1998. Leadership in organization, alih bahasa Yusuf Udaya. Jakarta: Prenhallindo.

2008 Siak Kecil 1 Sei Siput Sumber Rezeki 9 Ternak Kambing

2 Muara Dua Usaha Maju 4 Ternak Kambing

3 Lubuk Gaung Jaya Makmur 11 Ternak Kambing

4 Sadar Jaya Usaha Bersama II 11 Ternak Kambing

5 Bandar Jaya Wana Jaya 8 Ternak Kambing

Rupat 1 Darul Aman Sejahtera 3 Ternak sapi

2 Makeruh Harapan Tani 1 Ternak sapi

3 Pangkalan Nyirih Rahmat Tani 2 Ternak sapi

4 Hutan Panjang Berkah Tani 4 tanaman pangan

5 Tanjung Kapal Tani Makmur 8 Ternak sapi, tan padi

6 Terkul Tani Maju 9 Ternak sapi

Pinggir 1 Tengganau Tuna Harapan 4 Industri rmh tangga,ekonomi produktif. 2 Balai Pungut Beringin Indah 7 Industri rmh tangga,ekonomi produktif.

2009 Bukit Batu 1 Temiang Sumber Rezeki 7 Perkebunan

2 Dompas Kami Bersatu 10 Tan pangan, Horti, peternakan

Siak Kecil 1 Tanjung Damai Sri Tanjung 8 Peternakan

2 Tanjung Belit Tanjung Permai 4 Tan pangan, peternakan Bengkalis 1 Kelemantan Mandiri Sejahtera 3 Tan pangan, Peternakan

2 Sekodi Makmur II 11 Horti, peternakan, perkebunan

3 Pematang Duku Agro Sejahtera 6 Tan pangan, Peternakan

Bantan 1 Bantan Air Bina Tani 23 Tan pangan

2 Kembung Luar Sumber Jaya 12 Horti, peternakan, perkebunan

2010 Siak Kecil 1 Lubuk Garam Maju Tani 12 Peternakan penggemukan sapi

Bengkalis 1 Ketam Putih Sepakat 9 Tan pangan, horti, perkebunan, peternakan 2 Pedekik Berkat Illahi 4 Horti, homeindustry, pem.hasil pertanian 3 Meskom Pelita Masa 10 Perkebunan, homeindustry, usaha lain Bantan 1 Bantan Tengah Bina Usaha 32 Tan. Pangan, horti, perkebunan, peternakan

2 Muntai Muntai Mandiri 12 Horti, peternakan, pem. Hasil pertanian Bukit Batu 1 Api-api Selera Tani 13 Tan. Pangan, perkebunan, pem. hasil pert

2 Bukit Kerikil Anugra Tani 9 Tan. Pangan, perernakan, pem. hasil pert

3 Sepahat Berkat Bersama 3 Budidaya perkebunan

Rupat 1 Sei Cingam Harapan Bina Utama 5 Tan pangan, horti, peternakan, homeindustry 2 Sukarjo Mesin Bina Harapan 4 Tan pangan, horti, peternakan, homeindustry 3 Teluk Lecah Tani Sejahtera 4 Tan pangan, horti, peternakan, homeindustry Pinggir 1 Semunai Semunai Bersatu 7 Tan pangan, horti, peternakan, homeindustry

Lampiran 2. Kuesioner penelitian

Kode Responden: ..……… KERAGAAN KOMUNIKASI GABUNGAN KELOMPOK TANI

PENERIMA DANA PROGRAM PENGEMBANGAN USAHA AGRIBISNIS PERDESAAN

(Kasus di Kecamatan Siak Kecil Kabupaten Bengkalis Riau)

Pewawancara : ……….

Tanggal Wawancara : ……….

MAYOR KOMUNIKASI PEMBANGUNAN PERTANIAN DAN PEDESAAN FAKULTAS EKOLOGI MANUSIA INSTITUT PERTANIAN BOGOR

2011 Data Responden

Nama Responden : ………..

Kelompok tani (Poktan) : ………..

Gapoktan : ……….. Dusun/Desa : ……….. Jabatan di Poktan : ……….. Jabatan di Gapoktan : ……….. Jumlah Pinjaman : Rp……….. Bidang Usaha : 1)……… 2)………

Bagian 1

Karakteristik Gapoktan

Mohon kesediaan Bapak/ibu/sdr untuk mengisi kuesioner dan partisipasinya diharapkan untuk kelancaran penelitian, terimakasih.

Petunjuk pengisian: Silahkan Bapak/ibu/sdr menanggapi pernyataan berikut dengan memberikan tanda (√ ) pada pilihan jawaban yang telah disediakan.

Skor Jawaban

No Pernyataan Sangat

Kurang Baik Sangat

Kurang Baik

1 2 3 4

(1) (2) (3)

1 Aturan bagi anggota Gapoktan dalam mempergunakan dana bantuan modal dari Gapoktan

(1) (2) (3) (4)

2 Aturan yang telah ditetapkan di dalam Gapoktan berlaku untuk seluruh anggota Gapoktan

(1) (2) (3) (4)

3 Dalam penerapan peraturan di Gapoktan

dapat dengan mudah dimengerti (1) (2) (3) (4)

4 Dalam penerapan peraturan di Gapoktan

dapat dengan mudah dilaksanakan (1) (2) (3) (4)

5 Anggota tidak mematuhi aturan yang ada

di Gapoktan (1) (2) (3) (4)

6 Poktan anda mematuhi aturan yang berlaku

di dalam Gapoktan (1) (2) (3) (4)

7 Peraturan berupa penyelenggaraan rapat atau pertemuan Gapoktan dapat ditaati oleh seluruh anggota

(1) (2) (3) (4)

8 Anggota yang melanggar peraturan akan terkena dikenakan sanksi sesuai dengan kesepakatan bersama

(1) (2) (3) (4)

9 Tujuan Gapoktan yang telah ditetapkan

sudah diketahui dengan jelas bagi anggota (1) (2) (3) (4) 10 Anggota belum paham akan tujuan

Gapoktan tersebut (1) (2) (3) (4)

11 Seluruh anggota poktan anda mengetahui

dengan jelas tujuan Gapoktan (1) (2) (3) (4)

12 Anggota poktan anda sudah dapat

memahami tujuan Gapoktan tersebut (1) (2) (3) (4)

13 Gapoktan memberikan penawaran yang

baik bagi usaha tani anda (1) (2) (3) (4)

14 Gapoktan memberikan keuntungan bagi

anggotanya dalam berusahatani. (1) (2) (3) (4)

15 Gapoktan dapat membantu anda dalam

penyediaan modal untuk berusahatani (1) (2) (3) (4) 16 Keberadaan Gapoktan belum mampu

(1) (2) (3) 17 Gapoktan memberikan banyak informasi dalam

berusahatani (1) (2) (3) (4)

18 Gapoktan menambah ilmu pengetahuan anggota (1) (2) (3) (4) 19 Anda tertarik menjadi anggota Gapoktan (1) (2) (3) (4) 20 Anda memiliki kepentingan tertentu dengan

Gapoktan (1) (2) (3) (4)

21 Poktan memiliki kepentingan yang sama dengan

Gapoktan (1) (2) (3) (4)

22 Seluruh anggota memiliki kepentingan yang sama

dengan Gapoktan (1) (2) (3) (4)

23 Anggota Gapoktan tidak memiliki kesamaan sikap (1) (2) (3) (4) 24 Ada perasaan memiliki terhadap Gapoktan sebagai

suatu lembaga atau wadah untuk petani (1) (2) (3) (4) 25 Anda benar-benar merasa menjadi suatu bagian dari

Gapoktan (1) (2) (3) (4)

26 Anggota Gapoktan belum dapat melakukan yang terbaik dalam setiap kegiatan yang diselenggarakan oleh Gapoktan

(1) (2) (3) (4) 27 Ketua/pengurus Gapoktan dalam mengambil

keputusan selalu bertindak sendiri (1) (2) (3) (4)

28 Dalam mengambil keputusan ketua atau pengurus

Gapoktan selalu mengutamakan musyawarah (1) (2) (3) (4) 29 Anggota belum puas dengan setiap keputusan yang

diambil oleh ketua/pengurus (1) (2) (3) (4)

30 Ketua atau pengurus Gapoktan mampu mengkoordinasikan kegiatan Gapoktan kepada anggota poktannya

(1) (2) (3) (4) 31 Ketua/pengurus Gapoktan selalu memberikan

penjelasan kepada anggota tentang informasi mengenai PUAP

(1) (2) (3) (4) 32 Ketua/pengurus Gapoktan tidak memiliki ketegasan

dalam melaksanakan kesepakatan yang telah ditetapkan bersama

(1) (2) (3) (4) 33 Pengurus Gapoktan mampu menjalankan tugasnya

dengan baik (1) (2) (3) (4)

34 Ketua/pengurus Gapoktan dapat mengarahkan

anggota lainnya dalam kegiatan Gapoktan (1) (2) (3) (4) 35 Ketua/pengurus Gapoktan mampu mengajak

anggotanya untuk berpartisipasi dalam kegiatan Gapoktan

(1) (2) (3) (4) 36 Keterlibatan anggota pada kegiatan Gapoktan

dipengaruhi oleh ketua/pengurus Gapoktan (1) (2) (3) (4) 37 Ketua/pengurus Gapoktan mampu membina

kebersamaan antar poktan dalam Gapoktan (1) (2) (3) (4) 38 Ketua/pengurus mampu memberikan bantuan secara

(1) (2) (3) 39 Ketua/pengurus Gapoktan mampu menjalin

komunikasi dengan para anggotanya (1) (2) (3) (4)

40 Ketua sebagai pemimpin Gapoktan tanggap atas

masalah yang dihadapi anggotanya (1) (2) (3) (4)

41 Setiap permasalah yang ada di Gapoktan dapat

diselesaikan dengan baik oleh pengurus (1) (2) (3) (4) 42 Anggota selalu menghadiri kegiatan yang

dilaksanakan oleh Gapoktan (1) (2) (3) (4)

43 Anggota Poktan anda selalu menghadiri kegiatan

yang dilaksanakan oleh Gapoktan (1) (2) (3) (4)

44 Anggota Gapoktan selalu hadir dalam musyawarah

yang dilaksanakan oleh Gapoktan (1) (2) (3) (4)

45 Anggota Gapoktan tidak aktif dalam setiap kegiatan

yang dilaksanakan Gapoktan (1) (2) (3) (4)

46 Poktan anda selalu aktif dalam setiap kegiatan yang

dilaksanakan Gapoktan (1) (2) (3) (4)

47 Anggota dengan senang hati melaksanakan setiap

tugas yang diberikan oleh Gapoktan (1) (2) (3) (4)

48 Beberapa anggota belum mampu melaksanakan

kewajiban sebagai anggota Gapoktan (1) (2) (3) (4)

49 Kewajiban anda sebagai anggota Gapoktan telah

dilaksanakan (1) (2) (3) (4)

50 Ukuran kelompok di Gapoktan anda sekarang kecil (1) (2) (3) (4) 51 Ukuran kelompok di Gapoktan anda sudah

memadai (1) (2) (3) (4)

52 Ukuran kelompok di Gapoktan anda sekarang besar (1) (2) (3) (4) 53 Jumlah anggota Gapoktan anda sekarang kecil (1) (2) (3) (4) 54 Jumlah anggota Gapoktan anda sudah memadai (1) (2) (3) (4) 55 Jumlah anggota Gapoktan anda sekarang besar (1) (2) (3) (4) Silahkan Bapak/ibu/sdr mengisi jawaban yang telah disediakan sesuai dengan keadaan sebenarnya

56.Menurut anda berapa persen kira-kira anggota yang hadir pada setiap

pertemuan di Gapoktan? %

57.Berapa jumlah poktan di Gapoktan anda? Buah

Bagian 2

Komunikasi Gapoktan

Petunjuk pengisian: Silahkan Bapak/ibu/sdr menanggapi pernyataan berikut dengan memberikan tanda (√ ) pada pilihan jawaban yang telah disediakan.

Skor Jawaban

No Pernyataan Sangat

Kurang Baik Sangat

Kurang Baik

1 2 3 4

(1) (2) (3)

1 Anggota Gapoktan aktif berkomunikasi

secara tatap muka (1) (2) (3) (4)

2 Pertemuan rutin Gapoktan dilakukan setiap

bulan (1) (2) (3) (4)

3 Dalam tiga bulan terakhir anda sering

melakukan pertemuan rutin di Gapoktan (1) (2) (3) (4) 4 Waktu yang dibutuhkan dalam setiap

pertemuan sudah cukup memadai (1) (2) (3) (4)

5 Selain pertemuan formal anda juga melakukan kontak atau pertemuan dengan poktan lainnya di luar (informal)

(1) (2) (3) (4)

6 Waktu yang dipergunakan dalam

pertemuan informal tersebut sudah cukup (1) (2) (3) (4) 7 Koordinasi antara anggota Gapoktan dalam

melaksanakan setiap kegiatan di Gapoktan (1) (2) (3) (4) 8 Poktan anda melakukan koordinasi dengan

poktan lain (1) (2) (3) (4)

9 Poktan anda selalu bekerjasama dengan poktan lain dalam melakukan kegiatan di Gapoktan

(1) (2) (3) (4)

10 Setiap anggota selalu bekerjasama dalam

melakukan kegiatan Gapoktan (1) (2) (3) (4)

11 Setiap anggota mampu menjaga hubungan

baik dengan anggota lain di Gapoktan (1) (2) (3) (4) 12 Terjalinnya kerukunan antara sesama

poktan di dalam Gapoktan (1) (2) (3) (4)

13 Intensitas terjadinya konflik antarpoktan

dalam Gapoktan (1) (2) (3) (4)

14 Sering terjadinya perselisihan antarpoktan

dalam Gapoktan (1) (2) (3) (4)

15 Persaingan antarsesama anggota (1) (2) (3) (4)

16 Pola melingkar atau semi melingkar adalah bentuk yang selalu dilakukan oleh anggota Gapoktan pada setiap pertemuan

(1) (2) (3) (4)

17 Tidak ada yang mengatur jalannya diskusi (1) (2) (3) (4) 18 Ada seseorang yang berperan memberikan

ceramah atau informasi pada waktu pertemuan

(1) (2) (3) 19 Dalam berdiskusi ada salah satu anggota Gapoktan

yang memberikan pengarahan kepada anggota lainnya

(1) (2) (3) (4) 20 Ada seseorang di tempatkan di depan forum sebagai

tempat untuk bertanya dalam memberikan informasi yang dibutuhkan

(1) (2) (3) (4) 21 Ada seseorang yang di letakkan di depan forum

sebagai pemberi materi (1) (2) (3) (4)

22 Ada beberapa orang yang di letakkan di depan

forum sebagai pemberi materi atau pembicara (1) (2) (3) (4) 23 Adanya pemimpin forum yang mengatur alur

pembicara satu ke pembicara lain (1) (2) (3) (4)

24 Pemimpin forum menyampaikan ringkasan dari

hasil pembicaraan antara pembicara dengan anggota (1) (2) (3) (4) 25 Dalam suatu pertemuan dipersilahkan bagi para

hadirin (anggota forum) untuk mengajukan pertanyaan kepada pembicara

(1) (2) (3) (4) 26 Pembicara menjawab pertanyaan yang dilontarkan

oleh anggota lainnya (hadirin) (1) (2) (3) (4)

27 Adanya moderator dalam acara tanyajawab tersebut (1) (2) (3) (4) 28 Materi atau topik yang diperbincangkan dalam

pertemuan Gapoktan mengenai kegiatan usahatani anggota

(1) (2) (3) (4) 29 Materi mengenai administrasi Gapoktan juga

diperbincangkan (1) (2) (3) (4)

30 Dalam pertemuan Gapoktan materi atau topik yang diperbincangkan mengenai tatacara pengelolaan dana bantuan PUAP

(1) (2) (3) (4) 31 Dalam pertemuan Gapoktan materi atau topik yang

diperbincangkan mengenai permasalahan yang terjadi di dalam Gapoktan

(1) (2) (3) (4)

Silahkan Bapak/ibu/sdr mengisi jawaban yang telah disediakan sesuai dengan keadaan sebenarnya

32.Apakah ada topik lain yang diperbincangkan dalam pertemuan Gapoktan?

Jika ada, Sebutkan:

……… ………

Bagian 3

Komunikasi Penyuluh Pendamping

Petunjuk pengisian: Silahkan Bapak/ibu/sdr menanggapi pernyataan berikut dengan memberikan tanda (√ ) pada pilihan jawaban yang telah disediakan.

Skor Jawaban

No Pernyataan Sangat

Kurang Baik Sangat

Kurang Baik

1 2 3 4

(1) (2) (3)

1 Belum terjalinnya hubungan komunikasi

yang intensif kepada penyuluh pendamping (1) (2) (3) (4) 2 Anggota Gapoktan aktif berkomunikasi

secara tatap muka dengan penyuluh pendamping

(1) (2) (3) (4)

3 Dalam tiga bulan terakhir penyuluh pendamping sering melakukan pertemuan rutin di Gapoktan

(1) (2) (3) (4)

4 Penyuluhan yang dilakukan oleh penyuluh pendamping dilakukan secara rutin setiap minggu

(1) (2) (3) (4)

5 Penyuluhan yang dilakukan oleh penyuluh pendamping dilakukan secara rutin setiap bulan

(1) (2) (3) (4)

6 Waktu yang dibutuhkan dalam setiap

pertemuan sudah cukup (1) (2) (3) (4)

7 Selain pertemuan formal di Gapoktan penyuluh pendamping juga melakukan kontak atau pertemuan dengan anda di luar (informal)

(1) (2) (3) (4)

8 Penyuluh pendamping melakukan

kunjungan ke usahatani anda (1) (2) (3) (4)

9 Waktu yang dipergunakan dalam

pertemuan informal tersebut sudah cukup (1) (2) (3) (4) 10 Dalam melakukan kunjungan ke Gapoktan,

penyuluh pendamping memberikan bimbingan teknis dalam berusaha agribisnis

(1) (2) (3) (4)

11 Penyuluh pendamping memberikan

bimbingan dalam teknik usahatani (1) (2) (3) (4)

12 Penyuluh pendamping memberikan informasi tentang teknologi yang sesuai dengan usahatani anda

(1) (2) (3) (4)

13 Penyuluh pendamping meningkatkan

keterampilan anggota dalam berusahatani (1) (2) (3) (4) 14 Penyuluh pendamping mendorong anggota

(1) (2) (3) 15 Informasi mengenai pemasaran usahatani tidak

pernah disampaikan oleh penyuluh pendamping (1) (2) (3) (4) 16 Penyuluh pendamping selalu membantu mencari

jalan keluar terhadap masalah yang dihadapi Gapoktan

(1) (2) (3) (4) 17 Penyuluh pendamping memberikan bimbingan

dalam membantu memecahkan permasalahan usahatani di Gapoktan

(1) (2) (3) (4) 18 Penyuluh pendamping memberikan informasi

tentang bagaimana cara memanfaatkan dana PUAP (1) (2) (3) (4) 19 Penyuluh pendamping mampu membuka wawasan

anggota dalam memilih usahatani yang lebih produktif

(1) (2) (3) (4) 20 Penyuluh pendamping memberikan bimbingannya

dalam membuat rencana kegiatan usaha Gapoktan (1) (2) (3) (4) 21 Pembinaan manajemen organisasi dilakukan oleh

penyuluh pendamping (1) (2) (3) (4)

22 Penyuluh pendamping memberikan bimbingan

dalam administrasi Gapoktan (1) (2) (3) (4)

23 Penyuluh pendamping memberikan bimbingan ke

Gapoktan tentang tatacara membuat laporan PUAP (1) (2) (3) (4) 24 Sebagian besar materi yang disampaikan oleh

penyuluh pendamping tidak sesuai dengan kebutuhan anda

Bagian 4

Komunikasi Penyelia Mitra Tani (PMT)

Petunjuk pengisian: Silahkan Bapak/ibu/sdr menanggapi pernyataan berikut dengan memberikan tanda (√ ) pada pilihan jawaban yang telah disediakan.

Skor Jawaban

No Pernyataan Sangat

Kurang Baik Sangat

Kurang Baik

1 2 3 4

(1) (2) (3)

1 Terjalinnya hubungan komunikasi yang

intensif kepada PMT (1) (2) (3) (4)

2 PMT tidak melakukan komunikasi secara

tatap muka dengan anggota Gapoktan (1) (2) (3) (4)

3 Dalam tiga bulan terakhir PMT sering

melakukan pertemuan rutin di Gapoktan (1) (2) (3) (4) 4 Penyuluhan yang dilakukan oleh PMT

dilakukan secara rutin setiap minggu (1) (2) (3) (4) 5 Penyuluhan yang dilakukan oleh PMT

dilakukan secara rutin setiap bulan (1) (2) (3) (4) 6 Waktu yang dibutuhkan dalam setiap

pertemuan sudah cukup (1) (2) (3) (4)

7 Selain pertemuan formal di Gapoktan PMT juga melakukan kontak atau pertemuan dengan anda di luar (informal)

(1) (2) (3) (4)

8 PMT berkunjungan ke usahatani anda (1) (2) (3) (4)

9 Waktu yang dipergunakan dalam

pertemuan informal tersebut sudah cukup (1) (2) (3) (4) 10 Dalam melakukan kunjungan ke Gapoktan,

PMT memberikan bimbingan dalam administrasi keuangan Gapoktan

(1) (2) (3) (4)

11 PMT membantu dalam pengelolaan

keuangan di Gapoktan (1) (2) (3) (4)

12 PMT meningkatkan pengetahuan anggota

dalam beragribisnis (1) (2) (3) (4)

13 PMT meningkatkan keterampilan anggota

dalam usaha agribisnis (1) (2) (3) (4)

14 PMT memberikan bimbingan dalam

pengembangan agribisnis usaha anda (1) (2) (3) (4)

15 PMT memberikan informasi tentang pemasaran usahatani kepada anggota Gapoktan

(1) (2) (3) (4)

16 Dalam memberikan bimbingan PMT juga memberikan informasi tentang bagaimana cara memanfaatkan dana PUAP

(1) (2) (3) (4)

17 PMT memberikan bimbingannya dalam

(1) (2) (3) 18 Pembinaan manajemen organisasi tidak pernah

dilakukan oleh PMT (1) (2) (3) (4)

19 PMT memberikan bimbingan dalam administrasi

Gapoktan (1) (2) (3) (4)

20 PMT memberikan bimbingan ke Gapoktan tentang

Dokumen terkait