• Tidak ada hasil yang ditemukan

KESIMPULAN DAN SARAN

Dalam dokumen LAPORAN AKHIR HIBAH UNGGULAN PROGRAM STUDI (Halaman 81-90)

KESIMPULAN DAN SARAN

7.1 Kesimpulan

Adapun langkah penyelesaian yang dilakukan Kejati Bali dalam penyelesaian atas tunggakan uang pengganti terpidana korupsi adalah :

1. Dalam rangka penyelamatan aset negara akfoat tindak pidana korupsi instrumen pidana uang pengganti sebagai pidana tambahan memang memiliki kedudukan yang penting. Namun dalam pelaksanaannya dapat dikatakan belum optimal dimana dapat dilihat dari data pelaksanaan pidana pembayaran uang pengganti tindak pidana korupsi yang tercatat di Kejaksaan Tinggi Bali pada tahun 2012 - 2016 masih ada terpidana yang belum melunasi pembayaran uang pengganti * tersebut sehingga menjadi tunggakan uang pengganti. Dalam hal ini pihak Kejaksaan berupaya menanggulangi hal tesebut dengan mengoptimalkan tindakan - tindakan seperti penagihan - penagihan secara non litigasi kepada terpidana dan keluaraganya, melakukan penelusuran terhadap aset - aset yang masih dimiliki terpidana, perampasan terhadap aset — aset yang diketahui merupakan hasil dari tindak pidana, pelaksanaan pidana subsider dan melalui instrumen gugatan perdata.

2. Adapun hal-hal yang menjadi hambatan bagi Kejati Bali dalam hal pemulihan eksekusi atas uang pengganti dari terpidana korupsi untuk pemulihan pengembalian kerugian keuangan negara adalah beupa Dalam pelaksanaan eksekusi pidana pembayaran uang pengganti yang dilakukan oleh pihak Kejaksaan tidaklah lepas dari hambatan — hambatan. Hal inilah yang kemudian menjadi pemicu terjadinya tunggakan pembayaran uang pengganti tersebut. Uang Pengganti dalam perkara korupsi mengandung banyak permasalahan yang temyata cukup rumit dalam implementasinya, diantaranya belum mencapai kesempurnaan tentang seperangkat peraturan yang menyertai persoalan yakni penerapan pada Undang - Undang No. 20 tahun 2001 tentang perubahan atas Undang -

77

Undang No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dimana undang - undang tersebut masih terkendala karena kurang lengkap dan tegas dalam pengaturan tata cara dalam hal pengembalian uang Negara yang dikorupsi khusunya terkait uang pengganti, lamanya proses peradilan hingga putusan berkekuatan hukum tetap agar bisa dilaksanakan eksekusi, adanya kepemilikan kartu tanda penduduk (KTP) ganda guna menyembunyikan harta kekayaannya hasil korupsi serta terpidana banyak yang memilih hukuman pengganti berupa kurungan badan dibandingkan harus membayar uang pengganti.

7.2. Saran

1. Agar pihak Kejati Bali selaku bekerja optimal dalam mengeksekusi uang pengganti dari terpidana koruptor untuk hasilnya guna pembangunan bangsa

2. Demi memaksimalkan pengembalian kerugian keuangan negara akibat tindak pidana korupsi maka perlu dilakukan pembaharuan terhadap Undang - Undang No. 31 Tahun 1999 jo Undang - Undang No. 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi khusunya terkait pidana tambahan berupa pembayaran uang pengganti pada ketentuan Pasal 18 terkait kejelasan sistem pembayaran uang pengganti tersebut.

78

DAFTAR PUSTAKA

BUKU :

Ade Saptomo, 2009, Pokok - Pokok Metodelogi Penelitian Hukum Empiris Murni Sebuah Alter natif Universitas Trisakti, Jakarta, h.42.

Amiruddin dan Zainal Asikin, 2012, Pengantar Metode Penelitian Hukum. PI. Raja Grafindo Persada, Jakarta, h.25.

Andrew Ashworth, 2010, Sentencing and Criminal Justice, Cambridge University Press, Fifth Edition, UK, h. 76.

Burhan Ashshofa, 1998, Metode Penelitian Hukum, Cetakan Kedua, PI Rineka Cipta, Jakarta, h.95.

Christoher Haring, Ricard W. Ireland, 1989, Punishment Rhetoric, Rule and Practice, First Published, Routledge, New York, USA.

Efi Laila Kholis, 2010, Pembayaran Uang Pengganti Dalam Perkara Korupsi^ Solusi Publishing, Jakarta,h.39.

Jawade Hafidz Arsyad, 2013, Korupsi Dalam Perspektif HAN (Hukum Administrasi Negara), Sinar Grafika, Jakarta, h. 164

L.R. Huesmann and C.L. Podolski, 2003, Punishment:a Psychological ' Perspective (The Use of Punisment edited by Scan McConville), First Published, Willan Publishing, Oregon, USA, h.77.

Soerjono Soekanto, 1983, Faktor - Faktor Yang Mempengaruhi Penegakan Hukum, Rajawali, Jakarta

PERUNDANG-UNDANGAN :

Undang - Undang Nomor 31 Tahun 1999 yang telah dirobah dengan Undang Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi

Undang Undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang Kitab Undang Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP)

Undang - Undang Nomor 16 Tahun 2004 tentang Kejaksaan Republik Indonesia. Undang - Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara

Peraturan Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2014 tentang Pidana Tambahan Uang Pengganti Dalam Tindak Pidana Korupsi.

79

INTERNET:

Http://www.antikorupsi.org/sites/antikorupsi.org/Files/doc/Kaiian/policvpaperkeu angannegara.pdf. diakses 15 Desember 2015.

PERUNDANG-UNDANGAN :

Undang – Undang Nomor 31 Tahun 1999 yang telah dirobah dengan Undang – Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi

Undang – Undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang Kitab Undang – Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP)

Undang – Undang Nomor 16 Tahun 2004 tentang Kejaksaan Republik Indonesia. Undang – Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara

Peraturan Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2014 tentang Pidana Tambahan Uang Pengganti Dalam Tindak Pidana Korupsi.

INTERNET :

Http://www.antikorupsi.org/sites/antikorupsi.org/Files/doc/Kaiian/policvpaperkeuangannegar a.pdf. diakses 15 Desember 2015.

80

LAMPIRAN 1 :

INSTRUMEN DUKUNGAN SARANA DAN PRASARANA PENELITIAN

Sarana yang akan digunakan :

1. Kendaraan yang berfungsi yang digunakan oleh peneliti dalam kegiatan mencari data kelapangan.

81

LAMPIRAN 4 BIODATA KETUA DAN ANGGOTA TIM PENELITI SERTA MAHASISWA

CURRICULUM VITAE

A. Identitas Diri

Nama : Dr. Putu Gede Arya Sumerthayasa, SH., MH Tempat dan Tanggal Lahir : Singaraja, 15 September 1964

Email : [email protected]

NIP : 19640915 199003 1 004

Pangkat/jabatan : Lektor Kepala IV/a

Telp. : 0818564464

Pendidikan : - SD 1 Sukasada - SMPN Sukasada - SMAN Singaraja

- Fakultas Hukum UNUD (S1) - Unpad (S2)

- Universitas Brawijaya (S3)

82

CURRICULUM VITAE

I.Identitas :

Nama Lengkap : I GedeArtha,SH.,MH.

NIP : 19580127 198503 1 002

Tempat/ Tanggal lahir : Bungaya, 27 Januari 1958

Jenis Kelamin : Laki-laki

Pekerjaan : Dosen

Pangkat / Golongan : Pembina Tk. I / IVb

Jabatan Fungsional : Dosen

Alamat Kantor : Fak. Hukum Unud Jl. P. Bali No. 1 Sanglah Denpasar

Alamat Rumah : Perum. Taman Mahayu II/18 SempidiBadung

II. Riwayat Pendidikan:

PENDIDIKAN TEMPAT TAHUN LULUS JURUSAN/PROGRAM STUDI

S D S D No. 1 Bungaya 1971

-S M P S M P N Karangasem 1974

-S M A S M A N Karangasem 1977 IPS

S1 FH. Unud 1984 Hukum Pidana/Ilmu Hukum

S2 Pasca Unud 1985 Peradilan/Ilmu Hukum

S3 Unibraw Malang Mulai 2008 Hukum Pidana/Ilmu Hukum

III.Riwayat Kepangkatan :

No. Jenjang Kepangkatan Terhitung Tanggal

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL

PROGRAM MAGISTER KENOTARIATAN

FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS UDAYANA Jln. Bali No. 1 Sanglah Denpasar, Telp. (0361) 264812 , Fax (0361) 264812

83

IV. Riwayat Pekerjaan:

1.Diangkat sbg. PNS / Tenaga Eedukatif th. 1985 di FH. Unud dgn. Mengasuh mata kuliah :. Hk. Pidana, pengantar sosiologi, HK. Acara pidana, Hk. Acara Mil., Hk. Acara Perad HAM, KBH, Perad Korupsi, SPP

2.Sebagai sekretaris bagian Hukum acara, 1997-2000 3.Sebagai ketua bagian hukum acara, 2001 – 2007 4.Sebagai tim advokasi LBH FH. Unud, 1987-2000 5.Sebagai tim divisi hukum di Unud, 2001 – sekarang

V. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ( 5 Tahun Terakhir )

1.Sebagai narasumber dalam interaktif di Bali TV tentang kekerasan pada 14 Pebruari 2007 bersama Prof. N. Sirtha,SH.,MS.

2.Sebagai narasumber dalam interaktif di TVRI Sts Denpasar Bali tentang pencegahan korupsi pada 18 desember 2007 bersama Kepol dan Ketua PHDI Bali

3.Sebagi narasumber dalam interaktif di Bali TV tentang eksekusi mati Amrozi cs pada desember 2007 bersama Kejaksaan denpasar dan DPRD Bali

4.Sebagai narasumber dalam interaktif di Bali TV tentang penangkapan preman bersama Kapolda Bali dan Anggota DPRD Bali pada 2 Desember 2008

5.Sebagai narasumber dalam interaktif tentang antisipasi kemanan Bali pasca bom Kuningan II dengan Kadiv Humas Polda Bali di TVRI Bali pada 21 Juli 2009

VI. Kegiatan dalam Penelitian/ Karya Ilmiah ( 5 Tahun Terakhir )

1.Invertarisasi dan analisis kejahatan yang dilakukan oleh anak di kab. karangasem 2007 2.Pengawasan pemerintah kabupaten Badung terhadap penambangan batu kapur di kawasan Badung selatan 2008

3.Pengawasan terhadap aparat penegak hukum dalam penegakan hukum di Bali, 2008 4.

5.

VII. Kegiatan Pelatihan yang pernah diikuti:

1.Pelatihan proses belajar mengajar (AA) di Unud 2007 2.Kursus bahasa Inggris di Lab Bahasa Unud 2007 3.Kursus Bahasa Inggris di AILF Denpasar 2008

4.Kursus Komputer dan Pembuatan Power Point di FH Unud 2008 5.Kursus Bahasa Inggris di FH. Unibraw Malang 2008

VIII. Pertemuan Ilmiah / Seminar yang pernah diikuti ( 3 Tahun Terakhir )

1.Sebagai narasumber seminar perlindungan saksi dan korban di Denpasar, 16-11-2007 2.Sebagai narasumber dalam lokakarya pembentukan KPK di Daerah yang diselenggarakan

84

oleh KPK Pusat, 22-5-2008

3.Sebagai peserta dalam seminar nasional tentang hukum dan kebijakan usaha kecil menengah di Malang, 23 oktober 2008

4.Sebagai peserta dalam seminar nasional di Malang tentang kewenangan Pemda dalam melakukan perjanjian internasional 22 april 2009

5.Sebagai pemakalah dalam seminar nasional tentang Terorisme di Denpasar, 2007

Denpasar, ___________________

I GedeArtha,SH.,MH. NIP.19580127 198503 1 002 Catatan :

85

CURRICULUM VITAE

(Anggota Peneliti : Mahasiswa Program Studi Doktor (S3) Ilmu Hukum UNUD)

Nama : Ni Wayan Sinaryati, SH., MH

Jenis Kelamin : Perempuan Tempat dan Tanggal Lahir : Tabanan

Dalam dokumen LAPORAN AKHIR HIBAH UNGGULAN PROGRAM STUDI (Halaman 81-90)

Dokumen terkait